OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 20 Juni 2018

Kenaikan Tarif Tol Jorr Ditunda, Suryo Prabowo: Yang Buat Tol Pak Harto yang Naikin Rezim Sekarang

Kenaikan Tarif Tol Jorr Ditunda, Suryo Prabowo: Yang Buat Tol Pak Harto yang Naikin Rezim Sekarang


10Berita, Mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo mengomentari penundaan kenaikan tarif jalan tol Jorr, Selasa 19 Juni 2018.

Melalui akun Twitter, @marierteman, Suryo merasa aneh dengan kenaikan tarif tol Jorr.

Menurut Suryo jalan tol tersebut dibuat oleh Mantan Presiden Soeharto, namun kenaikan tarif diberlakukan saat rezim sekarang.

Ia juga menanyakan keuntungan dari kenaikan tarif jalan tol tersebut akan digunakan untuk apa.

"Kenaikan tarif tol JORR DITUNDA

aneh .....

yang mbuat jalan tolnya pak Harto yang mau naikin tarifnya rezim sekarang.

lalu keuntungannya digunakan untuk apa ?," tulis Suryo Prabowo.

— J.S. Prabowo (@marierteman) June 19, 2018


Ia juga menuliskan link berita dari Kompas.com yang mengatakan mulain 20 Juni tarif tol naik jadi Rp 15 ribu.

Sumber :Portal Islam

Bela Iriawan Pj Gubernur Jabar, Pernyataan Ngabalin Membuktikan Pengetahuannya Dangkal

Bela Iriawan Pj Gubernur Jabar, Pernyataan Ngabalin Membuktikan Pengetahuannya Dangkal


10Berita,  JAKARTA - Jubir Presiden Ali Mochtar Ngabalin menyebutkan pelantikan Komjen Pol Iriawan alias Iwan Bule dianggap menjadi pp yurisprudensi politik karen sudah terjadi sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di era SBY pada 2008 Mayor Jenderal TNI Drs. Achmad Tanribali Lamo dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan.

Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin ini dikritik Demokrat. Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon menegeskan, pernyataan Ali Muchtar Ngabalin blunder.

"Tanribali sudah alih status, dari TNI menjadi PNS dengan menjadi jadi Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik di Kemendagri, baru kemudian diangkat jadi Plt Gubernur,” terang Jansen dalam pesan elektroniknya, Selasa (19/3).

Jadi yang bersangkutan sudah bukan lagi TNI aktif walau belum pensiun.

"Jadi berbeda dengan M. Iriawan ini (yang masih menjadi jenderal polisi aktif),” tegasnya.

Politisi muda Demokrat itu juga menjelaskan contoh lain lagi, Mayjen TNI Setia Purwaka yang diangkat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur 2008. Setia Purwaka juga sebelumnya sudah alih status dari TNI menjadi PNS menjadi Irjen di Kementerian Informasi dan Teknologi baru kemudian diangkat jadi Pj Gubernur Jatim.

Kemudian terkait Irjen Pol Carlo Brix Tewu jadi Pj Gubernur Sulawesi Barat pada 2017, Jansen menyatakan walau pada masa itu tidak diributkan karena publik belum tahu jika itu salah.

"Jangan karena itu tidak ketahuan, maka diulang lagi. Ini sama dengan logika Maling tidak ketangkap, berikutnya maling lagi, masak jadi dibenarkan. Ya tetap harus ditangkaplah. Karena itu salah,” jelasnya.

Atas dasar tersebut, Jansen menegaskan bahwa Ali Mochtar Ngabalin tidak mengerti soal perjalanan hukum ketatanegaraan Indonesia di masa SBY.

"Jadi apa yang disampaikan Ali Mochtar ini ‘ngigau’, menggambarkan ketidak mengertiannya dan dangkalnya pengetahuannya,” pungkas dia, seperti dilansir RMOL.

Sumber :Portal Islam 

GAGAL TOTAL Pencitraan Mudik Lancar di Era Jokowi!!! Menhub Minta Maaf atas Pemberlakuan One Way Terpanjang

GAGAL TOTAL Pencitraan Mudik Lancar di Era Jokowi!!! Menhub Minta Maaf atas Pemberlakuan One Way Terpanjang


10Berita,  Selasa (19/6/2018), untuk pertama kalinya dalam sejarah, diberlakukan one way (satu arah) terpanjang 278 KM, dari Tegal hingga Cawang Jakarta.

Pemberlakuan one way system atau sistem satu arah yang diterapkan di sepanjang Tol Cipali hingga Tol Cawang menuju arah Jakarta dalam rangka arus balik Lebaran.

Link: https://kumparan.com/@kumparannews/one-way-diperpanjang-jadi-278-km-dari-tegal-hingga-cawang

Pemberlakuan One Way ini menuai amarah karena membuat kemacetan yang luar biasa.

"Di manjain bangat si 
Mudik mau lancar 
Balik mau lancar jg
Saya menderita pak cilandak cikarang 10 jam mikir pak," kata @efrantori74.

"Gua gak bisa balik ke bandung karena tol ditutup, puncak ditutup, satu satunya lewat kalimalang, macet numpuk di situ. I’ll vote for the others guy," kata @_fersap.

"Sungguh zhalim. Kami yg mau ke arah cikarang jadi tidak bergerak di Bekasi... dan tanpa solusi.... #tolcikampekuntuksemua," ujar arwin kurniawan (@arwin21215).

"One way mengabaikan hak pengguna jasa tol lain dan pengguna jalan non tol jadi maceeet,"komen @duren2017.

Di manjain bangat si
Mudik mau lancar
Balik mau lancar jg
Saya menderita pak cilandak cikarang 10 jam mikir pak

— Efrantori (@efrantori74) 19 Juni 2018


Sampai Ambulan pun gak bisa masuk Tol.

"Itu Ambulan dan Truk BBM ga bisa lewat Tol di alihkan ke Jalan arteri macet total....," ujar @Fryanzah.

Itu Ambulan dan Truk BBM ga bisa lewat Tol di alihkan ke Jalan arteri macet total....

— Fair__ (@Fryanzah) 19 Juni 2018

PRAKTIS... pencitraan MUDIK LANCAR DI ERA JOKOWI DINILAI GAGAL TOTAL...

"...Klaim sukses atasi arus mudik, nyatanya gagal...Sekarang pertama kali tol Cikampek dibuka satu arah saking ga becusnya mengendalikan arus balik...Yg kek gini kok minta 2 periode...?! (``,)." ujar @iyutVB.

"...Makasih yah pak @jokowi yg udah menorehkan tinta emas sebagai presiden pertama yg memberlakukan tol Cikampek 1 arah menuju Jakarta demi arus balik... #2019GantiPresiden," lanjutnya.

...Klaim sukses atasi arus mudik, nyatanya gagal...Sekarang pertama kali tol Cikampek dibuka satu arah saking ga becusnya mengendalikan arus balik...Yg kek gini kok minta 2 periode...?! (``,)

— Buruh, jangan takut berserikat...!!! (@iyutVB) 19 Juni 2018

— Buruh, jangan takut berserikat...!!! (@iyutVB) 19 Juni 2018

***

— VIVAcoid (@VIVAcoid) 19 Juni 2018


TAK PELAK... Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akhirnya meminta maaf kepada masyarakat pengguna jalan tol Jakarta menuju Cikampek yang kemarin malam tidak dapat masuk tol arah Cikampek karena sistem one way (satu jalur).

Link: https://www.viva.co.id/berita/nasional/1046450-menhub-minta-maaf-atas-pemberlakukan-one-way-tol-cikampek

Yang mengecewakan, nggak ada info jelas kapan ini mulai diberlakukan (sejauh yg saya liat), dan sama sekali gak tau sampe kapan ini diberlakukan (sejauh yg saya search-search).

— wan (@penyejuk_hati_) 19 Juni 2018

Gua gak bisa balik ke bandung karena tol ditutup, puncak ditutup, satu satunya lewat kalimalang, macet numpuk di situ. I’ll vote for the others guy.

— F (@_fersap) 19 Juni 2018

Betul sekali tadi kata p menteri yg satu suruh ngalah gak boleh lewat ngutamakan yg arus balik .
..Hadeeh anak SD juga bisa klo kayak gitu pak pak

— Sultan H (@SultanH15213868) 19 Juni 2018

Sungguh zhalim. Kami yg mau ke arah cikarang jadi tidak bergerak di Bekasi... dan tanpa solusi.... #tolcikampekuntuksemua

— arwin kurniawan (@arwin21215) 19 Juni 2018

Pdhl sdh diseting liburnya dipanjangkan, tapi dasar dlahom, pengaturannya gak difikirkan matang2. Ya seperti biasanya kan ya... gak heran lah!!

— #2019GantiPresiden (@yohandewa) 19 Juni 2018

pantesan jalur jakarta cikampek di tutup,macet nya gak ketolong sampe priuk,ancol

— Khaled (@ArabJakarta21) 19 Juni 2018

Rekor Muri baru... Terima kasih telah menciptakan jalan satu arah terpanjang. Presiden kemarin kemana aja... #MenghindariSuspend

— Dihyah 💓 Fleur (@miftahahmad11) 19 Juni 2018

— ballambinlove (@ballambinlove) 19 Juni 2018

Urus mudik aja gagal mau sok²an urus negara, minta 2 periode pula, AMPUN DEH..

— محمد فتح رض (@wfrontcyber) 19 Juni 2018

Terkuak. Mudik lancar hanya pencitraan 😂

— M. Fuad Ramadhan (@fuadmadan86) 19 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Demokrat: Pernyataan Ngabalin Membuktikan Pengetahuannya Dangkal

Demokrat: Pernyataan Ngabalin Membuktikan Pengetahuannya Dangkal


10Berita, Pernyataan Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin yang menyebutkan pelantikan Komjen Pol Iriawan alias Iwan Bule dianggap menjadi yurisprudensi politik sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikritik Demokrat.

Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon menegeaskan, pernyataan Ali Muchtar Ngabalin blunder.

"Tanri Bali sudah alih status, dari TNI menjadi PNS dengan menjadi jadi Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik di Kemendagri, baru kemudian diangkat jadi Plt Gubernur,” terang Jansen dalam pesan elektroniknya, Selasa (19/3).

Politisi muda Demokrat itu juga menjelaskan, Setia Purwaka juga sebelumnya sudah alih status jadi PNS menjadi Irjen di Kementerian Informasi dan Teknologi baru kemudian diangkat jadi Plt. Gubernur Jatim.

"Jadi berbeda dengan M. Iriawan ini,” tegasnya.

Kemudian terkait Carlo Brix Tewu, Jansen menyatakan walau pada masa itu tidak diributkan karena publik belum tahu jika itu salah.

"Jangan karena itu tidak ketahuan, maka diulang lagi. Ini sama dengan logika Maling tidak ketangkap, berikutnya maling lagi, masak jadi dibenarkan. Ya tetap harus ditangkaplah. Karena itu salah,” selorohnya.

Atas dasar tersebut, Jansen menegaskan bahwa Ali Mochtar Ngabalin tidak mengerti soal perjalanan hukum ketatanegaraan Indonesia di masa SBY.

"Jadi apa yang disampaikan Ali Mochtar ini ‘ngigau’, menggambarkan ketidak mengertiannya dan dangkalnya pengetahuannya,” pungkas dia.

Sumber : b-islam24h.com, rmol.co

Ada “Bau Istana” yang Menyengat dalam Berbagai Kebijakan Kontroversial

Ada “Bau Istana” yang Menyengat dalam Berbagai Kebijakan Kontroversial


10Berita, Opini, asumsi, dugaan makin masif terkait istana. Bicara istana memang seksi. Lebih seksi dari artis yang paling seksi. Sebabnya? Istana paling kreatif membuat kebijakan yang kontroversial. Kebijakan yang memancing kegaduhan publik. Kecuali kenaikan gas, BBM, jalan tol, itu baru senyap. Nyaris tak ada suara. Demo mahasiswa? Lebih senyap lagi. Tak terdengar.

Banyak yang menduga istana berada di belakang Ahok. Kok tahu? Baunya tercium publik. Istana diopinikan berada di balik kriminalisasi ulama. Sok tahu. Lagi-lagi, baunya dirasa menyengat. Istana diasumsikan ada di balik reklamasi. Dari mana infonya? Bisa dibantah. Tapi baunya terasa. Apalagi jika Pak Luhut sedang marah. Makin terasa lagi baunya. Istana juga dicurigai ada di balik SP3 Habib Rizieq. Kata siapa? Begitulah kira-kira pikiran yang sedang tumbuh di masyarakat.

Kabar terkini, ramai orang bicara tentang pelantikan plt Gubernur Jawa Barat, Komjen Iriawan. Iwan Bule, itu nama kerennya. Kok jenderal polisi aktif? Sekali lagi, publik curiga ada tangan istana di sana.

Sejumlah tokoh dan partai ribut. Protes rakyat mengeras. Tapi, tak ada respon dari Mendagri. Seperti cuek, tak peduli. Begitulah kira-kira kesan publik. Defensif dan terkesan ngotot. Ada apa?

Mendagri punya otoritas untuk menentukan plt gubernur. Itu betul.Termasuk anggota Polri aktif? Debatable. Multi tafsir dalam undang-undang. Biasanya, soal tafsir peraturan, yang jadi pemenang adalah yang punya kekuasaan.

Apakah penunjukan Komjen Iriawan sebagai plt gubernur Jawa Barat itu murni ide, inisiatif, pikiran dan pilihan Mendagri Tjahjo Kumolo? Secara personal? Sebagai otoritas pribadinya? Atau ada pihak yang lebih kuat di belakang Tjahjo?

Tjahjo tidak mungkin sendirian ketika memutuskan plt Jawa Barat. Setidaknya dapat persetujuan istana. Kenapa bisa begitu? Buktinya, istana diam. Meski gelombang protes sangat besar.

Tidak hanya PKS dan Gerindra yang protes. Golkar dan Nasdem juga berang. Tidakkah kedua partai ini adalah pendukung istana? Iya. Tapi, di Jawa Barat ada cerita dan kisah politik yang berbeda. Apa bedanya? Tidak semua kepentingan istana sama dengan kepentingan parpol pendukung

Lepas dari aturan yang debatable, pelantikan Komjen Iriawan, jenderal polisi aktif menjadi plt Jawa Barat menghawatirkan dua hal. Pertama, rawan muncul Dwi Fungsi polisi. Jika Dwi Fungsi ABRI dihapus sebagai bukti reformasi TNI berjalan, tapi melibatkan polisi aktif dalam jabatan politik bisa dicurigai sebagai upaya lahirnya Dwi Fungsi polri. Kedua, banyak pihak yang khawatir Pilgub Jabar tidak netral, karena ada jenderal polisi sebagai salah satu calonnya. Plt gubernurnya juga jenderal polisi aktif.

Kok curiga? Berarti gak percaya sama Polri? Jangan salah paham. Rakyat mesti percaya sama Polri. Kalau tidak, negara ini bisa bubar. Dalam kasus tertentu, rakyat memang sensi dengan langkah polri. Terutama yang bersinggungan dengan politik. Jejak polres Banyumas di era Presiden Megawati, hingga sejumlah kasus terkait dengan Ahok di era Presiden Jokowi, sepertinya tak hilang dari ingatan.

Tugas Iriawan sangat berat. Ia harus mempu menjawab kecurigaan publik. Apalagi jejak Iriawan sebagai Kapolda Metro Jakarta saat itu, banyak mendapat sorotan. Terutama oleh umat Islam. Khususnya aktivis 212.

Iriawan dituntut untuk membuktikan pertama, independen dalam Pilgub Jawa Barat. Benar-benar tak ikut campur urusan Pilgub Jawa Barat. Fokus kerja sebagai plt gubernur. Kedua, membuktikan kerjanya sebagai plt gubernur. Meski memimpin dalam waktu singkat. Apalagi jika waktu yang singkat itu bisa dimanfaatkan Iriawan untuk menarik simpati masyarakat Jawa Barat. Caranya? Komunikasi publik yang ilegan. Gaul dan merakyat. Dekat dan akrab dengan rakyat. Hal ini bisa jadi penghapus luka lama yang pernah dirasakan oleh aktivis 212. Dimana Jawa Barat pusatnya aktivis 212.

Jika Iriawan mampu membuktikan dua hal itu, maka kecurigaan terhadap Polri bisa ditepis. Ini sekaligus menghilangkan image terkait skenario istana dalam Pilgub Jawa Barat.

Sebaliknya, jika Iriawan justru bermain di Pilgub Jawa Barat. Melakukan intervensi politik. Maka secara otomatis akan menghancurkan nama baik Polri. Sekaligus menegaskan kecurigaan publik terhadap skenario istana. Ini akan menambah daftar blunder bagi istana. Dan, Pilgub Jawa Barat pun ternoda.

Kita tunggu, mampukah Iriawan menjalankan tugas plt gubernur Jabar itu “on the track”? Atau justru menjadi agent politik tertentu. Sejarah tidak diam. Pasti akan bicara.

Sumber :UC News 

Ini Loh Akibat Marah Berlebihan

Ini Loh Akibat Marah Berlebihan

Referensi pihak ketiga

10Berita, Seriap orang memiliki karakter yang unik baik yang pendiam, cerewet, marahan ataupun gampang baperan. Hal ini sering kita temui ketika kumpul bersama dengan keluarga, teman, saudara dll. seiring banyaknya karakter yang muncul mungkin ada hal yang harus diperhatika dalam melihat sifat. Yaitu orang yang gampang marahan. Hal ini penting dalam hubungan terhadap manusia toh manusia adalah mahluk sosial.

Akibat itu marah sering diartikan perbuatan yang dilakukan akibat rasa yang didalam hati yang merasa tidak puas dengan hasil yang didapatkan yang diungkapkan dengan perilaku yang muncul. Kita sering melihat orang yang marah dengan nada yang tinggi dan bertingkah egois. Hal ini merupakan suatu hal yang mengungkapkan ekspresi yang berlebihan yang dapat merugikan dirinya sendiri. Ada beberapa hal yang dapat apabila kita sering marah-marah.

Referensi pihak ketiga

Dijauhi Teman

Pernah ngga sih melihat orang yang berselisih dengan kondisi marah besar. Tentu ia pasti mengungkapkan kata-kata spesialnya dengan memadukan kata-kata kebun binatang didalamnya sambil menunjukkan kekuatannya. Hal ini mungkin terlihat hebat akan tetapi dampak setelahnya sangat besar. Pasti kalau di masyarakat pasti jadi bahan obrolan masyarakat dan yang menjadi korban adalah keluarga karena di bilang ngga bisa ngurus anak. Kemudian seperti teman menjauh sedikit demi sedikit karena takut dengan sikap gampang marah tersebut. Apalagi hal ini merupakan salah satu menghabat silahturahmi.

Referensi pihak ketiga

Gampang terkena depresi

Orang yang memiliki sikap marah cenderung gampang banget terkena depresi. Karena sering mengeluarkan emosi yang yang berlebihan ataupun emosi negatif. Sehingga depresi bisa terjadi bagi orang yang sering marah-marah. Hal uini sangat penting karena dapat terbawa dalam perilaku yang mengakibatkan hal yang sangat berbahaya karena dapat merusak jiwa juga. Sehingga orang marah cenderung memiliki sifat sensitid apabila menyinggu tentang dirinya.

Referensi pihak ketiga

Sehingga apa yang harus dilakukan apabila menghindari sifat marah tersebut. Salah satunya dengan sabar solusinya. Dengan sabar kita dapat menahan sifat marah. Bila dipikirkan dengan sederhana sabar merupakan sifat yang berlawanan dengan marah ketika marah lebih mengungkapkan emosi yang berlebihan. Akan tetapi, sabar lebih menahan diri dalam mengungkapkan emosi dan lebih condong dengan mengevaluasi diri dari sifat-sifat tersebut. Dengan sabar dapat memperpanjang silahturahmi dan menjaga kita dari penyakit jiwa. Karena senang tiasa mengevaluasi diri.

Sumber :UC News 

Begini, lho Cara Agar Tanaman Berbuah Lebat dan Manis. Alami dan Mudah!

Begini, lho Cara Agar Tanaman Berbuah Lebat dan Manis. Alami dan Mudah!

Foto: puan.co

10Berita, Seringkali kita kecewa karena tanaman yang kita tanam mulai dari menabur benih hingga menunggu besar ternyata tidak berbuah sesuai yang diharapkan. Bahkan misalnya berbuah ternyata rasanya tidak manis dan jadi tidak layak dimakan. Hal semacam ini tentu saja tidak pernah diharapkan oleh siapa pun, ya.

Ternyata tanaman tidak berbuah lebat dan manis bisa terjadi karena beberapa alasan yang mungkin tidak pernah Anda ketahui. Salah satunya bisa jadi karena umurnya yang masih terlalu muda, terlalu banyak pupuk, bungan gagal menjadi buah atau bahkan tanaman mandul.

Foto: bibittabulampot.com

Nah, untuk mengatasi semua masalah itu, penulis mau berbagi cara mudah supaya tanaman Anda bisa berbuah seperti dilansir lintangsore.com (retrieved, 19/06/2018),

Pangkaslah setiap ranting yang kurang produktif supaya tanaman lekas berbuah.Mengikat batang atau melukai batang demi menghambat penyaluran zat-zat makanan hasil fotosintesa ke akar sehingga makanan akan ditumpuk pada bagian atas.Pastikan tanaman Anda sehat dan lakukan stres air yang artinya menahan tidak menyiramnya sampai 2-3 harian supaya daun tidak terlalu lebat dan merangsang munculnya bunga.

Foto: jurnalasia.com

Itulah beberapa cara supaya tanaman berbuah lebat dan manis. Gimana, menarik sekali dan patut dicoba!

Sumber :UC News 

Puasa 6 Hari Syawal Setiap Senin dan Kamis, Apakah Pahalanya Berlipat?

Puasa 6 Hari Syawal Setiap Senin dan Kamis, Apakah Pahalanya Berlipat?

TANYA: Apakah dianggap sah jika saya berpuasa 6 hari di bulan Syawal pada hari Senin dan Kamis? Agar saya juga mendapatkan pahala puasa Senin dan Kamis?

BACA JUGA: Bolehkah Puasa Syawal Digabung dengan Qadha dan tak Berurutan?

JAWAB: Alhamdulillah, dikutip dari Islamqa. Ya, hal itu tidak masalah. Anda akan mendapatkan pahala puasa 6 hari di bulan Syawal dan puasa Senin dan Kamis.

Syeikh Muhammad bin Utsaimin –rahimahullah- berkata:

“Jika puasa 6 hari di bulan Syawal bertepatan dengan hari Senin dan Kamis, maka ia akan mendapatkan pahala puasa Senin, dengan niat untuk mendapatkan pahala puasa 6 hari di bulan Syawal dan niat puasa Senin, berdasarkan sabda Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- :

(إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى)”

“Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya, dan setiap orang tergantung dengan apa yang ia niatkan.” []

Sumber : Islampos.

Terkait Iriawan, Hendri Satrio: Jangan Salah Baca Strategi, hanya Nomor 3 yang Tidak Didukung Istana

Terkait Iriawan, Hendri Satrio: Jangan Salah Baca Strategi, hanya Nomor 3 yang Tidak Didukung Istana



10Berita, JAKARTA  Ada yang menarik, apa yang disampaikan oleh pengamat politik Hendri Satrio terkait Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat. Hendri, misalkan saja mengatakan bahwa Pj yang baru saja dilaksanakan bisa jadi justru tidak menguntungkan istana negara.

“Jangan salah baca strategi pelantikan PLT Gubernur Jabar, kendati kita harus berprasangka baik, tapi pelantikan ini mungkin bukan untuk memenangkan tapi justru untuk menghambat. Ingat, hanya pasangan nomor 3 yang bersebrangan dengan Istana, nomor 1, 2, 4 didukung Istana semua.


Jadi sangat mungkin pelantikan PLT Gubernur Jabar ini untuk memperkecil elemen surprise saat Ahmad Heryawan mengejutkan publik menjadi pemenang di 2008 lalu walaupun di beberapa survei elektabilitasnya hanya belasan, kala itu umat Islam Jabar kompak pilih Aher diujung Pilkada,” katanya, Senin (18/6/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.

Dukungan Istana menurut Hendri bukan untuk Paslon nomor 2 saja. “Bahkan pasangan ini terbentuk diujung deadline, nomor 1 dan 4 sudah lama dielus Istana. Mereka belajar dari Jakarta, tidak mau hanya tergantung pada 1 calon dan kalah. Jabar kunci 2019, hanya nomor 3 yang bersebrangan, demikian.”

Namun demikian, Hendri tetap yakin bahwa apa pun yang terjadi bukan tergantung sepenuhnya dengan hal di atas. “Kemenangan dalam demokrasi memang harus penuh dengan strategi, walaupun Alloh SWT yang memutuskan hasil akhirnya. 

Jadi tenang saja, terus percaya pada-Nya adalah juga strategi jitu dalam pemilihan umum apapun. Toh Indonesia saat ini tetap dalam lindungan-Nya, ya, walaupun, walaupun....” (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

Libur Lebaran Usai, Masalah Ekonomi Menanti Pemerintahan Jokowi

Libur Lebaran Usai, Masalah Ekonomi Menanti Pemerintahan Jokowi

10Berita – Kebijakan Pemerintah yang menambah masa libur lebaran selama tiga hari sehingga total menjadi sembilan hari, dinilai berpotensi menimbulkan beberapa permasalahan ekonomi. Pemerintah menurut pengamat harus sigap dalam menangani beberapa permasalahan ekonomi yakni menurunnya konsumsi rumah tangga dan inflasi.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebutkan, akan ada masalah ekonomi baru yang bakal dihadapi pemerintah usai lebaran. Masalah tersebut di antaranya yakni produktivitas pangan yang akan menurun serta tingginya impor yang bakal terjadi.

“Sekarang tugas pemerintah bagaimana tingkatkan daya beli petani, jangan impor beras ugal-ugalan saat petani panen raya. Kemudian bansos PKH, dana desa padat karya tunai itu efektifitasnya harus dievaluasi total,” ujar Bhima seperti dilansir SINDOnews.

Sambung dia menambahkan, permasalahan ekonomi lainnya yaitu dana desa yang bisa disalahgunakan. Dikarenakan rumitnya birokrasi yang ditempuh dalam mencairkan dana desa.

“Dana desa kemungkinan problem di birokrasi yang berbelit, ini terlihat banyaknya kepala desa yang terlibat korupsi dana desa. Terlebih kemampuan pendamping desa terbatas. Dana di APBN sudah ada untuk stimulus konsumsi, tapi masalahnya ada di level implementasi,” jelasnya.

Lantaran itu, pemerintah diyakini harus mengambil langkah cepat dalam menangani beberapa masalah ekonomi. Agar ekonomi Indonesia tidak terpuruk saat dan setelah libur panjang.

“Yang jelas tugas berat pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga tetap tinggi pasca lebaran. Menjaga inflasi khususnya dari harga energi dan pangan, stabilisasi kurs rupiah dan dongkrak kinerja ekspor,” paparnya. (SN)

Sumber :Eramuslim