OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 03 Juni 2018

Habib Rizieq Minta 4 Partai Deklarasi Dukung Prabowo

Habib Rizieq Minta 4 Partai Deklarasi Dukung Prabowo

10Berita, Jakarta – Kandidat calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto, senior PAN Amien Rais, dan rombongannya menemui Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di Mekah. Dalam pertemuan, Rizieq meminta empat partai mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo.

“Lebih khusus HRS mengharap dan meminta kepada Gerindra dan PAN untuk segera merealisasikan keinginan umat untuk segera Deklarasi terbuka koalisi Gerindra, PAN, PKS, PBB dalam waktu dekat, serta membuka pintu juga kepada partai lain terutama yg berbasis masaa Islam,” kata Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/6/2018).

Novel menjelaskan, rekomendasi Rapat Koordinasi Nasional Persaudaraan Alumni 212 memuat pernyataan Rizieq bahwa semua capres dan cawapres yang direkomendasikan adalah bagus dan layak memimpin Indonesia, termasuk tentu saja Prabowo Subianto yang masuk di dalamnya.

Pertemuan hari ini digelar di kediaman Rizieq, sekitar 15 menit dari Masjidil Haram. Rombongan Prabowo dan Amien Rais menuju kediaman Rizieq menggunakan mobil.

Rombongan yang mengunjungi Rizieq yakni termasuk Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono, Prasetyo, Fuad Bawazier, dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais. Pertemuan berlangsung tepat pukul 14.15 waktu Arab Saudi. Pertemuan diakhiri dengan salat asar berjamaah, Rizieq menjadi imam salat.

(knv/dnu)

Sumber : UC News

Terdakwa Teroris Aman Abdurrahman Sebut Pemerintah Kafir dan Tak Gentar Dihukum Mati

Terdakwa Teroris Aman Abdurrahman Sebut Pemerintah Kafir dan Tak Gentar Dihukum Mati

Aman Abdurrahman

10Berita  - Terdakwa kasus terorisme, Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman dituntut hukuman mati oleh Jaksa.

Menyikapi hal itu, Aman kemudian mengajukan pleidoi Jumat, (25/5).

Dalam menyampaikan pleidoinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut Aman mengkafirkan pemerintah Indonesia.

Namun ia berujar belum menyerukan kepada orang-orang yang satu paham dengannya untuk menyerang aparat berwajib Indonesia.

"Walaupun saya mengkafirkan pemerintah Indonesia dan aparaturnya, akan tetapi sampai detik ini, saya di dalam rekaman kajian atau tulisan yang disebarluaskan, belum melontarkan seruan atau ajakan kepada saudara-saudara kami yang hidup di tengah masyarakat ini, untuk mulai menyerang aparat keamanan," ujar Aman seperti dikutip dari Kompas.com.

Aman juga mengaku belum menyerukan penyerangan tersebut karena pertimbangan dalil-dalil syar'i karena kondisi dan situasi saat ini.

Aman menambahkan berbagai aksi teror dan serangan terhadap aparat keamanan di Indonesia bukanlah karena seruannya namun merupakan aksi indvidu para pelaku sendiri.

"Adapun penyerangan terhadap aparat di sini, maka itu adalah tindakan individu yang kita harus tanyakan kepada pelakunya, siapa yang menyuruhnya," kata Aman.

Tak gentar di hukum mati

Aman Abdurrahman

Aman juga menyatakan dalam pleidoi dirinya tak gentar dijatuhi hukuman mati dan apapun yang akan ia hadapi kedepannya.

"Silakan kalian bulatkan tekad untuk memvonis saya. Mau vonis seumur hidup silakan atau mau eksekusi mati silakan juga," kata Aman saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi.

"Jangan ragu atau berat hati. Tidak ada sedikit pun gentar dan rasa takut dengan hukuman zalim kalian ini di hatiku," tambahnya.

Aman juga tidak memedulikan tuntutan jaksadan vonis hakim nanti yang akan dijatuhkan kepadanya.

"Berapa pun jumlah tahun yang dituntutkan jaksa dan berapa pun vonis yang dijatuhkan oleh hakim, saya hadapi dengan dingin saja," celoteh Aman.

Sebelumnya jaksa menuntut Aman dengan hukuman mati.

Tuntutan ini dilandasi atas berbagai macam bukti yang secara meyakinkan Aman melakukan tindak pidana merencanakan dan atau menggerakkan orang lain melakukan kegiatan terorisme.(*)

Sumber : Grid.ID

Al Qaeda Ingatkan Bin Salman Soal Acara Gulat WWE SmackDown

Al Qaeda Ingatkan Bin Salman Soal Acara Gulat WWE SmackDown

10Berita – Kelompok al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) mengirim peringatan kepada Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) atas upayanya untuk meliberalisasi kerajaan. Kelompok itu secara khusus mengecam proyek bioskop dan acara gulat bebas WWE di Saudi sebagai bagian dari reformasi MbS.

Menurut kelompok yang berbasis di Yaman tersebut, proyek bioskop dan acara gulat bebas World Wrestling Entertainment (WWE) di Saudi rintisan MbS merupakan “proyek penuh dosa”.

“Era baru (Mohammed bin Salman) menggantikan masjid dengan bioskop,” kecam AQAP yang berbasis di Yaman dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Jumat (1/6), yang dikutip The Independent.

Buletin Madad yang menyuarakan propaganda AQAP, ikut melontarkan kecaman terhadap putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud tersebut. Laporan buletin itu telah dianalisis oleh SITE Intelligence Group, kelompok pemantau aktivitas ekstremis di dunia maya. “(Pangeran Mohammed) membuka pintu lebar untuk korupsi dan degradasi moral,” tulis buletin tersebut.

MbS, seperti diketahui, telah diangkat sebagai Putra Mahkota Saudi oleh ayahnya, Raja Salman, setahun yang lalu. Sejak itu Bin Salman telah membuat banyak kejutan untuk masyarakat Saudi, seperti meluncurkan reformasi sosial dan ekonomi sebagai upaya untuk membebaskan kerajaan dari ketergantungannya pada minyak.

Bioskop telah dibuka kembali di Saudi. Larangan mengemudi bagi perempuan juga secara resmi akan dicabut akhir bulan ini. Bahkan, MbS secara terbuka berjanji untuk mengembalikan Saudi sebagai negara Islam moderat.

Acara gulat bebas WWE untuk pertama kalinya digelar di Jeddah bulan April lalu. Acara hiburan dengan penonton pria dan wanita dibebaskan berbaur itu membuat kelompok al-Qaeda marah.

“Tak disangka pegulat (asing) mengekspos privat mereka dan sebagian besar dari mereka adalah tanda salib, di depan penonton pria dan wanita Muslim muda,” tulis Madad.

“Para koruptor tidak berhenti di situ, karena setiap konser musik malam telah diumumkan, serta pertunjukan film dan sirkus,” lanjut laporan media al-Qaeda tersebut.

AQAP saat ini tengah bertempur melawan pasukan Saudi yang merupakan bagian dari koalisi Arab yang beperang di Yaman. Koalisi Arab mengklaim agresi mereka di Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi dan al-Qaeda untuk menolong pemerintah Yaman yang sah di bawah kepemimpinan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi.

Lebih dari 10.000 orang telah tewas dan 8 juta orang lainnya di Yaman di ambang bencana kelaparan sejak konflik Yaman pecah dan muncul agresi Koalisi Arab tahun 2015. (sn)

Sumber :Eramuslim 

Mendekati Final, Jokowi Pilih Tokoh Asal Surabaya Sebagai Calon Wakil Presiden?

Mendekati Final, Jokowi Pilih Tokoh Asal Surabaya Sebagai Calon Wakil Presiden?

10Berita, Sepertinya pilihan partai koalisi pendukung presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk calon wakil presiden di Pilpres 2019 semakin mendekati final.

Dalam acara silaturahmi nasional DPD Golkar se-Indonesia, Partai Golkar yang merupakan pendukung terbesar kedua Jokowi setelah PDIP telah mengajukan calon mereka untuk posisi wakil presiden.

Kandidat Wakil Presiden 2019, sumber: telusur.co.id

Sebagaimana dilansir tribunnews.com (1/6/2018), keinginan Golkar untuk mencalonkan wakil presiden di Pilpres 2019 sepertinya telah mengerucut kepada sosok sang ketua umum Golkar Airlangga Hartarto.

Bahkan tekad untuk memajukan Airlangga sebagai pendamping Jokowi, mendapat dukungan penuh dari DPD I Golkar di seluruh Indonesia.

Airlangga Hartarto, sumber: tribunnews.com

Seperti diberitakan viva.co.id, sosok Airlangga Hartarto dikenal sejak usia muda telah aktif di berbagai organisasi dan terbilang cukup sukses di dunia usaha.

Tokoh yang lahir di Surabaya pada 1 Oktober 1962 ini, semasa mahasiswa pernah diberi kepercayaan menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Airlangga Hartarto merupakan pengusaha yang berhasil dengan memiliki banyak perusahaan, seperti PT. Graha Curah Niaga yang bergerak di bidang agraria (pupuk), PT. Jakarta Prime Crane dan Komisaris PT. Sorini Corporation Tbk.

sumber: pinterpolitik.com

Posisi Airlangga sebagai ketua umum Golkar, menjadikan dirinya sebagai kandidat terkuat sebagai pendamping Jokowi, sekaligus meneruskan tradisi wakil presiden yang sebelumnya dijabat tokoh Golkar Jusuf Kalla.

Namun meskipun hampir mendekati final, namun kepastian Airlangga sebagai pendamping Jokowi tentu kembali berpulang kepada kesepakatan partai-partai pendukung lainnya seperti PDIP, Nasdem, Hanura, PPP dan PKB.

Referensi:

Tribunnews.com/nasional/2018/06/02/golkar-se-indonesia-kerja-keras-agar-jokowi-pilih-airlangga-jadi-cawapres

Telusur.co.id/poll/inilah-bakal-calon-pendamping-jokowi-di-2019/

Viva.co.id/siapa/read/290-airlangga-hartarto

Pinterpolitik.com/prediksi-koalisi-parpol-2019/

Sumber :UC News 

Tak Hanya Sebagai Petunjuk, Al-Qur’an adalah Solusi Permasalahan Umat Manusia

Tak Hanya Sebagai Petunjuk, Al-Qur’an adalah Solusi Permasalahan Umat Manusia

Oleh: Ooy sumini, 
ooy.sumini@gmail.com

10Berita, RAMADHAN sering disebut dengan syahrul-Quran karena pada bulan inilah Al-quran diturunkan. Karena itu setiap tahun, pada bulan Ramadhan, umat Islam memperingati Nuzulul Quran.

Dalam momentum Peringatan Nuzulul Quran pula, tampaknya tetap penting dan relevan untuk melakukan perenungan di seputar al-Quran. Apalagi saat ini, saat kondisi kehidupan umat ini sedang didera oleh aneka problem di berbagai sendi kehidupan mereka dan mereka tengah mencari jalan keluar dari aneka problem itu, tentu perenungan itu makin tampak mendesak dan penting.

Allah SWT telah menjelaskan untuk apa al-Quran diturunkan, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia serta sebagai penjelas mengenai petunjuk itu dan pembeda” (QS al-Baqarah [2]:185).

Imam ath-Thabari di dalam Jaami’ al- Bayaan fi Ta’wil al-Quran menjelaskan: “Hudaa li an-naas” bermakna: sebagai petunjuk untuk untuk manusia ke jalan yang benar dan manhaj yang lurus. “Wabayyinaati” bermakna: yang menjelaskan “petunjuk”, yakni berupa penjelasan yang menunjukkan hudud Allah SWT, kefardhuan-kafardhuan-Nya serta halal dan haram-Nya. Adapun firman Allah “wa al-furqaan” bermakna: pemisah antara kebenaran dan kebatilan.

Al-Quran secara hakiki merupakan petunjuk bagi manusia. Namun, al-Quran tidak serta merta secara riil berperan menjadi petunjuk kecuali jika memang diperhatikan dan dijadikan sebagai panduan, pedoman dan petunjuk.

Itulah saat peringatan-peringatannya diindahkan, pelajaran-pelajarannya diperhatikan, perintah-perintahnya dijalankan, larangan-larangannya dijauhi dan ditinggalkan, ketentuan-ketentuannya diikuti, hukum-hukumnya serta halal haramnya diterapkan dan dijadikan hukum untuk mengatur kehidupan.

Al-Quran yang secara hakiki menjadi penjelasan atas segala sesuatu sekaligus menjadi solusi problem kehidupan akan secara riil menjadi penjelasan dan solusi jika penjelasannya diambil dan solusi-solusinya dijalankan.

Dengan kata lain al-quran akan benar-benar menjadi petunjuk, penjelasan dan solusi jika kita menjalani hidup dengan al-Quran dan mengelola kehidupan sesuai dengan al-Quran.

Saat Allah SWT menjelaskan al-Quran sebagai petunjuk bagi kaum bertakwa dan bagi umat manusia, disitu terkandung perintah agar kita menjadikan al-Quran secara riil sebagai petunjuk.

Allah SWT pun sudah mengutus Rasulullah SAW unttuk menyampaikan al-Quran kepada kita, menjelaskannya segamblang-gamblangnya serta memaparkan bagaimana menjalankan al-Quran itu di tengah kehidupan dan bahkan memberikan contoh praktis pelaksanaanya.

Dengan itu semua, kita yang mengimani Allah SWT yang menurunkan al-Quran, mengimani Rasulullah SAW, yang membawa dan menjelaskan al-Quran serta mengimani al-Quran itu sendiri, tidak selayaknya enggan menjadikan al-Quran sebagai petunjuk di dalam kehidupan kita.

Kandungan dan hukum-hukum di dalam al-Quran itu ada yang ditujukan untuk individu dan bisa dijalankan secara individual. Ada yang ditujukan untuk kelompok atau jamaah, juga ada yang hanya bisa dilaksanakan oleh pemimpin yang memegang kekuasaan negara.

Dengan demikian tampak jelas dan gamblang bahwa upaya menjadikan al-Quan sebagai petunjuk tidak akan sempurna hanya oleh individu dan kelompok atau jamaah saja, tetapi harus melibatkan peran negara. Wallahualam. []

 

Sumber : Islampos

Solidaritas Palestina Disebut Penyebab Terorisme, DPR: Jangan Sampai Kita Kena Kutukan Tuhan

Solidaritas Palestina Disebut Penyebab Terorisme, DPR: Jangan Sampai Kita Kena Kutukan Tuhan

DPR: Bagaimana Aktivitas Kemanusiaan Dikaitkan dengan Penyebab Terorisme

10Berita , Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) beberapa waktu lalu menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris. Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis mengatakan hal tersebut pernyataan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Ini statemen yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bagaimana mungkin aktivitas kemanusiaan dikaitkan dengan penyebab terorisme,” kata Abdul Kharis di Jakarta pada Kamis (31/05/2018).

Abdul Kharis menegaskan solidaritas kepada Palestina sangat erat hubunganna dengan bantuan kemanusiaan. Dia lantas mengingatkan bahwa Indonesia juga pernah mendapatkan banyak bantuan ketika musibah Tsunami melanda Aceh pada 2004.

“Ingat ketika Tsunami Aceh, terlalu banyak negara yang membantu kita. Jangan sampai nanti kita kena kutukan Tuhan karena statemen itu. Tidak baik statemen seperti ini,” ujar Kharis.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkit hutang sejarah Indonesia kepada Palestina, yang termasuk dalam negara yang paling awal mendukung kemerdekaan Indonesia. Dia juga menyatakan keprihatinan atas penjajahan yang masih terjadi di Palestina.

“Kita bisa melihat bagaimana Palestina hingga saat ini masih dibombardir masih belom merdeka. Dulu kita merdeka yang pertama kali mengakui mereka. Sekarang kita nyumbang saja dibilang biang dari teroris,” tuturnya.

Kharis juga menegaskan bahwa dirinya tidak sepakat dengan pendapat BNPT tersebut. Dia melihat dan menilai orang yang menyumbang untuk Palestina murni karena rasa kemanusiaan.

“Ibu-ibu yang nyumbang sampai gelang, cincin dilepas, dikasih ke mereka semua karena melihat penderitaan mereka. Saya kira kurang bijak membuat pernyataan jika aksi solidaritas terhadap Palestina sebagai penyebab terorisme,” pungkasnya.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Hamli baru-baru ini menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris. “Penyebab teroris adalah ideologi, paham yang salah, solidaritas komunal karena melihat saudaranya dizalimi seperti Palestina, Rohingya, Maluku Ambon,” ujarnya dalam diskusi Pemberitaan dan Penyiaran Tentang Terorisme di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (30/05/2018).

Sumber : Kiblat.

Densus 88 Geledah Kampus, Fahri Hamzah: Pak Jokowi Ini Jangan Dibiarkan, Kita Kembali ke Zaman Batu

Densus 88 Geledah Kampus, Fahri Hamzah: Pak Jokowi Ini Jangan Dibiarkan, Kita Kembali ke Zaman Batu


10Berita, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan tanggapan mengenai Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri yang menggeledah gedung gelanggang mahasiswa di Universitas Riau, Pekanbaru, Sabtu 2 Juni 2018.

Melalui akun Twitternya, @FahriHamzah, ia mengatakan jika senjata laras panjang sudah masuk area kampus maka kita telah kembali ke zaman batu.

Bahkan, Fahri juga mengatakan bahwa ini bisa jadi perang dengan mahasiswa.

"Pak @jokowi, INI JANGAN DIBIARKAN, KALAU SENJATA LARAS PANJANG SUDAH MASUK KAMPUS, KITA TELAH KEMBALI KE ZAMAN BATU! Mungkin bapak tidak pernah menjadi aktifis. Maka bapak biarkan kejadian ini. Ini perang dengan mahasiswa," tulis Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak punya kemampuan memahami kompleksitas Indonesia.
Dalam Twitternya mengenai penggeledahan di Universitas Riau ini, Ia juga menambahkan tagar #SaveKampus.

Fahri menganggap ruang publik seperti kampus, parlemen, rumah sakit merupakan tempat yang harus bersih dari senjata laras panjang.

Hal ini dikarenakan tempat-tempat tersebut merupakan tempat orang bicara tanpa ancaman kekerasan fisik.

Lebih lanjut, Fahri Hamzah mengatakan jika kampus dianggap sebagai sarang teroris bersenjata maka berakhirlah Indonesia.

Sumber :Portal Islam 

Sabtu, 02 Juni 2018

Pakar Hukum; Aroma KSP Sudah Berubah Jadi Lembaga Kampanye

Pakar Hukum; Aroma KSP Sudah Berubah Jadi Lembaga Kampanye

10Berita – Pakar hukum tata negara Refly Harun menyoroti lembaga Kantor Staf Presiden (KSP) era pemerintahan Joko Widodo. Ia mengkritik, seharusnya KSP menjadi lembaga yang memberikan masukan setelah kementerian kepada Jokowi.

“Kalau KSP memberikan opini kedua terhadap kebijakan-kebijakan sesungguhnya. Opini pertama dari kementerian, KSP lah yang seharusnya memberikan the second opinion,” ujar Refly dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Jumat, 1 Juni 2018.

Namun, Refly menilai, dalam proses peran, KSP terkesan mengalami perubahan. Bagi dia, KSP bukan lembaga pemberi second opinion lagi kepada Jokowi, tapi sudah menjadi lembaga kampanye.

“Aromanya KSP sudah berubah, bukan the second opinion tapi sudah menjadi lembaga kampanye. Bukan lagi merekrut orang berbasis keilmuan, tapi basis sosiologis,” sebut Refly.

Refly melihat, setiap lembaga yang dibentuk berdasarkan peraturan Presiden atau perpres seharusnya punya peran yang dilihat. Meski berdasarkan perpres bukan UU, lembaga itu sebaiknya tak dibuat untuk mengakomodasi politik.

Hal ini juga termasuk keberadaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Seperti KSP, BPIP juga merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan perpres yang diteken Jokowi.

“Kita harus bicara teori output, input atau outcome. Apakah misalnya hasil selama satu tahun ini? Apa yang disampaikan ke masyarakat? Jadi, jangan sampai kita membuat lembaga hanya untuk mengakomodasi politik saja, tapi tak merasakan manfaat langsung,” jelas Refly. (vv)

Sumber :Eramuslim 

Koalisi Istana Khawatir Prabowo-Amien-PKS Bertemu Habib Rizieq di Makkah

Koalisi Istana Khawatir Prabowo-Amien-PKS Bertemu Habib Rizieq di Makkah

10Berita – Amien Rais, Prabowo Subianto, dan beberapa petinggi PKS bertolak ke Makkah untuk Umroh dan sekaligus bertemu Habib Rizieq, Jum’at (1/6).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade, menganggap kubu Joko Widodo khawatir jika Amien Rais, Prabowo Subianto, dan elite PKS, bersatu lalu bertemu Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Syihab. Pasalnya, kata Andre, elektabilitas Jokowi saat ini, semakin menurun.

“Ada ketakutan dan kepanikan dari kubu Pak Jokowi seandainya tokoh-tokoh bangsa ini seperti Pak Prabowo, dan Pak Amien, atau pimpinan PKS yang ketemu dan bisa bersilaturahim. Tapi kami memaklumi mereka nyinyir. Kenapa mereka nyinyir? Karena mereka panik sekarang, karena pertama, kehidupan masyarakat kan semakin sulit ya, sehingga elektabilitas Pak Jokowi semakin turun,” ujar Andre saat dihubungi kumparan, Sabtu (2/6).

Hal itu sebagai reaksi atas kritik yang dilontarkan Politikus Golkar Ali Mochtar Ngabalin dengan pertemuan ketiganya di Makkah. Ngabalin juga menyayangkan pertemuan itu turut melibatkan tokoh-tokoh Persaudaraan Alumni 212, sehingga sarat akan muatan politik.

Padahal, menurut Andre, ketiga tokoh itu hanya menjalani ibadah umrah di bulan ramadhan. Sehingga, tak seharusnya kubu Jokowi bersikap saling sindir dan menyebut pertemuan ini membicarakan Pilpres.

“Kalau dibilang ini umrah politik ya enggak juga, umrah politik itu mungkin masyarakat masih ingat, namanya yang melakukan umrah politis itu adalah Joko Widodo, melakukan umrah di saat minggu tenang pilpres 2014. Nah, Pak Prabowo umrah dalam rangka bulan suci ramadhan, belum mendaftar di KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai calon presiden, dan pemilu masih setahun lagi. Jadi, poltitisnya di mana?” terang Andre.

Menurut Andre, ketakutan kubu Jokowi semakin menjadi saat Persaudaraan Alumni 212 mengeluarkan daftar rekomendasi capres dan cawapres pilihannya. Prabowo Subianto masuk dalam capres yang diinginkan, sedangkan Jokowi, tidak terdaftar.

“Saya lihat itu ketakutan, dengan rekomendasi dan dukungan umat Islam terhadap Pak Prabowo,” tuturnya.

Amien, berdasarkan informasi yang didapatkan PAN, berangkat bersama putra sulungnya, Hanafi Rais dan staf pribadi. Kabarnya, ia juga ditemani oleh Ustaz Idrus Sambo, politikus PKS Aboe Bakar Alhabsyi serta Ustaz Slamet Maarif selaku Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212.

Di saat bersamaan, Prabowo dan Ketua Umum PKS Sohibul Iman juga akan menjalani ibadah umrah. Nantinya, mereka akan bertemu di Masjidil Haram.

Andre tak mengetahui persis apa saja yang akan dibicarakan jika ketiganya benar-benar bertemu.

Kendati begitu, jika benar bertemu Rizieq pun, semestinya, hal itu bukan menjadi persoalan serius.

“Ya kalau mau umrah ya silakan saja gitu, Kalau mau umrah dan mau ketemu Habib Rizieq, kan enggak ada masalah,” imbuhnya seperti dikutip kumparan. (kmpr)

Sumber : Kumparan

Radar Bogor Digeruduk Massa PDIP, Insan Pers Gelar Aksi Solidaritas

Radar Bogor Digeruduk Massa PDIP, Insan Pers Gelar Aksi Solidaritas


Aksi solidaritas sejumlah jurnalis untuk Koran Radar Bogor di Malporesta Kota Bogor. (Foto: MNM/Salam-Online)

10Berita, BOGOR Sejumlah jurnalis se-Bogor raya menggelar aksi solidaritas di Mapolres Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/6/2018).

Aksi digelar sebagai bentuk solidaritas insan pers untuk Koran Radar Bogor yang kantornya diserang para kader/massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tidak terima dengan pemberitaan koran tersebut.

Ratusan massa kader PDIP menggeruduk Kantor Surat Kabar Radar Bogor, Rabu (30/5) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Seratusan kader itu marah dan tak terima atas pemberitaan terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang disebut mendapatkan gaji seratusan juta rupiah. Halaman utama Surat Kabar Radar Bogor edisi tersebut berjudul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta’.

Pada Jumat (1/6) puluhan massa PDIP kembali menggeruduk Surat Kabar Radar Bogor. Massa menuntut hal sama dengan demo yang dilakukan sebelumnya. Massa kader Banteng mendesak agar Radar Bogormeminta maaf karena telah memuat berita tentang gaji Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri senilai Rp 112 juta.

Sementara dalam aksi solidaritas terhadap Radar Bogor, dari lokasi aksi jurnalis Salam-Online melaporkan, para wartawan diterima langsung oleh Kapolres Kota Bogor Kombes Ulung SJ untuk berdiskusi mengenai masalah penyerangan tersebut, dari mulai kritikan, usulan sampai sikap yang akan diambil ke depannya.

Setidaknya para Jurnais yang terdiri dari berbagai asosiasi wartawan itu memiliki lima pernyataan sikap, yang kemudian ditandatangani dan diterima oleh pihak Polres Kota Bogor.

Lima sikap yang dibacakan langsung oleh koordinator aksi Billi Adhiyaksa tersebut, pertama, menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi dan persekusi terhadap insan pers dan media massa. Kedua, meminta aparatur keamanan (TNI-POLRI) menjamin kinerja insan pers se-Bogor raya sesuai dengan undang-undang pers nomor 40 tahun 1999.

Ketiga, meminta semua kalangan untuk mengedepankan delik pers dalam   menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kinerja insan pers. Keempat, kami sepakat untuk terus menjaga martabat insan pers dengan menyajikan pemberitaan yang objektif, berdasarkan data dan fakta serta mengedepankan unsur keberimbangan. Kelima, mengajak semua kalangan untuk menjaga kondusivitas di Bogor raya.

Kombes Ulung berjanji bahwa kedepan, pihaknya akan melindungi kantor media massa dari amukan kelompok atau oknum yang tidak mengindahkan proses penyelesaian sengketa pers sesuai Undang-Undang.

“Ke depan Insya Allah kita juga melindungi kantor media massa dari amukan kelompok atau oknum yang tidak mengindahkan proses penyelesaian sengketa pers,” tegas Kombes Ulung.

Sementara aksi solidaritas untuk Radar Bogorjuga digelar forum pekerja media di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Namun aksi ini sempat dihentikan polisi.


Aksi Solidaritas dari insan pers untuk Radar Bogor yang diserang massa PDIP pada Rabu (30/5) lalu digelar digelar hari ini, Sabtu (2/6/2018) di depan Mapolresta Kota Bogor. (Foto: MNM/Salam-Online)

“Awalnya kami aksi di Bunderan HI, kira-kira baru berjalan 5 menit kami didatangi petugas polisi yang meminta untuk bubar,” kata Ketua Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jakarta, Adi Briantika di Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (2/6) seperti diberitakan sejumlah media online.

Menurut Adi, alasan polisi membubarkan aksi adalah karena bertepatan dengan bulan puasa dan terdapat Pergub No. 228/2015 tentang Pengendalian Penyampaian Pendapat di Muka Umum di Ruang Terbuka yang melarang Bundaran HI dijadikan tempat orasi.

“Kami diminta pindah ke Taman Pandang atau Patung Kuda, karena menurut polisi tempat itu memang disediakan untuk menyampaikan aspirasi,” ungkap Adi seperti dikutip RMOL.co.

Pihaknya pun tidak melakukan perlawanan dan tidak merasa diintimidasi oleh polisi. Adi dan kawan-kawan memahami tugas polisi tersebut.

“Polisi itu juga mengawal kami saat long march ke Patung Kuda, tapi baru berjalan sekitar 500 meter kami akhirnya membubarkan diri,” ujarnya. (MNM)

Sumber :Salam Online.