OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 15 Agustus 2017

Jangan Pernah Merasa Telah Banyak Beribadah

Jangan Pernah Merasa Telah Banyak Beribadah

Jangan Pernah Merasa Telah Banyak Beribadah

Sahabat Ummi, kita sering tertipu perasaan sendiri, merasa sudah banyak beribadah, merasa sudah banyak melakukan kebaikan.

"Saya sudah menyumbang sekian juta untuk Palestina dan selalu menjadi donatur program-program sosial yang ditawarkan oleh lembaga manapun..."

"Setiap hari saya tidak hanya shalat 5 waktu, tapi juga shalat sunah Dhuha, Tahajud, serta sunah qobliyah dan ba'diyah..."

"Saya bukan cuma khatam 1 juz sehari, melainkan 3 juz. Dan itu konsisten sudah berjalan puluhan tahun..."

"Saya sudah hafal 30 juz Al Quran beserta arti dan juga hafal ribuan hadits..."

Lalu kenapa? Bukankah nikmat Allah jauh lebih besar daripada amal ibadah yang kita lakukan?

Ada beberapa bahaya atau keburukan jika hati kita merasa telah banyak melakukan ibadah:

1. Merasa layak menghuni surga

Orang yang merasa sudah banyak beribadah biasanya terlena dan merasa sudah sanggup membeli surga. Padahal surga tidak dapat dibeli dengan amalan kita, melainkan dengan keridhoan Allah. 

Kira-kira... Allah ridho kah dengan orang yang merasa telah banyak melakukan ibadah? Ataukah Allah lebih menyukai orang-orang yang selalu merasa kurang amalannya? Serta merasa harap-harap cemas atas amalannya itu. Berharap Allah menerimanya.

2. Ingat... Iblis pun dulunya adalah ahli ibadah

Apalah artinya ibadah kita dengan ibadah yang dulu Iblis lakukan dalam menyembah Allah. Iblis menjadi salah satu makhluk paling taat beribadah padaNya. Namun semua itu hangus karena kesombongannya.

3. Perasaan lebih baik dari yang lain/Takabur/ Ujub

Orang yang merasa sudah banyak melakukan ibadah otomatis merasa bangga terhadap dirinya dan seringkali merasa lebih baik dari yang lain. Padahal belum tentu.

Bagaimana pun banyaknya ibadah kita, ridho Allah adalah tujuan, jika niatnya hanya untuk riya' dan ujub, maka tiadalah ada nilainya amal ibadah tersebut di hadapanNya.

Sahabat Ummi, semoga kita senantiasa menyadari pentingnya beribadah dengan ikhlas, tidak menghitung-hitung amalan ibadah kita, seolah-olah sudah terkumpul amat banyak setinggi gunung.

Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)

Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi081546144426 (bisa via whatsapp).

Sumber: Ummi Online

Kades Cibatu: Meikarta Punya “Beking” Kuat


Kades Cibatu: Meikarta Punya “Beking” Kuat


10Berita~Walau belum memiliki izin, mega proyek Meikarta tetap berlanjut di Desa Cibatu, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Aparat Desa setempat mengatakan ada beking kuat dibalik proyek pembangunan Kota Metropolitan Meikarta ini

Warta S, Kepala Desa Cibatu yang telah empat (4) periode menjabat sebagai kepala desa, saat ditemui Tim Swamedium dikantornya mengakui soal bekingan ini.

“Saya rasa ada orang kuat yang bermain di balik proyek pembangunan ini, tapi jujur gak tahu siapa-siapa nya,” ungkap nya.
Warta menyebutkan beberapa waktu lalu ada aparat kepolisian yang datang menemuinya. Polisi menanyakan soal izin pembangunan proyek.

“Pernah juga utusan dari Polda Jabar dateng kesini, nanyain izin pembangunan proyek Meikarta, yah saya balikin gini, situ aja kan gak tahu apalagi saya yang ada dibawah ini, tau tau udah jalan aja tuh proyek,” kata dia dikantornya pada Minggu (13/8) siang.

Kades Cibatu ini mengakui kalau Lippo Grup pernah membantu pengembangan potensi desa. Tapi bantuan itu cuman sekali diberikan Lippo Grup.

“Pernah satu waktu lewat keponakan saya yang lulusan dari UGM, ngajuin, cuma dapet sekali dan gak seberapa"[] 

Sumber : muslimbersatu.net, www.tribunislam.com

 

Demo 212 Disebut Mubazir Mending Cari Uang, Giliran Santri NU Demo Hingga Teriak “Bunuh Menteri” Said Aqil Bilang Bagian dari Aspirasi


Demo 212 Disebut Mubazir Mending Cari Uang, Giliran Santri NU Demo Hingga Teriak “Bunuh Menteri” Said Aqil Bilang Bagian dari Aspirasi


Video demonstrasi santri menolak full day school ramai beredar di media sosial. Dalam aksinya, santri berteriak 'bunuh menterinya sekarang juga'. Dalam aksinya para santri juga membawa atribut Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj pun angkat bicara. Dia mengakui mereka adalah warga NU.

"Ya itu kan anak-anak masa iya mau dikontrol satu-satu ya enggak bisa. Tapi kita sudah berikan pengarahan," kata Said Aqil, di Jalan Kramat 6 Nomor 14, Jakata Pusat, Senin (14/8).

Sementara soal banyaknya santri yang demo menolak full day school, Said mempersilakan mereka demo.

"Iya biarkan saja mereka demo tapi kan enggak anarkis, Ya demo kan bagian dari aspirasi,"

Menurutnya, para santri demo sambil membawa bendera NU lantaran merasa tergusur dengan adanya full day school.

"Karena yang akan tergusur itu kebanyakan madrasah yang dikelola oleh NU jumlahnya itu 76 ribu di Indonesia ini," ujarnya.

Selain itu, Said juga merasa tidak yakin program full day school akan cocok bagi para siswa dan santri madrasah dan pesantren. Sebab setelah sekolah reguler dari pagi hingga siang, mereka masih harus menjalani kegiatan madrasah di sore harinya.

"Sekolah lima hari itu akan menggusur madrasah yang telah ada di masyarakat itu ada SD ada madrasah ada masjid. Pagi sekolah di SD afternoon sekolah di madrasah. Saya yakin enggak akan diterapkanlah. Itu saya sudah minta itu dicabut," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, program yang biasa dikenal dengan Full Day School (FDS) ini juga memicu aksi demo para santri. Mereka menolak program FDS yang sudah tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tersebut diberlakukan dan menuntut segera dibatalkan.

Dalam aksinya, para santri berbaju kok dan sarung itu membentangkan spanduk dan membawa bendera seraya meneriakkan takbir serta memekikkan ucapan "bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga. Sumber: Merdeka

Ketum PBNU: Demo Mubazir, Lebih Baik Cari Uang

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Ketua Umumnya, Prof KH Said Aqil Siradj, melarang umatnya untuk melakukan aksi demo lanjutan yang direncanakan pada 25 November 2016 mendatang. Ia bahkan menyebut hal itu sebagai hal yang bersifat mubazir.

"Demonstrasi itu menghabiskan, satu waktu, kedua umur. Betapa baiknya kalau digunakan untuk hal yang produktif, belajar, kerja atau cari uang. Demo ini menghabiskan waktu, energi, ongkos biaya, tenaga, pikiran, yang menurut Islam mubazir," kata Said Aqil di kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 17 November 2016.

Ia menegaskan, ada baiknya jika umat Islam seluruh Indonesia mengawal seluruh proses hukum yang menyeret Gubernur nonaktif Basuki Tjahja Purnama atau Ahok atas kasus dugaan penistaan agama.

"Toh, tuntutan NU, Muhammadiyah, MUI sudah jelas yaitu mengawal proses hukum dan itu sudah berjalan dan kita percaya kepolisian akan bekerja dengan baik," katanya.

Said Aqil berharap agar proses peradilan dijalankan secara adil dan objektif sehingga tidak menimbulkan gejolak lagi di lapangan.

"Proses yang sudah berjalan ini mari kita kawal, agar ditangani dengan objektif, adil transparan berdasarkan saksi-saksi dan fakta, kita percaya kepada aparat penegak hukum," katanya.

Sumber: Viva, umatuna.com

 

Bunda yang Ingin Memulai Bisnis, Perhatikan 5 Hal Ini

Bunda yang Ingin Memulai Bisnis, Perhatikan 5 Hal Ini

Sahabat Ummi ada yang ingin memulai bisnis? Penting sekali untuk memperhatikan 5 hal ini agar tidak kehilangan banyak modal, tenaga, pikiran:

1. Perhatikan produk bisnis yang ingin dijalani

Produknya siapa yang buat? Bunda sendirikah yang memproduksi? Atau memakai sistem dropship? Atau menjualkan produk orang lain yang sudah dibayar terlebih dulu?

Jika Bunda sendiri yang memproduksi barangnya, pastikan sudah melakukan tes pasar dan tes produk terlebih dahulu. Misalnya ingin menjual kue kering. Coba jual dalam jumlah terbatas terlebih dulu, minta masukan dari orang sekitar apakah sudah layak untuk dijual. Jangan lupa juga menguruspackaging.

Jika Bunda memakai sistem dropship, pastikan supplier adalah orang yang amanah dan bisa dipercaya. 

Jika menjadi reseller, coba dalam jumlah kecil dulu untuk tes selera pasar, produk jenis mana yang lebih diminati oleh pasar. Jangan sampai sudah keluar modal besar, ternyata salah pilih jenis.

2. Perhatikan kesulitan apa saja yang mungkin akan ditemukan

Buatlah daftar kesulitan apa saja yang kira-kira akan ditemukan dalam perjalanan bisnis Bunda. Terutama di awal-awal. Misalkan, jika Bunda ingin bisnis laundry, kira-kira kesulitan inilah yang akan ditemukan: Kendala jika mati listrik dalam waktu lama, kendala jika hujan dalam jangka panjang, kendala baju tertukar, kendala harga detergen meningkat. Dll.

Dengan menuliskan daftar kesulitan, Bunda bisa mempersiapkan diri untuk mengantisipasi kendala tersebut, bagaimana cara menghandlenya.

3. Perhatikan SDM yang diperlukan

Cukupkah jika Bunda sendiri yang menghandle bisnis tersebut? Apakah akan membuat waktu ekslusif untuk si kecil terganggu? Jika mengambil orang lain sebagai asisten menjalankan bisnis, pastikan dari kalangan terpercaya, karakternya bertanggungjawab, dan tentu saja masuk hitungan gajinya. Jangan sampai tekor karena salah perhitungan.

4. Perhatikan pesaing di bisnis serupa

Adakah pesaing di bisnis ini? Apa yang membuat bisnis kita berbeda dan lebih unggul dari pesaing? Kita harus membuat diferensiasi atau perbedaan yang signifikan antara produk kita dengan pesaing. Hal ini akan membuat konsumen tetap menaruh hati pada produk kita sekalipun ada banyak pesaing.

5. Inovasi dan pelayanan

Zaman sekarang costumer jadi lebih 'bawel' dan ingin dilayani dengan baik. Maka pastikan Bunda memiliki pelayanan terbaik serta inovasi produk yang terus-menerus ditawarkan.

Selamat memulai bisnis sendiri. Sesungguhnya rasullulah dan para sahabat banyak yang menjadi pebisnis sukses. Jadilah pebisnis yang amanah dan islami.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)

Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi081546144426 (bisa via whatsapp).


Sumber: Ummi Online


Wahai Pemimpin Jangan Remehkan Tugas Bawahanmu

Wahai Pemimpin Jangan Remehkan Tugas Bawahanmu


Wahai Pemimpin Jangan Remehkan Tugas Bawahanmu

Sahabat Ummi, apa jadinya jika seorang bos meremehkan pekerjaan bawahannya, atau seorang suami merendahkan pekerjaan istrinya? Tidak harmonis pastinya.

"Semua orang juga bisa kalau kerjaannya cuma posting sosmed doang mah... anak TK pun bisa!"

"Alaaah... kerjaanmu cuma di rumah doang kan. Cuci baju, nyapu sama ngepel. Apa susahnya sih kerjaan kayak gitu?"

"Kerjaanmu itu cuma kerjaan 3 menit, saya sendiri bisa melakukannya, tapi masa' sih bos besar seperti saya harus mengerjakan yang seperti itu??"

Sering mendengar orang-orang yang bersikap seperti itu pada bawahannya? Selain ketidakharmonisan hubungan, pemimpin yang meremehkan tugas bawahannya setidaknya akan kehilangan beberapa hal ini:

1. Kehilangan respek dari sekitar

Ketika Anda meremehkan tugas orang-orang yang telah memberikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membantu pekerjaan Anda, maka tak usah heran jika Anda kehilangan respek dari mereka. Boleh jadi Anda telah membayar mereka sejumlah uang, memberi uang nafkah bulanan, namun tetap saja uang tersebut tidak berarti Anda telah merebut rasa hormat dan hati mereka. Respek orang lain hanya akan kita terima jika kita sendiri bersikap respek pada mereka.

Maka, sekali-kali janganlah memandang remeh tugas mereka. Hargai dedikasi mereka, jika ada kekurangan dalam tugas yang mereka lakukan... sampaikan dengan baik tanpa berkesan merendahkan.

Misalnya, "Istriku... masakanmu enaak sekali, sepertinya akan lebih lezat kalau garamnya sedikit dikurangi."

2. Kehilangan loyalitas

Anda berharap mendapat loyalitas dari bawahan atau pasangan hidup? Jangan sekali-kali meremehkan tugas dan pekerjaan mereka! Jauh berbeda sikap yang dipancarkan oleh seorang pemimpin yang menghargai bawahannya, dengan yang tidak.

Lihatlah para suami yang mendapat loyalitas istrinya, atau para pemimpin yang mendapat loyalitas dari bawahannya, sudah pasti loyalitas tersebut mereka peroleh karena sikap menghargai pekerjaan orang yang dipimpinnya. Maka... jangan pelit pujian, serta jangan terlalu gampang mengumbar kritikan. Kalaupun ada masukan, sampaikan empat mata agar ia tidak merasa dipermalukan.

3. Anda hanya akan jadi 'bos', bukan 'leader' di mata mereka

Apa bedanya bos dengan leader? Salah satunya bisa terlihat ketika jabatan Anda berakhir. Seorang bos hanya akan dituruti di kantor, atau di tempat di mana ia memiliki wewenang terhadap anak buahnya. Akan tetapi begitu jabatannya berakhir, saksikanlah... apakah ia tetap mendapat sikap penghormatan dan penghargaan dari orang lain? Atau, ia malah mendapat sikap 'dingin' karena orang-orang tidak terpaut hati padanya?

Beda dengan seorang leader, sekalipun tidak memiliki jabatan tinggi, leader akan mampu mempengaruhi orang-orang sekitarnya. Ia akan tetap di hati orang-orang yang pernah berhubungan dengannya.

Jadi, apakah Anda adalah seorang pimpinan atau seorang pemimpin (bos atau leader) bagi pasangan hidup Anda dan staf pekerja Anda?

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)

loading...


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi081546144426 (bisa via whatsapp).


Sumber: Ummi Online

Teknologi dan Inovasi di Tanah Sahara

Teknologi dan Inovasi di Tanah Sahara

10Berita,  JAKARTA -- Sejumlah penelitian telah menyibak tabir Afrika sebagai salah satu tempat lahirnya peradaban. Temuan genetik dan paleontologi menyebut, Afrika adalah asal beragam ras yang saat ini ada di seluruh dunia.

Sebuah laporan di National Geographic ber judul The Genographic Project: Map of Human Migration menyebutkan hal itu. Afrika merupakan rumah bagi keindahan alami dan kebudayaan masyarakat.

Ia menjadi salah satu arena raksasa inte raksi manusia dengan alam sekitarnya. Meski demikian, hanya sedikit informasi yang menyebutkan teknologi dan inovasi di Tanah Sa hara ini, termasuk yang bertahan hingga se karang. Cukup sulit menemukan penelitian atau studi spesifik dan signifikan terkait hal itu.

Namun, African Civilisations: an Archaeological Perspective karya Graham Connah bisa menjadi satu rujukan. Artikel ini bercerita tentang teknologi yang tercipta dan berkembang di Afrika di masa lalu.

Teknologi adalah bagian penting dari per kembangan budaya dan sering kali diartikan sebagai hasil dari pertumbuhan masyarakat. Be rikut ini adalah beberapa teknologi yang muncul dari Negeri Sahara pada masa-masa se belum kolonialisme.

Artinya, Anda tidak perlu membayangkan teknologi canggih macam layar sentuh, robot serba bisa atau teknologi sema cam komputer. Sebab, pada hakikatnya, tekno logi adalah cara untuk memudahkan manusia menjalani perannya di dunia.

Seperti dilansir laman muslim heritage, teknologi ini kemudian menyebar ke seluruh penjuru benua dan akhirnya ke setiap sudut dunia.

Sumber: Republika

Mohabbat Maqbara Diabaikan karena Sejarah

Mohabbat Maqbara Diabaikan karena Sejarah

10Berita, JAKARTA -- Berbeda dengan Taj Mahal yang menjadi moseleum terindah dan terawat secara baik, Mohabbat Maqbara tidak mendapatkan perhatian secara khusus dari pemerintah India. Namun, itu tidak mengurangi minat para pengunjung untuk menikmati keindahan arsitektur situs bersejarah ini. Mohabbat Maqbara menjadi salah satu situs tujuan objek wisata sejarah terbaik di Junagadh.

Hampir setiap tahun, Mohabbat Maqbara menarik banyak pengunjung dan telah menjadi daya tarik wisata sejarah tersendiri di Gujarat. Namun, Mohabbat Maqbara ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat dan India. Bila dilihat lebih dekat keindahan situs bersejarah ini terlihat tidak ada pemeliharaan yang baik. Moseleum ini terabaikan, kondisi bangunan yang suram dan interior yang kusam tidak terawat.

Kondisi ini membuat Mohabbat Maqbara kehilangan kemegahan dan pesona dari keindahan arsitektur yang telah terbangun. Sebagai tempat wisata, pintu masuk lokasi situs Mughal ini pun cukup memprihatinkan. Kesan tidak terawat dari situs sejarah ini pun terlihat, di mana tidak ada papan nama yang menunjukkan panduan dan sejarah terkait bangunan indah ini. Bahkan, tidak ada tiket yang menunjukkan adanya pengelolaan bangunan situs.

Lokasi Mohabbat Maqbara yang kini berada di tengah pemukiman padat penduduk menjadikan situs ini menjadi tempat berkumpul warga sekitar. Parahnya lingkungan sekitar situs pun dipenuhi sampah dan tidak pernah dibersihakan. Ada alasan yang muncul, mengapa situs Mughal tidak dirawat secara baik.

Tidak lain karena alasan sejarah lah yang membuat Mohabbat Maqbara ini sengaja diabaikan oleh Pemerintah India. Setelah Inggris mengakhiri penjajahannya di anak benua India, pemimpin terakhir Nawab Muhammad Khanji III pada 1947 memilih untuk bergabung dalam bagian negara Pakistan. Sedangkan, masyarakat Junagadh yang pada saat itu 96 persen Hindu menegaskan menjadi bagian dari India.

Akhirnya pada Pada Oktober 1947, Nawab Muhammad Mahabat Khanji III melarikan diri ke Pakistan sebelum pasukan India bergerak dalam mengambil alih negara. Dari sejarah tersebut, situs Mohabbat Maqbara menjadi saksi sejarah konflik India Pakistan modern. Inilah yang membuat situs dengan kemegahan arsitektur Islam Mughal, Hindu, dan Eropa itu tidak mendapatkan tempat di Pemerintah India.

Sumber: Republika

Menguak Sejarah Nabi Musa

Menguak Sejarah Nabi Musa

10Berita,  JAKARTA -- Berbagai upaya dilakukan untuk menguak sejarah Nabi Musa. Bagaimanapun, Musa AS adalah sosok nabi yang mendapat tempat berharga dalam sejarah tiga agama samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Musa diperintahkan berdakwah dan memimpin Bani Israel bersama saudaranya Harun. Selain itu, Musa AS juga mempunyai misi untuk menegakkan tauhid kepada penguasa Mesir ketika itu, yakni Firaun. Berikut ini beberapa jejak Nabi Musa yang bisa ditelusuri hingga saat ini.

Lokasi penyeberangan
Meski saat ini belum bisa dipastikan di manakah lokasi tepat titik penyeberangan itu, Nuweiba diyakini oleh sejumlah peneliti sebagai lokasi itu. Nuweiba berada di Teluk Aqaba. Pada 1978, penyelam dari Amerika Serikat mengaku mengambil foto roda kereta mesir kuno.  

Selain Nuweiba, ada juga yang berpendapat bahwa titik penyeberangan itu ada di Delta Nil dan Laut Merah atau juga di Danau Timsah, sebelah utara Teluk Suez. Alquran mengabadikan kisah penyeberangan ini dalam surah asy-Syu'ara ayat 60-67. Sehingga dengan demikian, maka di lokasi ini pula bala tentara Firaun tenggalam, tetapi jasad penguasa Mesir itu selamat dan utuh.  

Puncak Sinai

Di perbukitan Sinai inilah, Nabi Musa berbicara dengan Allah SWT. Kisah tersebut diabadikan dalam Alquran surah Thaha ayat 9-14 atau menerima sepuluh wasiat kebajikan menurut kepercayaan Yahudi. Puncak bukit ini menghitam, konon—berdasarkan sejumlah sumber sejarah—akibat tak mampu menahan nur Ilahi.

Lokasi bukit ini terletak di Sinai Selatan. Bukit yang memiliki ketinggian 2.285 m dari permukaan laut ini memiliki keistimewaan tersendiri. Allah SWT bersumpah demi bukit ini, seperti yang tertuang di surah at-Tiin ayat 2. “Dan demi Bukit Sinai.”  

12 Mata Air

Situs ini terletak di perbatasan Provinsi Suez dan perbukitan Sinai, 165 KM dari ibu kota Mesir, Kairo. Sumber mata air ini adalah peninggalan Musa AS, setelah Allah SWT memerintahkan untuk memukulkan tongkatnya.

Keluarlah 12 mata air dengan volume air melimpah yang menyelamatkan rombongan Bani Israil pimpinan Musa dari bencana kehausan, pascapelarian dari kejaran Fir'aun. (QS al-Baqarah [2]: 60).  Dari kedua belas mata air itu, saat ini hanya lima saja yang mampu bertahan dan cuma satu sumur saja yang berair yakni bi'r as-syekh dengan kedalaman 40 kaki.

Sumber: Republika

Kenapa?

Kenapa?

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Mau bertanya :
Knp ada orang yg mendapat hidayah, tp ada jg yg tdk?
- Knp ada orang yg tdnya taat beribadah, tp di akhir hidup malah gemar berbuat maksiat?
- Knp ada yg gemar berbuat maksiat, tp diksh hidayah?
- Tp kenapa ada jg yg gemar berbuat maksiat, tetapi tdk dapat hidayah hingga akhir hidupnya?
Apa yg membedakan ke-3 nya?

Jawaban
--------------

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته 
Perumpamaannya
1. Seperti orang yg sedang nonton tv X, knp dia dapat channel x? Krn dia sdh memutar dan dapat channel x

2. Seperti penerimaan  siswa baru sekolah"Bintang" biasanya menjelang penerimaan murid baru, pihak sekolah suka pasang spanduk. Brosur. Presentasi, promosi,.dll lalu siapa yg jadi muridnya

Mereka adalah siapa saja yg sengaja datang mendaftar, ikut tes ,membayar uang administrasi dan sesuai tatib sekolah. Setelah itu barulah ia disebut siswa baru "sekolahBintang"

Demikian juga dengan hidayah Allah. Allah sebagai Rob  menunjukan af'al(perbuatan ) nya hal tersebut dapat kita lihat dan kita rasakan keberadan Allah dan pada tahap ini semua orang mengakui.

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

"Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
( Qs. Surat Luqman : 25 )

Lantas siapa yang dapat hidayah, yang dapat hidayah adalah mereka yg punya mata hati. Mereka yg mendatangi  Allah, berusaha hidup sesuai aturan Allah. Hidup dan mati hanya untuk Allah. Ikhlas.

HADITS KEEMPAT

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ      أَوْ سَعِيْدٌ.    فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا                              

[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga.
(Riwayat Bukhori dan Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

1.     Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.

2.     Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk surga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.

3.     Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).

4.     Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.

5.     Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karenanya.

6.     Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.

7.     Sebagian ulama dan orang bijak berkata  bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.

Yang membedakan semua adalah kualitas keikhlasan mereka dalam menjalani hidup.dan kehidupan

Disaat seorang hamba datang beribadah kpd Allah, menjadikan Allah sbg satu satu nya ilah maka tauhid seperti ini dinamakan tauhid uluhiyatullah. Ditahap inilah seseorang dapat hidayah atau tidak tergantung  bi idznillah. Ini mutlaq hak prerogatif Allah., Rasulullah saw pun tidak bisa memberi hidayah kepada orang yang Rasul cintai. Dan ini ditegaskan Allah disaat Rasul mendesak pamannya Abu thalib  untuk masuk islam disaat saat akhir krhidupannya, begitu Rasul sangat menginginkan keislaman pamannya shg terkesan memaksa, karena itu turunlah firman Allah sebagaj pengingat dan penegas.

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."
( Qs. Surat Al-Qashash : 56 )

Meskipun demikian yakinilah bahwa Allah tidak dzolim kpd hambanya

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

"Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri."
( Qs. Surat Yunus : 44 )

Wallahu a'lam.

Sumber: Majelis Iman Islam

UBN: Kemerdekaan Indonesia Direbut dengan Semangat Takbir

UBN: Kemerdekaan Indonesia Direbut dengan Semangat Takbir

Bachtiar Nasir mengatakan, makna nasionalisme dan patriotisme pahlawan di balik tabirnya itu tentu Ketuhanan Yang Maha Esa.

yahya g nasrullah/hidayatullah.com

10Berita– Menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center akan menggelar acara “Syiar Persatuan Mengisi Kemerdekaan dengan Qur’an” di Masjid Agung Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 17 Agustus 2017.

Terkait itu, Pimpinan AQL Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengingatkan bahwa umat Islam terdahulu merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dengan semangat pekikan takbir.

“Dan para pejuang memang berani setiap tetes darah dan nyawanya (dikorbankan. Red) sekaligus dengan semangat takbir,” ungkapnya kepada wartawan termasukhidayatullah.com dalam jumpa pers di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (14/08/2017).

Baca: HUT RI ke-72, AQL akan Gelar “Syiar Persatuan Mengisi Kemerdekaan dengan Qur’an”


Terkait itu, UBN mengatakan, makna nasionalisme dan patriotisme pahlawan di balik takbirnya itu tentu Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Jadi Pancasila itulah yang kemudian dijiwai dengan Ketuhanan Yang Maha Esa,” imbuhnya yang tampak mengenakan peci hitam dengan pin bergambar bendera Merah Putih.

Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa pun, katanya, bukan hanya mengakui akan adanya Tuhan.

“Tapi tunduk kepada titah Allah, tunduk kepada undang-undang Tuhan,” lanjut Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini.

Baca: Ketua MPR: Kemerdekaan Indonesia Diraih dengan Peran Para Ulama


Itulah, kata Ketua GNPF MUI tersebut, esensi kemerdekaan bagi umat Islam dalam berbangsa dan bernegara.

Rencananya, pada acara syiar itu, sebanyak 1.000 masjid akan diundang untuk ikut menyiarkan acara tersebut. Di antaranya Masjid Baiturrahman Aceh, Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Masjid Agung Medan, dan beberapa masjid besar se-Indonesia.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sumber: Hidayatullah