Koalisi Besar Terancam Kalah, Firdaus Syam: Anies itu Cerdas, Mampu Menawarkan Gagasan yang Visioner
10Berita - Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Nasional Assoc. Prof. Drs. Firdaus Syam,MA., PhD, mengatakan Anies Baswedan membawa gagasan perubahan dan perbaikan. Karena itulah, Anies mendapat dukungan dari tiga partai politik sekaligus, yaitu Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKS untuk maju sebagai calon presiden yang kini tergabung menjadi Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
“Saya mengapresiasi tiga partai politik ini yang memberikan dukungan penuh kepada Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024. Anies memiliki gagasan-gagasan cerdas yang visioner. Pemimpin yang mempunya elektabilitas, kapabilitas tapi juga integritas. Nah, ini yang diharapkan pemimpin kedepan untuk membawa bangsa Indonesia berdiri sejajar dengan bangsa lain,” ujarnya kepada KBA News, baru-baru ini.
Mengenai peleburan antara Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang tergabung dalam koalisi besar, menurut Firdaus, pertemuan lima partai politik yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai PKB, PPP dan PAN hanya merupakan manuver politik biasa .
Firdaus mengatakan Anies tak akan gentar dikeroyok koalisi besar. Sekali layar terkembang pantang surut mundur kebelakang. Kelompok ini hanya membangun koalisi dengan sebuah manuver politik biasa. Ini bukti bahwa mereka terancam kalah berhadapan dengan Anies pada pilpres 2024.
“Saya yakin Anies tak gentar dikeroyok koalisi besar karena Anies melahirkan banyak gagasan yang visioner, gagasan yang akan menjawab tantangan kedepan bangsa ini. Anies akan mampu memenangkan pertarungan pilpres 2024,” bebernya.
Anggota Majelis Pakar KAHMI Nasional ini menilai gagasan yang ditawarkan Anies merupakan gagasan visioner di bidang politik, ekonomi, kemakmuran masyarakat sampai pada pembangunan infrastuktur dan yang tidak kalah penting lainnya adalah Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dalam pembentukan jati diri bangsa kedepan, bukan hanya sekadar jargon-jargon seperti selama ini.
“Anies akan membangun mental integritas masyarakat Indonesia dengan kejujuran, inovasi, kreativitas, dan kepercayaan diri yang tinggi. Karena itu merupakan hal yang penting dalam membangun postur SDM berkualitas yang masih belum dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh Presiden Joko Widodo.”
Ketua Komisi Pengkajian Penelitian dan Pengembangan (KP3) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini melanjutkan, Anies menawarkan perubahan seperti apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat, mengenai suatu pandangan perubahan kedepan secara revolusioner dengan melakukan transformasi untuk meningkatkan jati diri bangsa dengan mental bangsa sejajar yang dihormati dan disegani bangsa lain.
Mengenai sosok Anies Baswedan, anggota Dewan Pakar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan (FKPPI) ini berpendapat, Anies merupakan tokoh nasional yang sudah teruji modal politiknya. Anies pernah menjadi Rektor Universitas Paramadina kemudian pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Gubernur DKI Jakarta.
“Anies sebagai akademisi, yang tertanam dalam cara berpikirnya adalah kekuatan intelektual, kecerdasan intelektual yang membentuk sosok Anies Baswedan memiliki kepercayaan dan integritas tinggi yang kaya dengan gagasan.”
Membangun komunikasi
Firdaus Syam yang juga Penasehat Pemuda Pancasila DKI Jakarta mengatakan kepemimpinan Anies tak diragukan lagi. Anies sudah sering membangun komunikasi politik dengan dunia internasional. Hal ini dapat dibuktikan dimana Anies banyak mendapatkan penghargaan internasional. Salah satunya, nama Anies pernah sejajar dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan tokoh dunia lainnya.
Selain itu, Anies tidak hanya membangun komunikasi politik di luar negeri tetapi juga dengan pendukungnya, bagaimana Anies melakukan konsolidasi modal sosial dan modal politik sudah ada.Bagaimana Anies membangun komunikasi dengan berbagai elemen dan lapisan masyarakat dengan menawarkan gagasan-gagasan penuh inovasi dan visoner. Masyarakat menginginkan pemimpin itu teladan antara ucapan dan perkataan harus sama.
“Nah ini yang ditawarkan Anies menuju pemimpin kearah perubahan yang lebih baik. Mampu mempersatukan masyarakat dengan membangun semangat nasionalisme juga merawat nilai-nilai religius sebagai nilai bangsa Indonesia menjadi bangsa yang modern dan beradab,” tukas Firdaus Syam, aktivis, akedemisi dan budayawan ini yang sudah menulis puluhan buku buku politik, filsafat, ontologi budaya, puisi dan lain-lain.
Sumber: kba