OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 13 Juni 2018

Geraklan Fatah: Partisipasi Yahya Staquf di AJC Kejahatan terhadap Baitul Maqdis

Geraklan Fatah: Partisipasi Yahya Staquf di AJC Kejahatan terhadap Baitul Maqdis

Gerakan FATAH meminta pemerintah Indonesia pertanggungjawaban pada ‘mereka yang menjual diri mereka pada setan dan ingin menjadi instrumen di tangan Zionis’

pn

Juru bicara Fatah, Osama al-Qawasmi

10Berita  Gerakan Nasional Pembebasan Palestina (Fatah) menganggap partisipasi Katib Aam Suriyyah  (Sekjen) PBNU Yahya C Staquf  dalam Konferensi tahunan Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika) yang dihadiri digelar di Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai bentuk kejahatan terhadap Palestina.

“Partisipasi cendekiawan Muslim Indonesia Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) pada konferensi hubungan Yahudi-Amerika di Yerusalem sebagai kejahatan terhadap Yerusalem (Baitul Maqdis), Palestina, dan Muslim di dunia,” demikian pernyataan yang disampaikan Juru bicara Fatah, Osama al-Qawasmi dalam sebuah pernyataan  sebagaimana dikutip laman palestinow.

Lebih jauh, gerakan yang didirikan tahun 1958  dan melahirkan faksi perlawanan pembebasan Palestina bernama PLO ini menilai, meminta pemerintah Indonesia dan pejabat pro-Palestina dan warga Indonesia untuk meminta pertanggungjawaban ‘mereka yang menjual diri mereka kepada setan dan ingin menjadi instrumen di tangan Zionis dan Israel’ ujarnya dikutip palestinow.


Sebelum ini, Harakah al Muqawammah Islamiyah (Gerakan Perlawanan Islam/HAMAS) juga telah mengecam keras kehadiran  kehadiran Yahya C Staquf selama hari Ahad –  Rabu (10-13 Juni 2018) di Baitul Maqdis yang saat ini sedang diduduki.

“Gerakan Perlawanan Islam Hamas, serta rakyat Palestina, menerima dengan kecaman keras berita bahwa ulama Islam Yahya Chalil Staquf sedang mengunjungi entitas Zionis meskipun tidak ada hubungan resmi antara Indonesia dan entitas Zionis dan dukungan penuh rakyat Indonesia terhadap kunjungan ini.”

“Sementara kami menghargai sikap bersejarah Indonesia dalam mendukung hak dan perjuangan rakyat Palestina untuk kebebasan dan independen, kami menyatakan kecaman kami pada tindakan memalukan ini, yang tidak hanya merupakan sebuah hinaan terhadap rakyat Palestina dan pengorbanan mereka namun juga hinaan terhadap rakyat Indonesia dan sejarah panjang mereka dalam mendukung perkara Palestina,” ujar Hamas dalam pernyataannya yang dikutip di laman resmi Hamas.ps, Senin (11/06/2018).*

Sumber : Hidayatullah.com

Wow, Di Jabar Elektabilitas Prabowo Unggul Dari Jokowi

Wow, Di Jabar Elektabilitas Prabowo Unggul Dari Jokowi

10Berita Elektabilitas Prabowo unggul dari Jokowi di Jawa Barat. Prabowo unggul dari Jokowi tersebut diungkapkan oleh Lembaga Survei dan Poling Indonesia (SPIN).

SPIN merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas bakal calon presiden untuk Pemilihan Presiden 2019. Dari hasil survei yang dilakukannya, SPIN menyatakan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto masih unggul dibanding Joko Widodo di Provinsi Jawa Barat.

Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara menyebut bahwa hasil survei tersebut menyatakan bahwa Prabowo unggul dengan memperoleh 45,3 persen suara, sementara Jokowi 40,9 persen.

“Jika terjadi dejavu Pilpres 2014 di 2019 alias remacth, head to head el classico  antara Prabowo vs Jokowi, maka Prabowo Subianto juga masih memimpin perolehan suara di Jawa Barat,” kata Igor, Rabu 13 Juni 2018, dikutip dari Viva.

Baca juga: Gerindra Sebut Pernyataan Politikus Hanura Soal Prabowo Dibawah Ketiak HRS Asbun

Igor menyebutkan bahwa Jawa Barat bisa menjadi wilayah terpenting bagi pemilihan umum mendatang. Sebabnya, jumlah pemilih di Jawa Barat merupakan yang paling besar. Bisa dikatakan bahwa hampir 20 persen suara nasional berada di Jawa Barat.

Pada Pilpres 2014 lalu, di tanah Pasundan itu, Prabowo mengantongi suara 14.167.381 (59,78 persen) di atas Jokowi dengan raihan 9.530.315 suara (40,22 persen). Jadi, tidak ada pergeseran suara di Jawa Barat untuk Prabowo. Jawa Barat menjadi lumbung suara bagi Prabowo. Prabowo tetap unggul di Jawa Barat.

“Tidak ada pergeseran di Provinsi Jawa Barat. Tanah Pasundan itu tetap akan menjadi lumbung suara bagi Prabowo, saat maju kembali melawan incumbent Presiden Jokowi di Pilpres 2019,” kata dia.

Igor memaparkan bahwa ada berbagai faktor yang mempengaruhi Prabowo unggul dari Jokowi di Jawa Barat. Prabowo unggul bisa dikatakan karena dianggap terasisoasi oleh Ahmad Heryawan (Aher) yang merupakan Gubernur Jawa Barat dua periode dan juga kandidat calon wakil presiden pendamping Prabowo.

“Aher terasosiasi kuat dengan figur Prabowo, karena sampai sekarang di level politik nasional, PKS merupakan barisan dari  partai oposisi bersama Gerindra,” ujar Igor.

Igor pun menjelaskan bahwa pada survei kali ini, margin of error berada di angka 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Sedangkan untuk teknik survei dilakukan multistage random sampling dengan wawancara melalui tatap muka langsung dan bantuan kuisioner.

Responden yang berpartisipasi dalam survei ini sejumlah 1.200 responden dengan waktu pelaksanaan 5-10 Juni 2018.

Sumber : Ngelmu.co

NAHLOH! Framing Negatif Gerindra, KOMPAS DISIKAT Fadli Zon

NAHLOH! Framing Negatif Gerindra, KOMPAS DISIKAT Fadli Zon


10Berita, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman menyatakan mundur dari partai yang selama ini menaunginya.

Tak hanya itu, semakin mempertegas omongannya, Mohammad Nuruzzaman juga mengatakan jika dirinya siap balik bertarung untuk menggembosi partai yang dibelanya selama ini, seperti dilansir kompas.id

— Harian Kompas (@hariankompas) June 13, 2018


Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon pun angkat bicara.

"Seingat sy ia sdh lama tak aktif di n bukan Wakil Sekjen. Kabarnya mmg mau pindah partai. @Gerindra selalu berjuang utk Indonesia Raya.

— Fadli Zon (@fadlizon) June 13, 2018


 Warganet pun berkomentar.

Cuekin aja bang @fadlizon. Dia itu kader NU radikal yang mengutamakan NU di atas segalanya. Tidak penting amat ditanggapi.

— #2019GantiPresiden (@GusMutahar) June 13, 2018

Gua hrs googling u cari apa yg pernah lakukan Nurruzzaman u Gerindra, gak ketemu juga, wajahnyapun gak familiar

— Habiburokhman (@habiburokhman) June 13, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Wow, Di Jabar Elektabilitas Prabowo Unggul Dari Jokowi

Wow, Di Jabar Elektabilitas Prabowo Unggul Dari Jokowi

10Berita Elektabilitas Prabowo unggul dari Jokowi di Jawa Barat. Prabowo unggul dari Jokowi tersebut diungkapkan oleh Lembaga Survei dan Poling Indonesia (SPIN).

SPIN merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas bakal calon presiden untuk Pemilihan Presiden 2019. Dari hasil survei yang dilakukannya, SPIN menyatakan bahwa elektabilitas Prabowo Subianto masih unggul dibanding Joko Widodo di Provinsi Jawa Barat.

Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara menyebut bahwa hasil survei tersebut menyatakan bahwa Prabowo unggul dengan memperoleh 45,3 persen suara, sementara Jokowi 40,9 persen.

“Jika terjadi dejavu Pilpres 2014 di 2019 alias remacth, head to head el classico  antara Prabowo vs Jokowi, maka Prabowo Subianto juga masih memimpin perolehan suara di Jawa Barat,” kata Igor, Rabu 13 Juni 2018, dikutip dari Viva.

Baca juga: Gerindra Sebut Pernyataan Politikus Hanura Soal Prabowo Dibawah Ketiak HRS Asbun

Igor menyebutkan bahwa Jawa Barat bisa menjadi wilayah terpenting bagi pemilihan umum mendatang. Sebabnya, jumlah pemilih di Jawa Barat merupakan yang paling besar. Bisa dikatakan bahwa hampir 20 persen suara nasional berada di Jawa Barat.

Pada Pilpres 2014 lalu, di tanah Pasundan itu, Prabowo mengantongi suara 14.167.381 (59,78 persen) di atas Jokowi dengan raihan 9.530.315 suara (40,22 persen). Jadi, tidak ada pergeseran suara di Jawa Barat untuk Prabowo. Jawa Barat menjadi lumbung suara bagi Prabowo. Prabowo tetap unggul di Jawa Barat.

“Tidak ada pergeseran di Provinsi Jawa Barat. Tanah Pasundan itu tetap akan menjadi lumbung suara bagi Prabowo, saat maju kembali melawan incumbent Presiden Jokowi di Pilpres 2019,” kata dia.

Igor memaparkan bahwa ada berbagai faktor yang mempengaruhi Prabowo unggul dari Jokowi di Jawa Barat. Prabowo unggul bisa dikatakan karena dianggap terasisoasi oleh Ahmad Heryawan (Aher) yang merupakan Gubernur Jawa Barat dua periode dan juga kandidat calon wakil presiden pendamping Prabowo.

“Aher terasosiasi kuat dengan figur Prabowo, karena sampai sekarang di level politik nasional, PKS merupakan barisan dari  partai oposisi bersama Gerindra,” ujar Igor.

Igor pun menjelaskan bahwa pada survei kali ini, margin of error berada di angka 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Sedangkan untuk teknik survei dilakukan multistage random sampling dengan wawancara melalui tatap muka langsung dan bantuan kuisioner.

Responden yang berpartisipasi dalam survei ini sejumlah 1.200 responden dengan waktu pelaksanaan 5-10 Juni 2018.

Sumber : Ngelmu.co

Akun Kontra Rezim Jokowi Di-Suspend (Bekukan), Fahri Labrak Pihak Twitter: Jangan Cari Makan Disini

Akun Kontra Rezim Jokowi Di-Suspend (Bekukan), Fahri Labrak Pihak Twitter: Jangan Cari Makan Disini


10Berita,  Hari ini, Rabu (13/6/2018), banyak akun twitter yang selama ini kontra rezim Jokowi kena suspend (dibekukan) oleh pihak Twitter.

Diantara yang terkena suspend adalah akun twitter petinggi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean,  yang dikenal selama ini sangat galak melawan rezim Jokowi.

"Saya bangun, buka handphone dapat banyak WhatsApp dari kawan-kawan bahwa akun saya, Twitter saya @LawanPoLitikJKW di-suspend. Saya pun kaget, saya tidak mengerti kenapa, saya tidak pernah melakukan hal tercela di Twitter," kata Ferdinand saat dihubungi detikcom, Rabu (13/6/2018).

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat ini mengatakan tak pernah melakukan hal yang melanggar aturan Twitter. Atas dasar itu, Ferdinand menuding pembekuan akun Twitter-nya disebabkan dia sering mengkritik pemerintah.

"Saya mengikuti semua apa pun itu Twitter rule. Jadi saya pikir ini bukan karena akun saya melakukan pelanggaran, tetapi saya lebih menduga karena akun saya memang kritis kepada pemerintah, terutama belakangan ini, meski dari awal saya memang kritis kepada pemerintah," ujarnya.

"Saya tidak pernah tweet tentang pornografi, asusila, menyerang pribadi orang, menyebar hoax, konten kekerasan, saya tidak pernah, saya tidak pernah melanggar itu. Sekarang pertanyaan kenapa akun Twitter saya di-suspend, saya pikir mungkin pemerintah semakin represif terhadap kebebasan berpendapat, baik di lingkup umum maupun media sosial," sambung Ferdinand.

— Ferdinand Hutahaean (@FerdinandHutah1) 13 Juni 2018

Suspend massal yang menimpa akun-akun kontra Jokowi ini kemudian ditanggapi warganet dengan membuat twit satir dengan hestek #MenghindariSuspend.

Terkait suspend yang menimpa akun-akun kontra rezim Jokowi ini, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengecam keras dan mengingatkan pihak twitter.

"TO @TwitterID ,
Kamu cari makan di negeriku.
Ini bulan puasa. Tugasmu blok pornografi sesuai perintah UU bukan percakapan politik. Kalau Gak suka rakyat bising jangan cari makan di sini. Mengerti?" kata Fahri Hamzah melalui akun twitternya, Rabu (136).

— #2019HayyaAlalFalah (@Fahrihamzah) 13 Juni 2018


Mumpung Ramadhan,
Aku mau tausiah kepada @TwitterID ini adalah filsafat tentang hari ini, tempat kita menikmati udara kebebasan. Sehingga semua kita punya peluang hidup yang lebih baik, oleh udara bersih demokrasi. Cc: @Twitter @TwitterSupport

— #2019HayyaAlalFalah (@Fahrihamzah) 13 Juni 2018


Sahabat @TwitterID ,
Semua ini karena kita memilih bebas. 20 tahun lalu, kami bangsa Indonesia melalui Anak2 muda dan mahasiswa menuntut reformasi dan terbukalah gerbang kebebasan. Itulah lanskap dunia baru kita di sini, Indonesia. @Twitter

— #2019HayyaAlalFalah (@Fahrihamzah) 13 Juni 2018


Tanpa kebebasan, aku tiada dan kau pun tiada. Kau boleh pintar bikin teknologi Social media tapi kalau negara melarang-nya seperti di Korea utara maka jadilah tiada. Kabar baik bahwa sebentar lagi perusahaan seperti @Twitter akan boleh buka di Korea Utara.

— #2019HayyaAlalFalah (@Fahrihamzah) 13 Juni 2018


Jadi nikmatilah kebebasan ini dengan teknologimu. Kami tak masalah kamu cari makan di sini. Tapi jangan berpolitik dengan kami. Kami muak diatur-atur sembarangan. Kami bangsa yang sabar tapi tidak suka kalau orang wewenang-wenang. Kami lawan sampai tetes darah penghabisan.

— #2019HayyaAlalFalah (@Fahrihamzah) 13 Juni 2018


Sumber :Portal Islam 

Banyak Akun Twitter Kontra Jokowi Kena Suspend, Twit Satir Hestek #MenghindariSuspend Jadi Trending Topik

Banyak Akun Twitter Kontra Jokowi Kena Suspend, Twit Satir Hestek #MenghindariSuspend Jadi Trending Topik


10Berita,  Hari ini, Rabu (13/6/2018), selain berita macet total di Tol Jakarta-Cikampek, di sosial media ramai warganet berkicau dengan hestek #MenghindariSuspend.

Hestek #MenghindariSuspend bahkan jadi Trending Topik No.1 di Twtter Indonesia.

Hestek #MenghindariSuspend berawal dari beberapa akun-akun twitter yang selama ini dikenal kontra dengan Jokowi secara bersamaan kena suspend.

— Ferdinand Hutahaean (@FerdinandHutah1) 13 Juni 2018


Suspend massal yang menimpa akun-akun kontra Jokowi ini kemudian ditanggapi warganet dengan membuat twit satir dengan hestek #MenghindariSuspend.

— ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) 13 Juni 2018


Kok satir? Iya karena akun-akun yang biasanya kontra Jokowi, tapi sekarang menyindir dengan membuat twit-twit pujian untuk Jokowi ditambahi dengan hestek #MenghindariSuspend.

Diantara twit-twit satir berhestek #MenghindariSuspend:

— Petruk (@PutraPutriNKRI) 13 Juni 2018

Mas Jokowi is the best. Hanya di era beliau kita bisa punya tol Jokowi. Aku bangga sama beliau #MenghindariSuspend

— Jalan Ketiga (@panca66) 13 Juni 2018

3 tahun 8 bulan sudah kita dipimpin Pak Jokowi, semakin bangga saja sebagai orang Indonesia. Pertumbuhan bagus. Keamanan stabil. Rupiah kuat. Panggung internasional kita kuasai. Dan yang utama ekonomi kita juga terus tambah meroket. Terimakasih pak Jokowi.#MenghindariSuspend

— JANSEN SITINDAON (@jansen_jsp) 13 Juni 2018

Ibu Mega sosok terbaik. Pak Jokowi petugas partai terbaik, begitu juga dengan mba Puan. Mari dukung Jokowi - Puan untuk Indonesia yang lebih sempurna. 👍🏻#menghindarisuspend

— erie prasetyo (@erie_Nya) 13 Juni 2018

— Mas Piyu 🇮🇩 (@maspiyuuu) 13 Juni 2018

bahkan pak jokowi waktu kunjungan dijalur gaza tanpa pelindug. saluutt...👏#MenghindariSuspend

— Mudy (@mudi_kdp) 13 Juni 2018

@panca66"Mas Jokowi is the best. Hanya di era beliau kita bisa punya tol Jokowi. Aku bangga sama beliau #MenghindariSuspend"

@PutraPutriNKRI:
"4 Sifat Pak @jokowi yg keren
1. Amanah
2. Shidiq
3. Fathonah
4. Tablik

#MenghindariSuspend"

@jansen_jsp"3 tahun 8 bulan sudah kita dipimpin Pak Jokowi, semakin bangga saja sebagai orang Indonesia. Pertumbuhan bagus. Keamanan stabil. Rupiah kuat. Panggung internasional kita kuasai. Dan yang utama ekonomi kita juga terus tambah meroket. Terimakasih pak Jokowi. #MenghindariSuspend"

@erie_Nya"Ibu Mega sosok terbaik. Pak Jokowi petugas partai terbaik, begitu juga dengan mba Puan. Mari dukung Jokowi - Puan untuk Indonesia yang lebih sempurna. 👍🏻 #menghindarisuspend"

@maspiyuuu"Dukungan Pak @jokowi untuk Palestina sangat luar biasa. Tak ada duanya. 👍👍👍👍#MenghindariSuspend"

— Dimas Rio (@IyoyoMan) 13 Juni 2018

Alhamdulillah besok Jumat dah lebaran aja!!! Terimakasih pak Jokowi!!! Kalo bukan anda presidennya, gak tau kapan akan lebaran....#MenghindariSuspend

— Wawan We (@Ermana_W) 13 Juni 2018

— KritiKus (@kritik_us_id) 13 Juni 2018

— PRY (@Prayogitrie) 13 Juni 2018

Assalamualaikum Pak Jokowi. Selamat lebaran semoga berkah sekeluarga. Tetap sehat dan tetap semangat bekerja untuk bangsa ya, pak. Kami mencintai Bapak.#MenghindariSuspend

— Kak DuL 🔞 (@dulatips) 13 Juni 2018

Rakyat kritis wajib dibully
Kalau perlu dipersekusi

Dibiayai pajak rakyat
Baik yg kaya maupun melarat

Kita semua wajib menjilat
Kritik adalah tindakan jahat#MenghindariSuspend

— Abah (@Abaaah) 13 Juni 2018

Pak @jokowi, dalam minggu ini kalau mau jalan-jalan di Jakarta enak Pak, lancar jaya kemana-mana. Wah luar biasa ini Pak.
Bapak emang paling oye!#MenghindariSuspend

— Y.U.G.I (@UG_Moody) 13 Juni 2018

Pak jokowi orang baik. Pak menag juga. Pak enggar juga. Pak mentan juga. Bu rini juga. #menghindarisuspend

— Bu Carik (@luviku) 13 Juni 2018

terimakasih pak jokowi..bpk manusia terhebat diindonesiah..
terimakasi pak..
*cium kening pak jokowi..😩#MenghindariSuspend

— Mudy (@mudi_kdp) 13 Juni 2018

— E.S.A. Kalimantan (@KalimantanE) 13 Juni 2018

Aduuh mau ikutan hesteg #MenghindariSuspend tapi susah bgt gw buat boong muja2 tu bleketek 🙈😑

— Adelya Argentiana (@Argentiana_) 13 Juni 2018


Sumber :Portal Islam 

Imam Shamsi Ali: Kunjungan Petinggi NU ke Israel, Blunder Besar Yang Merugikan Perjuangan Rakyat Palestina

Imam Shamsi Ali: Kunjungan Petinggi NU ke Israel, Blunder Besar Yang Merugikan Perjuangan Rakyat Palestina


Oleh: IMAM SHAMSI ALI

(Imam Masjid di New York)

Jika berbicara tentang hubungan Yahudi-Muslim, saya berani mengklaim sebagai salah seorang pioneer-nya. Bahkan hubungan Yahudi-Muslim yang kami gagas sejak tahun 2001 di Amerika Serikat menjadi salah satu Pilar dialog Yahudi-Muslim di berbagai negara saat ini.

Membangun hubungan dengan siapa saja, dan dengan agama apa saja, bahkan dengan yang tidak beragama sekalipun merupakan bagian dari ajaran Islam yang mendasar. Keyakinan adalah sesuatu yang ditentukan oleh satu hal yang mendasar; pilihan. Pilihan sendiri (kesadaran) dan tentunya karena dipilih oleh Allah SWT (hidayah).

Karenanya perbedaan keyakinan itu tidak menghalangi seseorang untuk membangun dialog, saling memahami, menghormati dan kerjasama.

Bagi kami umat Islam di dunia Barat, khususnya pasca peristiwa 9/11, realita ini menjadi semakin jelas di hadapan mata kami. Bahwa menjadi kewajiban kami untuk melakukan segala yang memungkinkan bagi terbangunnya sikap saling memahami (mutual understanding) dan kerjasama (partnership) ini.

Tentu tujuan terutama kami adalah untuk mengurangi stigma yang telah lama berkembang di dunia Barat bahwa Islam itu adalah biang permusuhan, kekerasan dan konflik. Kami ingin membalik stigma tersebut menjadi pemahaman umum (publik knowledge) bahwa Islam adalah perdamaian dan sumber ketentraman hidup manusia.

Intinya adalah bahwa dengan dialog dan kerjasama antar umat beragama itu kita bertujuan untuk membangun dunia yang lebih damai, aman, makmur dan berkeadilan.

Di Amerika Serikat salah satu bentuk dialog antar agama yang saya lakukan, bahkan belakangan menjadi “trademark” tersendiri adalah dialog Yaudi-Muslim. Dialog yang unik dan menantang ini telah kami mulai sejak tahun 2001. Tapi intensifikasi dialog ini terjadi di penghujung tahun 2005.


Inisiatif dialog yang kami mulai di kota New York itulah yang melahirkan ragam bentuk kegiatan bersama antara Yahudi dan Muslim. Termasuk berdirinya beberapa organisasi atau kelompok kerjasama antara Yahudi dan Muslim di Amerika dan berbagai belahan dunia.

Kerjasama ini juga telah nampak dalam hal membela hak masing-masing komunitas dalam menghadapi tantangannya. Sebagai misal, di Amerika Serikat Islamophobia dan anti Semitism (Anti Yahudi) sama-sama mengalami peningkatan yang luar biasa sejak terpilihnya Donald Trump.

Untuk Yahudi, sebagai contoh, peristiwa kekerasan yang mereka alami di Eropa dalam bentuk Holocaust adalah hal yang paling menyeramkan. Dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat simbol-simbol Nazis menjadi semakin semarak.

Bagi kami umat Islam tentu tidak perlu lagi disebutkan tantangan-tantangan yang kami hadapi. Singkatnya, jika tahun-tahun sebelumnya Islamophobia ada di pinggir-pinggir jalan, kini Islamophobia dan sentimen anti Muslim itu keluar dari Gedung Putih. Seolah Islamophobia saat ini menjadi bagian dari sistem itu sendiri.

Realita itulah menjadikan kami bekerjasama, membangun solidaritas satu sama lain. Bahkan motto kami dalam dialog dan kerjasama itu adalah “fighting for the rights of the other” (memperjuangkan hak-hak orang lain). Sebab kami yakin, Islamophobia dan anti Semitism adalah dua sisi dari koin yang sama. Beda nama namun satu hakikat.

Atau kerap kali saya sebutkan di mana-mana: “an attack on any is an attack on all”. (Serangan kepada seseorang atau sekelompok hakekatnya adalah serangan kepada semua orang dan kelompok).

Menentang Ketidakadilan

Walaupun kedekatan antara kami dan beberapa komunitas Yahudi di Amerika, saya tetap konsisten dan tidak akan goyah dengan realita lainnya. Bahwa masalah ketidakadilan, kezholiman dan penjajahan tidak akan pernah ditolerir oleh keadaan apapun.

Karenanya ketika sudah bersentuhan dengan masalah Palestina, Jerusalem dan Masjidil Aqsa, prinsip dasar tidak akan berubah. Strategi mungkin dapat disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan umum, tapi prinsip dasar keadilan dan kemerdekaan tidak akan pernah bergeser.

Inilah alasan utama sehingga dari tahun ke tahun undangan Kedutaan Israel di Washington DC maupun Konsulat Jenderal Israel di kota New York untuk berbuka puasa (iftar) selalu saya tolak dengan seribu alasan. Termasuk tahun ini.

Kunjungan Blunder

Langsung saja saya ingin menyatakan bahwa kunjungan dan kehadiran Sekjen NU ke Israel, menghadiri undangan AJC (American Jewish Committee) adalah sebuah “blunder” besar yang sangat berdampak destruktif bagi kepentingan umat, khususnya perjuangan saudara-saudara kita di Palestina.

Kenapa demikian? Berikut saya sampaikan beberapa alasannya:

1. Sangat tidak tepat waktu dan keadaan. Kita tahu bahwa baru saja Donald Trump secara sepihak memberikan keabsahan bagi Israel untuk mencaplok Jerusalem dan mengakuinya sebagai ibukota Israel. Tentu kehadiran seorang tokoh Muslim, pemimpin sebuah organisasi Islam terbesar dari negara Muslim terbesar di dunia seolah menjadi justifikasi tersendiri.

2. Walaupun menyatakan bahwa kehadirannya bersifat personal, kedudukan yang bersangkutan sebagai anggota “Dewan Pertimbangan Presiden” RI memberikan signal seolah Indonesia telah bergeser dari Fondasi dasarnya “menentang semua bentuk penjajahan di atas dunia ini” (UUD 1945).

3. Acara tersebut memang diadakan oleh sebuah organisasi non pemerintah (NGO) bersama AJC. Tapi yang pasti pemerintah Israel kental berada di belakangnya. Hal ini jelas bahwa acara itu sangat bernuansa politik, untuk kepentingan Public Diplomacy Israel. Dengannya Israel ingin bersembunyi dari berbagai pelanggaran hak-hak kemanusiaan, khususnya terhadap warga Palestina.

4. AJC sendiri adalah organisasi non pemerintah yang memang nuansanya sangat kental dalam memperjuangkan kepentingan Israel. Awal berdirinya memang untuk memperjuangkan hak-hak Yahudi di Amerika. Tapi setelah berdirinya negara Israel tujuan AJC berubah haluan untuk membela dan membantu Israel dalam melobi dunia. Maka wajar jika organisasi ini memilih networking internasional yang sangat luar biasa. Bahkan sangat ingin mendirikan cabangnya di Indonesia.

Mengenal AJC (American Jewish Committe)


Setelah dialog dan kerjasama Yahudi-Muslim menjadi sangat intens di Amerika Serikat, AJC tidak ingin ketinggalan kendaraan. Sekitar 2-3 tahun lalu mereka mendirikan sebuah koalisi Yahudi-Muslim dengan nama “Muslim-Jewish Advisory Council”.

Di awal pendirian itu saya termasuk yang dikontak dan diminta masukan untuk pendiriannya. Bahkan saya kemudian mengusulkan agar pendirian koalisi itu jangan bersifat individu. Tapi melalui dua organisasi Yahudi dan Islam yang berkaliber nasional. Disetujuilah kemudian AJC dan ISNA (Islamic Society of North America) sebagai induk organisasi yang membangun kerjasama.

Dari situlah koalisi itu terbentuk. Tidak main-main karena anggota koalisi itu adalah anggota komunitas yang memilki pengaruh besar di masyarakat. Baik dari kalangan tokoh agama (Imam dan Rabbi) maupun kalangan mantan politisi. Salah satunya adalah mantan senator dari Connecticut, Joe Lieberman.

Saya sendiri diminta jadi anggota dari kalangan tokoh Islam Amerika bersama tokoh-tokoh Islam lainnya, termasuk Imam Magid (mantan Presiden ISNA). Saya bahkan sempat mengikuti beberapa pertemuan koalisi ini.

Belakangan saya semakin tahu sepak terjang AJC sebagai organisasi induk dari MJAC Muslim – Jewish Advisory Council. Sejujurnya saya menerima tawaran menjadi anggota itu awalnya karena pertimbangan kepentingan bersama di bumi Amerika.

Belakangan saya semakin sadar ternyata koalisi ini banyak dipakai sebagai bagian dari upaya untuk membangun simpati dan imej positif bagi negara Israel. Sementara ketika saya menanyakan posisi koalisi terhadap berbagai kekerasan di dunia Islam, termasuk Palestina, ditanggapi secara dingin.

Akhirnya semangat untuk ikut berpartisipasi semakin menghilang, dan akhirnya saya hanya menjadi anggota pasif.

Puncaknya ketika saya mengangkat suara mengeritisi sikap Gubernu DKI Jakarta ketika itu, Ahok, dalam berbagai pernyataannya yang cukup menggelitik sensitifitas umat. Oleh Direktur kerjasama Yahudi-Muslim AJC, seorang mantan diplomat Amerika, saya diminta mundur dari keanggotan MJAC.

Saya cukup lama berpikir apa hubungan AJC dan Ahok? Kenapa saya sampai diminta mundur dari keanggotaan karena kristis dengan Ahok? Saya menemukan jawaban lain bahwa AJC ingin partnernya di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, aman dalam meredam suara Islam.

Dan karenanya saya memutuskan untuk memutuskan segala bentuk kerjasama saya dengan AJC. Ini bukan berarti memutuskan kerjasama dengan Yahudi. Karena sampai saat ini saya masih dekat dengan banyak tokoh-tokoh Yahudi Amerika.

Tapi dengan AJC saya tidak ingin lagi terjatuh ke dalam lobang yang sama. Seolah dialog dengan komunitas agama. Tapi kenyataannya dialog dengan tangan kanan penjajah saudara sendiri.

Intinya adalah membangun dialog dan kerjasama dengan Yahudi itu bukan masalah. Bahkan masanya umat Islam pro aktif untuk itu demi terbangunnya dunia yang lebih aman, damai dan sejahtera.

Tapi melakukannya tanpa pertimbangan matang boleh jadi menjadi “blunder” dan bumerang bagi kepentingan umat. Apalagi kalau itu dilakukan tanpa mengetahui secara matang dengan siapa yang menjadi partner dalam dialog dan kerjasama itu. Pastinya adalah AJC itu sebuah organisasi non pemerintah yang tidak saja sangat politis, tapi merupakan perpanjangan tangan Israel untuk mengelabui dunia, termasuk dunia Islam.

Kunjungan (petinggi NU ke Israel) ini bagi Indonesia khususnya saya kira merupakan kemunduran diplomasi yang selama ini tegas menolak Israel dengan berbagai pelanggaran HAM dan penjajahannya terhadap bangsa Palestina. Apalagi dalam kapasitasnya sebagai Penasehat Presiden (Wantimpres), yang jika dipahami dalam konteks Amerika memiliki kedudukan yang sejajar dengan anggota kabinet. Sehingga dengan sendirinya seolah kunjungan ini adalah kunjungan resmi pemerintahan.

Tapi yang terpenting adalah bahwa kunjungan ini dalam berbagai konteksnya nyata menginjak-injak Konstitusi negara yang tugas menentang segala bentuk penjajahan di atas dunia ini karena tidak sesuai dengan pri keadilan dan pri kemanusiaan.

Lalu bagaiamana pemerintah menyikapinya? Kita lihat saja.

New York, 12 Juni 2018

*Sumber: http://www.cakrawarta.com/kunjungan-yang-blunder.html

Diplomasi Palestina terhadap Penjajahan Belanda di Indonesia: Air Susu Dibalas Air Tuba

Diplomasi Palestina terhadap Penjajahan Belanda di Indonesia: Air Susu Dibalas Air Tuba


Oleh: Azzam Mujahid Izzulhaq

Founder AMI Foundation

10Berita – Lebih dari 70 tahun lalu, posisi negara kita adalah sama dengan Palestina sebagai negara terjajah dan Belanda adalah sama dengan Israel sebagai negara penjajah.

Palestina, walau pada saat itu sudah menjadi negara sendiri setelah Kekhilafahan Islam Utsmaniyah runtuh, adalah negara pertama yang melakukan ‘diplomasi’ terhadap penjajahan Belanda dan juga pertama kali mendukung kemerdekaan Indonesia. Namun, tidak pernah kita dengar bahwa ada tokoh ulama Palestina mendatangi Kerajaan Hindia Belanda di Batavia misalnya, untuk menghadiri seminar dengan tema perdamaian.

Ya, perdamaian hanya ada pada negara yang berkonflik. Sementara, Indonesia dan Belanda tidak sedang berkonflik. Indonesia sedang dijajah Belanda.

Secara akal sehat, tidak mungkin berbicara tentang perdamaian, rahmat, kasih sayang, kepada negara yang setiap hari membunuhi rakyat Indonesia. Menumpahkan peluh, darah dan air mata rakyat Indonesia dengan kejinya penjajahan, tanam paksa, kerja paksa dan lain sebagainya. Dalam penjajahan hanya ada satu kata, yakni perjuangan.

Tak seorang pun bahkan ulama Palestina datang ke Batavia. Karena mereka tahu bahwa Batavia bukanlah ibukota Hindia Belanda, walaupun diakui oleh pemerintah penjajah bahwa Batavia adalah ibukota mereka.

Tak seorang pun ulama Palestina datang ke Batavia karena mereka tahu, jika mereka datang sama saja artinya dengan melegitimasi, membenarkan, dan secara tak langsung telah mendukung penjajah Belanda menduduki Indonesia.

Nah, sekarang 70 tahun lebih kemudian, ketika keadaan berbalik. Ketika Palestina dijajah oleh Israel, di tengah-tengah beragam upaya dukungan, bantuan, perjuangan agar Palestina merdeka dari penjajahan Israel, tiba-tiba ada tokoh dan ulama Indonesia, datang ke Yerussalem, ibukota Palestina yang diakui sebagai ibukota Israel. Dia kemudian beralasan bahwa kehadirannya adalah menyebarkan pesan damai dan kasih sayang.

Sebagaimana dulu bahwa Indonesia tidak sedang berkonflik dengan Belanda, maka saat ini faktanya juga Palestina tidak sedang berkonflik dengan Israel. Palestina sedang dijajah oleh Israel.

Berbicara damai dan kasih sayang kepada penjajah. Di tanah yang dijajah. Disponsori oleh penjajah. Ditepuk tangani oleh penjajah. Dibanggakan oleh penjajah.

Beralasan membawa misi kemerdekaan Palestina tapi tidak menyebut satu kata pun kata Palestina.

Jadi, datang, duduk, tersenyum, bicaranya adalah untuk siapa?

Wajar, apabila jutaan warga Palestina marah. Bukan hanya Hamas, tapi juga Fatah yang menguasai otoritas negara Palestina pun marah. Mereka dilecehkan di tanah mereka sendiri oleh saudara mereka sendiri.

Ditepuk tangani dan dibanggakan musuh, tapi dikecam dan didoakan keburukan oleh saudara sendiri. Tidakkah ada malu dirasa?

Jika tak bisa merasakan, bisakah dibayangkan saja rasa sakit hati rakyat Palestina?

(ameera/)

Sumber:arrahmah.com

Terlanjur DIPUJI Jokowi Berhasil Atasi Stigma Mudik Selalu Macet, EHHH.. Hari Ini MACET SUPER PARAH

Terlanjur DIPUJI Jokowi Berhasil Atasi Stigma  Mudik Selalu Macet, EHHH.. Hari Ini MACET SUPER PARAH


10Berita, Puja puji sudah

Mudik Lebaran 2018
Lancar, Jokowi Dinilai Berhasil Atasi Stigma 'Mudik Selalu Macet'

Presiden Joko Widodo dinilai berhasil mengikis stigma mudik selalu macet. Pada mudik tahun ini, tidak ramai pemudik menyoal kemacetan.

Sampai H-4 Lebaran, arus mudik masih terpantau cukup lancar meskipun ada beberapa kemacetan yang terjadi di titik-titik tertentu.

Darmaningtyas, Pengamat Transportasi, mengapresiasi strategi Presiden Joko Widodo beserta jajarannya dalam mengantisipasi kemacetan arus mudik lebaran 2018. Pasalnya, strategi tersebut telah berhasil menghapus stigma mudik selalu macet dan berhasil mengurai kemacetan.

Strategi itu, kata dia mulai disiapkan Jokowi dari strategi penyiapan dan perbaikan Infrastruktur Jalan, Masifnya penyampaian Informasi kepada masyarakat dan pembagian Jalur Mudik.

Link: http://www.tribunnews.com/nasional/2018/06/12/lancar-jokowi-dinilai-berhasil-atasi-stigma-mudik-selalu-macet

***

TERNYATA... HARI INI (H-2) TERJADI MACET TOTAL SAMPAI 42 KM !!!

Ternyata lancar arus kemarin karena belum pada PUNCAK MUDIK, dan ternyata Puncak Mudik adalah hari ini, Rabu (13/6/2018), bahkan sudah mulai dari tadi malam.

[Rabu, 13 Juni 2018]
Siang Ini Total Kemacetan di Tol Cipali Capai 42 Kilometer

Kemacetan panjang terjadi di ruas Tol Cikopo - Palimanan atau Cipali, Rabu siang, 13 Juni 2018, bertepatan pada H-2 Lebaran yang merupakan puncak mudik fase II. Berdasarkan data pantauan Posko Angkutan Lebaran 2018 Kementerian Perhubungan, total panjang kemacetan di ruas tol tersebut mencapai 42 kilometer dari panjang tol yang mencapai 116,7 kilometer.

Link: https://www.viva.co.id/berita/nasional/1045180-siang-ini-total-kemacetan-di-tol-cipali-capai-42-kilometer

SALAH SATU TESTIMONI PEMUDIK YANG MENGALAMI KEMACETAN...

Sumber :Portal Islam 

Benhil ke Cikarang Utama Butuh 5 Jam, Pemudik Bingung: Ini Sebenarnya Puncak Arus Mudik atau Bukan?

Benhil ke Cikarang Utama Butuh 5 Jam, Pemudik Bingung: Ini Sebenarnya Puncak Arus Mudik atau Bukan?

Foto aerial sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Jumat (8/6/2018). Kemacetan terjadi akibat volume kendaraan pemudik semakin banyak .

10Berita , CIKAMPEK - Dua hari jelang Lebaran tampak kemacetan tampak mengular di Gerbang Tol Cikarang Utama (Cikarut), Rabu (13/6/2018) pagi.

Raturan ribu kendaran pemudik berbondong-bondong terus melintasi gerbang tol Cikarut untuk menuju daerah Jawa Tengah.

Energi para pemudik seakan tidak pernah habis, demi bertemu orang terkasih di kampung halaman.

Seperti yang diceritakan pemudik asal Jakarta Timur, Margaretta, yang rela bermacet ria demi bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di Purwokerto.

Margaretha berangkat dari rumahnya, Selasa (12/6/2018), lalu mengarah ke Cikampek.

Ia bersama sang suami baru sampai Gerbang Tol Cikarang Utama setelah 5 jam kemudian.

"Tadi dari Benhil sekitar jam 12 malam sampai gerbang Tol Cikarang Utama baru tadi sekitar jam 05.00 pagi," ujar Margaretta.

Benhil terletak di pusat Kota Jakarta, tepatnya sekitar Jembatan Semanggi.

Magaretta yang sedang ditemui di rest area 39 tol Cikampek, mengatakan memilih mudik pada hari ini lantaran mengira puncak Arus Mudik telah usai.

"Saya kira puncak Arus Mudik itu udah lewat, baca diberita juga mudik udah biasa enggak ada macet," ujar Margaretta.

Bahkan Ia menceritakan jika semalam kemacetan sudah ia rasakan semenjak di tol dalam kota, tepatnya di Cawang.

"Itu semalam di Cawang juga udah macet mas," ujar nya.

Menurut Margaretta kemacetan diperparah dengan adanya sejumlah proyek yang berada di sisi kanan kiri tol.

Lepas kemacetan di Tol Cikarut, lalu lintas pun tak kunjung lancar.

Selepas gerbang tol Cikarut, sampai dengan rest area tempat Margaretta beristirahat juga mengalami kepadatan yang cukup parah.

"Saya bingung, ini sebenernya puncak Arus Mudik apa bukan? Tapi ya nikmatin saja namanya juga mudik," ujar Margaretta.(*)


— Tribun Jabar (@tribunjabar) June 12, 2018