OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 28 Juni 2018

[Hasil Pilkada Jateng] Kronikel Survei Sudirman-Ida by Zeng Wei Jian

[Hasil Pilkada Jateng] Kronikel Survei Sudirman-Ida by Zeng Wei Jian


10Berita, Sudirman-Ida fought a hard political battle. Di atas tanah yang keras. Di dalam "Kandang Banteng". Amunisi defisit. Paket hemat. Modal elektabilitasnya 0.75% tahun lalu.

Lawannya: incumbent. Punya struktur birokrasi. Mesin militan. Partai penguasa. Dukun. Preman. Pabrik uang dan rokok. Media dikuasai. Front linernya,: buzzer jahat dan influencer sosial media. Semakin kuat dengan merangkul anak kyai kondang.

Di tengah periode Maret-April, Sudirman Said diserang fitnah, manipulasi informasi dan mind-driven polling. Elektabilitasnya dikunci di angka 10-20%.

Metode psywar ini disebut Tim Eyman dengan istilah "A push poll" yaitu teknik interaktif marketing. Motifnya mempengaruhi dan mengubah persepsi dengan topeng survei-polling. Jurnal Ghanaian Chronicle menyebutnya "childish propaganda in the name of polls".

Target utama di fase ini adalah meruntuhkan moral donatur. Mereka sukses. Sudirman-Ida semakin kritis budget.

Di Amerika, praktek pollster macam ini memicu kemarahan publik. American Association for Public Opinion Research menyimpulkan masyarakat merasa industri polling "had seriously misled the country about who would win".

Saat seorang politisi menguasai media dan punya duit memesan hasil polling maka dia memiliki "Lie Factory" (Pabrik Kebohongan).

Di Indonesia, lembaga polling tidak memiliki standar industri politik. Mereka mengadopsi guideline "pretend you are the voice of the people".

Satu ciri utama pabrik polling di Indonesia adalah mereka tidak terbuka mengenai siapa penyandang dana survei yang mereka lakukan.

Tanpa informasi ini, selamanya, integritas produksi polling mereka jadi tidak valid.

Di hari pencoblosan, berbagai pabrik polling merilis exit polls dan quick count. Di Jabar, bedanya tipis. Ridwan Kamil over pede langsung gelar victory speech. Tidak etis. Sebaiknya nanti dia dilantik saja oleh lembaga survei itu. Jadi gubernur polling.

Sudirman-Ida dikasih jatah 40% suara, bahkan sebelum KPUD menghitung kertas suara.

Tampaknya, pabrik-pabrik survei masih berbaik hati dengan beri angka fantastik itu. Mulai dari 0,75 lalu 10 dan ditutup dengan angka 40%. Great struggle Mr. Sudirman Said. We are proud of you.

Penulis: Zeng Wei Jian

Sumber :Portal Islam 

Pangeran William Kembali Buat Murka Israel

Pangeran William Kembali Buat Murka Israel


Pangeran William (kiri) bersama Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. (Aljazeera)

10Berita – Ramallah. Adipati Cambridge, Pangeran William menyebut Palestina sebagai negara selama kunjungan bersejarahnya ke wilayah Palestina. Sebutan ini tentu bertentangan dengan sikap resmi negaranya, Inggris.

Pangeran William bukan pertama kalinya mengundang amarah Israel. Sebelumnya dalam rilis resmi terkait tempat-tempat yang akan dikunjunginya disebutkan bahwa sang pangeran akan berkunjung ke Al-Quds yang disebut sebagai wilayah Palestina.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menerima secara langsung kunjungan Pangeran William. Kunjungan ini merupakan pertama kalinya dilakukan anggota kerajaan Inggris ke wilayah Palestina.

“Aku berterima kasih atas penyambutan ini. aku sangat senang bahwa kedua negara kita bekerja sama dengan erat, dan keberhasilan di masa lalu dalam hal pendidikan dan bantuan,” kata Pangeran kepada Abbas.

Kerajaan Inggris kemudian angkat bicara tentang penyebutan negara kepada Palestina oleh Pangeran William. Tanggapan dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Inggris.

Dalam pernyataan resmi dikatakan, “Dalam komentar ini, yang datang sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Agen Pers Prancis, Kementerian Luar Negeri belum bisa mengonfirmasi apakah penyebutan itu dilakukan sengaja atau tidak oleh Pangeran William.”

Untuk diketahui, Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2012 memberi status negara pengamat non-anggota kepada Palestina.

Politisi ekstrem kanan Israel mengecam keras kunjungan Pangeran Inggris ke Al-Quds yang disebut sebagai wilayah Palestina. (whc/)

Sumber :dakwatuna

Rupiah Tumbang 14.390 per Dolar AS

Rupiah Tumbang 14.390 per Dolar AS


10Berita, Nilai tukar Rupiah semakin rontok. Dolar Amerika Serikat (AS) sore ini semakin menguat. Dikutip dari Reuters, Kamis (28/6/2018), dolar AS berada di level Rp 14.390.

Mata uang Paman Sam terus mengalami penguatan sepanjang hari ini. Pagi tadi, dolar AS berada di level Rp 14.277.

Dolar AS bergerak dari Rp 14.173 dan melonjak ke level tertingginya di Rp 14.270. The Greenback kemudian sempat turun lagi ke Rp 14.255 dan naik lagi hingga Rp 14.275.

Dolar AS kemudian bergerak naik ke level Rp 14.302 dan terus menanjak hingga Rp 14.355. Meski sempat melemah di level Rp 14.309, mata uang AS ini kembali menunjukkan tren penguatan hingga Rp 14.390.

Rontoknya Rupiah diikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbang sebesar 2 persen pada penutupan perdagangan saham hari ini (28/6/2018). IHSG masih berkutat di zona merah terseret pelemahan kurs rupiah yang tembus di kisaran 14.300 per dolar Amerika Serikat (AS).

IHSG ditutup anjlok 120,23 poin atau 2,08 persen ke level 5.667,319. Indeks LQ45 tercatat melemah dalam sebesar 2,22 persen ke level 881,021.

Ekonom senior, Didik J Rachbini menyebut pelemahan rupiah ini tak tertolong meskipun sudah ada intervensi dari Bank Indonesia.

"Sudah ada intervensi tapi rupiah tetap lemah. Apa yang kita bayangkan beberapa minggu atau beberapa bulan ke depan?" ujar Didik J Rachbini melalui akun twitternya.

Hal mengerikan disampaikan Faisal Basri.

"Secara tahunan, nilai tukar rupiah pada 2018 (Sampai 26 Juni 2018) mencapai titik terendah sepanjang sejarah," kata ekonom senior ini.

Sudah ada intervensi tapi rupiah tetap lemah. Apa yang kita bayangkan bbrp minggu atau bbrp bulan ke depan? pic.twitter.com/xETbCikeF1

— DIDIK J RACHBINI (@DJRachbini) 27 Juni 2018


Secara tahunan, nilai tukar rupiah pada 2018 (Sampai 26 Juni 2018) mencapai titik terendah sepanjang sejarah. pic.twitter.com/9fiUCJr7A3

— Faisal Basri (@FaisalBasri) 27 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Kelompok Sekuler Masih Gerilya, Lakukan Penyamaran di Pilkada

Kelompok Sekuler Masih Gerilya, Lakukan Penyamaran di Pilkada


10Berita, JAKARTA- Kelompok sekuler sudah tahu bahwa di Indonesia mereka bakal tidak diterima. Segala cara pun dilakukan oleh mereka, salah satunya dengan melakukan kamuflase agar tidak ketara di mata masyarakat.

“Kelompok sekuler sebenarnya sadar bahwa di Indonesia mereka pasti nyungsep jika memperlihatkan, bahwa mereka anti agama. Makanya jika Pemilu menyamat paai atribut agama untuk kamuflase.


Kemudian jika menang, akan menyingkirkan agama dari panggung Negara, padahal UUD 1945 menjamin agama,” demikian kata ustaz Wasekjen MUI Pusat, Tengku Zulkarnain, Kamis (28/6/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.

Beliau nampak menegaskan, sesungguhnya kelompok sekuler adalah kelompok anti agama. Maka dari itu, banyak cara yang digunakan oleh kelompok ini untuk melakukan “sandiwara” demi meraup suara dari masyarakat.

“Kelompok sekuler yang pada intinya adalah kelompok ‘anti agama’ dalam bernegara, sufah mulai merasakan pahitnya. Di mana-mana mereka mulai kerdil.

Kini mereka mau menggiring opini dengan ciptakan istilah ‘Islam moderat’ dan Islam ‘Impor’. Tetaplah waspada, satukan langkah. Jangan terpengaruh.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

PERNYATAAN FPI Terkait Aksi TEROR di Papua yang MENEWASKAN Warga dan Aparat

PERNYATAAN FPI Terkait Aksi TEROR di Papua yang MENEWASKAN Warga dan Aparat


10Berita, PERNYATAAN PERS FRONT PEMBELA ISLAM ATAS AKSI TERORISME GEROMBOLAN PENGACAU KEAMANAN YANG MELAKUKAN PENYERANGAN TERHADAP PENDUDUK SIPIL DAN APARAT NEGARA

سْــــــــــــــمِاللهِالرَّحْمَنِالرَّحِيْــــــــــــــمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Sebagaimana diketahui bersama telah terjadi AKSI TERORISME oleh GEROMBOLAN PENGACAU KEAMANAN dengan cara melakukan Penembakan Pesawat Trigana Twin Otter  PK- YRU, pada hari Senin 25 Juni 2018 di Bandara Keneyam, Kab. Nduga, Propinsi Papua.

Akibat keganasan TERORIS GEROMBOLAN PENGACAU KEAMANAN tersebut telah mengakibatkan korban yaitu ;

1. Pilot Trigana a.n. Ahmad Khamal tertembak di bagian punggung kanan.

2. Henrik Sattu alias Kola (35 thn), tewas ditembak tembus di perut bagian kiri (Pedagang Kios, Suku Toraja).

3. Margaretha Pali (Istri Henrik Satru alias kolla,20 thn,KP, , Suku Toraja, meninggal akibat sabetan parang di kepala).

4. Zaenal Abidin (Suku Bugis, 28 thn, Pedagang, meninggal akibat tembakan di rusuk kiri).

5. Arjun (anak Henrik Sattu Kolla, suku Toraja, umur sekitar 6 tahun, luka sabetan parang di pipi kanan.

6. BHARADA Bonardo Hutahaean, 23 thn, anggota Polri, terkena serpihan peluru di pelipis kiri.

Atas AKSI TERORISME OLEH GEROMBOLAN PENGACAU KEAMANAN tersebut, maka Front Pembela Islam menyatakan:

1. Menyatakan bela sungkawa terhadap para korban keganasan TERORIS PENGACAU KEAMANAN.

2. Mendukung TINDAKAN TEGAS oleh POLRI/TNI untuk menghadapi para TERORIS SEPARATIS GEROMBOLAN PENGACAU KEAMANAN.

3. Mendorong Polri untuk mengusut TUNTAS dan membongkar JARINGAN TERORIS SEPARATIS PENGACAU KEAMANAN tersebut sampai keakar akarnya.

Demikian kami sampaikan pernyataan ini.

حسبي الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jakarta, 26 Juni 2018

DPP Front Pembela Islam

KH Shabri Lubis
Ketua Umum

Munarman
Sekretaris Umum

Sumber: PORTAL ISLAM

Dewan Syura DPP PKB Tegur Cak Imin yang ‘One Man One Show’ Maju Jadi Cawapres

Dewan Syura DPP PKB Tegur Cak Imin yang ‘One Man One Show’ Maju Jadi Cawapres

10Berita, KENDAL—Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegur Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berkaitan dengan persiapannya sebagai bakal calon Wakil Presiden dalam Pemilu 2019.

Teguran tersebut disampaikan sebagai hasil pertemuan Dewan Syura DPP PKB di Pondok Pesantren Alfadlu Walfadhilah, Kabupaten Kendal, Rabu (27/6), yang merupakan kediaman Ketua Dewan Syura DPP PKB KH Dimyati Rois.

Pernyataan sikap Dewan Syura PKB itu dibacakan oleh Sekretaris Dewan Syura DPP PKB Syaiful Bahri Ansory.

Muhaimin dianggap telah terkesan ‘one man show’ dalam mengenalkan diri sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo. Muhaimin disebutnya memajukan diri secara personal  sebagai bakal calon wakil presiden, tanpa menyertakan PKB. Padahal, menurut Syaiful, Dewan Syura  PKB mendukung penuh Muhaimin untuk maju sebagai Cawapres mendampingi Joko Widodo.

“Muhaimin memiliki kapasitas, berpengalaman sebagai wakil ketua DPR, pernah juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja,” kata Syaiful.

Dewan Syura, lanjut dia, juga memerintahkan seluruh DPP hingga pengurus ranting untuk bersama-sama memperjuangkan pencalonan Muhaimin.

“Menginstruksikan seluruh kepengurusan untuk menyosialisasikan Muhaimin Iskandar ke seluruh elemen masyarakat,” tegas Syaiful.

Syaiful menilai langkah pencalonan  Muhaimin itu harus didampingi Dewan Syura agar lebih mantap dalam pergerakannya.

“Sudah ada izin soal pencalonan, hanya mungkin komunikasi kurang intensif,” kata Syaiful. []

SUMBER: MERDEKA | ANTARA

 

Klaim Jokowi MENANGKAN Pilkada Serentak 2018, Ulin Yusron DISLEDDING Telak Warganet

Klaim Jokowi MENANGKAN Pilkada Serentak 2018, Ulin Yusron DISLEDDING Telak Warganet


10Berita, Pilkada serentak baru saja selesai dilaksanakan. Hitung cepat atau quick count telah diselesaikan. Hasilnya mengejutkan. Dari 11 Kepala Daerah yang diiusung PDI P, hanya 4 yang berhasil dinyatakan "aman", meski hingga saat ini, semua pihak masih berharap pada proses hitung nyata (real count). Keoknya tokoh-tokoh yang diusung PDI P ini, disebut-sebut oleh pengamat merupakan imbas dari menguatnya keinginan warga untuk mengganti rezim.

Anehnya, di saat seluruh hitungan belum sempurna, dan para pengamat memberi "warning" kepada pemerintah dan PDI P untuk berhati-hati, seorang pendukung Jokowi malah berani mengklaim bahwa Jokowi menang pada pilkada serentak 2018 ini.

"Pilkada 2018 sudah dimenangkan Jokowi. Pengagung ganti presiden gak laku. #2019TetapJokowi," kicau Ulin Yusron.

Pilkada 2018 sudah dimenangkan Jokowi. Pengagung ganti presiden gak laku. #2019TetapJokowi

— IG: ulinyusron (@ulinyusron) June 28, 2018


Akibat klaim ini, Ulin Yusron, pendukung Jokowi-Ahok yang dulu dikenal sebagai aktivis PRD, di-sledding warganet.

BINGUNG SAYA!

BUKAN BINGUNG MO NGOMENIN-NYA,,TAPI BINGUNG MO MANGGIL "MBAK ATO MAS" Y 😏

HATI2 BRSTTMENT LOH MBAK/MAS,,,STTMNT BGNI BKLN BKIN NYUNGSEP JUNJUNGAN ENTE

PILKADA 2018 DMENANGKN JOKOWI!
PA BNAR JOKOWI SLKU PRESIDEN IKUT CAMPUR DALAM HAL INI??https://t.co/xiBzn4lIC2

— #2019GantiPresiden (@Ra_Ria_Rana) June 28, 2018


Omongan kaya gini yang bikin ilfil sih Om (eh Mbak ya?)... Akan ada yang menangkap tweet ini dengan pemikiran: kok terkesan jumawa? Lho emang Jokowi ikut campur? Dan bisa jadi ada juga yang pilih kepala daerah karena individunya, ketika pilpres ya bisa aja tetep pengen ganti.

— Dian Onno (@DianOnno) June 28, 2018


Emang junjunganmu nyagub dimana bro?

— Wajah Muslimah*** (@WajahMuslim17) June 28, 2018


Wahh pak jokowi ikut bermain toh? ga netral dong pemerintah,

— Abeh_Ganes (@GanesLazuard) June 28, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Pilkada 2018, Pilpres 2019 dan Krisis Kepercayaan Publik pada Lembaga Survei

Pilkada 2018, Pilpres 2019 dan Krisis Kepercayaan Publik pada Lembaga Survei

10Berita, Selasa, 26 Juni 2018. Tepat pukul 08.26 pagi, Andi Arief menulis cuitan di akun twitternya tentang Pilkada Jabar 2018. Dia begitu optimis Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) bisa menang dengan menampilkan grafis dari sebuah lembaga survei.

Dalam akunnya @AndiArief_, Mantan Staf Khusus Presiden di masa Susilo Bambang Yudhoyono itu menulis:

Kalau gak ada gempa Bumi atau gunung meletus maka Duo Dedy akan jadi pemimpin baru di jabar.

Andi tak sendiri. Beragam lembaga survei kompak mengunggulkan 2DM dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dalam pilkada Jabar. Keduanya bersaing ketat dan kontestan lainnya yakni Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dan TB Hasanudin-Anton Charlyan (Hasanah) dianggap anak bawang. Kedua pasangan terakhir ini dalam survei tak lebih dari dua digit perolehan suaranya.

Tercatat ada lima lembaga survei ternama yang merilis hasil surveinya pada hari-hari terakhir jelang pencoblosan. Indo Barometer melakukan survei pada 7-13 Juni 2018, lalu Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) masa 22 Mei – 1 Juni 2018, Survei Indonesia (LSI Network Denny JA) masa survei 7-14 Juni 2018, Poltracking masa survei 18 – 22 Juni 2018, dan Instrat masa survei 18-21 Juni 2018.

Indo Barometer menempatkan elektabilitas duet Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) di angka 36,9 persen, diikuti Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (2DM) 30,1 persen suara. Asyik 6,1 persen dan Hasanah 5 persen. Sedangkan swing voters 20,8 persen.

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat RINDU memperoleh 43,1 persen, disusul Deddy-Dedi 34,1 persen. Asyik 7,9 persen dan Hasanah 6,5 persen.

Untuk Lingkaran Survei Indonesia (LSI Network Denny JA) duet RINDU elektabilitas 38,0 persen. Disini, 2DM menempel ketat dengan 36,6 persen, lalu Asyik 8,2 persen dan Hasanah sebesar 7,7 persen.

Hasil survei Poltracking menempatkan elektabikitas RINDU 42 persen, 2DM 35,8 persen, Asyik 10,7 persen, dan Hasanah 5.5 persen.

Sementara Instrat merilis, melalui hasil 2DM memperoleh elektabilitas 38,17 persen, menyusul duet RINDU dengan 33,92 persen. Lalu, Hasanah 8,67 persen dan Asyik 8,5 persen.

Di Jawa Tengah, banyak lembaga survei yang juga mengunggulkan Ganjar Pranowo-Taj Yasin menang telak dari Sudirman Said-Ida Fauziyah. Selisih keduanya sangat jauh.

Sebulan menjelang pemilihan, survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin sebesar 76,6 persen, sedangkan keterpilihan Sudirman Said-Ida Fauziyah didukung oleh 15 persen pemilih jika pilkada digelar sekarang.

Survei Indo Barometer, pasangan Ganjar-Taj Yasin diperkirakan bakal meraup suara higga 67,3 persen.Sementara dalam survei yang digelar pada 7 hingga 13 Juni itu, pasangan Sudirman-Ida diperkirakan akan meraih suara 21,1 persen suara. Survei dilakukan terhadap 800 responden yang tersebar di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah.

Dari simulasi dengan menggunakan contoh surat suara, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin unggul dari pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah. Tidak menandai surat suara 11,6 persen,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari di Jakarta, Rabu (20/6) seperti dikutip CNN Indonesia.

Rabu, 27 Juni jelang sore. Semua prediksi lembaga survei di Jabar dan Jateng tak terbukti. Di Tanah Pasundan, Asyik melejit suaranya mencapai hampir 30 persen berdasarkan hitung cepat banyak lembaga survei. Sementara di Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah meraih sekitar 40 persen, juga berdasarkam hasil hitung cepat.

Bertolak belakangnya prediksi lembaga survei dengan hasil pilkada Jabar dan Jateng itu membuat publik terkaget-kaget. Dua hari sebelum pencoblosan, pengamat Politik Firman Manan sempat ditanya soal hasil survei yang dirilis banyak konsultan politik. Dia menyatakan, mestinya hasil survei tidak beda jauh, jika survei dilakukan pada waktu bersamaan dan menggunakan metodologi yang benar.

“Jika terjadi perbedaan yang signifikan, maka cek metodologinya, valid tidak,” ujarnya, Senin(25/6/2018) sebagaimana ditulis JPNN.

Problemnya, kata Firman, lembaga survei hari ini banyak yang bertindak sebagai konsultan politik bagi para pasangan calon. Pada titik ini harusnya lembaga survei membeberkan siapa yang membiayai mereka.

Pada tahun 2014, usai pilpres digelar, Indonesia Network Election Survey (Ines) mengadakan penelitian terkait tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Lembaga Survei Politik dan Opini selama Pemilu Legislatif dan Pilpres 2014. Hasilnya menunjukkan, 79,6 persen masyarakat tidak percaya pada lembaga survei.

Metodologi survei yang digunakan adalah Multi Stage Random Sampling dengan jumlah responden 1.142 orang di seluruh Indonesia dengan tingkat kepercayaan 95 persen margin off error plus minus 2,9 persen.

“Survei dilakukan tertutup oleh para surveyor dengan memberikan pertanyaan yang sudah disodorkan,” kata Tri Sasono dari Ines seperti dikutip Republika.

Survei pendapat publik ini dilakukan mulai tanggal 10 juli sampai dengan 15 juli 2014. Temuan survei menunjukkan 79,6 persen responden tidak mempercayai kredibilitas dan hasil survei lembaga survei opini dan politik di Indonesia karena dianggap lembaga survei merupakan lembaga yang tidak independen dan hasilnya sesuai pesanan.

Temuan survei juga menyebutkan 89.4 persen publik tidak petcaya dengan hasil quick count Pilpres 2014 karena dianggap merupakan pesanan dari pihak tertentu untuk membangun opini publik dan dijadikan alat propaganda saja. Dalam temuan survei 86,5 persen publik berpendapat bahwa lembaga survei opini dan politik di Indonesia banyak melakukan manipulasi data survei dan tergantung pesanan.

“Seperti lembaga lembaga survei yang melakukan quick count pilpres yang dengan sudah mengumumkan kemenangan salah satu pilpres padahal tahapan pencoblosan saja masih belum selesai di banyak TPS serta tahapan perhitungan yang masih berjalan,” ujarnya.

Hasil survei juga menyebutkan 87,3 persen publik mencurigai bahwa lembaga survei opini publik yang ada banyak dibiayai oleh pengusaha dan lembaga asing.

Fenomena ini sangat mengkhawatirkan. Penelitian ini dilakukan jauh sebelum Pilkada 2018. Juga Pilkada DKI Jakarta 2017 yang meleset jauh dari hasil survei. Bisa dibayangkan, jika survei soal kepercayaan publik dilakukan hari ini, dapat diduga persentase ketidakpercayaan publik pada lembaga survei semakin meningkat.

Pada titik inilah, lembaga survei sedang dihadapkan pada krisis kepercayaan. Dan untuk menghilangkan distrust masyarakat, tak cukup dengan penjelasan bahwa pilkada 2018 unik dan mengejutkan seperti yang dilontarkan peneliti SMRC Ade Armando.

“Saya yakin peneliti di semua lembaga tidak bisa menarik kesimpulan Ridwan pemenangnya. Pilkada Jabar ini sangat mengejutkan dan unik,” tandasnya sebagaimana ditulis JPNN.

Untuk mengembalikan kepercayaan publik, lembaga survei tak boleh lagi main-main dengan angka terutama saat pilpres 2019 nanti dengan menaikkan elektabilitas calon sesuai pesanan. Karena, tanpa ada gempa dan gunung meletus pun, seperti istilah Andi Arief, masyarakat sudah paham siapa yang pantas jadi presiden pada 2019 mendatang.

Sumber : Ngelmu.co

NAHLOH! Selepas Diperiksa KPK Hari Ini, Ganjar Pranowo Bakal Temui Megawati. Ada Apa?

NAHLOH! Selepas Diperiksa KPK Hari Ini, Ganjar Pranowo Bakal Temui Megawati. Ada Apa?


10Berita,    Usai Pilkada serentak yang digelar Rabu, 27 Juni 2018, Ganjar Pranowo berencana menemui Ketua Umum PDI Pyerjuangan Megawati Soekarnoputri.

Hal ini dinyatakan Ganjar di Gedung KPK selepas pemeriksaan terhadap dirinya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP Elektronik (KTP-el) di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018.

Ganjar menyebut, keinginannya bertemu Megawati bukan mengenai pemeriksaan dirinya dalam kasus korupsi KTP elektronik, melainkan untuk melaporkan hasil hitung cepat dalam Pilkada JawaTengah.

"Saya mau lapor lah. Lapor hasil quick count," tutur Ganjar di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini, Kamis, 28 Juni 2018.

Ganjar mengaku hingga saat ini Megawati belum memberi sinyal mengenai pertemuan tersebut.

"Belum tahu tapi saya lagi minta jadwal kalau bisa hari ini mumpung saya di Jakarta begitu," tutup Ganjar.

Dari hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Taj Yasin meraih suara 58,24 persen.

Dari hasil hitung cepat tersebut, perolehan suara pasangan yang didukung Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai NasDem, PDI-Perjuangan dan PPP ini jauh di bawah target dari PDI P, karena berhasil ditahan oleh pasamgan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PKB dengan suara 43,72 %. [*]

Sumber :Portal Islam 

Polisi Buru Admin KakekDetektif, Mustofa: Saya Pesimis

Polisi Buru Admin KakekDetektif, Mustofa: Saya Pesimis


Akun twitter penebar firnah, KakekDetektif mulai diburu Kepolisian Republik Indonesia sejak Ahad (24/6).

10Berita, Akun yang kerap kali menyebarkan informasi fitnah terkait tokoh partai dan pasangan calon Pilkada tersebut sudah berulang kali dilaporkan, namun hingga detik ini admin dari akun KakekDetetif belum juga dapat ditangkap.

Sebelumnya, pada Jum’at, 8 Juni 2018, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera melalui kuasa hukumnya Basrizal sudah melaporkan akun KakekDetektif ke pihak kepolisian.

Selain Mardani, tim advokasi Sudirman-Ida, pada Jum’at, 22 Juni 2018 juga telah melaporkan akun KakekDetektif karena diduga telah menebar kebencian melalui postingannya.

Mengomentari pelaporan tersebut, aktivis muda Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya mengaku pesimis.

“CATET: KAGAK BAKAL ‘KE’ TANGKEP!” tegas Mustofa Nahrawardaya di akun twitternya.

Bahkan, aktivis sosial media itu menduga bahwa akun KakekDetektif sengaja ‘dipelihara’ untuk kesuksesan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

“Kekalahan Jateng, turut disumbangkan akun @KakekDetektif. Yang mana akun fitnah semacem ini mungkin akan terus dipelihara hingga 2019. Dan, aparat akan terus berjanji menangkap,” tutur Mustofa.

“Saya pesimis akun @KakekDetektif akan diberantas SEBELUM PILKADA 2018 bahkan SEBELUM PEMILU 2019,” tambah Mustofa.

Dugaan itu sejalan dengan aktivitas akun KakekDetektif yang hingga berita ini dibuat masih melakukan kampanye hitam yang diiringin dengan penghinaan terhadap sejumlah tokoh politik.

Seperti diketahui, Kapolda Jatim Irjen M Arifin ketika dimintai keterangannya soal akun KakekDetektif, memastikan bahwa tim dari Unit Siber Ditkrimsus Polda Jatim akan segera menangkap.

Sumber : panjimas.com