OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 13 Agustus 2017

Cukup Menjadi Manusia untuk Paham Penderitaan Palestina

Cukup Menjadi Manusia untuk Paham Penderitaan Palestina

10Berita, JAKARTA -- Penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina dianggap sebagai bencana kemanusiaan yang harus menjadi perhatian dunia. Sebab bencana yang menimpa warga Palestina bukan hanya masalah bagi umat Islam saja.

Salah seorang warga Palestina, Ayman Almabhouh (30 tahun) mengatakan, masalah yang menimpa warga Palestina bukan hanya masalah bagi umat Islam saja. Sebab, yang sebenarnya terjadi di Palestina adalah masalah kemanusiaan.

"Artinya, cukup kita menjadi manusia untuk paham tentang penderitaan warga Palestina, tidak harus menjadi umat Islam," kata Ayman kepada Republika.co.id saat menghadiri acara The Sound of Humanity yang diselenggarakan Dompet Dhuafa untuk Palestina, belum lama ini.

Ia mengatakan, yang melawan penjajah Zionis Israel bukan hanya umat Islam Palestina saja. Masyarakat Nasrani dan Yahudi juga banyak yang menolak pemikiran Zionis yang gemar menjajah. Menurut dia, umat lain saja merasa ada masalah kemanusiaan yang terjadi di Masjid Al-Aqsha, Palestina. Maka umat Islam seharusnya lebih peka lagi terhadap masalah yang terjadi di Palestina.

Ayman mengungkapkan, tapi kondisi umat Islam di negara-negara lain juga keadaannya tidak sedang baik karena mereka sedang diuji. Banyak terjadi bencana kemanusiaan seperti di Suriah. Di waktu yang bersamaan, negara-negara mayoritas Muslim yang seharusnya punya kekuatan untuk membantu Palestina malah sibuk dengan manuver-manuver politik. 

"Seperti Arab Saudi malah mengembargo Qatar, ini bukan dalam rangka menyelesaikan krisis kemanusiaan yang dialami umat Islam di berbagai belahan bumi, ini bentuk langkah mundur dari kualitas umat Islam," ujarnya.

Ia menerangkan, kalau bicara tentang Palestina, seiring waktu berlalu, semakin banyak kejadian baru. Akses pendidikan warga Palestina semakin dipersempit dan dibatasi. Suplai makanan juga semakin lama semakin dibatasi. Hal ini sama-sama terjadi di Gaza dan Tepi Barat Palestina.

"Kalau bicara kondisi terakhir di Palestina, setiap hari semakin mengalami kemunduran, setiap hari keadaannya semakin mengenaskan," ungkapnya.

Meski banyak yang menilai kondisi di Tepi Barat lebih bagus daripada di Gaza, menurut Ayman, sebenarnya di Tepi Barat juga tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Sebab, akses-akses dikuasai orang-orang Zionis di Pemerintah Israel. Sehingga mereka leluasa mengatur hajat hidup orang-orang Palestina.

"Nilai-nilai kemanusiaan se makin hari semakin dilecehkan, hak-hak hidup masyarakat Palestina semakin hari semakin dikesampingkan," ujarnya.

Sumber: Republika

Satu dari 9 Naga Indonesia, Iwan Tjahyadikarta Meninggal Dunia, Begini Sepak Terjangnya


Satu dari 9 Naga Indonesia, Iwan Tjahyadikarta Meninggal Dunia, Begini Sepak Terjangnya


Kabar duka datang dari dunia bisnis. Pengusaha Iwan Tjahyadikarta (Eng Thiong) meninggal dunia pada usia 65 tahun.

Pria yang dikenal sebagai satu dari 9 ‘naga’ Indonesia ini menghembuskan nafas terakhir di Krankenhaus Nordwest, Frakfurt, Jerman, Rabu (9/8/2017), pukul 11:27 waktu setempat atau 16:27 WIB.

Jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Prapanca Dalam 6 nomor 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Iwan Tjahyadikarta ternyata memiliki 5 istri, 13 anak, 4 menantu, dan 12 cucu.
Siapa saja istri almarhum?

Mereka, yakni: Ong Ie Yun, Desiree Lim, Santaly Sri Murty, Mirani Agustina, dan Natasha Ferina.

Sementara ke-13 anaknya, yakni: Anton Tjahyadikarta, Budiman Tjahyadikarta, Christina Tjahyadikarta, Donny Tjahyadikarta, Edward Tjahyadikarta, Feddy Tjahyadikarta, Gabby Tjahyadikarta, Howard Tjahyadikarta, Ignessya Agatha Tjahyadikarta, Justin Micheal Tjahyadikarta, Kelvin Tjahyadikarta, Lyndon Kristofer Tjahyadikarta, dan  Margareth Tjahyadikarta.

Ke-4 menantunya, yakni: Riskawati atau istri dari Anton Tjahyadikarta; Eliz Lo atau istri dari Budiman Tjahyadikarta; Cristian Soeseno Boenarso atau suami dari Christina Tjahyadikarta; dan Emylia Xandria Tjahyadikarta atau istri dari Donny Tjahyadikarta.

Ke-12 cucunya, yakni: Princessa Tjahyadikarta (anak dari Riskawati dan Anton Tjahyadikarta); Precious Pedro Tjahyadikarta (anak dari Riskawati dan Anton Tjahyadikarta); Philbert Formerio Tjahyadikarta (anak dari Riskawati dan Anton Tjahyadikarta); Joseph Truman Tjahyadikarta (anak dari Eliz Lo dan Budiman Tjahyadikarta), ; Michael Krightley Tjahyadikarta (anak dari Eliz Lo dan Budiman Tjahyadikarta); Clinton Maximilian Soeseno (anak dari Cristian Soeseno Boenarso dan Christina Tjahyadikarta);  Ciara Ashley Soeseno (anak dari Cristian Soeseno Boenarso dan Christina Tjahyadikarta); Cailyn Faith Soeseno (anak dari Cristian Soeseno Boenarso dan Christina Tjahyadikarta); Carissa Grace Soeseno (anak dari Cristian Soeseno Boenarso dan Christina Tjahyadikarta); Nathaniel Hayden Tjahyadikarta (anak dari Emylia Xandria Tjahyadikarta dan Donny Tjahyadikarta); Abbygail Summer Tjahyadikarta (anak dari Emylia Xandria Tjahyadikarta dan Donny Tjahyadikarta) dan Isabelle Roselyn Tjahyadikarta (anak dari Emylia Xandria Tjahyadikarta dan Donny Tjahyadikarta).


Sepak terjangnya

Iwan Tjahyadikarta semasa hidupnya adalah satu dari sembilan naga Indonesia.

Usahanya dalah Hotel Alila Pecenongan dimana dia sebagai pemilik, Mal Artha Gading, KIA Indonesia, dan Mazda wilayah Jawa Barat.

Dalam pelbagai informasi yang beredar di dunia maya, ke sembilan naga atau pengusaha tersebut adalah Tommy Winata, Sugianto (Aguan), Arief Prihatna (Cocong), Edi Winata, Kwee Haryadi kumala (A Sie), James Tjahya Riyadi Kumala (Sui Teng), Hari Tanoe Soedibyo, Iwan Cahyadi Karsa (Eng Tiong) dan Johnny Kesuma.

Seperti dilansir dari Majalah Swa, Iwan Tjahyadikarta dikenal sebagai pengusaha Jakarta yang keluar dari bisnis keluarganya untuk membangun bisnis dealer mobil, Sumber Auto Graha pada 1980-an.

Memasuki 1990-an, Iwan Tjahyadikarta merambah bisnis properti. Kemitraannya dengan Yan Mogi dalam SMR Group menghasilkan sejumlah properti, seperti apartemen Mitra Oasis (Allison Residence), Mitra Sunter, Mal Artha Gading, dan Senayan Residence.

Keluarga Tjahyadikarta mempunyai banyak lahan dan sering diajak kerja sama. Salah satunya oleh Agung Podomoro Group untuk membangun Aston Hotel di Braga, Bandung.

Pasangan Iwan-Elfina memiliki tiga putra dan satu putri, hanya anak putra yang dilibatkan dalam bisnis keluarga.

Iwan mempercayakan bisnis properti yang sudah dirintisnya kepada anak keduanya, yaitu Budiman Tjahyadikarta.

Pada 2000, Budiman diminta pulang dari Australia oleh Iwan untuk membantu dalam pengelolaan Hotel Alila di Pecenongan, Jakarta.

Ayah Budiman memiliki gedungnya, sementara paman Budiman menjadi operator hotelnya.

Di tahun 2004, adik bungsu Budiman, Donny Tjahyadikarta bergabung dalam pengelolaan Alila Hotel Pecenongan. Alila Hotel merupakan international chain hotel. Budiman dan Donny mendapatkan peluang untuk belajar mengembangkan bisnis keluarga ketika bergabung di Alila Hotel.

Saat ini Budiman dan Donny sedang mengembangkan bisnis operator hotel bernama Hotel International Management (HIM), yang sudah dimulai sejak 2012. Satu hotel yang mereka miliki dalam bendera HIM adalah Sparks Hotel di Mangga Besar dengan kamar sebanyak 114 buah.

Iwan memang memiliki beberapa lokasi properti yang ingin dikembangkan Budiman dan Donny untuk perhotelan, yang sudah berjalan Sparks Hotel di Mangga Besar.

Siapa Sembilan Naga?

Dalam pelbagai informasi yang beredar di dunia maya, ke sembilan naga atau pengusaha tersebut adalah Tommy Winata, Sugianto (Aguan), Arief Prihatna (Cocong), Edi Winata, Kwee Haryadi kumala (A Sie), James Tjahya Riyadi Kumala (Sui Teng), Hari Tanoe Soedibyo, Iwan Cahyadi Karsa (Eng Tiong) dan Johnny Kesuma.

Saat riuh Pilkada DKI Jakarta, Cawagub Sandiaga Uno mengaku disarankan untuk tidak maju oleh pengusaha sembilan naga.

"Semua pengusaha saya datangi, termasuk sembilan naga. Semua bilang jangan maju. Kenapa, karena mereka tahu saya tidak bisa dikontrol,"ujar Sandiaga dalam diskusi di sekretariat Komite Jakarta Tentram, Jakarta Selatan, Minggu (12/9/2016).

Walaupun disarankan untuk tidak maju, Sandiaga atau yang akrab dipanggil Sandi itu memutuskan untuk tetap maju. Setelahnya, ia akui banyak yang menudingnya sebagai pengusaha boneka, yang maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, mewakili kelompok tertentu.

"Padahal saya tidak meminta sepeser pun dari pengusaha. Jadi dia hembuskan ini pengusaha boneka, ada kepentingan," ujar Sandi.

Sandi menduga karena ia dikenal tidak bisa diatur, maka segala macam upaya dilakukan untuk mengganjal langkahnya, termasuk dengan menghembuskan isu pengusaha boneka yang hendak maju menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Di bilang pengusaha boneka lah, apa lah. Padahal korupsi itu ada yang ngurus, pengadilan. Pernah nggak saya dipanggil pengadilan saya belum pernah, (jadi) saksi saja saya nggak pernah," ujarnya.

Sebelumnya saat Pilpres 2014, antara Jokowi dan Prabowo isu 9 Naga juga mencuat. Disebut-sebut Jokowi didukung 9 Naga.

Dalam acara ILC (Indonesia Lawyers Club) tanggal 21 Oktober 2014, Kwik Kian Gie mengungkapkan kepihatinannya akan isyu tentang 9 taipan yang mengendalikan Presiden Jokowi.

Daftar sembilan orang kaya yang lalu dijuluki 9 taipan itu pun beredar di internet. Banyak pihak yang lalu menyebar isu bahwa 9 taipan yang dimaksudkan oleh Kwik Kian Gie adalah 9 naga.

Mereka adalah orang-orang Tionghoa paling kaya di Indonesia. Mereka adalah para pemimpin mafia Tionghoa Indonesia. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaannya.

Penulis Kompasiana, Haihai Bengcu, menulis 9 Naga adalah judul film drama kriminal yang beredar tahun 2006. Ceritanya tentang tiga orang sahabat sejak kecil yang mencari nafkah sebagai pembunuh bayaran.

Namun 2009-an muncullah iyu mafia 9 naga.

Konon, ada 9 naga mafia yang petantang-ptenteng tanpa lawan di Indonesia. Katanya, selain perusahaan-perusahaan resmi mereka juga menguasai penyelundupan, perjudian, pemerasan, korupsi bahkan narkoba.

Soal isu sembilan naga, Tommy Winata pada tahun 2011 lalu mengungkap fakta sebebarnya tentang kabar geng sembilan naga yang dibuat oleh dua koran Australia The Age dan Sydney Morning Herald.

"Nah dengan yang namanya sembilan naga dan segala macam, saya pun kalau memang nanti yang menulis atau menyatakan itu ada, saya tanya ke dia, dasar apa dia menyebutkan itu? Kalau under water saya mengerti karena kerjaan saya hampir setiap bulan di laut," ungkap Tomy dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Mingu (13/3/2011) petang.

"Bukannya saya guyon tapi memang saya juga bingung. Tuduhan sembilan naga juga saya kira mereka terkesima dengan cerita-cerita soal yang orang bilang lucu-lucu," tegasnya.

Selain itu, Tomy mengaku tidak pernah memenuhi undangan resmi. Apalagi kegiatan santai seperti ngerumpi di tempat-tempat yang tidak jelas.

"Jadi saya benar-benar bingung dengan istilah sembilan naga itu. Saya kira itu mungkin hanya imajinasi mereka sendiri. Berpikir terlalu tinggi tentang diri saya. Udah gitu imajinasi tersebut dicantumkan sebagai keyakinan yang seolah-olah itu benar. Dan itulah muncul tuduhan-tuduhan yang cenderung merugikan image kami. Itulah kira-kira gambaran yang bisa saya sampaikan," imbuh Tomy. []

Sumber : tribunnews.com

Sebelum Tewas, Johannes Marliem Ungkap Kekecewaan Kepada KPK dan Media Yang Menyebabkan Nyawanya Terancam

Sebelum Tewas, Johannes Marliem Ungkap Kekecewaan Kepada KPK dan Media Yang Menyebabkan Nyawanya Terancam


10Berita~ Kematian Johannes Marliem yang disebut sebagai "saksi kunci" kasus korupsi e-KTP (KTP elektronik) terjadi simpang siur kebenarannya.

Namun Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah telah mengkonfirmasi tewasnya Johannes Marliem.

"Soal kematian (Johannes Marliem) sudah jelas. Saya mendapat konfirmasi langsung dari otoritas kita yang secara resmi diberitahu oleh FBI," kata Fahri Hamzah melalui akun twitternya, Minggu (13/8/2017).

Kematian ini menyisakan banyak misteri. Dikabarkan bunuh diri namun ditemukan dengan beberapa luka di tubuhnya, hal yang kurang lazim dalam peristiwa bunuh diri.

Seperti dilansir kontan.co.id, beberapa waktu lalu sebelum kematian ini, wartawan KONTAN sempat saling bertukar pesan dengan Marliem. Ketika itu ia sempat mengungkapkan kekecewaannya pada pimpinan KPK dan sebuah media massa lantaran pemberitaan yang membuat nyawanya terancam.

Kekecewaannya itu terkait munculnya nama Johannes ke media massa dan disebut secara jelas sebagai saksi kunci yang memiliki rekaman percakapan korupsi e-KTP. Atas pemberitaan itu, Johannes merasa nyawanya terancam.

Mungkin yang dimaksud Johannes adalah pemberitaan Tempo:


Berikut petikan wawancara yang dilakukan Kontan beberapa waktu lalu:

"Saya tidak mau dipublikasi begini sebagai saksi. Malah sekarang bisa-bisa nyawa saya terancam," ujarnya.

"Seharusnya penyidikan saya itu rahasia. Masa saksi dibuka-buka begitu di media. Apa saya enggak jadi bual-bualan pihak yang merasa dirugikan? Makanya saya itu kecewa betul," imbuh Marliem mengomentari bocornya kepemilikan rekaman pembicaraan terkait pembahasan proyek e-KTP.

Berita yang Marliem maksud ialah soal terbongkarnya bukti berupa rekaman pembicaraan (yang oleh media disebut 500 GB). Padahal, rekaman tersebut sebenarnya tak ingin ia beberkan.

"Saya kira sama saja hukum di AS juga begitu. Kita selalu menjunjung tinggi privacy rights, harus memberitahu dan consent bila melakukan perekaman," tuturnya.

Itu sebabnya, ia sempat mengungkapkan harapannya agar (jurnalis) KONTAN tidak memelintir pemberitaan (seperti yang dilakukan media lainnya) soal rekaman yang ia anggap sebagai catatan tersebut. Pasalnya, dalam pemberitaan di media sebelumnya, seolah-olah dijelaskan bahwa ketua DPR RI Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka gara-gara rekaman yang ia miliki.

"Jadi tolong jangan diplintir lagi. Saya tidak ada kepentingan soal rekaman. Dan ada rekaman SN (Setya Novanto) atau tidak, saya juga tidak tahu. Namanya juga catatan saya," ucap Marliem.

Marliem juga sempat membantah soal isi surat dakwaan yang menyebut ia sempat memberikan duit US$ 200.000 kepada Sugiharto, mantan pejabat Kemendagri yang sudah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sebagai buktinya, ia memberikan potongan rekaman pembicaraannya dengan Sugiharto. Dalam pembicaraan itu, Marliem hanya ingin memberikan teknologi yang terbaik serta bekerja demi kesuksesan program e-KTP. Harga yang ia berikan kepada konsorsium pun merupakan harga wajar dan tidak digelembungkan seenaknya.

Meskipun perusahaannya berbasis di Amerika Serikat, Marliem menggaransi data kependudukan tidak akan bocor. Pasalnya server dan storage system berada di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Lantaran perusahaannya berasal dari negeri Paman Sam itu pula yang menjadi alasan dia tidak bisa main suap-menyuap. "Saya sudah pahit-pahit ngomong di depan, bahwa kami ini perusahaan Amerika. Tidak bisa cawe-cawe. Kami tidak bisa mengeluarkan uang dari perusahaan untuk kepentingan tidak jelas," tuturnya.

Pasalnya, jika melanggar, perusahaanya akan dijerat dengan FCPA (Foreign Corrup Practice Act) dan harus membayar denda besar jika terbukti menyuap. Penerapan aturan ini serupa dengan pidana korporasi yang mulai digunakan KPK akhir-akhir ini.

Dalam kesempatan itu, Marliem juga sempat berkomentar soal kartu-kartu yang dikeluarkan pemerintah, seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, BPJS dan sebaginya. Baginya, kartu tersebut hanya pemborosan anggaran karena hanya plastik yang berisi tulisan. Sementara, e-KTP berisi data biometrik yang sangat valid. Dengan e-KTP, pemerintah bisa memastikan jumlah anggota keluarga, berapa anak yang harus disubsidi.

"KTP-el saat ini sudah siap, mau dijadikan e-Toll bisa, jadi e-money juga bisa. Tapi, karena di sektor-sektor itu sudah dikuasai mafia jadi pemerintah tidak berani ambil keputusan politis," katanya.

Sumber: http://m.kontan.co.id/news/ini-curhat-johannes-marliem-sebelum-tewas

***

Ahli Hukum Prof. Romli Atmasasmita‏:

"Johanes Marliem "bunuh diri"?? inilah akibat saksi diumbar oleh KPK dan malah di wawancara Tempo yang seharusnya dirahasiakan dan dilindungi secara hukum."

johanes marliem "bunuh diri"?? inilah akibat saksi diumbar oleh KPK dn malah di wwcr tempo yg shrsnya dirahasiakan dn dilindungi scr hk

— romli atmasasmita (@rajasundawiwaha) 11 Agustus 2017


Sumber: Portal Islam

JURNALISME KPK & KEMATIAN "SAKSI KUNCI" Johannes Marliem

JURNALISME KPK & KEMATIAN "SAKSI KUNCI" Johannes Marliem


Oleh: Fahri Hamzah

1. Kematian Johannes Marliem (JM) menyeret kita pada perdebatan yg memang seharusnya tentang #JurnalismeKPK.

2. Nanti kita akan sampai pada pengertian yang baik tentang beda antara Hukum dan Jurnalisme. #TrialByThePress

3. Jika benar bahwa kematian JM ada kaitannya dengan eksploitasi berita secara sepihak maka ini adalah skandal besar. #JurnalismeKPK

4. Soal kematian JM sudah jelas. Saya mendapat konfirmasi langsung dari otoritas kita yg secara resmi diberitahu oleh FBI.

5. Maka selanjutnya ada penyelidikan yang akan panjang. Apalagi jika kasusnya bunuh diri.

6. Sementara itu, KPK telah menggunakan informasi kematian JM ini untuk mengangkat citra, "kami akan lanjutkan (kasus EKTP)", ini saksi kunci, dll.

7. Di tanah air telah menggema istilah #SaksiKunciEKTP, entah datang darimana seorang yg belum pernah diperiksa jadi kunci.

8. Kebiasaan latah ini masuk ke media mainstream yg punya reputasi hebat2. #SaksiKunciEKTP

9. Malam2 saya menelpon seorang jurnalis senior. Saya tanya kenapa Anda sebut saksi kunci? Kunci apa yang dia bawa?

10. Dia tersadar dan mengatakan bahwa memang itu tidak ada dasarnya. Tapi mungkin karena sebuah berita sebuah media. #JurnalismeKPK

11. Pagi ini memang rame kita membaca berita tentang keluhan JM sebelum meninggal dunia. #JurnalismeKPK

12. Saya tampilkan 2 artikel:

Sebelum Tewas, Johannes Marliem Khawatir Nyawanya Terancam
http://nasional.kompas.com/read/2017/08/12/19591421/sebelum-tewas-johannes-marliem-khawatir-nyawanya-terancam

Ini curhat Johannes Marliem sebelum tewas

http://m.kontan.co.id/news/ini-curhat-johannes-marliem-sebelum-tewas

13. Jelas digambarkan dalam berita itu bahwa JM menyayangkan Pembocoran pemeriksaannya. #JurnalismeKPK

14. Saya kutip: "Saya tidak mau dipublikasi begini sebagai saksi. Malah sekarang bisa-bisa nyawa saya terancam," ujar Johannes.

15. "Seharusnya penyidikan saya itu rahasia. Masa saksi dibuka-buka begitu di media...."

16. "....Apa saya enggak jadi bual-bualan pihak yang merasa dirugikan? Makanya saya itu kecewa betul," imbuhnya.

17. "Saya kira sama saja hukum di AS juga begitu. Kita selalu menjunjung tinggi privacy rights,.... harus memberitahu dan consent bila melakukan perekaman," tuturnya.

18. Jadi ada dugaan kuat bahwa pemeriksaan JM oleh KPK telah dibocorkan kepada sebuah media. Inilah #JurnalismeKPK .

19. Saya banyak mendengar berita lain yang lebih tajam. Bahwa Pembocoran itu memiliki maksud yang lebih teknis. #JurnalismeKPK

20. Nanti, Semua akan terungkap tetapi yang penting adalah #JurnalismeKPK harus segera dihentikan sebab korban sudah banyak.

21. Sejak lama KPK telah mempraktikkan upaya menjadikan KPK tidak saja sebagai lembaga penegak hukum tetapi pembentuk opini.

22. Pressroom KPK jauh lebih aktif dari pressroom istana. jubir KPK yg pindah ke istana pun hilang ditelan Jubir KPK.

23. Tidak saja itu tetapi KPK terlibat banyak sekali kasus Pembocoran dokumen kepada media. #JurnalismeKPK

24. Mulai potongan percakapan, potongan video, sampai bocoran dokumen pemeriksaan. #JurnalismeKPK

25. Ada satu modus yang nanti harus dibuktikan bahwa ada Oknun di pressroom KPK langsung mendapat bocoran. #JurnalismeKPK

26. Lalu, Banyak saksi sehabis diperiksa kaget sebab apa yang ditanya di atas (gedung KPK) ternyata di bawah (saat selesai pemeriksaan) sudah ditanya wartawan.

27. Pembocoran seperti ini adalah skandal besar. Dan sayangnya kita menganggap ini biasa. #JurnalismeKPK

28. Di Indonesia oleh KPK tidak ada privacy dan perlindungan dalam gerakan pemberantasan korupsi. #JurnalismeKPK

29. Orang2 diperiksa tanpa perlindungan nama baik dan privacy. Bahkan KPK sengaja mengundang media untuk dieksploitasi.

30. Ratusan orang diperiksa sebagai saksi untuk 1 atau 2 tersangka tanpa perlu dirahasiakan. Bahkan sering ikut dihancurkan.

31. Lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) yang justru kita bentuk untuk itu malah takut sekali kepada KPK. #JurnalismeKPK

32. Saksi2 KPK mereka tidak mau lindungi dan kalau saksi kasus korupsi datang mereka bilang "boleh Gak oleh KPK?".

33. Komnas HAM juga gitu, bagi mereka saksi kasus korupsi tidak punya HAM karena KPK bilang Korupsi kejahatan luar biasa.

34. Para Aktifis perlindungan HAM di negeri ini mengecualikan HAM dari isu yang ditangani KPK. #JurnalismeKPK

35. Karena itu, kasus Niko dan JM yang kita saksikan adalah puncak gunung es dari malpraktik hukum dan #JurnalismeKPK .

36. Ini adalah tantangan besar bagi @PansusKPK @DPR_RI untuk membuka semua kejanggalan ini. #JurnalismeKPK

37. Mari kita saksikan dengan mata hati yang jernih. #JurnalismeKPK #TrialByThePress #PansusAngketKPK

Dari twit @Fahrihamzah (13/8/2017)

***

Ahli Hukum Prof. Romli Atmasasmita‏:

"Johanes Marliem "bunuh diri"?? inilah akibat saksi diumbar oleh KPK dan malah di wawancara Tempo yang seharusnya dirahasiakan dan dilindungi secara hukum."

johanes marliem "bunuh diri"?? inilah akibat saksi diumbar oleh KPK dn malah di wwcr tempo yg shrsnya dirahasiakan dn dilindungi scr hk

— romli atmasasmita (@rajasundawiwaha) 11 Agustus 2017

Sumber: Portal Islam


Teroris Berbaju Biksu Larang Muslim Rohingya Berangkat Haji

Teroris Berbaju Biksu Larang Muslim Rohingya Berangkat Haji

10Berita – Puluhan Muslim Rohingya dilaporkan harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci setelah kelompok Teroris berbaju biksu Myanmar menghalangi mereka dalam perjalanan menuju ibu kota negara bagian Rakhine, Akyab.

Kantor berita Arakan melaporkan sebanyak 13 Muslim Rohingya dari kota Maungdaw dan 8 orang dari kota Buthidaung mengambil rute selatan di kota Maungdaw dengan sebuah bus dalam perjalanan ke Akyab. Namun jamaah calhaj ini dikejutkan oleh sekelompok teroris Buddha yang tiba-tiba mengelilingi mobil mereka dan menghalangi jalan sert mencegah mereka meninggalkan kota.

Selama aksi penghadangan tersebut, militer Myanmar ikut turun tangan dan memerintahkan warga Muslim untuk kembali ke rumah mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak puas dengan izin haji yang telah diterima paracalhaj dari pemerintah.

Negara bagian Rakhine terjerumus ke dalam kekerasan baru Oktober 2016 ketika pasukan keamanan memulai operasi brutal terhadap Muslim Rohingya di mana tentara pemerintah melakukan pemerkosaan, pembunuhan, penyiksaan dan penjarahan di seluruh wilayah tersebut.

Pemimpin de facto negara tersebut, Aung San Suu Kyi, peraih anugerah hadiah Nobel perdamaian pada tahun 1991, dikritik keras oleh banyak pihak terkait sikap dan kebijakan pemerintah terhadap Muslim Rohingya.

Mereka menulis sebuah surat terbuka kepada Dewan Keamanan PBB yang memperingatkan sebuah tragedi “pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan” di negara bagian Rakhine. (PSM/Ram)

Sumber: Eramuslim

Asosiasi Pengusaha Turki Ajak Pengusaha Muslim Dunia Berinvestasi di Palestina

Asosiasi Pengusaha Turki Ajak Pengusaha Muslim Dunia Berinvestasi di Palestina


10Berita – Asosiasi Industri dan Pengusaha Independen Turki (MUSIAD) mengajak para pengusaha Muslim untuk ikut berinvestasi di Palestina. Ajakan ini dilontarkan MUSIAD setelah mengunjungi Masjid Al Aqsha pada hari Jum’at (11/08) kemarin.

Ketua MUSIAD, Abdurrahman Kaan mengatakan bahwa kunjungan rombongannnya ke Al Aqsha sebagai rasa solidaritas dengan saudara-saudara Palestina, sembari mengecam keras tindakan Zionis Israel yang terus melakukan pelanggaran terhadap Muslim Palestina.

“Kami berdiri dengan saudara-saudara kami. Itulah mengapa kami berada di sini,” Abdurrahman Kaan dalam keterangannya.

Abdurrahman Kaan melanjutkan, “Kami telah melihat pelanggaran tersebut secara langsung dan menolak untuk menerima tirani terhadap kiblat pertama kami,” mengacu pada Masjid Al-Aqsa yang merupakan situs tersuci ketiga umat Islam setelah Mekkah dan Madinah.

“Kita harus memberikan setetes minyak di pantai yang akan membawa Masjid Al-Aqsa keluar dari tirai kegelapan dan masuk ke dalam cahaya terang benderang dan dengan melindungi nilai-nilai budaya bersama kita,” ujarnya menambahkan.

Abdurrahman Kaan mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk mengunjungi Al-Aqsa tempat yang sangat dihormati, dan mendesak para pengusaha Muslim untuk berinvestasi di kawasan ini dengan tujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Palestina.

Setelah terjadi bentrokan baru-baru ini di kompleks Masjid Al Aqsa yang menyebabkan setidaknya 20 orang terbunuh pada bulan Juli lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk mengunjungi Al Aqsha dan menunjukkan dukungan solidaritas kepada Muslim Palestina di Al Quds. (PM/Ram)

Sumber: eramuslim

Jejak Laksamana Cheng Ho di Tarakan

Jejak Laksamana Cheng Ho di Tarakan

10Berita, TARAKAN -- Bentuk ornamen lukisan dinding berupa naga di rumah adat Dayak Tidoeng di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menjadi salah satu ciri adanya jejak penyebaran agama Islam oleh Laksamana Cheng Ho. Sang laksamana disebut telah mengubah budaya orang Dayak di sana.

"Suku Dayak di sini dikenalkan Islam oleh Laksamana Cheng Ho yang telah mengubah penampilan busana masyarakat sehingga dikenal sebagai Dayak Tidoeng," kata Juru Kunci Rumah Adat Suku Dayak Tidung Saparudin di Tarakan, Ahad (13/8).

Ia juga menjelaskan, ornamen naga itu juga mengandung sejarah bahwa turunan suku Dayak Tidoeng berasal dari Yunan di Cina Selatan. "Penamaan 'Tidoeng' sendiri berasal dari kata 'Gunung' karena suku Dayak yang telah Islam itu berada di daratan tinggi dengan busana yang berbeda dengan suku dayak umumnya, yaitu menggunakan gamis sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai Dayak Gunung atau Dayak Tidoeng," katanya.

Ia menjelaskan, Suku Dayak Tidoeng menjadi satu dari 406 Suku Dayak yang tersebar di Kalimantan. Suku itu sempat mempunyai keraton yang dulunya berada di Lapangan Datu Adil di Tarakan, namun dihancurkan sampai rata dengan tanah oleh penjajah Belanda karena sikap Kesultanan Tidoeng yang menolak bekerja sama.

"Nama kesultanan itu juga tenggelam oleh Kesultanan Bulungan karena setelah keraton dihancurkan Suku Tidoeng melakukan perlawanan dan menyingkir ke pedalaman" katanya.

Untuk menghadirkan kembali keraton yang sudah hilang itu, keturunan ke-14 dari Kesultanan Tidoeg, H Moehtar Basir Idris membangun replika rumah adat besar yang dulu berfungsi sebagai keraton di Jalan Aki Bambu, tempat lain yang lebih tinggi.

Moechtar Basir saat ini menjadi Kepala Adat Besar Dayak Tidoeng yang tersebar di seluruh Kalimantan dan sebagian besar mendiami Kalimantan Utara. Di komplek itu dibangun rumah adat suku Tidung disebut dengan Baloy Adat Tidoeng dari bahan kayu ulin atau kayu besi yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan.

Baloy Adat Tidoeng sendiri terletak sekitar dua kilometer dari Bandar Udara Djuwata Tarakan.

Rumah Baloy Adat Tidoeng itu terdiri dari empat ruang utama, yaitu Alad Kait tempat menerima masyarakat yang mempunyai masalah adat, Lamin Bantong tempat pemuka adat bersidang untuk memutuskan perkara adat, Ulad Kemagod berfungsi sebagai ruang berdamai setelah selesainya perkara adat, dan Lamin Dalom sebagai tempat singgasana Kepala Adat Besar Dayak Tidung.

Sumber: Republika

Mengagetkan, Ini Reaksi Sebagian Orang Barat Ketika Seorang Muslim Diganggu Saat Sholat

Mengagetkan, Ini Reaksi Sebagian Orang Barat Ketika Seorang Muslim Diganggu Saat Sholat


Seorang pria muslim sedang shalat di teras sebuah gedung. Maklum, masih belum ada masjid seperti di Indonesia yang mudah dijumpai di mana-mana.

Mengetahui ada muslim shalat, sejumlah orang hanya mengamati dan sebagiannya merasa biasa seolah tak ada apa-apa. Namun, tidak demikian dengan seorang pria berjaket merah. Ia marah-marah dan mencaci maki muslim tersebut sembari menuduhnya teroris.

Bagaimana reaksi orang-orang menyaksikan penghinaan itu? Seorang pria paruh baya membela muslim tersebut. Ia mengatakan agar tidak mengganggu muslim tersebut. Ia menegaskan, muslim itu punya hak untuk shalat.

Saat pemuda berjaket merah itu menuduhnya teroris, pria paruh baya itu juga membelanya. Tak hanya pria paruh baya itu, pria berkaca mata juga membela muslim tersebut.

Di tempat lain, pria muslim tersebut tampak shalat di depan sebuah gedung. Lagi-lagi, pemuda berjaket merah mendatanginya untuk mengganggu dan menghina.

Bagaimana reaksi orang-orang menyaksikan penghinaan itu? Seorang wanita berbaju hitam membela muslim tersebut.

“Ini adalah negara yang menjunjung kebebasan,” tegasnya pada pemuda berjaket merah. “Ia bebas untuk sholat tanpa diganggu.”

Di kesempatan berikutnya, pria muslim itu tampak shalat di sebuah halaman. Agaknya halaman kampus. Di dekatnya, sejumlah pemuda sedang berdiskusi.

Saat pemuda berjaket merah mengganggu muslim yang sedang shalat itu, beberapa pemuda memperingatkannya. Mereka membela muslim tersebut.

Rupanya, pemuda berjaket merah yang terus mengganggu muslim yang shalat itu adalah temannya sendiri. Mereka berdua sedang melakukan eksperimen bagaimana reaksi orang-orang Barat saat muslim yang sedang sholat diganggu dan dihina. Alhamdulillah, sebagian orang Barat yang membela mereka dengan alasan HAM dan kemanusiaan.[www.tribunislam.com

Sumber : tarbiyah.net



WADUH! Demo NU Tolak FDS, Peserta Aksi Teriakan "Bunuh Menteri"

WADUH! Demo NU Tolak FDS, Peserta Aksi Teriakan "Bunuh Menteri"


10Berita~ "Bunuh bunuh.. Bunuh Menteri nya.. Bunuh Menteri nya Sekarang juga.." 

Teriak para peserta aksi ramai-ramai dalam Demo Tolak FDS (Full Day School).

Yang dimaksud Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah (Full Day School) yang ditentang kalangan NU.

Seperti diketahui, PBNU secara resmi telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannnya di seluruh wilayah untuk melakukan aksi dan menyatakan sikap menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah (Full Day School) yang dinilai merugikan pendidikan di Madrasah Diniyah.

Di beberapa daerah aksi ini digelar melibatkan santri dan siswa NU.

Ketua PBNU Said Aqil Siradj menyebut Full Day School dapat munculkan generasi radikal.

Said Aqil: Full Day School Munculkan Generasi Radikal
http://www.viva.co.id/berita/nasional/945480-said-aqil-full-day-school-munculkan-generasi-radikal

Ehhh... ternyata mereka dalam aksinya malah teriak "Bunuh Menteri"... apa ini bukan radikal, pak Said?

Jadi... yang RADIKAL siapa pak Said? Selama ini sampeyan menuding kelompok lain dengan tuduhan RADIKAL.

[Berikut video peserta aksi Tolak FDS teriak "Bunuh Menteri"]

Demo FDS DIWARNAI TERIAKAN TAKBIR DAN BUNUH MENTERI@NetizenTofa @ustadtengkuzul@maspiyuuu @ferrykoto pic.twitter.com/MpKo8jQ5fF

— ahlulbadr (@ahlulbadr896) 13 Agustus 2017


Sumber: Portal Islam

Ancaman Bagi Pemimpin Penipu, Haram Surga Baginya

Ancaman Bagi Pemimpin Penipu, Haram Surga Baginya

10Berita – Menjadi pemimpin itu bukan perkara ringan, bahkan segudang tanggung jawab yang akan menuntutnya, baik tuntutan tanggung jawab di dunia, juga tanggung jawab kelak di akhirat. Namun, dewasa ini tidak jarang terjadi perebutan kepemimpinan di kalangan masyarakat hingga menghalalkan segala cara.

Mereka mengkampanyekan dirinya dengan berbagai macam janji yang manis-manis agar dipilih oleh rakyat, namun setelah terpilih, ternyata mereka menipu rakyatnya dengan menghindar dari pelaksanaan janji-janjinya itu.

Sy. Ma’qil bin Yasar RA mengemukakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tak seorang pun yang diserahi oleh Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga baginya.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Pemimpin dalam tinjauan syariat itu tidak harus memiliki rakyat yang jumlahnya ratusan juta orang, namun pemimpin yang hanya memiliki pengikut dengan jumlah yang dapat dihitung dengan jari tangan, juga memiliki kewajiban tanggung jawab yang sama terhadap rakyatnya.

Sy. Abu Umamah RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada seorang pun yang mengurusi urusan sepuluh orang atau lebih dari itu, melainkan ia akan menghadap Allah SWT pada hari Qiamat kelak dalam keadaan tangannya dibelenggu pada batang lehernya. Lalu kebaikan (terhadap rakyatnya)-lah yang akan melepaskan (belenggu) itu, atau dia malah dibinasakan oleh dosa-dosanya (terhadap rakyat).” (HR. Ahmad).
Sy. Ubadah bin Shamit RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seorang yang menjadi pemimipin sepuluh orang akan diajukan ke hadapan Allah pada hari Qiamat kelak, dalam keadaan terbelenggu tangannya di leher, hingga dilepaskan oleh kebenaran(nya) atau dihancurkan (oleh tipu dayanya)..”(HR.

Ahmad). Jika memimpin sepuluh orang saja, akan mendapatkan pertanyaan dan perhitungan tentang kebenaran (kebaikan) yang ia lakukan (terhadap rakyatnya), atau tipu daya yang ia mainkan hingga menyengsarakan rakyatnya, lantas bagaimana kelak yang akan terjadi pada para pemimpin masyarakat di sebuah kota, atau di sebuah provinsi, atau bahkan pada seorang pemimpin negara? Perlu diingat, bahwa kelak di hadapan Allah itu, maka setiap seorang rakyat itu akan menjadi saksi dalam pelaksanaan pengadilan bagi pemimpinnya.

Sy. Abu Hurairah RA menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang memikul jabatan pengadilan atau ia dijadikan hakim di antara orang banyak, maka sesungguhnya ia telah disembelih tanpa pisau.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Artinya, seorang hakim atau pemimpin itu harus berlaku adil terhadap rakyatnya, karena pengambilan kebijakan yang salah terhadap rakyatnya dari seorang pemimpin, ibarat dirinya telah menyiapkan pisau untuk menggorok batang lehernya sendiri.

Namun, bagi seorang hakim atau pemimpin yang selalu menjaga amanah kepemimpinannya dengan berlaku adil serta memperhatikan kemashlahatan akhirat serta kemashlahatan dunia bagi seluruh rakyartnya, maka Allah yang akan melindungi dirinya baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Sy. Abdullah bin Abi Aufa RA memaparkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah akan selalu bersama seorang hakim selama ia tidak menyimpang. Apabila ia menyimpang, maka Allah akan memberinya beban yang berat.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits lain, Sy. Buraidah RA memberitahukan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hakim itu ada tiga golongan. Segolongan di surga, sedangkan dua golongan di neraka. Hakim yang berada di surga adalah hakim yang mengetahui kebenaran lalu menghukum dengan kebenaran itu. Sedangkan hakim yang mengetahui kebenaran tetapi dia menyimpang (dari kebenaran itu) dalam keputusannya, maka dia di nereka. Dan hakim yang memutuskan hukum terhadap orang lain dengan (karena) kebodohan, maka dia pun di nereka.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Dawud). Demikian juga dengan seorang pemimpin.

*) KH. Luthfi Bashori, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, yang juga Alumni Ma’had Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki di Makkah Al Mukarramah. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah MWC NU Singosari Malang merangkap sebagai Aktifis Komisi Hukum & Fatwa MUI Kab. Malang.

Oleh: Luthfi Bashori (kk/gr)

Sumber: Eramuslim