OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 01 Desember 2021

Kata Eko Kuntadhi: Reuni 212 di Az Zikra Bogor Politisasi Ayat dan Mayat, Belum Move on Nih πŸ˜ƒ

Kata Eko Kuntadhi: Reuni 212 di Az Zikra Bogor Politisasi Ayat dan Mayat, Belum Move on Nih πŸ˜ƒ



 

10Berita - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menanggapi perpindahan lokasi Reuni 212 ke Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Lokasi Reuni 212 pindah ke Masjid Az Zikra Bogor karena tak mendapat izin dari Polda Metro Jaya untuk melaksanakan Reuni 212 di Monas, Jakarta.

Reuni 212 di Az Zikra Bogor akan dirangkaikan dengan takziyah wafatnya putra mendiang Ustadz Arifin Ilham, Ameer Azzikra.

β€œReuni 212 mau digelar di Masjid Azzikra, Sentul. Sekalian takziyah wafatnya putra Arifin Ilham, Ameer Azzikra,” kata Eko Kuntadhi, melalui akun Twitternya, @_ekokuntadhi, Selasa (30/10).

Eko menyebut Reuni 212 di Az Zikra Bogor merupakan bentuk politisasi ayat dan mayat.

β€œTuh, kan. Gak jauh-jauh. Politisasi ayat dan mayat lagi,” kata Eko.

Eko menyindir Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang mengeksploitasi simbol-simbol agama.

β€œGerombolan itu cuma merasa menang sekali. Pilkada Gubernur 2017. Itu juga dengan eksploitasi simbol-simbol agama yang brutal. Demo 212 adalah simbolnya,” cetus Eko.

β€œJadi kalau tiap tahun maunya Reuni 212, itu psikologi orang kalah. Psikologi loser. Reuni itulah satu-satunya kebanggaan,” tandas Eko.

Ridwan Kamil Bujuk Warga Tak Ikut Reuni 212

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak warga untuk tidak ikut angkat Reuni 212 di Bogor.

Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar ini juga berharap kegiatan Reuni 212 tidak dilaksanakan.

β€œSaya meminta agar warga menahan diri dengan tak melakukan kegiatan yang bersifat massal,” jelas Ridwan Kamil, Selasa 30 November 2021.

Emil menambahkan, saat ini potensi penularan Covid-19 masih mungkin terjadi.

β€œYa sebaiknya menahan diri, kan Covid belum surut, belum selesai,” jelasnya.

Ditegaskannnya, semua kegiatan yang mengundang massa besar itu berpotensi melanggar protokol kesehatan.

β€œPotensi pelanggaran prokes, karena dinamika di lapangan, orang berkerumun ribuan orang,” tandas Ridwan Kamil. [pojoksatu]

Related Posts: