OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 27 Juni 2018

Inilah 12 Foto Pemenang The Nature Conservacy yang Kualitasnya Juara. Belajarlah dari Karya Mereka!

Inilah 12 Foto Pemenang The Nature Conservacy yang Kualitasnya Juara. Belajarlah dari Karya Mereka!

10Berita, Kontes foto bertema alam diadakan oleh sebuah lembaga international The Nature Conservacy pada tahun ini. Animo para fotografer dunia untuk mengikuti kontes ini begitu besar. Total ada sejumlah 57.459 foto masuk dari 135 negara di seluruh dunia. Sebuah angka yang sangat mengagumkan dan mencatat rekor tersendiri dalam kompetisi ini.

Foto alam adalah foto favorit bagi banyak orang. Semua orang bisa memotret alam, tapi tak banyak karya yang bisa mendunia. Nah kali ini Hipwee Travel ingin mengajakmu menyaksikan 12 karya pemenang kontes foto alam The Nature Conservacy tahun 2018. Yuk belajar dari karya mereka!

Grand Prize Winner diraih Camille Briottet dari Lyon, Prancis. Karya berjudul STALLIONS PLAYING ini jadi yang terbaik di antara semua foto yang masuk

pemenang utama via www.nature.org

Juara kedua adalah foto berjudul, The end is near, Iceland. Foto ini adalah karya Andre Mercier dari Los Angeles California yang menunjukkan bahwa akhir dari es ini segera tiba. Ia mengangkat isu tentang global warming

akhir dari sebuah era via www.nature.org

Juara ketiga diraih Terra Fondriest dengan fotonya berjudul Frog Hug. Fotografer asal Amerika ini menampilkan karya yang unik, yakni memeluk kodok

frog hug via www.nature.org

Pemenang kategori Wildlife, The Hunter karya Roberto Moccini Formiga dari Rio de Janeiro, Brazil

kategori wildlife via www.nature.org

Foto ini mendapatkan penghargaan People Choice Award. Karya Megan Lorenz ini memang sungguh epik sih

people choice awards via www.nature.org

Polar Bear ini menjadi pemenang kategori Wildlife. Foto ini adalah karya Florian Ledoux, Brasles, France

polar bear via www.nature.org

Kategori Water, Foto dari Jeremy Stevens, Fallsington, Pennsylvania, USA ini jadi yang terbaik di kategori tersebut

pemenang kategori water via www.nature.org

Meeting of Alligators, foto yang memukau dari Jorge André Diehl, Distrito Federal, Brazil ini memang juara sih

meeting the alligators via www.nature.org

Sunrise in Vama Veche karya George Bufan dari Timisoara, Romania jadi salah satu yang terbaik di kategori People and Nature

people and nature via www.nature.org

Namibia Curves jadi potret paling menakjubkan dalam kategori landscape. Perhatikan lekukan padang pasir di Namibia yang eksotis ini

gurun pasir namibia via www.nature.org

Letusan Gunung Api di Meksiko ini seperti fantasi ya saking kerennya. Foto ini karya Hernando Alonso Rivera Cervantes, dari Villa de Alvarez, Meksiko

letusan gunung api di meksiko via www.nature.org

Pemenang kategori Cities and Nature, Reclamation, sebuah rumah yang terkubur pasir di Uni Emirat Arab karya Jesse Yang, Fort Lee, New Jersey, USA.

reklamasi via www.nature.org

Sumber : Hipwee

Hasil Survei Pilgub Jateng: Wouw Banget, Pengaruh Prabowo?

Hasil Survei Pilgub Jateng: Wouw Banget, Pengaruh Prabowo?

10BeritaJAKARTA - Direktur Eksekutif Laju Survei Indonesia Sobirin mengatakan berdasar hasil survei lembaganya, elektabilitas pasangan cagub – cawagub Jateng Sudirman Said - Ida Fauziyah mengungguli pasangan Ganjar Pranowo - Taj Yasin di akhir masa kampanye.

Elektabilitas pasangan yang diusung Gerindra, PKB, PAN dan PKS itu mencapai 54,1 persen. Sementara pasangan petahana yang diusung PDI-P, PPP, Nasdem, dan Demokrat hanya mencapai 43,5 persen.

"Menjelang akhir masa kampanye Ganjar sempat dipanggil KPK (terkait kasus e-KTP) tapi kemudian menyampaikan berhalangan karena sedang kampanye. Kemungkinan hal ini memberi dampak negatif pada elektabilitas Ganjar-Yasin," ujar Sobirin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/6).

Sobirin juga menyimpulkan, naiknya elektabilitas Sudirman - Ida kemungkinan karena turunnya Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto ke sejumlah daerah di Jawa Tengah pada masa kampanye.

Survei dilakukan pada 3-20 Juni lalu dengan melibatkan 1.068 responden. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei Laju Survei Indonesia hampir sama dengan hasil survei Roda Tiga Konsultan dan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia yang dirilis sebelumnya. Ketiga lembaga ini menempatkan elektabilitas Sudirman Said-Ida lebih unggul dari Ganjar-Yasin.

Sementara lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menempatkan elektabilitas Ganjar-Yasin lebih unggul.

SMRC merilis elektabilitas Ganjar Yasin 70,1 persen dan Sudirman-Ida 22,6 persen. LSI Denny JA merilis elektabilitas Ganjar-Yasin 54 persen, sedangkan Sudirman-Ida 13 persen.(gir/jpnn)

Sumber : jppn

Bubarin Tahlilan, Markas PDIP Diserang Banser, FPI, dan Kokam Muhammadiyah, Ini Foto-fotonya

Bubarin Tahlilan, Markas PDIP Diserang Banser, FPI, dan Kokam Muhammadiyah, Ini Foto-fotonya

Banser NU, FPI, dan Kokam Muhammadiyah serang kantor PDIP Banyumas/Twitter.

10Berita , PURWOKERTO – Banser NU Purwokerto mengepung kantor PDIP Banyumas lantaran diduga membubarkan acara tahlilan.

Dari foto-foto yang beredar di media sosial tampak sejumlah anggota banser bergabung dengan ormas lainnya menggeruduk markas PDIP.

Ormas yang ikut bergabung dengan banser NU di antaranya FPI dan Kokam Muhammadiyah.

“Banser Purwokerto Mengepung Kantor PDIP Banyumas, Karena Membubarkan Acara Tahlilan NU ..
FPI Dan KOKAM Hadir Dalam Bentuk Solidaritas’..
Indahnya Ukhwah Islamiyyah’, Dalam Menghancurkan Kezholiman'” begitu tulis akun @muslim_bersatu1, Selasa (26/6/2018).

Kekisruhan ini di masa-masa jelang Pilkada Serentak ini memang membuat situasi politik menjadi panas.

Apalagi Jawa Tengah merupakan salah satu basis massa PDIP terbesar.

Bukan itu saja, bisa jadi PDIP yang merupakan salah satu pengusung Cagub Jateng PDIP Ganjar Pranowo bisa tergerus lantaran sedikit cela yang dibuat di menit-meint akhir.

Sumber : POJOKSATU.id

Politisi Ini Sebut Pelaku Teror Papua sebagai Teroris dan Bisa Mengancam Pilkada

Politisi Ini Sebut Pelaku Teror Papua sebagai Teroris dan Bisa Mengancam Pilkada


10Berita, JAKARTA - Pilkada serentak tinggal hitungan jam. Namun ancaman tidak kondusifnya Pilkada nampaknya perlu menjadi perhatian yang serius, sebagaimana telah terjadi di daerah Timur Indonesia baru-baru ini.

“Kelompok Kriminal Bersenjata tewaskan 3 orang, KKB namanya terlalu panjang, Teroris lebih tepat. Selain meneror aparat keamanan, juga meneror warga. Pilkada di Papua bisa terancam akibat ulah para teroris ini. #PilkadaSerentak2018,” kata politisi PKS Mardani Ali Sera ketika mengomentari judul berita di salah satu media: Kelompok Bersenjata Tembak Warga di Kenyam, Papua, Tiga Tewas”, Selasa (26/6/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.


Dengan adanya kejadian itu, Mardani menghimbau agar pihak keamanan bergerak agar tidak terjadi kembali laku anarkis. “Tim Pengamanan #PilkadaSerentak2018 di Papua juga di tembaki Teroris. 

Jangan biarkan teroris mengganggu jalannya Pilkada Serentak di Papua, katanya lagi, ketika mengomentari judul berita di salah satu media: Pesawat Brimob Ditembak di Bandara Keneyam Papua goo.gl/aWTqsj Ikuti @temponasional,” Selasa (26/6/2018), di akun Twitter-nya. (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

ICMI Minta Penyelenggara Pilkada Bekerja Profesional

ICMI Minta Penyelenggara Pilkada Bekerja Profesional

zulkarnain/hidayatullah.com

10Berita – Sebanyak 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota di Indonesia menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak hari ini, Rabu (27/06/2018). Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) meminta masyarakat menggunakan hak pilihnya sesuai aspirasi dan gembira tanpa takut dengan tekanan oleh pihak manapun.

“Harus dihindari dan menghindari provokasi bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” ujar Ketua Umum ICMI Prof. Jimly Asshiddiqie di Jakarta, Selasa (26/06/2018).

Jimly mengatakan, pilkada serentak hanyalah alat dalam sistem negara yang menganut demokrasi. Oleh sebab itu, terangnya, jangan sampai memecah belah kerukunan hidup warga negara dan persatuan bangsa.

“Pilkada hanya alat demokrasi yang tak seharusnya justru menjadi alat pemecah belah persatuan dan kesatuan Indonesia,” tuturnya.

Ia pun menyinggung mengenai peran aparatur penyelenggara pilkada dan penegak hukum yang harus bekerja profesional dan adil guna melayani masyarakat menggunakan hak pilih.

Termasuk juga kepada kalangan masyarakat, Jimly meminta, dapat mewujudkan pilkada yang jujur, adil, dan transparan dengan ikut aktif mengawasi segala bentuk kecurangan terjadi


Sedangkan tentang maraknya penggunaan media sosial terkait isu pilkada, Jimly mengimbau, agar dapat digunakan secara bijaksana oleh semua kalangan masyarakat.*

Sumber : Hidayatullah.com

Suami Marah? Begini Cara Meredakannya

Suami Marah? Begini Cara Meredakannya

10Berita, DALAM hidup berumah tangga tidak selamanya akan berjalan mulus, terkadang ada perselisihan antara suami dan istri. Jika bukan karena hal-hal besar, biasanya malah karena hal sepele.

Nah, berikut ini ada hal yang bisa kita lakukan untuk meredakan kemarahan suami, yang kami sitat dari fatih.o.biz:

1. Diam

Adalah istri berkewajiban untuk menenangkan suami. Begitu pula sebaliknya. Bahkan jika Anda merasa bahwa kemarahan suami Anda tidak bisa dibenarkan. Anda harus diam saat itu. Kediaman Anda akan memberinya kesempatan untuk mengeluarkan semua kemarahannya.

BACA JUGA: 3 Hal Ini Katanya Tidak Diketahui Istri dari Suaminya, Apa Saja?

2. Tahu kapan saatnya berbicara.

Berbicara dengan orang yang mudah emosi juga ada seninya. Anda tak bisa blak-blakan mengungkapkan pendapat Anda dan terang-terangan menyalahkan pendapatnya. Anda harus berusaha meyakinkan bahwa Anda juga berada di pihak yang sama, hanya saja memiliki cara yang berbeda. Meyakinkan bahwa kondisi baik-baik saja dan kita berada di pihak yang sama akan membuatnya lebih tenang. Secara otomatis emosinya akan perlahan mereda, di sinilah Anda bisa mengungkapkan pendapat yang berbeda. Dengan catatan, gunakan intonasi berbicara yang datar-datar saja.

3. Berikan ruang

Jangan bersikeras untuk langsung membahas masalah suami Anda. Jika dia terlihat masih sangat marah, jangan memaksanya berbicara tentang hal itu. Sebaliknya, beri dia sedikit ruang.

4. Menemaninya

Kadang-kadang, jarak bukanlah cara terbaik untuk menenangkan kemarahan suami Anda. Mungkin dia marah pada orang lain dan ingin Anda menjadi pendengar terbaiknya. Oleh karenanya, temani suami Anda dan pinjamkan bahu Anda untuknya. Anda harus melakukan ini dengan bijaksana karena pria tidak ingin merasa lemah.

BACA JUGA: Agar Suami Tak Beralih ke Lain Hati

5. Bercinta

Tips cara meredakan suami yang sedang marah yang sangat ampuh adalah dengan cara ini. Trik kuno ini dapat bekerja dengan baik. Bahkan jika suami Anda benar-benar sedang marah sekalipun, dia tidak akan mampu menolak rayuan Anda untuk bercinta. Dia mungkin akan menolak rayuan Anda pada awalnya. Tetapi pada akhirnya, dia akan menyerah pada pesona Anda.

6. Berusahalah menenangkannya dan menahan emosi Anda, jika Anda ada di pihak yang benar. Berbicaralah kepadanya dengan cara bijak.

7. Ketika dia marah, Anda jangan menyinggung perasaannya dengan berbagai hal. Anda jangan pernah melakukan segala sesuatu yang dia anggap melecehkan dirinya. []

SUMBER: RUANG MUSLIMAH 

LSIN: Elektabilitas ‘Asyik’ Tertinggi di antara 4 Paslon Cagub-Cawagub Jabar

LSIN: Elektabilitas ‘Asyik’ Tertinggi di antara 4 Paslon Cagub-Cawagub Jabar

10Berita, BANDUNG—Menjelang pemungutan suara pilkada Jawa Barat, elektabilitas Sudrajat-Ahmad Syaikhu diklaim yang tertinggi di antara keempat cagub-cawagub Jabar. Temuan ini disampaikan Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN), Selasa (26/6/2018).

Bahkan LSIN mengklaim bahwa Tingkat keterpilihan kandidat jagoan Partai Gerindra dan PKS itu disebut telah menyalip Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

BACA JUGA: Jumhur Hidayat: Menangkan Asyik Berarti Berjuang Demi Kedaulatan dan Kesejahteraan Rakyat

Berdasarkan hasil surveinya, LSIN mengklaim tingkat elektabilitas Sudrajat-Ahmad Syaikhu sebesar 30 persen, disusul Deddy Mizwar- Dedi Mulyadi 26 persen, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum 25 persen, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan 9 persen.

Menurut LSIN, sejak Mei sampai Juni, terjadi fenomena ekstrem pada hasil survei atas perilaku pemilih di Jawa Barat. Kampanye seputar pemilu presiden 2019 ternyata berpengaruh terhadap persepsi pemilih calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.

BACA JUGA: Asyik Optimis Menangi Pilgub Jabar, Ini Faktor-faktor Penyebabnya

Elektabilitas Sudrajat-Ahmad Syaikhu disebut tertinggi karena mereka mampu meyakinkan masyarakat dengan memainkan isu atau kampanye #2019GantiPresiden. Manuver itu dianggap ampuh terjadi di Jawa Barat dengan efek dominan dari fenomena kasus yang terjadi di Jakarta seperti aksi 212 dan sebagainya.

“Kalau komitmen nomor tiga, dari survei yang kita lakukan, harus menjaga betul mainan mereka, kita lihat mereka memainkan isu pergantian kepemimpinan nasional, dan itu dimaksimalkan betul untuk mengambil pemilih,” kata Direktur LSIN, Muhammad Yasin di Bandung. []

SUMBER: VIVA

BENARKAH Pilkada 2018 Rasa Pilpres 2019?

BENARKAH Pilkada 2018 Rasa Pilpres 2019?


10Berita, 2018, ada 171 pilkada sedang digelar. Utamanya di pulau Jawa. Jumlah pemilihnya 100 jutaan. Ada tiga provinsi di Jawa yang ikut Pilkada. Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dilihat dari koalisi partai, acak adut. Tak menunjukkan keterbelahan koalisi istana vs koalisi oposisi. Di Jateng, PKB berkoalisi dengan PKS, PAN, dan Gerindra. Di Jatim, Gerindra, dan PKS berkoalisi dengan PKB dan PDIP. Di Jabar, koalisi partai pendukung istana pecah. Ada tiga paslon.

Di Jabar, terjadi persaingan ketat antara pasangan Ridwan Kamil-Uu (diusung Nasdem, Hanura, PKB, dan PPP) vs Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi (diusung Golkar dan Demokrat). Sama-sama partai koalisi pendukung Istana. PDIP punya calon sendiri. Sementara partai oposisi, PKS, PAN, dan Gerindra kompak, usung Sudrajat-Saikhu.

SBY meradang ketika rumah dinas mantan Wagub Jabar, Dedy Mizwar, digeledah. Bahkan menuduh “oknum” TNI, Polri, dan BIN tidak netral. Tantang BIN untuk ciduk SBY kalau gak terima. Kalau begini, berarti sudah cukup serius. Seolah benar-benar ada operasi khusus untuk mengalahkan pasangan Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Ridwan Kamil-Uu adalah calon yang dibesut istana. Jokowi dicurigai ikut memberi dukungan kepada pasangan ini. Sementara, Dedy Mizwar sudah ada MoU dengan Demokrat. Di antara isi MoU itu, Dedy Mizwar akan mendukung siapapun capres-cawapres yang didukung Demokrat.

Jabar punya jumlah pemilih paling besar. Lebih dari 30 juta. Siapapun bakal capres-cawapres, punya kepentingan terhadap Jabar. Jokowi 3-5 kali setiap bulan “sidak” ke Jabar. Sidak atau pengkondisian? Beda tipis.

Jika bukan calon dari istana yang menang, Jabar bisa tak terkendali. Ikhtiar dan ritual kunjungan Jokowi ke Jabar akan dianggap sia-sia. Sementara SBY berupaya mengambil Jabar dengan memenangkan pasangan Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Di Jawa, calon istana berpeluang menang. Di Jabar, elektabilitas Ridwan Kamil-Uu paling tinggi. Meski Dedy-Dedi dan pasangan Sudrajat-Saikhu berupaya mengejar. Di Jateng, Ganjar-Yasin yang dibesut istana mengungguli Sudirman Said-Fauziyah. Di Jatim, Khofifah-Emil Dardak, calon yang diidamkan Jokowi, melampui suara Gus Ipul-Puti.

Apakah jika paslon istana menang di Pilkada, terutama di Jawa, otomatis akan melanggengkan Jokowi di pilpres 2019? Tidak. Pertama, koalisi istana tidak tunggal. Terbelah oleh kepentingan koalisi. Silang koalisi terjadi di beberapa wilayah. Partai pemerintah dan oposisi campur aduk. Kedua, calon tidak merepresentasikan kepentingan istana maupun lawan istana.

Pilkada, bagi para pemilih, lebih merepresentasikan figur. Bukan representasi istana atau partai. Kalau toh ada, tidak terlalu dominan. Prosentasenya tidak terlalu signifikan. Artinya, hasil pilkada 2018 tidak terlalu berpengaruh pada hasil pilpres 2019. Pemilih pilkada sangat cair, tidak dikotomis. Beda dengan pemilih di pilpres, pendukung istana dan oposisi terbelah. Kelompok “Ganti Presiden” berhadap-hadapan, tidak saja secara politik, tapi juga secara emosional dengan kelompok pendukung Jokowi. Siapapun pemenang pilkada, pilpres punya variabel yang berbeda.

Kecuali di Jabar. Sedikit agak beda. Sebab, pertama, partai oposisi punya pasangan sendiri. Kedua, heroisme 212 berasal dari Jabar. Ketiga, Jabar paling besar jumlah pemilihnya. Jika pasangan oposisi menang, benar-benar bisa jadi sunami buat Jokowi di pilpres 2019. Oposisi kalah, tak terlalu berpengaruh. Sebab, partai koalisi istana pecah.

Kesimpulannya, pilkada beda dengan pilpres. Pemilih walikota, bupati, terutama gubernur di tiga wilayah Jawa, Sumut dan Sulsel, tidak terafiliasi secara otomatis dengan capres dan cawapres di 2019. Seandainya pasangan yang dicalonkan istana menang di tiga wilayah Jawa, tak otomatis mereka akan pilih Jokowi. Pendukung Khofifah, bukan identik pendukung Jokowi. Pendukung Gus Ipul, bukan juga pendukung lawan Jokowi. Itupun jika Jokowi dapat tiket dan berkesempatan maju di pilpres 2019. Sebab, jika PDIP dan Golkar tarik diri, Jokowi tak jadi nyapres. Bisa terjadi? Sangat bisa!

Pendukung Gus Yasin di Jawa Tengah, para ulama dan santri K.H. Maemoen Zubair, tidak bisa diidentifikasi sebagai pendukung Jokowi. Banyak dari mereka ikut demo 212 dan tidak simpatik ke Jokowi. Begitu juga pendukung Fauziyah dari PKB, belum tentu tidak dukung Jokowi.

Di Jabar lebih susah lagi. Cagub-cawagubnya ada empat. Punya agenda setting masing-masing. Kalau toh pasangan Ridwan Kamil-Uu menang, suaranya tidak akan sampai 50%. Itupun belum tentu dukung Jokowi. So? Hasil pilkada, bukanlah gambaran dari pilpres.

Penulis: Tony Rosyid

Sumber :Portal Islam 

Ini 3 Hal untuk Menjaga Hati dari Godaan Setan

Ini 3 Hal untuk Menjaga Hati dari Godaan Setan

10Berita, SETAN telah berjanji kepada Allah untuk terus menggoda manusia agar dijebloskan ke neraka. Karena itu setan bersumpah bahwa ia tidak akan masuk ke dalam neraka sendiri. Setan akan berusaha menggoda manusia agar sama-sama masuk ke dalam neraka bersamanya.

Setan membuat segala bentuk dosa menjadi indah di mata manusia. Ia akan menjadikan manusia cinta terhadap dunia hingga melalaikannya dari akhirat.

BACA JUGA: Godaan Wanita Lebih Kuat dari Godaan Setan

Tentunya bagi sebagian orang yang mempunyai iman yang lemah akan mudah untuk terpedaya dengan segala rayuan setan. Maka dari itu sebagai seorang mukmin, sudah seharusnya kita menjaga diri kita dari godaan-godaan setan yang terkutuk.

Berikut ini tiga hal yang dapat dilakukan oleh setiap mukmin agar hatinya senantiasa terjaga dari bahaya godaan setan:

1. Menghindari perbuatan maksiat sekecil apa pun. Sebisa mungkin kita harus menghindarkan diri kita dari berbuat maksiat. Sadarilah bahwa Allah senantiasa melihat segala amal perbuatan kita. Karena dosa yang kita lakukan secara terus menerus sesungguhnya akan membuat hati kita terkunci.

Rasulullah Saw bersabda, “Apabila dilakukan terus menerus, dosa akan mengunci (menutup) keseluruhan hatinya (dari menerima hidayah).” (HR. Ahmad)

BACA JUGA: Perlu Diingat, Ini 6 Godaan Setan yang Mesti Diwaspadai

2. Selalu mengikat hatinya dengan iman dan tawakal kepada Allah dalam segala urusan, dengan cara memohon perlindungan-Nya dari godaan dan kejahatan setan; seperti diisyaratkan dengan kalimat “A’udzu billahi minasy-syaithanirrajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).”

Tanpa bertawakal kepada Allah, kita tidak mempunyai kemampuan sama sekali untuk melawan kejahatan setan. Allah berfirman, “Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaan setan itu hanya atas orang-orang yang mengangkatnya sebagai pemimpin dan orang-orang yang suka menyekutukan dengan Allah.” (QS. An-Nahl : 99-100)

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setan adalah kuman (virus) bagi hati anak Adam. Jika hati anak Adam sedang dzikir atau ingat kepada Allah, kuma itu menjadi mati (kabur). Sebaliknya, jika hatinya sedang lupa (kepada Allah), kuman itu (pun) beraksi menggodanya.” (HR. Ibnu Abi Dun-ya)

3. Membersihkan hati dari sifat-sifat (penyakit-penyakit) tercela, kemudian menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji.

Untuk menjaga kebersihan hati dari berbagai sifat dan penyakit tercela, setiap muslim yang menghendaki kesucian hatinya seyogyanya mengetahui penyakit apa saja yang bersarang di dalam hatinya. Sehingga dengan mudah membersihkan segala penyakit yang terdapat dalam hatinya. []

 

Sumber : 60 Penyakit Hati/Uwes Al-Qorni/Remaja Rosdakarya/2005
, Islampos.

Pilkada Serentak 2018, Ini Imbauan Ketua Umum MUI

Pilkada Serentak 2018, Ini Imbauan Ketua Umum MUI

zainal/hidayatullah.com

10Berita – Hari ini, Rabu (27/06/2018), di berbagai daerah akan digelar Pilkada secara serentak. Sehubungan dengan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan imbauan.

Pertama, kepada seluruh masyarakat khususnya umat Islam untuk menggunakan hak konstitusionalnya dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan dengan niat yang ikhlas, “karena semata untuk melaksanakan ibadah,” ujar Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dalam rilisnya diterima hidayatullah.com semalam, Selasa.

MUI menilai, pilkada hakikatnya merupakan ikhtiar untuk memilih pemimpin di daerah yang akan melaksanakan tugas untuk menjaga nilai-nilai agama dan untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

MUI mengimbau agar segenap elemen bangsa menghormati dan menghargai perbedaan pilihan dengan sikap rendah hati, toleransi, dan saling memuliakan.

“Harus mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok dan golongan. Menjunjung tinggi semangat persaudaraan, baik persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyyah), maupun persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathoniyyah),” ungkapnya.

MUI meminta kepada pasangan calon, partai politik, dan tim sukses untuk menjauhkan diri dari praktik politik kotor seperti kampanye hitam, menyebarkan berita bohong (hoax), ujaran kebencian, fitnah, adu domba, dan politik uang.

Kepada tokoh agama dan aparat keamanan, diimbau untuk ikut serta membantu menciptakan suasana yang kondusif, aman, damai dan tenang. Agar, masyarakat dapat menggunakan hak konstitusionalnya dengan pertimbangan yang sehat, jernih, dan rasional, serta dengan penuh rasa kegembiraan tanpa ada tekanan, intimidasi, dan paksaan.

MUI meminta kepada seluruh masyarakat untuk dapat menerima hasil Pilkada tahun 2018 dengan sabar, lapang dada, dan tawakkal. “Siapa pun yang terpilih adalah putra terbaik bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Pilkada serentak tahun 2018 tidak boleh menjadi ancaman persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pilihan boleh berbeda tetapi semangat persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa harus tetap terpelihara dan terjaga,” pungkas Kiai Ma’ruf.*

Sumber :Hidayatullah.com