OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 24 Mei 2018

Ngabalin: Subhanallah di Istana Semua Memikirkan Bangsa

Ngabalin: Subhanallah di Istana Semua Memikirkan Bangsa


10Berita – Politikus Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin menceritakan pengalamannya hari pertama bekerja menjadi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden.

Ngabalin menuturkan sejak menjabat dirinya sudah berkeliling menemui jajaran menteri, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, hingga jajaran kepala divisi dan deputi.

“Subhannallah, di sini tiada hari orang berpikir tentang kepentingan bangsa dan negara, berpikir tentang kepentingan umat,” ujar Ngabalin di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan, Kamis (24/5).

Menurutnya, hal itu yang membuatnya kini bakal mendukung penuh pemerintahan Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla agar bisa menyelesaikan segala permasalahan masyarakat.

Ngabalin adalah salah satu politikus senior Indonesia. Saat Pemilihan Presiden 2014, dia menjadi anggota tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang saat itu berhadapan dengan Jokowi-Jusuf Kalla.

Perubahan politiknya saat ini mendapat sorotan kritis dari sejumlah pihak. Tetapi Ngabalin menyatakan perubahan sikap politiknya merupakan hal wajar.

“Perbedaan itu norma, orang bisa berbeda. Itulah dinamika. Dinamis perubahan politik hari ini,” kata mantan Politikus Partai Bulan Bintang ini.

Kata Ngabalin, wajar terjadi dalam politik orang yang dulu berlawanan sekarang bisa menyatu. Bahkan, yang hari ini menyatu bisa berlawanan di masa mendatang.

“Sepanjang untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara Anda harus meredam seluruh kebencian. Itu pikiranku. Karena itu saya mau datang ke sini,” kata Ngabalin. []

Sumber :CNN Indonesia

Berkah Ramadhan: Dibukanya Surga, Ditutupnya Neraka, Dibelenggunya Setan

Berkah Ramadhan: Dibukanya Surga, Ditutupnya Neraka, Dibelenggunya Setan

10Berita, SALAH satu berkah dari bulan suci Ramdhan adalah dubukannya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka, setan pun dibelenggu. Umat Islam berbondong-bondong melakukan amal kebaikan dan ibadah, serta meninggalkan maksiat.

Nah, bagaimana sesungguhnya tentang berkah yang terkandung di bulan Ramadhan ini? Berikut ini penjelasannya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079).

Dalam lafazh lain disebutkan, “Jika masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu rahmat dibukan, pintu-pintu Jahannam ditutup dan setan-setan pun diikat dengan rantai.” (HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079).

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan bahwa yang dimaksud adalah makna secara tekstual dan hakiki. Terbukanya pintu surga, tertutupnya pintu neraka dan terikatnya setan adalah tanda masuknya bulan Ramadhan, mulianya bulan tersebut dan setan pun terhalang mengganggu orang beriman. Ini isyarat pula bahwa pahala dan pemaafan dari Allah begitu banyak pada bulan Ramadhan. Tingkah setan dalam menggoda manusia pun berkurang karena mereka bagaikan para tahanan ketika itu. (Fath Al-Bari, 4: 114 dan Syarh Shahih Muslim, 7: 167)

Al Qodhi juga berkata, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” (Lihat Syarh Shahih Muslim, 7: 167)

Disana disebutkan bahwa setan dibelenggu, namun, pada kenyataannya maksiat itu masih saja ada meskipun di bulan Ramadhan. Mengapa demikian?

Abul ‘Abbas Al-Qurthubi menjelaskan,  setan diikat dari orang yang menjalankan puasa yang memperhatikan syarat dan adab saat berpuasa. Adapun yang tidak menjalankan puasa dengan benar, maka setan tidaklah terbelenggu darinya.

Seandainya pun kita katakan bahwa setan tidak mengganggu orang yang berpuasa, tetap saja maksiat bisa terjadi dengan sebab lain yaitu dorongan hawa nafsu yang selalu mengajak pada kejelekan, adat kebiasaan dan gangguan dari setan manusia.

Bisa juga maksudnya bahwa setan yang diikat adalah umumnya setan dan yang memiliki pasukan sedangkan yang tidak memiliki pasukan tidaklah dibelenggu.

Intinya maksudnya adalah kejelekan itu berkurang di bulan Ramadhan. Ini nyata terjadi dibandingkan dengan bulan lainnya. (Al-Mufhim lima Asykala min Takhlis Kitab Muslim, 3: 136. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 221162)

Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa pada bulan Ramadhan, jiwa lebih condong pada kebaikan dan amalan shalih, yang dengan kebaikan ini sebagai jalan terbukanya pintu surga. Begitu pula kejelekan pun berkurang ketika itu yang akibatnya pintu neraka itu tertutup. Sedangkan setan itu diikat berarti mereka tidaklah mampu melakukan maksiat sebagaimana ketika tidak berpuasa. Namun maksiat masih bisa terjadi karena syahwat. Ketika syahwat itu ditahan, maka setan-setan pun terbelenggu. (Majmu’ah Al-Fatawa, 14: 167).

Karena terbuka lebarnya pintu kebaikan ini, pahala kebaikan akan dilipat gandakan.

Guru-guru dari Abu Bakr bin Maryam rahimahumullah pernah mengatakan, “Jika tiba bulan Ramadhan, bersemangatlah untuk bersedekah. Karena bersedekah di bulan tersebut lebih berlipat pahalanya seperti seseorang sedekah di jalan Allah (fii sabilillah). Pahala bacaaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) lebih afdhol dari seribu bacaan tasbih di bulan lainnya.” (Lihat Lathaif Al-Ma’arif, hal. 270)

Ibrahim An-Nakho’i rahimahullah mengatakan, “Puasa sehari di bulan Ramadhan lebih afdhol dari puasa di seribu hari lainnya. Begitu pula satu bacaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) di bulan Ramadhan lebih afdhol dari seribu bacaan tasbih di hari lainnya. Begitu juga pahala satu raka’at shalat di bulan Ramadhan lebih baik dari seribu raka’at di bulan lainnya.” (Lihat Lathaif Al-Ma’arif, hal. 270)

Begitulah kemuliaan bulan Ramadhan. Semua amal baik yang dikerjakan di dalamnya mendapatkan balasna pahala yang brelipat. Tapi, apa sih amalan tervbaik di bulan Ramadhan itu?

Sebuah hadis menyebut, “(Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)

Jadi, amal terbaik di bulan Ramadhan itu adalah amalan yang terus dilanjukan hingga di luar Ramadhan secara rutin, bukan hanya dikerjakan ketika Ramadhan saja. []

SUMBER: RUMAYSHO

10 Hotel Instagramable di Jogja Buat Libur Lebaran. Dari yang Murah Sampai Mewah Ada!

10 Hotel Instagramable di Jogja Buat Libur Lebaran. Dari yang Murah Sampai Mewah Ada!

10Berita, Jogja merupakan satu daerah yang menjadi tujuan utama para pemudik dari ibukota. Banyak warga yang kini tinggal di Jabodetabek dan sekitarnya punya asal usul dari Jogja. Untuk itu, setiap mudik lebaran, Jogja menjadi sangat macet karena banyaknya orang mudik ke sana.

Selain itu, mudik sambil piknik juga jadi kebiasaan pemudik yang datang ke Jogja. Keterbatasan akomodasi penginapan jadi masalah tersendiri ketika lebaran. Banyak hotel penuh dan harganya naik begitu drastis. Untuk itu, Hipwee Travel bakal bikin rekomendasi hotel buat libur lebaran di Jogja. Kita urutkan dari harga termurah ke harga paling mahal ya.

Hostel baru di Jogja, Trava House menampilkan penginapan murah yang suasana interiornya instagramable banget. Ada beberapa spot foto yang bikin betah menginap di sana, ya selain harganya murah juga

trava house via www.instagram.com

Advertisement

Hostel ini belum ada setahun tapi animonya cukup tinggi. Soalnya selain interiornya kece, udah ada kolam renang dan sarapan juga lho. Cocok sih buat kamu yang pengen nyari kamar dormitory ataupun kamar double dengan harga murah.

trava house via www.instagram.com

Trava House

Alamat : Ngadinegaran MJ 3 no. 45, Mantrijeron, 55143 Yogyakarta, Indonesia

Advertisement

Harga : Mulai Rp 80.000,- sampai Rp 200.000,-

Ostic House sangat direkomendasikan buat kamu para backpacker yang akan liburan ke Jogja pas lebaran nanti. Seperti tinggal di rumah sendiri

ostic house via www.booking.com

Berada tak jauh dari Malioboro, hostel ini terbilang sangat strategis. Buat kamu yang liburan ke Malioboro, Kraton Jogja, Prawirotaman dan sekitarnya cocok banget menginap di sini.

ostic house via www.booking.com

Ostic House

Alamat : JL. Suryodiningratan No. 10 B, Mantrijeron, 44131 Yogyakarta, Indonesia

Harga : Mulai dari Rp 115.000,-

Adhistana Hotel, ketika nuansa klasik tradisional berpadu dengan gaya vintage Instagram. Jadilah hotel yang instagramabledan menyenangkan

adhistana hotel via www.agoda.com

Lobinya saja dihiasi sangkar sangkar burung dan serasa kembali ke zaman dulu (tapi modern). Pokoknya epik deh hotel ini.

lobinya kece via www.agoda.com

Adhistana Hotel

Alamat : Jalan Prawirotaman 2 No 613, Mergangsan, Kota Gede, Yogyakarta

Harga : Mulai dari Rp 342.000,-

Hotel Tjokro Style jadi hotel yang bisa jadi pilihan kamu buat mempercantik feed IG kamu di libur lebaran. Dekorasinya cantik banget

tjokro style via www.agoda.com

Berbagai desain pintu jadul berwarna-warni bisa kamu temui di Tjokro Style ini. Wah kalau hotelnya begini bakal betah deh buat foto-foto pas lebaran ya.

kasurnya epik ya via www.agoda.com

Hotel Tjokro Style

Alamat : Jl. Menteri Supeno No.48, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta

Harga per malam : Rp 350.000,- di hari biasa dan Rp 766.000,- di libur lebaran

Penggemar media sosial Instagram pasti suka sekali dengan hotel Yats Colony. Salah satu hotel paling hits di Jogja!

yats colony via www.booking.com

Keistimewaan hotel ini adalah setiap sudutnya unik dan instagramable. Kamarnya juga oke banget. Makanya tak bosan kamu jeprat jepret semua sisi hotel yang berada di Jalan Patangpuluhan ini.

keren banget nih hotel via www.booking.com

Yats Colony

Alamat : Jalan Patangpuluhan No.23, Wirobrajan, Wirobrajan, 55251 Yogyakarta, Indonesia

Harga : Mulai dari Rp 472.000,-

Artotel adalah hotel yang cukup baru di Jalan Kaliurang, Sleman. Berada tak jauh dari UGM, hotel ini menawarkan kamar-kamar yang unik, punya tema tertentu dan instagramable abis.

artotel via www.booking.com

Artotel sangat cocok buat kamu yang pengen menginap di dekat UGM atau dekat pusat Jalan Kaliurang. Desain kamarnya oke banget, apalagi tata letak kaca, rak, wastafel dan kamar mandinya. Cantik deh.

ruangannya cantik via www.booking.com

ARTOTEL Yogyakarta

Alamat : Jalan Kaliurang No.14 KM 5,6, Catur Tunggal, 55281 Yogyakarta, Indonesia

Harga : Mulai 522 ribuan sampai 1 juta (saat lebaran)

Hotel Indolux menyajikan infinity pool dengan pemandangan gunung Merapi yang spektakuler. Seru sih berenang di sini…

infinity pool via www.booking.com

Keunggulan hotel ini adalah pemandangan dari infinity pool-nya keren banget. Lokasinya juga cukup strategis, hanya ratusan meter dari Monumen Jogja Kembali.

kamar tidurnya via www.booking.com

Hotel Indolux

Alamat : Jl. Palagan Tentara Pelajar, No. 106 Ngaglik, Sleman, 55581 Yogyakarta, Indonesia

Harga : Mulai dari Rp 720.000,-

Buat kamu yang suka hotel ramah lingkungan, Hotel Greenhost Prawirotaman harus kamu cobain sih. Hotel yang terkenal karena film AADC ini punya banyak tanaman hijau yang menyegarkan

greenhost prawirotaman via www.booking.com

Greenhost terletak di Jalan Prawirotaman, yang memang jadi pusat turis yang berkunjung ke Jogja. Dekorasi kamar yang cantik, nuansa hijau yang menyegarkan serta lokasinya yang strategis bikin Greenhost jadi salah satu hotel paling direkomendasikan di kota Gudeg.

nuansa hijaunya terasa via www.booking.com

Greenhost Hotel

Alamat : Jalan Prawirotaman 2 no 629, Brontokusuman, Mergangsan, 55153 Yogyakarta, Indonesia

Harga : Mulai dari 600 ribuan di hari biasa sampai 1 juta (harga lebaran)

Queen of The South Resort, sebuah hotel mewah yang berada tepat di pinggir pantai Parangtritis. Pemandangan di kolam renang infinity-nya bikin betah dan enggan pulang

queen of the south via xplore.co.id

Parangtritis selalu jadi tujuan para pemudik ketika libur lebaran. Biar liburanmu tenang, mending nginap di resortnya aja yang lebih eksklusif. Kolam renangnya keren banget lho.

parangtritis via www.agoda.com

Queen of The South Resort

Alamat : Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta

Harga : Mulai dari 500 ribu per malam

Berada di jarak 200 meter dari Tugu Jogja, Hotel Swiss Bellhotel ini menawarkan kesan mewah dan lokasi super strategis di Jogja

swiss belhotel via www.booking.com

Hotel yang tampak mewah ini menampilkan sudut-sudutnya yang tampak glamour dan elegan. Kolam renang di rooftop juga menarik buat pengunjung.

elegan

Swiss Belhotel

Alamat : Jl. Jend. Sudirman No. 69, Gondokusuman, 55223 Yogyakarta, Indonesia

Harga per malam : Mulai dari 1 juta rupiah

Jelang lebaran, jangan lupa booking dulu ya hotelnya mumpung belum kehabisan. Sesuaikan kantongmu aja ya buat hotelnya, ‘kan ada yang seratus ribuan sampai sejutaan tuh. Selamat liburan ke Jogja ya!

Sumber : Hipwee

Paus: "Samakan Islam dengan terorisme adalah kebodohan"

Paus: "Samakan Islam dengan terorisme adalah kebodohan"

10Berita, MILAN – Paus Francis mengatakan saat melakukan wawancara dengan koran lokal Italia bahwa menyamakan Islam dengan terorisme adalah “kebodohan”, lansir ANSA pada Kamis (24/5/2018).

“Tuduhan itu mungkin keluar dari mulut banyak orang, tetapi persamaan ini bohong dan itu adalah kebodohan,” kata paus ke-266 Vatikan ini dalam wawancara yang diterbitkan oleh L’Eco di Bergamo Kamis (24/5).

“Peran (agama) yang paling penting adalah mempromosikan budaya pencegahan, bersama-sama dalam mempromosikan pendidikan yang benar untuk perilaku yang bertanggung jawab,” tambahnya. (Althaf/)

Sumber :arrahmah.com

BABAK BELUR DEMOKRASI REZIM JOKOWI

BABAK BELUR DEMOKRASI REZIM JOKOWI

10Berita, Angka pertumbuhan penggunaan Elpiji 3 kg (subsidi untuk rakyat miskin) meningkat signifikan daripada jumlah angka pertumbuhan rakyat miskin, namun hal ini tidak ditertibkan oleh pemerintah. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Dahulu, ketika kolonial Belanda masih mencengkeram nusantara, mereka begitu takut dengan kata-kata. Setiap pribumi yang bersuara kritis kepada Belanda, maka akan dituduh pemberontak dan harus dilenyapkan. Bahkan semua pahlawan-pahlawan yang telah kita kenal hari ini, seperti Diponegoro, Jenderal Soedirman, Sultan Hasanuddin, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Pattimura, Imam Bonjol, Sisingamangaraja XII, dan nama-nama pahlawan nasional lainnya, yang hari ini tercatat dan kita kenal sebagai pahlawan, dahulunya mereka juga dikatakan sebagai pemberontak oleh Belanda.

Bahkan tidak hanya dikatakan sebagai pemberontak, tapi mereka juga dikatakan sebagai orang-orang ekstrimis, fundamentalis, dan radikal. Dimana keberadaan mereka saat itu, adalah ancaman bagi pemerintahan Belanda, kemudian Belanda menghasut rakyat untuk membenci dan menjauhi mereka, dan tak jarang yang kemudian mereka ditangkap, dipenjara, dibuang ke pulau-pulau yang baru, dan juga di bunuh. Kemudian setelah berhasil menangkap ataupun membunuh, dengan santai Belanda pun menjelaskan kepada masyarakat pribumi lainnya, bahwa mereka ditangkap ataupun dilenyapkan demi menciptakan perdamaian bagi kehidupan masyarakat.

Orang-orang yang bodoh, tidak memiliki sense of crisis, berakal pendek, bermental budak, dan krisis nasionalisme, praktis mereka akan ngangguk-ngangguk dengan apa yang telah di lakukan oleh Belanda. Kemudian ikut mendukung Belanda dan mencaci maki orang-orang yang tidak setuju dengan Belanda. Bahkan tidak sedikit, orang-orang seperti mereka ini yang pada akhirnya menjadi ancaman paling berbahaya bagi pergerakan kelompok-kelompok pejuang. Sebab tak jarang, orang-orang seperti mereka lah yang kemudian menjadi mata dan tangan Belanda. Mereka melaporkan keberadaan markas para pejuang, dan tak jarang pula ikut menggempur markas para pejuang bersama tentara-tentara Belanda.

Kemudian setelah hilang masa penguasaan Belanda, karena telah diusir oleh para pahlawan dan pejuang-pejuang kita. Datanglah masa orde lama, yang dipimpin oleh bapak proklamator kita, yakni Soekarno. Di masa ini, walaupun dipimpin oleh orang yang notabene ikut membidani bahkan salah satu pelaku utama dalam tercapainya kemerdekaan Indonesia, namun di penghujung usia kekuasaannya, Soekarno justru menodai jejak perjuangannya sendiri.

Beliau menginisiasi kemudian memproklamirkan dirinya sebagai presiden seumur hidup. Kemudian beliau juga menangkap serta memenjarakan tokoh-tokoh yang kritis terhadap pemerintahannya, bahkan beberapa nama dipenjara begitu saja tanpa melalui proses peradilan. Seperti Sutan Syahrir, Mochtar Lubis, Buya Hamka, dan Pramoedya Ananta Toer. Mereka ini adalah orang-orang yang semasa hidupnya, terkenal sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan Soekarno semasa jadi presiden.

Walaupun secara konsep demokrasi, mengkritik kebijakan pemerintah itu sah-sah saja dan sangat dipahami oleh Soekarno, sebab beliau juga pernah menjadi pejuang demokrasi, khususnya saat memperjuangkan Indonesia merdeka, namun ternyata pada penghujung kekuasaannya, nafsu untuk kekal berkuasa telah menutup kesadaran Bung Karno, hingga akhirnya melahirkan kebijakan-kebijakan yang cenderung totaliter dan menimbulkan banyak protes di kalangan masyarakat, khususnya aktivis dan kelompok intelektual.

Fakta itulah yang kemudian menodai kepemimpinan Bung Karno. Namun walaupun begitu, orang-orang yang pernah dipenjara oleh Bung Karno tersebut, mereka memaafkan Bung Karno. Dan kita semua juga memaafkan Bung Karno. Tersebab jasanya demikian besar terhadap terbentuknya NKRI. Dan itu juga fakta yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.

Berakhir masa orde lama, datanglah masa orde baru. Soeharto memimpin, nyaris 32 tahun lamanya. Kekuasaan yang sangat lama itu, telah menginspirasinya untuk melakukan banyak pembangunan, baik itu pembangunan dalam bentuk fisik infrastruktur, maupun pembangunan SDM. Hingga beliau pun kadang disebut sebagai bapak pembangunan. Namun akibat waktu yang terlalu lama berkuasa tersebut, Soeharto pun tak luput dari nafsu untuk bisa kekal berkuasa, cenderung menumpuk harta, dan totaliter.

Orang-orang yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan Soeharto, cenderung ditekan, ditangkap dan dipenjara. Media-media yang kritis terhadap pemerintahannya, dibredel dan pemrednya ditangkap. Aktivis-aktivis yang kritis, juga ditangkap. Bahkan mubaligh-mubaligh yang ceramahnya ataupun khutbahnya menyinggung pemerintah, maka dia juga ditangkap kemudian dipenjara. Tidak semua memang, tapi jumlahnya cukup banyak.

Sebab orang-orang kritis yang ditangkap tersebut serta media-media yang di bredel itu, juga sekalian dijadikan sebagai model atau ancaman terbuka dari rezim Soeharto, untuk menakuti rakyatnya agar tidak kritis terhadap pemerintah. Sehingga praktis, banyak orang yang saat itu takut untuk bersuara, tidak berani mengkritisi pemerintah. Jangankan secara terbuka, terkadang dalam kamar-kamar di rumah mereka pun, antara suami istri, mereka juga takut untuk membicarakan kekacauan kebijakan rezim Soeharto. Sebab mereka takut intel mendengar percakapan mereka, kemudian mereka ditangkap dan dipenjara.

Semua noda pada rezim Soeharto tersebut, kemudian terakumulasi dalam benak rakyat Indonesia, hingga akhirnya pecahlah peristiwa 98, yakni Reformasi. Sebab orang-orang sudah tidak kuat lagi dengan gaya totaliter Soeharto. Orang sudah tidak kuat lagi menyaksikan konglomerasi keluarga Soeharto dan kroni-kroninya, dan sudah tidak mau lagi dibungkam, sudah tidak mau lagi dibatasi kata-katanya untuk mengkritik pemerintah. Maka pecahlah demonstrasi besar, mahasiswa dan rakyat sepakat menduduki gedung DPR, menuntut reformasi kepemimpinan nasional. Peristiwa ini kemudian kita kenal dengan Reformasi 98. Karena terjadi di bulan Mei 1998, dan tanggal 21 Mei Soeharto mundur. Kemudian tanggal 21 Mei itu kita peringati sebagai hari reformasi.

Setelah Soeharto lengser, datanglah Bachruddin Jusuf Habibie mengisi puncak kepemimpinan nasional. Beliau memiliki beban transisi yang relatif berat, dan kepemimpinan beliau hanya 1 tahun. Dan dalam masa satu tahun itu, situasi demokrasi kita cukup stabil. Kemudian setelah Habibie, datanglah Abdurahman Wahid (Gusdur), masih sama, situasi demokrasi kita masih relatif stabil. Setelah Gusdur, kepemimpinan nasional dipegang oleh Megawati, kemudian diganti oleh Susilo Bambang Yudhoyono hingga 10 tahun lamanya. Dan dalam masa itu, demokrasi kita juga relatif stabil. Tidak terlalu terbuka juga tidak terlalu egaliter memang, namun setidaknya tidak ada penodaan terhadap nilai-nilai demokrasi secara terang-terangan.

Setelah Rezim SBY berakhir, lalu kini muncullah rezim Jokowi. Tokoh satu ini awal kemunculannya banyak mengejutkan publik, diawali dengan cerita keberhasilannya saat memimpin Solo, yang terkesan begitu egaliter dan demokratis. Kemudian dengan modal itu, ia berhasil menduduki jabatan gubernur DKI. Lalu saat menjadi gubernur dia tampak begitu sederhana, masuk gorong-gorong, berpakaian dengan harga yang murah, dan dicitrakan sangat sederhana.

Lalu dengan modal semua itu, dia pun maju sebagai capres pada pemilu 2014 silam. Dan kemunculannya seolah sebagai anti tesis atas elitisme pejabat-pejabat, dan juga dikesankan sebagai kandidat yang tepat untuk menjadi simbol atas kedewasaan dalam berdemokrasi bagi masyarakat Indonesia. Praktis, berkat propagandanya tersebut, jutaan rakyat Indonesia pun terbius. Hingga akhirnya Jokowi pun terpilih sebagai presiden Republik Indonesia.

Namun dalam perjalanannya memimpin Indonesia, ternyata tangan Jokowi panas dan terasa sangat menebarkan energi negatif bagi masyarakat. Sehingga kegaduhan demi kegaduhan sulit dihindari. Bahkan semakin lama terasa semakin mengikis ikatan kebhinekaan kita. Akibat situasi itu, nalar kritis masyarakat pun bangkit. Orang-orang mulai protes terhadap situasi nasional. Kritik demi kritik kepada pemerintah, terus berdatangan. Mahasiswa, cendekiawan, buruh, petani, dan juga para mubalig ramai melancarkan kritik.

Alih-alih mau memperbaiki gaya kebijakan dan gaya kepemimpinannya setelah dikritik, rezim Jokowi justru malah membalas para kritikus dengan penangkapan-penangkapan. Banyak orang-orang yang mengkritik rezim Jokowi, kemudian diganjar dengan penangkapan dan juga dibuatkan berbagai macam peraturan yang tujuannya untuk mengekang kebebasan berpendapat. Rakyat ditakuti dengan berbagai macam Perppu, dan diteror dengan penangkapan terhadap para kritikus. Agar kemudian rakyat tidak lagi berani bersuara mengkritik pemerintah.

Fakta ini pun kemudian sangat tidak sesuai dengan gaya kampanye Jokowi. Sebab pada perjalanannya, rezim Jokowi justru menjelma menjadi rezim yang cenderung anti kritik dan banyak menodai nilai-nilai demokrasi. Apa yang pernah ditentang pada masa penjajahan Belanda, pada penghujung orde lama, dan juga pada masa orde baru, ternyata kini telah dilakukan kembali oleh rezim Jokowi. Seharusnya, semakin kesini demokrasi kita semakin sehat dan dewasa. Namun faktanya ternyata semakin terpuruk. Sungguh ironi sekali.

Jakarta, 24 Mei 2018

Oleh : Setiyono
(Pengkaji Sejarah, Hukum dan Demokrasi)

Sumber :Aktual.com 

Ahli; Menembak Mati Terduga Teroris MELANGGAR HUKUM

Ahli; Menembak Mati Terduga Teroris MELANGGAR HUKUM

10Berita – Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 74 terduga teroris pasca ledakan bom bunuh diri di Mapolres Surabaya dan penyerangan Mapolda Riau pertengahan Mei lalu. Dari 74 terduga teroris yang ditangkap 14 ditembak mati karena melakukan perlawanan.

Ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mudzakir menyebut penembakan mati terhadap terduga teroris oleh aparat penegakan hukum seperti tidak adanya nilai kemanusiaan di negara Pancasila.

“Kalau dibunuh orang lain (terduga teroris), itu dasarnya apa, hukum nya apa, semuanya apa, ini menjadi masalah hukum yang serius, karena apa? Membunuh orang di negara pancasila seolah-olah ga ada harganya (oleh aparat). Nilai kemanusiaan seperti engga ada,” katanya saat dilansir Fin.co.id, Rabu (23/5).

Jika dilihat dengan aturan hukum Indonesia, Kata Mudzakir, aparat penegak hukum yang menembak mati orang yang dikatakan baru berstatus terduga teroris, sangat melanggar hukum.

“Jelas positif sudah melanggar, padahal kalau operasi opersi itu bersifat sicret, perlawanan seperti apa, klo cuma perlawanan fisik kenapa harus dimatikan,  saya kira ini negara harus menjelaskan,” jelasnya.

Mudzakir melanjutkan, yang menjadi permasalahan lain, yakni soal status terduga teroris, kapan orang itu dinyatakan status terduga teroris? Kapan orang itu diduga teroris? Ini tidak ada penjelasnnya dari aparat penegak hukum

Kapan orang dinyatakan teroris, diduga teroris itu kapan dia itu diduga teroris, apakah karana pergi ke timur tengah? Apa gabung ke ISIS atau apa. Kalau gabung disana, terorisme itu ada disana, disini itu diadili bukan dibunuh. Kalau misalnya itu bener bener terbukti. ‎Saya kira harus jelas dalam negara hukum Indonesia,” tegasnya.

Mudzakir juga mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak melimpahkan emosi dalam penindakan terorisme karena RUU Terorisme yang hingga saat ini belum juga disahkan oleh DPR.

“Jangan emosi karena RUUnya engga disahkan, kalau kasus Mako Brimob juga jangan dijadikan alasan untuk balas orang-orang yang tidak melakukan (teror). Kalo orang lain engga melakukan tapi didar dor-dar-dor ini repot juga,” ungkapnya.

“Saya kira semuaya harus dievaluasi, UU menurut saya jangan di sahkan dulu, evaluasi dulu, UU begini aja ada kejadian bgini, apalagi kalau RUU di sahkan yang kewenangannya lebih besar,” sambungnya.

Selain itu, Mudzakir juga mengingatkan agar Kapolri melakukan evaluasi secara besar besaran terhadap jajarannya khususnya terkait penanganan terorisme.

“Kapolri wajib evaluasi, di evaluasi semuanya kenapa ada lima polisi mati di Mako Brimob di pengamaan super ketat katanya. Securitynya dimana,” tutupnya. (fj)

Sumber :Eramuslim 

Lieus Sungkhar; Aparat Tegas ke Penghina Presiden Tapi Tidak ke Penghina Ulama

Lieus Sungkhar; Aparat Tegas ke Penghina Presiden Tapi Tidak ke Penghina Ulama

10Berita – Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma memuji kesigapan aparat kepolisian yang langsung menangkap seorang pemuda etnis Cina penghina Presiden Jokowi dalam waktu tidak sampai 24 jam.

“Salut untuk aparat kepolisian yang sangat sigap bertindak,” kata Lieus dalam keterangannya kepada redaksi Rmol Kamis (24/5).

Belum lama ini viral sebuah video pendek tentang seorang pemuda keturunan Cina bertelanjang dada yang memaki-maki dan menyebut Jokowi sebagai kacungnya dan menantang Kepala Negara untuk menangkapnya dalam waktu 24 jam atau dia akan membunuh Presiden.

Video itu kontan saja mendapat banyak reaksi. Bersyukur polisi langsung bertindak. Tidak membutuhkan waktu lama, aparat kepolisian langsung menciduk pemuda tersebut.

Kesigapan aparat kepolisian itulah yang diapresiasi Lieus. “Kalau saja terhadap semua ujaran kebencian dan perbuatan penghinaan itu polisi bertindak cepat seperti itu, pastilah kejadian seperti ini tidak terus terulang,” kata dia.

Sayangnya, tambah aktivis Tionghoa ini, tidak untuk semua ujaran kebencian dan perbuatan penghinaan itu polisi menindaklanjuti.

“Terhadap laporan saya tentang penghinaan terhadap Habib Rizieq, sampai kini tidak jelas apa tindakan polisi. Padahal laporan itu sudah berbulan-bulan yang lalu saya lakukan,” terang Lieus.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Jadi, tambah Lieus, tindakan kepolisian ini semakin menegaskan memang ada diskriminasi dalam penegakan hukum di negeri ini.

“Polisi akan bertindak cepat kalau korbannya adalah pihak penguasa atau pendukung penguasa. Sebaliknya akan bertindak sangat lamban kalau korbannya bukan dari pihak penguasa atau pendukung penguasa,” ujar Lieus.

Dia mencontohkan, diskriminasi itu dirasakannya sendiri terkait laporannya tentang penghinaan terhadap Habib Rizieq yang tidak juga diproses meskipun sudah berbulan-bulan. Juga laporan masyarakat tentang penghinaan seorang warga China bernama David terhadap Tuan Guru Bajang serta laporan atas penghinaan yang dilakukan Sukmawati terkait kumandang azan.

“Semua laporan itu tak jelas kemana larinya,” kata Lieus.

Namun demikian, lanjut Lieus, apapun motivasi dan alasannya, dia berharap masyarakat menghentikan penyebaran ujaran kebencian ataupun cara-cara penghinaan melalui media sosial ini. “Jangankan kepada kepala negara, terhadap sesama rakyat pun hal itu tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Ditambahkannya, kalau memang kita tidak suka dengan Presiden atau partai yang berkuasa sekarang, maka cara terbaik untuk menunjukkan ketidaksukaan itu adalah jangan pilih lagi presiden dan partai itu pada pemilu dan pilpres 2019 mendatang.

“Tidak boleh dengan cara menyebarkan ujaran kebencian seperti yang dilakukan pemuda Cina tersebut,” demikian Lieus Sungkharisma. ()

Sumber :rmol

Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk

Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk

10Berita, BI Tak Bisa Sendirian Menjaga Rupiah. Begitu judul berita yang dimuat sejumlah media (on line), hari ini (23/5). Bagaimana kita memaknai berita ini? Apakah ini isyarat Bank Indonesia (BI) melempar handuk?

Rupiah dalam beberapa waktu terakhir memang terkulai, tidak berdaya menghadapi keperkasaan dolar Amerika. Kurs tengah BI hari ini menunjukkan angka Rp14.192/US$. Jika dihitung sejak awal tahun, rupiah tercatat melemah sekitar 4,5%.

Publik percaya, kalau pun rupiah tidak terjerembab ke angka Rp15.000/US$ bahkan Rp17.000/US$ itu semata-mata karena BI mati-matian berusaha menjaganya melalui intervensi pasar. Sayangnya sampai sekarang tidak jelas betul, berapa devisa yang telah digerojok ke pasar. Namun bisik-bisik di pasar menyebutkan angkanya sudah menembus US$8 miliar. Wow!

Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, upaya penguatan rupiah tidak bisa melulu mengandalkan intervensi BI. Pemerintah juga kudu harus ikut gotong-royong menopang agar rupiah tidak benar-benar terkapar.

Salah satu usaha yang bisa Pemerintah lakukan adalah dengan mereduksi defisit transaksi berjalan atau current account deficit(CAD). Agus yakin upaya ini dapat menjadi amunisi ampuh bagi penguatan rupiah. Pada titik ini, jelas Pemerintah punya peran amat vital.

Sekadar mengingatkan saja, BI tahun memperkirakan defisit transaksi berjalan bakal bertengger di 2,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Nominalnya di kisaran US$23 miliar, alias sekitar Rp326,4 triliun. Angka ini lebih tinggi kertimbang proyeksi sebelumnya yang berkisar 2,2%-2,3% terhadap PDB.

Kita memang tidak bisa menyimpulkan BI seperti hendak lempar handuk alias menyerah. Tentu saja, ini (nyaris) tidak mungkin terjadi. Tapi, paling tidak, pernyataan Agus itu menjelaskan bahwa BI sudah kerepotan, kalau tidak mau disebut sempoyongan. Itulah sebabnya BI minta Pemerintah ikut cawe-cawe dalam menopang rupiah.

Lampu kuning

Bicara soal defisit transaksi berjalan sebagai elemen penting vitamin penguat rupiah, sebenarnya bukanlah perkara baru. Lebih dari tiga tahun silam ekonom senior Rizal Ramli sudah memberiwarning soal ini. Dalam satu kalimat pendeknya yang terkenal, Menko Ekuin dan Menkeu era Presiden Gus Dur ini menyebut, ekonomi Indonesia sudah lampu kuning!

Hari-hari ini peringatan serupa kembali dia kumandangkan. Mantan anggota panel ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini bukan sekadar mengkhawatirkan terus membumbungnya jumlah utang yang kini nyaris menyentuh Rp5.000 triliun. Tapi dia juga menyoroti sejumlah indikator makro ekonomi kita yang belepotan warna merah.

Sepanjang 2018, angka-angka itu memang bertabur defisit. Sampai April neraca perdagangan (trade balance) tercatat minus US$1,6 miliar. Begitu juga dengan neraca perdagangan jasa dan neraca perdagangan migas kuartal pertama, masing-masing defisit US$1,4 miliar dan USS2,4 miliar.

Bahkan defisit transaksi berjalan sudah berada di US$5,5 miliar. Berikutnya, neraca pendapatan primer dan neraca pembayaran (balance of payment) US7,9 miliar dan US$3,9 miliar.

"Lha wong semuanya defisit, kok Menkeu masih saja ngotot bilang mengelola APBN dengan prudent. Apanya yang prudent? Kalau benar-benar prudent, tentu angka-angkanya tidak defisit seperti itu. Sayangnya Presiden tidak tahu kalau para pembantunya memberi laporan ABS," tukas Rizal Ramli. ABS yang dia maksudkan adalah Asal Bapak Senang.

Sehubungan dengan itu, tokoh nasional yang dikenal gigih melawan penerapan mazhab ekonomi neolib ala Bank Dunia ini, mengeritik pemerintah yang doyan menyalahkan asing atas memburuknya perekonomian nasional. Para pajabt publik kita selalu menyebut faktor global, terutama Amerika, sebagai biang kerok terkulainya rupiah dan jebloknya kinerja ekspor nonmigas.

Benar-benar celaka

Di sisi lain, tentu saja, Rizal Ramli tidak menampik bahwa faktor global dan regional punya peran penting. Tapi, ibarat tubuh, jika kondisinya kuat dan sehat, walau duduk di ruangan bersama banyak orang yang kena flu, tentu kita tidak kena dampak. Ga ngefek, kata anak muda zaman now.

Sebaliknya, jika tidak sehat, kondisi fisik memang lemah, ada orang lewat dan bersin saja, langsung bisa tertular. Jadi, kalau Pemerintah, khususnya para pejabat yang bertanggungjawab di bidang ekonomi, bekerja dengan benar tentu stamina Indonesia akan sehat dan kuat. Hal itu ditandai dengan birunya angka-angka sejumlah indicator makro tadi.

Sayangnya, alih-alih bekerja cerdas dan bekerja keras, para menteri tersebut malah sibuk berkelit. Berbagai alasan dan dalih mereka sorongkan untuk menutupi kelemahan dan ketidakmampuan.

Mereka juga tidak segan menyodorkan data dan angka yang sering tidak relevan untuk membodohi publik. Koor yang teramat sering dinyanyikan, di antaranya menisbatkan menggunungnya utang dengan PDB. Padahal, para ekonom waras dan bernurani sudah lama mengritik rasio utang dengan PDB yang disebut sebagai sesat dan menyesatkan.

Tapi sudahlah, memang begitu karakter mazhab ekonomi neolib. Dan, celakanya para menteri ekonomi Kabinet Kerja dijejali para penganut sekaligus pejuang neolib yang gigih. Padahal, jauh-jauh hari Soekarno sudah memperingatkan bangsa ini, bahwa neolib adalah pintu gerbang neokolonialisme dan neoimperialisme. Lebih celaka lagi, Presiden Jokowi makin ke sini tampaknya makin nyaman dengan para menteri tersebut.

Celaka, benar-benar celaka! (*)

Jakarta, 23 Mei 2018

________________

Oleh: Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sumber : Konfrontasi 

Polisi Sudah Bikin Mahasiswa Marah, Memancing Gelombang Unjukrasa Lebih Besar

Polisi Sudah Bikin Mahasiswa Marah, Memancing Gelombang Unjukrasa Lebih Besar

Mahasiswa menggelar aksi unjukrasa menuntut Jokowi mundur

10Berita , JAKARTA – Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Viva Yoga Mauladi menyesalkan tindakan represif aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terhadap aksi mahasiswa HMI MPO saat memperingati 20 Tahun Reformasi di depan Istana Negara beberapa waktu yang lalu.

Menurut dia, menghadapi para pengunjuk rasa dengan menggunakan cara-cara represif merupakan sebuah tindakan yang sangat keliru.

“Itu sangat tidak bijaksana,” ujarnya di sela diskusi yang diselenggarakan Indonesian Democracy Monitor (InDEMO) bertajuk ‘Partai Politik dan Pilkada Serentak, Meningkatkan Kualitas Demokrasi Melalui Politik Elektoral’ di kawasan Jalan Lautze Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/5).

Tugas aparat kepolisian sambung Viva adalah memberikan pengayoman kepada masyarakat. Karenanya, jikapun ada aspirasi pendemo yang berbeda dengan pandangan pemerintah, polisi harus tetap melindungi, bukan malah menghajar habis-habisan.

“Kan tidak boleh dalam era demokrasi melakukan tindakan represif seperti sekarang ini. Jadi kami minta polisi jangan represif,” kata Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Kalaupun ada tindakan mahasiswa yang sedikit nakal, lanjutnya, sudah seyogyanya aparat memberikan toleransi. Sebab jika tidak, Anggota DPR RI ini khawatir tindakan represif justru memantik aksi unjuk rasa yang lebih besar.

Jangan kemudian melakukan tindakan represif sehingga mengundang tindakan dan gelombang aksi yang berskala luas nasional.

“Jangan sampai seperti itu. Yang kita inginkan adalah proses demokrasi sebagai hak politik yang harus dilindungi. Dan jika itu tidak dilindungi maka akan menyebabkan kebatinan bangsa ini bisa menjadi mampet dan itu sangat berbahaya bagi proses demokrasi bangsa ini,” pungkasnya.

Sumber : POJOKSATU.id

Jenderal Sampah Penentang Dua Presiden

Jenderal Sampah Penentang Dua Presiden

10Berita, Pagi di 17 Oktober 1952, Mayor Kemal Idris memerintahkan pasukannya mengarahkan moncong meriam ke istana negara. Bukan itu saja. Beberapa tank dan panser juga berada pada posisi yang sama. Tuntutannya adalah mendesak presiden membubarkan parlemen.

Referensi pihak ketiga

Siangnya, sejumlah perwira tinggi militer seperti Kolonel AH Nasoetion, Kolonel TB Simatupang, Letnan Kolonel Siswondo Parman, dan beberapa perwira lain hadir di Istana. Mereka juga menuntut hal yang sama. Bung Karno menjelaskan posisinya untuk tidak menjadi diktator karena membubarkan parlemen. Akhirnya pertemuan berakhir. Pasukan Kemal Idris ditarik mundur.

Referensi pihak ketiga

Akibat dari kejadian itu, Kolonel AH Nasoetion kehilangan jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, walau kemudian kembali pada jabatan itu tahun 1955. Kemal Idris merasa dibuang, karena kemudian ditugaskan untuk misi perdamaian di Afrika.

Belasan tahun kemudian, sejarah seperti berulang. Brigadir Jenderal Kemal Idris kembali mengerahkan pasukannya ke istana negara. Kali ini, hasilnya adalah Surat perintah Sebelas Maret (Super Semar) 1966 yang legendaris itu. Saat itu, dia menjadi Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Panglimanya adalah Jenderal Soeharto.

Setelah Jenderal Soeharto resmi dikukuhkan sebagai presiden, 27 Maret 1968, Kemal Idris naik menjadi Panglima Kostrad. Hanya sebentar, dia ditugaskan menjadi Panglima Komando Wilayah Pertahanan (Pangkowilhan) di Makassar. Tahun 1972, dia didubeskan ke Yugoslavia merangkap Yunani.

Referensi pihak ketiga

Dengan setengah hati, dia berangkat ke Yugoslavia. Sepulang dari tugas di negeri Eropa Timur yang kemudian bubar itu, dia pensiun. Dia aktif dalam forum diskusi yang kemudian merilis Petisi 50.

Referensi pihak ketiga

Ia juga mencoba memulai karir baru sebagai pengusaha. Sempat masuk di bidang pariwisata, bisnisnya kemudian justru berkembang di bidang persampahan. Di bawah bendera PT Sarana Organtama Resik (SOR), dia mengurai masalah sampah di DKI Jakarta. Tak sedikit kerabat yang menyebutnya Jenderal Sampah.

Referensi pihak ketiga

Mei 1998, rezim Orde Baru jatuh. 12 tahun kemudian, sang Jenderal Sampah berpulang. Jenazahnya dimakamkan secara militer di Taman Makam Majelis Taklim Raudatus Salihin, Citapen, Bogor. Dia memang menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan nasional Kalibata.

Sumber artikel :

tirto.id/kemal-idris-jenderal-sampah-penentang-presiden-ctyW

tirto.id/para-perwira-angkatan-darat-tuntut-parlemen-dibubarkan-bUWo

Sumber :UC News