Anies Baswedan Diserang dengan Hoaks, PKS: Allah SWT yang Melindungi
10Berita - Bakal Calon Presiden Indonesia Anies Baswedan terus diserang dengan berbagai cara. Salah satunya yakni dari hoaks yang bertebaran di media sosial.
Salah satu motif hoaks tersebut adalah agar nama dan reputasi dari Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu jatuh dan kalah di pesta demokrasi lima tahunan nanti.
Namun Ketua Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muslih Abdul Karim mengaku tak risau dengan hal itu. Menurutnya, Allah SWT akan tetap memberikan perlindungan bagi Anies.
“Karena kita mempunyai yang Maha Kuat itu Allah SWT. Kita serahkan kepada Allah, dan InsyaAllah yang melindungi Allah SWT. Mudah-mudahan Allah selamatkan semua,” katanya kepada KBA News belum lama ini.
Apalagi, lanjut dia, Anies Baswedan tak pernah melakukan hal yang buruk selama ini. Ia pun yakin hoaks tersebut akan hanya jadi angin lalu. “Karena Pak Anies sama sekali tidak mempunyai kesalahan dan kebenaran itu akan muncul,” ujarnya.
Hoaks terbaru, beredarnya isu Ketua KPK Firli Bahuri menerima suap dari Anies Baswedan sebesar Rp 2,3 triliun. Hal itu demi menutupi kasus Formula E.
Lembaga antirasua sudah memberikan tanggapan terkait beredarnya isu tersebut. Dan KPK menegaskan isu itu tidak benar alias hoaks.
Diketahui, informasi itu beredar di media sosial dalam bentuk konten video di YouTube. Dalam video disebut bahwa Firli menerima suap Rp 2,3 triliun dari mantan Rektor Universitas Paramadina itu kasus Formula E tak dilanjutkan.
“KPK kembali menerima informasi adanya penyebaran berita hoaks yang menyebut penerimaan suap oleh Ketua KPK Firli Bahuri untuk menutupi penanganan perkara Formula E,” ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangan resminya.
Ia menyampaikan, pihaknya juga menemukan satu berita hoaks terkait Firli Bahuri dan Anies Baswedan. Dimana isi berita hoaks itu memuat informasi deklarasi capres dan cawapres yang akan dilakukan Anies dan Firli.
“Beredar Informasi di aplikasi pesan terkait deklarasi pencalonan presiden dan wakil presiden kepada Ketua KPK Firli Bahuri. Kami menegaskan KPK tidak ada kaitannya dengan aksi dan kegiatan tersebut,” ujarnya.
Sumber: kba