OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 13 Agustus 2017

Teroris Berbaju Biksu Larang Muslim Rohingya Berangkat Haji

Teroris Berbaju Biksu Larang Muslim Rohingya Berangkat Haji

10Berita – Puluhan Muslim Rohingya dilaporkan harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci setelah kelompok Teroris berbaju biksu Myanmar menghalangi mereka dalam perjalanan menuju ibu kota negara bagian Rakhine, Akyab.

Kantor berita Arakan melaporkan sebanyak 13 Muslim Rohingya dari kota Maungdaw dan 8 orang dari kota Buthidaung mengambil rute selatan di kota Maungdaw dengan sebuah bus dalam perjalanan ke Akyab. Namun jamaah calhaj ini dikejutkan oleh sekelompok teroris Buddha yang tiba-tiba mengelilingi mobil mereka dan menghalangi jalan sert mencegah mereka meninggalkan kota.

Selama aksi penghadangan tersebut, militer Myanmar ikut turun tangan dan memerintahkan warga Muslim untuk kembali ke rumah mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak puas dengan izin haji yang telah diterima paracalhaj dari pemerintah.

Negara bagian Rakhine terjerumus ke dalam kekerasan baru Oktober 2016 ketika pasukan keamanan memulai operasi brutal terhadap Muslim Rohingya di mana tentara pemerintah melakukan pemerkosaan, pembunuhan, penyiksaan dan penjarahan di seluruh wilayah tersebut.

Pemimpin de facto negara tersebut, Aung San Suu Kyi, peraih anugerah hadiah Nobel perdamaian pada tahun 1991, dikritik keras oleh banyak pihak terkait sikap dan kebijakan pemerintah terhadap Muslim Rohingya.

Mereka menulis sebuah surat terbuka kepada Dewan Keamanan PBB yang memperingatkan sebuah tragedi “pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan” di negara bagian Rakhine. (PSM/Ram)

Sumber: Eramuslim

Asosiasi Pengusaha Turki Ajak Pengusaha Muslim Dunia Berinvestasi di Palestina

Asosiasi Pengusaha Turki Ajak Pengusaha Muslim Dunia Berinvestasi di Palestina


10Berita – Asosiasi Industri dan Pengusaha Independen Turki (MUSIAD) mengajak para pengusaha Muslim untuk ikut berinvestasi di Palestina. Ajakan ini dilontarkan MUSIAD setelah mengunjungi Masjid Al Aqsha pada hari Jum’at (11/08) kemarin.

Ketua MUSIAD, Abdurrahman Kaan mengatakan bahwa kunjungan rombongannnya ke Al Aqsha sebagai rasa solidaritas dengan saudara-saudara Palestina, sembari mengecam keras tindakan Zionis Israel yang terus melakukan pelanggaran terhadap Muslim Palestina.

“Kami berdiri dengan saudara-saudara kami. Itulah mengapa kami berada di sini,” Abdurrahman Kaan dalam keterangannya.

Abdurrahman Kaan melanjutkan, “Kami telah melihat pelanggaran tersebut secara langsung dan menolak untuk menerima tirani terhadap kiblat pertama kami,” mengacu pada Masjid Al-Aqsa yang merupakan situs tersuci ketiga umat Islam setelah Mekkah dan Madinah.

“Kita harus memberikan setetes minyak di pantai yang akan membawa Masjid Al-Aqsa keluar dari tirai kegelapan dan masuk ke dalam cahaya terang benderang dan dengan melindungi nilai-nilai budaya bersama kita,” ujarnya menambahkan.

Abdurrahman Kaan mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk mengunjungi Al-Aqsa tempat yang sangat dihormati, dan mendesak para pengusaha Muslim untuk berinvestasi di kawasan ini dengan tujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Palestina.

Setelah terjadi bentrokan baru-baru ini di kompleks Masjid Al Aqsa yang menyebabkan setidaknya 20 orang terbunuh pada bulan Juli lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk mengunjungi Al Aqsha dan menunjukkan dukungan solidaritas kepada Muslim Palestina di Al Quds. (PM/Ram)

Sumber: eramuslim

Jejak Laksamana Cheng Ho di Tarakan

Jejak Laksamana Cheng Ho di Tarakan

10Berita, TARAKAN -- Bentuk ornamen lukisan dinding berupa naga di rumah adat Dayak Tidoeng di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menjadi salah satu ciri adanya jejak penyebaran agama Islam oleh Laksamana Cheng Ho. Sang laksamana disebut telah mengubah budaya orang Dayak di sana.

"Suku Dayak di sini dikenalkan Islam oleh Laksamana Cheng Ho yang telah mengubah penampilan busana masyarakat sehingga dikenal sebagai Dayak Tidoeng," kata Juru Kunci Rumah Adat Suku Dayak Tidung Saparudin di Tarakan, Ahad (13/8).

Ia juga menjelaskan, ornamen naga itu juga mengandung sejarah bahwa turunan suku Dayak Tidoeng berasal dari Yunan di Cina Selatan. "Penamaan 'Tidoeng' sendiri berasal dari kata 'Gunung' karena suku Dayak yang telah Islam itu berada di daratan tinggi dengan busana yang berbeda dengan suku dayak umumnya, yaitu menggunakan gamis sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai Dayak Gunung atau Dayak Tidoeng," katanya.

Ia menjelaskan, Suku Dayak Tidoeng menjadi satu dari 406 Suku Dayak yang tersebar di Kalimantan. Suku itu sempat mempunyai keraton yang dulunya berada di Lapangan Datu Adil di Tarakan, namun dihancurkan sampai rata dengan tanah oleh penjajah Belanda karena sikap Kesultanan Tidoeng yang menolak bekerja sama.

"Nama kesultanan itu juga tenggelam oleh Kesultanan Bulungan karena setelah keraton dihancurkan Suku Tidoeng melakukan perlawanan dan menyingkir ke pedalaman" katanya.

Untuk menghadirkan kembali keraton yang sudah hilang itu, keturunan ke-14 dari Kesultanan Tidoeg, H Moehtar Basir Idris membangun replika rumah adat besar yang dulu berfungsi sebagai keraton di Jalan Aki Bambu, tempat lain yang lebih tinggi.

Moechtar Basir saat ini menjadi Kepala Adat Besar Dayak Tidoeng yang tersebar di seluruh Kalimantan dan sebagian besar mendiami Kalimantan Utara. Di komplek itu dibangun rumah adat suku Tidung disebut dengan Baloy Adat Tidoeng dari bahan kayu ulin atau kayu besi yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan.

Baloy Adat Tidoeng sendiri terletak sekitar dua kilometer dari Bandar Udara Djuwata Tarakan.

Rumah Baloy Adat Tidoeng itu terdiri dari empat ruang utama, yaitu Alad Kait tempat menerima masyarakat yang mempunyai masalah adat, Lamin Bantong tempat pemuka adat bersidang untuk memutuskan perkara adat, Ulad Kemagod berfungsi sebagai ruang berdamai setelah selesainya perkara adat, dan Lamin Dalom sebagai tempat singgasana Kepala Adat Besar Dayak Tidung.

Sumber: Republika

Mengagetkan, Ini Reaksi Sebagian Orang Barat Ketika Seorang Muslim Diganggu Saat Sholat

Mengagetkan, Ini Reaksi Sebagian Orang Barat Ketika Seorang Muslim Diganggu Saat Sholat


Seorang pria muslim sedang shalat di teras sebuah gedung. Maklum, masih belum ada masjid seperti di Indonesia yang mudah dijumpai di mana-mana.

Mengetahui ada muslim shalat, sejumlah orang hanya mengamati dan sebagiannya merasa biasa seolah tak ada apa-apa. Namun, tidak demikian dengan seorang pria berjaket merah. Ia marah-marah dan mencaci maki muslim tersebut sembari menuduhnya teroris.

Bagaimana reaksi orang-orang menyaksikan penghinaan itu? Seorang pria paruh baya membela muslim tersebut. Ia mengatakan agar tidak mengganggu muslim tersebut. Ia menegaskan, muslim itu punya hak untuk shalat.

Saat pemuda berjaket merah itu menuduhnya teroris, pria paruh baya itu juga membelanya. Tak hanya pria paruh baya itu, pria berkaca mata juga membela muslim tersebut.

Di tempat lain, pria muslim tersebut tampak shalat di depan sebuah gedung. Lagi-lagi, pemuda berjaket merah mendatanginya untuk mengganggu dan menghina.

Bagaimana reaksi orang-orang menyaksikan penghinaan itu? Seorang wanita berbaju hitam membela muslim tersebut.

“Ini adalah negara yang menjunjung kebebasan,” tegasnya pada pemuda berjaket merah. “Ia bebas untuk sholat tanpa diganggu.”

Di kesempatan berikutnya, pria muslim itu tampak shalat di sebuah halaman. Agaknya halaman kampus. Di dekatnya, sejumlah pemuda sedang berdiskusi.

Saat pemuda berjaket merah mengganggu muslim yang sedang shalat itu, beberapa pemuda memperingatkannya. Mereka membela muslim tersebut.

Rupanya, pemuda berjaket merah yang terus mengganggu muslim yang shalat itu adalah temannya sendiri. Mereka berdua sedang melakukan eksperimen bagaimana reaksi orang-orang Barat saat muslim yang sedang sholat diganggu dan dihina. Alhamdulillah, sebagian orang Barat yang membela mereka dengan alasan HAM dan kemanusiaan.[www.tribunislam.com

Sumber : tarbiyah.net



WADUH! Demo NU Tolak FDS, Peserta Aksi Teriakan "Bunuh Menteri"

WADUH! Demo NU Tolak FDS, Peserta Aksi Teriakan "Bunuh Menteri"


10Berita~ "Bunuh bunuh.. Bunuh Menteri nya.. Bunuh Menteri nya Sekarang juga.." 

Teriak para peserta aksi ramai-ramai dalam Demo Tolak FDS (Full Day School).

Yang dimaksud Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah (Full Day School) yang ditentang kalangan NU.

Seperti diketahui, PBNU secara resmi telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannnya di seluruh wilayah untuk melakukan aksi dan menyatakan sikap menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah (Full Day School) yang dinilai merugikan pendidikan di Madrasah Diniyah.

Di beberapa daerah aksi ini digelar melibatkan santri dan siswa NU.

Ketua PBNU Said Aqil Siradj menyebut Full Day School dapat munculkan generasi radikal.

Said Aqil: Full Day School Munculkan Generasi Radikal
http://www.viva.co.id/berita/nasional/945480-said-aqil-full-day-school-munculkan-generasi-radikal

Ehhh... ternyata mereka dalam aksinya malah teriak "Bunuh Menteri"... apa ini bukan radikal, pak Said?

Jadi... yang RADIKAL siapa pak Said? Selama ini sampeyan menuding kelompok lain dengan tuduhan RADIKAL.

[Berikut video peserta aksi Tolak FDS teriak "Bunuh Menteri"]

Demo FDS DIWARNAI TERIAKAN TAKBIR DAN BUNUH MENTERI@NetizenTofa @ustadtengkuzul@maspiyuuu @ferrykoto pic.twitter.com/MpKo8jQ5fF

— ahlulbadr (@ahlulbadr896) 13 Agustus 2017


Sumber: Portal Islam

Ancaman Bagi Pemimpin Penipu, Haram Surga Baginya

Ancaman Bagi Pemimpin Penipu, Haram Surga Baginya

10Berita – Menjadi pemimpin itu bukan perkara ringan, bahkan segudang tanggung jawab yang akan menuntutnya, baik tuntutan tanggung jawab di dunia, juga tanggung jawab kelak di akhirat. Namun, dewasa ini tidak jarang terjadi perebutan kepemimpinan di kalangan masyarakat hingga menghalalkan segala cara.

Mereka mengkampanyekan dirinya dengan berbagai macam janji yang manis-manis agar dipilih oleh rakyat, namun setelah terpilih, ternyata mereka menipu rakyatnya dengan menghindar dari pelaksanaan janji-janjinya itu.

Sy. Ma’qil bin Yasar RA mengemukakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tak seorang pun yang diserahi oleh Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga baginya.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Pemimpin dalam tinjauan syariat itu tidak harus memiliki rakyat yang jumlahnya ratusan juta orang, namun pemimpin yang hanya memiliki pengikut dengan jumlah yang dapat dihitung dengan jari tangan, juga memiliki kewajiban tanggung jawab yang sama terhadap rakyatnya.

Sy. Abu Umamah RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada seorang pun yang mengurusi urusan sepuluh orang atau lebih dari itu, melainkan ia akan menghadap Allah SWT pada hari Qiamat kelak dalam keadaan tangannya dibelenggu pada batang lehernya. Lalu kebaikan (terhadap rakyatnya)-lah yang akan melepaskan (belenggu) itu, atau dia malah dibinasakan oleh dosa-dosanya (terhadap rakyat).” (HR. Ahmad).
Sy. Ubadah bin Shamit RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seorang yang menjadi pemimipin sepuluh orang akan diajukan ke hadapan Allah pada hari Qiamat kelak, dalam keadaan terbelenggu tangannya di leher, hingga dilepaskan oleh kebenaran(nya) atau dihancurkan (oleh tipu dayanya)..”(HR.

Ahmad). Jika memimpin sepuluh orang saja, akan mendapatkan pertanyaan dan perhitungan tentang kebenaran (kebaikan) yang ia lakukan (terhadap rakyatnya), atau tipu daya yang ia mainkan hingga menyengsarakan rakyatnya, lantas bagaimana kelak yang akan terjadi pada para pemimpin masyarakat di sebuah kota, atau di sebuah provinsi, atau bahkan pada seorang pemimpin negara? Perlu diingat, bahwa kelak di hadapan Allah itu, maka setiap seorang rakyat itu akan menjadi saksi dalam pelaksanaan pengadilan bagi pemimpinnya.

Sy. Abu Hurairah RA menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang memikul jabatan pengadilan atau ia dijadikan hakim di antara orang banyak, maka sesungguhnya ia telah disembelih tanpa pisau.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Artinya, seorang hakim atau pemimpin itu harus berlaku adil terhadap rakyatnya, karena pengambilan kebijakan yang salah terhadap rakyatnya dari seorang pemimpin, ibarat dirinya telah menyiapkan pisau untuk menggorok batang lehernya sendiri.

Namun, bagi seorang hakim atau pemimpin yang selalu menjaga amanah kepemimpinannya dengan berlaku adil serta memperhatikan kemashlahatan akhirat serta kemashlahatan dunia bagi seluruh rakyartnya, maka Allah yang akan melindungi dirinya baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Sy. Abdullah bin Abi Aufa RA memaparkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah akan selalu bersama seorang hakim selama ia tidak menyimpang. Apabila ia menyimpang, maka Allah akan memberinya beban yang berat.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits lain, Sy. Buraidah RA memberitahukan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hakim itu ada tiga golongan. Segolongan di surga, sedangkan dua golongan di neraka. Hakim yang berada di surga adalah hakim yang mengetahui kebenaran lalu menghukum dengan kebenaran itu. Sedangkan hakim yang mengetahui kebenaran tetapi dia menyimpang (dari kebenaran itu) dalam keputusannya, maka dia di nereka. Dan hakim yang memutuskan hukum terhadap orang lain dengan (karena) kebodohan, maka dia pun di nereka.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Dawud). Demikian juga dengan seorang pemimpin.

*) KH. Luthfi Bashori, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, yang juga Alumni Ma’had Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki di Makkah Al Mukarramah. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah MWC NU Singosari Malang merangkap sebagai Aktifis Komisi Hukum & Fatwa MUI Kab. Malang.

Oleh: Luthfi Bashori (kk/gr)

Sumber: Eramuslim

Jasa Ustadz Abu Bakar Ba’asyir bagi Negara Dibalas Penjara

Jasa Ustadz Abu Bakar Ba’asyir bagi Negara Dibalas Penjara


10Berita -Ustadz Abu Bakar Baasyir yang divonis 15 tahun penjara dengan tuduhan terorisme, pada Rabu (9/8/2017) kemarin jatuh sakit dan dilarikan ke Rumah Sakit.

Keluarga meminta agar Abu Bakar Baasyir yang kini ditahan di Lapas Kelas III Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, diberi kelonggaran hukuman isolasi.

Anak Baasyir, Abdul Rochim Baasyir mengatakan, permohonan kelonggaran hukuman isolasi tersebut mengingat usia Ba’asyir yang sudah menginjak 80 tahun, dan kondisinya yang semakin menurun.

“Kami minta pemerintah ini melihat beliau secara manusiawi. Ini orang sudah tua dan kondisinya sudah menurun drastis. Kami berharap beliau bisa diberikan kebijakan. Kalau bisa dikembalikan ke keluarga,” kata Abdul di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

 Jasa Pada Negara Dibalas Penjara
Mungkin banyak yang belum tahu, jika Ustadz Abu Bakar Ba’asyir memiliki jasa yang sangat besar bagi negara Indonesia yaitu turut membebaskan dua sandera WNI, yaitu wartawan Metro TV Meutya Hafid dan kamerawan Budiyanto.

Dua tahun pasca agresi militer Amerika Serikat atas Irak meletus, kedua wartawan tersebut melakukan peliputan ke daerah konflik. Tanpa diduga, mereka disandera oleh mujahidin yang menamakan diri Jaisyul Mujahidin di Irak pada 15 Februari 2005.

Penyanderaan ini disiarkan TV Aljazeera. Pihak Mujahidin dalam siarannya meminta konfirmasi pada pihak Indonesia mengenai kedua orang yang disandera, siapakah mereka, untuk apa berada di daerah konflik Irak.

Pemerintah saat itu, ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa melakukan berbagai upaya pembebesan sandera.

Dan tahukah kita, siapa diantara tokoh yang turut serta mengupayakan pembebasan kedua WNI tersebut? Salah satunya adalah Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Saat itu Ustadz Abu Bakar Ba’asyir diminta untuk memberikan imbauan agar para mujahidin di Irak, membebaskan dua wartawan Metro TV, Meutya Hafid dan Budiyanto. Meski tak mengenal keduanya sama sekali, Ustadz Ba’asyir yang saat itu menjadi Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), berbicara di depan media, agar membebaskan kedua WNI tersebut.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir meminta sandera dibebaskan karena mereka hanya wartawan, hanya cari berita biasa, hanya ingin memberitakan kondisi negara Irak yang diserang pasukan AS.

Pernyataan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini kemudian disiarkan stasiun televisi Metro TV. Ketua Majelis Mujahidin Indonesia ini menyatakan bahwa pemerintah dan media di Indonesia selalu mendukung perjuangan rakyat Irak.

Para sandera akhirnya dibebaskan setelah penyandera melihat pernyataan Ustadz Abu Bakar Baasyir yang disiarkan oleh media.

Kedua wartawan Metro TV itu dibebaskan setelah hampir satu minggu disandera, tepatnya selama kurang lebih 168 jam.

Momen itu diabadikan Meutya Hafid sendiri dalam buku yang ditulisnya, berjudul “168 Jam dalam Sandera, Memoar Seorang Jurnalis Indonesia yang disandera di Irak”.

Media massa pun ikut mempublikasikan ucapan terima kasih pihak keluarga Meutya Hafid yang disampaikan ibundanya, Metty Hafid kepada ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan pihak-pihak lain yang turut membantu.

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir turut menolong karena landasan kemanusiaan, walaupun beliau telah menjadi bulan-bulanan sejak rezim Orde Baru, hingga rezim Reformasi. Ia pun keluar masuk penjara berkali-kali.

Kini, berharap pemerintah punya rasa kemanusiaan untuk membebaskan ulama yang sudah sepuh ini. (kl/gr)

Sumber: Eramuslim

YLKI: Awas Produk Palsu Makanan Cina Banjiri Indonesia

YLKI: Awas Produk Palsu Makanan Cina Banjiri Indonesia


10Berita – Setelah geger beras plastik pada tahun 2015 lalu, Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia memperingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap produk makanan palsu asal China yang banjiri pasar lokal Indonesia. Produk palsu ini terdiri dari beras, telur, susu, daging, mie instan, cokelat, kacang, dan tahu.

Masyarakat diminta waspada karena makanan ini sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan bisa mematikan. Aparat penegak hukum dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta menarik seluruh produk palsu asal China dan negara lain dari pasar. Plus sanksi hukum berat bagi produsen yang mengimpor barang tersebut.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, meminta BPOM tidak hanya sekadar memberikan edaran dan menarik produk-produk tersebut. Menurut dia, BPOM perlu memberikan sanksi hukum baik secara administrasi maupun pidana.

“Importirnya patut dicabut izin operasionalnya karena telah memasukkan produk yang tidak memenuhi standar regulasi di Indonesia, yakni proses produksi halal. Apalagi setelah ada UU Jaminan Produk Halal,” ujar Tulus di Jakarta, Jumat (11/8).

Tulus juga meminta kepolisian bertindak pro justitia dalam masalah ini. “Importir dan distributor patut dipidana karena diduga melanggar UU Perlindungan Konsumen, UU Pangan, dan UU Jaminan Produk Halal,” tegas Tulus.

Sebelumnya, BPOM sempat mengeluarkan surat perintah penarikan produk mi instan asal Korea karena terbukti mengandung babi. Penarikan dilakukan karena produk itu tidak mencantumkan peringatan “Mengandung Babi” pada label kemasan.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Konsumen Indonesia, Firman Turmantara, mengungkapkan, perlu adanya peningkatan pengawasan hingga penegakan hukum terhadap produk buatan China yang membanjiri pasar lokal ketika menjelang Lebaran. Dan produk ini buatan Cina ini melanggar regulasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Produk Cina lebih unggul karena harganya murah meskipun soal kualitas belum tentu dijamin. Sementara kebanyakan karakter konsumen kita lebih banyak memilih harga murah dibandingkan soal kualitas,” ujar Firman di Jakarta, Jumat (11/8).

Firman menegaskan perlunya pengawasan berlapis dari pemerintah perihal proses produksi, penawaran, promosi, pengiklanan hingga penjualan barang atau jasa.

“Apalagi dengan semangat tinggi untuk mendapatkan market share yang besar, maka Cina telah menyusun agenda ekspansi pasar dunia atau global secara besar-besaran,” ujarnya. (PSM/Ram)

Sumber: eramuslim

Anies Baswedan Didukung Para Jawara Bakal Buat Jakarta Jadi Kota Bebas Narkoba

Anies Baswedan Didukung Para Jawara Bakal Buat Jakarta Jadi Kota Bebas Narkoba


10Berita~JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan akan menjadikan daerahnya sebagai kota yang bebas dari narkoba. Keinginan itu muncul setelah melihat maraknya kasus narkoba di Jakarta yang sudah menyasar ke kalangan anak muda.

"Salah satu masalah terberat di kota ini adalah narkoba. Kita tidak ingin orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah, tapi pulang pucat pasi, karena narkoba. Maka kita ingin jadikan Jakarta kota bebas narkoba," kata Anies yang hadir bersama Sandiaga Uno di acara Apel Akbar dan Pelantikan Ormas & LBH Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) di Kampus Trilogi, Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2017).

Senada dengan keinginan Anies Baswedan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang bebas narkoba, Ketua Umum organisasi Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Fahira Idris, juga memaparkan program kerjanya untuk memberantas narkoba.

Menurut Fahira, yang paling pertama akan dilakukan pihaknya untuk memberantas narkoba akan dimulai dari bersih-bersih kampung. Fahira akan mulai programnya dengan mengadakan berbagai penyuluhan di sejumlah perkampungan di Jakarta tentang bahaya narkoba.‎

"Kampung narkoba akan kita jalankan bulan September, pertama di Jakarta Selatan, Timur, Pusat, Barat, Utara, baru kepulauan Seribu. Kampung Ambon juga menjadi target kita," ‎jelas Fahira di lokasi yang sama.

Menanggapi program dari Bang Japar tersebut, Anies pun mendukung. Kata Anies, organisasi Bang Japar yang sejak awal didirikan pada Februari 2017 tersebu‎t telah mengawal dan akan terus mendukung program kerja Anies-Sandi terutama di masalah narkoba.

"Kita mendukung sekali inisiatif dari Ibu Fahira, mengamankan Jakarta dari problem narkoba, semua warga jakarta menginkan jakarta jadi kota yang bebas narkoba," singkatnya.

Diketahui, organisasi Bang Japar yang diketuai oleh Fahira Idris terbentuk pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Organisasi tersebut mendukung perjalanan kampanye serta pelaksanaan Pilkada DKI 2017 putaran kedua untuk pasangan Anies-Sandi.

Setelah Anies-Sandi resmi memenangkan pertarungan di Pilkada 2017 dan terpilih‎ menjadi Gubernur - Wakil Gubernur Jakarta, organisasi Bang Japar pun turut dilanjutkan dan dikukuhkan hingga mempunyai badan hukum untuk mengawal Anies-Sandi hingga lima tahun kedepan. ()

Sumber: Okezone

Viktor Effect, Netizen Serukan Umat Islam Tolak Calon Pemimpin Dari Nasdem

Viktor Effect, Netizen Serukan Umat Islam Tolak Calon Pemimpin Dari Nasdem

10Berita – Ucapan Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR RI, Viktor Bungitilu Laiskodat, yang menyebut penolak Perppu pembubran ormas adalah pro-khilafah dan intoleran, nampaknya masih meninggalkan rasa sakit di hati warga internet (netizen).

Hal itu pun membuat para netizen beramai-ramai menyerukan #AyoTangkapViktor yang hingga berita ini dimuat, menjadi trending topic.

Tanggapan netizen terhadap ucapan Viktor pun beragam, ada yang menyerukan warga agar menolak setiap calon kepala daerah yang diusung Partai Nasdem, yang merupakan “kendaraan” politik Viktor.

Sebab, sebagai Ketua Fraksi Partai Nadem, ucapan Viktor jelas mewakili partai yang dikomandoi Surya Paloh.

“Ummat Muslim dimanapun berada, tolak seluruh calon yang diusung Nasdem di Pilkada 2018,” tulis pemilik akun twitter, @HijabStyle_Qu, Kamis (10/8).
“Viktor Laisbodat sebagai Ketua @Fraksi_NasDem mewakili sikap resmi partai tersebut bahwa dengan tegas menyatakan diri sebagai musuh Islam!,” tulis akun @TerorisSocmed.

Aparat Kepolisian pun diminta untuk segera memproses Viktor secara hukum. Sebab, ucapan Viktor telah menyebarkan kebencian, dan permusuhan kepada umat.
“Viktor menebarkan kebencian dan permusuhan kepada umat Islam. Mana suaramu aparat penegak hukum jangan loyo pada pejabat. #AyoTangkapViktor,” tulis pemilik akun @Jhoniardi74.

Diketahui, ucapan Viktor soal penolak Perppu pembubaran ormas adalah pro-khilafah dan intoleran itu terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (kl/rmol)

Sumber: rmol