OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 09 Juni 2018

PRO ASENG! ,PDIP Persoalkan Keputusan Anies Menyegel Bangunan Tak Berizin Pulau Reklamasi

PRO ASENG! ,PDIP Persoalkan Keputusan Anies Menyegel Bangunan Tak Berizin Pulau Reklamasi

10Berita  Aneh tanpi nyata. Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan menyayangkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyegel bangunan tak berizin di pulau reklamasi.

Pernyataan Pantas Nainggolan tersebut disebabkan, menurutnya, penyegelan bangunan tak berizin pulau reklamasi yang dilakukan Anies masih belum jelas dasar hukumnya. Pantas menyebutkan bahwa penyegelan bangunan tak berizin di pulau reklamasi itu belum ada di dalam RDTR Wilayah DKI Jakarta.

“Penegakan hukum itu menjadi tugas kita semua, yaitu penegakan hukum peraturan daerah yang sudah ada. Nah, khusus untuk Pulau D, E, semuanya belum ada di dalam Rencana Tata Ruang (RDTR) Wilayah DKI Jakarta. Jadi, yang mau saya sampaikan yang ditegakkan hukum apa?” ujar Pantas, dikutip dari Republika, Jumat (8/6).

Selain itu, menurut Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta ini, Raperda Reklamasi belum ditarik dari DPRD. Sebab itu, Pantas menegaskan bahwa selayaknya penerusan raperda yang sudah dibahas di DPRD harus melewati Rapat Paripurna DPRD.

“Logikanya penyampaian raperda itu lewat paripurna,” katanya.

Pantas menyatakan bahwa penyegelan bangunan tak berizin pulau reklamasi yang dilakukan Anies sama sekali tidak ada komunikasi dengan DPRD sebelumnya. Padahal, hal ini juga harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan DPRD.

Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa kewenangan atas pulau reklamasi masih perlu diperjelas. Ia pun ingin kejelasan siapa sebenarnya yang berhak menyegel pulau di utara Jakarta tersebut, pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Selanjutnya, Pantas menyatakan harapannya agar Anies membuat kebijakan yang sesuai dengan dasar hukum yang berlaku, bukan hanya untuk memenuhi janji selama kampanye.

“Jadi, jangan hanya sekadar pemenuhan janji kampanye. Melakukan sesuatu harus ada dasar hukumnya,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Anies Baswedan melepas 500 personel Satpol PP dalam apel di Balai Kota DKI untuk melakukan penyegelan terhadap bangunan tak berizin di pulau reklamasi. Saat itu, Anies memerintahkan agar penyegelan dilakukan sesuai prosedur yang ada. Dia meminta aparat tetap taat terhadap prosedur operasional standar (POS) yang ditetapkan.

“Untuk semua, tunjukkan adab, tunjukkan tata cara yang terhormat. Ini bukan berarti kita kompromi, bukan lemah, justru tunjukkan senyum, wajah boleh ramah, tapi ketegasan tidak bisa dikompromikan,” pesan Anies dalam apel.

Anies menyatakan bahwa langkah penyegelan ini adalah untuk memastikan bahwa Jakarta harus tertib dan teratur. Semua lapisan masyarakat harus mengikuti aturan yang ada. Anies menegaskan bahwa Pemprov DKI akan menindak semua tanpa kecuali bagi yang melanggar aturan.

Jumlah bangunan tak berizin di pulau reklamasi yang disegel mencapai 932 bangunan, terdiri atas 409 rumah tinggal, 212 rumah kantor (rukan), serta 311 unit rumah tinggal dan rukan yang belum jadi. Anies mengingatkan, hukum bukan hanya tegak kepada mereka yang kecil dan lemah, melainkan juga kepada mereka yang besar dan kuat.

Setelah resmi menyegel, Anies memerintahkan Satpol PP untuk menjaga kedua pulau buatan itu agar steril dari orang dan aktivitas pembangunan. Anies pun menyatakan bahwa Pemprov DKI akan menuntaskan penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) terkait reklamasi. Perencanaan akan dilakukan terintegrasi di seluruh pesisir utara Jakarta. Penataan tidak dilakukan secara parsial per kawasan.

Sumber : Ngelmu.co

Awas Penggumpalan Darah Dalam Perjalanan Jarak Jauh

Awas Penggumpalan Darah Dalam Perjalanan Jarak Jauh


10Berita – Momen mudik sudah di depan mata. Kita mungkin sudah melakukan persiapan fisik dan mental untuk pulang kampung dan bertemu dengan sanak keluarga, sekalipun harus ditempuh dengan jarak yang jauh.

Mengingat waktu yang dihabiskan di dalam kendaraan ketika mudik sering kali cukup panjang, kamu sebaiknya waspada terhadap kemungkinan terkena trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT).

Risiko terjadinya DVT akan meningkat ketika kita melakukan perjalanan jauh, biasanya lebih dari empat jam, dan kaki tidak bisa bergerak bebas. Akibatnya, terjadi gangguan pada pembuluh darah seperti penggumpalan.

DVT dapat membuat kaki terasa kram dan sangat nyeri, bahkan hingga membiru serta membengkak.

Bukan hanya menimbulkan rasa sakit pada kaki, apabila darah yang menggumpal cukup besar dan akhirnya bergerak menuju ke paru-paru, maka akan menyebabkan penyumbatan vena paru-paru atau disebut juga dengan emboli paru.

DVT bisa dialami oleh siapa saja, namun mereka yang tergolong usia lanjut, hamil, jarang olahraga, pengguna pil KB, obesitas, dan penderita diabetes memiliki risiko yang tinggi.

Tips menghindari risiko trombosis saat mudik

Apabila kamu termasuk orang-orang yang memiliki risiko besar terkena trombosis, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut untuk mencegah terjadinya DVT pada saat mudik.

Kamu yang mudik menggunakan mobil dan kendaraanmu memiliki ruang kaki yang cukup luas, cobalah untuk meluruskan kaki setiap 30 menit sekali. Jika itu tidak bisa, beristirahatlah secara rutin di tempat peristirahatan yang tersedia untuk merenggangkan kaki atau berjalan sebentar.

Untuk pemudik dengan transportasi publik, seperti kereta api, bus, atau pesawat, usahakan untuk berdiri di lorong sesekali dan berjalanlah. Cara ini dapat membantu untuk melancarkan peredaran darah.

Selain itu, ketika kamu sudah sampai di tempat tujuan, jangan langsung duduk atau tidur. Sebaiknya segera lakukan peregangan dan berjalan-jalan terlebih dahulu.

Jangan lupa untuk tetap banyak minum, olahraga teratur, dan makan secukupnya. (kmpr)

Sumber : Kumparan,

GEGER! Anggota Wantimpres Jokowi ke Israel, Palestina dan Umat Islam Kecewa

GEGER! Anggota Wantimpres Jokowi ke Israel, Palestina dan Umat Islam Kecewa


10Berita,  Israel telah mengundang Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga Katib Aam (Sekjen) Suriyah PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara di Israel.

Pengundangnya adalah the Israel Council on Foreign Relations (ICFR), forum independen mempelajari dan membahas isu-isu kebijakan luar negeri, terutama terkait Israel dan bangsa Yahudi. ICFR beroperasi dengan bantuan WJC (World Jewish Congress/Kongres Yahudi Dunia).

Dalam salinan surat undangan diterima Albalad.co, Yahya diminta menyampaikan kuliah umum berjudul Shifting Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation. Acaranya digelar pada Rabu pekan depan (13 Juni 2018) pukul enam waktu setempat di the David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem.


Hingga kabar ini dilansir, mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid itu belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Rupanya, menurut seorang sumber, dia sudah terbang ke negara Zionis itu.

Wartawan Israel, Simon Arann, melalui akun twitternya juga menginformasikan akan datanganya Yahya Cholil Staquf ke Israel.

Dengan bahasa Ibrani, Simon Arann menulis:

למרות שאין יחסים דיפלומטיים ביו ישראל לאינדונזיה,
איש הדת האינדונזי הבכיר,
מזכ"ל פורום אנשי הדת
Kyai Haji Yahya Cholil Staquf,
מוזמן להרצאה במכון דיין בשבוע הבא.

רמז לבאות??...
ברוך הבא לישראל!!

Terjemahan:
[Meskipun tidak ada hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia,
Ulama senior Indonesia,
Sekretaris Jenderal NU
Kyai Haji Yahya Cholil Staquf,
Diundang ke ceramah di Institut Dayan minggu depan.

Selamat datang di Israel !!]

למרות שאין יחסים דיפלומטיים ביו ישראל לאינדונזיה,
איש הדת האינדונזי הבכיר,
מזכ"ל פורום אנשי הדת
Kyai Haji Yahya Cholil Staquf,
מוזמן להרצאה במכון דיין בשבוע הבא.

רמז לבאות??...
ברוך הבא לישראל!! pic.twitter.com/M0HaLMdpDr

— שמעון ארן شمعون آران (@simonarann) 7 Juni 2018

Undangan bagi Yahya itu muncul di tengah kecaman dunia terhadap Israel yang telah membantai ratusan warga Gaza Palestina yang melakukan aksi di perbatasan Gaza. Bahkan Jumat pekan lalu seorang relawan medis Razan An-Najjar tewas ditembak sniper tentara Israel.

Israel memang getol mengundang tokoh dan ulama Indonesia. Negara Bintang Daud ini berharap mereka yang pernah diundang mau menyebarluaskan propaganda Israel tidak sebengis sangkaan kaum muslim di Indonesia.

Pihak Palestina dikabarkan keberatan dengan kunjungan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Yahya C. Staquf, yang juga Sekjen atau Katib Aam Suriyah PB Nahdlatul Ulama, ke Israel.

Sumber tidak resmi Kedubes Palestina di Jakarta, mengatakan, Kementerian Luar Negeri Palestina telah mengirimkan semacam surat protes kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Kehadiran anggota Wantimpres ke Israel dinilai tidak benar. Rakyat Palestina dan Umat Islam merasa kecewa.

Setelah pesta darah umat islam, Israel mengundang semua sekutunya untuk merayakan bersama dan ada Watimpres Jokowi disana.. MIRIS!!

Silahkan nilai sendiri..
Siapa yang radikal??
Siapa yang tidak pancasilais??
Siapa penghianat bangsa? https://t.co/k9bxdoGio1

— Eko Widodo (@ekowBoy) 8 Juni 2018


Sumber :Portal Islam

Fahri Hamzah: Radikal itu Bagus, Semua Pejuang Kemerdekaan RI itu Radikal

Fahri Hamzah: Radikal itu Bagus, Semua Pejuang Kemerdekaan RI itu Radikal


10Berita, Kata "RADIKAL" di era rezim sekarang seperti momok. Bahkan digambarkan seakan lebih mengerikan dibanding 'Utang yang meroket' 'Impor gila-gilaan' 'rupiah yang melorot' 'ekonomi kecil yang kian tercekik'.

Kata 'RADIKAL' yang dicitrakan negatif kemudian ditempelkan dengan Islam: Muslim Radikal, Masjid Radikal, dll.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah melawan penyematan radikal yang negatif.

Radikal itu bagus. Hanya orang radikal yang memegang prinsip dan tak mau kompromi, seperti para pejuang kemerdekaan RI.

"Semua pejuang kemerdekaan kita itu radikal. Mulai dari yang berunding sampai yang mengangkat senjata. Kalau mereka tunduk seperti maunya penjajah dan menjadi biasa-biasa saja mungkin sampai hari ini kita masih kerja rodi atau menjadi buruh romusha," kata Fahri Hamzah di akun twitternya.

"Dalam perjuangan suatu bangsa, kaum radikal biasanya menjadi pelopor yang teguh hati untuk mengantarkan suatu bangsa kepada kemerdekaan. Sementara itu, kelompok kompromis biasanya menjadi pengkhianat yang bergabung dengan penjajah," tegasnya.

DULU... penjajah menjuluki para pejuang yang melawan penjajah di pertempuran Surabaya sebagai "MOSLEM FANATICS".

Kebiasaan penjajah dan antek-anteknya memang gak berubah dari dulu hingga kiamat. Menyematkan label-label untuk mencitrakan negatif.

Semua pejuang kemerdekaan kita itu radikal. Mulai dari yang berunding sampai yang mengangkat senjata. . Kalau mereka tunduk seperti maunya penjajah dan menjadi biasa2 saja mungkin sampai hari ini kita masih kerja rodi atau menjadi buruh romusha. #2019PresidenRadikal

— #2019HayyaAlalFalah (@Fahrihamzah) 7 Juni 2018


Dalam perjuangan Suatu bangsa, kaum radikal biasanya menjadi pelopor yang teguh hati untuk mengantarkan suatu bangsa kepada kemerdekaan. Sementara itu, kelompok kompromis biasanya menjadi pengkhianat yang bergabung dengan penjajah.

— #2019HayyaAlalFalah (@Fahrihamzah) 8 Juni 2018


Heboh Sekali Tahun Ini
Ada Ratusan Masjid Terpapar Radikalisme dan Mau Dibina
Ada Penceramah Dianggap Radikal, Tdk Akan Direkumendasi
Ada Mahasiswa dan Dosen Terpapar Radikalisme, Lalu Seluruh Akun dan HPnya Dicatat.Padahal Semuanya Sdh Tercatat KTP dan KK nya
Radikal Itu Apa?

— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) 9 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

FITNAH Anies-Sandi dengan Bikin Video HOAX Satpol PP Minta THR, Orang Tangerang Ini Akhirnya TERCYDUK dan MINTA MAAF

FITNAH Anies-Sandi dengan Bikin Video HOAX Satpol PP Minta THR, Orang Tangerang Ini Akhirnya TERCYDUK dan MINTA MAAF


10Berita, Sebuah video berisi pengakuan seorang pria tentang pedagang-pedagang di Jakarta Selatan yang dimintai tunjangan hari raya (THR) oleh oknum Satpol PP beredar di media sosial dan grup WhatsApp. Dalam video itu, pria itu meminta agar Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga S Uno melakukan tindakan.

[video]

Dalam video yang berdurasi 40 detik itu, tampak seorang pria berkaus warna hijau memegang secarik kertas di tangan kanannya. Dia juga memegang uang sebesar Rp 10 ribu.

"Ini dari pedagang-pedagang di Jakarta Selatan, tolong Bapak Anies, Bapak Sandi, masak ini Satpol PP minta THR ke pedagang kecil. Kita nyari uang susah. Padahal sudah bayar uang keamanan, kebersihan, setiap hari," kata pria dalam video itu, Jumat (8/6/2018).

Pria itu sesekali menyodorkan secarik kertas ke kamera ponsel yang merekamnya. Terlihat tulisan 'THR Lebaran Pol PP' dan di bawahnya terdapat daftar nama-nama.

"Nih, pedagang kecil masih dimintai THR. Memang dari Pemprov DKI nggak ada dana APBD untuk bayar THR buat Satpol PP? Tolong diurus ya Bapak Anies, Bapak Sandi, gubernur kita DKI Jakarta," lanjutnya.

Tidak diketahui di mana lokasi pengambilan video tersebut. Siapa yang ada di dalam video itu juga tidak diketahui.

"Oke, sekian, terima kasih. Tolong viralkan video ini buat semuanya kalau kalian bela rakyat kecil," katanya mengakhiri rekaman tersebut.

Sontak GEGERLAH JAGAD SOSIAL MEDIA... bahkan media mainstream macam detikcom pun turut memberitakan.

Alhamdulillah.. tak butuh lama, pria dalam video itu bisa terdeteksi dan TERCYDUK.

Dan ENDINGNYA Anda pasti tahu... MINTA MAAF telah bikin HOAX.

Tim Media Gubernur Anies, Naufal Firman Yursak pagi ini, Sabtu (9/6) menshare video permintaan maaf pria yang telah membuat video pengakuan HOAX soal Satpol PP minta THR ke pedagang. 

Ternyata pria yang memakai kaos SLANK ini bukan warga DKI, tapi orang Tangerang Banten.

"Alamat saya di Kreo Larangan Tangerang. Disini saya ingin mengklarifikasi video saya yang kemarin bahwa untuk permintaan THR terhadap pedagang oleh Satpol PP itu TIDAK BENAR. Dan saya ingin MEMINTA MAAF pada Satpol PP dan jajarannya. Serta kepada bapak Anies-Sandi saya minta maaf sebesar-besarnya. Saya siap menerima konsekwensinya."

Berikut video permintaan maafnya..

[Video - suara kecil, pakai headset biar lebih kedengeran]

— Naufal Firman Yursak (@firmanyursak) 9 Juni 2018


Sumber:Portal Islam 

PKS: Penantang Jokowi Adalah Janjinya Sendiri

PKS: Penantang Jokowi Adalah Janjinya Sendiri

10Berita – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan hingga saat ini masih konsisten menawarkan sembilan kader sebagai calon wakil presiden untuk ikut bertarung di Pilpres 2019 ke partai koalisi.

“PKS sampai saat ini konsisten tawarkan capres cawapres 9 orang. Termasuk presiden pks. Mekanisme setelah ada sepakatan kita duduk bareng, salah satu dari sembilan siapa dari sembilan itu yang diterima mitra koalisi,” kata politisi PKS, Pipin Sopian, dalam acara diskusi di Cikini, Jumat (8/6/2018).

Sementara itu, lanjut Pipin penantang petahana Joko Widodo yang sebenarnya adalah janji-janji politisi PDIP Perjuangan tersebut saat momentum Pilpres 2014.

“Penantang Jokowi sebenarnya adalah janjinya sendiri. Dengan ekonomi yg kuat janji 7-8 persen, kurs rupiah semakin naik, terserah menkeu dapat penghargaan tapi harga-harga sembako semakin meningkat, tenaga kerja asing masuk jumlah besar,” tuturnya.

Sopian menambahkan sesuai analisis media internal PKS hanya 30 persen yang menginginkan Jokowi dua priode. Sementara sekitar 50 persen menginginkan ganti presiden 2019.

“Linear dengan hasil survei jika pilpres diselenggarakan saat ini, maka lebih dari 50 persen ingin mengganti Jokowi. Survei internal kami pemilih Jokowi hanya 26 persen. Publik sampai saat ini mencari sosok pengganti Jokowi,” pungkasnya.[]

Sumber :inilah

Masya Allah! Beginilah Reaksi Orang Tua di Alam Kubur Saat Diziarahi atau Didoakan Anaknya

Masya Allah! Beginilah Reaksi Orang Tua di Alam Kubur Saat Diziarahi atau Didoakan Anaknya

 

Pemilik hak cipta: Motivasi nan Bijak

Referensi pihak ketiga

10Berita, Syaikh Muhammad al-Syanqithi berkata: “Semoga Allah mengampuni keluarga kita yang telah meninggal dunia dan kaum Muslimin yang sudah meninggal dunia.

Aku tidak mampu menahan tangis melihat betapa membutuhkannya ahli kubur pada kita. Aku terkesan dan aku ingin semuanya tahu hal ini.”

Utsman bin Sawad, ulama salaf, bercerita tentang ibunya, seorang wanita yang ahli ibadah. Saat ibunya bakal meninggal dunia, ia mengangkat pandangannya ke langit dan berkata:

“Wahai tabunganku, wahai simpananku, wahai Tuhan yang selalu jadi sandaranku alam hidupku dan setelah kematiaku, jangan Engkau abaikan diriku saat mati, jangan biarkan aku kesepian dalam kuburku.” Kemudian ia meninggal dunia.

Aku selalu berziarah ke makamnya setiap hari Jum’at. Aku berdoa untuknya, dan memohonkan ampun baginya dan semua ahli kubur di situ. Pada satu malam aku bermimpi berjumpa dengan ibuku.

Aku berkata : “Wahai ibuku, bagaimana keadanmu?”

Ia menjawab : “Wahai anakku, sesungguhnya keematian itu yaitu kesusahan yang dahsyat. Aku alhamdulillah ada di alam barzakh yang terpuji. Ranjangnya harum, dan bantalnya terdiri dari tenunan kain sutera.”

Aku berkata : “Apakah Ibu ada keperluan kepadaku? ”

Ia menjawab : “Iya, jangan anda tinggalkan ziarah yang anda lakukan pada kami, sungguh aku sangat senang dengan kedatanganmu pada hari Jum’at saat berangkat dari keluargamu. Orang-orang bakal berkata kepadaku: “Ini anakmu telah datang.” Lalu aku merasa senang, dan orang-orang mati yang ada di sekitarku juga senang.”

Basysyar bin Ghalib, ulama salaf juga, berkata: “Aku bermimpi Robiah al-Adawiyah dalam tidurku. Aku memang selalu mendoakannya. Dalam mimpi itu ia berkata kepadaku : “Wahai Basysyar, hadiah-hadiahmu selalu sampai pada kami di atas piring dari cahaya, ditutupi dengan sapu tangan sutera.”

Aku berkata : “Bagaimana hal itu dapat terjadi?”

Ia menjawab : “Begitulah doa orang-orang yang masih hidup. Apabila mereka mendoakan orang-orang yang sudah m4ti dan doa itu dikabulkan, jadi doa itu diletakkan di atas piring dari cahaya dan ditutupi dengan sapu tangan sutera. Lalu hadiah itu diberikan kepada orang mati yang didoakan itu. Lalu dikatakan kepadanya: “Terimalah, ini hadiah si anu kepadamu.”

Seberapa sering kita berziarah ke makam orang tua, keluarga dan guru kita yang sudah meninggal dunia? Seberapa banyak kita mendoakan mereka saat ini? Ziarah kita dan doa kita sangat dibutuhkan oleh mereka.

Sumber: www.panggilandarisurau.co

Bangunan Tanpa IMB di Pulau D Milik Taipan Disegel, Mengapa Hanura Sewot

Bangunan Tanpa IMB di Pulau D Milik Taipan Disegel, Mengapa Hanura Sewot


Anies Baswedan (Ist).

10Berita - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menanggapi dengan santai pernyataan Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah yang menyebut penyegelan Pulau D reklamasi hanya pencitraan dan menuntaskan janji politik.

Menurut Anies, justru langkah yang diambil sudah tepat karena terbukti ada pelanggaran. "Kalau IMB tidak ada dan ada bangunan, terus gimana? Apakah gubernur harus diam saja? Kalau ada bangunan yang dibangun tanpa menggunakan IMB ya harus ditindak, justru menjadi keliru kalau gubernur mendiamkan," kata Anies, Jumat (8/6/2018).

Anies menjelaskan, penyegelan Pulau D Reklamasi Teluk Jakarta sebagai upaya Pemprov dalam melakukan penegakan aturan. "Itulah sebenarnya, malah kita harus lebih fokus karena saya fokusnya penindakan pada penegakkan aturan, ya itulah jawabnya," bebernya.

Anies menambahkan, 934 bangunan di Pulau D akan disegel dulu. Setalah ada badan pelaksana reklamasi sesuai amanat Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta baru kemudian akan disusun rencana untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Mulai dari penentuan zonasi sampai bentuk jalannya.

"Dari rencana itulah kemudian diterjemahakan dalam tata ruang yang nanti akan diperdakan. Nah dari sana baru kemudian kita bicara tentang bangunannya, mana wilayah menjadi zona perkantoran, mana zona perumahan, mana zona hijau, mana zona biru, mana tempat untuk fasilitas sosial, fasilitas umum, jalannya bentuknya bagaimana, lebarnya berapa, itu semua harus ditentukan dulu lewat perda rencana tata ruang zonasi," jelas Anies.

"Nah itu belum ada, karena itu pada sekarang dihentikan dulu, kita akan bereskan itu," sambungnya, seperti dilansir laman Detikcom.

Sebelumnya, Inas Nasrullah menyebut ada lobi-lobi di balik penyegelan pulau tersebut. Anggota DPR RI ini pun kemudian mengungkit janji politik Anies saat kampanye soal penghentian reklamasi. Inas mengatakan semua pulau di teluk reklamasi perlu dihentikan.

"Menurut saya, ini hanya pencitraan karena sebenarnya ada lobi-lobi. Janji politiknya adalah menghentikan reklamasi, maka harus semuanya disegel, bukankah begitu?," ungkap Inas.

Inas mempertanyakan alasan Anies tak menyegel seluruh pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Sebab, dalam kampanyenya, Anies bersama sang wakil, Sandiaga Uno, menolak adanya reklamasi itu. "Gimana dengan pulau-pulau reklamasi yang lain?" tutur Inas.

Sumber :RAKYATKU.COM 

Ali Mocthar Ngabalin, Megawati dan Tuhan: Tinjauan Atas Agama dan Kekuasaan

Ali Mocthar Ngabalin, Megawati dan Tuhan: Tinjauan Atas Agama dan Kekuasaan

"Jokowi adalah wakil Tuhan di muka bumi", demikian kata Ali Mocthar Ngabalin (AMN) yang viral belakangan ini.

10Berita, AMN bukan sembarang dalam ilmu agama. Keahliannya dalam kajian Islam sangat dalam, sebab dia adalah alumni universitas Islam tertua di dunia, Al Azhar, Mesir.

Pemberian gelar terhadap Jokowi "Wakil Allah di muka bumi" tentu menimbulkan kontrovesi. Sebab, gelar ini, jika dikaitkan dengan kepemimpinan politik kekuasaan, tidak banyak orang yang mampu menerima beban gelar tersebut.

Soekarno, pemimpin besar revolusi Indonesia, misalnya, hanya bergelar "Amirul Mukmin", sebuah gelar yang mengaitkan kepemimpinannya dengan orang orang mukmin, alias orang orang beriman, alias masih manusia juga. Suharto, meskipun dalam 10 tahun terakhir kekuasaannya berusaha merangkul ummat Islam, tidak berani menyandang gelar terkait keislaman. Suharto hanya senang dengan gelar "Bapak Pembangunan". Barulah Gus Dur berani dipanggil Wali Allah. Itupun karena Gus Dur dipercaya sebagai pemimpin yang mengetahui agama dengan benar, serta mempunyai silsilah keturunan ulama besar di Indonesia.

Wali Allah ataupun "Kalifatullah fi al-ardh" merujuk pada Quran surah AlBaqarah-30 dan Surah Shad (Qs 38:26) haruslah seperti Nabi dengan kemampuan memutuskan perkara dengan kebenaran (truth) dan keadilan (justice).

Penilaian AMN ini tentu saja mengandung dua hal penting, 1) AMN menunjukkan bahwa klaim Megawati bahwa Jokowi hanyalah petugasnya atau petugas partai PDIP terlalu merendahkan. 2) Jokowi bukanlah sosok sekuler yang menihilkan kebenaran hari akhir (akhirat) seperti Megawati.

Sebagai Wali Allah, Jokowi, menurut AMN bukan lagi mewakili partai atau bahkan manusia, melainkan mewakili Tuhan. Mewakili partai terbatas pada kepentingan partai dan atau Megawati, baik visi maupun kepentingannya. Mewakili Tuhan tentu mewakili kebenaran dan keadilan, "beyond human interest".

Di sini artinya Jokowi lebih mulia dari Megawati, yang mendukungnya menjadi Walikota, Gubernur dan Presiden. Sebagai Wakil Allah, Jokowi tentu percaya akhirat dan surga. Karena konsepsi agama, khususnya Samawi (Islam, dan juga Kristen serta Jahudi) percaya bahwa hidup setelah di dunia ini pasti ada. Sebaliknya, Megawati dalam pidato resminya di HUT PDIP ke - 44, d hadapan petinggi partai, menyatakan bahwa hari akhir belum pasti ada. (Dalam pidatonya Mega mengatakan bahwa hari akhirat itu hanya klaim sepihak para ulama/self fulfilling propechy yang notabene belum pernah ke dunia akhirat itu). Sekali lagi, jika merujuk Megawati - dimana menurut katagori dia AMN juga adalah peramal akhirat- Jokowi tidak mungkin jadi Wali Allah.

Jokowi dan 2019

Sejauh ini Jokowi dipastikan akan menjadi Capres 2019. Diantara pendukungnya adalah Megawati dengan partainya PDIP dan Ali Mocthar Ngabalin dengan partainya Golkar.

Membandingkan Mega vs AMN tentu berlebihan. Bisa juga " misleading" jika kehilangan konteks.

Dalam konteks kekuasaan dan Tuhan, AMN bukanlah sembarang orang, apalagi dalam waktu seperti ini. AMN pernah menjadi "penasihat spritual" SBY ketika mengalahkan Megawati pada 2004, dan juga menjadi advokat utama tim Prabowo-Hatta pada 2014. Hampir empat tahun ini pula AMN tampak dekat dengan LBP (Luhut Panjaitan), atau bahkan sebagai panutannya di Golkar.

Kehadiran AMN secara langsung di media sebagai "orang Jokowi", menunjukkan adanya potensi pergeseran politik Jokowi dalam melihat Islam sebagai pandangan hidup. Atau bisa saja sekedar melihat Islam dan umat Islam sebagai sasaran politik meraup suara untuk sekedar menang pemilu.

Apapun yang dipilih Jokowi, tetap saja mengandung resiko sebuah benturan. Memilih Islam berarti resiko kehilangan suara kaum sekuler.

Mungkin kaum ini tidak berpindah ke Prabowo, misalnya, tapi bisa jadi abstain. Sehingga memperburuk dukungan yang sudah ada. Sebaliknya, jika persepsi umat Islam bahwa ini sekedar langkah taktis mendekati mereka untuk pilpres, maka dukungan umat akhirnya tidak terjadi.

Kesulitan ini akan terlihat dari agenda Jokowi terhadap berbagai isu, seperti sikap Jokowi terhadap kasus Imam Besar Habib Rizieq, kasus-kasus terorisme, persepsi ulama atas politik "belah bambu" Kementerian Agama, dlsb.

Dalam isu terorisme, misalnya, kaum sekuler pendukung Jokowi cenderung memanfaatkan isu ini untuk menekan atau menjelek2an (discourage) kaum Islam, sebaliknya Jokowi bagi umat Islam diharapkan melihat terorisme bukan masalah agama, melainkan kejahatan kemanusian.

Jika itu sebuah kejahatan kemanusian, maka respon Jokowi terhadap kasus terorisme tidak bisa bersikaf reaksioner. Jokowi harus pula memihak secara jelas pada tuduhan "Islam sebagai agama kekerasan" vs "Islam sebagai agama kasih sayang".

Lebih khusus lagi, umpamanya lagi, Jokowi harus memilih pandangan Muhammadiyah atas "kasus Siyono" vs Densus 88. Di mana dalam kasus itu Muhammadiyah, yang didukung Komnas HAM dan Kontras, mengklaim bahwa kematian Siyono terduga teroris Klaten, mengandung pelanggaran HAM, sedang klaim Densus 88 sebaliknya.

Dalam kasus lain, sebagaimana terjadi perundingan Jokowi dengan 11 orang yang mewakili ulama, baru baru ini di Istana Bogor, terkait peningkatan hubungan baik umat Islam dengan rezim Jokowi, belum ada kelanjutan positif terkait sikap Jokowi terhadap kasus Imam Besar Habib Rizieq (HRS). Jokowi malah terkesan membiarkan pertemuan rahasia itu terbuka ke publik.

Sebuah perkara HRS yang tidak dilanjutkan di Polda Jabar, terkait tuduhan Sukmawati, dipercaya publik hanya sebatas "barter politik" atas pelecehan Islam yang dilakukan Sukmawati baru baru ini. Jadi bukan langkah murni Jokowi.

Seperti apakah sikap Jokowi terhadap Islam dan umatnya pada pilpres 2019? Disinilah terjadi perang pengaruh antara Ali Ngabalin vs Megawati.

Penutup

Krisis ekonomi yang melanda negara "emerging markets" seperti "the fragile five" versi Morgan Stanley, di dalamnya Indonesia, membuat klaim-klaim keberhasilan ekonomi akan menjadi sulit ke depan. Politik identitas tentu menjadi pilihan baik sebagai alternatif untuk dimasukin sebagai variabel yang harus dimainkan dalam pilpres ke depan. Untuk politik identitas ini, AMN dengan sorbannya yang berat, akan menjadi andalan Jokowi ke depannya.

Ali adalah orang yang kapabel mengaitkan antara agama, Tuhan dan kekuasaan. Ali bahkan akan mampu menyetir ayat ayat yang melegitimasi Jokowi adalah wakil Allah.

Namun, mengharapkan rakyat berubah dalam waktu yang singkat (serta akan adanya benturan pandangan hidup dikubu Jokowi nantinya) akan merupakan tentangan berat. Rakyat setidaknya sampai saat ini, masih melihat Jokowi bukan pemimpin Islam, apalagi wali Allah.(*)

Sumber :UC News 

Pertanyakan Adzan Kenapa Harus Keras-Keras, Jawaban Muslim Ini Membuat Non Muslim Bungkam

Pertanyakan Adzan Kenapa Harus Keras-Keras, Jawaban Muslim Ini Membuat Non Muslim Bungkam

Referensi pihak ketiga

10Berita, Bagi sebagian non muslim tentu merasa terganggu dengan kumandang adzan yang begitu keras hingga harus menggunakan speaker.

Tak heran jika mereka pun mempertanyakan penggunaan speaker yang dianggap berlebihan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga non muslim yang berada di sekitarnya.

Dalam sebuah grup Whatsapp, seseorang membagikan postingan yang memperlihatkan perbincangan antara muslim dengan non muslim yang sedang berada di suatu bandara.

Keduanya pun tengah memperbincangkan tentang penggunaan speaker untuk mengumandangkan adzan.

Awalnya non muslim tersebut menanyakan mengapa adzan harus dikumandangkan keras-keras menggunakan speaker.

Mendengar hal tersebut muslim yang bukan ahli agama pun mencoba menjawab permasalahan tersebut dengan logika agar mudah dicerna.

“Bro, adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik-bisik”.

Namun non muslim tersebut mempertanyakan hak warga non muslim yang berada di sekitar masjid.

“Tapi kan di orang-orang sekitar tidak semuanya muslim?”.

Mendapatkan pertanyaan tersebut, muslim itu kemudian menganalogikan kondisi tersebut dengan suasana di bandara.

“Benar. Bro, kita sekarang sedang ada di bandara, dengar kan announcement bandara selalu memberikan panggilan boarding? Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat YANG LAIN keras-keras padahal bukan panggilan pesawatmu?”

Tak ingin kalah debat, non muslim itu kemudian menyatakan bahwa teknologi sekarang ini sudah memungkinkan seseorang mengetahui waktu shalat tanpa harus mengumandangkan adzan dengan keras.

Muslim tersebut kemudian menjawab bahwa layaknya penumpang pesawat, mereka pun sudah tahu jadwal penerbangannnya masing-masing sejak pemesanan, memegang tiket dan saat melakukan check in.

Bahkan jadwal keberangkatan sangat jelas tertulis di boarding pass. Meski demikian pihak bandara tetap melakukan panggilan boarding.

Muslim itu lantas menjelaskan bahwa adzan bukan hanya penanda telah masuk waktu shalat, namun benar-benar merupakan panggilan untuk melaksanakan shalat dengan segera.

Sama seperti halnya para penumpang pesawat yang diserukan lewat panggilan boarding agar segera masuk dalam pesawat. Meskipun sebenarnya masih ada waktu untuk naik ke pesawat sebelum pintu pesawat ditutup.

Dengan logika yang mudah dan nyata tersebut, non muslim itu pun tidak dapat berkutik dan tersenyum lebar sembari mengatakan, “Sekarang aku paham.”

Sumber: www.kiblat.net