OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 14 Mei 2018

MIRIS! Viral Aksi Persekusi Tolak Penayangan Film 212 di Manado; Katanya BHINNEKA TOLERANSI?

MIRIS! Viral Aksi Persekusi Tolak Penayangan Film 212 di Manado; Katanya BHINNEKA TOLERANSI?


10Berita, Penayangan Film “212: The Power of Love” mendapat penolakan di Kota Manado, Sulawesi Utara. Aksi penolakan tersebut menjadi viral salah satunya melalui postingan di dalam akun Facebook Makatana Minahasa.

Makatana Minahasa
12 Mei pukul 20:23 

Aksi Penolakan Film The Power Of Love 212 Di Mega Mall, Mantos, Lippo Plaza Dan CGV Bersama Dengan Gabungan Ormas Adat Minahasa:
- Brigade Manguni
- OKLBI
- Paspamnas
- Aliansi Makapetor
- Makatana Minahasa
Dengan Hasil Dari Semua Manager Studio Yang Ditemui, Berjanji Tidak Akan Pernah Memutar Film Tersebut Karena Telah Terjadi Penolakan Besar2an Di Tanah Minahasa.

Disampaikan Banyak Terima Kasih Buat Seluruh Anggota Makatana Minahasa Yang Telah Mengambil Bagian Dalam Kegiatan Tadi, Tetap Berjuang Dan Menjadi Kelung Um'banua Di Tanah Minahasa.. Sigi Wangko

#SekaliMakminTetapMakmin
#NyakuSiMakatana


Link: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=2000901873571077&id=100009538500173

***

Sungguh sangat miris, mereka yang suka koar-koar Bhinneka Tunggal Ika, tapi melakukan persekusi semena-mena.

Hal ini menjadi sorotan warganet di kolom komentar postingan Makatana Minahasa.

Dewi Erwana Wati"Apa ini cuma Film aja kalian takut, mana yg koar2 soal toleransi, kalian hidup di negara mayoritas islam."

Reza Rama Valiandra"Diskriminasi & persekusi 👎"

Dedi Sanjaya Suren"Kata nya paling NKRI . Paling TOLERANSI tapi...sdh lah cebong."

Peces Statham"intoleran... padahal cuma sekedar film damai."

Begy"Sama kaos takut eh sama film juga takut......panix."

Muh Kasim Basir"Yg seperti ini yg kalian anggap paling toleran paling pancasialis? Kenapa tidak ditonton dulu baru dilarang jika memang merusak kerukunan."

Mahmudah Ratna Suminar"Beginilah intoleransi itu. Orang datang ke bioskop pake uang sendiri kok dilarang. Filmnya tidak mengandung pornoaksi, tidak ada kekerasan, dan mengajarkan perdamaiam kok dihalangi diputar dibioskop. Oalahh...seperti kalian ini kah yang sering mengklaim sebagai pancasilais sejati. Menebar teror di bioskop, mengganggu hak asasi manusia untuk mendapat hiburan sehat? Sewenang-wenang dalam perbuatan!!!"

Sumber :Portal Islam 

Bom Gereja Surabaya, Tuduhan Keji Akun Fb Lidia Nunumeta SALAHKAN UMAT ISLAM Sebagai Teroris Pembunuh

Bom Gereja Surabaya, Tuduhan Keji Akun Fb Lidia Nunumeta SALAHKAN UMAT ISLAM Sebagai Teroris Pembunuh


10Berita, Sungguh keji tudingan yang disampaikan akun facebook Lidia Nunumete(https://www.facebook.com/aishiteru.dumatubun) terkait Tragedi Bom Gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/5/2018) yang memakan korban 11 meninggal dunia dan 41 luka-luka.

Di akun fbnya, Lidia Nunumete menulis:


"Hai kalian kaum Muslim Sudah PUAS kah kalian
membakar Gereja di Surabaya 7??

Sudah PUAS kah kalian Membunuh umat Nasrani
yg ada di Gereja 7??

Kalian selalu Mengatasnamakan Ajaran Si
#Muhammad untuk berjihad dengan Membunuh
umat agama Non Muslim !!!!! Tidak kah hati kalian
menerima kalo Indonesia adalah Negara dengan 5
agama dan BUKAN NEGARA KHUSUS ISLAM
SAJA !!!!!!!!!! Sungguh #Biadap kalian Membunuh
dan Membakar Gereja.

Lihat lah kami yg Beragama Nasrani tidak ada
sedikit pun ingin membalas perbuatan Keji kalian
karena Tuhan Kami mengajarkan kami untuk
mengampuni kesalahan orang2 yg laknat seperti
kalian kaum Muslim.

Apakah Anda YAKIN akan masuk Surga setelah
PUAS membakar tempat Ibadah umat Nasrani ??
Kalian betul2 manusia tak punya Hati Nurani
Munafik dan Mau nya Menang sendiri.

Coba kalo ada orang Membakar Masjid PASTI
kalian akan seperti orang kebakaran jenggot dan
langsung perang di mana-mana ll!!!

Dasar kalian kaum Muslim yg Tak Ber-Otak !!!!! Sy
semakin faham ternyata Watak kaum Muslim
hanyalah Ingin Membunuh kaum agama lain..."

***

Setelah banyak mendapat protes dari Umat Islam, akhirnya hari ini (Senin, 14/5), Lidia Nunumete menyampaikan permintaan maaf melalui akun fbnya.

Link: https://www.facebook.com/aishiteru.dumatubun/posts/1735121083191875

Sumber :Portal Islam 

Turki Khawatir Negara-Negara Arab Mulai Acuhkan Palestina

Turki Khawatir Negara-Negara Arab Mulai Acuhkan Palestina

10Berita, TURKI—Menteri Luar Negeri Turki Mouloud Gawishoglu khawatirkan penurunan sikap dunia Islam dan Arab terkait keputusan pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pernyataan ini diungkapkan Gawishoglu pada Sabtu (12/5/2018) di Forum Jurnalis Arab di Istanbul. Ia mengatakan, “Keputusan AS itu salah dan kami harus mengambil posisi yang sama di atasnya. Namun kami baru-baru ini melihat penurunan dan keraguan di sebagian dunia Muslim dalam hal ini, terutama di Liga Negara-negara Arab. Ia mengkritik keputusan AS yang akan memindahkan kedutaannya ke Al-Quds.”

“Kami melihat ada kemunduran sikap di sebagian negara terkait dengan pembelaan mereka terhadap masalah Palestina. Sebagai akibat dari ketakutan terhadap Negara Arab. Ini jelas salah, sikap ini tidak akan dimaafkan sejarah dan ummat Islam. Sebaiknya, negara-negara ini tidak menekan Jordania maupun Palestina,” tambah Gawishoglu.

Gawishoglu menegaskan, Turki tidak akan diam akan terus melakukan pembelaanya terhadap masalah Palestina walau semua negara diam sekalipun dan mundur dari menolong Palestina.

Sementara itu, departemen luar negeri AS telah menegaskan, pihaknya akan meresmikan kedutaan besarnya di Al-Quds pada 14 Mei mendatang. Menurut rencana, Washington akan menggunakan kantor konsulatnya di Al-Quds sebagai kantor kedubes terbaru mereka.

Dalam kaitan ini, Koran Haaretz Israel menyebutkan, 30 dari 86 duta besar negara-negara asing akan hadir dalam upacara pemindahan kedutaan besar Amerika. Diantara 30 negara telah menerima undangan dan ada tiga negara anggota Uni Eropa seperti, Hongaria, Republik Cheska dan Bulgaria menyatakan akan hadir.

Sementara itu, sejumlah negara telah menyatakan penolakanya untuk hadir dalam acara tersebut, seperti Jemran, Prancis, Austria, Polandia, Irlandia, Malta, Meksiko, Portugasl, Swedia. Namun dubes Rumania dan Austria belum menerima undangan.

Penetapan tanggal 14 Mei bersamaan dengan 70 tahun hari Nakbah (penjajahan Israel di Al-Quds). Sementara Donald Trump, Presiden Amerika pada 6 Desember 2017 mendeklarasikan keputusannya memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Al-Quds. Di samping mengggap bahwa kota tersebut sebagai ibu kota abadi Israel. []

SUMBER: PIC ,  Islampos.

BIN Bukan Cuma Urus Politik, Untuk Kesekian Kalinya Kecolongan Aksi Teroris  

BIN Bukan Cuma Urus Politik, Untuk Kesekian Kalinya Kecolongan Aksi Teroris

 

Referensi pihak ketiga: news.detik.com

Nampaknya kerjaan tak henti-hentinya datang untuk BIN. Ketika suhu politik mulai memanas, aksi teroris datang bertubi-tubi. Tentunya menjelang pilkada serentak 2018, banyak peristiwa yang harus diintai oleh mereka, termasuk soal persiapan pilpres dan pileg 2019.

Sementara ini BIN sudah kecolongan aksi terorisme sebagai berikut:

Aksi terorisme di Mako BrimobPenyerangan polisi di depan Mako BrimobSerangan teroris ke gereja di Surabaya

Referensi pihak ketiga: tribunnews.com

Aksi teroris di Surabaya adalah yang kesekian kalinya setelah aksi beruntun di tempat lain. Aksi Teroris di Surabaya terjadi di 3 tempat berbeda dan menewaskan 13 orang, setidaknya puluhan orang dikabarkan luka-luka. Dikutip dari Detik News 13 Mei 2018 news.detik.com/berita/4018612/korban-tewas-bom-gereja-surabaya-jadi-13-orang

Tentunya publik bertanya-tanya, mengapa bisa terjadi peristiwa teror beruntun?

Meskipun demikian hal ini merupakan tantangan bagi kepolisian dan juga BIN. Mereka tentu memiliki tugas berat di tahun politik seperti ini. Mereka tidak boleh terpecah perhatiannya sehingga lengah dalam menangani terorisme. Mari Dukung Polri dan BIN berantas terorisme. Ayo Pak Tito Karnavian dan Pak Budi Gunawan.

Referensi pihak ketiga: tribunnews.com

Sumber : UC News

Gelar Konvoi Sepulang Kampanye, Massa PDIP Lempari Miras Jamaah Masjid di Solo

Gelar Konvoi Sepulang Kampanye, Massa PDIP Lempari Miras Jamaah Masjid di Solo

Apel siaga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP (foto; timlo.net)

10Berita, Gegap gempita suasana Apel siaga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) wilayah Jawa Tengah (11/5/2018), diikuti tak kurang dari 70 ribu kader PDIP tampak memerahkan Stadion Manahan Solo dengan artibut partai mereka.

Sayangnya sukses apel siaga tersebut dinodai tindakan gerombolan Massa yang melakukan konvoi sepulangnya dari apel akbar tersebut, sekelompok massa beratribut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau (PDIP), dilaporkan konvoi menggunakan sejumlah kendaraan bermotor.

Namun aksi konvoi mereka dengan menggeber geber motor ini dianggap mengganggu jamaah Masjid Al Wustho jl. RA Kartini Kota Surakarta, yang sedang khusuk melaksanakan ibadah sholat Maghrib.

Aksi Konvoi Massa PDIP (foto: islaminews.com)

Jamaah yang merasa jengkel dengan aksi gebar geber motor massa PDIP tersebut, kemudian berniat mengingatkan. Namun respon tak terduga justru diperlihatkan kelompok Massa tersebut.

"Akan tetapi massa peserta kampanye PDIP malah meneriaki dengan kata-kata kotor dan melempar botol aqua yg berisi miras ke jamaah," demikian Aliansi Umat Islam Solo melaporkan. Seperti dilansir laman gonews.co (12/05/2018)

Tak ayal aksi tersebut memancing kemarahan Para jamaah Masjid Al Wustho, mereka turun ke jalan dan berhasil menghalau kelompok massa PDIP yang pulang apel tersebut

Namun tak berselang lama massa kembali lagi ketika mendekati sholat isya dengan jumlah yang lebih besar, maka terjadilah bentrok dengan Para jama'ah, beruntung kemudian berhasil dibubarkan oleh para pemuda setempat.

"Pasca bentrokan,terdapat kabar adanya isue ancaman yang muncul di beberapa medsos yang mengatakan, akan membalas dan menyerang balik masjid Al Wustho," demikian ungkap Aliansi Umat Islam Solo.

Konvoi (foto: ridertua.wordpress.com)

Namun, Aliansi Umat Islam Solo mengaku siap jika disantroni mereka lagi, pihaknya juga mengingatkan untuk tidak melakukan tindakan yang memancing kemarahan warga.

Sumber:

goriau.com/berita/politik/massa-pdip-lempar-botol-miras-ke-jamaah-masjid-ini-kronologinya.html

detik.com/news/jawatengah/4015477/ada-apel-siaga-pdip-se-jateng-jalan-sekitar-manahan-solo-ditutup

Ratna Sarumpaet Bongkar Musuh Sejati Jokowi Bukanlah Prabowo, Tapi Orang Orang Ini

Ratna Sarumpaet Bongkar Musuh Sejati Jokowi Bukanlah Prabowo, Tapi Orang Orang Ini

Jokowi dan Ratna Sarumpaet (foto: tribunnews.com)

10Berita, Sebuah Deklarasi dukungan terhadap langkah Presiden Joko Widodo maju dua Periode, baru saja digelar oleh Relawan Jokowi di wilayah Tebet, Jakarta Selatan (6/5/2018).

Dalam kesempatan tersebut Mudhofir Khamid, selaku Wakil Ketua ReJo menyatakan bahwa musuh sebenarnya Jokowi bukanlah Prabowo, akan tetapi fitnah yang dilontarkan pihak yang tak bertanggungjawab.

Musuh sesungguhnya Pak Jokowi bukan Prabowo, tetapi fitnah sesungguhnya,”demikian ungkap Mudhofir, seperti dilansir laman tribunnews.com (07/05/2018)

Menegaskan apa yang disampaikan Mudhofir, Ketua Dewan Pembina ReJo, Sidarto Danusubroto menyatakan fitnah tersebut berupa tudingan keterkaitan Jokowi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), isu Jokowi yang pro tenaga kerja asing (TKA), sampai fitnah Jokowi anti gerakan Islam.

Ketua Umum ReJo, Darmizal (foto: cnnindonesia.com)

Dikesempatan yang sama Darmizal selaku Ketua Umum ReJo juga menyatakan dalam hal ini relawan tidak akan tinggal diam, mereka akan menginstruksikan segenap kekuatan relawan mereka untuk membalas fitnah tersebut di media media sosial, bahkan mereka berencana mendirikan Pusat informasi dimedia sosial, media massa hingga tv online ReJo.

Netizen pendukung Jokowi pun ramai ramai setuju dengan pernyataan para petinggi Relawan Jokowi tersebut, salah satunya sebuah akun bernama @Ary_ochan yang turut membenarkan pernyataan bahwa lawan utama Jokowi bukanlah Prabowo.

Ratna Sarumpaet yang turut menyaksikan tingkah polah para Netizen pendukung Jokowi di media sosial, merasa dongkol, menurutnya mereka tak lebih dari sekelompok penjilat sontoloyo.

Ratna kemudian mengungkapkan bahwa musuh sebenarnya Presiden Joko Widodo bukanlah Prabowo atau fitnah seperti pernyataan Para Relawan Jokowi, akan tetapi orang orang yang selalu membenarkan dan tidak mau jujur dan kritis terhadap fenomena yang terjadi.

Hal ini Ratna ungkapkan setelah menaggapi postingan akun @Ary_ochan tersebut, melalui akun twitternya (7/5/2018), Ia menegaskan musuh Jokowi dan NKRI tak lain adalah para penjilat sontoloyo seperti akun @Ary_ochan, yang selalu memuji Jokowi meski kebijakan yang dibuat keliru.

Ratna Sarumpaet (foto: tribunnews.com)

Musuh utama pak @jokowi dan musuh utama NKRI adl penjilat2 sontoloyo spt @Ary_ochan ini. Tidak mau dengan jujur mengritik kesalahan2 pemerintah.. melainkan memuji-muji padahal mereka tahu banyak kebijakan yg dibuat pemerintah - yang segera akan membawa Indonesia pada keterpurukan” demikian tulis Ratna Sarumpaet di akun twitternya @RatnaSpaet.

Sumber:

twitter.com @RatnaSpaet

tribunnews.com/amp/2018/05/07/bukanprabowo-ratna-sarumpaet-sebut-musuh-utama-jokowi-adalah-penjilat-sontoloyo-seperti-ini

Rocky Gerung: Teror Itu Kejahatan, Tak Perlu Stigma Agama

Rocky Gerung: Teror Itu Kejahatan, Tak Perlu Stigma Agama


10Berita,   Sejak pagi hingga malam hari ini, nyaris semua media mengabarkan tragedi yang terjadi di 3 Gereja di kota Surabaya, Jawa Timur.

Tiga ledakan bom yang menewaskan pelaku dan korban lain sekitar TKP pada 3 Gereja yang berbeda Ahad pagi, 13 Mei 2018 dikecam keras oleh banyak pihak.

Namun, di antara pesan duka dan kecaman tersebut, seperti biasa, terselip pula tudingan dan label terhadap umat Islam.

Menanggapi pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan mengenai bom yang meledak di gereja, Rocky Gerung memberikan 3 pendapat brilian.

"1. Teror itu kejahatan. Tak perlu stigma agama.
2. Aktifkan kesederajatan warga. Tak perlu pamer kuasa.
3. Hidupkan kultur kritik. Tak perlu klaim prestasi," cuit Rocky melalui akun twitter @rockygerung.

1. Teror itu kejahatan. Tak perlu stigma agama.
2. Aktifkan kesederajatan warga. Tak perlu pamer kuasa.
3. Hidupkan kultur kritik. Tak perlu klaim prestasi. https://t.co/HqEH708kqp

— Rocky Gerung (@rockygerung) May 13, 2018

Cuitan Rocky segera mengundang simpati dari warganet.

Dan hanya orang yang keras hati, yang tidak jernih melihat fenomena 'kabut' terus menguji kesabaran warga #Indonesia. Kami tidak butuh hashtag #KamiTidakTakut, kami hanya butuh HAK KEAMANAN kami yang dijamin absolut konstitusi tapi justru gagal dilaksanakan oleh negara!

— agung nugroho 👣 (@anugroho1977) May 13, 2018

Sy pikir dan sy rasa kemungkinan ada aktor hebat aktor intelek dalam kejadian ini.. bisa jd ini sekedar rekayasa untuk menutupi kesalahan satu pihak.. hmmm wallahua'lam Allah yg maha tau.. semoga Allah membuka semua kebohongan ini..

— 🇲🇨 PUTRA.ID (@AgusSap80797449) May 13, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

EJEK Anies, Jokower Ditertawakan Warganet: Mako Brimob Ada di Depok, JaBar BUKAN Jakarta!

EJEK Anies, Jokower Ditertawakan Warganet: Mako Brimob Ada di Depok, JaBar BUKAN Jakarta!


10Berita, Dua momen duka dalam waktu berimpit pada pekan ini membuat banyak warganet mewaspadai adanya berbagai bentuk adu domba dan provokasi yang banyak beredar di berbagai jejaring sosial.

Akun-akun yang memanfaatkan momen duka cita untuk mendiskreditkan pihak tertentu pun satu demi satu digebuk warganet.

Salah satu akun yang jadi bahan tertawaan warganet adalah akun @vaiyo yang selama ini diketahui sebagai pendukung Jokowi Ahok.

"Salut dg Walikota Surabaya, Bu Risma, perempuan, terjun langsung ke TKP pengeboman & ikut aktif dlm penggeledahan rumah terduga teroris 👍
Bandingkan dg Gub DKI @aniesbaswedan - laki2, saat Jakarta & Indonesia dicekam insiden teror Mako Brimob, malah asik sendiri di medsos," tulisnya 13 Mei 2018.

Salut dg Walikota Surabaya, Bu Risma, perempuan, terjun langsung ke TKP pengeboman & ikut aktif dlm penggeledahan rumah terduga teroris 👍
Bandingkan dg Gub DKI @aniesbaswedan - laki2, saat Jakarta & Indonesia dicekam insiden teror Mako Brimob, malah asik sendiri di medsos 👎

— #JakartaBerduka (@vaiyo) May 13, 2018


Cuitan ini segera menjadi bahan tertawaan warganet.


Saat ini cuitan sudah dihapus.

Sumber : PORTAL ISLAM

Sebagian Besar Diplomat Boikot Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

Sebagian Besar Diplomat Boikot Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

10Berita, AMERIKA SERIKAT—Sebnayak 86 diplomat dilaporkan telah menerima undangan dari Kementerian Luar Negeri Israel untuk menghadiri upacara pembukaan kedutaan AS di Yerusalem. Namun sebagian besar dari mereka telah memutuskan untuk memboikot acara tersebut, sumber media melaporkan.

Menurut The Times of Israel, Sabtu (13/5/2018) diplomat Uni Eropa akan menolak undangan sebagai protes atas keputusan sepihak AS Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon mengatakan:

“Saat ini 30 dari 86 duta besar telah merespon secara positif atas undangan. Namun sejumlah besar duta besar belum menanggapi. Kami berharap semua duta besar akan tiba pada waktunya.”

Pada tanggal 9 Mei, Hadashot TV melaporkan bahwa beberapa negara Uni Eropa, termasuk Inggris, Jerman, dan Prancis akan memboikot acara tersebut. []

SUMBER: PALESTINECHRONICLE
 Islampos.

Ribuan Muslim tunaikan salah di Museum Hagia Sophia tiap harinya

Ribuan Muslim tunaikan salah di Museum Hagia Sophia tiap harinya

10Berita, ISTANBUL – Lebih dari 2.500 Muslim berada di Museum Hagia Sophia (Ayasofya) di İstanbul awal Sabtu pagi (12/5/2018) untuk melakukan shalat, kata surat kabar Kathimerini Yunani.

Ribuan jama’ah berkumpul di situs warisan dunia UNESCO yang semakin diminta oleh Turki untuk diubah menjadi sebuah masjid ini sejak pukul 4 pagi, kata situs itu.

Di era katedral Kristen yang terbesar, Ayasofya dibangun pada abad ke-6 di bawah perintah Kaisar Bizantin Justinian dan berdiri di seberang Masjid Biru yang ikonik. Status struktur, yang telah menjadi museum sejak 1935, telah menjadi topik perdebatan yang sedang berlangsung, terutama antara Yunani dan Turki.

Kegiatan yang dikhususkan bagi Muslim ini telah diadakan di dalam Hagia Sophia selama bertahun-tahun telah membangkitkan reaksi di luar Turki, terutama di Yunani.

Pada 2016, Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) mengadakan muratal Al Quran harian di Hagia Sophia sepanjang bulan suci Ramadhan yang menyebabkan kemarahan dari Yunani.

Pada bulan Maret tahun ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan memimpin shalat di Hagia Sophia sebagai salah satu bagian dari publisitasnya lewat sisi relijius. (Althaf/)

Sumber : arrahmah.com