OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 21 Maret 2022

Haris Azhar Menilai Luhut Harus Diadili Sebelum Dirinya, Ini Penjelasannya

Haris Azhar Menilai Luhut Harus Diadili Sebelum Dirinya, Ini Penjelasannya



 

10Berita - Kuasa Hukum Haris Azhar, Nurcholis Hidayat mengatakan seharusnya Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lebih dulu diadili ketimbang kliennya.

Sebab untuk membuktikan kliennya terlibat dalam kasus ujaran kebencian, kasus dugaan tindak pidana korupsi harus lebih dulu diselesaikan.

“Yang harus diadili, menurut klien kami ya Pak LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) karena Pak LBP lah yang diduga dalam riset itu melakukan dugaan konflik kepentingan dan juga tadi dugaan mendapatkan gratifikasi 30 persen saham,” ucap Nurcholis Hidayat dalam Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Senin (21/3/2022)

Nurcholis lebih lanjut menuturkan kliennya sangat meyakini apa yang dilakukan bukan masuk pada kualifikasi pencemaran nama baik.

“Kita lihat dalam pasal undang-undang ITE pasal 27 ayat 3 dan SKB itu disampaikan jika itu penilaian, jika itu pendapat, jika itu hasil evaluasi, dan jika itu sebuah kenyataan maka itu bukan sebuah pencemaran nama baik,” ujarnya.

“Nah yang menjadi pertanyaan adalah, yang dan itu harus ditanyakan ke kepolisian, bagian mana yang dari konten YouTube itu yang bukan merupakan penilaian, bagian mana yang bukan pendapat, bagian mana yang bukan hasil evaluasi, dan bagian mana yang bukan merupakan kenyataan,” tambahnya.

Nurcholis lebih lanjut menyampaikan, apa yang dibahas kliennya dan ditayangkan melalui YouTuber merupakan fakta-fakta yang valid.

“Semuanya lagi-lagi adalah membahas sebuah fakta-fakta yang valid yang disampaikan oleh sekitar 9 NGO terkait dengan skandal bisnis dan militer di Papua yang diduga melibatkan Pak LBP, ini yang harus dibawa ke pengadilan seluas-luasnya,” tegas Nurcholis.

Apalagi, lanjut Nurcholis, kliennya dalam sejumlah pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian sudah menyampaikan sejumlah bukti-bukti dugaan Conflict of Interest dan gratifikasi tersebut.

“Seharusnya, secara hukum itu diproses oleh kepolisian, karena polisi punya aturan, kalau ada suatu tindak pidana korupsi, didahulukan tidak pidana korupsinya sebelum pencemaran nama baiknya, jadi yang harus diadili Pak Luhut dulu,” ujarnya. [kompas]

Related Posts:

  • Menaklukan Kota yang Dijanjikan 10Berita, JAKARTA -- Sebelum keruntuhannya, Turki Ustmaniyah telah menorehkan cacatan emas peradaban Islam. Salah satu catatan emas itu adalah penaklukan Konstantinopel yang kini bernama Istan… Read More
  • Jejak-Jejak Gurita Cina di Bumi Nusantara, Dulu dan Sekarang10Berita-Kalau ada yang mengatakan bahwa para taipan merupakan unsur garis depan pemerintah Republik Rakyat Cina untuk menjajah negara-negara di kawasan Asia Pasifik… Read More
  • Cuma Datangi MUI, Uus Belum Minta Maaf Pada Habib Rizieq 10Berita-JAKARTA  – Mengaku jadi pengangguran, setelah dipecat dua stasiun televisi, Komika Rizky Firdaus Wijaksana atau lebih dikenal dengan Uus baru tobat dan mi… Read More
  • Hari Ini, Tepat 93 Tahun Umat Islam Hidup Tanpa Khilafah 10Berita, Jakarta – Hari ini 3 Maret 2017, sudah 93 tahun lamanya umat Islam hidup tanpa Khilafah. Saat itu, Menteri Luar Negeri Inggris Lord Curzon tengah bersuka cita… Read More
  • Di Masjid Ini, Banyak Warga Prancis Bersyahadat 10Berita, JAKARTA -- Nama sebenarnya adalah Masjid Sahaba. Namun, masjid yang berlokasi di Kota Creteil, pinggiran Paris ini, lebih dikenal sebagai Masjid Mualaf. Disebut … Read More