sumber foto: liputan6.com
10Berita, Mbalelo. Sejumlah calon anggota legislatif dari Partai Golkar telah membentuk Go Prabu, singkatan dari Golkar Prabowo – Uno (Sandiaga Uno). Mereka ini membelot dari Jokowi dan mendukung kubu oposisi di Pilpres 2019.
Beralihnya dukungan kader Partai Golkar ke Prabowo itu, sepertinya membuat sakit hati pihak PDI Perjuangan. Bagaimana tidak, Partai Golkar adalah bagian dari Koalisi Indonesia Kerja, lalu tiba-tiba membelot ke Koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung Prabowo – Sandiaga.
Dikutip dari republika.co.id (25/09/2018), PDIP menegaskan akan mencopot kader partai yang mengalihkan dukungan mereka dari calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo- Ma'ruf Amin.
Aturan di PDIP itu jelas, seluruh kader partai wajib hukumnya mendukung dan bakan menyukseskan agenda yang telah ditetapkan secara resmi oleh partai. Dukungan terhadap pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin sudah ditetapkan dalam rapat kerja Nasional. Artinya, maka seluruh kader partai tanpa terkecuali wajib mendukungnya.
Apabila ada kader partai yang tidak mendukung atau bahkan secara nyata melakukan pembangkangan politik, partai akan memberikan sanksi kepada kader tersebut. Sanksi itu mulai dari pencopotan dari jabatan struktural di DPRD kabupaten/kota/provinsi maupun RI. Bahkan sampai pencabutan status keanggotaan.
Pernyataan PDIP itu sepertinya menyindir pihak Partai Golkar yang dipimpin Airlangga Hartarto itu. Pernyataan itu merupakan tamparan keras kepada Airlangga. Pernyataan itu seakan-seakan Airlangga Hartarto tak becus mengurus kadernya sampai akhirnya mbalelo.
Tetapi, membelotnya kader Partai Golkar itu bukan tanpa alasan.
Mereka menilai, Prabowo merupakan sosok yang pas untuk dicalonkan karena secara ideologis dan kultural mempunyai hubungan yang kuat dan dekat dengan Partai Golkar. Mereka berpendapat, melorotnya suara Partai Golkar menjadi partai menengah hasil beberapa lembaga survei, penyebab utama adalah karena mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019. ***

Sumber : UC News