OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 25 Januari 2018

Beras dan Petani, Lumbung Suara yang Terbaikan

Beras dan Petani, Lumbung Suara yang Terbaikan



Oleh: Edy Mulyadi*

Diujung pergantian tahun rakyat dihajar dengan melambungnya harga beras. Hujan berkepanjangan yang mengguyur sejumlah sentra produksi, menjadi penyebab  anjloknya produksi padi. Ujung-ujungnya, pasokan ke pasar jauh berkurang dan harga pun melambung.

Gagal panen melanda sejumlah daerah penghasil padi. Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung dalam dua pekan terakhir pasokan padi sangat terbatas. Harga gabah dan beras melonjak. Usaha penggilingan padi skala kecil bergelimpangan. Mereka kehabisan gabah. Kalau pun masih ada yang beroperasi, umumnya jauh di bawah kapasitas normal.

Benarkah alam jadi satu-satunya penyebab? Dalam gonjang-ganjing perberasan, sejatinya kebijakan pemerintah juga punya peran penting. Kebijakan Pemerintah di bidang pertanian justru lebih banyak merugikan petani.

Nyaris tidak ada mekanisme perlindungan harga atas produk pertanian paska panen. Panen raya yang semestinya menggembirakan petani, malah sering mengalirkan air mata kepedihan. Harga hasil panen merosot sampai di bawah ongkos produksi. Belum lagi kebijakan impor yang bolak-balik terbukti hanya menguntungkan segelintir importir yang tergabung dalam kartel-kartel komoditas pertanian.

Jadi petani = jadi miskin?

Dengan temuan seperti ini, tidak mengherankan kalau ekonom senior Rizal Ramli menyatakan menjadi petani adalah jalan menuju kemiskinan. Hal itu akan terus terjadi bila Pemerintah tidak mengubah kebijakan terkait petani dan produk pangan. Seharusnya, lanjut Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) era Presiden Gus Dur ini, Pemerintah menetapkan pricing policy yang tepat, yaitu yang menguntungkan petani namun tidak memberatkan rakyat pada umumnya sebagai konsumen.

Perihnya kehidupan tidak hanya dialami petani padi, tapi terjadi pada hampir semua produk pertanian. Pasalnya, apa pun yang dihasilkan petani, harga paska  panennya diserahkan bulat-bulat pada mekanisme pasar. Saat hasil panen dibawa ke pasar, harganya jatuh. Petani tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.

"Mestinya Pemerintah melindungi petani. Caranya, tetapkan harga pasar yang menguntungkan petani. Jangan biarkan selama puluhan tahun petani terus merugi dan dijerat kemiskinan," ujar Rizal Ramli dalam diskusi dengan masyarakat petani Komunitas Selaras Alam dan para pendidik pesantren di Agam, Sumbar, 5 November 2017 silam.

Tak pelak lagi, beras adalah komoditas strategis yang amat penting di Indonesia. Komoditas ini menjadi makanan pokok sebagian besar dari sekitar 260 juta rakyat Indonesia. Begitu pentingnya beras dan petani, membuat mendiang Presiden Soeharto sangat serius dalam menanganinya.

Pak Harto sadar betul, beras adalah komoditas strategis yang bisa berpengaruh terhadap kelangsungan pemerintahan. Di era Soeharto pulalah, Indonesia pernah swasembada beras dan menyabet penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO) pada 1986. Padahal sebelumnya, Indonesia adalah pengimpor beras yang jumlahnya cukup besar, sekitar 2 juta ton/tahun.

Pada eranya, rakyat bisa membeli beras karena harganya benar-benar terjangkau. Di sisi lain, walau tidak menjadi kaya, petani bisa tetap eksis. Buat mereka, menanam padi masih memberikan sedikit keuntungan untuk hidup dan membiayai sekolah anak-anak.

Hal serupa juga dialami sejumlah negara Asia lain. Jepang, misalnya. Bargaining position petani Jepang sangat baik. Mereka bahkan bisa memaksa LDP sebagai partai berkuasa untuk meneken semacam kontrak politik yang isinya melindungi petani Jepang. Pemerintah menetapkan harga jual produk petani dengan tarif sekitar 20% di atas ongkos produksi. Itulah sebabnya petani di Jepang hidupnya relatif lebih baik, lebih makmur. Mereka bahkan setiap tahun bisa jalan-jalan ke luar negeri.

Sebaliknya, nasib petani di Idonesia kini kian menyedihkan. Padahal, kalau mau Pemerintah bisa mengangkat kesejahteraan petani melalui serangkaian kebijakan yang lebih berpihak. Selain Jepang, Malaysia dan Vietnam juga telah melakukannya.

Tekanan mafia

Di luar soal harga paska panen yang hampir selalu jatuh, kebijakan impor produk pangan juga sangat memukul petani. Godaan dan tekanan untuk mengimpor beras, misalnya, teramat besar. Tidak tanggung-tanggung, pernyataan ini datang langsung dari Presiden Jokowi.

Saat meresmikan dimulainya pembangunan Waduk Keureutoe di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Maret 2015, Jokowi mengakui dirinya kerap mendapat desakan untuk membuka keran impor beras besar-besaran. Biasanya, dalih yang dikedepankan adalah, impor dilakukan sebagai solusi mengatasi kenaikan harga beras. Meski demikian, dia mengaku tetap mampu menepis tekanan itu karena yakin impor bukanlah satu-satunya solusi terbaik. (https://www.merdeka.com/uang/jokowi-akui-kerap-dapat-desakan-buka-keran-impor-beras.html?utm_source=Detail%20Page&utm_medium=Berita%20Terkait&utm_campaign=Mdk-Berita-Terkait)

Bayangkan,  betapa hebatnya mafia produk pangan negeri ini, hingga Presiden pun mendapat tekanan. Kekuatan seperti apakah yang mampu menekan Presiden sedemikian rupa?Tidak mengherankan bila para menteri dan pejabat terkait banyak terkulai menghadapi dahsyatnya kekuatan mafia impor produk pangan tersebut.

Rizal Ramli sudah lama mencium adanya kekuatan para mafia impor yang bergabung dalam berbagai kartel produk pangan. Para mafia itu mendesak pejabat berwenang memberlakukan kebijakan kuota impor. Akibatnya, pemainnya hanya terbatas dan dikuasai kalangan mereka. Dari sini mereka bisa dengan bebas menentukan harga jual di dalam negeri sesuai yang dikehendaki. Dengan menyisihkan sebagian dari keuntungan superjumbo itulah, mereka menyogok pejabat terkait untuk melanggengkan sistem impor.

Rizal Ramli yang pernah menjadi penasehat ekonomi Perhimpunan Bangsa Bangsa (PBB) bersama beberapa pemenang hadiah Nobel, sudah lama dia mendesak agar Pemerintah segera menghapus sistem kuota impor dan menggantnya dengan sistem tarif. Lewat cara ini, pelaku impor terbuka bagi siapa saja. Negara pun memperoleh penerimaan dari bea masuk dan pajak-pajak impor. Selain itu, timingimpor pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tidak merugikan petani lokal.

Kalau saja Presiden Jokowi mau memberikan perhatian lebih besar kepada petani dan sektor pertanian, mungkin keadaannya bisa jadi  lebih baik. Petani bisa sejahtera dan lebih bersemangat menanam. Jumlah petani sangat besar, lho. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sampai Februari 2017 penduduk yang bekerja di sektor pertanian mencapai 39,68 juta orang. Artinya, pertanian masih menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar, yaitu sekitar 31,86% dari jumlah penduduk bekerja yang jumlahnya 124,54 juta orang.

Ini tentu bisa jadi lumbung suara yang bagus pada 2019. Ditambah dengan pasangan Cawapres yang tepat, tentu bisa jadi modal yang bagus. Beratnya perekonomian yang terus menghantui sepanjang tiga tahun terakhir, membutuhkan Cawapres yang benar-benar paham dan tahu solusi serta mampu mengeksekusi. Cawapres yang sudah terbukti rekam jejak dan keberpihakannya pada masyarakat bawah. Bukan Cawapres bermahzab neolib, yang sibuk menyenangkan patron asingnya. Bagaimana pak Jokowi...? (*)

*)Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sumber : Voa-islam.com

JEBRET! Fahri Hamzah dan Warganet Balas Pantun Jubir KPK Dengan Tonjokan KO

JEBRET! Fahri Hamzah dan Warganet Balas Pantun Jubir KPK Dengan Tonjokan KO


10Berita, Sepak terjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini membuat banyak pihak mengernyit heran.

Penanganan kasus besar seperti RSSW dan lahan Cengkareng ibarat kerupuk tersiram kuah bakso. Melempem.

Belum lagi nasib kasus mega korupsi KTP elektronik yang tiba-tiba meraibkan beberapa nama politisi dari partai penguasa.

Alih-alih fokus melaporkan perkembangan penanganan kasus korupsi ke publik, akun resmi KPK justru mengutip pantun yang ditulis juru bicara KPK Febri Diasnyah.

"Bau wangi, baunya duren
Dimakan bersama di rumah Kang Emen
Pengen punya Kepala Daerah keren?
Pilih yang sudah lapor LHKPN.

- Febri Diansyah- #tanyajubir," tulis Febri, Rabu 24 Januari 2018.

Bau wangi, baunya duren
Dimakan bersama di rumah Kang Emen
Pengen punya Kepala Daerah keren?
Pilih yang sudah lapor LHKPN.

- Febri Diansyah- #tanyajubir

— KPK (@KPK_RI) January 24, 2018

Cuitan pantun ini kemudian dibalas oleh warganet, termasuk wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah.

"Feb,
Sekarang jawab kenapa juga yang ter-OTT umumnya yang LHKPN-nya bagus???

Jika jawabannya “itu sudah nasib” maka yg KPK lakukan itu bukan “the action of a system “. KPK Kerja serabutan. Sistem ditabrak...berantakan...!!,"kicau Fahri.

Feb,
Sekarang jawab kenapa juga yang ter-OTT umumnya yang LHKPN-nya bagus???

Jika jawabannya “itu sudah nasib” maka yg KPK lakukan itu bukan “the action of a system “. KPK Kerja serabutan. Sistem ditabrak...berantakan...!! https://t.co/hr6TpEQOaY

— #MerdekaBro! (@Fahrihamzah) January 24, 2018 

Bawa nangka ke pasar pagi
Ikan pesut dari warakas
Andai kpk punya nyali
Ayo usut sumber waras !

— fahmiabas70 (@fahmiabas70) January 24, 2018

Bau wangi, baunya mawar.
Dibuat untaian bunga asmara.
Jangan ngimpi KPK sangar.
Kalau tebang pilih usut perkara. https://t.co/YeJtIGJ6YQ

— #KataNalar (@ZAEffendy) January 24, 2018


Sumber :Portal Islam 

Najwa Shihab Nyerocos Potong Penjelasan Anies-Sandi, Zeng Wei Jian: Kualitas Najwa Terbuka. Crystal Clear. DIA KOPONG!

Najwa Shihab Nyerocos Potong Penjelasan Anies-Sandi, Zeng Wei Jian: Kualitas Najwa Terbuka. Crystal Clear. DIA KOPONG!



10Berita, Ngga nyangka, Anchor Najwa Syihab (Nana) ngeselin banget. Semasa Ahok, Nana masuk camp Ahoker anti Anies-Sandi. Malam ini, 24 Januari 2018, tepat 100 hari Anies-Sandi berkuasa, Nana berusaha mencabik-cabik.

Sayangnya, Nana failed. Gawatnya, kualitas Nana terbuka. Crystal clear. Dia kopong. Nggak ngerti penjelasan Anies. Bahkan Nana nggak tau beda antara Undang-Undang dan Perda.

Alih-alih mendrive talk show, Nana bikin kacau. Penjelasan jernih Anies sering diintersepsi dengan statement ngawur Nana. Bikin kusut talk show.

Mulai masalah PKL Tanah Abang, Becak, Rumah DP 0 rupiah, dan reklamasi. Nana berusaha menyudutkan Anies. She's trying to nail the show. Mestinya dia bikin bahasan jadi tajam. Sayang jadi kusut akibat pengetahuan dan cara Nana yang tidak sesuai. Sungguh nyebelin.

Nana tolak ngerti penjelasan Anies soal ngga semua pengaduan itu benar. Ada yang salah, punya motif ngada-ngada, rekayasa. Di situ skeptisisme dibutuhkan. Anies is A Wizzard. Dia nggak punya sifat dogmatis.

Sebaliknya, Nana tampak senang betul ada laporan figur gelap yang isinya miring terhadap Anies-Sandi.

Tampak jelas, Nana memaksakan halusinasinya di masalah becak. Sudah dijelaskan, becak diatur dan dilarang beroperasi di jalan-jalan protokol. Berulang-ulang. Nana nggak ngerti juga.

Dia nyinyirin Anies yang ingin ubah perda. Sungguh kelewatan. Nana nggak paham, kalo perda itu bukan berhala.

Fungsi Nana bukan jurnalisme. Dia lebih banyak ngomong, daripada mendengar. Aneh, jadi nggak jelas siapa reporter dan narsumnya.

Ngeyel abis, itu penampilan Nana malam ini. Bersikap seolah lebih tau dari Anies. Ngawur ini si Nana.

Nana ikut ngomong saat Anies bicara. Riuh. Ribet. Rewel. Tipe cewe chatter box. Parah sekali. Dia sering memotong penjelasan."Talking without thinking" adalah frase paling pas buat Nana.

Ceriwis, Nana tidak cerdas. Naikan rating dan kualitas intelektual Anies. Rumah DP 0 rupiah dijelaskan secara apik oleh Anies. Nana speechless.

Nana membuat kita paham: Anies seorang filsuf. Ilmunya tinggi. Anies berkata, "Keadilan bukan sama. Tetapi proporsional".

Nana semakin nggak ngerti. Keliatan dari sorot matanya. Sekali pun coba ditutup dengan rentetan salvo kata-kata. Dasar bawel...!

Thanks Nana. Seratus hari pertama Anies-Sandi membuat kita legah. Kita punya pemimpin yang konsisten, tepati janji, cerdas, filsuf, wise, dan paling penting "bernyali". Anies-Sandi tetap tolak reklamasi. Ya, kita juga bertanya, Pulau Reklamasi ini masuk kelurahan mana kok bisa ada HGB?

Penulis: Zeng Wei Jian

Sumber : PORTAL ISLAM

Rabu, 24 Januari 2018

ADA YANG "HILANG" DARI JAKARTA

ADA YANG "HILANG" DARI JAKARTA


ADA YANG HILANG DARI JAKARTA

by Tb Ardi Januar*

10Berita, Ada yang hilang dari Jakarta. Dulu kota ini memiliki pemimpin yang tak ramah dan doyan mengumbar amarah. Pemimpin yang lisannya kerap memecah belah dan membuat konflik menjadi pecah. Pemimpin yang sering membuat rakyat kecil jadi susah.

Ada yang hilang dari Jakarta. Tak ada lagi demonstran yang dicaci maki. Tak ada lagi seorang ibu yang dibentak dengan sebutan maling alias pencuri. Tak ada lagi rakyat kecil yang menangis karena tempat tinggalnya dieksekusi. Tak ada lagi kebijakan yang mengundang kontroversi. Tak ada lagi pernyataan yang membuat naiknya tensi.

Ada yang hilang dari Jakarta. Kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil kini tak ada lagi. Kampung Aquarium kembali berdiri. Bukit Duri kembali berseri. Tanah Abang tertata rapi. Jalan Thamrin boleh dilalui sepeda motor kembali. Semua terjadi atas dasar keadilan nurani dan atas nama hak asasi.

Ada yang hilang dari Jakarta. Tak ada lagi golongan tertentu yang merasa terluka dan disakiti. Kini Monas kembali dibolehkan untuk kegiatan rohani. Masjid didatangi, gereja disambangi, pura dikunjungi, pemuka agama disowani, kalangan minoritas diayomi. Semua dilakukan sebagai wujud kecintaan kepada kota ini.

Ada yang hilang dari Jakarta. Tak ada lagi konflik antar lembaga. Dengan DPRD, dengan BPK, dengan KPK, dengan LSM, dengan Ormas, bahkan dengan pemerintah pusat sekalipun dapat bekerjasama. Tak ada aksi saling serang di media. Tak ada manuver untuk menjaga citra. Semua dirangkul untuk bekerja mengawasi Jakarta.

Ada yang hilang dari Jakarta. Keraguan hati untuk menunaikan janji ternyata dalam waktu singkat bisa ditepati. Rumah tanpa DP sudah terbukti. Program Oke Oce sudah berdiri. Program Oke Otrip dijalani. Alexis sudah tak ada lagi. Dan tetap konsisten menolak dilanjutkannya reklamasi. Janji saat kampanye satu per satu ditunaikan sepenuh hati.

Ada yang hilang dari Jakarta. Tubuh Anies Baswedan semakin kurus. Wajah Sandiaga Uno semakin tirus. Kenyamanan waktu mereka kini tergerus. Mereka tak mau Jakarta salah urus. Persetan dengan hinaan dan bully hatter yang terus menerus.

Ada yang hilang dari Jakarta. Amarah menjadi amanah. Keras menjadi ikhlas. Kesombongan menjadi kesantunan. Kesenjangan menjadi kesetaraan. Predikat penista menjadi pekerja. Pro konglomerat menjadi pro rakyat. Benar-benar 100 hari yang menggembirakan.

Terima kasih Mas Anies dan Bang Sandi.

Sumber: fb penulis, PI

Baru Selesai 14,5 Km (dari 140,9 Km) Tol Diresmikan Jokowi, Akibatnya Kejadian Seperti Ini

Baru Selesai 14,5 Km (dari 140,9 Km) Tol Diresmikan Jokowi, Akibatnya Kejadian Seperti Ini


10Berita,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan 14,5 kilometer dari total 140,9 kilometer Jalan Tol Trans-Sumatera di Lampung.

Jalan tol ini mencakup Bakaheuni-Terbanggi Besar Paket 1 Bakauheni-Sidomulyo, yaitu Segmen Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun (SS) Bakauheni sepanjang 8,9 kilometer serta Paket 2 Sidomulyo-Kotabaru, yakni Segmen SS Lematang-SS Kotabaru sepanjang 5,6 kilometer.

Peresmian dilakukan di Gerbang Tol Bakauheni Selatan yang berjarak sekitar 4 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni, Minggu (21/1/2018).

Link: http://properti.kompas.com/read/2018/01/21/192357121/baru-selesai-145-kilometer-tol-lampung-diresmikan-jokowi

***


Di akun twitternya, Presiden Jokowi juga membanggakan peresmian tol ini.

"Alhamdulillah, jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar sudah selesai dan siap dimanfaatkan. Ini jalan tol pertama di Lampung. Semoga keberadaannya dapat menurunkan biaya transportasi yg mahal. Harga2 produk kita harapkan bisa lebih murah dengan adanya akses logistik yg baru ini -Jkw," ujar Presiden Jokowi.

***

Berita gegap gempita peresmian Tol yang belum selesai ini (baru sekitar 10%), membuat ada warga Lampung yang mengalami kejadian seperti ini....


Orang Lampung yang lain, @RiyadiUke menyatakan:

"Kami org lampung cm bs ketawa aja saat jokowi "sedikit" memaksakan diri tuk resmikan itu tol, pengerjaan yg msih carut marut serta sengketa lahan jg masih mewarnai proyek ini alhasil pengerjaannya lompat lompat 😁😁."

Kami org lampung cm bs ketawa aja saat jokowi "sedikit" memaksakan diri tuk resmikan itu tol, pengerjaan yg msih carut marut serta sengketa lahan jg masih mewarnai proyek ini alhasil pengerjaannya lompat lompat 😁😁

— LGBT SAMPAH PERADABA (@RiyadiUke) 24 Januari 2018


Sumber:Portal Islam 

Polisi Periksa Ketua MUI Jagakarsa Jakarta Selatan Terkait Meme Banser

Polisi Periksa Ketua MUI Jagakarsa Jakarta Selatan Terkait Meme Banser


Ketua MUI Jagakarsa Jaksel KH Sulaiman Rohimin usai diperiksa polisi. (Foto: Syaefullah/Viva)

10Berita, JAKARTA Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jagakarsa, KH Sulaiman Rohimin, dipanggil penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Kiai Sulaiman memenuhi panggilan itu, Rabu (24/1/18). Mengenakan baju kemeja putih, Sulaiman tiba di Mapolres Jakarta Selatan, didampingi sejumlah orang dari organisasi Laskar Pembela Islam (LPI) Jakarta.

Menurut Wakil Ketua Advokasi Cinta Tanah Air (ACTA), Novel Bamukmin, sebagaimana dilansir Republika.co.id, (Rabu (24/1), pihak kepolisian memanggil Sulaiman terkait plesetan berupa komentar di media sosial mengenai Ormas tertentu. Kemudian Ormas tersebut melaporkan ke pihak berwajib, karena tidak menerima plesetan dalam meme yang dishare tersebut.

“Beliau (Sulaiman) men-share lambang ormas tertentu. Kemudian ormas ini tidak terima dengan plesetan itu,” kata Novel Bamukmin, di Komplek Polres Jakarta Selatan, Rabu (24/1).

Sulaiman pun diperiksa penyidik sekitar tiga jam. “Hanya konten saya di medsos saja terkait adanya gambar Banser itu,” ujar Sulaiman di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (24/1), seperti dikutip Viva.co.id.

Kuasa hukum dari Laskar Pembela Islam (LPI), Mirza Zulkarnaen menyebutkan lebih detail isi konten meme yang disebarluaskan oleh Sulaiman melalui media sosial.

“Banser itu penjaga gereja dan pengusir ulama,” kata Mirza Zulkarnaen menyebut isi meme yang dipersoalkan tersebut.

Menurut Mirza, alasan konten Banser yang dipelesetkan Sulaiman itu bertujuan menyadarkan agar kader muda Ansor kembali ke Khittah 1926.

Khittah 1926 ini merujuk pada garis, nilai-nilai dan model perjuangan NU yang dipondasikan pada tahun 1926 ketika NU didirikan. Pondasi perjuangan NU tahun 1926 adalah sebagai gerakan sosial-keagamaan.

Sementara Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi, Mardiaz Kusin, menuturkan pemanggilan KH Sulaiman itu terkait masalah kasus penghinaan. Tapi, tak dirinci mengenai perkara tersebut. “(Kasus) dugaan penghinaan,” kata Mardiaz. (*)

Sumber: Republika.co.id, Vivanews

Impor Beras Jauhkan Petani dari Ilmu Pengetahuan? Ini Kata Mantan Rektor IPB

Impor Beras Jauhkan Petani dari Ilmu Pengetahuan? Ini Kata Mantan Rektor IPB



10Berita, JAKARTA - Petani Indonesia disebutkan bisa jadi hingga kini masih terbilang tertinggal dari negara lain. Sehingga apa yang dilakukan oleh petani Indonesia membuat mereka acapkali terpinggirkan, terlebih jika tiba-tiba akan adanya impor oleh pemerintah.

“Maka persaingan bukan yang harus kita takutkan. Tetapi persaingan adalah berbasis playground stag. Jadi selama ini kan petani kita berada ketika menjadi produsen berada di kompetisi medan tak datar. Mereka selalu terpinggirkan. Maka itu afirmasi untuk mereka itu mesti dilakukan. Jangan sampai ketika ingin panen, ada beras impor. Kasihan petani,” kata Rektor IPB 2013-2017, Prof. Hery Suhardiyanto, Rabu (24/01/2018), di gedung ICMI, Jakarta.

Maka dari itu, lanjutnya, HPP juga harus dinaikkan. Ilustrasi lainnya bisa dilanjutkan tetapi yang penting adalah ICMI mengusulkan bahwa kebijakan hendaklah berbasis ilmu pengetahuan. “Kemudian pengambilan keputusan harus berdasarkan data fakta yang benar adanya seperti apa,” jelasnya.

Data menurut dia itu harus akurat, jangan hanya kira-kira. “Inilah persoalan kita yang saya kira perbedaan pendapat yang berkepanjangan. Warning yang sudah diberikan oleh beberapa pihak sejak beberapa bulan yang lalu, kalau tidak salah Oktober tahun lalu, ini tidak dielaborasi dan tidak direspon memadai karena ketiadaab data yang akurat.


Sebab itu kami menyerukan agar data produksi nasional ini betul-betul dapat disajikan dengan benar. Kemudian juga data stok jumlah beras kita,” ia menutupnya. (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Unik! Putu Sutrisna Putuskan Masuk Islam Setelah Geluti Kitab Weda

Unik! Putu Sutrisna Putuskan Masuk Islam Setelah Geluti Kitab Weda


10Berita, Awalnya, musisi Dewa Putu Sutrisna adalah seorang mahasiswa yang kuliah di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH). Lulusan dari kampus itu bisa dikatakan langsung menjadi pendeta Hindu. Dia kuliah hingga tiga tahun.

"Saya asli Bali. Keluarga pun keluarga Bali. Tidak ada campurannya. Ibu bapak Bali. Mereka berdua Hindu," katanya mulai berkisah beberapa waktu lalu di penghujung tahun 2017.

Kakeknya adalah pendeta tertinggi di Bali. Baginya ini adalah cobaan berat. Namun begitu, ia justru menemukan Islam dari kitab agamanya sendiri (Hindu).

"Saya tidak pernah membaca Alquran. Saya tidak pernah mencari tahu tentang Islam. Buat saya, Islam itu kebencian waktu itu," ungkap Putu Sutrisna.

Ia berpandangan demikian sebab ia teringat dengan tragedi bom Bali sekitar tahun 2002, yang membuat perekonomian, pariwisata hancur, banyak korban dan efeknya cukup besar.

"Islam tidak pernah saya pandang. Di STAH saya banyak membaca Weda dan kitab pendukung lainnya," kata dia.

Dari kitab tersebut ia malah menemukan Islam. Bukan dari seorang sahabat, ustadz atau dari mana pun.

Di Weda banyak membicarakan tentang Kalki Awatara. Setelah dipelajari, sepanjang di kitab Hindu, siapa itu Kalki Awatara, bagaimana silsilahnya Kalki Awatara dan semua Kalki Awatara

"Di Weda disebutkan Kalki Awatara itu lahir di tanggal 12 di awal bulan. Kita tahu sendiri Nabi Muhammad SAW lahir di tanggal 12 Rabiul Awal. Kemudian ciri-cirinya, dia datang dengan naik unta, menggunakan pedang dan tanah, berperang bersama empat sahabatnya.

Kalki memiliki ayah bernama Vishnuyash dan ibu bernama Sumatti.  Jika diterjemahkan dari bahasa Sansekerta, "Vishnuyash” yang berarti “hamba Tuhan”, dalam bahasa Arab "Abdullah". Abdullah ayahanda Rasulullah SAW.  Sementara, "Sumatti" memiliki makna "lemah lembut". Aminah, ibunda Rasulullah SAW memiliki makna yang sama yaitu "lemah lembut".

"Dari cara berpakaian, menyisir rambutnya dan cara lainnya sama dengan Rasulullah SAW, tertera dalam Weda," ungkap Putu Sutrisna yang getol dengan dunia musik ini.

Setelah lima tahun mencari tahu tentang Islam dan mencari tahu siapa itu Rasulullah SAW,  Dewa Putu pun memutuskan masuk Islam.  Uniknya, meski ia mengikuti apa yang diteladankan Rasulullah SAW selama lima tahun itu, ia belum mengucapkan syahadat sama sekali.

"Alhamdulillah saya bertemu dengan Mualaf Center Darussalam, kemudian saya dituntun syahadat. Tepat saat kedatangan Dokter Zakir Naik di Bekasi," ungkap pria bertato ini.

Sumber : bersamadakwah.net

 

8 Destinasi Keren yang Bisa Kamu Datangi Untuk Menyaksikan Supermoon di Akhir Bulan Ini!

8 Destinasi Keren yang Bisa Kamu Datangi Untuk Menyaksikan Supermoon di Akhir Bulan Ini!

10Berita, Supermoon trilogi datang lagi di akhir bulan ini. Supermoon terakhir dari 3 periode ini bakal datang di akhir Januari 2018, tepatnya pada tanggal 30 hingga 31 Januari. Seperti yang sudah diketahui, Supermoon pertama datang pada tanggal 3 Desember, lalu yang kedua datang pada tanggal 1 Januari yang lalu. Kini Supermoon pamungkas bakal datang akhir bulan ini. Masa sih kamu melewatkan lagi momen langka ini?

Kali ini Hipwee Travel nggak cuma kasih tahu info Supermoon doang, Gaes. Kita juga bakal kasih beberapa destinasi keren yang bisa kamu datangi untuk menyaksikan Supermoonakhir Januari nanti. Penasaran mana aja destinasinya? Yuk simak aja ulasan Hipwee Travel ya.

Dari Jogja, Gunung Api Purba Nglanggeran cocok banget buat menikmati Supermoonnanti. Trekking-nya juga nggak tinggi-tinggi amat kok…

nglanggeran via kanglintas.blogspot.co.id

Gunung Api Purba Nglanggeran berada di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Jogja. Buat kamu yang suka trekking cocok banget nih ke sana pas ada ‘hajatan astronomi’ Supermoon. Buat mencapai puncaknya cuma butuh waktu 1-1,5 jam saja kok. Sesampai di sana kamu bisa campingsembari menyaksikan Supermoon yang memanjakan mata dan kamera.

Bukit Kosakora di Gunungkidul juga menampilkan pemandangan indah yang begitu memanjakan mata. Ada bukit, pantai dan bintang yang sempurna. Cocok buat menyaksikan bulan yang indah

bukit kosakora via www.brobali.com

Advertisement

Tak jauh dari Pantai Drini, terdapat Bukit Kosakora yang sangat indah untuk menikmati malam dan juga matahari terbit. Tepat di bawahnya ada pula pantai kecil yang relatif sepi dan punya pemandangan indah. Mendaki bukit ini juga relatif mudah kok, sekitar 20 menit saja. Bukit Kosakora ini sering digunakan untuk camping dan berakhir pekan anak-anak muda. Untuk itu destinasi ini cocok banget buat menyaksikan Supermoon.

Buat kamu yang di Jakarta, Monas bisa jadi salah satu pilihan. Memotret bulan dengan landmark terkenal tentu jadi foto yang mengesankan

bulan di monas via www.wego.co.id

Monas adalah landmark paling terkenal di Indonesia. Buat kamu yang lagi di Jakarta, bisa banget lho hunting foto Supermoon di sana. Tentu dengan catatan langitnya sedang cerah alias nggak mendung ya. Selain di Monas, kamu bisa menyaksikan Supermoondengan lebih jelas dari gedung-gedung tinggi Jakarta.

Spot Riyadi menyajikan pemandangan Candi Prambanan dari atas. Jika Prambanan berpadu dengan Supermoon bakalan indah banget ya

prambanan dilihat dari spot riyadi via www.hipwee.com

Advertisement

Spot Riyadi adalah sebuah spot pemandangan di sebuah perbukitan di mana Candi Prambanan tampak dari atas. Jika malam hari suasana tampak syahdu ketika Candi Prambanan pun diterangi dengan cahaya yang sedikit temaram. Supermoon bakal tampak mempesona jika bersanding dengan Candi Prambanan.

Batu Malang yang mempunyai pemandangan malam yang sangat indah cocok sekali buat menyaksikan Supermoon

wisata paralayang kota batu via www.foody.id

Buat kamu yang berada di Malang, Kota Batu cocok banget buat menyaksikan Supermoondengan jelas. Betapa tidak, pemandangan kota Malang yang gemerlapan terlihat jelas dari Batu. Sembari main paralayang bisa juga sih. Hehehe.

Jika kebetulan kamu sedang berlibur ke Lombok, kamu bisa mengamatinya dari Pantai Senggigi atau Gili Trawangan

gili trawangan via joelsantos.net

Pantai-pantai di Lombok yang indah dan berlangit cerah sangat pas untuk menyaksikan fenomena langit ini. Tinggal cari pemandangan yang bagus, kamu bisa pilih Senggigi atau Gili Trawangan untuk memotret bulan Supermoon tersebut.

Kawah Ijen di Banyuwangi Jawa Timur jadi salah satu gunung yang mudah didaki dan punya pesona Blue Fire yang mengagumkan. Trekking malam ditemani Supermoon bakal seru banget ya

kawah ijen via www.geekytraveller.com

Buat pendaki gunung, mungkin kawah Ijen bukanlah gunung yang sulit untuk didaki. Tapi karena itulah kamu bisa memasukkan Ijen sebagai daftar tujuan kamu untuk menikmati Supermoon. Keren banget ‘kan bulan gede banget berpadu sama Blue Fire?

Hutan Pinus Pengger di Mangunan punya Rumah Indian yang instagramable dan cocok banget buat menikmati Supermoon. Yuk ke sana!

rumah indian via joelsantos.net

Pemandangan kota yang gemerlap dan berkelap kelip berpadu dengan Supermoonbakal keren banget nih. Cocok nih Rumah Indian di Mangunan, Bantul ini kamu datangi bersama pasangan!

Jadi, pertanyaannya sama siapa kamu bakal menikmati Supermoon nanti? Yuk kita hunting sama-sama.

Sumber : Hipwee

MAKJLEB! Mereka Bilang LGBT Ciptaan Tuhan, Mahfud MD: Tuhan Juga Menciptakan Iblis Dan Kita Harus Lawan

MAKJLEB! Mereka Bilang LGBT Ciptaan Tuhan, Mahfud MD: Tuhan Juga Menciptakan Iblis Dan Kita Harus Lawan


10Berita, Mantan Ketua Mahkamah Konstitus (MK) Prof. Mahfud MD mematahkan logika berfikir para pelaku LGBT yang mengklaim bahwa mereka adalah juga ciptaan tuhan, kenapa dimusuhi?

“Dalam sebuah forum mereka mengatakan bahwa itu orang homo, gay, lesbi kan ciptaan Tuhan. Kalau Tuhan mau kan mereka tidak LGBT katanya, kenapa harus dimusuhi. Lah sama, Tuhan juga menciptakan Iblis, tapi kita harus lawan Iblis,” tegas Prof Mahfud di acara Indonesia Lawyer Club tvOne, tadi malam, Selasa (23/1/2018).

Selengkapnya berikut Komentar Cerdas Mahfud MD Patahkan Argumen LGBT Harus Diterima Karena Ciptaan Tuhan..

[video]

Sumber : PORTAL ISLAM