OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 05 Juli 2018

Morsi, Mantan Presiden Mesir Dihapus dari Daftar Nama Teroris Mesir

Morsi, Mantan Presiden Mesir Dihapus dari Daftar Nama Teroris Mesir

10Berita, KAIRO—Pengadilan banding di Kairo memutuskan untuk menghapus nama mantan Presiden Mohamed Morsi dari daftar teroris negara tersebut. Nama Morsi dihapus bersama 1.500 nama lainnya.

Pengadilan Kasasi Mesir membatalkan putusan akhir Pengadilan Pidana Kairo dan memerintahkan untuk mengembalikan kasus tersebut ke pengadilan pidana untuk ditinjau ulang. Ini berarti bahwa pemindahan terdakwa dari daftar teror belum final.

Di antara mereka yang dibersihkan dari daftar teroris adalah pensiunan pemain sepak bola populer Mohamed Abou Trika, sekarang seorang analis TV olahraga di Qatar, yang melarikan diri dari negara itu setelah ia dituduh mendukung kelompok terlarang.

Morsi kehilangan kursi presidennya setelah dikudeta oleh militer Mesir pimpinan pada 2013 lalu setelah pemerintahannya diguncang aksi demonstrasi selama satu tahun. Pemimpin kudeta Mesir saat itu yakni Al-Sisi kini menggantikan Morsi menjabat Presiden Mesir.

Banyak anggota dan pengikut Ikhwanul Muslimin, termasuk Morsi sendiri dan ketua tertinggi kelompok itu Mohamed Badie, saat ini dipenjara. Banyak anggota Ikhwanul Muslim mendapatkan hukuman mati dan penjara seumur hidup atas dakwaan yang bervariasi. []

SUMBER: XINHUA, Islampos.

Menguat, Sejumlah Elemen Akan Deklarasikan Anies Capres 2019 di Gedung Juang 45

Menguat, Sejumlah Elemen Akan Deklarasikan Anies Capres 2019 di Gedung Juang 45

10Berita – Sejumlah elemen masyarakat yang tergabubg dalam Aliansi Nasional Sejahtera Indonesia (Anies) menghendaki Gubernur DKI Anies Baswedan maju di kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Mereka pun siap untuk mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres penantang petahana Jokowi.

Rencananya, deklarasi dan konferensi pers bertajuk Anies Baswedan for President 2019 akan diadakan pada Jumat, (6/7/2018) pekan ini, di Gedung Juang 45, Jakarta Pusat.

Poster acara deklarasi dan konferensi pers bertajuk Anies Baswedan for Presiden, beberapa hari terakhir ini viral di media sosial dan aplikasi percakapan, di antaranya group-group WhatsApp, facebook dan twitter.

Salah satu perwakilan deklator acara, Dany Kusuma membenarkan adanya rencana acara deklarasi itu.


“Betul. Silakan liput di hari H nanti,” kata Dany kepada TeropongSenayan, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Menurut Dany, acara itu digelar sebagai aspirasi arus bawah yang mendukung Anies Baswedan sebagai lawan tanding sepadan Jokowi.

Rencananya, acara deklarasi tersebut akan dimulai setelah salat Jumat atau sekitar pukul 13.30. Mata acara itu di antaranya adalah pembacaan doa, orasi, pernyataan deklarasi, dan ditutup dengan konferensi pers.

Diketahui, baru-baru ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga secara terang-terangan menyampaikan dukungannya terhadap sosok Anies Baswedan.

Nama mantan Menteri Pendidikan itu baru muncul di wacana simulasi pencalonan presiden yang akan diusung PKS. Namun, belum pada tahap perbicangan yang serius khususnya di kalangan elite Parpol.

“Nama Anies muncul di internal kader PKS sejak lama,” kata Presiden PKS Shohibul Iman kemarin.

Menurutnya, banyak kader yang menginginkan agar Anies Baswedan maju dalam Pilpres 2019.

Meskipun, kata dia, PKS sebelumnya juga sudah menyiapkan sembilan nama Capres dan Cawapres dari kader PKS. []

Sumber : teropongsenayan

Alhamdulillah... Gerindra Tak Keberatan Anies Jadi Capres di 2019

Alhamdulillah... Gerindra Tak Keberatan Anies Jadi Capres di 2019


10Berita, Jelang pendaftaran capres-cawapres, Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Gubernur DKI Anies Baswedan tampak semakin mesra. Keduanya menghadiri beberapa kegiatan bersama dalam satu mobil. Berbagai spekulasi merebak, JK disebut-sebut sedang bermanuver untuk mendorong Anies maju di Pilpres 2019.

Merespons hal itu, Ketua DPP Gerindra Nizar Zahro mengaku tak risau. Sebaliknya, ia meminta agar kemesraan itu tak terlalu didramatisir.

"Gerindra melihatnya biasa-biasa aja enggak ada masalah, mau diajak semobil 4 kali sehari itu enggak masalah, mau makan malam 4 kali juga begitu, jangan terlalu didramatisir," ujar Nizar ketika dihubungi, Kamis (5/7), seperti dilansir Kumparan.

Terkait adanya 'skenario' mencapreskan Anies, Nizar mengatakan bahwa sejatinya setiap warga negara memiliki hak untuk dicalonkan. Hanya saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti dukungan partai politik. Karena itu, ia balik bertanya apakah Anies telah memiliki partai pengusung untuk menjadi kendaraan politiknya di 2019?

"Apakah (pencapresan Anies) itu merugikan Gerindra, enggak. Tanyakan ke Pak Anies maju lewat mana, tanyakan ke Pak JK mau maju dari mana atau tanya ke parpol. Kalau tanya ke Gerindra, tidak berkeberatan sama sekali," kata Anggota DPR F-Gerindra ini.

Menurut Nizar, sudah sewajarnya Anies mendampingi JK ke berbagai kegiatan. Karena tak bisa dipungkiri hal itu juga menjadi salah tugas Gubernur untuk membahas masalah-masalah nasional bersama Wapres.

Sebelumnya, Anies dan JK beberapa kali semobil. Pertama, semobil pada 18 Oktober 2017. Saat itu, Anies mengantar JK ke Bandara Halim Perdanakusumah. JK saat itu akan menghadiri KTT di Turki. Kedua, JK mengantar Anies ke Balai Kota dengan menggunakan mobil RI-2 pada jumat (29/6) yang lalu. Saat itu, keduanya baru saja meninjau venue persiapan Asian Games di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Anies dan JK juga hadir bersama dalam pembukaan Multaqo Ulama se-Asia, Afrika dan Eropa yang berlangsung di DKI Jakarta.


Sejauh ini nama Anies Baswedan mencuat dimunculkan sebagai capres oleh petinggi PKS berpasangan dengan mantan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Para Ulama dan Habaib pada Ramadhan lalu juga sudah resmi mendeklarasikan Anies For Presiden 2019.

Sumber :Portal Islam 

Di KORSEL Tenggelamnya Feri Sewol Perdana Menteri Mundur, Di Indonesia Pejabat Bukan Mundur Malah Nyuruh Nyelam Sendiri

Di KORSEL Tenggelamnya Feri Sewol Perdana Menteri Mundur, Di Indonesia Pejabat Bukan Mundur Malah Nyuruh Nyelam Sendiri


10Berita, Entah ini cerminan TIDAK TAHU MALU, atau TIDAK PUNYA MALU pejabat pejabat DISINI...

Di Korsel insiden Tenggelamnya kapal feri Sewol, Perdana Menterinya mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab.

Di Malaysia pencarian pesawat MH370 sampai habiskan dana lebih dari Rp 284 Miliar.

Lah di Indonesia, ada Rakyat yang protes supaya jenazah korban kapal tenggelam di Danau Toba dicari sampai ketemu dan diangkat, EHHH malah suruh nyelam sendiri. EDAN!

(1) KORSEL

[27 April 2014]
Insiden feri Sewol, PM Korsel mundur

Perdana Menteri Korea Selatan Chung Hong-won mengumumkan pengunduran dirinya di tengah kritik atas penanganan pemerintah dalam insiden feri tenggelam Sewol.

Kapal yang memuat 476 orang - kebanyakan adalah siswa dan guru - tenggelam pada 16 April 2014 dalam perjalanan menuju Pulau Jeju.

Para penyelam sudah mengangkat 183 jenazah dari kapal yang tenggelam itu, namun ratusan orang yang sebelumnya dinyatakan hilang kini diduga telah tewas. Sebanyak 174 penumpang selamat.

"Saya ingin mengundurkan diri lebih cepat, tetapi menangani situasi adalah prioritas utama dan saya berpikir itu adalah tindakan yang tanggung jawab sebelum saya pergi," kata Chung dengan muka yang suram, Minggu (27/04).

"Namun saya memutuskan untuk mengundurkan diri sekarang, (agar) tidak lagi menjadi beban bagi administrasi."

Kerabat korban berulang kali mengkritik pemerintah atas lambannya operasi penyelamatan.

Sehari setelah insiden terjadi, Chung dicemooh dan seseorang melemparkan botol air minum kepadanya saat dia mengunjungi para orang tua yang berduka.

Pada Minggu (27/04), para penyelam berjuang melawan kondisi cuaca sangat menantang untuk mencoba mengambil lebih banyak mayat yang terperangkap dalam feri tenggelam.

Seorang juru bicara penjaga pantai mengatakan ombak bergelung tinggi didorong angin kencang sehingga menyulitkan upaya evakuasi.

"Situasinya sangat sulit karena cuaca, tapi kami melanjutkan upaya pencarian, menggunakan waktu di mana cuaca tenang yang terjadi sesekali," katanya.

Dia menambahkan bahwa 93 penyelam akan mengambil bagian dalam operasi hari ini.

Link: http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/04/140427_pm_korsel_mundur

(2) MALAYSIA

[10 April 2015]
Cari MH370, Malaysia Sudah Habiskan Dana Rp284 Miliar

Malaysia telah menghabiskan dana sebesar 22 juta dolar AS atau setara Rp 284 miliar selama misi pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370.

Jumlah tersebut merupakan hasil hitung-hitungan pemerintah Malaysia hingga akhir tahun 2014 lalu.

Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan operasi pencarian MH370, yang hilang pada 8 Maret tahun lalu, akan terus berlanjut.

"Keputusan menghentikan operasi harus disepakati bersama oleh pemerintah Malaysia, Tiongkok, dan Australia setelah mendapatkan saran teknis dari tim ahli satelit," kata Liow kepada parlemen Malaysia, Kamis (09/04/2015).

Pesawat tujuan Beijing dari Kuala Lumpur itu hilang dari radar satu jam setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur dengan 239 orang di dalamnya.

Operasi pencarian dan penyelamatan telah melibatkan sekitar 65 pesawat dan 95 kapal serta ahli dari 25 negara.

Link: http://archive.rimanews.com/internasional/asia/read/20150410/206567/Cari-MH370-Malaysia-Sudah-Habiskan-Dana-Rp284-Miliar

(3) INDONESIA

[3 Juli 2018]
Kepala SAR: Ratna Sarumpaet Saja yang Nyelam ke Danau Toba

Ratna Sarumpaet memprotes penghentian pencarian 164 korban kapal motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba. Kepala SAR Medan santai menanggapi aksi Ratna.

"Itu kami nggak peduli. Suruh saja Bu Ratna nyelam, ha-ha-ha...," ujar Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, kepada detikcom, Selasa (3/7/2018).

Link: https://news.detik.com/berita/d-4095137/kepala-sar-ratna-sarumpaet-saja-yang-nyelam-ke-danau-toba

Diminta Nyelam Sendiri ke Danau Toba, Ratna Sarumpaet: Kampungan!

Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, meminta aktivis Ratna Sarumpaet yang protes pencarian dihentikan untuk menyelam sendiri. Ratna mempertanyakan hasil kerja tim dalam 14 hari ini.

"Itu kan kasar, dia tahu nggak dia kerja 14 hari satu kain pun dia nggak bisa angkat, jadi apa itu kebanggaan apa? Dia bangga? Di Malaysia itu dua tahun, dia baru 2 minggu aja bangga? Jangan berani dia ngomong begitu sama saya," kata Ratna saat dihubungi detikcom, Selasa (3/7/2018).

Ratna menyampaikan dia mungkin tidak mengerti tentang teknik pencarian. Namun, hak setiap warga negara membela para korban dan menyampaikan pikiran.

Link: https://news.detik.com/berita/4095711/diminta-nyelam-sendiri-ke-danau-toba-ratna-sarumpaet-kampungan

***

INI MELENGKAPI KEKONYOLAN REZIM SAAT INI...

Cabe Mahal.... Tanam Sendiri
Daging Mahal.... Makan Bekicot
Listrik Mahal... Cabut Meteran
Rakyat Tenggelam... Nyilem Sendiri

Sumber :Portal Islam 

Asyari Usman: Yang Keliru Itu Anda, Menyangka TGB Bukan Aktor Politik

Asyari Usman: Yang Keliru Itu Anda, Menyangka TGB Bukan Aktor Politik


10Berita – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi yang populer dipanggil TGB (Tuan Guru Bajang) terus terang mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi presiden lagi di pilpres 2019. TGB berucap bahwa Pak Jokowi tak cukup menjadi presiden lima tahun.

Beliau memuji kepemimpinan Jokowi. Memuji hasil kerja nyata Presiden. Termasuk, tentunya, kerja nyata itu adalah tumpukan hutang yang telah mencapai 7,000 triliun, kenaikan TDL dan harga BBM yang telah berlangsung berkali-kali dan belasan kali. Termasuk pula kerja nyata itu adalah sukses Revolusi Mental yang antara lain tercermin dari pembudayaan bagi-bagi hadiah dengan cara melemparkannya dari kendaraan dan khalayak berebut-rebut sebagai bentuk penghambaan mereka.

Adakah yang salah dengan sikap TGB ini? Sama sekali tidak. Tidak ada yang salah. Pertama, itu hak beliau. Kedua, cara mendukung terus-terang seperti ini lebih bagus ketimbang sembunyi-sembunyi. Mengapa?

Lebih elegan bersikap begitu. Supaya semua orang tahu. Saya paham, Anda pun mengerti. Tidak abu-abu. Sebab, seorang ulama seperti TGB harus jujur menunjukkan sikap dan jalan pikirannya. Perkara itu tak cocok dengan aspirasi rakyat, soal lain lagi.

Mengejutkankah TGB mendukung dan memuji Jokowi? Tidak juga! Kenapa tidak? Lha, bukankah TGB sudah menjadi gubernur 10 tahun? Artinya, beliau sudah sangat paham soal kekuasaan. Beliau telah berevolusi menjadi seorang politisi sejati. Paham soal perlunya kekuasaan dipertahankan oleh seorang petahana ke periode selanjutnya atau diteruskankan ke level berikutnya. TGB, mungkin, merasa beliau wajar naik ke level berikutnya.

Barangkali saja, dalam rangka untuk meneruskan kekuasaan ke level berikutnya itulah TGB terdorong untuk maju ke depan mendukung Jokowi. Siapa tahu, dengan mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan Anda itu, Pak Jokowi membuka jalan untuk TGB. Apalagi nama cawapres Jokowi belum ada.

Tidak juga salah kalau TGB berharap bisa digandeng oleh Pak Jokowi sebagai cawapres. Yang salah adalah Anda. Anda mengharapkan agar TGB melangkah seperti jalan pikiran Anda. Anda berpendapat bahwa negara ini berada dalam situasi dan kondisi yang sangat menyedihkan. Menurut Anda, negara ini menghadapi bahaya besar. Sehingga perlu ada pergantian presiden pada 2019. Tapi TGB tidak melihatnya seperti itu.

TGB tidak berada di posisi Anda yang menilai negara ini sedang mengalami masalah serius. Beliau berdiri di tempat Pak Jokowi berdiri. TGB melihat Indonesia sebagaimana Pak Jokowi menilai Indonesia. Sedangkan Anda berdiri di tempat Pak Prabowo menatap Indonesia.

Anda pendukung Pabowo. TGB pendukung Jokowi.

Tapi, dulu ‘kan TGB itu pendukung Prabowo. Betul! Sekarang ‘kan beliau telah menyeberang ke Jokowi.

Kok bisa? Nah, tadi saya katakan bahwa TGB itu telah berubah menjadi seorang politisi sejati. Beliau sudah menjadi aktor politik berkelas berkat kerja keras beliau selama 10 tahun menjadi gubernur NTB.

Aktor politik adalah pemain politik. Pemain politik itu adalah orang yang bermain-main dengan lika-liku politik. Orang yang bermain-main dengan politik, ya seperti TGB itu.

Dan, harap diingat, salah satu ilmu berpolitik yang paling banyak diajarkan di Indonesia adalah “lompat indah”. Lompat dari satu kubu ke kubu lain dengan cantik. Berbeda dengan “loncat indah” di cabang olahraga renang.

Loncat indah di cabang renang mengharuskan atletnya fokus ke satu titik sasaran di kolam renang supaya dapat nilai bagus. Sedangkan “lompat indah” di olahraga politik mengharuskan “atlet”-nya (aktornya) tidak fokus di satu tempat (kubu) saja.

Para aktor politik harus mampu mengincar peluang di banyak tempat. Cekatan mencari peluang, cekatan lompat ke segala arah. Dalam bahasa Inggris, peluang itu adalah “opportunity”. Orang yang mengincar peluang disebut “opportunist” (oportunis).

Semoga tulisan ini semakin membingungkan Anda dalam memahami TGB. Sebelum Anda beranjak, saya bingkiskan seuntai pantun Melayu di bawah ini.

Lain kain Jangan Membatik,

Sekolah Anak dekat Pelabuhan,

Main-main dengan Politik,

Setelah Enak lupa Haluan.

*Penulis adalah wartawan senior.[swa]

Sumber : Eramuslim

WADUH! Staf JK Bocorkan Rencana Sejumlah Menteri Tinggalkan Jokowi

WADUH! Staf JK Bocorkan Rencana Sejumlah Menteri Tinggalkan Jokowi


10Berita, JAKARTA - Sofjan Wanandi, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, membocorkan rencana sejumlah menteri yang bakal mundur dan meninggalkan Presiden Joko Widodo di jelang tahun terakhir pemerintahan.

"(Saat ini) belum waktunya. Mereka bisa (mundur), tapi saya pikir tidak akan banyak," ujar Sofjan di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018, seperti dilansir VIVAnews.

Menurut Sofjan, para menteri itu berecana mundur dari kursi jabatannya demi bisa ikut Pemilihan Legislatif 2019. Mereka membidik jabatan legislatif, baik di DPR, maupun lembaga lainnya.

Adapun, alasan mereka adalah kecilnya kemungkinan para menteri akan kembali mendapat jabatan di pemerintahan dalam kabinet selanjutnya.

"Mereka merasa toh di sini (pemerintahan) sudah tidak bisa lagi, pokoknya mentok. Karena partainya kan juga sudah kasih tahu juga, 'Eh ganti-gantian dong'," ujar Sofjan.

Sofjan enggan menyebut nama-nama menteri yang ia maksud. Sofjan hanya memastikan bahwa saat peristiwa ini terjadi, pemerintahan bisa dipastikan tidak akan terganggu.

"Nanti langsung ada pejabat-pejabat yang akan ditunjuk. Saya pikir tidak akan terjadi (gangguan terhadap pemerintahan)," ujar Sofjan. ()

Sumber :VIVAnews

Pria Ini Ungkap Rahasia Agar Tanaman Berbuah Lebat Dan Menghasilkan

Pria Ini Ungkap Rahasia Agar Tanaman Berbuah Lebat Dan Menghasilkan

10Berita, Suka menanam tumbuh - tumbuhan suatu hobi tersendiri bagi seseorang,apa lag tumbuhan tadi berupa buah -buahan yang banyak diminati masyarakat luas, tentu saja menjadi suatu pendapatan perekonomian sehari - hari.

Apakah anda memiliki pengalaman memupuk pohon mangga golek, nah bapak ini sebut saja pak Taufik yang suka menanam mangga saat awalannya buahnya berukuran kecil cuma 300 gr/buah serta rasanya kurang manis, saya berusaha untuk buat ujicoba yang pastinya apabila berhasil dapat digunakan untuk pemupukan di kebun yang lebih luas. Saya masih tetap ingat waktu saya masih tetap kelas 1 SMP seperti dilansir dari laman Monggoshares.blogspot.com Rabu 6 September 2017 lalu.

Sumber gambar: Budidayacabe.ptnasa.net

Saya miliki 1 pohon mangga cengkir cocok dibelakang rumah, mangganya besar namun rasanya asam bukanlah main, apabila menanti buahnya masak pohon, buahnya senantiasa pecah, waktu itu saya tidak paham masalahnya, cuma saya menganggap pohon mangganya ditanam dari benih yang bukanlah unggulan, serta memanglah waktu itu belumlah ada toko pertanian atau penjual pohon buah unggulan (th. 1984), ya telah buah mangga cengkir itu saya cuma dapat nikmati jadi bahan pembuat rujak saja.

22 th. lalu saya telah jadi praktisi pertanian, serta di tempat kerja saya ada 1 pohon mangga golek yang buahnya banyak, namun kecil-kecil juga sedikit masam, hingga ingatan masa kecil menantang saya untuk dapat mencari jalan keluar supaya dapat buat manga golek yang besar sekali lagi manis. Pertama saya ukur pH tanah di sekitaran pohon mangga golek itu, nyatanya pH nya di pH 5, 5 (pH masam penyebabnya buah retak terbelah, tahu sesudah 22 th. he he he) , harusnya pH 6, 5 – pH 7 yang baik untuk mangga, jadi saya lakukan penaburan kapur dolomit sejumlah 5 kg ditambah 20 kg pupuk hijau eceng gondok yang saya bikin dari Danau Limboto, saya gali tanah 1, 5 meter.

Sumber gambar: Netralnews

dari batang tanaman, tanah di gali sedalam 15 cm selebar ukuran cangkul, lantas kapur serta pupuk hijau di tebar dengan rata + 2 kg pupuk NPK + 10 ml inovasi bioteknologi racikan saya, sesudah di tabur rata jadi tanah galian barusan segera di tutup, untuk menghindar oksidasi yang dapat buat pupuk kurang efisien.

Sumber gambar: Petani top

Pemupukan begini saya kerjakan 6 bulan sekali, serta saya sirami pohon mangga golek itu dengan air kolam ikan mas koki setiap hari, karna saya ketahui air limbah kolam ikan banyak mengandung bahan organic kotoran ikan yang baik untuk tanaman, penyiraman inovasi bioteknologi saya kerjakan setiap bulan dengan dosis 5 ml + 10 liter air di siramkan ke akar. Waktu tanaman mulai berbunga penyiraman dengan inovasi bioteknologi tetaplah dikerjakan dengan dosis yang sama setiap bulan.

Penanggulangan Hama Penyakit

Umum pohon mangga di serang oleh lalat buah, yang mengakibatkan buah mangga masak tampak mulus di luar, namun dalamnya busuk berulat, itu terkena serangan hama lalat buah, umum saya tanggulangi dengan petrogenol, bahan aktifnya m3til uegenol, bekerja dengan aroma horm0ne s3ks pada lalat betina yang juga akan menarik lalat buah jantan masuk dalam jebakan, jebakan di buat menggunakan botol aqua sisa, (umum tutorialnya ada pada ketentuan gunakan petrogenol yang dapat di beli di toko pertanian untuk lalat penggerek batang), pertanda tampak dari batang pohon mangga yang mendadak mati, serta keropos, jadi dapat di pastikan tanaman mangga diserang ulat penggerek batang.

Umumnya saya kerjakan pengeboran batang pohon dengan mata bor sebesar jari serta menggunakan bor tangan, upayakan mengebor batang janganlah sangat dalam, cukup 3 cm, langkah mengebornya miring ke atas, agar mudah menuangkan insektisida systemic (mudah di bisa di toko pertanian, katakan saja butuh insektisida systemic untuk basmi ulat penggerek batang) tuang 2 – 5 ml bergantung besar pohon ke lubang yang di buat barusan, lantas sumpel dengan kapas, lantas tutup dengan tetesan lilin yang di bakar, untuk mencegah serangan jamur, umumnya ulat penggerek batang segera m4ti, tanda kem4tian umumnya tak ada sekali lagi kot0ran ampas batang berwarna kemerahan keluar dari lubang batang. Akhirnya mangga golek besar-besar bahkan juga rata-rata seberat 1, 1 kg/buah, bijinya tetaplah kecil, serta muanis nya manis banget, pokoknya mantap deh

Dengan inovasi pemupukan berimbang, jadi hasil panen dapat bertambah, buah lebih besar serta lebih manis, sayur lebih renyah, serta pastinya usaha pertanian menarik untuk ditangani, apabila untungkan pastinya. Namun umumnya suatu hal yang sangat besar juga akan susah dijual di pasar, bila telah demikian buat di nikmati saja ya dengan keluarga. Bila tanaman terung ungu umumnya saya tanam rapat, jadi buahnya juga akan mengecil, mentimun juga dipanen muda waktu buahnya belum juga sangat besar serta sesuai keinginan pasar, semuanya dapat dipelajari serta di siasati.

Tak ada usaha yang mudah, semuanya butuh sistem, masalah senantiasa ada, itu hal umum yang buat dinamika usaha jadi menarik, semuanya pilihan di tangan kita semasing, bila saya pilih tetaplah bekerja serta tetaplah berinovasi, saya berharap artikel ini dapat berguna untuk kita semuanya.

Nah apakah anda terinspirasi dengan artikel diatas, tentunya usaha dan pengalaman itu suatu hikmah yang sangat berarti dalam hidup

Sumber Monggoshares.blogspot.com

Poros Maritim Jokowi Hanya Visi Kosong

Poros Maritim Jokowi Hanya Visi Kosong

10Berita – Visi Presiden Joko Widodo soal poros maritim dunia yang didengungkan pada Pilpres 2014 silam dipertanyakan. Anggota Banggar DPR Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono memandang, apa yang jadi bahan kampanye Jokowi itu belum juga nampak.

“Mana itu visi poros maritim dunia yang digagas oleh pemerintahan Pak Jokowi? Sampai sekarang tidak terlihat,” ujar Bambang saat rapat Banggar bersama Dirjen Anggaran Kemenkeu di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, (4/7).

Dia menyayangkan posisi silang Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik serta memiliki Selat Malaka, sebagai selat teramai di dunia tidak mampu dimanfaatkan sehingga banyak potensi ekonomi yang terbuang.

“Di mana poros maritim dunia itu di posisi yang kita memang seharusnya sudah poros maritim berdasarkan posisinya. Kita lihat di Selat Malaka, itu miliaran dolar Pak nilai ekonominya, kalau kita bisa manfaatkan itu kan baik sekali,” bebernya.

Menurutnya, visi Jokowi yang begitu menjanjikan itu kini tinggal sebuah visi kosong, mengingat banyak permasalahan maritim yang tak kunjung selesai. Begitu juga dengan nilai ekonomi dari sektor maritim yang ditaksir sebesar Rp 7200 triliun per tahun atau setara dengan tiga kali APBN tahun 2018. ()

Sumber : rmol

Pers Islam dan ‘Watchdog’1

Pers Islam dan ‘Watchdog’1

Oleh Beggy Rizkiyansyah (Anggota Jurnalis Islam Bersatu)

10Berita, Semakin menguatnya peran jurnalisme di masa kini seringkali digaungkan dengan peran pers sebagai watchdog atau anjing penjaga. Peran sebagai watchdog ini diasosiasikan tidak hanya sebagai pengawas bagi pemerintah tetapi juga berbagai isu yang terkait kepentingan publik.

Wacana pers sebagai watchdog tentu saja berkembang dari pengalaman pers barat sejak abad ke-18 hingga kini. Seiring berjalannya waktu pers sebagai watchdog mengalami berbagai tantangan dan perkembangan. Pers dalam wacana demokrasi liberal barat disebut sebagai pilar keempat dalam demokrasi sesungguhnya menjadi peran yang sangat dominan.

Pilar keempat pada dasarnya memberi peran pada media untuk mengumpulkan informasi, ide dan pendapat untuk membantu masyarakat dengan tata kelola pemerintahan yang baik; berperan sebagai memeriksa yang berkuasa, melaporkan, menganalisa dan mengkritik pemerintah atas nama publik, yang kekurangan akses pada informasi atau kekuasaan. (Julianne Schlutze: 1998)

Sebagai alat kontrol, terutama bagi pemerintah, peran ini menjadi penyeimbang bagi jalannya satu negara. Di Amerika Serikat, terbongkarnya skandal Watergate oleh Washington Post berujung pada tumbangnya pemerintahan Richard Nixon, atau peran New York Times dalam mengungkap Pentagon Papers. Peristiwa ini menjadi semacam ikon pers sebagai watchdog.

Watchdog, meski digaungkan dengan sangat nyaring sebagai simbol idealisme dalam jurnalisme, nyatanya tak disepakati maknanya.  Sheila Coronel dari Columbia School of Journalism menegaskan bahwa watchdogging (menjalankan peran watchdog) setidaknya berarti,

On a routine basis, the watchdog press monitors the daytoday workings of government, thereby helping citizens assess the efficacy of its performance. Reporting that goes beyond what officials or their spokespersons say, to examine government performance, is also a form of watchdogging.”

Peran sebagai watchdog nyatanya tak sebatas kontrol terhadap pemerintah, namun lebih luas, dari pelanggaran kecil oleh aparat hingga skandal mega korupsi. Dari pihak pemerintah hingga aksi menyimpang dari korporasi. Bahkan Shelia Coronel juga menyebutkan penyimpangan oleh gereja atau biksu juga termasuk didalamnya.

Salah satu penerapan watchdog adalah dengan melakukan pengungkapan terhadap penyimpangan yang terjadi terkait kepentingan publik, meskipun dilatari beragam motif.

“…what matters is that the reporting warns citizens about those that are doing them harm and empowers them with the information they need to know”, demikian jelas Sheila Coronel (2009) dalam Corruption and the watchdog role of the news media.

Pengungkapan lewat jurnalisme investigasi menjadi ujung tombak dari peran watchdog. Investigasi ini yang mengungkapkan bagaimana organisasi berjalan dan bagaimana seharusnya organisasi berjalan. Dampak dari jurnalisme investigasi dalam watchdog berdampak bukan hanya pada individiu tetapi juga sistemik. (Sheila Coronel: 2009) Pelanggaran dari individu adalah bagian dari penyimpangan dari sistem.

Begitu pula Murrey Marder dalam artikelnya di Nieman Reports (1998). Baginya, “…watchdog journalism is by no means just occasional selective, hard-hitting investigative reporting. It starts with a state of mind, accepting responsibility as a surrogate for the public, asking penetrating questions at every level, from the town council to the state house to the White House, in corporate offices, in union halls and in professional offices and all points in between.”

Pers watchdog tidak sekedar memelototi dan menyalak terhadap segala aksi pemerintah atau korporasi, justru jurnalis pers watchdogtersebut melakukan analisa mendalam terhadap segala informasi yang diterimanya. Pelaksanaan jurnalisme investigasi adalah ujian krusial bagi pers sebagai pilar keempat. (Julianne Schlutze: 1998).

Jurnalisme investigasi dalam pers watchdognyatanya tak subur hanya di negara-negara liberal dan demokratis. Di negara otoriter seperti Cina pun jurnalisme investigasi dapat tumbuh. Menurut Sheila Coronel, beberapa faktor mendorong hadirnya jurnalisme investigasi di Amerika latin, Asia Tenggara, dan Cina memiliki kesamaan: pergolakan sosial dan politik yang menciptakan permintaan akan informasi; jurnalis dan pengusaha media yang memanfaatkan keuntungan dari kontrol yang longgar, peluang bisnis untuk mengungkap penyelewengan; dan publik yang haus akan reportase pengungkapan skandal dan penyelewengan (muckraking). (Sheila Coronel: 2009)

Di balik aksi watchdogging pers tersimpan pula potensi penyimpangan-penyimpangan. Ada banyak pertanyaan seputar klaim pers sebagai pilar keempat dan berfungsi sebagai watchdog. Salah satunya pendapat Geroge Boyce (1978) yang  dikutip oleh Julianne Schlutz;

“The paradox of the Fourth Estate, with its head in politics and its feet in commerce can, however, only be understood if it is appreciated that the whole idea of the Fourth Estate was a myth. A myth can combine fact and fiction without any uneasiness existing between the two.” (1998)

Di era ekonomi yang berorientasi pada pasar, pers juga tak luput dari dampaknya. Perusahaan media tempat pers bernaung menjadi lebih mementingkan selera dan respon pasar (pembaca). Rating, oplah atau pengunjung situs menjadi pertimbangan pemberitaan. Kapasitas pers sebagai watchdog pun disorot. Pengungkapan penyimpangan bukan didasarkan pada peran sebagai watchdog, tetapi lebih sebagai penyuplai skandal.

Media sebagai “pemangsa” skandal bertujuan untuk memuaskan dahaga khalayak, daripada untuk menginformasikan dan mendorong khalayak untuk mendorong perbaikan. Kontroversi dan skandal yang tak habis-habisnya terus diumbar tanpa dorongan perbaikan yang substansial. Skandal, seperti pemilihan umum, menjadi arena pertarungan para elit daripada mendorong khalayak untuk berubah. (Sheila Coronel: 2009)

Benar di negara otoriter dan tertutup seperti Cina, perusahaan pers yang berbasis keuntungan menjadi motor watchdog. Hasrat khalayak akan pengungkapan penyimpangan mendorong media memburu informasi. Namun apa jadinya bila masyarakat akhirnya jenuh dan putus asa akan melimpahnya penyimpangan? Akankah perusahan pers berpaling dari rutinitasnya sebagai pengungkap penyimpangan? Seperti Andras Sajo, seorang mantan Hakim asal Hungaria katakan, ketika semua orang mengeluhkannya, maka public kehilangan minat terhadap tuduhan korupsi dan menganggapnya wajar. Korupsi tingkat tinggi pemerintah menjadi fakta normal dalam hidup sehari-hari.

Pers yang bernaung di perusahaan berorientasi pada pasar mungkin bebas dari intervensi pemerintah, tetapi fenomena menyedihkan terjadi di Indonesia. Perusahaan pers dikuasai oleh para konglomerat. “Di Indonesia, sebanyak 12 kelompok media besar menguasai saluran informasi dari ujung Aceh hingga Papua. Kedua belas kelompok media ini menguasai saluran informasi mulai dari media cetak koran, majalah, radio, televisi, serta jaringan berita on-line.” (Anggia Valerisha: 2017)

Dampak konglomerasi media ini adalah terdistorsinya informasi yang diterima masyarakat. Masyarakat akhirnya tidak menerima informasi yang memadai, dan hanya mewakili satu sudut pandang. Pemberitaan juga menyuarakan kepentingan pemiliknya. Khalayak atau publik hanya dianggap sebagai pasar semata. Monopoli kepemilikan ini juga hanya menghasilkan opini yang seragam. (Anggia Valerisha: 2017)

Lebih memilukan lagi ketika para konglomerat media terjun ke ranah politik praktis dan berselingkuh dengan penguasa, sehingga peran watchdog bukan saja mandul tetapi pers berubah menjadi lapdog (anjing peliharaan) atau attack dog (anjing penyerang) bagi kepentingan pemiliknya. Kepentingan khalayak atau publik bukanlah tujuan dari perusahaan pers tersebut.

Orientasi jurnalisme watchdog kepentingan publik bagi pers dalam pandangan pers barat yang diadopsi pers berbagai negara termasuk di Indonesia. Namun bagaimana dengan pers Islam? dapatkah konsep pers sebagai watchdog sejalan dengan Islam sebagai pandangan hidup?

Seperti yang dibahas dalam “Menyelami Jurnalisme Islami” salah satu tawaran dalam wacana jurnalisme Islami adalah prinsip jurnalisme Islami adalah tabligh (edukasi), termasuk di dalamnya amar ma’ruf nahi munkar. Satu ajaran untuk menyokong yang hak dan menolak yang batil.

“Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim)

Ajaran amar ma’ruf nahi munkar inilah yang diterapkan pula dalam jurnalisme Islami ketika pers Islam melakukan kontrol atau pengawasan terhadap penguasa. Penguasa dalam ajaran Islam bukanlah figur maksum yang bebas dari kesalahan. Justru tanggung jawab sebagai pemimpin amatlah berat. Namun ketika seorang pemimpin menyimpang dari ajaran Islam maka meluruskannya merupakan salah satu bentuk jihad tertinggi.

Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Para ulama mencantumkan hadist ini dalam bab-bab seputar amar ma’ruf nahi munkar. Abu Daud Sulaiman bin Al Asy’ats As Sajistani membawakah hadits ini dalam kitab sunannya pada Bab “Al Amru wan Nahyu”, yaitu mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Abu ‘Isa At Tirmidzi membawakan hadits di atas dalam Bab “Mengingkari kemungkaran dengan tangan, lisan atau hati”. Sedangkan Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin membawakan hadits ini dalam Bab “Memerintahkan pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. (Muhammad Abduh Tuasikal : 2013)

Hal ini mengisyaratkan meluruskan perilaku pemimpin dalam Islam bukanlah persoalan remeh-temeh. Memantau jalannya pemerintahan, termasuk didalamnya pemimpin dalam diskursus jurnalisme barat demi kepentingan publik, dengan kebenaran berlandaskan humanisme-sekular maka dalam Islam timbangan kebenaran adalah wahyu. (lihat tulisan #MelekMedia “Menyelami Jurnalisme Islami”).

Perbedaannya adalah tanggung jawab pertama pers Islam adalah kepada Tuhannya, yaitu Allah Swt.  Sedangkan dalam pandangan pers barat, pers berdiri diatas kepentingan publik atau khalayak. NIlai-nilai humanisme-sekular barat menjadi acuan apa yang penting bagi publik. Tanggun jawab sosial pada masyarakat dalam pers islam akhirnya kembali lagi didasarkan pada amar ma’ruf nahi munkar. (Siddiqi, Mohammad A: 1999).

Para penyeru ke jalan Allah dituntut dalam Quran untuk menyampaikan pesan-pesan yang komprehensif yang mengarahkan juru dakwah pada metode terbaik dan jalan yang paling tepat. Menurut Sufyan Ats Tsauri, agar penyeru amar ma’ruf nahi munkar harus memiliki tiga sifat, yaitu halus dalam menyuruh dan melarang, adil dan alim dalam apa yang disuruhkan dan dilarang. (Dr. Muhammad Jamiel Ghazi: 1979)

Secara aplikatif, seperti halnya peran watchdog, peran pengawasan terhadap penguasa (pemerintah) akan lebih komprehensif dan efektif jika ditopang satu bentuk jurnalisme investigasi yang kredibel. Sehingga pers Islam mampu bukan menjadi ‘sekedar tukang kritik’ namun menyajikan satu sajian mendalam baik fakta, analisa maupun nasehat sehingga prinsip tabligh dalam pers Islam dapat terpenuhi. Investigasi yang mendalam juga memungkinkan pers Islam untuk mengkritik dengan adil dan proporsional dengan data yang memadai. Menghindari diri menjadi attack dog atau lapdog.

Tulisan ini merupakan Program #MelekMedia dari Jurnalis Islam Bersatu (JITU)

Sumber :Jurnal Islam 

Layang-layang Api Bakar 5000 Hektar Lahan, 100 Petani Israel Minta Ganti Rugi

Layang-layang Api Bakar 5000 Hektar Lahan, 100 Petani Israel Minta Ganti Rugi

10Berita, PALESTINA—Seluas 5000 hektar lahan di permukiman-permukiman Yahudi pinggiran Jalur Gaza terbakar akibat layang-layang dan balon api yang diterbangkan dari Jalur Gaza. Akibatnya lebih dari 100 permintaan ganti rugi diajukan para petani Israel.

Pada Selasa (3/7/2018), 18 kebakaran kembali terjadi di permukiman-permukiman Yahudi di pinggiran Jalur Gaza akibat layang-layang dan balon api yang diterbangkan dari Jalur Gaza.

BACA JUGA: Selain Layang-Layang Api, Warga Palestina Juga Manfaatkan Kondom sebagai Senjata Lawan Israel

Menurut surat kabar Zionis Ma’ariv dan Chanel TV14, kebakaran terjadi di sekitar pos militer Kisofim serta permukiman Yahudi Beeri dan Nahel Oz di wilayah tengah timur Jalur Gaza.

Sebelumnya radio Israel mengatakan bahwa kerugian ekonomi akibat layang-layang dan balon api yang diterbangkan dari Jalur Gaza, sampai sekarang mencapai 8,5 juta shekel atau sekitar 2,5 juta dolar.

BACA JUGA: Israel: Kerugian Akibat ‘Layang-Layang Api’ Lampaui Kerugian Akibat Perang

Dalam siaran hari Selasa (3/7/2018) kemarin, radio Israel menyatakan lebih dari 100 permintaan ganti rugi diajukan oleh para petani dan para pemukim Yahudi kepada “Otoritas Pajak Israel”, karena kerugian yang mereka alami akibat layang-layang dan balon api dari Jalur Gaza. Demikian dikutip kantor berita Arab Quds Press.

Radio Israel menyebutkan layang-layang dan balon api ini telah membakar lebih dari 5000 hektar lahan dan merusak peralatan pertanian selama tiga bulan terakhir. Data ini belum termasuk kerugian yang terjadi pada hutan dan perlindungan alam serta infrastruktur lainnya. []

SUMBER: PIC
, Islampos.