OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 20 Mei 2018

Hipotesa Radikalisasi, Cara Barat Kambinghitamkan Islam sebagai Penyebab Terorisme

Hipotesa Radikalisasi, Cara Barat Kambinghitamkan Islam sebagai Penyebab Terorisme

10Berita – Hipotesa radikalisasi yang mengaitkan teror dengan ide-ide dasar teologi Islam secara halus telah menjauhkan kita dari penyebab terorisme yang sebenarnya. Hal ini sekaligus menjadi alat bagi Barat untuk tidak pernah mengakui peran mereka dalam menciptakan terorisme itu sendiri.

Inilah kesimpulan yang diambil oleh seorang kolumnis The Guardian, Giles Fraser. Ia mencoba untuk memberikan gambaran utuh tentang akar terorisme. Tulisan lengkapnya dipaparkan dengan utuh berikut ini:

Kata “radikal” merupakan istilah yang memiliki arti sangat luas. Kata “radikal” juga bisa bermakna apa saja tergantung konteks yang dimaksud oleh si pembicara yang menggunakan diksi tersebut. Ada radikal kanan, radikal kiri, bahkan radikal tengah, dan radikal apa saja dengan segala artinya. Secara tradisional, terminologi atau istilah radikal ini terkait dengan gerakan orang-orang Inggris di abad ke-18 yang ingin memperluas monopoli perdagangan dan menebarkan “kebebasan” (baca: imperialisme & kolonialisme) ke wilayah baru.

Dan di era modern ini, hampir tidak ada seorang politisi pun yang tidak ikut-ikutan menggunakan kata itu dalam narasi politik mereka. Ini bisa kita buktikan melalui googling secara random dengan menuliskan salah satu nama orang-orang di parlemen di belakang kata kunci “visi radikal”, maka anda akan temukan jawabannya. Mereka semua latah menggunakan diksi “radikal”, dan semuanya juga mengaku radikal. Ada perkecualian, tentu saja apabila kita mengaitkannya dengan kata kunci “Islam”, maka tiba-tiba akan menjadi istilah yang menakutkan dan berkonotasi negatif.

“Bagaimana cara kita menghentikan pemuda-pemuda Muslim supaya mereka tidak mengalami radikalisasi?”  Inilah pertanyaan yang terus menerus dimunculkan akhir-akhir ini. Tetapi sebenarnya ini adalah pertanyaan yang keliru dan sangat menyesatkan karena secara tidak sadar mengarahkan kita kepada perspektif yang salah. Mengapa? Karena dalam pertanyaan itu mengandung sebuah asumsi tersembunyi yang dianggap merupakan ide-ide radikal –yang dinisbahkan kepada konsep teologi Islam–  sebagai akar masalah yang telah mengubah para pemuda Muslim di Yorkshire Barat menjadi pembom bunuh diri di Iraq & Suriah. Menurut hipotesa radikalisasi ini bahwa Islam “konservatif” dan pesan-pesan yang terdapat di sejumlah ayat al-Quran dianggap sebagai faktor pendorong tindakan pembunuhan.

Hipotesa semacam itu memiliki perspektif sebagaimana diskursus bahwa beberapa ayat Bible mengenahi pembunuhan bertanggung jawab atas brutalisme Tentara Republik Irlandia (IRA). Sebagian pemuda Muslim yang pergi dan bertempur di Suriah & Iraq, mereka telah membaca beberapa bagian dari ajaran Islam. Sebagian lainnya bahkan hampir tidak mengerti tentang al-Quran secara utuh namun langsung termotivasi setelah membaca beberapa bagian ayat. Fenomena itu mirip para teroris IRA yang termotivasi oleh kisah genosida kaum Amalekites di bagian awal Kitab Samuel dalam Perjanjian Lama. Ya, bahasa jihad barangkali meminjam kosa kata dari teologi Islam, namun motivasi dasarnya selalu sama, yaitu politik. Orang-orang IRA bukanlah para pemeluk Katolik yang percaya dengan Bible. Sebagian besar mereka bahkan atheis. Katolik hanya diperalat sebagai salah satu identitas dari mereka. Fenomena yang sama terkait dengan “terorisme Islam”.

Awal 2015, Profesor Arun Kundnani mempublikasikan tulisan menarik tentang bagaimana retorika radikalisasi telah menciptakan sebuah “kekalahan satu dekade”. Dalam artikelnya, Kundnani merangkum dasar-dasar empiris yang sangat halus di mana hubungan antara teologi radikal dan terorisme telah dibangun. Sementara pengembangannya dalam “industri radikalisasi” terutama di kalangan akademisi, terhubung oleh semacam pintu putar kepada para pelobi konservatif yang cenderung menyalahkan Islam sebagai penyebab terorisme.

Ini bukan tentang mengapa dan bagaimana orang pergi ke Iraq & Suriah dan menjadi pejuang tempur yang mematikan. Mereka ke Iraq, sebagian besar karena meyakini suku bangsa mereka diserang, bahwa Basyar al-Assad menjatuhkan bom-bom kimia seperti gas klorin, bahwa Barat secara ilegal menginvasi Iraq, karena ada penyiksaan di Teluk Guantanamo, dan lain-lain.

Barat percaya dengan hipotesa radikalisasi karena mereka ingin stigma kejahatan itu tetap menjadi misteri dan berada di luar dunia mereka. Orang-orang di Barat ingin menyatakan kepada diri mereka sendiri bahwa mereka adalah sekuler yang telah mendapatkan pencerahan & pengetahuan yang cukup, sehingga sama sekali tidak ada hubungannya dengan berbagai pembunuhan.

Hipotesa radikalisasi yang mengaitkan teror dengan ide-ide dasar teologi Islam secara halus telah menjauhkan kita dari penyebab terorisme yang sebenarnya, sekaligus menjadi alat bagi Barat untuk tidak pernah mengakui peran mereka dalam menciptakan terorisme itu sendiri.

Hal inilah yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang tentang cara pandang terhadap kejahatan, yaitu melalui konseptualisasi bahwa kejahatan itu berada sejauh mungkin dari diri mereka. Tetapi jika terorisme Islam itu betul-betul hanya soal politik, maka harus diakui bahwa sejarah panjang intervensi Barat yang telah membawa kerusakan di Timur Tengah merupakan bagian dari bencana besar yang masih terus berlangsung untuk diungkap. Dengan kata lain, Barat harus berani untuk bertanggung jawab.

Sumber: The Guardian,  Kiblat.

Rencana Pembunuhan Terhadap Erdogan saat Berkunjung ke Bosnia Berhasil Digagalkan

Rencana Pembunuhan Terhadap Erdogan saat Berkunjung ke Bosnia Berhasil Digagalkan



10Berita, ANKARA, TURKI  - Sebuah plot pembunuhan terhadap presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang direncanakan berlangsung selama kunjungannya di Bosnia dan Herzegovina terungkap pada hari Sabtu, menurut kantor berita Turki Anadolu Agency.

Menurut kantor berita itu, intelijen Turki mengkonfirmasi laporan bahwa sekelompok warga Turki berencana untuk membunuh sang presiden selama kunjungannya ke Balkan pada hari Ahad (20/5/2018). Dinas keamanan dilaporkan menerima data intelijen dari warga Turki yang tinggal di ibu kota Macedonia, Skopje.

Dinas intelijen Barat juga menyampaikan informasi yang berkaitan dengan pembunuhan terencana ke Turki. Otoritas Turki sedang menyelidiki masalah itu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang dugaan plot tersebut.

Jurubicara pemerintah Turki Bekir Bozdag mengatakan pada hari Sabtu bahwa perjalanan Erdogan ke Bosnia akan berlangsung seperti yang direncanakan, menambahkan bahwa Presiden "tidak takut dan tidak lari dari alasan yang dia yakini".

Erdogan siap untuk menggelar unjuk rasa di ibukota Bosnia Sarajevo pada hari Ahad, hampir satu bulan sebelum Turki menuju ke pemungutan suara untuk memilih dalam pemilihan umum pada 24 Juni.

Jika terpilih kembali, undang-undang baru akan diberlakukan yang akan memperluas kekuasaan kepresidenan Erdogan, yang menurutnya adalah untuk kepentingan "menyederhanakan" sistem politik, namun para pengkritiknya mengklaim bahwa ini merupakan luncuran menuju otoritarianisme.

Orang kuat Turki itu memiliki beberapa kelompok yang sangat menentang kepemimpinannya, terutama minoritas Kurdi di negara itu, yang kelompok teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK) nya telah memimpin pemberontakan separatis sejak 1984. (st/TNA)

Sumber :Voa-islam.com 

Bikin Karikatur Netanyahu jadi Penyanyi, Kartunis Jerman Ini Dipecat

Bikin Karikatur Netanyahu jadi Penyanyi, Kartunis Jerman Ini Dipecat

10Berita, JERMAN—Seorang kartunis sebuah harian Jerman dipecat setelah ia menggambar karikatur yang mengejek Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat (18/5/2018).

Kartun yang dibuat Dieter Hanitzsch itu menggambarkan Netanyahu dengan sebuah rudal di tangannya. Dia berdandan seperti penyanyi Israel Netta Barzilai, yang memenangkan kontes Eurovision tahun ini. Dalam gambar tersebut, Netanyahu mengatakan: “Tahun depan di Yerusalem.”

Kartun itu langsung menggemparkan jagat media sosial dan media Jerman lainnya.

Editor-in-Chief Suddeutsche Zeitung, Wolfgang Krach, meminta maaf atas karikatur itu, namun Hanitzsch menolak.

Berbicara kepada media lokal, kartunis berusia 85 tahun itu mengatakan dia ingin mengkritik eksploitasi Netanyahu dari kontes Eurovision untuk tujuannya sendiri dan menuduhnya menyalahgunakan kemenangan penyanyi.

Dia menambahkan bahwa pemecatan kartunis oleh surat kabar semacam itu bukan hal baru.

“Anda bisa menegurnya, memperingatkan dia, tetapi menembak bukanlah cara yang baik,” katanya.

Sebelumnya, Hanitzsch juga pernah menggambar kartun yang mengkritik dan bahkan menghina Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia berargumen atas dasar kebebasan pers dan ekspresi, karena gambarnya diterbitkan di surat kabar yang sama. []

SUMBER: ANADOLU
,  Islampos.

DPR: Pengibaran Bendera Israel Menyalahi Aturan, Menodai Perjuangan Diplomatik RI

DPR: Pengibaran Bendera Israel Menyalahi Aturan, Menodai Perjuangan Diplomatik RI

ist.

Gambar pawai pengibaran bendera Israel dengan mobil dan jalan kaki di Jayapura pada Senin 14 Mei 2018 beredar di media sosial.

10Berita – Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rofi’ Munawar, meminta pihak keamanan dan Pemerintah tegas dalam menindak pelaku Aksi pawai komunitas Sion Kids of Papua yang mengibarkan bendera Israel karena melanggar aturan.

Rofi’ memaparkan ada dua alasan prinsip, internalitas dan eksternalitas.

“Jika diperhatikan apa yang mereka lakukan sejatinya bukan sebuah peristiwa budaya dan agama, namun justru bentuk pengakuan eksistensi dan pengkultusan bendera Israel dari bangsa Yahudi. Ironisnya dalam kegiatan tersebut tidak ada satupun bendera Indonesia. Bukti bahwa mereka melanggar konstitusi,” disampaikan oleh Rofi dalam keterangan pers kepada media pada hari Sabtu (19/05/2018) di Jakarta.

Secara internal, Indonesia memiliki tata aturan dalam penggunaan bendera asing yang secara nyata telah dilanggar oleh komunitas Sion Kids. Selain itu, tambahnya, Pemerintah Indonesia juga tidak pernah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Adapun secara eksternal, Indonesia selama ini dalam berbagai kebijakan negara dan sikap resmi senantiasa berkomitmen dalam mendukung kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari misi Diplomatik nasional.

“Apa yang terjadi di Papua sungguh telah melukai perasaan kita semua yang selama ini memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Aparat keamanan sudah sepantasnya bertindak preventif dan sensitif dalam menyikapi situasi ini,” tegas Rofi.

Legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, penggunaan bendera asing diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 1958 tentang Penggunaan Bendera Kebangsaan Asing. Bunyi Pasal 3 ayat (1) Apabila bendera kebangsaan asing digunakan, maka bendera itu harus digunakan bersama-sama dengan bendera kebangsaan Indonesia.

Selain itu, di pasal 6 disebutkan Kepala Daerah dapat melarang penggunaan bendera kebangsaan asing, apabila menurut pertimbangannya penggunaan itu dapat menyebabkan timbulnya gangguan ketertiban dan keamanan umum.

Rofi’ menilai kegiatan Sion Kids jika dicermati ternyata sudah sering dilakukan dan bukan pertama kali. Selain menggunakan bendera Israel, komunitas itu juga lakukan kegiatan yang membangga-banggakan bangsa Israel. Sudah sepantasnya pemerintah daerah dan Pihak keamanan tegas menindak.

“Terlebih kegiatan tersebut menurut keterangan polisi diikuti ada tokoh-tokoh dari DPR Papua dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Harusnya mereka paham dengan aturan!” Pungkas Rofi’.

Sebagaimana diketahui, pawai pengibaran bendera Israel dengan mobil dan jalan kaki itu berlangsung di Jayapura pada Senin 14 Mei 2018. Setidaknya ada dua video yang beredar terkait aksi pengibaran bendera Israel yang diduga dilakukan dalam acara Kebaktian Budaya Bangsa ke-12 di Gedung Olahraga (GOR) Waringin Kotaraja Jayapura.*

Sumber : Hidayatullah.com

TELAK! 92% Dukung Pemprov DKI Melepas Saham Bir, PDIP-Nasdem Keok

TELAK! 92% Dukung Pemprov DKI Melepas Saham Bir, PDIP-Nasdem Keok


10Berita, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memutuskan untuk melepas kepemilikan 26,25% saham di perusahaan pembuat bir, di PT Delta Djakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan keputusan itu tepat malam pada malam pertama bulan suci Ramadan 1439 H.

"Pemprov DKI Jakarta memastikan akan melepas 26,25 persen saham di perusahaan PT Delta Djakarta, perusahaan pembuat bir, jadi 26,25 itu kita pasti dilepas. Jadi ini bukan akan, tapi pasti dilepas," kata Anies pada jumpa pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/5).

Keputusan ini merupakan pelunasan janji. Dalam masa kampanye di Pilkada DKI 2017, Anies-Sandi memang menjanjikan akan melepas saham di perusahaan produsen minuman beralkohol tersebut. Dalam janjinya, Anies menyebut akan menjual saham pemprov di perusahaan bir itu jika terpilih dan uang hasil penjualan akan digunakan membangun fasilitas publik.

Janji dan Realisasi Anies ini terbilang cukup berani karena Pemprov DKI sudah 41 tahun sejak tahun 1967 menjadi pemegang saham terbesar di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) yang memproduksi Anker Bir, Carlsberg, San Miguel, dan Stout.

Namun keputusan yang sangat mulia ini malah ditentang oleh dua Fraksi di DPRD DKI, Fraksi PDIP dan Nasdem.

Untuk mengetahui suara masyarakat, maka Republika telah mengadakan jajak pendapat melalui jejaring media sosial Twitter.

"Fraksi PDIP dan Nasdem DPRD DKI Jakarta menolak keputusan Pemprov DKI melepas saham bir PT Delta Djakarta. Bagaimana tanggapan Sobat REPUBLIKA?"

Dari jajak pendapat yang dilakukan 18-20 Mei 2018 yang diikuti 23.237 responden ini ternyata hasilnya sangat telak. Sebesar 92% menyatakan Setuju dengan Pemprov DKI.

Hanya 6% yang Setuju PDIP dan Nasdem.

Semoga masyarakat semakin bijak dan cerdas dalam memilih partai mana yang mendukung kebaikan dan mana yang malah sebaliknya.

Fraksi PDIP dan Nasdem DPRD DKI Jakarta menolak keputusan Pemprov DKI melepas saham bir. PT Delta Djakarta. Bagaimana tanggapan Sobat REPUBLIKA?

— Republika.co.id (@republikaonline) 18 Mei 2018


Kalo doyan mabok pasti nolak lah..

— igi suhendi (@IgiSuhendi) 19 Mei 2018


langkah sudah tepat, yg keberatan silahkan beli itu saham, biar sempit hidup seanak cucu gara2 memproduksi dan menyebarluaskan minunan haram

— rahmad.anwar (@rahmad_anw) 19 Mei 2018


ADA GUDBENER LEPAS SAHAM BIR MEREKA RIBUT.
LHA KETIKA PRETSIDEN LEPAS2IN BUMN KOK PADA MINGKEM!

— Razul Izam (@IzamRazul) 19 Mei 2018


Sumber: https://twitter.com/republikaonline/status/997403465885171715

Gempar! Densus 88 Diduga Salah Sasaran

Gempar! Densus 88 Diduga Salah Sasaran

Beni (kiri) bersama istri Delima diabadikan saat momen wisuda TK anaknya Sakinah sekitar seminggu lalu. Waspada/Ist]

10Berita, TANJUNGBALAI - Masyarakat di Kota Tanjungbalai dan Asahan gempar dengan kabar bahwa Pasukan Densus 88 Anti Teror yang menggerebek sejumlah terduga teroris salah sasaran, Jumat (18/5/2018).

Korban penembakan, Beni, 34, warga Rusunawa, Lingk. 4 Kel Seiraja, Kec. Seitualang Raso, Kota Tanjungbalai yang semula disebut-sebut terduga teroris, ternyata tidak ada hubungannya dengan kelompok Bud Cs. Beni sendiri berada di rumah Bud (adik Beni), karena ingin mengetahui kabar ibunya, Nuraini (sempat diamankan Densus lalu dibebaskan), yang sedang sakit.

Dewi, 25, adik korban yang menyaksikan langsung tragedi penembakan itu menuturkan saat kejadian Beni datang ke TKP di Jln Kol Yos Sudarso, Lingk. 4 Kel Betingkuala Kapias menggunakan becak miliknya. Beni ingin masuk dan menanyakan kondisi ibunya yang tengah dirawat di rumah sakit.

Ternyata saat itu anggota Densus 88 sudah ada di depan rumah dan mencegat Beni. Anggota Densus lalu bertanya kepada Beni tentang hubungannya dengan Bud, lalu dijawab Bud adalah adiknya. Seketika Densus menembak kaki dan paha Beni yang sempat berlari menjauh dari Densus.

“Bang Beni tidak cocok sama bang Bud, karena pemahaman mereka berbeda, bang Beni gak salah kok ditembak,” kata Dewi. Nuraini, 53, ibu korban juga membenarkan Beni tidak termasuk dalam kelompok Bud. Beni dan Bud pemahamannya berseberangan sehingga dia yakin anak tertuanya itu tidak bersalah.

Tetangga Beni di Rusunawa, Awal, 43, Jai, 48, dan Ijul, 52 juga terkejut mendengar Beni ditembak karena terlibat teroris. Mereka tidak percaya karena kesehariannya tidak menunjukkan gelagat mencurigakan, bahkan Beni sendiri sangat bergaul dengan masyarakat sekitar.

Dari segi berpakaian ungkap Awal, Beni lebih sering bercelana pendek saat menarik becak, dan jika ada yang meninggal dia juga ikut takziah. Di sisi lain, istri Beni tidak menggunakan cadar sebagaimana terduga teroris pada umumnya. Istri Beni katanya juga akrab dengan warga Rusunawa.

“Masak Beni dibilang teroris, padahal kami sering main kartu sama, kerja membaguskan becak orang, nyari botot sama, tebodoh kami mendengar kabar itu,” ungkap Awal, Jai, dan Ijul seirama.

Sekjen Forum Umat Islam, Lutvi Ananda Hasibuan juga mengaku mengenal dekat pribadi Beni. Menurutnya, Beni ini pengetahuannya awam, jangankan ikut pengajian, shalatnya saja masih ‘bolong-bolong’.

“Saya pernah tinggal dengan bang Beni di Rusunawa, dia sempat bilang ke adiknya Bud agar jangan sering-sering berkumpul di rumah ibu mereka, karena kalau terjadi sesuatu, bukan hanya mereka yang kena, ibu dan adiknya mereka juga nanti terimbas, jadi saya yakin, Beni ini bukan teroris,” kata Luthvi.

Istri korban, Delima, 33, juga mengatakan hal yang sama. Beni katanya tidak pernah ikut perkumpulan iparnya Bud. Beni kesehariannya menarik becak dengan penampilan masyarakat pada umumnya seperti bercelana pendek, bahkan shalat sendiri Beni sering bolong-bolong.

Delima mengaku saat ini tidak mengetahui keberadaan suami tercintanya apakah masih hidup atau sudah meninggal. Namun, sejak penangkapan itu, dirinya terus dilanda kesulitan terutama dalam hal ekonomi, karena Beni adalah tulang punggung keluarganya.

“Suami saya menarik becak Pak, saya sendiri berjualan makanan dan minuman ringan di depan sekolah, saat ini saya pun tak kerja, entah dari mana lagi kami mencari makan Pak,” kata Delima dengan mata berkaca. Saat ini ungkap wanita itu, dirinya harus berjuang menafkahi dua putrinya yang masih kecil-kecil, apalagi katanya dirinya sedang berbadan dua.

Anak pertama katanya bernama Sakinah, 5, tahun baru wisuda TK, dan kedua Cahaya, umur delapan bulan. Delima berharap suaminya dipulangkan ke keluarganya karena mereka sangat membutuhkan sosok ayahnya.

“Tolong suami saya dikembalikan dengan selamat, dia tidak bersalah, kami butuh dia,” ujar Delima dengan suara tersedak menahan tangis. Saat wawancara, Delima beberapa kali muntah karena efek jabang bayi yang ada dalam perutnya.

Ketua FUI, Indra Syah, menyesalkan tindakan Densus 88 yang diduga tidak prosedural. Seharusnya ungkap Indra, petugas sudah memiliki data akurat siapa saja yang menjadi target. “Kita sangat menyesalkan penembakan ini, banyak masyarakat menjelaskan bahwa Beni bertolak belakang dengan adiknya Bud. (a32)

Sumber: http://waspadamedan.com/index.php/2018/05/18/gempar-densus-88-diduga-salah-sasaran/

Perhatikan Orang Miskin Saat Berbuka

Perhatikan Orang Miskin Saat Berbuka

10Berita, Kadang sebagian kita berbuka dengan terlalu berlebihan dan itu banyak tersisa. Padahal di luar sana, banyak yang miskin yang lebih membutuhkan makan.

Lihatlah bagaimana keadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat mencintai orang miskin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwasiat pada Abu Dzar Al Ghifari di mana Abu Dzar berkata,

أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا.

“Kekasihku (Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau menasehatiku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia” (HR. Ahmad, 5:159. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Padahal kita diajarkan untuk memandang orang yang berada di bawah kita.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Itulah yang lebih pantas. Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.” (HR. Muslim, no. 2963).

Marilah kita semangat bersedekah demi membahagiakan mereka yang miskin di bulan Ramadhan ini.

Dalam shahihain, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.”  (HR. Bukhari, no. 3554 dan Muslim no. 2307)

Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku sangat senang ketika melihat ada yang bertambah semangat mengulurkan tangan membantu orang lain di bulan Ramadhan karena meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga karena manusia saat puasa sangat-sangat membutuhkan bantuan di mana mereka telah tersibukkan dengan puasa dan shalat sehingga sulit untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh ulama yang seperti itu adalah Al-Qadhi Abu Ya’la dan ulama Hambali lainnya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 301)

Dengan membantu mereka, kita juga akan mendapatkan doa-doa baik mereka,

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذَهِ اْلأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا: بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ

“Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka” (HR. An Nasa’i, no. 3178. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Semoga Allah senantiasa berkahi harta kita.

@ Ajyad Makarem – Makkah, 4 Ramadhan 1439 H

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : Rumaysho.Com

4 Fakta di Balik Daftar 200 Mubalig Ala Kemenag

4 Fakta di Balik Daftar 200 Mubalig Ala Kemenag

10Berita , Jakarta- Tepat di hari kedua Ramadhan 1439 H, Kemenag merilis daftar 200 nama mubalig yang direkomendasikan lembaga itu. Nama-nama dalam daftar itu merupakan rekomendasi kementerian yang dipimpin oleh Lukman Hakim Saifuddin.

Sejak pertama kali dirilis, list penceramah itu menimbulkan banyak pertannyaan. Mulai dari proses penyaringan, prihal nama-nama penceramah tertentu tak masuk rekomendasi, dan ada pula penceramah yang meminta namanya dihapuskan dari daftar. Berikut 4 hal fakta penting terkait daftar 200 nama penceramah ala Kemenag:

1. Kemenag Punya Tiga Kriteria Penceramah

Menteri Lukman Hakim menjelaskan bahwa dalam penentuan nama-nama daftar mubalig rupanya ada tiga kriteria yang ditentukan. Menurutnya, kriteria itulah yang menyaring nama-nama penceramah hingga masuk ke dalam daftar 200 nama mubalig. Berikut tiga kriteria seperti dikutip dari laman Kemenag:

Mereka-mereka yang betul mumpuni dalam arti menguasai secara mendalam dan luas tentang substansi ajaran Islam.Memiliki pengalaman yang cukup besar sebagai penceramahMemiliki komitemen yang tinggi terhadap kebangsaan

“Nah atas dasar itulah kami merilis 200 nama penceramah tersebut. Yang harus menjadi catatan kita semua adalah bahwa ini adalah rilis yang pertama dan bukan satu-satunya,” ujarnya saat ditemui wartawan usai membuka Syiar Anak Negeri di salah satu stasiun tv di Jakarta, Sabtu (19/05/2018).

2. Nama yang Muncul Sesuai Masukan dari Sejumlah Ormas dan Tokoh

Menag mengaku bahwa nama-nama yang muncul sesuai dengan masukan dari tokoh-tokoh dan ormas Islam. Namun tak ada penjelasan secara rinci ormas dan tokoh-tokoh Islam yang terlibat dalam penentuan nama-nama itu.

“Artinya di kemudian hari akan muncul nama-nama sesuai dengan masukan yang kita terima dari tokoh-tokoh ulama dan ormas Islam. Sehingga mereka bisa kita manfaatkan ilmunya. Ini daftar yang sangat dinamis dan akan senantiasa mengalami updeting dan perubahan penambahan,” kata Menag.

Menurut Menag, rilis daftar nama mubaligh yang dikeluarkan Kemenag itu dalam rangka menjawab semua pertanyaan dari masyarakat yang begitu banyak menanyakan kepada Kemenag terkait muballig yang bisa berceramah, baik di mushola, masjid dan tempat pengajian lainnya.

“Karena begitu banyaknya permintaan dan pertanyaan dari masyarakat lalu kemudian kami di Kemenag meminta masukan kepada sejumlah ormas Islam, tokoh umat, ulama termasuk masjid-masjid besar yang ada di Indonesia lalu kemudian kami mendapatkan nama-nama itu,” ujar Menag.

3. Sejumlah Nama Minta Dikeluarkan dari Daftar

Nama Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI) DKI Jakarta, Fahmi Salim masuk ke dalam daftar 200 mubalig yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag). Namun, dia meminta menteri agama mencoret namanya karena daftar itu dinilai perpotensi menimbulkan perpecahan umat.

Selain itu, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak ikut masuk dalam 200 mubaligh rekomendasi Kemenag. Namun ia merasa keberatan. Dahnil menilai Kemenag tidak perlu memberikan list tersebut.

“Ustadz berilmu tinggi dan berakhlak baik seperti Abdul Somad, Adi Hidayat dan banyak ustadz-ustadz lain yang tinggi komitmen kebangsaannya pantas didengar oleh umat,” ujarnya dalam akun twitter pribadinya pada Ahad (20/05/2018).

“Jadi, tidak perlu menghidangkan selera satu kelompok kepada kelompok lain. Kemenag penting mendengar semua pihak,” ucapnya.

4. Tak Ada Ustadz Somad, Adi Hidayat dan Penceramah Terkenal Lainnya

Dari hasil penelusuran Kiblat, dalam daftar mubalig yang dirilis Kemenag tak ada nama dai kondang Ustaz Abdul Somad (UAS). Tak tercantumnya nama ulama asal Pekanbaru, Riau itu menimbulkan pertanyaan di masarakat. Begitu pula nama Ustadz Adi Hidayat, Bachtiar Nasir dan sejumlah nama lainnya.

Meski memiliki jadwal kajian yang cukup padat dan rutin mengisi di salah-satu televisi, nama Ustadz Abdul Somad tak ambil pusing. Rupanya, Ustaz Abdul Somad punya cara sendiri dalam menjawab pertanyaan khalayak.  Melalui akun Instagram resminya @ustadzabdulsomad, Sabtu (19/05/2018) siang, UAS mengunggah sebuah tangkapan layar percakapan di aplikasi berbagi pesan.

Dalam percakapan itu seseorang menyampaikan pertanyaan terkait tak masuknya UAS dalam daftar mubalig Kemenag. “Bagaimana tanggapan ustaz, Ustad tidak termasuk dalam 200 mubaligh rujukan KEMENAG??”.

Sementara itu, belum ada tanggapan baik dari Ustadz Adi  Hidayat ataupun Bachtiar Nasir terkait daftar mubalig tersebut.

Sumber : Kiblat.

Habib Rizieq Bongkar Pelatih Teror dari Brimob, ini Orangnya

Habib Rizieq Bongkar Pelatih Teror dari Brimob, ini Orangnya

10Berita, Peristiwa terorisme di Surabaya, Sidoarjo dan Pekanbaru Riau merembet ke kasus lain yang merupakan rentetan yang tak bisa dipisahkan terkait dengan idiologi yang dibawa Aman Abdurrahman alias Oman Abdurrahman. Salah satu pengikutnya adalah Sofyan Tsauri.

Sofyan Tsauri (sketsanews).

Siapa Sofyan Tsauri? Menurut Habib Rizieq Syihab dalam video pendek yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa Sofyan Tsauri adalah pencipta teror. Dia adalah oknum Brimob yang sudah dipecat. Beberapa hari ini nama Sofyan sering muncul di televisi menganalisis dan mengomentari ihwal terorisme.

“Yang menciptakan terorisme itu seorang bernama Sofyan Tsauri, anggota Brimob. Dia rekrut anak-anak muda, termasuk lasykar FPI saudara. Sepuluh lasykar FPI direkrut sama Sofyan Tsauri anggota Brimob. Dia rekrut dari FPI, MMI, JAT, dia rekrut murid-murid ustadz Abu Bakar Ba’asyir, dilatih perang.Dilatih nembak di Mako Brimob saudara. Setelah itu dibawa ke Aceh, dikasih senjata, dikasih amunisi, disuruh latihan perang. Begitu mereka latihan perang perang, besok digrebeg sama Brimob dan Densus 88 Antiteror. Sofyan Tsauri berhasil lolos namun kemudian ditangkap juga.”

Itulah potongan pernyataan Habib Rizieq dalam salah satu video pengajian yang beredar di media sosial. Keterangan ini tidak berbeda dengan apa yang sudah diberitakan oleh Kiblat.net ketika habib Rizieq memberikan kesaksian di sidang Pengadilan Negeri Cilacap Jawa tengah dengan terdakwa Abu Bakar Ba'asyir pada 26 Januari 2016. (Lihat Kiblat.net, 30/1/2016).

Ceramah Habib Rizieq yang bikin heboh sekarang (Launching video/radiofpi).

Sofyan Tsauri sebenarnya juga pernah mengakui bahwa ia yang melatih perang di Janto Aceh, namun bukan dalam kapasitas sebagai anggota polisi, karena ia sudah dipecat. Sofyan juga membantah ia sebagai intel yang disusupkan untuk menggerakkan teror. Bahkan setelah bebas dari penjara Sofyan Tsauri sudah insaf dan meniti jalan lurus. Awalnya Sofyan tertarik dengan pandangan Aman Abdurrahman alias Oman Abdurrahman namun belakangan ia memandang pandangannya tentang jihad keliru sehingga ia keluar dari kelompok mereka.

Juru Bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang di laman Tempo.co edisi 10 Agustus 2010 mengatakan bahwa dia bukan anggota Brimob melainkan anggota Sabara Polres Depok.

RHabib Rizieq (Eramuslim).

Sesungguhnya apa yang dikatakan Habib Rizieq Syihab maupun Sofyan Tsauri sangat relevan dengan informasi terkini ketika terorisme merebak. Jika keduanya memang tak sepakat dengan cara dakwah Oman Abdurrahman atau Aman Abdurrahman, maka menjadi tugas bersama agar kasus serupa (bom bunuh diri) terulang.

Sedangkan ceramah Habib Rizieq di atas juga memberi peringatan untuk waspada terhadap aksi serupa yang mengatasnamakan jihad. Karena boleh jadi, ada kepentingan asing yang memanfaatkan isu terorisme untuk keperluan bisnis, dengan membawa idiologi ISIS. Padahal menurut Habib Rizieq ISIS jelas keliru karena sudah kebablasan antara lain membunuh sesama orang islam dan ulama yang beda pendapat serta kelakuannya sudah over dosis. (fur/20/5/2018).

Sumber : UC News

NAHLOH! Daftar 200 Ustaz OK, Wartawan Senior: Menteri Agama Memecah-belah Umat Islam

NAHLOH! Daftar 200 Ustaz OK, Wartawan Senior: Menteri Agama Memecah-belah Umat Islam


10Berita, Pada hari Kamis 18 Mei 2018, Kementerian Agama menerbitkan daftar para ustad yang direkomendasikan sebagai “ustad OK” untuk mengisi pengajian. Ada 200 ustad yang sudah “lolos sensor”. Tak jelas apa-apa saja kriteria “ok” menurut versi Kemenag itu. Namun sangat bisa dipahami bahwa para ustad yang tegas dan vokal dalam memberikan ceramah, dianggap “unqualified” (tak memenuhi syarat).

Bagi saya pribadi, katalog “ustad OK” Kemenag itu memang dipenuhi oleh orang-orang yang belum pernah saya kenal. Ini bisa terjadi karena “200 ustad OK” itu berdomisili di berbagai pelosok Indonesia. Ada yang sudah kondang seumpama Ustad Aa Gym dan Didin Hafifuddin, dll. Ada juga yang belum dikenal luas tetapi sudah dekat dengan masyarakat di lingkungan ustad-ustad tsb.

Mengapa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin merasa perlu menerbitkan Daftar-200 itu?

Sementara menunggu jawaban Pak Menteri, saya menduga tujuannya adalah untuk mendukung proyek deradikalisasi. Supaya umat Islam ke depan ini tidak lagi menjadi radikal gara-gara ceramah para ustad yang tak memenuhi syarat versi Kemenag. Herannya, hanya beginikah solusi yang terpikirkan oleh top-thinkers di Kemenag?

Syarat-syarat ustad OK itu pun tidak jelas. Luar biasa!

Yang jelas ialah bahwa Daftar-200 itu, tanpa disadari oleh Pak Menteri, adalah bentuk upaya pemecahbelahan umat Islam. Ada kesan bahwa Pak Menteri merasa galau sekali melihat umat Islam yang sekarang ini berhasil menunjukkan persatuan. Dibuatlah segala upaya untuk mengkotak-kotakkan umat. Beliau menyangka umat Islam masih seperti 40 tahun yang lalu.

Seharusnya Pak Menteri tidak melakukan “politik isolasi”. Sebagian ulama atau ustad dirangkul dan sebagian lagi dipencilkan. Disangka Pak Menteri kebijakan pecah-belah seperti ini masih bisa manjur. Totally miscalculating. Wrong footed, ill-advised.

Daftar-200 itu seratus persen “childish”. Kekanak-kanakan. Mengapa dikatakan begitu? Karena kebijakan isolasi ini sangat jernih bermisi untuk mengucilkan Ustad Abdul Somad (UAS).

Saya menduga, Daftar-200 ini dibuat oleh Pak Menteri gara-gara ekspansi UAS yang semakin tak terbendung. Lukman Hakim kalang kabut menafsirkan keinginan para penguasa agar UAS bisa “dikepung”. Supaya jangan lagi beliau mendapatkan panggung untuk menceramahkan meteri-materi yang membuat umat Islam menjadi terkumpul solid dan kompak.

Mengapa saya sebut Daftar-200 itu sebagai langkah isolasi? Mari kita telaah pelan-pelan.

Pak Menteri Agama mengatakan bahwa yang 200 itu baru tahap awal. Kapan-kapan akan disesuaikan lagi. Jumlahnya akan ditambah. Artinya, nanti bisa menjadi Daftar-400, Daftar-600, Daftar-1000, dst, dengan tetap tidak memasukkan nama UAS. Dengan begini, pikir Pak Menteri dan para penasihat top beliau, UAS akan semakin terkucil.

Padahal, in-sya Allah, yang akan terjadi adalah kebalikannya. Yang terkucil malah Pak Menteri Agama sendiri. Terkucil dari kesolidan umat. Terisolasi dari kekompakan umat. Pak Menteri malah akan terlihat sebagai inisiator perpecahan di kalangan ustad dan ulama.

Sebelum berkembang ke mana-mana, saya sarankan agar Pak Lukman Hakim mencabut kembali Daftar-200 ustad layak pakai versi Kemenag itu. Kalau Anda tidak berkenan menerima saran ini, tidak apa-apa.

Ustad Abdul Somad tidak memerlukan legitimasi Kementerian Agama. Bahkan tidak memerlukan legitimasi Presiden.

Penulis: Asyari Usman

Sumber : PORTAL ISLAM