OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 01 Mei 2018

Fadli: BUMN Ibarat Sapi Perah, Hanya Diisi Orang yang Menangkan Jokowi

Fadli: BUMN Ibarat Sapi Perah, Hanya Diisi Orang yang Menangkan Jokowi


10Berita -Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pihak berwenang untuk mengusut rekaman percakapan antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir. Fadli juga mengkritik Kementerian BUMN yang ibarat sapi perah dan diisi oleh orang-orang yang punya kedekatan dengan Presiden Joko Widodo.

“Kalau ini menyangkut sebuah pelanggaran terhadap hukum, tentu harus digali dan diperdalam sesuai dengan mekanisme yang ada. Karena kalau misalnya ini kan BUMN, milik negara dan rakyat, jadi enggak bisa BUMN itu diatur sepenuhnya seperti korporasi biasa,” kata Fadi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/4)

“BUMN harus transparan termasuk segala sesuatu yang terkait dengan usahanya, juga harus transparan dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” lanjutnya.

Bagi Fadli, BUMN selama ini diibaratkan sebagai sapi perah. Sebab, banyak posisi di BUMN hanya dijabat oleh pihak-pihak yang turut berjasa dalam pemenangan Jokowi pada pilpres 2014 lalu.

“Selama ini kesannya BUMN seperti sapi perahan saja dan diisi oleh orang orang yang dianggap berjasa pada pemenangan presiden. Jadi saya kira ini harus dihentikanlah cara-cara seperti ini,” ujarnya.

Tak hanya sampai di situ, Fadli mendukung adanya pemanggilan untuk Rini oleh komisi terkait agar bisa mempertanggungjawabkan rekaman percapakannya tersebut. Pemanggilan itu akan dilakukan setelah masa reses berakhir.

“Seharunya perlu karena ini kan terkait langsung dan tidak bisa diwakilkan. Tinggal nanti kita berbicara dengan rekan-rekan fraksi. Cuma ini kan di masa reses. Jadi nanti kita akan bicarakan gitu,” pungkasnya. []

Sumber :kumparan

Seorang Pengacara TAMPAR TELAK Mahfud MD yang Bela Susi CFD Tapi DIAM Soal 2 Bocah Tewas di Acara Paskah Monas

Seorang Pengacara TAMPAR TELAK Mahfud MD yang Bela Susi CFD Tapi DIAM Soal 2 Bocah Tewas di Acara Paskah Monas


10Berita, Kehebohan yang terjadi di arena Car Free Day, Ahad, 29 April 2018  lalu masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Salah satu yang intens membicarakannya adalah Prof. Mohammad Mahfud MD.

Dalam cuitannya, Senin 30 April 2018, ia menulis alasan dirinya membela ibu dan anak yang dipersekusi di CFD daripada membela Fahri Hamzah yang juga dipersekusi.

"Daripada melayani debat orng yg sengaja memancing keruh lbh baik sy jawab blockir. Msl ada yg nanya, “mengapa anda membela ibu2 dan anaknys tapi diam saat FH dipersrkusi?” Maka saya jawab dgn blockir. FH itu tak pernah dipersekusi (malah cenderung mempersekusi, hahaha)," tulis @mohmahfudmd.

Daripada melayani debat orng yg sengaja memancing keruh lbh baik sy jawab blockir. Msl ada yg nanya, “mengapa anda membela ibu2 dan anaknys tapi diam saat FH dipersrkusi?” Maka saya jawab dgn blockir. FH itu tak pernah dipersekusi (malah cenderung mempersekusi, hahaha)

— Mahfud MD (@mohmahfudmd) April 30, 2018

Pernyataan Mahfud mengundang komentar tajam dari seorang pengacara.

Pak Mahfud getol bela ibu yg merasa diintimidasi, tapi kenapa Pak Mahfud DIAM pada 2 anak yang jadi korban & meninggal di monas saat acara Forum Untukmu Indonesia (28/4), yang satu dibela, yang lain tidak dibela, yang demikian itu bukan karakter orang Madura pak Mahfud#Share🙏

— Ach. Supyadi (@adv_supyadi) April 30, 2018


Warganet pun berkomentar.

Astaghfirullah betapa parah cara pandang pak @mohmahfudmd jika lihat intimidasi ibu2 dadakan penguasa di banding ibu2 Korban penguasa.

Ya Allah Tunjukan KuasaMU agar Mreka tau bagaimana Pedihnya AZABMU jika Lupakan KEADILAN. 🙏🙏

— AmeL CenCen🇮🇩 (@CencenAmel) April 30, 2018


Akhirnya Allah buka siapa sebenarnya Pak @mohmahfudmd ini, BUKAN seorang madura sejati, dan sepatutnya Beliau bersyukur ada putra Madura sejati @adv_supyadi yang mengingatkannya untuk kembali ke Watak Asli Madura, semoga cepat sadar dan tidak terCebongerskan!#2019GantiPresiden

— #PresidenBaruAntiPKI (@MRahmatM212) May 1, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Prabowo Sebut Kekayaan RI Dikuasai Elite: Diakui Bambang Brodjonegoro

Prabowo Sebut Kekayaan RI Dikuasai Elite: Diakui Bambang Brodjonegoro

10Berita, Prabowo menyebut kekayaan Indonesia dikuasai sebagian elite pernah dibenarkan Bambang Brodjonegoro saat jadi Menkeu.

Prabowo Subianto di Rakornas Gerindra

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, menyebut kekayaan Indonesia telah dikuasai oleh segelintir orang dan uang hasil aset kekayaan Indonesia dibawa lari ke luar negeri.

Bahkan menurutnya, tudingannya itu pernah dibenarkan oleh salah satu menteri kabinet Presiden Joko Widodo, yaitu, Bambang S Brodjonegoro saat menjabat menjadi Menteri Keuangan.

“Saudara-saudara inti dari perjuangan kita adalah bahwa kekayaan ekonomi Indonesia dikuasi oleh segelintir orang. (Mereka) membawa uang itu ke luar negeri. Ini intinya dan ini dibenarkan oleh Menteri Keuangan kabinetnya Pak Jokowi sendiri Pak Bambang Brodjonegoro,” ucap Prabowo saat menghadiri deklarasi dukungan KSPI di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Minggu (29/4).

Prabowo bercerita, sejak tahun 2000, sistem ekonomi Indonesia sudah menyimpang dari UUD 1945 Pasal 33. Penyimpangan ini tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat.

Menteri PPN Bambang Brodjonegoro.

“Bahwa tidak mungkin kesejahteraan kalau uangnya enggak ada, uangnya dibawa ke luar negeri. Saudara-saudara enggak mungkin gaji baik, enggak mungkin guru gajinya baik, enggak mungkin buruh gajinya baik karena yang diharapkan dari kita hanya buruh yang upahnya murah,” katanya diikuti dengan suara gemuruh para buruh KSPI.

“Dia mau pakai air kita, dia mau pakai bumi kita, dia mau pake tanah kita, dia mau pake listrik kita dengan murah. Jadi dia bikin alat-alat, dia bikin produk-produk, dia ekspor ke luar negeri. Bahwa bahan baku kita, sumber alam kita, rakyat kita, listrik kita, air kita, tanah kita murah, murah, murah,” sambungnya.

Ia mengatakan hal tersebut merupakan suatu kebodohan bangsa. Menurutnya, jika elite tidak bisa mengubah keadaan yang seperi ini biarlah rakyat yang merubah keadaanya sendiri.

“Suatu kebodohan bangsa dan kalau elite itu tidak bisa mengubah keadaan ini biarlah rakyat sendiiri yang mengubah keadaan,” pungkasnya.

Sumber :Kumparan 

Lagu Lama Judul Baru: Dari Intimidasi CFD hingga Ibu Saeni

Lagu Lama Judul Baru: Dari Intimidasi CFD hingga Ibu Saeni

10Berita, Apa yang terlintas di kepala saya saat isu intimidasi di Car Free Day (CFD) tiba-tiba memadati ruang publik? Saya teringat tiga persitiwa dan kemudian berkesimpulan: ini hanya lagu lama dengan judul baru.

Pertama, Insiden Monas pada 2008. Saat itu umat Islam diberitakan melakukan aksi terhadap AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). Islam pun diopinikan sebagai antikebhinekaan, mengingat saat peristiwa terjadi bertepatan dengan Hari Pancasila. Padahal, bentrokan antara FPI dan AAKBB disebabkan oleh provokasi AKKBB. Tapi media tak mau tahu. Fakta itu mereka sisihkan, dan hanya memberitakan aksi kekerasan FPI.

Keesokan harinya, Koran Tempo menampilkan foto headline saat Munarman, tokoh FPI, sedang “mencekik” seorang laki-laki “yang ditulis mereka sebagai anggota AKKBB“, untuk memberikan efek dramatis aksi kekerasan FPI. Ternyata, fakta yang sesungguhnya tidak demikian. Munarman justru sedang berusaha mencegah tindakan anarkis.

Kedua, tragedi berdarah Ciketing Asem, Kota Bekasi pada 2011. Saat umat Islam merayakan Hari Kemenangan, kaum muslim justru bersimbah darah setelah aksi provokasi jemaat HKBP. Seketika itu juga dunia internasional menyoroti Ciketing Asem.

Berbagai media (cetak dan elektronik), baik dalam maupun luar negeri, kompak mengangkat peristiwa itu dengan satu angel yang seragam: kebebasan beribadah. Judul kemudian dibuat beragam. Beberapa di antaranya: Pemkot Bekasi Diminta Berikan Izin Ibadah untuk jemaat HKBP (detik), Romo Benny: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Pelaku Kekerasan (detik), Indonesia, Belajarlah Toleransi (kompas), Kebebasan Beragama Belum Terjamin (kompas), Ada Pertemuan sebelum Penusukan (kompas)

Ketiga, razia warung makan Ibu Saeni saat Ramadhan. Silakan simak judul berita di Kompas. Sengaja saya hanya menampilkan judul dari Kompas karena mereka media yang kali pertama mengangkat razia terhadap warung miliki Ibu Saeni dan terus memberitakannya secara massif.

http://nasional.kompas.com/read/2016/06/12/13570941/kebijakan.penutupan.warung.makan.di.bulan.ramadhan.sering.bersifat.politis

http://properti.kompas.com/read/2016/06/11/224904121/polemik.razia.warung.nasi.pantaskah.serang.dilabeli.kota.islami.

Lagu sejenis sudah sering kita dengarkan. Biasanya dinyanyikan bersama-sama oleh media arus utama dan kaum Islamphobia saat ada peristiwa yang melibatkan umat Islam atau Islam. Ketika Front Pembela Islam (FPI) melakukan sweeping atau aksi unjuk rasa menentang kemungkaran, lagu tersebut nyaring terdengar. Preman berjubah, Islam identik dengan kekerasan dan syair sejenis terus berkumandang.

Ketika terjadi aksi bom yang pelakunya umat Islam, syair lagu tersebut makin kencang dinyanyikan. Membuat telinga kita bising. Begitu seterusnya. Dan biasanya, dalam lagu tersebut terselip syair berupa kecaman dan dukungan dari presiden hingga tokoh JIL. Dalam kasus Ibu Saeni misalnya, ada donasi untuknya yang berjumlah ratusan juta, termasuk dari Presiden Jokowi sebesar Rp 10 juta.

Bukankah demikian pula yang terjadi pada isu intimidasi di CFD? Ada usaha menjelekkan umat Islam dengan menyebut “musllim apaan” yang terlontar dari wanita yang katanya diintimidasi. Lalu dari Istana Negara dan GP Ansor dengan cepat bersuara. Media arus utama menjadikan ini isu utama. Skenario playing victim dilakukan, dan seterusnya.

Inilah lagu lama judul baru. Syairnya senada: soal kebebasan, radikalisme, terorisme, kebhinekaan dan sejenisnya. Tapi judulnya berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.

Erwyn Kurniawan
Pemerhati Media dan Politik Islam

Sumber :Ngelmu.co 

#2019GantiPresiden Lahir Karena Jokowi Ingkar Janji

#2019GantiPresiden Lahir Karena Jokowi Ingkar Janji


10Berita – Semaraknya acara #2019GantiPresiden di Car Free Day di berbagai kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan membuktikan bahwa gerakan tersebut tidak hanya sekedar menggema di media maya.

“Tapi berlanjut di darat, bahkan di berbagai kota besar. Ini artinya memang rakyat sudah menghendaki dan menginginkan perubahan,” kata Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha kepada redaksi, Senin (30/4).

Aksi #2019GantiPresiden, kata dia, merupakan aksi spontanitas dari masyarakat yang menginginkan presiden baru di Pilpres 2019.

“Dinilai dari aspek demokrasi adanya aksi tersebut menandakan jika demokrasi Indonesia semakin matang, dan juga merupakan wujud rakyat sudah dewasa dalam berpolitik,” tutur Panji.

Panji menambahkan, aksi tersebut secara politik kekinian merupakan hambatan serius bagi Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinanya.

Dia menekankan bahwa lahirnya gerakan #2019GantiPresiden disebabkan oleh kepemimpinan Jokowi saat ini bukan dalam artian like atau dislike. Akan tetapi, rakyat menilai Jokowi sudah diberikan kesempatan untuk memimpin selama 5 tahun, tetapi hasilnya justru membuat publik kecewa karena Jokowi selama memimpin tidak mampu memenuhi seluruh janji-janji Pilpres lalu.

“Jadi jika ada yang mendiskreditkan gerakan #2019GantiPresiden sama halnya ia membela kebijakan-kebijakan pemerintah Jokowi yang tak pro rakyat. Karena tidak akan ada asap jika tidak ada api, rakyat kecewa terhadap rezim yang telah diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk memimpin,” tukas Panji.[]

Sumber :rakyatmerdeka

Layang-layang bawa bom molotov dari Gaza bakar ladang gandum Israel

Layang-layang bawa bom molotov dari Gaza bakar ladang gandum Israel

10Berita, GAZA – Kebakaran hutan terjadi pada Ahad (29/4/2018) malam setelah sebuah layang-layang yang dilepaskan dari Gaza ke arah pemukiman Israel yang dibangun di tanah Palestina di sebelah timur kamp pengungsi Al-Bureij, di Jalur Gaza tengah.

Seorang koresponden berita PIC mengatakan bahwa layang-layang yang diikatkan bom molotov dilepaskan ke arah pemukiman Israel, menyebabkan kebakaran hutan dan kerusakan ladang gandum.

Selama beberapa pekan terakhir, warga Gaza telah menerbangkan layang-layang yang membawa bom molotov ke perbatasan Israel sebagai tanggapan atas penindasan dan agresi yang dilakukan oleh militer Israel terhadap massa demonstran Great March of Return, yang dimulai pada 30 Maret.

(ameera/)

Sumber :arrahmah.com

Ini bukan Event Pemprov DKI, Sandi: Panitia bagi Sembako di Monas Lakukan Pelanggaran

Ini bukan Event Pemprov DKI, Sandi: Panitia bagi Sembako di Monas Lakukan Pelanggaran

10Berita, JAKARTA  Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah bertemu panitia ‘Untukmu Indonesia’ yang menggelar acara bagi-bagi sembako di Monas pada Sabtu (28/4/2018) lalu. Dari pertemuan tersebut, ia menyimpulkan ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh panitia.

“Pertama, panitia menggunakan logo resmi Pemprov DKI Jakarta tanpa izin. Jadi saya ingin garisbawahi bahwa ini bukan event Pemprov DKI,” katanya di Balai Kota, Senin (30/4) malam sebagaimana dilansir Republika.co.id, Selasa (1/5).

Kedua, lanjut Sandi, pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Sejak awal, pemprov tak menyetujui ada pembagian sembako. Seminggu sebelum acara, pemprov memperingatkan kepada panitia untuk tidak menggelar acara bagi sembako, namun panitia membangkang.

“Dinas Pariwisata dan Budaya maupun kepala UP Monas sudah menyatakan tidak diperkenankan tapi tetap dilakukan (panitia),” ujar Sandi.

Kesalahan ketiga dari panitia, kata Sandi, adalah tidak bertanggung jawab terkait kebersihan taman dan prasarana serta kegiatan di sekeliling area Monas.

Keempat, kenyamanan dari pengunjung tidak diperhatikan hingga terjadi penumpukan pengunjung yang tidak diantisipasi dan tidak terkoordinasi dengan baik. “Terakhir panitia tidak dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban,” katanya.

Yang sangat disesalkan Sandi yakni adanya dua korban meninggal dalam acara ini. Korban meninggal tersebut adalah warga Pademangan, Jakarta Barat dan keduanya masih berusia anak-anak.

“Ada dua korban yang mesti kehilangan nyawanya yaitu saudara kita Mahesha Junaedi dan satu lagi, adinda Rizki. Keduanya warga Pademangan,” ungkapnya.
Masing-masing mereka berusia 12 tahun dan 10 tahun. Rizki bersama Mahesha harus kehilangan nyawa karena berdesak-desakan. Sandi menyebut saat ini ada investigasi lanjutan berkaitan dengan penyebab pasti dari kematian kedua korban.

“Kami sekarang sedang berkoordinasi dengan panitia untuk tindak lanjutnya dan bagaimana langkah tanggung jawab dari panitia atas kejadian yang telah terjadi. Sangat kita sayangkan,” sesalnya.

Sumber : Salam Online.

Didatangi Buruh di Istana Merdeka, Jokowi Pergi ke Bogor, Katanya Kangen di Demo???

Didatangi Buruh di Istana Merdeka, Jokowi Pergi ke Bogor, Katanya Kangen di Demo???


10Berita, JAKARTA - Demo Buruh 1 Mei atau yang dikenal dengan May Day berlangsung hari ini, Selasa (1/8/2018).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, ada sebanyak 150 ribu buruh yang melancarkan aksinya di Istana Merdeka Jakarta pada pagi ini.

Dari 150 ribu yang berpartisipasi dalam long march di Jakarta, merupakan gabungan pekerja yang berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Khususnya wilayah Karawang, Purwakarta dan juga Bekasi.

"Untuk aksi di istana negara Jakarta ada 150 ribu buruh se-jabodetabek serang Karawang Purwakarta dengan titik kumpul aksi di patung kuda Indosat jam 10 pagi, setelah itu peserta massa aksi akan long march ke istana Presiden," ujar Said Iqbal.

Di Istana Jokowi, massa buruh akan menyampaikan tuntutan Tritura Plus.

Tuntutan pertama, menurunkan harga beras, listrik, BBM dan bangun ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Tuntutan kedua, menuntut pemerintah menolak upah murah, mencabut PP 78/2015 tentang Pengupahan, dan merealisasikan 84 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Tuntutan ketiga, menolak tenaga kerja asing, buruh kasar dari China, mencabut Pepres 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Namun, ternyata Presiden Joko Widodo malah memilih berkegiatan di Istana Bogor.

Berdasarkan jadwal resmi yang dikeluarkan pihak Istana, Presiden Jokowi diagendakan menerima kunjungan kehormatan Delegasi Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga sekitar pukul 09.45 WIB.

Setelah itu, sekitar pukul 10.30 WIB, Presiden Jokowi diagendakan membuka konsultasi tingkat tinggi dengan tajuk "World Moslem Scholars on Wasatiya Al-Islam" di Istana Presiden Bogor.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin mengatakan, sejauh ini belum ada agenda Jokowi menerima perwakilan buruh yang berunjuk rasa di seberang Istana Presiden Jakarta.

"Agenda Presiden hari ini sesuai jadwal resminya. Belum ada informasi mengenai apakah akan menerima perwakilan buruh atau tidak," kata Bey, seperti dilansir Kompas.com.

Pak JOKOWI tdk mau menemui BURUH yg saat ini sdh di area ISTANA...???kemana Pak Presiden sih,mana mungkin gk tau BURUH akan ke ISTANA...
Rakyatnya datang malah menghindar, tapi kalo pendukungnya yg dtng langsung Di temui...
Begini sikap seorang PEMIMPIN...?#BuruhTidakPilihJokowi

— Mahendra Gunawan (@MAHENDRA_GNW) 1 Mei 2018


Karena yg demo bukan buruh TKA kali ya.. @adv_supyadi @Fahrihamzah@fadlizon
Hari Buruh May Day Jokowi Pilih Berkegiatan di Bogor – VIVA https://t.co/CiMqFRr8II

— #2019GantiPresiden (@BagasiKecil1) 1 Mei 2018


KONON KATANYA... JOKOWI KANGEN DI DEMO..

Ini Buruh datang untuk mengadukan nasib malah milih ke Bogor.

[Video - pernyataan Jokowi kangen di demo]

Sumber : PORTAL ISLAM

Curi Start Kampanye, Bawaslu Panggil PSI

Curi Start Kampanye, Bawaslu Panggil PSI


10Berita – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja, mengatakan pihaknya resmi memanggil Partai Solidaritas Indonesia (PSI) karena diduga melakukan pelanggaran kampanye pemilu 2019. Pemanggilan ini terkait pemasangan iklan PSI di beberapa media cetak yang terbit baru-baru ini.

“Ada dugaan pelanggaran yang dilakukan PSI, khususnya masalah penanyangan iklan parpol itu di media cetak. Ada indikasi bahwa iklan itu melanggar ketentuan (kampanye) Pemilu 2019,” kata Bagja ketika dijumpai wartawan di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta, Senin (30/4).

Surat pemanggilan kepada PSI, kata Bagja, sudah resmi disampaikan. Bawaslu meminta PSI memberikan klarifikasi atas iklan yang ada di enam media cetak nasional dan daerah.

Adapun iklan tersebut menayangkan lambang partai nomor partai, calon presiden yang didukung partai dan susunan kabinet berdasarkan survei partai tersebut. Temuan atas iklan ini berdasarkan pantauan dari panwaslu di daerah dan juga anggota Bawaslu.

“Temuan ini sudah dipantau teman-teman dan akan diperdalam. Karena itu PSI kami panggil untuk melakukan klarifikasi. Yang jelas ini terindikasi pelanggaran,” jelas Bagja.

Bagja juga mengingatkan bahwa Bawaslu, KPU, KPI dan Dewan Pers sudah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait peraturan kampanye Pemilu 2019. Dalam kesepakatan ini diatur tentang larangan melakukan kampanye atau tindakan yang mengandung unsur kampanye sebelum masa kampanye pemilu resmi dimulai. Sebagaimana diketahui, masa kampanye Pemilu 2019 akan dimulai pada 23 September mendatang. []

Sumber : republika

MBAK SUSI INI "HEBAT", Pinter "Meramal", Mendadak Kerudungan

MBAK SUSI INI "HEBAT", Pinter "Meramal", Mendadak Kerudungan


MBAK SUSI INI "HEBAT"

Oleh: Kawendra Lukistian*

Angkat topi untuk nyali mbak Susi Ferawati saat di CFD, umumnya orang normal itu akan menghindar bila melihat potensi benturan dikarenakan perbedaan, terlebih saat bawa anaknya, menerobos keramaian, naluriah seorang ibu akan menghindari potensi benturan itu, tapi ini nekad menerobos, membawa anak, edan kan?!

Decak kagum untuk kemampuan mbak Susi dalam "meramal", di CFD dengan jelas mbak Susi mengatakan "MUSLIM APA KALIAN?!" kepada orang-orang yang menggunakan kaos #2019GantiPresiden, kualitas ramalannya patut diacungi jempol, kenapa? Apa mbak Susi sudah menerawang KTP mereka satu per satu, sehingga tau mereka yang berkaos ganti presiden itu muslim?! Belum tentu semua muslim!

Nah, dan ini yang paling keren, saat di CFD dengan santai melenggang menerobos keramaian tanpa kerudungan, eh saat heboh di media dan mulai diwawancara sana-sini dadakan kerudungan, beda-beda tipis sama tahu bulat, dadakan.

Mencermati semua itu, jelas, penting untuk umat menjaga akal sehat, amati normalkah semuanya? Terlebih saat googling dengan kata 'intimidasi' yang keluar berita intimidasi terkait CFD semua. padahal satu hari sebelumnya ada kejadian yang lebih parah dari intimidasi, menyebabkan dua orang anak mati di aksi yang diselenggarakan oleh organisasi yang bernama Forum Untukmu Indonesia alias FUI !

Cermatilah, amatilah dan jagalah akal sehat kita.

#MenjagaAkalSehat

Sumber: fb penulis
Link: https://www.facebook.com/kawendra.lukistianfull/posts/10214622601430390

[video - mbak Susi teriak 'Muslim Apa Kalian?!' kenapa langsung menuding Muslim?]

— #2019GantiJokowi (@fadreee) 30 April 2018


Sumber :Portal Islam