OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 12 Juni 2018

Inilah Tanggapan PPP, Demokrat, Golkar, PKB, PKS dan Gerindra soal Wacana

Inilah Tanggapan PPP, Demokrat, Golkar, PKB, PKS dan Gerindra soal Wacana Pencapresan Amien Rais

Wacana pencapresan Amien Rais sontak mendapat banyak tanggapan dari para tokoh politik dari lintas parpol.

Amien Rais berpidato di depan peserta unjuk rasa terkait kasus Rohingya. - Youtube

10Berita  - Wacana pencapresan Amien Rais meramaikan panggung demokrasi Indonesia.

Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan serius mengajukan Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais maju menjadi calon presiden 2019.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi kepada Tribunnews.com, Minggu (10/6/2018).

"PAN serius mencalonkan pak Amien Raisrunning for President 2019," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.

Alasannya kata elite PAN ini, Amien memiliki integritas sebagai pemimpin nasional, cinta NKRI dan cinta rakyat Indonesia

Selain juga Amien memiliki konsep dan kapasitas leadership dalam memimpin perjuangan bangsa Indonesia menuju pada cita-cita Nasional sesuai berdirinya Negara Republik Indonesia.

Terakhir Amien masih memiliki fisik kuat dan stamina prima dalam beraktivitas sesuai tuntutan kerja.

"Usia tidak menghalangi dalam menjalankan tugas pokok pekerjaan," jelasnya.

Wacana pencapresan Amien Rais sontak mendapat banyak tanggapan dari para tokoh politik dari lintas parpol.

1. PPP: Coattail effect

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan ada dua kemungkinan mengenai wacana pencapresan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Wacana tersebut bisa saja serius atau hanya untuk menaikan elektabilitas partai.

PPP sendiri kata Arsul menilai wacana pencapresan Amien bukan sesuatu yang serius, melainkan hanya untuk meningkatkan elektabilitas PAN melalui efek ekor jas (coattail effect).

"Tapi buat saya, cenderung melihatnya dalam konteks makna kedua. Yakni Amien Raissedang menerapkan teori "coattail effect" atau "efek ekor jas" seperti yang dijelaskan dalam disiplin ilmu politik bahwa pencalonan tokoh partai pada jabatan presiden atau Wapres akan memberikan dampak elektoral yang positif kepada partainya," ujar Arsul saat dihubungi, Senin, (11/6/2018).

Menurut Arsul, Amien sedang mencoba peruntungan wacana pencapresannya dapat menaikan keterpilihan PAN dalam Pemilu legislatif 2019. Mencoba peruntungan seperti yang didapatkan ‎PDIP yang mengusung Joko Widodo (Jokowi), Gerindra yang mendorong Prabowo Subianto, dan Demokrat saat mengusung Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2009 lalu.

‎"Saya melihat Amien Rais sedang mencoba peruntungan itu, dan mengapa bukan Pak Zul (Zulkifli Hasan), ya karena daya jual Amien paling tidak dilingkungan kelompok Islam tertentu harus diakui lebih tinggi,"katanya.

Menurutnya, coattail efffect melalui pencapresan Amien tidak sebesar dan seefektif pada Jokowi dan Prabowo. Persepsi publik mengenai Amien Rais masih kalah kuat dibanding Jokowi dan Prabowo.

"Bahkan tidak sekuat SBY yang dua kali menjdadi Presiden," pungkasnya.

2. Demokrat: Sulit untuk maju

Sementara itu, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) ‎Ferdinand Hutahaean ‎mengaku menghormati keinginan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais untuk maju sebagai Calon Presiden di Pemilu 2019.

Menurutnya setiap orang memilki hak politik untuk dipilih sebagai Capres.

"Keinginan pak Amien untuk maju sebagai Capres 2019 nanti harus kita sambut sebagai dinamika demokrasi. Beliau berhak, punya hak memilih dan hak dipilih. Artinya itu bagus, semakin ramai capres semakin bagus," katanya, Senin, (11/6/2018).

Hanya saja menurut Ferdinand apabila bernit maju, Amien harus menumpulkan dukungan minimal 20 Persen kursi parlemen atau 25 persen suara sah nasional sehingga dapat ‎maju sebagai Capres.

Amien sendiri menurut Ferdinand belum pernah dibahas partainya sebagai kandidat Capres atau Cawapres.

"Saat ini nama pak Amien belum pernah muncul dalam pembahasan internal (Demokrat). Dan ini kan baru muncul pernyataan beliau. Jadi belum ada sikap partai apakah akan memasukkan nama Amien Rais sebagai salah satu kandidat. Belum, karena belum pernah dibahas‎," katanya.

Ferdinand mengatakan meskipun dalam politik semuanya mungkin, namun majunya Amien Rais di Pilpres 2019 sulit terwujud. Konstelasi pemilihan presiden kini sudah terpolarisasi kepada dua kubu yakni Kubu Joko Widodo ( Jokowi) dan Kubu Prabowo Subianto.

‎"Melihat situasi sekarang agak sulit, tapi kalau bicara mungkin, ya tentu semua mungkin," pungkasnya.

3. Golkar: Semakin banyak calon semakin bagus

Tanggapan juga datang dari paratai berlambang pohon beringin, Golkar.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menyambut baik baik bila Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2019.

Menurut Ace semakin banyak calon presiden semakin baik dalam menentukan pemimpin Indonesia kedepannya.

‎"Kalau Pak Amien Rais mau maju dan menyatakan kesiapannya menjadi Capres tentu bagus. Semakin banyak calon Presiden semakin bagus bagi proses demokrasi di Indonesia," kata Ace, saat dihubungi, Senin, (11/6/2018).

Ace mengaku mendorong mantan Ketua MPR tersebut maju sebagai peserta Pilpres.

Menurutnya ketimbang terus mengkritik pemerintah, lebih baik Amien membuktikan diri layak untuk menjadi Presiden Indonesia.

"Pak Amien Rais memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memimpin RI ini. Daripada teriak-teriak mengkritik Pemerintahan Pak Jokowi lebih baik maju saja sebagai Capres. Berjuang merebut kekuasan Pemerintahan. Kita buktikan mana yang paling dipercaya rakyat," katanya.

Ace mengatakan sah-sah saja Amien ikut mencalonkan diri pada pesta demokrasi masyrakat Indonesia 5 tahunan tersebut.

Hanya saja permasalahannya adalah syarat untuk mengusung calon presiden dan wakil presiden, yakni minimal 20 persen kursi di parlemen atau 25 persen sura sah nasional.

"Namun masalahnya apakah ada koalisi partai politik yang akan mendukungnya dan memenuhi persyaratan untuk mencalonkan beliau? Bukankah masing-masing partai politik sudah memiliki Capresnya sendiri. Misalnya Gerindra sudah ada Pak Prabowo, PKS sudah memiliki 9 calon, PAN setahu saya merekomendasikan Ketua Umumnya, PBB mencalonkan Pak Yusril, dan lain-lain. Belum lagi Habib Rizieq juga pengen nyapres," katanya.

"Kalau Partai Golkar akan selalu konsisten mendukung Pak Jokowi sebagai Capres. Insya Allah Pak Jokowi akan kembali terpilih menjadi Presiden pada periode kedua," pungkas Ace.

4. PKB: Saya pilih Jokowi

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin juga ikut angkat bicara terkait isyarat Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais untuk maju menjadi capres 2019.

Ditemui saat melepas pemudik di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Cak Imin mengatakan dirinya tentu memilih Jokowi ketimbang Amien Rais.

"Saya pilih Jokowi saja. Pak Amien Rais saya gak bisa komen ya. Tapi saya pilih Jokowi dibanding Pak Amien," ungkapnya, Minggu (10/6/2018).

Dirinya pun enggan menebak-nebak peluang Amien Rais yang ingin maju kembali menjadi capres.

Namun, Cak Imin menganalisis nama besar Amien Rais sebagai Ketua Umum Muhammadiyah lebih kuat dibanding Prabowo Subianto.

Selain itu, kata Cak Imin, diperlukan sosok baru selain Prabowo Subianto yang sebelumnya telah kalah dua kali saat maju menjadi capres.

"Jangan-jangan Pak Amien dengan Prabowo kuat Pak Amien. Ya Pak Amien mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Prabowo sudah pernah tanding. Hari ini mungkin butuh yang baru tanding, analisis saja," tutur Cak Imin.

5. PKS: Beri kesempatan yang muda

Menanggapi wacana pencapresan Amien Rais, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, meminta agar para politikus muda diberi kesempatan untuk mengisi pucuk pimpinan nasional sebagai presiden dan wakil presiden.

Hal itu disampaikan Mardani menanggapi masuknya Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, dalam bursa calon presiden PAN.

"Apresiasi niat mengusung Pak Amien," kata Mardani saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/6/2018).

"Usia 74 tahun tentu lebih muda dari usia Mahathir Mohammad yang jadi PM (Perdana Menteri) usia 92 tahun."

"Tapi akan jauh lebih baik jika kita mulai memberikan kesempatan pada yang muda untuk memimpin bangsa," katanya menegaskan.

6. Gerindra: Yakin PAN dukung Prabowo

Tanggapan juga datang dari Partai Gerindra yang selama ini diketahui dekat dengan PAN.

Wakil Sekretaris ‎Jenderal Gerindra Andre Rosiade mengatakan sangat menghormati wacana Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang akan maju dalam Pemilu Presiden 2019.

Menurutnya setiap orang memiliki hak konstitusi untuk memilih atau dipilih sebagai Calon presiden Indonesia.

"Pencalonan pak Amien itu hak konstitusi pak Amien, kami Gerindra menghormati pak Amien dan PAN kalau mencalonkan karena itu hak konstitusi untuk mencalonkan dan dicalonkan," katanya, Senin, (11/6/2018).

Menurutnya, wacana majunya Amien merupakan hal biasa. Ia yakin pada akhirnya nanti, PAN akan mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2019.

Apalagi tambah Andre, komunikasi yang terjalin antara partainya dengan PAN saat ini cukup baik dan berjalan intensif.

"InshaAllah kami masih meyakini pada saatnya PAN akan mendukung pencalonan pak Prabowo tentu setelah yang akan diputuskan dalam Rakernas PAN bulan depan gitu loh," katanya.

Terkait kemungkinan Amien Rais menjadi Cawapres Prabowo menurut Andre prosesnya masih panjang.

Ia mengatakan, mengenai Cawapres harus dibicarakan antara Prabowo dengan pimpinan partai mitra koalisi. Sementara sekarang ini, koalisi partai belum resmi terbentuk.

"Jadi kita bangun koalisi dulu baru bicara siapa cawapresnya," pungkasnya. (*)

Sumber : Tribunnews.com

Hashim : Banyak Jalan Tol yang Diresmikan Jokowi Malah Kosong

Hashim : Banyak Jalan Tol yang Diresmikan Jokowi Malah Kosong

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo saat berbicara dalam seminar Fraksi Partai Gerindra MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018).(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

10Berita -- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, menyebut, pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah di Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

Hal itu disampaikan Hashim saat memberikan kuliah umum dan diskusi kebangsaan di aula Nibaki, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nusantara Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/6/2018) sore.

Menurut Hashim, pembangunan jalan tol, misalnya, tidak bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, karena tarifnya terlampau mahal.

"Presiden kita sering melakukan peresmian jalan tol, tapi banyak jalan tol setelah diresmikan malah kosong. Di Pulau Jawa, banyak yang kosong," ucap Hashim.

"Rakyat tidak mampu membayar tarif tol yang begitu mahal. Coba ditanya kawan-kawan atau keluarga di Pulau Jawa. Sopir truk dan rakyat biasa, tidak mampu membayar jalan tol karena mahal," sambungnya.

Di Medan, Sumatera Utara, lanjut Hashim, ada jalan tol yang baru tiga bulan diresmikan, tapi saat ini kosong, karena untuk jalan sejauh 30 kilometer, warga harus bayar jalan Rp 41.000, sehingga kalau pulang pergi itu harus bayar Rp 82.000.

Tarif itu sebut Hashim tentu sangat mahal. Jika digunakan secara rutin setiap hari, maka sebulan, masyarakat harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2,4 juta.

Hashim mengaku, beberapa waktu lalu pernah bertemu dan mendengar langsung keluhan dari seorang pedagang asal Medan, yang mengeluh soal mahalnya tarif jalan tol.

"Pertanyaannya jalan tol dan jembatan layang ini dibangun untuk siapa? Presiden lupa, kalau pembangunan infrastruktur ini harus untuk rakyat banyak, bukan untuk segelintir manusia saja," imbuhnya.

Hashim pun mengakui, pembangunan ekonomi Indonesia tumbuh cepat, tapi bukan untuk semua warga.

Pemerintah saat ini, kata Hashim, hanya fokus pada infrastruktur saja.

"Infrastruktur itu penting, tapi yang lain juga penting, seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi," tutupnya.

Sumber : TRIBUNNEWSBOGOR.COM

7 Trik Makan Sayur Tanpa Merasa Tersiksa. Meski Nggak Doyan, Setidaknya Mau Mencoba

7 Trik Makan Sayur Tanpa Merasa Tersiksa. Meski Nggak Doyan, Setidaknya Mau Mencoba

10Berita, Hampir semua orang setuju bahwa sayuran adalah makanan yang menyehatkan. Sayangnya, nggak sedikit juga yang kurang atau bahkan sama sekali nggak mau makan sayur dengan alasan ‘nggak doyan’. Sungguh sedih mendengarnya. Padahal sayuran dengan segala macam kandungan supernya punya andil besar untuk bikin tubuh berjalan sesuai fungsinya. Menggantinya dengan suplemen pun nggak cukup mampu memenuhi asupan gizi yang dimiliki sayuran.

Nah, coba deh ubah mindset dan sedikit membuka diri untuk mencoba trik-trik di bawah ini, agar kamu yang nggak doyan sayur bisa tetap bisa makan sayur tanpa tersiksa.

1. Masukkan sayuran ke dalam menu makanan favoritmu. Sedikit-sedikit saja dulu, lama-lama juga terbiasa

masukkan ke makanan favoritmu via www.inspiredtaste.net

Advertisement

Kalau kamu nggak suka makan sayuran dalam bentuk masakan tertentu seperti sayur bayam atau ca kangkung, siasati dengan cara menyertakan sayuran dalam menu makanan favoritmu. Misalnya, kamu suka banget sama spageti. Coba tambahkan irisan sawi, wortel, sawi, buncis, atau sayuran apapun yang kamu masih bisa memakannya. Nggak usah banyak-banyak, mulailah dengan sedikit porsi sayuran dulu. Kalau sudah terbiasa, mulailah untuk menyertakan sayuran ke dalam lauk apa pun dan menambahkan jumlahnya.

2. Kamu suka ngemil? Jadikan sayuran sebagai olahan menu camilan sehari-hari

brokoli goreng tepung via www.foodandwine.com

Makan sayuran dalam bentuk lauk mungkin nggak begitu menggugah seleramu. Terlebih buatmu yang orangnya malas makan berat. Cobalah untuk mulai mencoba memasukkan sayur sebagai menu camilan sehari-hari. Meski pada umumnya kamu lebih menyukai cokelat, cake dan es krim, nggak ada salahnya mencoba camilan yang sudah dicampuri sayuran. Misalnya, makan sandwich atau kebab yang diperbanyak sayurannya, bisa juga mengolah brokoli goreng tepung, atau ngemil keripik bayam. Pastikan camilan dari sayuran ini lebih dulu berada dalam jangkauanmu dibandingkan camilan lainnya, ya!

3. Kombinasikan sayur dengan buah dalam bentuk jus, salad, atau smoothies agar rasanya lebih netral di lidah

mencampurnya dengan buah-buahan via www.thedailymeal.com

Salah satu cara mudah untuk mengonsumsi sayuran adalah mengombinasikannya dengan buah dan mengubah bentuknya menjadi olahan seperti salad, jus, atau smoothies. Mulailah untuk membuat olahanmu sendiri dengan mencampur sayur dan buah favoritmu. Kalau belum terbiasa minum jus yang ditambah sayuran misalnya, cobalah mencampurkan jumlah sayurannya sedikit demi sedikit. Usahakan nggak menggunakan tambahan gula yang berlebihan atau menggantinya dengan madu agar kandungan gizinya maksimal.

4. Mengolah sayuran menjadi makanan yang manis dengan cara memanggang atau membakarnya

dipanggang atau dibakar via centegrahealthyliving.com

Advertisement

Sayuran yang dipanggang menghasilkan rasa manis alami ketimbang dikukus atau dimakan mentah-mentah. Pilihlah yang teksturnya padat dan terasa juicy kalau dipanggang, seperti paprika, terung, tomat, jamur, jagung, zukini dan bawang bombay. Kamu memadukannya engan kentang, ubi dan wortel. Caranya mudah, tusukkan beberapa jenis sayuran seperti sate, bumbui dengan margarin, garam, dan merica lalu panggang di atas bara api hingga berwarna kecokelatan.

5. Beli sayuran organik dengan kualitas yang lebih bagus dan harga yang lebih mahal daripada sayuran biasanya

sayuran organik yang lebih bagus kualitasnya via www.motive8fitness.ca

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Sensory Studies seperti yang dilansir detikFood menunjukkan bahwa manusia punya kecenderungan memersepsikan makanan mahal dengan rasa lebih enak. Nah, cara ini juga bisa diterapkan untuk memicu keinginan makan sayuran. Sebagai awalan, cobalah membeli sayuran organik di supermarket dengan harga yang sedikit lebih mahal daripada sayuran biasa yang dijual di pasar. Bukan nggak mungkin kalau kamu jadi lebih bersemangat menyantapnya lantaran tampilannya yang lebih bersih dan menarik.

6. Kelilingi dirimu dengan makanan sehat agar terbentuk kebiasaan untuk makan sayuran yang juga termasuk sumbernya kesehatan

makanan sehat di mana-mana via www.pinterest.co.uk

Salah satu hasil penelitian dalam jurnal Appetite menyarankan agar orang yang nggak doyan sayur mengelilingi dirinya dengan makanan sehat. Lingkungan berperan besar dalam membentuk pola makan harian. Contohnya, orang Jepang makan ikan mentah bukan berarti karena mereka suka, tapi karena sudah merupakan bagian dari keseharian. Coba deh, perbanyak stok dapur dengan makanan sehat seperti roti gandum atau yoghurt. Dengan cara ini, keinginan makan sayur diharapkan akan meningkat, bahkan jadi kebiasaan.

7. Pastikan kamu benar-benar lapar sebelum makan. Otomatis menu sayuran yang kamu sajikan bakal ludes juga

makan ketika lapar via betterme.guru

Saat nggak lapar, kamu cenderung akan pilih-pilih makanan yang sekiranya cocok di lidah atau sesuai dengan apa yang lagi diinginkan. Sebaliknya, ketika perut sedang benar-benar lapar, kamu akan menyantap apa pun yang ada di depan mata, termasuk semangkuk sayuran. Nah, gunakan cara ini untuk perlahan-lahan makan sayuran. Selalu sediakan olahan sayuran sebagai lauk, lalu makanlah ketika kamu sudah benar-benar lapar.

Selain cara-cara di atas, cobalah mengubah cara berpikirmu untuk lebih menyukai sayuran. Bebagai kandungan gizi yang ada dalam sayuran punya segudang manfaat buat kesehatan sebagai aset masa depanmu. Lupaka masa lalumu. Jika waktu kecil kamu nggak suka brokoli karena pahit, cobalah konsumsi sekarang, bisa jadi kamu menyukainya ketika sudah dewasa. Semoga bermanfaat, ya!

Sumber : Hipwee

Asal-Usul Mudik yang Jadi Tradisi Saat Idul Fitri

Asal-Usul Mudik yang Jadi Tradisi Saat Idul Fitri

10Berita – Mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia kembali ke kampung halaman untuk bertemu sanak saudara dan menjalin silaturahim dengan saudara dan kerabat di kampung halaman. Mudik Lebaran bukan hanya menjadi tradisi di Indonesia, tapi mudik juga dialami oleh negara Asia lainnya seperti Malaysia, Bangladesh dan lain-lain.

Tapi apakah kita tahu sejarah dan asal-usul mudik? Berikut penelusurannya;

Mudik sudah ada sejak kerajaan Majapahit

Banyak yang tidak tau kalau mudik ini diperkirakan sudah ada sejak kerajaan Majapahit. Menurut beberapa pendapat mudik adalah tradisi yang berasal dari para petani Jawa. Dikisahkan pada zaman kerajaan saat itu, orang-orang akan pulang ke kampung halamannya untuk membersihkan makam leluhurnya dan mereka juga sekaligus meminta rezeki dan kesalamatan dari leluhurnya.

Asal kata mudik

Ada dua pendapat tentang asal arti kata mudik. Dalam bahasa Jawa, mudik singkatan dari mulik dilik yang artinya pulang sebentar. Tapi ada juga yang mengatakan jika mudik itu berasal dari kata betawi artinya menuju udik atau menuju kampung.

Istilah mudik sendiri baru berkembang tahun 1970-an. Jadi jika disimpulkan, mudik adalah orang-orang merantau dari kota asalnya ke kota lain dan akan kembali ke kampung halamaan pada saat Lebaran atau hari raya untuk silaturahmi kepada keluarga.

Mudik dengan berbagai transportasi

Biasanya orang berbondong-bondong pulang kampung dengan berbagai transportasi, mulai dari pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bus, dan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, bahkan truk dapat digunakan untuk mudik. Akan banyak cerita selama perjalanan mudik, bagi Anda yang melalui jalur darat harus siap dengan kemacetan.

Karena itu, bagi Anda yang akan mudik juga kesehatan dan istarahat yang cukup. Agar perjalanan Anda menuju kampung halaman lancar tanpa hambatan dan bisa bertemu keluarga. (mdk)

Sumber : merdeka, Eramuslim.com

DAHSYAT!!! PKS Usulkan Pasangan Anies-Aher di Pilpres 2019 ke Gerindra

DAHSYAT!!! PKS Usulkan Pasangan Anies-Aher di Pilpres 2019 ke Gerindra


10Berita,  Gerinda dalam beberapa kesempatan meminta PKS legowo agar memberikan kursi Cawapres untuk Anies Baswedan. Tetapi PKS punya pandangan berbeda terkait usulan Gerindra ini.

PKS menyarankan sebaiknya, Anies dimajukan saja ke kursi Capres. Menurut Direktur Pencapresan Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PKS Suhud Alynudin, sebaiknya pihak Gerindra tidak mendorong Anies untuk menjadi Cawapres.

Perjuangan memenangkan Anies di Pilkada DKI Jakarta melibatkan sumber daya umat yang besar. Perjuangan itu harus dijawab oleh Anies dengan kinerja maksimal. Oleh karena itu sangat disayangkan jika masa jabatan yang masih panjang ditinggalkan di tengah jalan demi mengejar kursi Cawapres.

"Jika tawaran dari Gerindra hanya menjadi wakil presiden tanggung. Jika hanya menjadi Cawapres, Pak Anies lebih dibutuhkan di DKI. Berbeda jika tawaran sebagai Capres menggantikan Pak Prabowo, mungkin PKS pun akan setuju. Karena seorang Presiden bisa melakukan perubahan menyeluruh," ujar Suhud dalam keterangannya kepada kumparan, Senin (11/6).

Suhud menyatakan saatnya memunculkan pemimpin muda untuk Pemilu 2019 mendatang. Ia pun mengusulkan pasangan Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk dimajukan pasangan koalisi Gerindra-PKS.

"Saya kira pasangan Anies-Aher bisa menjadi alternatif," kata Suhud.

Suhud yakin, pasangan Anies-Aher merupakan kombinasi yang kuat, karena perpaduan antara figur populer dengan visi kepemimpinan yang kuat, dan teknokrat berpengalaman memimpin provinsi besar selama dua periode.

"Saya yakin pasangan Anies-Aher akan mendapat dukungan mayoritas rakyat," ujar Suhud.

Menurut Suhud, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi pasangan Capres-Cawaprea yang diusung oleh koalisi PKS-Gerindra. Karenanya masih banyak kemungkinan yang terjadi. Meskipun sudah ada kesepakatan kerjasama dalam sejumlah Pilkada yang akan dilanjutkan dalam menentukan pasangan Capres-Cawapres.

"Dalam politik tidak ada yang pasti," ujar Suhud.

Meskipun sudah ada kesepakatan, namun belum menjamin akan berjalan sesuai harapan masing-masing. PKS tetap berpegang pada keputusan Majelis Syuro untuk mencalonkan kader PKS sebagai Capres atau Cawapres pada Pemilu 2019.

"Di dalam kerjasama yang dibangun antara PKS-Gerindra, masing-masing partai bersifat independen. Jadi kami pun mengantisipasi segala kemungkinan yang  terjadi," tegas Suhud.

Sumber: Kumparan

Senin, 11 Juni 2018

NGAKAK!! Pasca Heboh Spanduk Jalan Tol, Warganet: Hallo Zuhairi dan Mahfud MD, Mudik ke Madura Lewat Mana?

NGAKAK!! Pasca Heboh Spanduk Jalan Tol, Warganet: Hallo Zuhairi dan Mahfud MD, Mudik ke Madura Lewat Mana?


10Berita, Pasca heboh spanduk di jalan tol bertulis "Pendukung #2019GantiPresiden, Anda sedang melewati Jalan Tol Pak Jokowi" dimentahkan oleh fakta bahwa tidak ada satu pun jalan tol yang dibangun secara menyeluruh pada era Jokowi. "Lucu-lucuan" soal hasil kinerja Jokowi meresmikan berbagai ruas pendek jalan tol yang dibangun pihak swasta ini akhirnya dibalas telak oleh warganet.

Pung @Umar_Hasibuan_ Kekmana caranya si Zuhair nyebrang jembatan Suramadu ya? Itukan bukan dibangun jkw

— Don Adam (@adamWH68) June 10, 2018

Halo zuhairi misrawi. Situ pulang ke madura naik pesawat atau naik bis? Klu situ naik pesawat jgn landing di bandara Juanda ya krn bandara juanda yg bangun bkn pak jokowi.Klu naik bis tol suramada yg bangun bkn pak jokowi jg jd situ berenang sj dr jkt ke madura.

— Gus Umar Hasibuan (@Umar_Hasibuan_) June 11, 2018

— Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) June 11, 2018

Ati2 pak. Jgn sampai dimangsa Hiu. 😆😆

— stopper (@THaripriambodo) June 11, 2018

Gpp mungkin bisa mengulang kisah seorang Nabi yang di mangsa Ikan 🐋 🐋🐋😂😂😂

— THY ™ (@TeguhHar__) June 11, 2018

Seperti diketahui sebelumnya, para pendukung Jokowi mengklaim beberapa ruas jalan tol yang akan dilalui oleh para pemudik, termasuk oleh para pendukung gerakan #2019GantiPresiden adalah jalan tol yang dibangun oleh Jokowi. Mereka pun menggelar spanduk untuk mengklaim bahwa jalan tol tersebut prestasi kerja Jokowi.

Sumber : PORTAL ISLAM

Kasus Novel Tak Kunjung Tuntas, Dahnil: Kapan Polisi Angkat Tangan, Pak (Jokowi)?

Kasus Novel Tak Kunjung Tuntas, Dahnil: Kapan Polisi Angkat Tangan, Pak (Jokowi)?


10Berita, Ketum PP Pemuda, Dahnil Anzar Simanjuntak bertanya kepada Joko Widodo soal kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Pertanyaan Dahnil ini salah satunya adalah terkait sejauh mana aparat kepolisian sudah bekerja.

“Kapan polisi angkat tangannya, Pak?” tulis Dahnil, belum lama ini, di akun Twitter pribadi miliknya.

Bulan suci Ramadhan yang hampir usai ini, menurut Dahnil titik terang untuk kasus Novel Baswedan belum juga muncul. Bahkan menurut dia, yang begitu konsen mengawal kasus Novel mengatakan ada kesan dibiarkan untuk tetap tidak temui titik terang.

“Sudah mau Lebaran,teroris dan aktor penyiram air keras terhadap Novel Baswedan belum kunjung jelas, bahkan terkesan dibiarkan gelap gulita. @jokowi.”

Sebagaimana yang diketahui, bahwa kasus Novel ini sudah berjalan satu tahun lebih lamanya. Sejak peristiwa penyiraman air keras itu, dan Novel sudah bolak balik mengobati matanya tetapi aparat kepolisian juga tak kunjung temui pelakunya. 

Bahkan Dahnil, karena melihat lambannya penanganan kasus ini, sempat menyarankan agar Jokowi bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Namun sayang, hal itu tidak direspon baik oleh Jokowi.

Sumber : voa-islam.com

Wakapolri: Tak Ada Masjid Radikal, Itu Tempat Suci Nanti Kualat Kita

Wakapolri: Tak Ada Masjid Radikal, Itu Tempat Suci Nanti Kualat Kita


10Berita, Keberadaan 30 masjid radikal kembali dibantah Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. Bagi Syafruddin, masjid merupakan tempat yang suci yang tidak mungkin bersikap radikal.

"Saya bantah. Bukan masjid. Enggak mungkinlah, bagaimana masjid bisa ngomong. Masjid itu tempat ibadah, nanti kualat kita. Kurang tepat pokoknya saya bantah," kata Syafruddin usai memantau arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (11/6).

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu menilai, tidak tepat memberi lebel radikal kepada masjid. Sebab, masjid merupakan benda mati yang tidak bisa bicara, terlebih menyebarkan paham radikal.

Untuk itu, Syafruddin menegaskan tidak ada masjid radikal seperti yang pernah disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Meski data itu dari BNPT, tetap saja memberi istilah radikal kepada masjid tidak tepat.

"Saya bantah. Karena mesjid tidak bisa bicara seperti orang, ndak mungkin radikal. Masjid enggak bisa bicara enggak masuk logika," ucap dia.

Sumber : opini-bangsa.com, kumparan.com

Alfian Tanjung Dipindah, Kuasa Hukum: Perlakuan Beda dengan Ahok

Alfian Tanjung Dipindah, Kuasa Hukum: Perlakuan Beda dengan Ahok



10Berita, Ustadz Alfian Tanjung dijemput aparat hukum dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok untuk dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin dini hari 11 Juni 2018.

Demikian diungkapkan Kuasa Hukum pakar komunisme, Ketua Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT), Abdullah Al Katiri, SH. Awalnya, Al Katiri mengaku belum mengetahui pasti ke LP mana Alfian akan di tempatkan di Surabaya.

"Kami selaku kuasa hukumnya maupun pihak keluarga sampai saat ini belum menerima pemberitahuan dari Jaksa Penuntut Umum,"ujarnya.

Pada malam setelah dapat informasi dari pihak keluarga, Al Katiri langsung menghubungi pihak JPU Tanjung Perak Surabaya dan menanyakan rencana pemindahan Alfian ke LP Surabaya.

Al Katiri memohon kepada JPU, agar pemindahan di tunda dulu beberapa hari  sampai lebaran, agar pihak keluarga mudah  untuk menemui dan merayakan  lebaran bersama Alfian di Jakarta demi kemanusiaan.

"Dan JPU Tanjung Perak berjanji akan dibicarakan dgn JPU dari Kejati. Namun pagi ini kami dapat info bahwa Ustd Alfian telah dijemput dan dibawa ke Surabaya dini hari tadi," ceritanya.

Pada waktu Al Katiri menanyakan alasan dipindahkan Alfian yang terkesan mendadak dan tergesa-gesa,  dengan alasan Putusan Kasasi MA sudah inkrah sehingga harus dipindahkan ke Surabaya.

"Kami selaku kuasa hukum Ustadz Alfian, bukannya menolak ustadz akan dipindah ke LP Surabaya, tetapi hanya memohon untuk menunda pemindahan Ustadz Alfian beberapa hari sampai lebaran, karena ingin merayakan lebaran dengan keluarganya di Jakarta, seluruh anggota keluarga ustadz tinggal di Jakarta,"tegasnya.

Menurut AL Katiri, Pemindahan Alfian dengan alasan sudah tidak bisa ditàhan di Mako Brimob karena putusan sudah inkrah tidak relevan, karena sampai saat ini kuasa hukum maupun keluarga belum menerima putusan MA tersebut.

Al Katiri membandingkan perlakuan berbeda antara Alfian dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Al Katiri mengatakan Ahok masih ditahan di Mako Brimob, padahal putusannya juga sudah inkrah setahun lalu.

"Apalah artinya menunda beberapa hari untuk Ustadz dapat merayakan hari raya dengan keluargannya di Jakarta, dan kesemuannya itu semata mata  demi kemanusian," tandasnya

Sumber : voa-islam.com

Ini Hadits-Hadits Lailatul Qadar Terjadi pada Malam 27 Ramadhan

Ini Hadits-Hadits Lailatul Qadar Terjadi pada Malam 27 Ramadhan


ilustrasi lailatul qadar

10Berita, Seluruh malam Ramadhan adalah istimewa. Namun ada yang lebih istimewa lagi yakni 10 malam terakhir Ramadhan. 

Dari 10 malam terakhir Ramadhan itu, ada yang lebih istimewa lagi yakni malam-malam ganjilnya. Dan dari malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir ramadhan, ada satu malam yang paling istimewa yakni malam 27 Ramadhan. 

Mengapa 27 Ramadhan merupakan malam paling istimewa? Karena malam inilah yang secara spesifik disebut sebagai tanggal terjadinya lailatul qadar.

Sedikitnya ada tiga hadits shahih yang menyebutkan lailatul qadar terjadi pada malam 27 Ramadhan.

قَالَ أُبَىٌّ وَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ – يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى – وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Ubay (bin Ka’ab) berkata, “Demi Allah yang tiada ilah kecuali Dia. Sesungguhnya ia (lailatul qadar) terjadi di bulan Ramadhan. Dan demi Allah sesungguhnya aku mengetahui malam itu. Ia adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk qiyamullail, yaitu malam ke-27. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang sinarnya tidak menyilaukan.” (HR. Muslim)

قَالَ أُبَىٌّ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِى هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ – وَإِنَّمَا شَكَّ شُعْبَةُ فِى هَذَا الْحَرْفِ – هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

Ubay (bin Ka’ab) berkata tentang lailatul qadar, “Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui bahwa ia (lailatul qadar) adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk qiyamullail, yaitu malam ke-27.” Syu’bah (salah seorang perawi) ragu dengan kata “amarana” atau “amarana bihaa”. (HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى لَيْلَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

“Barangsiapa ingin mencarinya (lailatul qadar), hendaklah ia mencarinya pada malam ke-27”(HR. Ahmad)

Berdasarkan hadits-hadits tersebut, sebagian ulama menyakini bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-27. Namun, jumhur ulama menjelaskan bahwa hadits tersebut hanya menyatakan bahwa lailatul qadar pernah terjadi pada malam ke-27. Adapun pada tahun-tahun lainnya, lailatul qadar tidak bisa dipastikan apakah ia terjadi pada malam ke-21, malam ke-23, malam ke-25, malam ke-27 atau malam ke-29.

Baca juga: Zakat Fitrah

Hal itu sebagaimana penjelasan Imam Nawawi rahimahullah: “Menurut para ulama, lailatul qadar itu berpindah-pindah setiap tahunnya. Kadang di malam ke-27, kadang di malam ke-23, atau bisa jadi di malam ke-21, atau di malam lainnya. Inilah pendapat yang lebih tepat dengan mengkompromikan berbagai dalil yang ada.”

Lepas dari tanggal berapa jatuhnya lailatul qadar tahun ini, mari perbanyak ibadah di malam-malam terakhir Ramadhan ini. Semoga Allah menganugerahi kita lailatul qadar. Allaahumma aamiin. [Muchlisin BK/]

Sumber :Tarbiyah