OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 09 Februari 2017

02 

Ini Penyebab Goncangan di Pertamina




10Berita-Jakarta -Mantan Ketua Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas, Faisal Bari mengungkapkan kegoncangan yang terjadi di tubuh PT Pertamina (Persero) merupakan bagian dari upaya kepentingan pihak tertentu untuk memuluskan skenario impor gas dalam jumlah besar.
Disadari bahwa keterikatan kontrak impor gas sebesar 10,5 Juta ton pada tahun 2019 telah mempertaruhkan eksistensi Pertamina. Pasalnya PT Pertamina tidak memiliki infrastruktur tengah dan hilir yang memadai.
Oleh karenanya kata Faisal, muncul dorongan melakukan pencaplokan terhadap PT PGN melalui skenario holding energi. Tujuannya tidak lain untuk menguasai infrastruktur yang dimiliki PGN agar impor gas dapat tersalurkan kepada konsumen.
“Ini bagian rencana semua itu, impor gas 10,5 juta, holdingisiasi mengambil alih PGN. Ini bagian untuk memperlancar ini semua. kalau tidak ada infrastruktur, maka akan mengalami kerugian karena gas yang di impor tidak dapat disalurkan,” kata Faisal kepada Aktual.Com di Jakarta, Kamis (9/2/2017).
Adapun kebijakan restrukturisasi direksi Pertamina dan penambahan posisi Wakil Direktur Utama yang berlangsung empat bulan lalu, juga bagian dari konsolidasi kubu-kubu di Internal Pertamina. Kebijakan yang menciptakan ‘mata hari kembar’ dan berakhir dengan preseden buruk pencopotan Dirut dan Wadirut tersebut juga terkait impor gas sebagaimana yang dimaksud.
“Masa dia (Tanri Abeng) tidak ngerti dasar management. Dalam hal Dirut dan Wadirut berhalangan, masa yang memilih pengganti sementara Wadirut yang menentukan. Mana ada di dunia seperti itu. Jadi sumber masalahnya Rini Soemarno (Menteri BUMN) nih. Udah berulang kali dia jadi sumber masalah bagi negara,” tukasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang diterima Aktual.com, bahwa yang akan menjadi broker impor gas nantinya yaitu perusahaan yang berinisial PT PPT. Perusahaan ini mempunyai kantor di Tokyo Jepang dan Jakarta. Baru-Baru ini, perusahaan tersebut membangun kantor di Singapura sebagai lokasi strategis bagi broker.
Pewarta : Dadangsah Dapunta
Sumbr: aktual

Related Posts: