OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 12 Juli 2018

Tanggapi Penggalangan Dana Politik yang Digagas Prabowo, PAN: Patut Diapresiasi

Tanggapi Penggalangan Dana Politik yang Digagas Prabowo, PAN: Patut Diapresiasi

10Berita, JAKARTA—Terkait program ‘Galang Perjuangan’ yang dibuat oleh Partai Gerindra dan dicetuskan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ditanggapi oleh Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi.

Vivan mengapresiasi program tersebut dan merupakan tradisi terbaru yang dilakukan oleh Prabowo.

“Pak Prabowo mengawali tradisi baru yang tidak populis untuk konteks Indonesia. Melakukan penggalangan dana pilpres secara terbuka dan transparan,” kata Vivan, pada Kamis (12/7/2018).

Selain itu, Vivan mengapresiasi sikap Prabowo yang kekurangan dana politik untuk Pilpres.

“Sikap jujur Pak Prabowo yang kurang dana politik untuk pilpres dengan melakukan penggalangan dana patut diapresiasi,” ujarnya.

Kemudian, Viva mengatakan penggalangan dana yang dilakukan Gerindra ini sebagai sesuatu yang baru sehingga menjadi perbincangan publik karena Ia mengatakan selama ini penggalangan dana (fund raising) yang dilakukan calon di pilkades, pilkada, pileg, maupun pilpres dilakukan melalui sistem tertutup.

Terkait penggalangan dana, Dia juga mengingatkan sumbangan yang diterima harus dilaporkan ke KPU dan dengan dicantumkan identitas yang jelas.

“Semua asal sumber dana dan besarannya tidak boleh melanggar UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu pasal 327, yaitu, pertama, dana kampanye atau sumbangan yang berasal dari perseorangan sebesar-besarnya Rp 2,5 miliar. Kedua, dana kampanye dari kelompok, perusahaan, atau badan usaha nonpemerintah tidak boleh melebihi Rp 25 miliar,” tandasnya. []

SUMBER: DETIKNEWS

Jika Tak Dapat Kursi Cawapres Jokowi, Ini yang Diminta Golkar

Jika Tak Dapat Kursi Cawapres Jokowi, Ini yang Diminta Golkar

Jokowi bersalaman dengan warga yang antre sembako di Graha Sabha Buana Solo, Sabtu (16/6 - 2018). (Solopos/Nicolous I)

10Berita , JAKARTA -- Kemungkinan dari kalangan nonparpol mulai bisa diterima parpol-parpol pendukungnya. Bahkan, Golkar yang semula gencar menyodorkan nama Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto, juga bisa menerima skenario itu.

Ketua DPP Partai Golkar Sarmuji mengaku tidak mempersoalkan jika Jokowi memilih calon wakil presiden dari kalangan nonparpol. Namun, ujarnya, perlu negosiasi seluruh partai pendukung Jokowi termasuk dengan Partai Golkar.

"Negosiasi politik banyak bukan cawapres saja, tapi ada menteri ada jabatan-jabatan politik yang lain banyak sekali semuanya bisa dinegosiasikan asal bisa musyawarah," katanya, Selasa (10/7/2018).

Menurutnya, Golkar partainya sudah menyiapkan startegi jika Ketua Umum Airlangga Hartanto tidak dipilih sebagai . "Kita sudah menyiapkan langkah antisipasi. Tentu tidak bisa kita sampaikan di muka umum. Langkah antisipasinya bisa jadi kita tetap mendukung Jokowi dan tentu dengan negosiasi tertentu atau lain-lain akan kita bicarakan di internal partai," kata Sarmuji.

Namun, kata Sarmuji, untuk sampai saat ini Partai Golkar tetap mendukung Jokowi untuk kembali dicalonkan sebagai Presiden hal sejalan apa yang sudah diputuskan dalam Rapimnas Partai Golkar.

"Tentu untuk mengevaluasi harus butuh tahapannya juga bersama-sama koalisitas pengabdian keputusannya dan sampai sekarang belum ada rencana Golkar untuk mengevaluasi," ujarnya.

Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan mengaku telah mengantongi nama cawapresnya. Spekulasi pun muncul mengingat sejumlah nama beredar sebagai calon pendamping Jokowi, baik dari kalangan parpol maupun non parpol.

Sedangkan upaya untuk menduetkan Jokowi dengan Muhammad Zainul Majdi alias pada Pilpres 2019 juga semakin kencang. Partai NasDem dilaporkan turut mendukung wacana tersebut.

Anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Kurtubi, mengakui peluang duet itu kecil. Akan tetapi, hal itu bukan mustahil mengingat dueit tersebut diyakini berdampak baik untuk bangsa dan negara.

Menurutnya, konsep nasionalis dan religius akan terwujud pada duet tersebut. Dia mengatakan jika pasangan itu terwujud maka hal itu akan baik untuk NKRI dan baik untuk provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), provinsi tempat TGB dan Kurtubi berasal.

Sumber : Solopos.com

Nggak Susah Kok Membuat Air Terjun Berundak di Rumah, Ini Caranya!

Nggak Susah Kok Membuat Air Terjun Berundak di Rumah, Ini Caranya!

air terjun berundak | dok. majalah iDEA

10BeritaPunya air terjun di rumah rasanya menyenangkan, bukan? Gemericik airnya seolah membuat perasaan kita jauh lebih rileks dan tenang. Air terjun tersebut bisa di dalam ataupun di luar rumah, sesuai kebutuhan.

Bentuknya pun bisa beragam, salah satunya air terjun berundak. Nah, jika IDEA Lovers berencana membuat air terjun berundak di rumah, ini dia langkah-langkahnya:

air terjun berundak | dok. i.ytimg.com

Pertama, buat struktur penahan setiap undakan berupa rangka berbentuk "L" dari rangkaian besi beton berdiameter 10mm dan 12mm - besi 12mm berfungsi sebagai pengikat struktur undakan ke dinding.

Struktur kemudian ditutup dengan cor semen setebal 6cm. beri dinding pembatas 4cm pada pinggiran undakan untuk membentuk semacam bak.

air terjun berundak | dok. majalah iDEA

Finishing batu alam dan penempatan kaca pada mulut undakan dilakukan setelah cor semen mengering.

Sistem sirkulasi air menggunakan pompa 110watt, yang ditanam di area koral. Pompa dihubungkan dengan pipa dari kolam ke undakan paling atas.

air terjun berundak | dok. i5.walmartimages.com

Itu dia cara membuat kolam air terjunberundak, semoga menginspirasi IDEA Lovers dalam membangun taman natural alami dalam rumah.

Sumber : IDEAonline

Ketakjuban Seorang Penganut Katolik Terhadap FPI

Ketakjuban Seorang Penganut Katolik Terhadap FPI

10Berita – Berikut adalah penuturan dari ibu Agnes Marcellina Tjhin, seorang penganut Katolik, yang pada hari Minggu (8/7/2018) kemarin berkunjung ke kediaman Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) KH Ahmad Shobri Lubis di pondok pesantren An-Nur Ciseeng, Babakan, kabupaten Bogor.

OLEH OLEH DARI PONPES AN-NUR CISEENG

Mengapa saya sering menggunakan kata OLEH OLEH setiap kali bertemu dengan seorang tokoh, itu karena saya merasa bahwa pengalaman itu harus dibagikan terutama jika kabar itu adalah kabar yang baik dan kabar yang belum tentu semua orang mengetahuinya.

Hari Minggu siang 8 Juli 2018, saya berkunjung ke rumah ustad Shobri Lubis, Ketua Umum FPI (Front Pembela Islam) dan dijamu makan siang nasi liwet dan ayam kuning yang sedap dan nikmat. Perjalanan menuju Ciseeng, Babakan , kabupaten Bogor dari tempat saya memerlukan waktu 2.5 jam karena macet begitu juga saat pulang lebih lama lagi. Saya dan teman-teman disambut oleh ustad Shobri, istri dan anak-anaknya dengan hangat dan ramah bak menyambut seorang kerabat lama padahal kunjungan tersebut adalah baru pertama kalinya saya lakukan sejak mengenal ustad Shobri pada akhir 2016 di Megamendung di tempat kediaman Habib Rizieq.

Di lokasi seluas 7 hektar, ada sekolah TK, SD, SMP dan SMA Islam Terpadu dan juga Pondok Pesantren AN-NUR yang menampung 120 santri dari berbagai daerah termasuk juga warga sekitar. Ada empang empang untuk beternak lele dan pakan yang dibuat sendiri bahkan terus dikembangkan dan bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk penelitian agar pakan tersebut tidak lagi mengendap di dasar kolam tetapi mengambang di air sehingga daging lele tidak akan berbau lumpur. Di halaman depan juga dibuat tempat bermain untuk anak-anak dan tempat pelatihan outbound. Juga ada sebagian lahan untuk bercocok-tanam. Rumah Ustad sendiri ada di tengah tengah, kecil dan sangat sederhana.

Ustad Shobri adalah anak dari ayah berdarah Batak dan ibu dari Mesir. Mereka bertemu saat menimba ilmu di Mesir. Saat ini ibunya sebagai guru besar di UIN dan berbahasa Indonesia lebih baik daripada anak anaknya, begitu cerita dari ustad. Beliau juga bercerita bahwa tanah yang ditempatinya saat ini adalah warisan dari orang tuanya. Tanah itu sekarang dibaktikan untuk pembangunan manusia dari sisi keagamaan, pendidikan dan kemasyarakatan. Ini adalah hal yang sangat mulia.

Tanah sebesar itu tentu nilainya kalau dihitung dengan uang banyak sekali. Yang ingin saya katakan bahwa yang dilakukan oleh ustad ini adalah pengabdian dari apa yang dia miliki, seluruhnya adalah untuk berbagi dengan orang lain. Ada banyak orang yang sangat kaya raya tetapi uangnya hanya untuk diri sendiri. Ada orang yang memiliki tanah yang begitu luas tetapi juga tidak secuil pun rela dipakai oleh atau bersama dengan orang lain.

Kebanyakan orang, jika memiliki tanah seluas itu maka yang pertama tama akan dibangun adalah rumah besar untuk dirinya sebelum membangun yang lain lain tetapi yang dilakukan oleh ustad Shobri ini memang sesuatu yang sangat berbeda. Rumah kediamannya saya rasa mungkin tidak lebih dari 100m2. Sungguh sangat mencengangkan dan hampir tidak bisa dipercaya.

Sering kita membaca atau mendengar fitnah yang beredar bahwa petinggi atau pemimpin FPI menikmati banyak uang dari hasil yang tidak HALAL. Ternyata semua itu adalah hoax. Beliau menceritakan bagaimana FPI berdiri di tahun 1998 oleh sejumlah Habaib, Ulama, Mubaligh dan Aktivis Muslim dengan tujuan menjadi wadah kerja sama antara ulama dan umat dalam menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar di setiap aspek kehidupan. Ustad Shobri menolak dikatakan bahwa FPI seringkali dituduh melakukan vandalisme karena tindakan itu dilakukan oleh oknum oknum yang kurang dan tidak memahami prosedur standar FPI. Jika ada laskar atau oknum yang melakukan tindakan pemerasan terhadap masyarakat maka tidak segan segan FPI akan menyerahkannya kepada yang berwajib. Beliau juga menceritakan beberapa kasus yang pernah terjadi.

Sowan saya kepada beliau adalah sebagai bentuk menjalin tali silaturahmi antar anak bangsa. Seringkali manusia hanya menimbun praduga-praduga tanpa mau bertabayun. Praduga inilah yang akan melahirkan disintegrasi bangsa, saling tuduh, saling merasa benar padahal persatuan dan kesatuan harus dibangun dari itikad baik dulu, tidak menghakimi sepihak, berkomunikasi dan saling bersilaturahmi.

Saya sebagai orang Katolik, memahami bahwa ajaran sosial gereja bukanlah ajaran mengenai prinsip prinsip kehidupan di dalam gereja saja tetapi di dalam masyarakat dan justru di tempat pluralisme dan tidak hanya menyangkut keyakinan agama saja tetapi juga prinsip-prinsip etis dan politik. Disitu perlu keterbukaan dalam dialog bersama. Kita harus ikut berpikir dan mencari jalan keluar dari masalah masalah kebangsaan yang sedang kita hadapi saat ini.

Pertemuan saya dengan ustad Shobri telah membuka ruang diskusi yang sangat berharga, menepis sekat sekat perbedaan karena pada dasarnya kita bersepakat bahwa tujuan kita adalah sama yaitu untuk menjalankan nilai nilai kehidupan dengan kebaikan, berbuat baik untuk masyarakat dengan cara yang mungkin saja berbeda beda tetapi tujuannya adalah sama.

Salam Indonesia Raya,

10 Juli 2018

Agnes Marcellina Tjhin

Sumber :portalislam

Ketika Dunia Terlupa Pembantaian Muslim Bosnia

Ketika Dunia Terlupa Pembantaian Muslim Bosnia

Monumen kuburan masal Muslim Bosnia di Srebrenica.

Foto: businessinsider.sg

10Berita, Apakah mereka dilupakan karena korbannya Muslim? Semoga anda tak ikut melupakannya.

‘’Mereka itu Nazi. Dia datang menembaki semua orang.’’ Fatma, perempuan setengah baya yang menjaga gerai di sebuah hotel di Sarajevo terlihat tercekat ketika menceritakan soal perang saudara yang pernah berkecamuk di negerinya. Dia berbicara lirih dan dingin seperti suara gesekan udara di akhir musim semi di ibu koa Bosnia.

’Are you Muslim,’ tanyanya. Saya pun menangguk. Perempuan dengan dua orang cucu  tersenyum manis. Dia bertanya lagi dari mana asal saya: Are you Malayasia? tukasnya. Begitu saya menyebut Indonesia, dia segera menyahut. "Ya, di sini ada Masjid Indonesia. Masjid Soeharto. Di pusat kota,’’ tukas Fatma lagi.Seperti warga Muslim Bosnia lainnya, memang masjid Indonesia yang dibangun Presiden Soeharto melekat di mata dan hati orang mereka.

Benar, tempat ibadah umat Islam yang di dalamnya terdapat  mimbar berukir sumbangan BJ Habibie, di pusat kota Sarajevo masjid karya aritek asal Bandung, Ahmad Nuqman, itu tampak  berdiri megah. Di sebelahnya ada lapangan sepakbola. Tak jauh dari masjid ada jalur trem yang membelah kota yang di dekatnya ada trotoar yang sangat enak untuk berjalan kaki. Masjid itu berada dicekungan bukit. Letaknya sebenarnya yak begitu jauh dari lapangan terbang Sarajevo. Para gadis berdandan modis lalu lalang di situ.

Kata warga setempat, dahulu semasa perang perbukitan di sekeliling masjid itu sangat berbahaya. Di sana bertebaran sniper dan senjata berat dari Serbia. Siapa pun yang berani masuk ke arah lapangan terbang yang searah dengan lokasi masjid tak ada yang bisa selamat. Sisa-sisa bekas perang di beberapa gedung pun masih terlihat. Meski begitu Sarajevo tetap kota yang cantik. Ciri sebuah kota megah yang pernah menjadi pusat Olimpida Musim dingin pada tahun 1982, masih terasa adanya.

Masjid peninggalan Presiden Soeharto di Sarajevo, Bosnia. Foto: Soeharto.co


Ya memang kota ini memang sekarang tentram. Tapi nun 23 tahun silam, tempat ini malah menjadi ajang konflik akibat runtuhnya Yugoslavia menjadi tujuh negara. Bekas kekuatan diktator Joseph Broz Tito hancur berkeping-keping. Celakanya tak hanya konflik, tapi perpecahan ini malah kemudian memantik perang dan pembantaian massal. Sisa konflik itu berbekas pada bekas taman di tengah kota yang menjadi tempat pekuburan masal. Taman bunga melati dan mawar sesuai perang berubah menjadi pemakaman massal. Lokasi memanjang serta meninggi ke arah sebuah bukit.

‘’Saudara saya banyak yang mati menjadi korban. Entah apa tiba-tiba Serbia datang menyerbu dan membantai seperti Nazi,’’ Fatma berulangkai mengulang kata ‘Nazi’. Tampak ada kepilaun yang mendalam di wajahnya ketika menyebut kata itu. Dan memang dari sejarahnya wilayah Bosnia atau Balkan banyak bersinggungan dengan ekspansi Hitler semasa perang dunia II.

‘’Mereka bantai kami karena Muslim,’’ ujarnya lagi. Bukan hanya itu, lanjut Fatma, tak cukup membunuh mereka juga memperkosa. Dan hasilnya setelah itu banyak perempuan Bosnia yang pikirannya terganggu dan mendapat anak hasil tindakan perkosaan.’’Mereka ingin menghilangkan darah dan keturunan asli orang Bosnia,’’ ujarnya lagi. Setelah berkata seperti itu dengan terbata Fatma membaca Alfatihah yang ternyata masih bisa diingatnya. Sesaat dia kemudian berhasil menguasai emosinya yang semoat bergejolak hebat.

Sumber : Republika.co.id

Sisi Kejanggalan Adnan Oktar (Harun Yahya), Dari Mengklaim AL-MAHDI, Anggota FREEMASONRY, Hingga YAHUDI

Sisi Kejanggalan Adnan Oktar (Harun Yahya), Dari Mengklaim AL-MAHDI, Anggota FREEMASONRY, Hingga YAHUDI


10Berita, Polisi Turki menangkap penulis kontroversial Adnan Oktar alias Harun Yahya di kediamannya di Istanbul, Rabu (11/7/2018). Selain Harun Yahya, puluhan pengikutnya juga ditangkap.

Sebanyak 235 surat perintah penangkapan dikeluarkan. Sejauh ini sudah 79 orang pengikut yang ditangkap dalam operasi yang didukung oleh helikopter.

Surat perintah penahanan menyatakan Adnan Oktar dan sektenya melakukan berbagai kejahatan, termasuk membentuk organisasi kriminal, pelecehan seksual anak, hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan, penahanan anak di bawah umur, melanggar hukum prosedur perpajakan, spionase politik dan militer dan melanggar undang-undang antiteror.

Kabar ini tentu mengagetkan, karena selama ini Harun Yahya dikenal sebagai penulis muslim.

Tulisan berikut akan mengupas tentang Harun Yahya yang tidak (belum) banyak diketahui..

SISI KEJANGGALAN ADNAN OKTAR (HARUN YAHYA), DARI MENGKLAIM AL-MAHDI HINGGA YAHUDI

Oleh: Zulfan Afdhilla*

Mungkin kita sering atau pernah disuguhkan video-video dan bacaan dari seorang tokoh yang masyhur ini yaitu Harun Yahya. Videonya acap kali menampilkan sisi unik dalam penyampaian agama Islam. Baik dari segi hubungan Islam dan sains, eskatologi dan sebagainya. Karyanya juga membuat kita takjub dan mengisnpirasi.

Namun dibalik nama Harun Yahya tersebut, ia sebenarnya memiliki nama Adnan Oktar atau dikenal juga Adnan Hoca. Menurut wikipedia, ia adalah seorang penulis dan kreasionis Islam. Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme serta anti Fremason dan Zionism. Dia telah membuat ratusan buku, buklet, poster, dokumenter, dan CD. Buku-bukunya dibuat dengan mewah, dengan kertas berkualitas tinggi dan penuh gambar berwarna, dan dijual di toko buku Islam di seluruh dunia.

Pada tahun 2010, Adnan Oktar terpilih sebagai satu dari lima puluh orang teratas dari 500 Muslim Paling Berpengaruh di dunia oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre of Jordan atas kontribusinya dalam penyebaran kreasionisme dalam konteks Islam, serta banyak terbitan lainnya yang tersebar luas yang berkaitan dengan topik-topik Islam.

Kedengarannya sangat memikat, namun tunggu dulu. Walaupun saya juga bagian dari fans Adnan Oktar yang terkagum dengan karya-karyanya namun sepertinya harus ditahan dulu. Postingan kali ini saya mencoba membongkar sisi aneh dan kejanggalan dari tokoh yang memiliki nama pena Harun Yahya ini. Disclaimer, sebelumnya saya tegaskan jika postingan ini murni opini dan saya tidak mencoba untuk memeri kesimpulan yang baku. Segala penyampaian disini saya sampaikan sebagai clue selebihnya anda sendiri yang menyimpulkan.

Merujuk kembali dari ceramahnya Syaikh Imran Hosen (pakar eskatologi Islam) pernah mengkritik Adnan Oktar karena terkait tulisan dan perkataan di situs milik Harun Yahya yang terkesan menggiring pengklaiman diri sebagai Al Mahdi. Tak hanya Syaikh Imran Hosen, Syaikh Bilal Philips  juga mengecam Harun Yahya dan menuding Harun Yahya memiliki agenda tersembunyi. Tulisan-tulisan itu sendiri sengaja ditaruh di situsnya, awaitedmahdi.com yang memang merupakan subordinasi atau kanal dari situs harunyahya.com.

Bahkan dalam video kuliah malamnya di channel stasiun Tv-nya sendiri dengan nama A9 yang mengudara di Turki ia mengatakan bahkan mencocok-cocokkan serta menyakini pengikutnya bahwa sebenarnya nama Imam Mahdi bisa saja berubah menjadi Adnan seperti namanya. Dan nama Ayah dari Imam Mahdi bisa disamakan dengan nama ayahnya. Bisa anda simak divideo ini What is the name of Imam Mahdi ??? Mr Oktar Explains - (End Time - Hz Mehdi - Adnan ).

Salah satu butir kontroversial di situsnya harunyahya.com adalah sebuah pernyataan yang ia katakan bahwa tahun 1956 adalah tahun yang sangat penting di akhir zaman. “The significance of the year 1956 in terms of the end times.”. Tahun 1956 adalah tanda dunia akan menuju sebuah tatanan yang adil. Silahkan baca disini.

Ternyata tahun 1956 adalah tahun dimana Harun Yahya lahir. Fatalnya pernyataan ini dikatakan sebagai sebuah hadis, namun tidak ada riwayat atau sanad satupun yang tertera. Situs tersebut hanya menukil perkataan Said Nursi dan Adendum Emirdag yang mengotak-atik numerologi ayat Qur'an dan mengatakan bahwa tahun 1956 sebagai tahun runtuhnya sistem kemunafikan di seluruh dunia.

Situs Harun Yahya tersebut juga mengatakan bahwa Al Mahdi sebenarnya lahir di sebuah kota besar yang kelak menjadi Istanbul seperti yang tertulis pada laman ini. Mengingat ia juga lahir di Istanbul, Turki. Ia juga memposting jika Imam Mahdi berkemungkinan akan muncul di dataran Kaukasus seperti yang tertulis dalam laman ini, berhubung Adnan Oktar pernah bermigrasi ke Kaukasus selama invasi Hulagu seperti yang tertulis dalam laman ini. Di laman lain ia mengatakan bahwa Imam Mahdi tidak bisa berbahasa Arab "Hazrat Mahdi (as) will not speak Arabic very well, but he will bear a close moral resemblance to our prophet (saas)", selengkapnya baca di laman ini dan laman ini.

Adnan Oktar juga pengagum berat Syaikh Nazim Qubrushi Al-Haqqani, seorang mursyidnya tarekat Naqshabandi Al-Haqqani yang oleh Majelis Agama Malaysia (Jakim) dalam rapat 3 April 2000 mencekal tarekat ini ke Malaysia. Dalam kekagumannya, ia membuatkan website Syaikh Nazim yang berafiliasi pada web Harun Yahya dengan nama sheikhnazimalhaqqani.com. Fatalnya dalam sebuah video dengan judul Harun Yahya says Prophet Muhammad s.a.s. spoke about Sheikh Nazim in hadis tiba-tiba muncul sebuah hadits baru. Harun Yahya mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw. Mengatakan bahwa Sheikh Nazim adalah jurubicara dari Imam Mahdi karena dia memakai sorban dengan cara yang benar dan hadis mengatakan "Akan ada orang yang akan berbicara atas nama Mahdi dari dalam Turban". Namun tidak dijumpai riwayat yang berkaitan dengan hadits tersebut.

Namun dengan kontroversialnya itu bukan berarti ia tidak memiliki pengikut. Jika kita saksikan video-video kuliah yang dibawakan Adnan Oktar, tanpak jamaahnya dihadiri oleh laki-laki berjas yang glamor serta wanita-wanita yang seksi dengan rambut pirang dan wajah oplas bak berbie. Pendukung teori kreasionis ini kabarnya mengklaim dia mengajarkan feminisme pada pengikutnya. Vice Indonesia dalam situs dan video dokumentarinya mencoba menerobos markas mereka untuk membuktikannya.

Adnan Oktar memanggil pengikut perempuannya sebagai "kittens" (anak kucing). Berdasarkan ajaran Adnan Oktar, para perempuan itu menanggalkan hijab dan baju tradisional, memakai baju-baju modis, menggunakan make-up tebal, dan melakoni operasi plastik. Banyak pengikuti Oktar termasuk kalangan sosialita tersohor Turki. Saya sebelumnya mengira jika itu merupakan trik dakwah beliau, namun sekarang saya ragu.

Mereka membawa ajaran yang mereka sebut sebagai 'Islam modern' dan kebebasan. Baginya wanita jika sudah menutup dada saja sudah cukup dan jilbab itu tidak wajib. Pengikutnya pun dikenal sangat fanatik. Terkadang disela-sela perkuliahan malam mereka kemudian musik dihidupkan dan wanita-wanita berjoged di kursi mereka. Tak jarang Adnan Oktar juga ikut menari. Adnan Oktar dan para pengikutnya memiliki saluran TV khusus dan menyiarkan ajaran-ajaran mereka dengan channel A9. Simak videonya denga judul Bertemu Sekte 'Feminis' Islam.

FREEMASONRY

Hal lain yang menjadi kontroversinya adalah diangkatnya Adnan Oktar sebagai Grand Master dalam kelompok Freemason. Hal ini bertolak-belakang dari idealitasnya yang katanya anti Freemason dan Zionis, namun faktanya dia diangkat menjadi Grand Master 33 Degree, simak videonya disini. Ia mengatakan bahwa ia diangkat sebagai Grand Master oleh Masonic karena mereka tertarik dengan intelektualitasnya dan ia tidak ikut dalam upacara sumpah mereka. Ia juga berdalih dengan masuk kedalam kelompok ini menjadi strategi baru dalam menyebarkan pesan-pesan Islam di kalangan mereka dari Lodge-Lodge mereka. Dari sini kita yakin bahwa eksistensi dari konspirasi Freemason ternyata bukan hayalan belaka, wujud mereka nyata.

Mengingat Freemason sangat dekat dengan ritual Kabbalah, agak-agaknya kesimpulan dari artikel ini menjerumus pada sebuah kelompok rahasia di Turki tepatnya pada ajaran Yahudi. Seperti yang ditulis dalam websitenya dengan judul Hazrat Mahdi (as) ia menafsirkan surah As-Shad ayat 26 dengan menyebutkan bahwa Imam Mahdi akan lahir dari keturunan Daud, "Whose line will Hazrat Mahdi (pbuh) be coming? He will be coming from the line of the Prophet David (pbuh). The appearance of Hazrat Mahdi (pbuh) will be like the children of Israel. "..".

Pada titik ini saya mengira agak-agaknya ia mencoba memperkenalkan bahwa ia juga merupakan seorang yang berketurunan bani Israil (berdarah Yahudi) atau ingin mencocok-cocokkan diri sendiri menjadi keturunan Daud agar rencana agenda untuk mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi semakin kuta?.

Jika benar apabila ia berketurunan darah Yahudi maka analisa ini menjerumus pada sebuah kelompok rahasia Yahudi di Turki yaitu Dönmeh. Aliran Yahudi ini dibentuk oleh Sabbatai Zevi, seorang kabalis Yahudi pada abad ke-17 yang menyatakan diri sebagai seorang mesias dan pada akhirnya memilih pasuk Islam agar tidak dihukum mati oleh Sultan Mehmed IV. Setelah Zevi masuk Islam, sejumlah pengikutnya mengikuti jejaknya dan menjadi Dönmeh.

Anggota aliran ini adalah para pengikut Yahudi yang menampilkan diri sebagai muslim. Bahkan Donmeh ini antek-anteknya Zionis dalam melancarkan aksinya untuk meruntuhkan Khilafah Utsmani dan mendirikan Turki modern. Baca selengkapnya: Modern Turkey: a secret Zionist state controlled by the Dönmeh.

Chakraroy dalam blognya menjelaskan. Perlu diketahui, aliran Donme dibentuk pada masa imperium Utsmaniah dengan tujuan untuk mencegah pengaruh Islam di Eropa. Para pencetus aliran ini, lantaran khawatir peristiwa Andalusia kembali terulang terjadi, menyusupkan anggota Donme ke dalam tubuh imperium Utsmaniah. Menurut penegasan ensiklopedia Judaica, Kamal Pasya yang lebih dikenal dengan sebutan Ataturk termasuk salah satu anggota termasyhur aliran misterius ini. Para pengikut aliran Donme memiliki dua nama: satu nama Yahudi untuk majelis-majelis khusus dan satu nama Islam. Dua nama untuk Adnan Oktar muncul dari ajaran aliran ini. Harun Yahya adalah sebuah nama yang murni berbasis Ibrani. Perlu diketahui bersama, pada tahun 2006, Adnan Oktar secara resmi mengakui keberadaan peristiwa Holocaust dan mengecam keras pembantaian kaum Yahudi. Bahkan Adnan Oktar menyatakan dalam website jerusalemonline.com dengan judul Who Has the Right to Live in the Land of Milk and Honey? bahwa tanah Palestina berdasarkan ajaran Qurani adalah sebuah tanah air yang telah dijanjikan untuk bangsa Yahudi.

Mungkin anda tahu kemana arah analisa saya, namun disini saya tidak menuduh dan membuat kesimpulan baku dan tidak perlu terlalu paranoid namun tetap waspada. Semoga kita terhindar dari syubhat oleh orang-orang jahat.

Sumber : PORTAL ISLAM

IKADI: Aneh, Kok Bicara Ukhuwah Islamiyah di Masjid Disebut Radikal

IKADI: Aneh, Kok Bicara Ukhuwah Islamiyah di Masjid Disebut Radikal


10Berita, Ikatan Dai Indonesia (IKADI) sangat menyesalkan penelitian Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) bekerjasama dengan Rumah Kebangsaan, yang menyebut 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan yang berada di Jakarta terindikasi disusupi paham radikal dalam materi khutbahnya.

Saat dihubungi Panjimas, Ketua Umum Ikadan Dai Indonesia (IKADI), Ustaz Ahmad Satori Ismail, Selasa (10/7) mengatakan, masjid itu milik Allah. Maka semua kegiatan harus sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya. Masjid tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Masih menurut beliau, semua pembicaraan dan aktifitas di msjid harus sesuai dengan Alquran dan As-sunah. “Jadi kalau ada penelitian indikasi radikal di masjid itu juga harus jelas kriterianya apa. Berbicara tentang perjuangan atau jihad apa iya sudah dianggap radikal ?” tandasnya heran.

Padahal, lanjut Ustaz Satori, jihad itu bermacam macam jenisnya. Ada jihad melawan hawa nafsu, jihad di bidang ekonomi dan jihad-jihad lainnya. “Lalu apakah kalau berbicara masalah Ukhuwah Islamiyah dianggap radikal? Masih banyak persoalan keumatan lainnya. Karena itu jangan lantas dihubungkan dengan sikap radikalisme,” pungkasnya.

Sumber : opini-bangsa.com, panjimas.com

Antara AHER dan ANIES

Antara AHER dan ANIES

Antara AHER dan ANIES

Oleh: Mutawakkil Abu Ramadhan

Harapan saya, Aher bisa masuk menjadi Cawapres. Sosok Aher dinilai cukup adem, berprestasi dan memiliki hubungan baik dengan semua kalangan, meskipun begitu Aher adalah sosok Islamis sejati. Kekurangan beliau pada Popularitas, sesuatu yang remeh yang menjadi sangat penting dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Remeh? Ya, popularitas itu ibarat candu dalam demokrasi, popularitas sangat rentan terhadap penyusupan calon pemimpin jahat dan rusak. Demokrasi harusnya menjadikan narasi sebagai tolok ukur keunggulan, dan bukan popularitas.

Harapan tinggallah harapan, Anies memang menjadi alternatif yang bisa jadi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Satu-satunya yang membuat berat bagi siapapun yang berpikir jernih, Anies baru saja terpilih menjadi gubernur, layaknya bagi beliau untuk menuntaskan kerjanya dahulu, minimal satu periode dahulu.

Akan tetapi.. Anies akan sangat dibutuhkan koalisi agar mereka mampu mencapai titik equilibrium politik dalam konteks koalisi. Sosok Anies adalah sosok lengkap yang dibutuhkan oleh sebuah bangsa yang ingin maju. Anies memiliki kualitas kepemimpinan, intelektualitas, pergaulan international, kedekatan dengan ulama dan umat dan ketegasan terhadap intervensi geopolitik.

Jika Anies maju Pilpres 2019 sebenarnya konstituen DKI tidak dikecewakan karena Sandi adalah sosok sebelas duabelas dengan Anies, pasangan Anies Sandi bisa dikatakan pasangan kepemimpinan provisni berkualitas terbaik di Indonesia, mereka dua duanya adalah scholar jebolan luar negeri, yang satu super intelek yang satu lagi pengusaha super sukses, dua duanya profesional dalam skala nasional.

Bagaimanapun, menjadi pengamat amatiran kayak gini terasa bagaikan meramalkan hasil semi final antara Perancis dan Belgia, hanya bisa meraba raba.. akan tetapi tidak bisa punya pengaruh apa apa. Disinilah ranah dan wewenang partai berada, kelak kalau ternyata pilihan komposisi calon kepemimpinan ternyata tidak berkualitas atau mudah kalah... nah disini kita ada hak untuk menjewer partai partai itu. Kalau dijewer kurang yah kita gampar aja....Penonton hanya bisa berbuat di "ranah" itu aja (untuk menghukum partai).

Akan tetapi minimal kita bisa berbagi pandangan untuk sama-sama mencari pemimpin bangsa yang terbaik. Bukan seperti pemimpin bangsa yang sekarang, yang setiap hari selalu mengecewakan dan kadang membuat putus asa terhadap bangsa dan negara ini.***

Sumber : PORTAL ISLAM

Krisis Muslim Uighur lebih buruk dari yang diperkirakan

Krisis Muslim Uighur lebih buruk dari yang diperkirakan

10Berita, BEIJING – Cina tidak menyisakan setitikpun upaya untuk melakukan tekanan terhadap populasi Muslim Uighur di wilayah yang disebut negara Komunis sebagai Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, The New Arabmelaporkan pada Senin (9/7/2018).

Daerah yang dikenal dengan sebutan Turkistan Timur oleh 12 juta orang Uighur, adalah sebuah negara merdeka sampai Cina mulai menduduki dan menjajahnya pada tahun 1949.

Selama beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah menggunakan serangkaian tindakan brutal untuk menghapus sisa-sisa budaya Uighur.

Langkah-langkah ini termasuk larangan total terhadap segala bentuk ekspresi Islam di Xinjiang. Cina tidak hanya menutup masjid, tetapi juga telah melarang semua teks Islam, termasuk Al-Quran, sementara nama-nama Muslim juga dilarang, seperti halnya jenggot dan pakaian yang dianjurkan oleh ajaran Islam.

Baru-baru ini, Cina telah mewajibkan semua Muslim Uighur melengkapi sepeda motor dan mobil mereka dengan alat pelacak GPS, sehingga pihak berwenang dapat menemukan Uighur pada saat tertentu.

Bahkan, polisi Cina di provinsi ini telah dilengkapi dengan “kacamata pintar,” yang menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah untuk mengidentifikasi Muslim Uighur di kereta api, bus dan di tempat umum lainnya.

Terkait dengan database pusat, “kacamata pintar” dirancang untuk memberi tahu petugas patroli ketika seorang Muslim Uighur telah berpindah melampaui “area aman”-nya, yaitu rumah atau tempat kerja.

Pengukuran garis keras ini hanya berupa puncak gunung es. Muslim Uighur yang menolak menyerahkan identitas Muslim mereka dipaksa Cina untuk mengikuti “kamp pendidikan kembali”, yang dirancang untuk menyuntikkan dogma atheisme, ideologi resmi negaranya. (Althaf/)

Sumber : arrahmah.com

Di Masjid Istiqlal, TGB Blak-blakan Alasan Dukung Jokowi

Di Masjid Istiqlal, TGB Blak-blakan Alasan Dukung Jokowi



10Berita - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) akhirnya mau menjelaskan dukungannya ke Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang. Ada beberapa alasan mengapa mantan tim sukses Prabowo pada Pilpres 2014 itu pindah ke lain hati.

Menurut TGB, setelah pilkada serentak usai, dirinya merenung dan memikirkan ke mana dirinya akan memberikan dukungan di Pilpres 2019 mendatang. Nah, dalam renungannya itu dia memutuskan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

"Saya sebagai anak bangsa berhak untuk menyampaikan dukungan saya," ujar TGB saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7).

Lebih lanjut dia menjelaskan, memang dalam kemepimpinan Jokowi ada kekurangannya. Tapi, Jokowi memiliki kerja-kerja nyata. Misalnya, pembangunan insfrastruktur. Artinya dengan berbagai keterbatasan namun mampu menjawabnya.

"Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada ya tetap harus apresiasi, dan ini (pembangunan infrastruktur) harus diselesaikan," kata politikus Partai Demokrat ini.

TGB mengatakan, di NTB saja yang tidak terlalu banyak permasalahannya, tetap dibutuhkan dua periode untuk menyelesaikannya. Apalagi, untuk mengurus Indonesia. Karena itu Jokowi memang perlu dua periode dalam menjadi Presiden Indonesia.

"Nah, sekarang perkerjaan sedang luar biasa, dan cukup pantas untuk memberikan kesempatan pada beliau dalam menuntaskan seluruh yang dikerjakan dari Sabang sampai Marauke. Tentunya dalam dua periode," tuturnya.

TGB juga sampai saat ini belum melakukan komunikasi dengan Partai Demokrat terkait dukungannya ke Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. TGB menegaskan dukungan ini bukanlah atas nama partai, melaikan dirinya sendiri.

"Saya belum bicara ke partai, karena memang ini sifat pribadi saya," pungkanya.

Sumber: jawapos