OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 24 Juni 2018

Jangan Anggap Internet Itu Bakal Ada Selamanya, Ini 7 Hal yang Bisa Menyebabkan Kematian Internet

Jangan Anggap Internet Itu Bakal Ada Selamanya, Ini 7 Hal yang Bisa Menyebabkan Kematian Internet

10Berita, Zaman sekarang, tiap beberapa menit sekali tidak boleh kelupaan update Instagram atau balas pesan WhatsApp. Ada tugas kuliah juga harus nyari bahan di Wikipedia. Mau belanja bulanan, buka aplikasi online shopMeetingdan urusan pekerjaan juga bakal mandeg total jika tidak bisa buka email. Tanpa kamu sadari, internet sudah jadi salah satu kebutuhan primer dalam hidup. Paket data habis atau internet gangguan sebentar paniknya setengah mati.

Nah, sekarang bayangkan kalau suatu saat nanti internet mati. Media sosial nggak bisa dibuka, Google nggak bisa diakses, online store gulung tikar, dan semua hal yang biasa dilakukan di internet tinggal kenangan saja. Memangnya mungkin? ‘Kan sekarang internet udah ada di mana-mana? Satu provider rusak ya tinggal pindah provider lain. Eits, jangan salah. Namanya teknologi buatan manusia pasti ada batasnya. Dan apakah internet bisa saja mati suatu saat nanti, jawabannya jelas bisa. Simak ulasan Hipwee News & Feature kali ini, biar nggak kaget nanti.

1. Tinggal di planet yang bergantung pada matahari, apa yang terjadi di sana pasti berpengaruh. Salah satunya adalah ‘solar flare’ yang mengancam sistem komunikasi

Solar flare atau ledakan di permukaan matahari via science.howstuffworks.com

Advertisement

Simpelnya, ‘solar flare’ adalah ledakan-ledakan kecil di permukaan matahari itu terjadi saat aktivitas matahari meningkat. Nah, meski jarak matahari dengan bumi sangat jauh, tapi efeknya pasti terasa juga. Di tahun 1998, satelit-satelit terlempar dari posisi dan gagal beroperasi, diduga karena aktivitas solar flare. Akibatnya 80% pager mati, website dan internet PC semuanya down.

Selain itu, solar flare juga bisa mengakibatkan badai geomagnetik di bumi. Badai geomagnetik terdahsyat terjadi di tahun 1859, yang berhasil mengacaukan komunikasi telegraf dan mengubah kerangka teknologi dunia sejak saat itu. Secara teoritis, aktivitas matahari ini memang bisa menghancurkan seluruh jaringan internet dengan mudah.

2. Salah satu perang dunia yang mengkhawatirkan adalah ‘cyberwarfare’ atau perang digital. Serdadu cukup duduk di depan komputer untuk menghancurkan lawan

Perangnya di depan komputer via russia-insider.com

Seperti yang kita tahu, sebenarnya komputer tak jauh beda dengan tubuh manusia. Ada virus-virus yang bisa mengancam kesehatannya. Storm worms, Code Red, MyDoom, adalah beberapa virus berbahaya yang mengincar PC-mu. Ke depan, diperkirakan perang dunia adalah perang digital. Serdadu saling menghancurkan dengan menyerang sistem internet negara lain dengan mengirimkan virus-virus berbahaya.

Advertisement

Target biasanya adalah sistem militer yang menjadi tulang punggung keamanan dan korporasi yang menjadi tulang punggung urusan ekonomi. Kerugiannya jelas lebih besar daripada kehilangan pasukan di medan perang. Kalau mau bego-begoan, lihat saja yang terjadi pada Amerika baru-baru ini. Bila benar Putin yang meretas Partai Demokrat yang berakibat Trump jadi presiden, terbukti ‘kan Putin berhasil ‘menghancurkan’ Amerika melalui cyberwar?

3. Tahu ‘kan kalau pemerintah punya akses untuk mematikan internet? Sekarang sih cuma situs-situs porno saja. Siapa tahu nantinya di masa depan, ada pemerintah yang ingin semua internet dimatikan

Diblokir via www.satujam.com

Lalu jangan lupakan peranan pemerintah. Sejauh ini di Indonesia, beberapa websitesudah diblokir karena mengandung pornografi ataupun konten provokatif. Artinya, pemerintah punya akses untuk mengendalikan aktivitas internet kita. Mungkin saja ‘kan lho suatu saat nanti banyak pemerintahan dunia menilai internet hanya memberikan dampak negatif yang merusak generasi muda dan membahayakan negara. Lalu akhirnya mengambil langkah ekstrem seperti Kim Jong Un di Korea Utara yang hanya memperbolehkan warganya akses 8 websitesaja.

Itu bukan skenario gila lho. Buktinya hal tersebut pernah dilakukan oleh pemerintah Iran semasa kerusuhan tahun 2010. Selama 45 menit, internet dimatikan total. Dalam kondisi seperti itu mungkin hanya mereka dengan kemampuan hacker tingkat tinggi, yang tetap bisa akses internet secara sembunyi-sembunyi. Tapi rakyat biasa yang bisanya cuma buka Twitter dan Facebook seperti kita ini bisa apa?

4. Meski satelit mulai digunakan, sebagian besar koneksi internet masih memakai fiber-optik. Kalau kabelnya rusak, yaa internetnya rusak juga

Jangkar kapal, salah satu penyebab putusnya kabel internet bawah laut via pixabay.com

Selain satelit, koneksi internet di seluruh dunia tersambung melalui kabel-kabel optik di bawah laut. Jadi saat kabel ada yang putus, sudah pasti koneksi terganggu. Banyak hal yang bisa menyebabkan kabel optik ini putus. Pertama, kesalahan teknis seperti tersangkut jangkar kapal atau lainnya. Kedua, lagi-lagi karena perang yang mungkin merusak infrastruktur tidak hanya di permukaan tanah tapi juga bawah laut.

Pada tahun 2008, kecelakaan-kecelakaan kabel optik ini silih berganti mengganggu jaringan internet di seluruh dunia. Terutama di Timur Tengah. Selama bulan Januari dan Februari 2008, gangguan tersebut menyebabkan 70% internet Mesir sampai 60% penggunaan internet di India turun. Bahkan kabel antara Singapura dan Jakarta juga terputus pada akhir bulan Februari tersebut. Penyelidikan besar-besaran dilakukan guna bisa merumuskan sistem pengamanan yang lebih baik, supaya peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi. Ada indikasi kuat terjadi sabotase yang menyebabkan kabel-kabel yang banyak melintas daerah konflik tersebut terputus. Wah harus hati-hati ya ke depannya.

5. Ternyata ada lho organisasi yang mengontrol internet di seluruh dunia. 14 orang di antaranya adalah pemegang kunci utama. Kalau mereka mau menutup internet, kamu bisa apa?

ICANN via www.dailydot.com

Mungkin banyak yang masih belum sadar kalau ada organisasi di belakang layar yang mengendalikan internet dunia. Bukan CIA, FBI, atau NSA, tapi organisasi bernama Internet Corporation for Assigned Names and Numbers(ICANN). ICANN adalah organisasi nirlaba yang bertanggung jawab mengatur Domain Names System (DNS). Tanpa DNS, yang ada hanya IP Adress. Jadi untuk membuka laman ini, alih-alih mengetik ‘Hipwee.com’, kamu harus mengingat sederet angka.

ICANN-lah yang bertugas mengatur dan memastikan tidak ada nama situs yang sama. Jadi kalau tiba-tiba ICANN bubar dan sistem DNS rusak, mungkin kamu lebih suka nonton TV daripada harus mengingat-ingat sederetan angka demi bisa buka Facebook. Ada banyak rumor yang beredar soal ICANN. Mulai dari otoritas menutup internet hingga sebuah 14 orang pembawa kunci yang bisa me-resetseluruh internet di dunia. Menurut penjelasan resminya sih ICANN tidak bisa memblokir ataupun mengatur konten dalam internet. Tapi, siapa tahu?

6. Kalau petinggi Google punya pendapat berbeda. Eksistensi internet bisa hilang karena semua orang sudah menggunakannya

Eric Schmidt via hub.jhu.edu

“It will be part of your presence all the time,” ujar Schmidt, seperti yang dilansir dari Forbes


Alasan yang satu ini lumayan menghibur. Salah seorang petinggi Google, Eric Schmidt mengatakan bahwa di masa depan internet akan lenyap. Tapi bukan lenyap dalam artian tak bisa dipakai, melainkan lenyap karena semua sudah pakai. Lho kok bisa? Sama seperti udara. Karena semua orang menggunakannya, keberadaan udara sudah dianggap sebagai ‘keharusan’. Sudah jadi bagian dari hidup sehari-hari, sudah terlalu biasa, jadi tidak perlu diperhatikan lagi. Nah, itulah yang diramalkan oleh Schmidt.

7. Dengan naiknya Trump jadi Presiden Amerika, yang nggak mungkin jadi mungkin saja terjadi. Siapa tahu mematikan internet bakal jadi salah satu kebijakan gilanya

Sekarang saja dia sudah ‘gatal’ dengan kebebasan media. Lah internet ‘kan jauh lebih bebas via www.nbcnews.com

Desember lalu kita harus menerima kenyataan bahwa Donald Trump yang diremehkan berhasil meraih kemenangan. Meski orang Amerika yang paling terkena dampaknya, tapi Trump effect juga akan mencapai seluruh dunia. Nah, di tangan Donald Trump ini sepertinya segala hal jadi mungkin. Bahkan hubungan Amerika dan Rusia yang selalu panas, bisa setingkat lebih ‘mesra’ saat Trump menjabat. Lalu ingat soal one-state solutionuntuk Palestina – Israel yang selama ini dianggap mustahil, nyatanya Trump mengatakan mungkin. Well, presiden satu ini memang selalu punya pikiran yang nyentrik (baca: aneh). Siapa tahu ‘kan, Trump berpikir untuk mematikan internet di dunia karena sebal netizen semena-mena membuat memedari fotonya? Trump gitu loh.

Di era Internet of Things seperti ini akses manusia kepada internet tak terbatas. Jaringan internet digunakan sebagai salah satu ukuran utama perkembangan sebuah daerah. Makanya kawasan pelosok dan terpencil mulai berlomba-lomba jadi modern lewat pertumbuhan internet. Keterhubungan global ini memang sebuah perkembangan positif dalam banyak aspek, tapi hal tersebut juga bisa membuat dunia rentan. Jika ada serangan hacker atau virus, semua yang terhubung itu bakal rusak semua. Jadi selain memikirkan apalagi yang bisa dibuat online, sama pentingnya untuk mempersiapkan jika sewaktu-waktu kita harus kembali lagi hidup offline. 

Sumber :Hipwee 

Inikah Rumah Nabi Elisa atau Ilyasa yang Ada dalam Alkitab dan Al-Qur'an?

Inikah Rumah Nabi Elisa atau Ilyasa yang Ada dalam Alkitab dan Al-Qur'an?

10Berita, Para arkeolog di Israel mengatakan mereka mungkin telah menemukan rumah dari seorang nabi yang tertulis dalam Kitab Perjanjian Lama, Elisa, atau dalam Al-Qur'an disebut Ilyasa.

Sebuah pecahan tembikar ditemukan tertulis dengan namanya tertanggal sekitar abad ke-9 SM, yang akan menjadi masa dimana ia hidup, kata seorang arkeolog yang melakukan penelitian, Ami Mazar.

Referensi pihak ketiga

potongan tembikar itu ditemukan di sebuah rumah yang ditemukan di Tel Rehov di Lembah Yordan. Elisha lahir di Avel Mehola, hanya sekitar tujuh mil dari Tel Rehov.

Pada laporan itu dikatakan penelitian telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, mengungkap sebuah kota terencana yang berusia 3.000 tahun.

“Anda tahu saya tidak bisa mengatakan secara pasti Elisha tertentu yang kami temukan adalah Elisha yang alkitabiah,” kata Mazar.

Referensi pihak ketiga

Elisa atau Ilyasa adalah murid setia Nabi Elia atau Ilyas, dan menjadi penggantinya. Selama enam puluh tahun (892–832 SM) ia memegang jabatan sebagai nabi di Israel dan dihormati sebagai orang suci di sejumlah Gereja Kristen. Dia dikatakan memiliki mukjizat yang besar, seperti menyuburkan tanah tandus Jericho dengan menambahkan garam ke perairannya. Dia juga dikatakan telah menempatkan kutukan pada sekelompok agresor, yang mengakibatkan beruang ganas tiba-tiba muncul dari hutan dan menyerang mereka.

Di kota itu juga ditemukan struktur yang unik dengan dua sayap yang terhubung satu sama lain melalui ruang belakang dan masing-masing sayap memiliki "ruang terbuka" menghadap ke jalan.

Referensi pihak ketiga

Di dalamnya ada ruang khusus dengan meja dan bangku. Sebuah pecahan tembikar mengandung nama Elisa ditemukan di sana.

Arkeolog Stephen Pfann mengatakan kemungkinan bahwa itu memang rumah dari nabi itu adalah masuk akal.

"Dengan hanya enam orang lainnya yang memiliki nama Elisa yang dikenal pada saat itu selama beberapa abad, kita entah bagaimana dapat percaya bahwa hanya ada keberuntungan bahwa orang suci ini juga bernama Elisa, atau ini adalah Elisa sang nabi sendiri, ”kata Pfann.

Sumber: www.wnd.com/2013/07/have-archaeologists-found-home-of-bibles-elisha/

Sabtu, 23 Juni 2018

Ini Doa Agar Setan Tidak Masuk Rumah

Ini Doa Agar Setan Tidak Masuk Rumah

 

10Berita, ADA hadis yang menganjurkan agar kita menyebut nama Allah saat masuk rumah. Tujuannya adalah agar setan dari luar tidak turut masuk rumah bersama kita. Dalam hadis dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah saat masuk rumah, begitu pula saat dia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.”

BACA JUGA: Kualitas Setan

Ketika dia masuk rumahnya tanpa menyebut nama Allah, setan-pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Dan ketika dia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan-pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR. Muslim 2018).

Hadis ini secara umum menunjukkan anjuran untuk berdzikir, menyebut nama Allah ketika masuk rumah dan ketika hendak makan.

Adakah bacaan khusus ketika masuk rumah?

Terdapat sebuah hadis yang menyebutkan bacaan khusus ketika masuk rumah. Hadis dari Abu Malik al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila seseorang memasuki rumahnya, maka hendaknya dia mengucapkan, ‘Allahumma inni as-aluka khoirol mawlaji wa khoirol makhroji, bismillahi walajnaa wa bismillahi khorojnaa wa alallahi robbinaa tawakkalnaa’

(Ya Allah, aku memohon pada-Mu kebaikan ketika masuk dan keluar dari rumah. Dengan nama Allah, kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar dan hanya kepada Allah Rabb kami, kami bertawakkal). Lalu hendaklah menyampaikan salam pada keluarganya.” (HR. Abu Daud 5096. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dho’if. Hadis ini juga dinilai dho’ifkan oleh al-Albani).

Mengingat hadis ini statusnya dhaif, maka kita tidak merekomendasikan untuk merutinkannya. Hanya saja, dianjurkan bagi kita untuk berdzikir, menyebut nama Allah ketika masuk rumah dengan kalimat umum, misalnya dengan mengucapkan bismillah… selanjutnya ucapkan salam untuk yang ada di dalam rumah.

Sementara janji dicukupi, dilindungi, dan diberi hidayah, berlaku untuk keutamaan doa ketika keluar rumah.

BACA JUGA: Usir Setan, Kumandangkan Adzan

Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan doa ini, “Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemduian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’

Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ‘Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426, dan dishahihkan al-Albani). []

SUMBER: KONSULTASI SYARIAH

Ini 7 Tanda Kematian?

Ini 7 Tanda Kematian?

10Berita, Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan,” (Surat Al Jumu`ah: 8).

SEMUA yang hidup pasti akan mati. Seperti apa proses kematian yang nantinya akan dialami oleh setiap makhluk hidup? Tentu saja setiap orang akan berbeda. Kematian bisa disebabkan sakit, kecelakaan atau sebab lainnya.

Namun, medis menyatakan bahwa pada kondisi normal seperti orang sakit, biasanya seseorang akan menunjukkan gejala yang mengindikasikan bahwa hidupnya akan segera berakhir beberapa pekan lagi. Berikut poin-poin seperti dikutip dari Mayoclinic.

1. Merasa gelisah.

Seseorang akan merasa tidak tenang serta sulit tidur, selain itu dia akan seringkali mengganti posisi saat tidur karena perasaan gelisah.

2. Menarik diri.

Seseorang tidak ingin lagi terlibat dalam aktifitas sosial ataupun melakukan kegiatan favoritnya.

3. Sering mengantuk.

Seseorang akan menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur.

4. Kehilangan nafsu makan.

Seseorang hanya akan makan dan minum dalam jumlah sedikit dan berbeda daripada biasanya.

5. Mengalami jeda saat bernapas.

Hal ini biasanya terjadi saat seseorang sedang tidur ataupun terjaga.

6. Luka yang sulit sembuh.

Luka atau infeksi yang dialami mengalami kesulitan untuk disembuhkan.

7. Pembengkakan.

Pada beberapa orang terjadi pembengkakan di daerah tangan, kaki atau bagian tubuh lain.
Allahu alam bishawwab. []

Sumber :  Islampos.

ARTI SELEBRASI Duo Pemain Muslim Swiss Shaqiri-Xhaka Saat Kalahkan 'Musuh Bebuyutan' Serbia

ARTI SELEBRASI Duo Pemain Muslim Swiss Shaqiri-Xhaka Saat Kalahkan 'Musuh Bebuyutan' Serbia


10Berita, Timnas Swiss meraih kemenangan penting mengalahkan Serbia dengan skor 2-1 dalam lanjutan laga Grup D Piala Dunia 2018, Jumat (23/6/2018).

[video]

Dua gol kemenangan Swiss dicetak oleh Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri, duo pemain Muslim yang berlatarbelakang keturunan etnis Albania-Kosovo yang mayoritas muslim.

Shaqiri lahir di Gjilan, Kosovo, provinsi yang mengumumkan kemerdekaannya dari Serbia pada 2008. Serbia tak mengakui kemerdekaan Kosovo dan relasi keduanya masih memanas. 

Sementara orang tua Xhaka juga berasal dari Kosovo dan keluarga tersebut masih termasuk etnis muslim Albania. Bahkan Taulant, saudara Xhaka, bermain untuk Timnas Albania.

Bagi Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri, mencetak gol dan mengalahkan Serbia punya arti kemenangan tersendiri. Keduanya melakukan selebrasi gol yang sama, menggerakkan tangan dan membentuk "Albanian Eagle", yakni kedua jempol tangan bertautan dan dengan jari-jari lainnya direnggangkan hingga berbentuk burung yang terdapat di bendera Albania. Kedua jempol melambangkan kedua kepala burung, sementara jari-jari lainnya membentuk sayap dari burung tersebut.

Albania dan Kosovo kini telah menjadi negara sendiri. Xhaka dan Shaqiri tentu merasakan konflik di tahun 90an. Bahkan ayah Xhaka dipenjara oleh Serbia karena menjadi aktivis kemerdekaan Albania. Alhasil keluarga Xhaka dan Shaqiri meninggalkan tanah kelahirannya dan hijrah ke Swiss. Sepanjang pertandingan suporter Serbia melakukan "booo", terutama pada Shaqiri.

Albania, Kosovo, Bosnia, adalah dulunya wilayah dibawah naungan Khilafah Utsmaniyah.


"Dalam sepakbola, Anda selalu punya emosi. Anda bisa lihat apa yang saya lakukan," kata Shaqiri, usai pertandingan seperti dikutip dari ABC.

Selebrasi duo pemain muslim Shaqiri Xhaka terancam sanksi FIFA.

___
Referensi
- https://en.wikipedia.org/wiki/Xherdan_Shaqiri
- https://en.wikipedia.org/wiki/Granit_Xhaka
- http://www.espn.com/soccer/switzerland/story/3539974/granit-xhaka-and-xherdan-shaqiris-albanian-flag-celebrations-for-switzerland-draw-attention
- http://www.abc.net.au/news/2018-06-23/granit-xhaka-and-xherdan-shaqiri-goals-help-swiss-down-serbia/9828254

NGERIII.... SBY Sebut PJ Gubernur Jabar Geledah Rumah Dinas Mantan Wakil Gubernur

NGERIII.... SBY Sebut PJ Gubernur Jabar Geledah Rumah Dinas Mantan Wakil Gubernur


10Berita, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat Polri dan TNI untuk bersikap netral di Pilgub Jawa Barat 2018. SBY mengungkapkan tidak ingin kejadian tidak menyenangkan yang sempat terjadi di Pilgub DKI Jakarta 2017 terjadi lagi.

Sebagaimana diketahui, pasangan yang diusung oleh Demokrat di Pilgub DKI Jakarta, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni kalah pada putaran pertama. SBY mengakui pihaknya dengan lapang dada menerima kekalahan tersebut, meski ia tetap merasa ganjil atas pemeriksaan yang melibatkan Sylviana Murni atas dugaan kasus korupsi. Apalagi, pemeriksaan itu dilakukan saat pilkada masih berlangsung.

"Selama masa kampanye, Ibu Sylviana berkali-kali dipanggil kepolisian dan lain-lain yang tidak patut saya sampaikan di sini. Sudah saya laporkan ke Polri, hingga hari ini tidak ada kelanjutannya. Kalau mantan presiden melaporkan tidak ditanggapi, apalagi rakyat jelata," kata SBY di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6/2018).

Tidak hanya itu, SBY juga menyayangkan penggeledahan rumah dinas mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, yang dilakukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat. Ia heran mengapa hanya rumah calon yang diusungnya saja yang digeledah, sementara rumah calon pasangan yang lain tidak digeledah.

"Di Jawa Barat yang baru saja saya dengar, apa harus rumah dinas mantan Wakil Gubernur digeledah, diperiksa oleh Penjabat Gubernur? Mengapa hanya pasangan ini, mengapa pasangan lain tidak?" ujarnya heran.

Sebagaimana diketahui, mantan Wagub Jabar Deddy Mizwar diusung oleh Partai Demokrat di Pilgub Jabar 2018 ini.

"Oleh karena itu, demi jujur dan adilnya pilkada serentak ini, saya mohon dengan segala kerendahan hati netrallah negara, netrallah BIN, Polri, dan TNI," tegasnya.

SBY pun berharap agar masyarakat berani menolak semua tindak kecurangan, khususnya ketidaknetralan.

"Biarlah rakyat menggunakan kedaulatannya memilih siapa yang diyakini untuk memimpin," pungkasnya.

Sumber: Kumparan

Ini 2 Dosa Kecil yang Bikin Azab Kubur Makin Pedih

Ini 2 Dosa Kecil yang Bikin Azab Kubur Makin Pedih

10Berita, MANUSIA tidak akan pernah lepas dari dosa, entah itu dosa besar maupun dosa kecil. Namun sayangya manusia kerap meremehkan dosa-dosa kecil, padahal jika dosa kecil sering dilakukan maka lama-lama akan menjadi dosa besar.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada dosa besar jika dihapus dengan istighfar (meminta ampun pada Allah) dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus.” (HR Baihaqi).

Ada dua dosa kecil yang kerap dianggap remeh namun sebenarnya adalah dosa besar. Dalam sebuah riwayat dikisahkan Rasulullah SAW dan shahabatnya pernah melewati sebuah kuburan dan mendengar siksa kubur yang amat pedih di dalamnya.

“Keduanya disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa karena dosa besar.” Lalu Beliau SAW melanjutkan ‘Benar, sebenarnya itu dosa besar, salah satunya disiksa karena tidak menjaga diri saat buang air kecil dan yang satu lagi disiksa karena namimah (mengadu domba),” (HR. Bukhari).

Ketika menjelaskan hadits ini dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan bahwa hadits tersebut maksudnya adalah dua dosa itu menurut mereka (orang yang disiksa kubur tersebut) bukanlah dosa besar. Dosa itu dianggap kecil dan diremehkan. Padahal sebenarnya dosa itu besar dalam pandangan Allah SWT.

Dua dosa yang dianggap remeh tapi mendatangkan siksa kubur yang pedih itu adalah tidak menjaga diri dari air kencing dan namimah (mengadu domba).

Dosa pertama yaitu tak menjaga air kencing. Pendapat para ulama yang paling kuat adalah tidak menjaga diri dan pakaian pada saat buang air kecil sehingga terciprat najis. Akibatnya, tubuh atau pakaiannya terkena najis dan menjadikan shalatnya tidak sah. Sebab di antara syarat sah shalat adalah suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis.

Dosa kedua adalah namimah. Mengadu domba antar dua orang atau pihak agar bermusuhan. Di zaman sekarang, hal ini juga sering dianggap remeh. Sebagai contoh karena alasan karir, dua orang difitnah hingga bermusuhan. Karena alasan bisnis, dua pesaing dibuat agar saling membenci.

Apalagi di era media sosial seperti saat ini, namimah makin dianggap remeh. Padahal di sisi Allah SWT, namimah merupakan dosa besar yang mengakibatkan pelakunya mendapat siksa pedih di alam barzakh. Naudzubillah. []

Sumber : Islampos.

Rekontruksi Sistem Pencalonan Capres dan Cawapres pada Pilpres Tahun 2019

Rekontruksi Sistem Pencalonan Capres dan Cawapres pada Pilpres Tahun 2019


Oleh: DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH.

Tulisan ini merespon positif hasil musyawarah Rakornas Persaudaraan Alumni 212 (29-5-2018) yang telah merekomendasikan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres tahun 2019 yang akan datang. Tidak dapat dipungkiri, penguatan penggalangan dukungan sudah demikian massif dan dengannya telah banyak pemberitaan, termasuk berbagai pencitraan.

Pada Pilpres tahun 2019 tentunya memerlukan rekonstruksi sistem pencalonan dan sekaligus penyaluran aspirasi politik umat.  Rekonstruksi tersebut menjadi sangat signifikan, mengingat saat ini berlaku sistem multipartai.

Di sisi lain, untuk mencalonkan pasangan Capres dan Cawapres, menurut ketentuan Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, ditetapkan ambang batas (presidential threshold), partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki 20 persen kursi DPR RI atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014.

Sejatinya, pasal tersebut sudah kehilangan relevansinya, mengingat pada Pileg dan Pilpres 2019 diselenggarakan secara serentak. Sangat disayangkan Mahkamah Konsitusi menyatakan dalam putusannya bahwa Pasal 222 adalah sah dan mengikat. Dalam pertimbangannya, Mahkamah menilai presidential threshold relevan untuk memperkuat sistem presidensial. Dengan presidential threshold, Presiden yang terpilih nantinya memiliki kekuatan di parlemen.

Konsekuensi logis penerapan presidential threshold tersebut adalah terjadinya polarisasi dua poros kekuatan, sangat sulit tercipta lebih dari itu. Bahkan tidak tertutup kemungkinan terciptanya calon tunggal, tidak lain tidak bukan adalah incumbent. Jika muncul calon tunggal, maka penulis sepakat dengan statement Yusril Ihza Mahendra, “kita akan memilih kotak kosong!”.

Oleh karena itu, Ormas-Ormas Islam harus bekerja ekstra guna menhadirkan pasangan Capres dan Cawapres yang sesuai dengan keinginan umat. Ormas-Ormas Islam yang tergabung dalam PA 212 memiliki peran yang signifikan dan strategis dalam upaya mendorong konsolidasi dan integrasi partai politik yang selama ini telah terbukti memperjuangkan aspirasi umat, dan melakukan pembelaan terhadap alim ulama dan aktivis 212.

Terlebih lagi Rakornas PA 212 telah merekomendasikan nama-nama Capres dan Cawapres untuk berlaga pada Pilpres tahun 2019. Sejumlah elemen mengapresiasi hasil musyawarah Rakornas PA 212. Tentunya, hasil musyawarah tersebut harus pula diimpelementasikan dalam langkah konkrit-stategik, dengan sejumlah upaya-upaya yang implementatif-progresif.

Menurut penulis, teori Critical Legal Studies(CLS) dapat digunakan untuk proses rekonstruksi dimaksud. Teori CLS memperkenalkan metode trashing, genealogy dan deconstruction. Trashing, adalah teknik untuk mematahkan atau menolak pemikiran hukum yang telah terbentuk. Metode ini dilakukan untuk menunjukkan kontradiksi dan kesimpulan yang bersifat sepihak berdasarkan asumsi yang meragukan.

Genealogy adalah penggunaan sejarah dalam menyampaikan argumentasi. Interpretasi sejarah ini yang kemudian digunakan untuk memperkuat konstruksi hukum. Deconstruction adalah membongkar pemikiran hukum yang telah terbentuk. Dengan melakukan pembongkaran, maka dapat dilakukan rekonstruksi pemikiran hukum.

Untuk itu, penulis bermaksud untuk melakukan dekonstruksi sistem penyaluran dukungan dan pencalonan Capres dan Cawapres terkait dengan rekomendasi Rakornas PA 212. Dekonstruksi yang dikerjakan di sini berlangsung berdasarkan kebijakan “pembalikan hierarki” dan upaya penemuan metode baru untuk menafsir ulang maksud yang terkandung dalam norma hukum.

Dekonstruksi harus bekerja untuk segera menampilkan pihak yang selama ini kepentingannya tidak tertampilkan dan karena itu juga tidak terbicarakan. Pihak dimaksud adalah para alim ulama dan habaib, termasuk para tokoh aktivis, dan cendekiawan muslim. Mereka ditampilkan lebih banyak ketika kepentingan politik memerlukannya, misalnya dalam kepentingan kampanye elite politik. Setelah itu, peran mereka relatif “disirnakan”. Dalam proses dekonstruksi, hak dan kepentingan para pihak harus dikontruksi ulang sebagai dua entitas yang interdependen.

Tidaklah konstruksi itu bertahan pada norma-norma bahwa hak dan kepentingan pihak yang satu berkedudukan dominan (superior), sedangkan kepentingan pihak yang lain terpandang sebagai wujud yang inferior. CLS menekankan adanya suatu sistem yang responsif dan sekaligus progresif. Dengan demikian, dekonstruksi yang dimaksudkan adalah sebagai bagian dari upaya rekonstruksi yang positif, bukan sebaliknya.

Kita ketahui, bahwa sistem multipartai telah melahirkan banyak partai politik. Kepentingan politik praktis telah pula menyebabkan partai politik lebih dekat dengan agenda pragmatis dan cenderung tidak populis. Banyaknya partai politik belum menunjukkan kemampuannya untuk sampai ke tahap konsolidasi untuk menuju tahap selanjutnya, yakni integrasi. Upaya awal konsolidasi memang dilakukan, tetapi hanya sebatas pada upaya penggalangan dukungan untuk pemenangan calon dalam bentuk koalisi. Koalisi lebih bersifat strategi elite politik.

Koalisi bukan dimaksudkan untuk integrasi politik menuju kemaslahatan umat, berdasarkan nilai-nilai universal syariat Islam. Diakui bahwa koalisi belum ada yang bersifat permanen dan memang sulit untuk itu. Namun, koalisi terhadap “kebenaran dan keadilan” harus diwujudkan, ini adalah “common platform.” 

Kita sadari bahwa hukum (baca: peraturan perundang-undangan) adalah produk politik. Sebagai produk politik, tentunya lebih berpihak pada mereka yang memiliki power. Politik sangat identik dengan kekuasaan, namun kekuasaan yang absolut lebih dekat dengan penyalahgunaan wewenang (abuse of power), sebagaimana dinyatakan oleh Lord Acton, “power tend to corrupt.”  Sistem demokrasi kita lebih kepada formalitas belaka, hanya untuk menyakinkan dunia “Indonesia sebagai negara demokrasi”.

Namun, sistem demokrasi yang dianut oleh semua negara juga dipertanyakan dalam keberhasilannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penerapan sistem demokrasi lebih condong kepada upaya pendistribusian kekuasaan belaka (demokrasi politik), sehingga menjauhkannya dari tujuan dan cita-cita nasional, yakni mewujudkan kesejahteraan rakyat berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat (demokrasi ekonomi) yang berkeadilan sosial.

Lebih lanjut, diadakannya ketentuan presidential threshold tentunya memberikan pengaruh terhadap pencalonan yang dilakukan partai politik. Partai politik yang tidak memenuhi presidential threshold, harus berupaya menjalin kekuatan dalam bentuk koalisi.

Namun, koalisi tersebut tidaklah mudah, terutama dalam hal menentukan pasangan calon yang akan diusung. Sejarah juga telah membuktikan bahwa sistem multipartai telah membawa ketidakstabilan sistem politik. Pada era Orde lama, pemerintahan “jatuh bangun”. Sementara itu, PKI diuntungkan dengan terkotak-kotaknya umat Islam dalam berbagai partai. Pada masa sekarang, sistem multipartai juga memperlemah kedudukan negara (baca: pemerintah).

Suatu dilema, semakin menguatnya demokrasi menjadikan negara tidak berlaku efektif. Sebaliknya semakin efektifnya negara, menjadikan tidak demokratis. Tesis Samuel Hungtinton inilah yang menjadikan semua negara berkembang – seperti Indonesia – lebih mengejar aspek demokrasi, terlebih lagi tampilnya kekuatan civil societydemikian banyak. Umat Islam, melalui Ormas-Ormas Islam juga harus membangun kekuatannya melalui “civil society yang madani” guna menampung aspirasi umat Islam dalam rangka menghadirkan Presiden dan Wakil Presiden yang mejalankan “misi kenabian”.

Tidak ada jalan lain yang dapat mengantarkan Indonesia pada perubahan yang sangat mendasar, yakni harus adanya alternatif pendayagunaan penggalangan dukungan, melalui sinergitas antara Ormas Islam dengan Partai Politik yang selama ini dipandang persuasif dan akomodatif terhadap aspirasi umat Islam.

Kita patut apresiasi dan tindak lanjuti seruan Imam Besar Indonesia Al-Habib Muhammad Rizieq Shihab, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional dan Partai Bulan Bintang seyogyanya bersatupadu dalam kepentingan pencalonan pasangan Presiden dan Wakil Presiden. Keempat partai politik tersebut harus segera melakukan konsolidasi guna menentukan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden.

Di sisi lain, Ormas-Ormas Islam bersama dengan PA 212 melakukan pemantapan penjaringan bakal calon. Untuk kepentingan ini,  dapat dilakukan dengan mekanisme Konvensi Umat. Konvensi Umat ini pernah dilakukan menjelang Pilkada DKI Jakarta yang lalu, dengan membangun Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah guna optimalisasi “satu pasang calon”, dimana Al-Habib Muhammad Rizieq Shihab didaulat sebagai ketua. Dalam kepengurusannya, dibentuk Dewan Pemilih yang bertugas menjaring bakal calon, untuk kemudian “diberdayakan” kepada partai politik.

Sepanjang pengetahuan penulis, dalam perjalanannya tidaklah ada aral melintang, berbagai strategi dan upaya mampu diwujudkan, umat pun semakin tercerahkan. Mengacu kepada model Konvensi Umat versi Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah tersebut, kiranya dapat diimplementasikan oleh PA212 dan tentunya menjadi motivasi bagi keempat partai politik tersebut di atas untuk melakukan koalisi yang terintegrasi secara sistemik, holistik, dan komprehensif.

Pada akhirnya, baik bakal calon yang direkomendasikan oleh PA212, maupun bakal calon dari koalisi keempat partai politik sebagaimana dimaksudkan di atas haruslah dikompromikan. Jika pada langkah awal sudah terbangun kesamaan persepsi kualifikasi, tentu tidaklah sulit menentukan calon definitif yang diharapkan, diterima dan didukung oleh masyarakat.

Penulis pribadi sangat yakin, dengan bersatunya komponen umat dengan koalisi partai tersebut akan dapat menaikkan suara dan memenangkan Pilpres tahun 2019. [syahid]

*) Penulis Ahli Hukum Pidana Aksi Bela Islam 212 & Ketua Dewan Pembina Lembaga Advokasi DPP Partai Bulan Bintang

Sumber : Voa-islam.com

[PilGub Jateng] MENGEJUTKAN! PUJI Mbak Ida Fauziyah, Manajer Litbang KOMPAS Ungkap Alasan Naiknya Elektabilitas Sudirman - Ida

[PilGub Jateng] MENGEJUTKAN! PUJI Mbak Ida Fauziyah, Manajer Litbang KOMPAS Ungkap Alasan Naiknya Elektabilitas Sudirman - Ida


10Berita, Pada Debat Terbuka III Pilgub Jateng sebagai rangkaian dari pilkada serentak 2018 yang digelar di Hotel Patra, Kota Semarang, Jateng, Jumat 22 Juni 2018 calon wakil gubernur (cawagub) nomor urut 2, Ida Fauziyah, dianggap sebagai bintang utamanya. Hal itu diungkapkan Manajer Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas, Toto Suryaningtyas, pada program Pasca Debat Pilgub Jateng di Kompas TV.

Menurutnya, Ida Fauziyah mulai terlihat sangat menonjol pada akhir debat sehingga patut dinilai sebagai bintangnya.

"Mengejutkan, ternyata Bu Ida Fauziyah itu artikulatif sekali. Kalau menurut saya, salah satu bintangnya justru Bu Ida Fauziyah malam hari ini," ungkap Toto.

Toto menjelaskan jika penampilan Ida Fauziyah pada Debat Terbuka III Pilgub Jateng 2018 dapat meningkatkan elektabilitas pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah.

"Kalau elektabilitas dari pasangan ini [Sudirman Said-Ida Fauziyah] naik, dugaan saya faktor Bu Ida akan lebih kuat di situ," lanjutnya.

Pada akhir debat terakhir sebelum pemungutan suara Pilgub Jateng 2018, Ida Fauizyah memang tampak sangat menonjol. Bahkan, Ida Fauziyah memberikan pernyataan penutup seorang diri tanpa ada tambahan dari Sudirman Said.

Pada pernyataan penutupnya, politikus PKB tersebut menegaskan demokrasi adalah alat untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Ida Fauziyah juga menegaskan Pilgub Jateng 2018 ini merupakan bagian dari upaya masyarakat Jateng menyambut perubahan.

"Pilkada adalah upaya ikhtiar kolektif masyarakat Jawa Tengah menyambut perubahan Jawa Tengah lebih maju lagi," tandas cawagub yang berpasangan dengan cagub Sudirman Said pada pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu.

Sumber: Solopos

KEREN! Prabowo Luncurkan @GALANGPERJUANGAN, Program Cerdas Melawan Pengusaha Hitam

KEREN! Prabowo Luncurkan @GALANGPERJUANGAN, Program Cerdas Melawan Pengusaha Hitam


10Berita, Langkah Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto membuat aplikasi @GALANGPERJUANGAN terus mendapatkan apresiasi dari sejumlah kalangan.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman menegaskan, program dana perjuangan untuk membantu aktivitas politik Partai Gerindra itu langkah cerdas melawan sistem oligarki di Indonesia.

"Justru ini adalah langkah cerdas pendidikan politik Prabowo Subianto untuk melawan sistem oligarki yang ada di Indonesia dimana para pejabat dan pengusaha hitam berkolaborasi untuk mengeruk kekayaan bangsa Indonesia," terang dia kepada RMOL, Sabtu 23 Juni 2018.

Jajat menyayangkan langkah perjuangan Prabowo malah di kritik oleh partai-partai koalisi dan pendukung pemerintah.

"Nyinyiran dari partai dan para pendukung pemerintah justru hanya mendukung suburnya praktik hitam politik yang ada di Indonesia," tegasnya.

Jajat menambahkan, program dana perjuangan sangat positif karena mengeratkan hubungan masyarakat dan partai politik.

"Serta mengoptimalkan peran masyarakat dalam berpartisipasi secara aktif menentukan masa depan Indonesia yang lebih baik, terutama soal menentukan kebijakan politik Indonesia kedepan," tandasnya.

Sumber : PORTAL ISLAM