10Berita - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik rencana pemerintah menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membiayai pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
Juru Bicara PKS Muhammad Kholid menilai, rencana tersebut menunjukkan pemerintah mementingkan agenda pemindahan ibu kota ketimbang pemulihan ekonomi rakyat yang terdampak pandemi Covid-19.
"Ini kebijakan yang salah prioritas dan sudah menabrak rasionalitas publik. Pemerintah tega sekali mengorbankan agenda prioritas pemulihan ekonomi masyarakat demi pindah ibu kota," kata Kholid dalam siaran pers, Jumat (21/1/2022).
Ia menegaskan, pemerintah semestinya mengalokasikan dana PEN untuk melindungi dan memulihkan ekonomi masyarakat, bukan membiayai proyek ibu kota baru.
Ia mengingatkan, UU Nomor 2 Tahun 2020 telah mengatur bahwa dana PEN hanya ditujukan untuk penyelamatan perekonomian nasional, perlindungan dan peningkatan kegiatan ekonomi usaha masyarakat, dan menjaga stabilitas sistem keuangan dan perekonomian nasional.
Sementara, proyek pemindahan ibu kota baru tidak masuk dalam kriteria penerima PEN.
"Pemerintah justru tidak patuh terhadap norma hukum yang mereka buat sendiri dalam Perppu yang mereka terbitkan di tahun 2020," ujar Kholid.
Di samping itu, Kholid juga meminta pemerintah untuk menepati janjinya agar proyek ibu kota baru tidak membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Presiden sebelumnya sudah berjanji bahwa IKN tidak akan bebani APBN. Faktanya sekarang justru sebaliknya. Skema pembiayaan separuh lebih akan ditanggung oleh pajak rakyat dan utang melalui mekanisme APBN," ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, anggaran pemindahan ibu kota tahun 2022 akan mencatut anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Padahal, dana PEN tahun 2022 yang sebesar Rp 451 triliun sejatinya dianggarkan untuk penanganan pandemi Covid-19, pemberian bantuan sosial (bansos), dan pemulihan ekonomi masyarakat.
"Seperti diketahui untuk tahun 2022 paket pemulihan ekonomi sebesar Rp 450 triliun masih belum dispesifikasi seluruhnya. Jadi ini (anggaran pembangunan IKN) nanti mungkin bisa dimasukkan dalam bagian program PEN sekaligus bangun momentum pembangunan IKN," kata Sri Mulyani. [kompas/ ]
Sabtu, 22 Januari 2022
Home »
» Dana PEN Akan Digunakan untuk Bangun IKN, PKS: Pemerintah Tega Sekali!
Dana PEN Akan Digunakan untuk Bangun IKN, PKS: Pemerintah Tega Sekali!
By 10 BERITA 1/22/2022 01:39:00 AM
Dana PEN Akan Digunakan untuk Bangun IKN, PKS: Pemerintah Tega Sekali!
Related Posts:
Galang Koalisi Lawan PDIP di Pilkada Solo, PKS Ingin Usung Achmad PurnomoGalang Koalisi Lawan PDIP di Pilkada Solo, PKS Ingin Usung Achmad Purnomo10Berita, SOLO -- DPD PKS Kota bertekad menggalang koalisi gabungan partai politik untuk lawan pasangan cawali-cawawali Gibran Rakabuming Raka-Teguh Pra… Read More
Gibran Bisa Terjungkal Jika Purnomo Maju Lewat Partai Lain, Anak Presiden Bukan Jaminan Gibran Bisa Terjungkal Jika Purnomo Maju Lewat Partai Lain, Anak Presiden Bukan Jaminan 10Berita, Setelah melalui lobi-lobi, akhirnya Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat dukungan dari PDI Perjuangan u… Read More
Natalius Sebut Tokoh Kemerdekaan Indonesia Bukan Raja-raja, Tapi UlamaNatalius Sebut Tokoh Kemerdekaan Indonesia Bukan Raja-raja, Tapi Ulama10Berita, JAKARTA– Literasi sejarah dari pendirian bangsa dan negara Indonesia menjadi aatu tema yang dibahas oleh aktivis hak asasi manusia (HAM), Nataliu… Read More
Hukum Berkurban 1 Ekor Kambing Untuk Satu Keluarga di Idul Adha 2020 Nanti, Ini PaduannyaHukum Berkurban 1 Ekor Kambing Untuk Satu Keluarga di Idul Adha 2020 Nanti, Ini Paduannya 10Berita- Bolehkah berkurban 1 ekor kambing untuk satu keluarga di Idul Adha 2020 nanti?Selain dikenal dengan hari raya haji, Idul… Read More
Nadiem Makarim Diminta Dengar Keluhan Siswa, “Kuota Internet Tolong Disubsidi, Jangan Cuma Nyuruh Belajar Online”Nadiem Makarim Diminta Dengar Keluhan Siswa, “Kuota Internet Tolong Disubsidi, Jangan Cuma Nyuruh Belajar Online”Mendikbud Nadiem Makarim10Berita, JAKARTA – Pandemik virus corona baru (Covid-19) mengharuskan siswa sekolah tet… Read More