OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 23 Februari 2018

Meluangkan Waktu Sejenak di Masjid Kinabalu

Meluangkan Waktu Sejenak di Masjid Kinabalu

Di masjid ini Anda akan melihat kemegahan akulturasi budaya.

10Berita , JAKARTA -- Memasuki bagian dalam Masjid Kinabalu, jamaah akan terlebih dahulu melewati sebuah ruang terbuka. Pada bagian atasnya terdapat semacam kaca patri yang memungkinkan cahaya matahari masuk. Kaca ini memiliki motif bintang segi delapan yang dibuat sama dengan bagian lantai di bawahnya.

Setelah itu, jamaah akan bisa melihat sebuah ruangan yang begitu lapang. Terlihat menjadi lapang karena bangunan ini dikemas dengan sangat tinggi lalu tak terlihat tiang atau pilar yang berada di bagian tengah.

Tiang pilar berukuran 1,5 lingkaran tangan orang dewasa itu ditempatkan pada bagian agak ke pinggir. Inilah yang membuat ruang tempat ibadah ini menjadi terlihat begitu lapang dan luas.

Untuk mimbar, masjid itu terlihat mendapatkan pengaruh dari gaya arsitektur Turki. Dalam hal ini mimbarnya dibuat dengan anak tangga, namun posisinya tidak terlalu masuk ke posisi barisan tempat shalat jamaah.

Bagian dalam Masjid Kinabalu


Anak tangga yang terbuat dari material kayu itu sebagai jalan menuju mimbar yang ditempatkan seperti dalam posisi menggantung. Bentuk dari mimbar penceramah ini berupa balkon kecil yang hanya bisa diisi oleh satu orang dewasa saja. Posisi yang menggantung itu membuatnya menjadi bisa terlihat ketika ruang ibadah itu terisi penuh hingga 12 ribu jamaah.

Untuk posisi mimbar tersebut, ternyata tidak langsung menyatu dengan bagian mihrab. Posisinya berada di sisi sebelah kanan atau sisi utara dari bagian mihrab. Sedangkan, bagian mihrab dikemas secara apik.

Bagian dalam Masjid Kinabalu


Pada bagian ini ditandai dengan permainan motif garis simetris yang menghiasi dua tembok besar. Warna motif itu dihadirkan secara lembut, berselaras dengan warna putih pada bagian tembok interior masjid. Di antara dua tembok bermotif itulah terdapat ruang bagi imam memimpin shalat. Pada bagian ini ditandai dengan hadirnya cekungan dengan dihiasi motif garis di sekitarnya.

Nah, jika Anda berksempatan melancong ke Sabah maka luangkanlah waktu sejenak untuk menyambangi Masjid  Kota Kinabalu ini. Dari kota, hanya membutuhkan waktu tempuh tak sampai 15 menit saja. Di sinilah Anda akan bisa melihat sebuah bentuk akulturasi budaya yang dicerminkan lewat megahnya bangunan sebuah masjid.

Sumber :Republika.co.id 

‘Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Baru Tahun 2019’

‘Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Baru Tahun 2019’

"Harga bahan pokok yang melonjak, tarif listrik tinggi, adanya kriminalisasi, penegakan hukum yang tidak adil dan ancaman orang gila dan isu PKI kepada para ulama menjadi penilaian masyarakat."

Abdus Syakur/Hidayatullah.com

Sebuah media asing meliput suasana pencoblosan pada Pilpres 2014 di Jakarta.

10Berita – Ketua Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian mengungkapkan, berdasarkan survei internal dan beberapa lembaga survei, menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia ingin Presiden RI baru pada Pilpres 2019.

“Berdasarkan hasil survei internal dan berbagai hasil lembaga survei menunjukan mayoritas masyarakat Indonesia ingin Presiden RI baru pada 2019,” kata politisi muda PKS ini kepada hidayatullah.com dalam rilisnya kemarin.

Alumnus Ilmu Politik Universitas Indonesia ini menerangkan, masyarakat Indonesia memandang pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tidak berhasil meningkatkan kesejahteraan dan rasa aman bagi masyarakat.

Baca: TGB Maju Pilpres 2019? Ini Jawaban Dia


“Masyarakat menilai hingga tahun keempat pemerintahan Jokowi gagal mengentaskan kemiskinan, darurat gizi buruk, mengurangi lapangan pekerjaan, menaikkan daya beli masyarakat, dan menegakkan hukum bagi semua,” terangnya.

Bagi masyarakat bawah, menurut Pipin, yang sangat dirasakan adalah persoalan ekonomi dan penegakan hukum yang semakin terpuruk.

“Harga bahan pokok yang melonjak, tarif listrik tinggi, adanya kriminalisasi, penegakan hukum yang tidak adil dan ancaman orang gila dan isu PKI kepada para ulama menjadi penilaian masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Pipin pandangan masyarakat ini akan menjadi pertimbangan PKS dalam menentukan arah koalisi pada Pilpres 2019.

“Tentu aspirasi dari masyarakat, simpatisan, ulama, tokoh, dan kader akan menjadi pertimbangan PKS dalam menentukan mitra koalisi dan pasangan capres pada Pilpres 2019,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang ingin pergantian kepemimpinan Indonesia pada 2019, kata Pipin, PKS menawarkan calon presiden hasil dari keputusan Majelis Syuro PKS.

“PKS menawarkan 9 calon presiden yang kapasitas dan integritasnya sudah teruji dan memiliki basis massa,” ujarnya.

Bakal calon presiden dari PKS itu antara lain, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan; Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid; mantan Presiden PKS, Anis Matta; Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno; Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman; Ketua Majelis Syuro PKS/Mantan Mensos, Habib Salim Segaf Al Jufrie; mantan Presiden PKS/mantan Menkominfo, Tifatul Sembiring; Pimpinan Fraksi PKS MPR RI, Almuzammil Yusuf; dan Wakil Ketua Komisi ll DPR RI, Mardani Ali Sera.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sumber :Hidayatullah.com 

Mata Novel

Mata Novel

zulkarnain/hidayatullah.com

10Berita, Sorot kedua mata penyidik senior KPK, Novel Baswedan, setibanya di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/02/2018) siang.

TANGGAL 11 April 2017 menjadi peristiwa tak terlupakan bagi Novel Baswedan dan para pegiat antikorupsi.

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini diteror dengan siraman air keras, usai ia shalat subuh di masjid dekat rumahnya,  kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kedua matanya jadi sasaran. Sempat dirawat di Jakarta, Novel pun diterbangkan ke Singapura untuk perawatan lanjutan. Mata kirinya dioperasi, penambahan selaput. Mata kirinya belum bisa melihat sama sekali. Sedang mata kanannya dibantu oleh hard lens untuk melihat.

Meski begitu, Novel memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Ia pun menginjakkan kaki kembali ke Jakarta, tepatnya ke kantor tempatnya berjuang selama ini, KPK, kemarin.

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, di halaman Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/02/2018) siang, setibanya dari Singapura. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Kamis (23/02/2018), sorot mata Novel tampak tajam. Fotografer hidayatullah.comZulkarnain, mengabadikannya saat Novel tiba di halaman Gedung KPK, siang hari, disambut para pimpinan KPK, pegawai, para pegiat dan elemen pergerakan antikorupsi.

Meski matanya tak lagi normal, tapi sorot pandangnya tampaknya masih tajam untuk menyelisik kasus-kasus korupsi. Novel pulang ingin kembali berjuang.

Novel Baswedan (kiri) dan mantan Ketua KPK Abraham Samad di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/02/2018), setibanya Novel dari Singapura. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Di Jakarta, Novel menggelorakan semangatnya, melawan teror yang menghantamnya. Sorot mata Novel menggambarkan, teror terhadapnya gagal membungkamnya.

Ia mengatakan, apa yang dialaminya sekarang diharapkan menjadi penyemangat dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Novel Baswedan (bercelana cingkrang) dan Wakil Ketua KPK Laode Syarif (pegang mikrofon), di halaman Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/02/2018) setibanya Novel dari Singapura. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

“Bagi saya, yang terjadi pada diri saya dan penyerangan terhadap diri saya, hal ini bukan menjadikan kelemahan tetapi hal ini dijadikan sebagai penyemangat bagi diri saya,” tambah pria berjanggut lebat ini dalam sambutannya, ia tampil dengan baju putih dibalut jas hitam dan bercelana cingkrang.

Novel Baswedan di halaman Gedung  KPK, Jakarta, Kamis (23/02/2018), mengusung poster desakan agar Presiden Jokowi membentuk TGPF kasus penyerangannya. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Hampir setahun berlalu, kasus itu belum diungkap tuntas oleh kepolisian. Presiden Joko Widodo didesak membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan Novel.*

Pendukung Novel Baswedan di halaman Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/02/2018) menyambut Novel dari Singapura. [Foto: Zulkarnain/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sumber :Hidayatullah.com 

Sederhana Tapi Ngena.. Zeng Wei Jian Ungkap Langkah Keren Cagub Jateng Sudirman Said Muliakan Petani

Sederhana Tapi Ngena.. Zeng Wei Jian Ungkap Langkah Keren Cagub Jateng Sudirman Said Muliakan Petani


10Berita, Di Slatri Brebes, Pak Dirman bertemu dengan para petani. Mereka ngeluh soal Kartu Tani.

Hal senada terjadi di acara dialog Pak Dirman dengan Kelompok Tani Desa Jipang, Cepu, Blora, Jateng, Senin 19 Februari 2018.

Pak Dirman mengatakan, “Suara petani di mana-mana sama. Kartu Tani bukannya memudahkan malah menyulitkan petani".

“Sejak roadshow seantero Jateng, mulai Sragen, Banyumas, Rembang, Brebes, sampe Temanggung, bahkan di pertemuan tokoh lintas agama, selalu ada yang ngeluh soal kartu tani,” sambung Pak Dirman.

Konsep dan niat Kartu Tani sebenarnya baik. Problematik di-implementasi. Ruwet. Harus ditata ulang. Prinsipnya harus sederhana dan memudahkan petani.

Di lapangan, eksekusi Kartu Tani kurang persiapan dan sosialisasi. Kedodoran. Spiritnya ingin pacu transaksi non tunai. Tapi petani belum siap. Antri panjang. Bingung ketika diminta bikin nomor PIN. Baru beres soal PIN, ga lama lupa lagi. Beli pupuk jadi susah. Ndoro Ganjar ngga sanggup eliminasi mafia pupuk. Jatah pupuk digeneralisasi. Sering ngga sesuai dengan kontur tanah. Syaratnya pun meminggirkan buruh tani dan petani penggarap hutan.

Kepada para Kades dan pimpinan Gapoktan, Pak Dirman menyatakan akan memperbaiki tata cara pelaksanaan Kartu Tani. Sehingga memudahkan sekaligus menguntungkan para petani. Saatnya para petani dimuliakan.

“Jika saya terpilih jadi Gubernur, kita akan revisi total cara pelaksanaanya. Prinsip sederhana dan memudahkan harus diterapkan. Kartu Tani harus bisa memudahkan hidup petani yang sudah sulit, bukannya menambah kesulitan,” kata Pak Dirman.

Perbaikan pelaksanaan Kartu Tani merupakan salah satu program Sudirman-Ida, sebagai turunan dari misi memuliakan petani. Saya kira, Paslon Sudirman-Ida patut didukung. Mereka lebih "marhaenis" dibanding 100 borjuis bangkrut yang mengaku "kiri".

Sebagai penutup, Pak Dirman menyatakan, "Kita akan ganti Kartu Tani dengan 'Program Petani Mandiri', yang lebih memudahkan dan membantu para Petani, pahlawan kedaulatan pangan".

THE END

Penulis: Zeng Wei Jian

Sumber : PORTAL ISLAM

PDIP Kembali Calonkan Jokowi di Pilpres 2019

PDIP Kembali Calonkan Jokowi di Pilpres 2019


10Berita, JAKARTA — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi kembali mencalonkan Joko Widodo (Jokowi) dalam sebagai calon presiden (capres) dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Pencalonan ini diputuskan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP di Bali, Jumat (23/2) hari ini.

Pengumuman ini pertama kali disampaikan oleh politikus senior PDIP, Pramono Anung. Dalam akun Twitter-nya, PDIP memtuskan pencalonan Jokowi.

“Dalam Rakernas III hari ini @PDI_Perjuangan memutuskan pencalonan @jokowi menjadi calon Presiden utk tahun 2019-2024, Bismillah Menang dan mendapatkan dukungan seluruh rakyat Indonesia #Bant3ngPilihJokowi #T3tapJokowi,” tulisnya dalam akun @pramonoanung.

Presiden Joko Widodo (kiri) disambut oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (kanan) dan Panitia Pengarah Rakernas PDIP Prananda Prabowo dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, Jumat (23/2).
Rakernas III PDI-P digelar di Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar Bali. Pengumuman Jokowi sebagai capres dilakukan dalam pembukaan, yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum partai berlambang banteng tersebut, Megawati Soekarno Putri.

Sebelumnya, banyak prediksi yang memastikan Jokowi akan kembali maju dalam Pilpres 2019. Namun, tak sedikit yang juga kemudian bertanya-tanya siapa yang akan mendampingi dirinya menjadi kandidat calon wakil presiden. []

Sumber : Republika.co.id

Orang Gila Teror Ulama, Peran Lembaga Intelijen Dipertanyakan

Orang Gila Teror Ulama, Peran Lembaga Intelijen Dipertanyakan

10Berita , Jakarta – Sekretaris Jenderal Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) Djudju Purwantoro menilai fenomena pidana pembunuhan dan intimidasi kepada ulama dan ustadz yang akhir-akhir ini kembali terjadi merupakan peristiwa hukum serius bagi umat muslim.

Djudju melihat ada upaya kriminalisasi dan intimidasi yang terstruktur dan masif kepada umat Islam. Hal itu dilakukan oleh suatu kekuatan yang belum jelas, bahkan tidak diperjelas oleh pihak berwajib ataupun penguasa.

“Rangkaian peristiwa pembunuhan dan upaya kriminalisasi kepada para ulama dan ustadz kok seperti ada skenario dan ada sutradaranya saja,” ungkap Djuju melalui rilisnya, Jumat (23/02/2018).

Menurutnya, peristiwa tersebut seperti efek domino, tersebar dari satu daerah ke daerah lain utamanya di wilayah Jabar. Sementara, tidak tampak sedikitpun adanya peringatan dini terutama dari aparat keamanan atau lembaga intelijen di negeri ini, dalam upaya antisipasi atas tindak pidana kriminal yang menyasar elemen umat Islam.

Secara hukum, Djuju melihat fenomena itu sebagai hal yang aneh dan diluar prosedur (due process of law). Keanehan yang dimaksud adalah para pelaku yang tertangkap langsung saja dituduh sebagai orang gila, walaupun belum dilakukan pemeriksaan secara medis dengan teliti dan detail.

“Apakah kalau memang benar orang gila, kok mereka bisa memilih atau menyasar korbannya hanya kepada ulama atau ustadz. Secara kasat mata seperti ada pembiaran dan diskriminasi atas kasus tersebut,” ungkapnya.

Ia mempertanyakan peran lembaga inteligen dalam situasi saat ini. Badan intelijen dinilainya tidak memiliki indera kekritisan dalam menghadapi musibah yang jelas-jelas menimpa para ulama dan ustadz pemeluk agama mayoritas negeri ini.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Sumber : Kiblat.

Mantan Kepala BIN : Teror kepada Ulama Ada Kaitannya dengan Tahun Politik 2018

Mantan Kepala BIN : Teror kepada Ulama Ada Kaitannya dengan Tahun Politik 2018


10Berita, Penyerangan orang gila menyasar ulama dan tokoh agama terjadi berulang kali. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso tidak menyanggah keterkaitan teror tersebut dengan tahun politik di 2018.

“Ya, sudah pasti lah. Aksi itu kan ada tujuannya,” kata pria yang akrab disapa Bang Yos ini dalam sebuah perbincangan, Kamis (22/2).

Mantan Gubernur Jakarta 2 periode ini mengatakan peristiwa berulang yang terjadi ini tak dapat dipercaya begitu saja. Menurutnya, orang gila yang ditangkap atas kasus penyerangan tersebut harus dibuktikan secara pasti soal kondisi mentalnya.

“Peristiwa berulang ini tak menutup kemungkinan adanya operator di belakang kasus-kasus yang sudah terjadi di beberapa daerah,” ujar Bang Yos.

“Berulang kali terjadi kan? Masak kita tetap percaya saja. Kalau orang gila itu kan bisa diperiksa secara medis. Dan itu jadi bagian penting itu, memastikan dia gila betulan atau tidak. Karena berulangkali pasti itu ada operatornya,” tuturnya.

“Artinya bisa seperti itu. Itu semua kan perlu pembuktian. Dan aparat, semuanya seperti di intelijen ada operasi penyelidikan. Itu kan bisa dilacak,” sambung Bang Yos.

Soal pihak yang diuntungkan dari kasus-kasus ini, Bang Yos mengatakan hal itu mesti diurai dalam sebuah operasi. Tindakan teror seperti ini menurutnya ialah untuk menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Sebelumnya tokoh intelejen 3 zaman, Soeripto juga mengatakan bahwa orang gila dapat dioperasikan untuk menyerang target tertentu. []

Sumber :eramuslim

Tangis Haru Istri Juru Parkir, Saat Tau Suaminya Niat Donorkan Mata Untuk Novel

Tangis Haru Istri Juru Parkir, Saat Tau Suaminya Niat Donorkan Mata Untuk Novel

10Berita, Kusuma Hartanto (50) yang bekerja sebagai juru parkir di Jalan RE Martadinata, Kota Sukabumi ini berniat ingin mendonorkan matanya untuk penyidik KPK Novel Baswedan. Ia menyampaikan niatnya itu ke Selvi Sagita, sang istri.

“Awalnya istri belum tahu dengan niat saya, dia baru mengetahui setelah ramai di media sosial. Baru tadi malam saya sampaikan setelah istri tanya kata dia apa-apaan abah masa mau donorin mata. Saya jawab saya ikhlas, saya ridho dan berharap jadi amalan baik. Istri saya lalu nangis setelah mendengar penjelasan itu,” ujar pria yang akrab disapa Sanchoz kepada detikcom, Jumat (23/2/2018).

Sanchoz juga berniat untuk mendatangi ibunda dan memohon restu. Ia yakin ibunya akan mendukung apapun yang dilakukannya asalkan sebuah kebaikan.

“Dulu saat saya akan masuk Islam saya minta restu dulu, kebetulan saya lahir dari keluarga pemeluk Kristen Katolik. Respons dari ibu saat itu mendukung selama itu baik untuk saya. Sekarang saya mau menyampaikan niat saya untuk mendonorkan mata Insya Allah beliau mendukung,” lanjutnya.

Pria bernama lengkap Franciscus Xaverius Kusuma Hartanto itu memang mualaf sejak tahun 1996. Sejak menjadi seorang muslim, ia tidak pernah meninggalkan salat.

“Ketika dulu saya mantap menjadi muslim, sudah menjadi tuntutan menjalankan kewajiban yang tergaris dalam Al Quran. Niat saya mendonorkan mata juga berawal dari sentuhan, seolah ada keinginan kuat yang mendorong saya untuk berbuat,” imbuhnya.

Ia menyatakan orang seperti Novel Bawesdan diperlukan di negeri ini. “Tugas Pak Novel Baswedan sebagai pejuang anti korupsi membutuhkan dukungan dan saya langsung tergerak untuk memberikan mata kiri saya. Saya berharap KPK tetap powerfull dengan keberadaan beliau,” tandas dia. []

Sumber : detik, Dakwah Media

Apa Obat Kecewa?

Apa Obat Kecewa?

Kecewa adalah ungkapan rasa akibat harapan dan hasilnya tidak sama.

10Berita , JAKARTA -- Oleh: Abdul Muid Badrun   

Pernahkah Anda kecewa atau dikecewakan? Atau, membuat kecewa lain orang? Jika jawabannya pernah, Anda perlu memejamkan mata sejenak lalu tarik napas panjang-panjang dan ucapkan istighfar tiga kali. Kecewa adalah ungkapan rasa akibat harapan dan hasilnya tidak sama.

Jika Anda pernah kecewa pada seseorang, berarti Anda terlalu berharap pada orang itu, sementara hasilnya tidak seperti yang Anda harapkan. Jika Anda pernah kecewa pada atasan di kantor, berarti Anda terlalu berharap atasan itu bisa mengabulkan keinginan Anda.

Jika Anda pernah kecewa pada pasangan hidup Anda, berarti Anda terlalu bersandar padanya, sementara pasangan Anda bersikap sebaliknya. Pun, jika Anda pernah kecewa pada presiden, gubernur, wali kota, bupati, atau bahkan ketua RT/RW sekalipun, Anda akan melakukan apa saja (dan hal ini cenderung negatif) agar rasa kecewa dan sakit hati Anda itu terobati.

Lalu, apa obat kecewa? Kecewa bagi saya tidak ada obatnya. Yang bisa dilakukan adalah mengelola rasa kecewa menjadi hal positif. Misalnya, ketika orang telanjur kecewa pada sikap dan keputusan Anda, dekati dia dan ajak bicara baik-baik. Komunikasikan dengan jelas apa yang membuat ia kecewa.

Lalu, hargai sikap kecewanya dengan membuktikan apa yang dikecewakannya itu tidak benar. Dengan bahasa lain, jawab kekecewaan itu dengan bukti nyata lebih baik, bukan dengan janji-janji kosong yang ujungnya makin menambah rasa kecewa. Kata maaf pun sepertinya tidak berarti membuat rasa kecewa itu hilang.

Bahkan, ada ungkapan, "Memaafkan iya, tapi melupakannya tidak." Apalagi, hal ini menyangkut keyakinan seseorang, misalnya. Maka, Nabi berpesan, "Memaafkan itu jihad karena lebih berat dilakukan daripada meminta maaf." Karena, hanya orang-orang berjiwa besarlah yang memilikinya.

Maka cara jitu yang bisa dilakukan adalah bersandar hanya pada Allah semata bukan pada manusia baik itu atasan, teman, atau pasangan hidup Anda sekalipun. Lalu, bagaimana jika sudah telanjur kecewa? Solusinya, kelola rasa kecewa itu dengan pertama-tama meminta maaf padanya.

Setelah itu, buktikan dengan tindakan nyata bahwa Anda memang seperti yang ia harapkan. Dekati harapannya, kelola emosinya, sehingga kecewa itu berangsur pulih dengan senyum kelegaan. Karena itu, berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak. Pegang prinsip ini, "Berkatalah atau berbuat baiklah, jika tidak bisa, diamlah dan itu jauh lebih baik bagimu."

Selain dengan cara komunikasi dan bukti seperti di atas, yang paling bisa dilakukan dan menjadi penolong orang-orang yang kecewa adalah dengan bersabar (QS al-Baqarah: 45). Mengungkapkan rasa kecewa dengan marah adalah sikap anak kecil. Bagi kita yang sudah dewasa tidaklah pantas untuk melakukannya.

Saya sering menyebut terapi sabar ini dengan satu kata, paksa. Karena, segala yang baik memang harus dipaksa akan keluar. Jika tidak, akan selamanya halhal buruk itu terus menutupi dan bersama kita. n

Sumber :Republika.co.id 

Warga Jepang Ikutan Kritik Jokowi, Sementara Media Internasional Sebut Proyek Infrastruktur Jokowi “Fast & Furious” Karena banyak Yang Roboh

Warga Jepang Ikutan Kritik Jokowi, Sementara Media Internasional Sebut Proyek Infrastruktur Jokowi “Fast & Furious” Karena banyak Yang Roboh


10Berita, Beberapa hari lalu publik Indonesia digegerkan robohnya tiang pancang  Tol Becakayu.

Dudukan girder pada tiang pancang proyek Tol Becakayu, Jakarta Timur, ambruk pada Selasa (20/2/2018) dini hari demikian seperti dilansir kompas.com 20/02/2018 yang dikutip moslemcommunity.net.

Setelah bulan Januari lalu masyarakat Indonesia dihebohkan dengan pemberitaan John McBeth di Asia Times yang mengungkapkan kebohongan dan tipu-tipu menutupi fakta dengan judul “Widodo’s smoke and miror hide hard truths”.

Kali ini media internasional kembali menyoroti keboborokan proyek infrastruktur Jokowi yang telah menelak korban sekitar 5 orang meninggal dunia dan belasan lainnya terluka.

Adalah Nikkei Asian Review yang kali ini menyoroti berbagai kecelakaan proyek infrastruktur di era pemerintahan Jokowi-JK. Bahkan dalam terbitan terbarunya, surat kabar di Asia ini sampai memberi judul “Fast & Furious” untuk menggambarkan proyek-proyek milik pemerintah.

Nikkei Asian Review mencatat sedikitnya 8 kecelakaan proyek infrastruktur terjadi dalam kurun waktu antara Oktober 2017 hingga bulan Februari 2018.

Musibah longsornya terowongan di Bandara Soetta pada 5 Februari kemarin menjadi paragraf pembuka Nikkei Asian Review. 1 orang tewas dan satu lainnya terluka akibat proyek gagal tersebut.

Berikut pemberitaan asli Nikkei Asian Review

link : https://asia.nikkei.com/Politics-Economy/Policy-Politics/Accidents-mar-Indonesia-s-fast-and-furious-infrastructure-program

Tak hanya itu, ternyata ada juga warga jepang yang mengkritik proyek kereta cepat Jokowi.

Foto yang diunggah warga Jepang @hiroshionan di twitter menuliskan caption bahasa Jepang, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia melalui Bing ternyata artinya “Kecepatan Tinggi Kereta pengemis”

Tak pelak foto tersebut banyak dikomentari netizen Indonesia diantaranya:

Sumber : moslemcommunity.net