OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 21 Februari 2017

10

Ya Allah.. Penjual Nasi Penyumbang GNPF-MUI Diperiksa Polisi Kasus TPPU Ditanya Ikhlas Tidak Sumbangannya

(Otto Ghozali menggunakan kopiyah putih, usai pemeriksaan di Bareskrim Polri)

10Berita-Penyidik Bareskrim Polri memeriksa salah seorang penyumbang Aksi Bela Islam, Otto Ghozali, sebagai tindak lanjut pemeriksaan Yayasan Keadilan Untuk Semua yang dikaitkan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hari Senin (20/02/2017), Otto (47), diperiksa Bareskrim Polri terkait kegiatannya menyumbang dan mengumpulkan dana untuk Aksi Bela Islam II (Aksi 411).

“Saya ditanya 15 pertanyaan, biodata,  ayah, ibu, saudara, istri, anak, pekerjaan, soal GNPF,  untuk apa donasi, kepada siapa donasi, masalah pemanfaatan dana. Ikhlas apa tidak,” ujar penjual nasi timbel ayam bakar ini kepada hidayatullah.com, Senin siang.

Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengakui saat Aksi Bela Islam II, dirinya mengumpulkan sumbangan dari teman-temannya. Uang yang terkumpul tidak mencapai 10 juta. Selanjutnya, uang donasi itu disumbangkan pada Aksi Bela Islam, yang selanjutnya dikelola Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-MUI.

Otto juga sempat ditanya-tanya, soal keterkaitan dengan Ustadz Bachtiar Nasir, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

“Saya tahu, karena sering lihat di TV, tapi tidak kenal,” jawab alumni IPB tahun 1993 ini. Baginya, tidak masalah menyumbang meski tidak mengenal. Toh, semua dana digunakan untuk kegiatan Islam.

Selain Otto, sebelum ini, Penyidik Bareskrim Polri juga telah memeriksa Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir sebagai saksi juga 5 orang lainnya. Dua orang di antaranya merupakan pegawai bank dan 3 orang pengurus Yayasan Keadilan Untuk Semua.

Ustadz Bachtiar Nasir merupakan penanggungjawab Aksi Damai Bela Islam II dan III pada 4 November 2016 dan 2 Desember 2016. Sementara Yayasan Keadilan Untuk Semua adalah lembaga yang rekeningnya dipinjam pihak GNPF-MUI untuk menampung dana umat. Dimana penggunaan ini atas kesepakatan kedua-belah pihak, dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

Otto menyatakan dirinya bersama-sama teman alumni IPB yang memberikan donasi ke GNPF-MUI tidak masalah uangnya disalurkan kemana saja, karena dirinya yakin GNPF-MUI amanah dan dirinya juga ikhlas.

“Saya dengan ikhlas menyumbang, saya percayakan uangnya ke GNPF-MUI pemanfaatannya,” kata Otto menutup pembicaraan.

Ya Allah... zaman apakah ini? Dimana infaq umat Islam dianggap kriminal???

Sumber: Hidayatullah

Related Posts:

  • 3 Masjid Agung di Eropa 3 Masjid Agung di Eropa 10Berita,  JAKARTA -- Benua Eropa menyimpan cerita dan sejarah panjang tentang Islam. Ratusan tahun lalu kekhalifahan Islam menguasai Benua Biru dan menancapkan pengaruhnya yang sangat kuat.… Read More
  • Begini Cara SMP Juara Pekanbaru Pastikan Siswa Shalat Ashar Begini Cara SMP Juara Pekanbaru Pastikan Siswa Shalat Ashar 10Berita, PEKANBARU -- SMP Juara Pekanbaru melaksanakan program Home Visit. Program tersebut berupa kegiatan kunjungan guru ke tempat tinggal siswa. Tujuannya,… Read More
  • Hamas Serukan Jihad Kemarahan Al Aqsha Hari Jumat BesokHamas Serukan Jihad Kemarahan Al Aqsha Hari Jumat Besok 10Berita – Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Ismail Haniyeh, menyerukan jihad serentak pada hari Jumat (19/07) besok untuk menyelamatkan Masjid … Read More
  • AS: Qatar Mitra Penuh Pemberantasan Terorisme AS: Qatar Mitra Penuh Pemberantasan Terorisme Ilustrasi. (aa.com.tr) 10Berita– Washington. Laporan tahunan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kemenlu AS) tahun 2016 mengungkap adanya kerjasama antara Washington d… Read More
  • 4 Syarat Kemkominfo Cabut Blokir Telegram 4 Syarat Kemkominfo Cabut Blokir Telegram 10Berita – Sudah 1 pekan lamanya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memblokir aplikasi jejaring sosial “Telegram” karena sejumlah alasan yang dinila… Read More