OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 22 Februari 2018

Jejak Islam di Nigeria

Jejak Islam di Nigeria

Sebanyak 98 persen dari 11 juta jiwa penduduk Nigeria beragama Islam.

10Berita ,  JAKARTA -- Sebanyak 98 persen dari 11 juta jiwa penduduk Nigeria beragama Islam. Negeri ini terletak di wilayah Sahel Afrika bagian utara. Pertanian, termasuk peternakan, merupakan kegiatan ekonomi utama dari 85 persen populasi.

Masyarakat di sana berasal dari berbagai suku: Hausa terdiri dari 56 persen populasi, Zarma-Songhay 22 per sen, Fulani 8,5 persen, Tuareg (Ber ber) 8 persen, Fulbe 10 persen, Kanuri-Manga (Kanem-Bornu) 4,3 persen, dan Tubu, Arab, serta Gourman tche masing-masing kurang dari 1,2 persen.

Semua kelompok etnis ini telah memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Sudan barat. Hausa, Songhay, dan Kanuri meru pakan etnis paling awal dalam memeluk agama Islam melalui perluasan wilayah dan politik. Mereka banyak memperjuangkan pendirian madrasah lokal dengan semangat pembaruan dan kemodernan.

Fulbe dikenal banyak melahirkan tokoh intelektual Islam. Suku ini dan kelompok afiliasi mereka Tukolor (atau Torobe) paling terkenal dengan gerakan jihad reformis yang mereka lakukan di seluruh Afrika Barat pada awal hingga akhir abad ke 18.

Beberapa kelompok masyarakat Nigeria memiliki hubungan historis dengan komunitas Muslim kuno seperti Dyula, Soninke, dan Lamtuna Berber, yang melakukan perjalanan rute perdagangan Sahara- Sa helian dari abad ketujuh sampai ke sembilan.

Kontak pertama wilayah tersebut dengan Islam terjadi sekitar tahun 665 M ketika orang-orang Arab menaklukkan wilayah Berber di bawah komando Uqbah bin Nafi al Fihri. Dia dikenal telah mendirikan Qayrawa di tepi utara gurun Sahara dan kemudian melakukan perjalanan ke selatan.

Pada abad kedelapan, suku Iberkoryan, Berber telah diislamkan. Mereka mulai bergerak ke selatan. Kira-kira dua abad kemudian, perdagangan jarak jauh melalui negara Soninke di Ghana memperluas pengaruh Islam melalui Sudan barat.

Islam menyebar, terutama di kalangan elite. Ekspansi Mali mendorong gerakan ke arah timur komunitas Songhay. Pada abad kelima belas, komunitas ilmuan menyebar di seluruh Kanem dan Bornu. Saat ini, lebih dari 98 persen orang Hausa di Nigeria adalah Muslim.

Pada awal abad ke 16, tarekat Qadiriyah diperkenalkan di Katsina, Gao, dan Air. Meskipun Katsina sekarang terletak di Nigeria utara dan Gao di Mali timur, pengaruhnya sebagai pusat filsafat dan pendidikan Islam masih terasa. Seorang intelektual Islam dari Touat dikenal sebagai Al Majhili memperkenalkan ajaran Maliki selama periode ini.

Sekolah ini paling banyak diramaikan anak-anak setempat. Sampai pertengahan abad ke 19, Qadiriyah adalah satu-satunya tarekat di kalangan nomaden Nigeria, dan juga di antara komunitas tak menetap di Maradi, Dakaro, Tahoua dan Zinder.

Pada abad kesembilan belas, tarekat Tijaniyah menggantikan Qadiriyah. Dua musim kekeringan utama 1973-1974 dan 1984-1985 menyebabkan perpindahan penduduk yang signifikan, memaksa banyak kelompok nomaden untuk berlindung di kota-kota. Gerakan Islam di sana membangun hubungan dengan asosiasi Islam atau masyarakat di pusat kota.

Sumber : Republika.co.id

Ditanya Perlukah Periksa Puan Terkait E-KTP, INI Kata Setnov

Ditanya Perlukah Periksa Puan Terkait E-KTP, INI Kata Setnov


10Berita, Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto membenarkan Puan Maharani menjabat sebagai ketua Fraksi PDI-P saat proyek KTP elektronik dibahas di DPR.

"Iya, iya (Puan sebagai ketua Fraksi PDI-P)," kata terdakwa skandal korupsi KTP-el itu usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Selasa 20 Februari 2018.

Novanto kembali menjalani pemeriksaan di KPK untuk melengkapi berkas tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudirhadjo.

Novanto selanjutnya hanya mengangguk dan lebih banyak tersenyum saat ditanya apakah pemeriksaan Puan diperlukan dalam persidangannya.

Dalam persidangan perkara korupsi KTP-el dengan terdakwa Setya Novanto kemarin, terpidana Muhammad Nazaruddin yang dihadirkan sebagai saksi, menyebutkan semua ketua Fraksi di DPR menerima fee dari proyek KTP-el.

Menurut Nazaruddin besaran fee dari setiap ketua Fraksi tidak sama atau bervariasi. Kesaksian Nazaruddin ini tidak berbeda dengan jauh dengan isi dakwaan Irman dan Sugiharto, termasuk Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Dalam dakwaan ketiganya disebut jika proyek KTP-el dikuasai oleh tiga partai politik yakni PDI-P, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Tidak hanya itu, pada dakwaan itu juga disebut jika PDIP menerima Rp 80 miliar, Partai Golkar Rp 150 miliar dan Partai Demokrat Rp 150 miliar.

Saat proyek ini bergulir di DPR, Ketua Fraksi PDI-P saat itu dijabat oleh Puan Maharani, Partai Golkar dijabat Setya Novanto dan Ketua Fraksi Partai Demokrat dijabat oleh Anas Urbaningrum namun dipertengahan jalan digantikam oleh Jafar Hafsah.

Dalam perjalanan kasus ini, KPK sendiri belum pernah memeriksa Ketua Fraksi PDI-P Puan Maharani. Sedangkan, Setya Novanto, Anas Urbaningrum dan Jafar Hafsah sudah pernah masuk ruang penyidikan. Setya Novanto bahkan sudah jadi pesakitan dalam kasus korupsi yang merugikan uang negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

KPK sendiri tidak membantah telah mengantongi nama-nama yang diduga ikut kecipratan uang korupsi KTP-el. Termasuk nama ketua Fraksi yang disebut menerima fee dari proyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Bahkan, KPK mengakui kalau nama-nama penerima aliran uang haram dari proyek KTP-el ini juga sudah diuraikan dalam dakwaan Irman dan Sugiharto. Namun, KPK mengaku harus berhati-hati dalam menjerat pihak yang diduga ikut terlibat.

"Apakah orang-orang tersebut akhirnya menerima sejumlah uang atau sejumlah fasilitas hal itu tentu perlu pembuktian lebih lanjut, itulah yang sedang kita lakukan saat ini," kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, kemarin.

Sumber: PORTAL ISLAM

Mereka yang Dicintai Allah

Mereka yang Dicintai Allah

Ada 9 golongan yang berhak mendapat cinta dari Sang Khalik.

10Berita , JAKARTA -- Merasakan cinta tentu membuat setiap orang lebih bahagia. Terlebih, jika perasaan cinta itu berasal dari orang yang dikagumi.

Begitu besarnya efek cinta, membuat setiap orang ingin merasakannya. Namun, cinta nyatanya bukan hanya berasal dari makhluk, melainkan juga penciptanya, yakni Allah SWT.

Dalam Alquran, terdapat sembilan golongan yang berhak mendapatkan cinta dari Sang Khalik. Pertama, sebagai makhluk yang tidak luput dari kesalahan, sudah sepatutnya manusia selalu bertobat dan meminta ampun kepada Tuhan nya. Bukan hanya untuk mengikis tum pukan kesalahan dan dosa yang menggunung, melainkan juga untuk mendapatkan cinta dari sang pemilik hati.

Berikutnya, setiap orang yang menyukai kebersihan bukan hanya dapat mendatangkan banyak manfaat bagi dirinya, melainkan juga orang di sekitarnya. Allah SWT juga menjadikan Islam sebagai agama yang sangat peduli dengan kebersihan dan menyukai keindahan.

Dalam surah al-Baqarah ayat 22, Allah mengatakan dengan jelas tentang kecintaannya pada orang-orang yang senantiasa bertobat (at-tawwabin) dan orang yang menyukai kebersihan (mutathahhirin), yang berbunyi: "Sesungguhnya Allah mencintai orangorang bertobat dan menyukai orangorang yang menyucikan diri'.

Ketiga, berlaku adil, bukanlah hal yang mudah dilakukan, maka Allah sa ngat mengapresiasi makhluknya yang mampu bersifat adil. Dalam surah al- Maidah ayat 42, Allah SWT secara jelas mengungkapkan kecintaannya kepada orang-orang yang mampu memutuskan suatu perkara dengan adil dan mampu menghargai orang lain. Dalam firmannya, Allah berkata, "Dan jika kamu me mutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil. Sesungghunya Allah me nyukai orang-orang yang adil."

Selain adil, Allah SWT juga menyukai orang-orang yang bertakwa dan senantiasa menjalani segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Seperti yang tertulis dalam surah Ali Imran ayat 76, yang artinya "(Bukan demikian) sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)-nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."

Terbiasa berprilaku baik, dengan senantiasa memaafkan dan tidak me nanamkan sifat dengki tentu akan membuahkan rasa cinta dari orang-orang sekitar, begitu juga rasa cinta dari sang pencipta. Dalam ajaran Islam, Allah SWT selalu menanamkan kepada makhluknya untuk senantiasa menebar kebaikan di muka bumi. Tak hanya untuk sesama Muslim, tapi juga seluruh manusia. Da lam Alquran, Allah juga menjanjikan cinta kepada siapa saja yang mampu berbuat baik kepada sesama.

"(Yaitu) orang-orang yang menafkah kan (hartanya), baik di waktu lapang mau pun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan," (Ali Imran: 134).

Penjelasan tentang kriteria orangorang yang berhak mendapatkan cinta dari penciptanya juga diterangkan di ayatayat selanjutnya dalam surah Ali Imran, seperti dalam ayat 159 tentang kecintaan Allah pada orang-orang yang senantiasa bertawakal. Dan dalam ayat 146 tentang kecintaan Allah pada orang-orang yang senantiasa bersabar pada segala ma salah dan ujian kehidupan. Serta kecintaan Allah pada orang-orang yang menjadikan kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dan suri teladan dalam kehidupannya.

Sumber : Republika.co.id

Rabu, 21 Februari 2018

Kabareskrim: Minta Maaf, Polisi Terburu-buru Sebut Pelaku Orang Gila

Kabareskrim: Minta Maaf, Polisi Terburu-buru Sebut Pelaku Orang Gila

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com

10Berita – Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto meminta maaf atas keterangan kepolisian yang terlalu terburu-buru menyimpulkan pelaku penyerangan sejumlah pemuka agama adalah orang gila.

Ia menjelaskan, beberapa polisi terbawa oleh istilah awam, dimana penyebutan orang gila hanya berdasar karena tampilan fisik sepintas atau gejala-gejala sederhana tidak wajar.

“Polisi bilangnya gitu, tapi suasananya nggak pas. Menjawab seperti itu tidak memuaskan perkembangan situasi yang ada,” ujarnya saat berdiskusi dengan Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (21/02/2018).

Ari Dono menyebut, permasalahannya banyak polisi yang belum tentu tahu perkembangan situasi.

“Apakah polisinya nonton televisi, belum tentu,” katanya.

Ia mencontohkan, suatu ketika ada polisi di depan rumahnya yang ketika diajak bicara tidak mengenal Ari Dono sebagai Kabareskrim.

“Saya minta maaf atas nama institusi kami kalau terlalu cepat bilang seperti itu (pelaku orang gila),” pungkasnya.*

Sumber :Hidayatullah.com 

Mantap, Pasca Dipanggil Polisi, Asyari Usman Justru Mendapat Penghargaan Jurnalis Inspiratif

Mantap, Pasca Dipanggil Polisi, Asyari Usman Justru Mendapat Penghargaan Jurnalis Inspiratif

Wartawan senior Asyari Usman mendapat award (penghargaan) sebagai “Jurnalis Inspiratif” dari Forum Jurnalis Muslim (Forjim) yang menyelenggarakan Mukernas Pertama di Mataram, Lombok, NTB. Award itu diserahkan oleh ketua Forjim, Dudy Sya’bani Takdir, disaksikan oleh Gubernur NTB, Dr Zainul Majdi, yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), Selasa (20/2/2018).

10Berita, Mukernas Forjim sendiri dibuka oleh Gubernur NTB, dan akan berlangsung dari 20-22 Februari 2018.

Ketua Forjim, Dudy Sya’bani, mengatakan penghargaan diberikan kepada Asyari karena tulisan-tulisannya yang selalu berisi kritik sosial dan politik, dinilai telah memberikan inspirasi dan semangat kepada para wartawan muda muslim di Indonesia.

Wartawan senior yang selalu dipanggil Bang Asyari itu mengatakan, dia berharap agar para wartawan muda terus membina dan meningkatkan kapasitas mereka dalam rangka berkontribusi menyampaikan kritik sosial-politik.

Sumber : b-islam24h.com

 

Dibalik Musim Orang Gila, Ada Upaya Pantau Ceramah dan Da’wah

Dibalik Musim Orang Gila, Ada Upaya Pantau Ceramah dan Da’wah

10Berita  – Fenomena orang gila merusak tempat ibadah dan menyerang tokoh agama belakangan ini, membuat masyarakat khawatir dan resah. Apalagi, penyerangan tersebut di beberapa tempat memilki pola yang sama. Sehingga sentimen masyarakat melihat kasus ini terus berkembang, tidak sedikit yang mengaitkan dengan isu politik.

Menanggapi hal itu, Ismail Yusanto mengaku sebenarnya dirinya tidak tahu apa yang terjadi dibalik fenomena penyerangan pemuka agama oleh orang yang diduga gila tersebut. Namun, menurutnya banyak sentimen yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Di antaranya supaya aparat punya alasan untuk mengawasi Masjid dan Pesantren dengan alasan menjaga ulama kiai, ustaz.

“Padahal, maksud sesungguhnya adalah untuk memonitor ceramah atau dakwah yang terkait pilkada,” ujar Ismail, saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (21/2).

Sementara Koordinator Indonesia Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B Nahrawardaya menyampaikan, tanpa ada yang menggerakkan, maka sangat tidak mungkin orang-orang gila bisa berkoordinasi seperti itu. Karena kasus-kasus yang terjadi memiliki pola yang sama, korban pun sama, dan pelaku juga demikian memiliki karakter sama, yaitu dianggap sakit jiwa.

Mustofa berpendapat ada ghost protocol yang sedang berjalan dalam kasus fenomena orang gila aniaya pemuka agama ini.

“Kemungkinan ada yang memberlakukan ghost protokol alias SOP liar. Tidak tersentuh aktor intelektualnya atau dalangnya. Bisa dirasakan ada dalangnya, tapi tak mudah menemukan posisi dan identitasnya,” ungkap Mustofa.

Memang dalang dibalik strategis ghost protocol belum dapat diketahui meski bisa dirasakan keberadaannya. Dalam kasus kegilaan di Indonesia ini, kata dia, si aktor intelektualnya atau dalang ingin memberi pesan pada para musuhnya.

Pesannya, Mustofa menduga, agar tidak melakukan tindakan yang merugikan si dalang. Yakni dengan cara mengirim orang gila.

“Sebagian yang dikirim berhasil memberi pesan luka, bahkan nyawa. Sebagian lagi gagal adanya,” keluh Mustofa. (Rol)

Sumber : Eramuslim 

MANTAP! Kibarkan Bendera Tauhid, Gus Nur: Siapa yang BERANI Bilang Saya Radikal?!

MANTAP! Kibarkan Bendera Tauhid, Gus Nur: Siapa yang BERANI Bilang Saya Radikal?!

BANDARpost, Ulama Kharismatik Gus Nur menjadi salah satu pembicara dalam acara Tabligh Akbar Umat Islam Solo Raya  di lapangan Kotabarat Solo, Ahad, 18 Februari 2018.

Saat menyampaikan ceramahnya, Gus Nur membawa bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid "Laa Ilaaha Illallah Muhammad Ar Rasulullah".

"Di media sosial ada anak kecil memegang bendera tauhid seperti ini tiba-tiba dibawahnya banyak sekali orang komentar kasian yah kecil-kecil sudah diajari radikal sudah diajari bendera aliran keras. Saudaraku, ini saya pegang bendera tauhid, siapa yang berani bilang saya radikal" tantang Gus Nur dihadapan para peserta Tabligh Akbar.

Dengan suara lantang Gus Nur menegaskan bahwa dirinya orang Islam, bukan NU bukan Muhammadiyah dan siap berhadapan dengan PKI.

Gus Nur menyindir sebagian umat Islam yang alergi dengan simbol-simbol Islam, bahkan melakukan membully para Ulama. Di sisi lain diam ketika ada pelaku kejahatan diluar Islam.

"Koruptor 35 Triliun Honggo Wendratno yang kabur keluar negeri, namun kamu diam" ujar Gus Nur.

Nama Gus Nur mulai populer di dunia maya sejak ada Aksi Bela Islam 212, dalam ceramah-ceramahnya Gus Nur memperlihatkan keberpihakan kepada para Ulama dan kerap kali melontarkan kritikan kepada pihak yang dianggap memusuhi Ulama.

Berikut ini video lengkap ceramah Gus Nur dalam acara Tabligh Akbar Umat Islam Solo Raya.

Sumber : PORTAL ISLAM

Akan Ada Aksi Jika MA Kabulkan PK yang Diajukan Ahok’

‘Akan Ada Aksi Jika MA Kabulkan PK yang Diajukan Ahok’

10Berita , JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menduga bakal ada gelaran aksi dari berbagai ormas Islam apabila Mahkamah Agung mengabulkan pengajuan peninjauan kembali oleh Basuki Tjahaja Purnama.

Aksi demo itu, menurut Din buntut dari rasa tidak puas masyarakat terhadap MA dalam menyikapi kasus Ahok yang terjerat pidana penistaan agama.”Aksi dan reaksi itu pasti ada,” ucap Din di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Rabu (21/2), dikutip CNN Indonesia.

Din menjelaskan, setiap anggota masyarakat berhak merasa tidak puas dan itu adalah hal yang menurutnya sah.

Masyarakat berhak pula menunjukkan rasa tidak puas terhadap hasil persidangan dengan menghelat suatu aksi. Meski begitu, Din enggan menduga-duga aksi seperti apa yang akan muncul.

Din juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang bakal menggugat putusan MA jika mengabulkan peninjauan kembali yang diajukan Ahok.”Kalangan yang merasa tidak puas bisa saja menggugat lagi,” katanya.

Di sisi yang lain, Din menyampaikan bahwa Ahok pun berhak mengajukan peninjauan kembali. Hak itu melekat kepada setiap orang, termasuk Ahok. Tidak ada yang dapat menghalang-halangi.

Din lalu menegaskan bahwa dirinya tidak akan berada di balik ormas yang diduga bakal merasa tidak puas. Pula, tidak mendukung Ahok untuk bebas dari hukumannya.

Dia menyerahkan semuanya kepada proses hukum yang berjalan.”Jadi Ahok sekarang punya hak mengajukan PK, nanti pihak yang tidak puas juga mengajukan PK, kita serahkan,” tuturnya.

Langkah Ahok mengajukan peninjauan kembali kasus hukumnya telah dibenarkan oleh Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Abdullah.

Abdullah mengatakan, peninjauan kembali atas putusan PN Jakarta Utara yang telah berkekuatan hukum tetap, diajukan pada 2 Februari lalu.

Sidang perdana pemeriksaan permohonan peninjauan kembali akan dilaksanakan pada 26 Februari mendatang di PN Jakarta Utara. “Ketua PN Jakarta Utara telah mengeluarkan penetapan penunjukan hakim yang memeriksa permohonan atau alat bukti untuk mengajukan upaya hukum PK,” ujar Abdullah.

Sumber : Ngelmu.co

KSPI: Jokowi Kejar Target Infrastruktur Demi Pilpres 2019

KSPI: Jokowi Kejar Target Infrastruktur Demi Pilpres 2019


10Berita, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menduga Pemerintahan Jokowi hanya bertekad menyelesaikan pembangunan infastruktur secepat mungkin demi meraih citra yang baik di mata masyarakat jelang Pilpres 2019. Akibatnya, keselamatan pekerja proyek menjadi terabaikan.

Said mengutarakan tersebut menanggapi insiden jatuhnya cetakan beton pada salah satu tiang Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang mengakibatkan sejumlah pekerja proyek terluka.

"Saya menduga pembangunan infrastruktur Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla hanya kejar target pencitraan 2019, sehingga mengabaikan keselamatan dan keamanan," kata Said melalui siaran pers, Selasa (20/2/2018), seperti dilansir CNNIndonesia.

Merujuk dari catatan KSPI, Said mengatakan telah ada sembilan kecelakaan kerja sejak akhir 2017 hingga awal 2018. Sayangnya tidak ada tindakan konkret yang tegas dari pemerintah terhadap pengembang proyek agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Said mengaku cemas akan terjadi peristiwa yang lebih buruk apabila infrastruktur selesai dibangun dan mulai digunakan masyarakat. Kecemasan Said itu lahir dari anggapan bahwa pengerjaan pembangunan infrastruktur hanya dilakukan asal cepat selesai atau mengabaikan kualitas serta keselamatan pekerja.

"Belum dipakai saja sudah ambruk, bagaimana jika sudah jadi dan digunakan banyak orang?" tutur Said.

Said lalu meminta pemerintah menghentikan seluruh pembangunan infrastruktur dan melakukan audit investigatif.

Said, atas nama KSPI, juga mendesak DPR agar membentuk panitia kerja khusus untuk memeriksa pembangunan infrastruktur yang telah memakan korban luka maupun korban jiwa.

Kedua hal itu dinilai perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Kaum buruh mengingatkan, jangan gara-gara pencitraan untuk 2019 yang seolah-olah mengejar target pembangunan infrastruktur mengorbankan nyawa buruh," katanya.

[video - Daftar Kecelakaan Kerja Infrastruktur di Era Presiden Jokowi]

Sumber :Portal Islam 

PECAHHH!!! Tembus 500 RIBU Komentar Akun Instagram Jokowi, Dahsyatnya "Anies Effect"

PECAHHH!!! Tembus 500 RIBU Komentar Akun Instagram Jokowi, Dahsyatnya "Anies Effect"


10Berita, Akun resmi Instagram Presiden Joko Widodo (@jokowi) akhirnya tembus 500 ribu komentar pasca insiden "pendzoliman" terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dihadang Paspampres tidak diperkenankan turut ke podium saat penyerahan trofi juara Piala Presiden 2018 kepada Persija Jakarta di GBK, Sabtu (17/2/2018), pekan kemarin.

Postingan Presiden Jokowi terkait Piala Presiden di akun instagramnya sampai sore ini, Rabu (21/2/2018), pukul 15.38 WIB sudah mencapai 504.945 komentar. SETENGAH JUTA LEBIH!!!


Walau kabarnya ada komentar-komentar yang dihapusi, tapi semangat netizen tak terbendung untuk memecahkan REKOR 500 RIBU KOMENTAR.

"Pak udah 500k lebih, dapat sepeda gak? 🙄🙄," komen akun @ailovyaalindi.

Walau ketua panitia Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait sudah minta maaf pada "Gubernur Indonesia", tapi warganet tetap membanjiri komentar di akun IG Jokowi.

Komentar-komentar warganet di akun instagram Presiden Jokowi ini dipenuhi ucapan selamat untuk Anies Baswedan.

Hal ini tak lain karena "a blessing in disguise" alias berkah tersembunyi akibat perlakuan pendzoliman terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Bahkan Anies didoakan menjadi Presiden Indonesia.

"Selamat pagi gubernur Indonesia dan calon Presiden Indonesia bapak @aniesbaswedan,"ucap akun @mrholmes_221 di kolom komentar IG Presiden Jokowi.

Selain banjir ucapan selamat untuk Anies, komen IG ini juga banjir bully untuk Presiden Jokowi.

"Lebih baik bapak mundur," komen akun @puisi_cintaa9.

Apakah serbuan warganet ini akan tercatat dalam sejarah berhasil menjungkirkan Presiden?

"Apakah ini bakal jadi sejarah baru komen medos menjungkirkan presiden ??" ujar akun @widhi_bs.

KITA LIHAT DI 2019.

Link: https://www.instagram.com/p/BfUaeoSALNx/?hl=en&taken-by=jokowi

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on Feb 17, 2018 at 5:05pm PST


Sumber : PORTAL ISLAM