OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 20 Mei 2018

Tahan Jempolmu, agar Tak Tersesat Jalan Menuju Pulang

Tahan Jempolmu, agar Tak Tersesat Jalan Menuju Pulang



10Berita, Hiruk-pikuk medsos benar-benar terasa bising. Andai seluruh status di FB, WA, cuitan di twitter, belum lagi instagram, line, dan banyak lagi aplikasi medsos lain di’suara’kan, duh...tak terbayang betapa ramainya dunia. Tanpa mereka bersuara secara gelombang audio pun, keberadaannya sungguh terasa hingar-bingar dan gegap-gempita. Ramailah intinya.

Nyaris tiap hari ada saja peristiwa yang membikin sesuatu atau seseorang menjadi viral. Hampir semua orang berlomba menekan tombol ‘share’ untuk memberitahu yang lain bahwa dia tahu lebih dulu.

Tak jarang, berita atau konten hoax juga menyebar gara-gara nafsu bernama ‘share’ tadi.

Tak jarang pula, terjadi kericuhan saat sesuatu yang hoax tadi mendapat teguran. Terjadilah ketegangan, tak jarang antar teman atau bahkan saudara. Aksi tekan tombol blokir dan ‘unfriend’ pun marak terjadi.

Bukan itu saja, efek mudahnya jempol bergerak kesana-kemari juga bisa membuat seseorang berakhir di balik jeruji besi alias penjara. Bisa dengan tuduhan ujaran kebencian, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan atau bahkan dianggap sebagai bagian dari terorisme. Duh!

Di zaman serba fitnah seperti saat ini, alangkah baiknya bila kita menahan jempol agar tidak makin menambah runyam suasana. Ada beberapa teman yang sempat curhat, berdiskusi atau bahkan mengadu pada saya tentang kejadian A, B, atau C. Kejadian yang membuat harga dirinya sebagai umat Islam merasa tersinggung. Dan ujung pangkalnya adalah status teman yang itu semua berawal dari ringannya jempol berkomentar untuk sesuatu yang kita tidak tahu secara pasti.

Saya hanya membayangkan, satu hari saat mulut terkunci. Saat itulah bukan saja tangan, kaki dan anggota badan lain bersaksi, tapi jempol pun pastilah unjuk diri.

Bagaimana bila ternyata yang kita klik ‘share’ adalah berita hoax atau palsu?

Bagaimana bila kalimat status yang kita tuliskan ternyata menyakiti orang lain?

Parahnya lagi, bagaimana bila tulisan yang seolah heroik dengan banyak like dan share ternyata hanya memuaskan ago kita? Sementara tanpa sadar kita mengolok-olok agama sendiri.

Kita tampil dengan sok membela HAM, mengagungkan kebebasan dan pluralisme. Saat yang sama kita meludahi aturan syariat yang mulia. Kenapa? Ya hanya demi  like, share dan pujian serta sanjungan sana-sini. Sukur-sukur diundang kesana-kemari dan mendapat amplop tebal sebagai ganti.

Parahnya, kesombongan itu dilanjut dengan menulis status menantang semisal ‘lebih baik masuk neraka daripada di surga bersama si A, si B atau si C’. Naudzubillah min zalik. Status rusak demikian langsung disambut dengan puja dan puji serta tepukan membahana. Ngeri!

Bila menyaksikan fakta demikian, tak putus istighfar terus menerus saat bermedsos. Semoga Allah menjaga kita, ego dan nafsu kita berikut dengan jempol ini agar tidak tersesat jalan. Itu karena setiap ketukan jempol dan jari, kelebatan niat dan isi hati, yang diwujudkan dalam perbuatan sehari-hari, adalah sebentuk dari doa dan upaya kita agar terus mendapat kasih sayang dari Allah.

Kasih sayang ini tidak diperoleh gratis. Kasih sayang ini tidak bisa disandingkan dengan ego dan kesombongan. Kasih sayang ini hanya bisa teraih saat kita menundukkan diri di depan ilahi rabbi. Karena sungguh, tanpa kasih sayang ini tentulah kita termasuk ke dalam orang-orang yang tersesat. Dan seburuk-buruknya tersesat adalah saat ujung perjalanan bukan menuju ke surgaNya.

Semoga Allah menjaga kita dari ketersesatan demikian, yaitu seburuk-buruknya jalan saat lupa arah pulang. Pulangnya seorang mukmin adalah pulang ke tempat terbaik yaitu jannah sebagai tujuan dengan ridha Allah sepanjang perjalanan. Wallahu alam. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sumber : Voa-islam.com

Sandal Jepit Bisa Timbulkan Gangguan Kesehatan, Wah?

Sandal Jepit Bisa Timbulkan Gangguan Kesehatan, Wah?

10Berita, SANDAL jepit dikenal ringan, mudah dipakai untuk ‘basah-basahan,’ memiliki desain dan warna beragam yang disukai siapapun.

Namun hati-hati, sandal jepit ternyata memiliki risiko kesehatan juga. Sebuah data dari Komisi Keamanan Produk Konsumer terhadap kunjungan ke Instalasi Gawat Darurat di Amerika Serikat (AS) pada 2016, menunjukkan ada 27 ribu kasus terkait penggunaan sandal jepit.

“Ya, menggunakan sandal jepit memang lebih baik dari pada tanpa alas kaki. Karena sandal jepit memberikan perlindungan pada telapak kaki, tapi cuma itu,” kata Dr. Christina S. Long, podiatris dan ahli bedah kaki dan pergelangan kaki di Forest Baptist Medical Center, seperti dikutip Today.

“Sandal jepit tak memberikan perlindungan cukup untuk tumit dan Anda harus berjuang menahannya dengan jemari saat bergerak. Mengenakan terlalu lama untuk aktivitas yang salah juga membawa masalah lain yang berbeda,” tambahnya.

Beberapa masalah kesehatan yang bisa disebabkan sandal jepit di antaranya lecet, infeksi bakteri, virus, postur yang buruk, rasa nyeri yang menusuk, perubahan bentuk kaki seperti bunion, masalah di ibu jari kaki, hingga lemahnya pijakan kaki.

Pada 2008, peneliti di Auburn University menemukan sandal jepit bisa mengubah cara seseorang berjalan, kadang-kadang sampai permanen. Hal ini akan berpengaruh juga pada keseluruhan postur tubuh.

Lalu apakah kita tidak boleh mengenakan sandal jepit? Tentu tidak demikian. Yang paling penting adalah mampu menggunakan sandal jepit sesuai dengan kebutuhan. []

SUMBER: HALALLIFESTYLE

Ramadhan yang Disaksikan

Ramadhan yang Disaksikan

Oleh: Ustadz Felix Y Siauw

ALLAH berfirman, “Karena itu, siapa diantara kalian yang menyaksikan bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” – QS 2: 185.

Perhatikan, Allah berfirman “فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ ” yakni “siapa diantara kalian yang menyaksikan bulan itu”. Berarti bukan hanya sekedar melihat Ramadhan, tapi menyaksikan.

Bersaksi itu adalah hal yang kita lakukan setelah kita melakukan pembuktian dan memiliki ilmu tentangnya. Sebagaimana ketika kita bersaksi dengan dua kalimat syahadat.

Allah ingin memberikan sebuah pengertian bagi kita, bahwa Ramadhan sendiri seolah sebuah mukjizat yang kita saksikan, yakni sebuah bulan yang sangat agung.

Maka ketika kita sudah mengilmui, dan membuktikan tentang keagungan Al-Qur’an, kita akan sangat terpesona dengan Ramadhan, seolah-olah kita menyaksikan keajaiban.

Maka puasa tidaklah memberatkan bagi mereka yang sudah “menyaksikan” bulan Ramadhan, sebab puasa bagi mereka adalah hal lumrah saat sudah mengalami ajaibnya Ramadhan.

Tidak lagi ada kata-kata, “Perasaan baru kemarin deh Ramadhan”, atau “Kok cepet banget Ramadhan lagi?”. Mengapa? Sebab mereka identikkan Ramadhan dengan beban.

Alhamdulillah, yang Ramadhan hantarkan pada kita itu jauh lebih banyak daripada yang mampu kita pinta. Karena itulah kita dilatih tidak menyibukkan diri pada makan, minum dan lainnya.

Shaum itu tidak hanya mengosongkan perut, tapi juga membuat hati kita lebih bersih dan luang serta lapang. Untuk menampung segala limpahan karunia Allah di bulan mulia ini. []

Sumber :Islampos.

Menyibak Siapa Layak Menyandang Predikat Teroris Sejati

Menyibak Siapa Layak Menyandang Predikat Teroris Sejati



Oleh:Ririn Wijayanti

Indonesia kembali berduka. Bom bunuh diri kembali mengguncang di bulan Sya’ban. Isu krusial yang mencuat satu serangan terorisme. Dan pada akhirnya ustad yang mengusung ajaaran Islam kaffah di cap sebagai radikal pasca putusan PTUN terhadap salah satu ormas dakwah di Indonesia.

Minggu pagi, 13 Mei 2018, teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya; Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro; dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Pelaku bom adalah satu keluarga, suami-istri dan empat anaknya. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Di hari yang sama, pada malam hari, bom bunuh diri terjadi di Blok B Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Wonocolo, Sidoarjo. Terduga teroris, Anton, bersama istri dan satu anaknya tewas dalam kejadian ini. Tetapi, tiga anak Anton yang lain selamat tapi kondisinya luka-luka.

Selang sehari, Senin, 14 Mei 2018, bom bunuh diri kembali terjadi di Markas Polrestabes Surabaya. Pelakunya satu keluarga, yaitu TW bersama istri dan tiga anaknya, menggunakan dua sepeda motor. Satu anaknya, perempuan berusia 8 tahun, selamat karena terlempar dari sepeda motor (Tempo, 15 Mei 2018).

Tidak lama pasca peledakan terhadap kasus tersebut muncul stigmanisasi negatif terhadap Islam, perempuan bercadar, dan pengusung khilafah. Pertanyaan yang muncul, kenapa ketika isu terorisme muncul, selalu dikaitkan dengan Islam? Bahkan belum lama ini, di Pasar Toddopuli Makasar, wanita bercadar difitnah warga beserta anaknya kemudian diteriaki dengan sebutan ISIS, teroris, cadar perusak (portalmuslim, 15/05/2018). Di sisi lain, serangan terhadap kepolisian Riau semakin menambah deretan panjang kasus terorisme di Indonesia.

Islam Mengajarkan Kekerasan?

Dalam beberapa hadits dari Rasulullah SAW, terlihat bahwasanya Islam bahkan mengecam tindakan membunuh terhadap kafir dzimmi.

"Barangsiapa yang membawa senjata untuk memerangi kami, maka dia bukan dari kami ..." (HR. Muslim dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar ra.)

"Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun. ” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalam ayat Al-Qur’an, beberapa perintah jihad terdapat dalam ayat berikut:

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang  kamu menggentarkan  musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu  tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya ( TQS Al-Anfal ayat 60).

Apabila kamu bertemu (di medan perang) dengan orang-orang kafir  maka pancunglah batang leher mereka, sampai batas apabila kamu telah melumpuhkan gerak mereka maka kuatkanlah ikatan (tawanlah) mereka, lalu (kamu boleh) membebaskan mereka sesudah(nya) atau (kamu boleh juga melepaskannya) dengan menerima tebusan sampai perang meletakkan beban-bebannya. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka (TQS Muhammad ayat 4).

Pertanyaannya, jika dalam ayat suci Al-Qur’an terdapat ayat tentang berperang (qital) apakah kemudian Islam mengajarkan terorisme?

Ada baiknya kita lihat definisi terorisme terlebih dulu. Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tata cara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil (wikipedia, akses 18 Mei 2018).

Nah, hal ini justru berbeda dengan jihad. Dalam asy-syakhsiyah jild 2 , Syaikh Taqiyddin An-Nabhani menjelaskan jihad adalah mencurahkan kemampuan berperang di jalan Allah sevara langsung, atau dengan bantuan harta, pemikiran, memperbanyak perbekalan, dan lain sebagainya. Sehingga jihad adalah berperang untuk meninggikan kalimat Allah. Dan perjuangan politik, bukan merupakan jihad meskipun upaya untuk menyingkirkan penguasa dzalim.

Dalam jihad, hukum memulainya adalah fardlu kifayah, manakala Khalifah tidak meminta untuk berangkat. Ketika Khalifah meminta berangkat jihad, maka hal tersebut adalah fardhu bagi kaum muslim. Sedangkan jika musuh menyerang, maka menjadi fardhu ‘ain bagi orang yang diserang, dan fardhu kifayah bagi orang lain. Fardhu tersebut tidak akan gugur sampai musuh dapat diusir.

Adapun makna memulai jihad disini, yang dilakukan oleh negara bukan individu, adalah menyeru negara yang bersangkutan kepadaa Islam. Jika belum sampai dakwah pada mereka, maka tidak halal bagi kaum Muslim untuk memeranginya. Jika mereka menolak, maka diwajibkan membayar jizyah, dan jika enggan, maka perang disini terjadi (An-Nabhani, Syakhsiyah Islam 2, 254). Sehingga berjihad dalam artian menyerang adalah kewajiban negara, bukan individu.

Adapun Rasulullah SAW pernah memberikan rambu-rambu dalam berjihad ini. Sabda beliau: “Berperanglah dengan nama Allah di jalan Allah,`Perangilah orang yang kufur terhadap Allah. Berperanglah, jangan khianat, jangan melanggar janji, jangan memotong bagian tubuh, dan jangan membunuh anak kecil. Jika kamu menemui musuh orang-orang musyrik, maka  serulah mereka kepada tiga pilihan. Manapun diantara ketiganya mereka pnuhi, maka terimalah dan berhentilah memerangi mereka. Lalu serulah mereka untuk berpindah dari tempat tinggal mereka menuju Daru Muhajirin. Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa jika mereka melakukan itu, maka mereka memiliki hak seperti hak yang dimiliki penduduk Negara Islaam dan mereka memiliki kewajiban sebagaimana atas penduduk Darul Muhajirin... (HR Muslim).

Di sini jelas dengan adanya perintah jihad tertulis dalam Al-Qur’an dan Hadits merupakan rambu-rambu yang diberikan kepada kaum Muslimin ketika akan berjihad. Tidak khianat, tidak melanggar perjanjian yang sudah disepakati, tidak memotong bagian tubuh, tidak membunuh anak kecil, tidak merusak tumbuh-tumbuhan serta beberapa regulasi yang harus dipenuhi kaum Muslim ketika berjihad.

Semua poin di atas tidak terdapat pada serangan brutal yang dilakukan negara-negara Israel kepada Palestina yang membunuh ribuan anak kecil dan ibu-ibu. Begitu juga serangan brutal Amerika yang meluluhlantakkan Afgahnistan dan Irak. Sampai di sini, jelas sudah siapa meneror siapa. Jadi, siapakah yang layak menyandang sebutan teroris itu? (rf/)

Ilustrasi: Google

Sumber :voa-islam.com

5 Cara Mengatasi Masalah Bibir Pecah-pecah Saat Puasa

5 Cara Mengatasi Masalah Bibir Pecah-pecah Saat Puasa

10BeritaProblem yang biasanya terjadi saat puasa adalah bibir kering dan pecah-pecah. Tidak mengonsumsi air selama belasan jam sudah pasti membuat bibir menjadi kering.

Makanya untuk mengatasi bibir pecah-pecah, kamu perlu beberapa tips ini.

Banyak Minum Air Putih
Nah, saat sahur atau berbuka, perbanyak konsumsi air putih. Jangan terlalu sering minum kopi atau teh yang malah bikin kelembapan bibir berkurang.

Ketika berbuka, selingi aktivitasmu dengan minum seteguk demi seteguk air putih. Dengan rutin mengaplikasikannya, kamu dapat mengatasi bibir pecah-pecah sekaligus mengganti cairan tubuh yang hilang.

Scrubbing
Nah, sebelum tidur, cobalah lakukan ritual lip scrubbing setidaknya 1-2 kali seminggu. Untuk melakukannya, yang kamu perlukan hanyalah madu dan gula.

Caranya, campurkan kedua bahan tersebut dan usapkan ke bibir sambil digosok perlahan, lalu diamkan 2-3 menit. Setelahnya, usap bibir yang sudah di-scrub dengan lap hangat baru dicuci dengan air bersuhu normal.

Ritual ini akan mengangkat sel-sel mati pada bibir dan membuat bibir lebih kenyal dan lembut. Jangan lupa mengaplikasikan lip balm sebagai finishing, agar bibir tetap terjaga kelembapannya sepanjang malam, bahkan hingga keesokan harinya.

Hindari Makanan Asin dan Pedas
Cara lainnya mengatasi bibir pecah-pecah adalah dengan menghindari makanan asin dan pedas saat sahur.

Makanan pedas dan asin hanya akan memberikan efek cepat haus dan juga membuat bibir dan kerongkongan panas dan kering.

Lidah Buaya
Mengaplikasikan lidah buaya saat malam hari bisa jadi salah satu cara mengatasi bibir pecah-pecah. Caranya sederhana saja, cukup oleskan daging lidah buaya ke bibir dan biarkan sampai semalaman.

Kalau bibir kering dan pecah-pecahmu cukup parah sampai menyebabkan luka, lidah buaya juga bisa menyembuhkan luka pada bibir.

Nah, sebagai manfaat tambahan, kamu juga bisa mengonsumsi lidah buaya untuk mendinginkan pencernaan dan meredakan nyeri otot.

Selain itu, setelah seharian beraktivitas yang membuat badan pegal-pegal, memakan lidah buaya juga bisa mengembalikan vitalitas otot.

Lip Balm
Supaya bibir tetap terhidrasi seharian, ada baiknya kamu mengantongi lip balm dan mengaplikasikannya setiap kali bibir terasa kering dan pecah-pecah.

Pilihlah lip balm yang netral supaya tidak bikin lapar. Takutnya, kalau lip balm-mu berasa buah-buahan atau malah cokelat, kamu jadi tergoda untuk batal dan mengganggu konsentrasi seharian.

Selain cara-cara yang disebutkan di atas, ada beberapa hal lagi yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi bibir pecah-pecah dan ini lebih menyangkut kebiasaan.

Jangan terlalu sering menggigit-gigit bibir karena hanya akan membuat kondisi bibir kering semakin parah. Kebiasaan menjilati bibir ternyata juga membuat bibir makin kering.

Saat bulan puasa ini, coba ganti tipe lipstick-mu dengan menghindari jenis matteLipstick matte cenderung membuat bibir kering dan kehilangan kelembapannya.

Sumber: halodoc.com

Sabtu, 19 Mei 2018

Ketua DPR Minta Pengamanan Asian Games 2018 Berstandar Internasional

Ketua DPR Minta Pengamanan Asian Games 2018 Berstandar Internasional

10Berita , Jakarta Ketua DPR, Bambang Soesatyo, mengusulkan pengamanan Asian Games 2018 di Jakarta dan Pelembang, pada Agustus 2018 nanti, berstandar internasional.

"Pengamanan pada penyelenggaraan Asian Games, bukan hanya pada venue pertandingan, tapi juga keselamatan kontingen Asian Games 2018," kata Bambang, Sabtu (19/5/2018).

Menurut Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet, pengamanan yang harus dilakukan pada penyelenggaraan Asian Games, tidak hanya pada arena pertandingan. Tapi, hal ini juga dilakukan di luar arena, meliputi pengamanan akomodasi para atlet dan delegasi lainnya, pengamanan transportasi atlet dan delegasi lainnya, serta pengamanan lalu lintas.

Pengamanan juga harus dilakukan, kata dia, pada teknologi informasi Asian Games serta kegiatan kirab obor dan upacara pembukaan.

Politisi Partai Golkar ini mendorong Polri dan TNI dapat bekerja ekstra pada pengamananAsian Games 2018.

"BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) juga harus aktif terlibat pada pengamanan Asian Games, terutama untuk mengamankan teknologi informasi," kata Bambang, seperti dilansir Antara.

Kerja Ekstra Keras

Bamsoet juga berharap kerja ekstra keras dari Polri dan TNI, sehingga aksi teror yang terjadi pada dua pekan ini, tidak terjadi selama penyelenggaraan Asian Games.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu juga mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI pro-aktif meyakinkan negara-negara calon peserta Asian Games 2018, bahwa Indonesia dalam kondisi aman.

Kondusif

Para Duta Besar RI di mancanegara, kata dia, dapat memberi penjelasan tentang situasi dan kondisi Indonesia yang tetap kondusif meski ada teror bom di Surabaya pada pekan lalu.

"Penjelasan dari para Duta Besar RI ini guna menumbuhkan rasa aman dan percaya kepada kontingen olahraga negara-negara peserta ASIAN Games 2018,? katanya.

Sumber :  Republika.co.id

Al-Quran jadi Barang Bukti Persidangan, Pansus Revisi UUT: Itu Aneh dan Kebablasan

Al-Quran jadi Barang Bukti Persidangan, Pansus Revisi UUT: Itu Aneh dan Kebablasan

10Berita, JAKARTA—Persidangan untuk terdakwa kasus tindak pidana terorisme, Aman Abdurrahman, segera menuai kontroversi. Pasalnya, dalam persidangan tersebut kitab Al-Quran adikan sebagai alat bukti oleh jaksa penuntut umum.

Ketua Pansus Revisi UU Terorisme dari Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Syafii tidak habis pikir dengan persidangan tersebut. “Persidangan aneh itu menurut saya yah, kalau kemudian kitab suci jadi alat persidangan. Ini sudah luar biasa,” kata Syafii di DPR, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Menurut Syafii, tak ada yang dapat dibuktikan dari Al Quran dalam suatu persidangan. Jika isi Al Quran yang dipersoalkan, mestinya ahli-lah yang dimintai keterangan, bukan Al Quran yang dijadikan alat bukti.

“Itu kan aneh ya, apa yang harus dibuktikan disitu. Kalau soal isinya kita harus pakai ahli dong, jangan Al Quran,” ujar Syafii.

Syafii mengatakan, Al Quran bukalah benda biasa yang dapat dijadikan sebagai mainan atau alat bukti di pengadilan. Kata dia, sikap tersebut sudah kebablasan.

Bahkan, kata dia, tak cuma Al Quran yang tak boleh dijadiakan alat bukti. Tetapi semua kitab suci yang sangat diyakini kebenarannya oleh semua pemeluk agama tertentu di dunia.

“Itu aneh dan kebablasan. Harusnya jangan dijadikan alat bukti dong. Itu semua kitab suci tidak boleh ya,” kata Syafii. []

SUMBER: SUARA

ICMI: Daftar 200 Muballigh Menag Blunder, Kebijakan Rezim Jokowi Makin Kolaps

ICMI: Daftar 200 Muballigh Menag Blunder, Kebijakan Rezim Jokowi Makin Kolaps


10Berita, Keputusan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan edaran daftar 200 mubaligh yang tausiyahnya layak didengar terus menuai kritik.

Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabag Digdoyo menegaskan, keputusan tersebut kurang transparan.

Menteri Lukman, lanjut dia, harus menjelaskan dasar dan kriteria penunjukkan ustadz tersebut secara terbuka ke publik.

"Memang ini jadi blunder bagi Menag. Juga birokrat rezim ini makin kolaps. Semua jadi salah langkah," kata Anton, seperti dilansir RMOL, Sabtu (19/5)

Dalam kacamata dia, sikap Menag juga menunjukkan kegalauan menghadapi dinamika rakyat yang makin tak percaya pemerintah (distrust society).

Apalagi, masih kata Anton, dua upaya strategi sebelumnya untuk meredam umat ditolak keras oleh rakyat, yaitu ide registrasi ustadz dan melarang bicara politik di masjid-masjid.

"Semua kandas karena memang tanpa dasar hukum yang kuat, justru melanggar konstitusi amanat UUD 45. Sudah sangat jelas WNI wajib beragama dan taat menjalankan ibadah agamanya sesuai kitab sucinya," jelasnya.

"Para pendiri NKRI sangat anti sekuler, anti liberal karena memang tidak cocok dengan ideologi NKRI falsafah bangsa Pancasila. Kini Menag buat gara-gara 200 Dai yang boleh didengar nasehat-nasehatnya juga menjadi bahan tertawaan rakyat . Oh kasihan kau Menag," tutur Anton.

Sumber: RMOL

Fahri: Curiga dan Branding ke Umat Islam adalah Proyek Gagal Amerika

Fahri: Curiga dan Branding ke Umat Islam adalah Proyek Gagal Amerika



10Berita, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengusulkan nama ustaz Abdul Somad ke Menag Lukman Saifuddin untuk bisa berceramah di istana. “Pak @lukmansaifuddin sebaiknya justru undang Ustadz Abdul Somad ceramah di Istana biar terbuka wawasan.

Memang ceramah beliau juga perlu hati yang bersih. Ramadhan ini bagus istana belajar agama Islam biar ngerti cara membuat Islam sebagai rahmat dan kasih sayang,” usulnya, Sabtu (19/5/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.

Fahri merasa heran, bagaimana bisa tokoh-tokoh yang antiterorism tapi serasa dimusuhi negara/pemerintah. “Di negara muslim terbesar gini masak susah amat menerima Islam? 

UAS, Habib Rizieq, dan lain-lain semua #AntiTeroris tapi semua punya hubungan jelek dengan Istana. Harusnya kan mereka menjadi mitra lawan teroris, eh, malah dimusuhi dan dicurigai. Aneh kan?”

Fahri mengaku selalu  ingin ada pemerintahan yang hubungannya baik dengan umat Islam; dengan ulama, dengan kyai, dengan keberagamaan cara melihat persoalan. Itu yang akan bikin bangsa ini besar. 

“Tapi, jika mulai membangun kecurigaan, terhadap sekelompok apalagi semua, bahaya! Kecurigaan kepada umat Islam adalah proyek #WarOnTerror masa Bush JR. 

Ini proyek gagal yang tidak saja bikin Amerika berantakan tapi dunia dipenuhi beban disharmoni antara agama dan negara. Tolong istana jangan terusin proyek gagal ini. Tekor!”


Di Amerika, menurut dia jumlah orang mati yang ditembak di ruang kelas, di Mall, di pinggir jalan, dan lain-lain jauh lebih banyak dan lebih rutin. Pelakunya hampir gak ada Beragama Islam. 

Tapi #Islamophobia sudah kadung jadi wabah yang meresahkan. “Apa kita mau bawa ke sini? Ada pihak yang ingin menanamkan dalam benak bangsa Indonesia bahwa Islam mengandung elemen teroris. 

Dan itulah perjuangan mereka yang telah sukses menghancurkan dunia. Sekarang mereka mau kirim wabah itu ke sini. Melalui segala pintu.”

Misi mereka menurut politisi PKS ini merangsek setahap demi setahap. Branding dilakukan, citra simbol agama babak belur, ulama dan habaib diadu domba, cadar, jenggot, jidat, dan lain-lain menjadi elemen identifikasi radikalisme dan mengarah kepada terorisme. Islam yang berarti damai dikubur.

“Pemerintah presiden jokowi dan JK telah salah langkah di awal kepemimpinan. Dan akhirnya mereka pecah dan lelah melayani efek dari sengketa yang tak ada ujung pangkal. 


Lalu diledakkan oleh Ahok sampai lumat nggak karuan. Mau baikan sudah telat. Sayang sekali! Mulai dari #PerpuOrmas yang telah dipakai untuk membubarkan HTI dan mengancam ormas Islam lainnya, menyempurnakan branding kini klimaksnya #PerpuTerorisme disiapkan untuk melakukan tekanan pada aktivitas masyarakat.” Menurut dia, ini awal sebuah bencana.

Tapi biarlah karena Perpu adalah aliran sebuah rezim. Dan jika memang rezim ini menghendaki sebuah ketegangan dengan agama ya apa boleh buat. 

“Kita hanya mengingatkan, kita hanya memberi peringatan. Hasilnya mereka akan telan sendiri. Siapa berbuat harus tanggungjawab.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Biadab , Cina Paksa Tahanan Muslim Makan Daging Babi dan Minum Alkohol

Biadab , Cina Paksa Tahanan Muslim Makan Daging Babi dan Minum Alkohol

10Berita , JAKARTA – Seorang eks tahanan Cina mengungkapkan bagaimana pihak berwenang Cina memaksa tahanan muslim di kamp pengasingan makan daging babi dan minum alkohol.

Bekas tahanan itu bernama Omir Bekali, 42 tahun. Dia seorang muslim Kazakhstan ditangkap oleh badan keamanan Cina ketika memasuki perbatasan Cina dari Kazakhstan untuk mengunjungi orang tuanya pada 23 Maret 2017.

Setelah dua hari berada di rumah orang tuanya, dia dijemput oleh lima polisi Cina di Karamay untuk menangkapnya. Selanjutnya, dia digelandang ke Kantor Keamanan Umum Distrik Baijiantan, Karamay, bersama 17 tahanan lainnya. “Mereka ditempatkan di sel sempat.”

Dengan kaki dan tangan dirantai, Bekali ditanyai tentang pekerjaannya, sebelum akhirnya dituduh membantu muslim Cina melarikan diri.

Ketika dalam dalam tahanan, Bekali mengaku bersama tahanan lainnya dipaksa menolak dan membenci Islam, termasuk mendapatkan hukuman keras. “Mereka dipaksa makan daging babi jika tidak memenuhi permintaan polisi,”katanya dikutip dari Independent.

Mereka juga dipaksa mengkritik diri sendiri dan orang-orang yang dicintai, serta diminta berterima kasih kepada Partai Komunis yang kuat. Ketika menolak mengikuti instruksi, Bekali dipaksa berdiri menghadap dinding selama lima jam, seminggu kemudian, dia dikirim ke isolasi sel tanpa makanan selama 24 jam.

“Peristiwa itu masih menghantui saya sampai hari ini. Tekanan fisik dan mental yang harus dihadapi adalah menyakitkan, saya pernah berpikir bunuh diri,” kata Bekali, yang dibebaskan setelah kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Kazakhstan. 

Sekitar 900 ribu hingga satu juta muslim Cina telah ditahan di kamp ‘pendidikan kembali’ di wilayah Xinjiang dalam upaya Beijing mengekang gerakan separatis. Penahanan ini ditujukan untuk mengubah pemikiran politik para tahanan, menghapus kepercayaan dalam Islam dan membentuk kembali identitas mereka.

Pejabat di Xinjiang menolak berkomentar terkait keberadaan kamp, tetapi beberapa keterangan mereka seperti dikutip sejumlah media mengatakan, perubahan ideologis diperlukan untuk memerangi separatisme dan ekstremisme Islam.

Kaum Muslim Uyghur di Xianjiang menjadi sasaran penangkapan dalam beberapa tahun terakhir, dan Cina menganggap wilayah itu sebagai ancaman bagi perdamaian di sebuah negara di mana mayoritas adalah etnis Han.

Sumber : Ngelmu.co