OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 24 Februari 2018

Ulama Yang Menjual Akidah Demi Sekerat Roti

Ulama Yang Menjual Akidah Demi Sekerat Roti


10Berita, Salah satu fitnah yang marak di akhir zaman adalah beredarnya orang-orang bodoh yang didaku sebagai ulama’. Mereka diagungkan dan dirujuk hanya karena kepintarannya berorasi atau retorika. Mereka dipuja-puji karena sering diundang mengisi pengajian di berbagai lokasi.

Padahal, ulama’ sejati tidak hanya cukup dengan itu. Ulama’ sejati atau ulama akhirat ialah mereka yang amat besar rasa takutnya kepada Allah Ta’ala dan bersungguh-sungguh mengamalkan seluruh ajaran Islam di dalam diri, keluarga, dan masyarakatnya.

Dr ‘Abdullah ‘Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah menyebutkan, ada ulama’-ulama’ yang berperan mengaburkan pemahaman umat. Mereka menerbitkan fatwa hanya karena harta dan takut dengan rezim penguasa.

Ketika Sayyid Quthb hendak dieksekusi gantung oleh rezim penguasa zalim, didatangkanlah seorang laki-laki yang terkenal dengan keulama’-annya. Laki-laki ini ditugaskan untuk membimbing pihak tereksekusi dalam mengucapkan kalimat thayyibah di akhir hayatnya.

“Sayyid Quthb?” tanya si laki-laki yang disebut ulama’ itu.

“Iya.” tegas Sayyid Quthb.

“Bacalah Asyhadu an-laa ilaha illallaah,” tutur si laki-laki.

“Sampai Tuan juga turut campur? Tuan datang untuk melengkapi sandiwara ini?” tanya Sayyid Quthb dengan nada sinis.

“Ketahuilah, wahai Tuan,” lanjut sosok pemikir Muslim yang menulis Tafsir Fi Zhilalil Qur’an ini, “kami dihukum karena kami mengucapkan (memperjuangkan) Laa ilaha illallaah, sedangkan Tuan-tuan makan roti dengan menjual Laa ilaha illallah.”

Kejadian-kejadian seperti ini akan senantiasa ada sampai akhir zaman. Kita pun mendapatinya akhir-akhir ini. Ada orang-orang yang aktif di organisasi masa Islam, bahkan menjadi pemimpin tingkat Nasional, tapi sikapnya bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam yang mulia.

Ada sosok-sosok yang disebut sebagai santri dan namanya pun islami, tapi berani menghina ulama’ demi membela orang kafir yang menghinakan al-Qur’an dan agama Islam.

Ada pula sosok yang bergelar professor, guru besar. Tulisan dan bicaranya banyak dirujuk. Mantan ketua umum salah satu ormas terbesar Islam negeri ini. Namun, ia bersikap ambigu dalam membela Islam. Ia tanpa rasa bersalah memuja-muji orang-orang yang nyata-nyata menghina Islam, al-Qur’an, ulama’, dan kaum Muslimin.

Berhati-hatilah. Kenalilah dengan baik orang-orang yang di-ulama’-kan di sekitar kita. Lihat pemahaman dan pengajarannya. Amati kehidupan sehari-harinya. Jangan sampai kita mengikuti, padahal ia termasuk ulama’ yang menjual Islam demi sekerat roti untuk menghilangkan lapar di perutnya. Na’udzubillah.

Wallahu a’lam. []

Sumber :eramuslim

Polisi Tangkap Lagi Sabu 3 Ton, Bamsoet: Ini Keterlaluan

Polisi Tangkap Lagi Sabu 3 Ton, Bamsoet: Ini Keterlaluan

Kapal asal Taiwan berbendera Singapura yang membawa 1,6 ton sabu-sabu di Perairan Helen Mars Karang Banten, Kepulauan Riau, Selasa (20/2).

Keberhasilan aparat mengungkap kapal pembawa narkoba seperti dua sisi mata uang.

10Berita , JAKARTA -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan apresiasi atas keberhasilan tim Bea Cukai dan Kepolisian Kepulauan Riau yang berhasil mengagalkan upaya penyelundupan tiga ton sabu yang dibawa kapal ikan Myanmar berbendera Taiwan. Namun, ia juga geram ketika mendengar kabar tersebut.

"Saya sangat geram mendengar kabar bahwa masih ada sindikat bandar Narkoba yang coba menyelundupkan sabu ke negara kami, bahkan hingga sebanyak 3 ton. Ini sudah sangat keterlaluan dan mengkhawatirkan," ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/2).

Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, informasi intelejen Cina  kepada BNN sebagaimana disampaikan Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso terbukti benar. Ada sekitar lima ton Sabu senilai Rp 10 triliun menuju perairan Indonesia. Tangkapan pertama 1 ton di Batam. Tangkapan kedua 1,6 ton pekan lalu juga di Batam, dan ketiga, kemarin Jumat (23/2) sekitar 3 ton juga diperairan yang sama, yakni Batam Kepri.

"Saya akan minta kapolri mengusut tuntas sampai ke akarnya," kata Bamsoet.

Bagi Bamsoet, keberhasilan aparat hukum dalam mengungkap kapal pembawa narkoba akhir-akhir ini seperti dua sisi mata uang. "Di satu sisi, saya bangga karena ini menunjukkan prestasi cemerlang bagi aparat hukum. Disisi lain, saya sedih karena ini menunjukkan negara kita seperti menjadi surga bagi peredaran narkoba," ucap dia.

Menurut Bamsoet, keberhasilan aparat hukum dalam mengungkap kapal pembawa narkoba akhir-akhir ini seperti dua sisi mata uang. "Di satu sisi, saya bangga karena ini menunjukkan prestasi cemerlang bagi aparat hukum kita. Di sisi lain, saya sedih karena ini menunjukkan negara kita seperti menjadi surga bagi peredaran narkoba," jelas dia.

Pada Jumat (23/2) sekitar pukul 13.00 WIB di perairan Selat Philips dekat Pulau Nipah, Kapal Patroli milik Bea Cukai melaksanakan pencegahan terhadap kapal asing yang membawa narkotika. Diduga jumlah narkotika itu tiga ton sabu. Petugas gabungan masih melakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut.

Penangkapan sebelumnya, Satgas Gabungan Polri yang bekerja sama dengan Bea Cukai pada Selasa (20/2) mengungkap penyelundupan sabu dengan perkiraan mencapai 1,6 ton (sebelumnya Dirtipid Narkoba menyebutkan 1,8 ton, red). Pengungkapan itu terjadi di Periairan Anambas Batam, Kepulauan Riau, yang diangkut oleh sebuah kapal berbendera Singapura yang berawak kapal empat orang warga negara asing (WNA) Taiwan.

Sumber : Republika.co.id 

Soal Ulama Diteror, Guru Besar Unair : Yang Mengatakan Gila Harusnya Psikiater, Bukan Polisi

Soal Ulama Diteror, Guru Besar Unair : Yang Mengatakan Gila Harusnya Psikiater, Bukan Polisi

10Berita, Surabaya  Maraknya kejadian penyerangan ulama dan perusakan tempat ibadah di Jawa Timur oleh terduga orang gila membuat masyarakat semakin waspada. Pihak kepolisian diminta berhati-hati  mengkhawatirkan. Pihak kepolisian pun diminta hati-hati untuk tidak asal mengatakan orang gila. Pasalnya, yang mempunyai otoritas tersebut adalah psikiater.

Hal ini diungkapkan guru besar di bidang Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) Prof .Kacung Marijan.“Ini harus ada pemetaan yang jelas. Siapa sebetulnya yang terlibat dalam penyerangan, apakah betul meraka orang gila,” katanya saat ditemui di Surabaya, Kamis (22/2/2018).

Pria yang juga sebagai Wakil Rektor I Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menyebutkan bahwa kalau memang betul orang gila itu seperti apa. Prof. Kacung menilai bahwa pihak kepolisian terlalu cepat menyebutkan pelakunya adalah orang gila.

“Jangan belum-belum sudah mengatakan orang gila. Publik sekarang ini kan kritis, orang gila kok yang menentukan polisi. Polisi kan tidak punya kompetensi menentukan itu orang gila apa tidak,” ujarnya. Harusnya, lanjut Kacung, yang mempunyai otoritas adalah psikiater. “Makanya sekarang mulai hati-hati polisi dalam mengeluarkan pernyataannya” imbuhnya.

Selain itu, Kacung melanjutkan, jika memang pelaku adalah orang gila juga perlu diselidiki lebih dalam. Apakah kemauan orang gila sendiri atau ada yang menyuruh. “Kan, ada orang gila yang bisa disuruh juga. Kasus di Ploso, Kediri itu kalau tidak asalnya bukan dari situ. Masak orang gila dari Situbondo terus tiba-tiba ke Ploso,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kacung meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi terkait pola penyerangannya seperti apa. “Mereka gila itu datang kesitu atas kemauan diri sendiri atau ada yang menyuruh. Kalau ada ini siapa. Ini tugas polisi,” pungkasnya.

Sumber : Jurnal Islam 

Amnesty International Putuskan Perppu Ormas Jokowi Bentuk Kebencian yang disponsori Negara

Amnesty International Putuskan Perppu Ormas Jokowi Bentuk Kebencian yang disponsori Negara


10Berita, Organisasi HAM dunia Amnesty International merilis laporan terbarunya di tahun 2018 dengan judul “The State of The World’s Human Rights”. Dalam laporan tersebut, organisasi berbasis di kota London menganggap pemerintah Jokowi telah mengkapitalisasi sentimen “radikalisme”.

Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid menjelaskan bahwa kapitalisasi tersebut dengan menjustifikasi keputusan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pembubaran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

“Hal tersebut seperti yang disahkan pada Juli 2017 oleh DPR RI pada Oktober 2017. Perppu tersebut mengancam kebebasan berekspresi dan berkumpul,” ujar Usman kepada Islampos, Kamis (22/2).

Menurutnya, salah satunya karena pemerintah bisa langsung membubarkan organisasi kemasyarakatan jika terindikasi “anti-pancasila”.

Kemudian, lanjut Usman sembilan hari berselang, pemerintah membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menurut pemerintah “anti-pancasila” karena mengkampanyekan khilafah di Indonesia pada 19 Juli 2017.

“Pembubaran tersebut dilakukan walaupun HTI mempromosikan konsep khilafah dengan cara damai atau tidak pernah satu pun anggotanya dipidana karena melakukan kekerasan dalam kegiatan dakwahnya,” ungkapnya.

Usman juga memandang, Perppu tersebut mengajak orang-orang khususnya dari kalangan moderat untuk membenci mereka yang dianggap ‘radikal’.

“Sekalipun mereka tidak melakukan tindakan pidana yang diatur dalam undang-undang. Dan, kata dia, ini adalah bentuk kebencian yang disponsori oleh negara yang berlindung dengan alibi mencegah penyebaran paham radikal di Indonesia.

Ia menjelaskan, Perppu ini membatasi hak kemerdekaan berserikat, berpendapat, beragama dan berkeyakinan. []

Sumber :islampos

Kisah Ainul Mardhiah, Bidadari Tercantik di Jannah

Kisah Ainul Mardhiah, Bidadari Tercantik di Jannah

10Berita – Ainul Mardhiah adalah seorang bidadari yang paling cantik di surga yang Alloh ciptakan untuk sesiapa yang mati syahid berjuang di jalan Alloh. Secara bahasa Ainul Mardhiah berarti mata yang diridhai. Atau setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati.

Kisah Ainul Mardhiah diceriterakan dalam Hadits Nabi riwayat Tirmidzi yang dalam bahasa saya seperti ini:

Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berjihad) kepada pasukan Islam. Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya orang yang mati syahid karena berjihad di jalan Alloh, maka Alloh akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga”. Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada Nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiah.

Waktu Zuhur sebentar lagi, sesuai sunah Rasul, para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.

Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, “Di manakah ini?”.
“Inilah surga.”, jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, “Apakah Anda Ainul Mardhiah?”.
“Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang berada di bawah pohon yang rindang itu.”

Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat.
“Apakah Anda Ainul Mardhiah?”
“Bukan saya ini penjaganya. Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya.”

Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan. Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.

“Apakah Anda Ainul Mardhiah?”
“Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu.”

Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. Pemuda itu pun bertanya.

“Apakah Anda Ainul Mardhiah?”
“Ya, benar saya Ainul Mardhiah,” ujarnya pelan dengan malu-malu.

Pemuda itu pun mendekat, tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, “Maaf, Anda bukan seseorang yang mati syahid.”

Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.

Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun akhirnya menemui syahid.

Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, “Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah”.

Agungnya Ainul Mardhiah ini pun menginspirasi tim nasyid UNIC untuk menciptakan lagu khusus dengan judul Ainul Mardhiah dengan lirik yang sangat menyentuh berikut ini.

Dirimu pembakar semangat perwira
Rela berkorban demi agama
Kau jadi taruhan berjuta pemuda
Yang bakal dinobat sebagai syuhada’
Itulah janji pencipta yang Esa

Engkaulah bidadari dalam syurga
Bersemayam di mahligai bahgia
Anggun gayamu wahai seorang puteri
Indahnya wajah bermandi seri
Menjadi cermin tamsilan kendiri
Untuk melakar satu wacana
Buatmu bernama wanita

Ainul Mardhiah
Kau seharum kuntuman di taman syurga
Menanti hadirnya seorang lelaki
Untuk menjadi bukti cinta sejati

Oh Tuhan
Bisakah dicari di dunia ini
Seorang wanita bak bidadari
Menghulurkan cinta setulus kasih
Di hati lelaki bernama kekasih

Wallahu ‘Alam

sumber: nugraha_corporation.blogspot.co.id

Kerennya Wajah Danau Sunter Sekarang, Serasa di Eropa.. Gabener Nih Anies-Sandi 😂

Kerennya Wajah Danau Sunter Sekarang, Serasa di Eropa.. Gabener Nih Anies-Sandi 😂


10Berita,  Baru 4 bulan memimpin Jakarta, gubernur wakil gubernur Anies Baswedan - Sandiaga Uno bikin berdecak kagum.

Salah satunya adalah Danau Sunter yang "disulap" jadi danau yang bersih dan indah di tengah Jakarta. Danau ini disulap seperti danau di Swiss.

Serasa di Eropa deh... tapi ini Jakarta... Gabener Nih Anies-Sandi 😂

"Saya yakin Anda semua tercengang melihat perubahannya," tutur Ryan Hasri, koresponden CNN Indonesia melalui video liputannya, Jum'at (23/2/2018).

Pemprov DKI akan menggelar Festival Danau Sunter besok hari Minggu (25/2/2018).

Kegiatan ini akan dimeriahkan sejumlah atraksi olahraga air, seperti jetski, dayung, dan perahu naga.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno disebut akan menjadi puncak acara dengan lomba berenang (Sandi) melawan Bu Susi (mendayung).

NB: cebong dilarang di danau ini, ntar butek 😂

[video - Danau sunter sekarang]

[video - Cara Sandiaga Uno Menyulap Danau Sunter Seperti Danau di Swiss]

Sumber :Portal Islam 

Anies Hanya Tersenyum Dilaporkan ke Polisi Soal Kebijakan, Ahli Hukum: Pelaporan Kebijakan Itu Lawakan

Anies Hanya Tersenyum Dilaporkan ke Polisi Soal Kebijakan, Ahli Hukum: Pelaporan Kebijakan Itu Lawakan

(Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. foto: Evi Ariska/ JawaPos.com)

10Berita, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya tersenyum menanggapi pelaporan terhadapnya terkait kebijakan melegalisasi pedagang kaki lima (PKL) berjualan di Jalan Jatibaru, Tanah Abang.

"Tidak ada (tanggapan)," kata Anies singkat dengan senyuman di wajahnya di Double Tree Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2018), saat ditanya para wartawan.

Anies dilaporkan ke polisi akibat menutup Jalan Jatibaru Tanah Abang, Jakarta Pusat dalam kurun waktu pagi hingga sore hari untuk tempat PKL berjualan. Penutupan jalan itu, dianggap memiliki unsur pidana di dalamnya.

Anies dilaporkan oleh Cyber Indonesia ke Direktorat Kriminal Khusus oleh Cyber Indonesia dengan nomor: TBL/995/II/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus. Tanggal 22 Februari 2018. Pelapor menilai keputusan Anies itu mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dan bertentangan dengan Pasal 12 UU Nomor 38 Tahun 2004.

LSM Cyber Indonesia diketuai oleh Muannas Alaidid yang merupakan pengurus Badan Advokasi dan Hukum Partai NasDem dan pendukung Ahok waktu Pilkad DKI .

Sementara, ahli hukum menyebut pelaporan Gubernur Anies atas kebijakannya sebagai lawakan.

"Banyak lawakan memang akhir-akhir ini..
Ada yang mau pidanakan Bleitregels (Kebijakan).
Ada yang mau ajukan Judical Review UU MD3 yang belum diundangkan dalam Lembar Negara yang bahkan belum punya Nomor undang-undang," kata @dusrimulya yang merupakan lawyer, di akun twitternya, Jum'at (23/2/2018).

Lebih lanjut Dusri Mulya menerangkan.

"Sebuah Policy (kebijakan) itu ranah hukum Administrasi..koq ya dilaporin ke Polisi..beda kamar bro.." 

"Jadi inget tim ane pernah tangani Kasus Pidana di Padang, Tim ane bisa buktikan itu wilayah hukum administrasi, hasilnya lepas dari segala tuntutan," kata Dusri Mulya.

Kenapa gak laporin KEBIJAKAN IMPOR?
KEBIJAKAN CABUT SUBSIDI?
KEBIJAKAN MENAIKKAN HARGA BBM?
TARIF LISTRIK?
DLL DLL DLL

Bukankah kebijakan-kebijakan itu mengganggu rakyat? mengganggu petani?

Kalau kebijakan Anies dianggap mengganggu fungsi jalan, Kenapa kebijakan-kebijakan Presiden yang mengganggu rakyat tidak dilaporin ke polisi?

Ini lg..

Sebuah Policy itu ranah hukum Administrasi..koq ya dilaporin ke Polisi..beda kamar bro..

Jd inget tim ane pernah tangani Kasus Pidana di Padang, Tim ane bsa buktikan itu wilayah hukum administrasi,,hasilnya lepas dr segala tuntutan https://t.co/rFdDZisVFx

— Angku Gadang (@dusrimulya) 23 Februari 2018

Banyak lawakan mmg akhir2 ini..

Ada yg mau pidanakan Bleitregels (Kebijakan)

Ada yg mau ajukan JR UU yg belum diundangkan dalam Lembar Negara yg bahkan belum punya Nomor undang-undang

😅 https://t.co/lPg4GbESPR

— Angku Gadang (@dusrimulya) 23 Februari 2018


Sumber :Portal Islam 

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp4.752 Triliun, Menteri Ekonominya Terbaik Di Dunia

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp4.752 Triliun, Menteri Ekonominya Terbaik Di Dunia


10Berita, Perkembangan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2017 relatif terkendali. ULN Indonesia pada akhir triwulan IV 2017 tercatat USD352,2 miliar atau tumbuh 10,1% (yoy). Mengacu kurs Rupiah Rp13.500 per USD, maka utang luar negeri Indonesia Rp4.752 triliun.

“Perkembangan ULN ini terjadi baik di sektor publik maupun swasta, sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif lainnya,” jelas Bank Indonesia (BI) dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2/2018).

Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir triwulan IV 2017 terbilang aman. ULN tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari total ULN dan pada akhir triwulan IV 2017 tumbuh 8,5% (yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 20,7% (yoy).

Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan IV 2017 terutama dimiliki oleh sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih (LGA), serta pertambangan. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pangsa pada triwulan sebelumnya sebesar 77,0%.

Pertumbuhan ULN pada sektor keuangan, sektor industri pengolahan, dan sektor LGA meningkat dibandingkan dengan triwulan III 2017. Di sisi lain, ULN sektor pertambangan mengalami kontraksi pertumbuhan.

“BI memandang perkembangan ULN pada triwulan IV 2017 masih terkendali. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan IV 2017 tercatat stabil di kisaran 34%. Selain itu, rasio utang jangka pendek terhadap total ULN juga relatif stabil di kisaran 13%,” jelas BI.

Kedua rasio ULN tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara peers. Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk meyakinkan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi. [okezone]

Menteri ekonominya jadi menteri terbaik di dunia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dinobatkan sebagai menteri terbaik di dunia dalam acara World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (11/2/2018) seperti dikutip dari kompas.com.

Predikat menteri terbaik merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu menteri dari seluruh negara di dunia setiap tahunnya. Terhadap penghargaan itu, Sri Mulyani mengatakan mendedikasikannya untuk Presiden Joko Widodo dan masyarakat Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Jadi Menteri Terbaik Dunia, Sri Mulyani Dedikasikan untuk Jokowi dan 257 Juta Rakyat Indonesia”. []

Sumber : Dakwah media 

CADAS! Soal Penyerangan Ulama, Menhan Ryamizard: Kalau Tak Sanggup, Kasih ke Tentara lah

CADAS! Soal Penyerangan Ulama, Menhan Ryamizard: Kalau Tak Sanggup, Kasih ke Tentara lah


10Berita, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu angkat bicara mengenai maraknya kasus penyerangan terhadap tokoh agama atau ulama yang diduga dilakukan orang gila.

Menurut dia, kasus tersebut masih menjadi kewenangan kepolisian.

Namun, jika kepolisian tidak bisa mengungkap kasus tersebut, Ryamizard mengimbau agar menyerahkan keTNI.

Sementara itu, hingga saat ini pihak kepolisian masih menelusuri kasus tersebut.

Berikut video lengkapnya yang diunggahboleh Republika.co.id.

Sumber : PORTAL ISLAM 

Ketika Iblis Diam

Ketika Iblis Diam


Foto hanya ilustrasi. Sumber: Letaba Herald.

Oleh: Wisnu TP
wisnu.tp@gmail.com

“PENDAKWAH” yang menyeru kepada ketidakberpihakan sejatinya telah jatuh kepada keberpihakan.

Ketidakberpihakan sekilas memang tampak sebagai kearifan dan kebijaksanaan. Ia ampuh untuk mengundang simpati manusia. Tidak memihak baginya adalah keadilan, dan dengan keadilannya itu, menurutnya, dapat mendatangkan perbaikan dan kerukunan. Ketidakberpihakannya dapat berupa diam atau tidak membela diantara pertentangan.

Telah lazim bahwa kebenaran itu satu meski memiliki banyak jalan. Maka mungkinkah menjadi benar dengan tidak memihak? Bukankah kebenaran ada karena adanya ketidakbenaran? Merujuk kepada Hukum Teragung, Al Qur’an, ia tidak menyuruh kita untuk tidak berpihak. Sebab di dalamnya dipaparkan berbagai macam golongan manusia dan jalan yang ditempuhnya. Ada kelompok yang membenarkan, ada yang mengingkari, ada yang menampakkan pembenaran namun hatinya ingkar.

Al Quran mengabarkan sejumlah kelompok manusia di Hari Akhir. Ada Golongan Kanan, ada Golongan Kiri. Ada yang berseri-seri wajahnya, ada yang tertunduk. Manusia akan menetap dalam dua tempat keabadian. Al Quran tidak menyebutkan adanya tempat “abu-abu” antara Surga dan Neraka. Adapun terkait pandangan Mu’tazilah terhadap adanya zona “bingung” antara Surga dan Neraka, ulama Ahlus Sunnah lintas generasi telah melahirkan kitab sanggahan yang banyak.

Rabb Semesta Alam Menyeru kita semua kepada Darussalam, dan Darussalam tidak akan dimasuki kecuali oleh kelompok manusia yang diridhoi Allah. Allah tidak Menyuruh kita untuk tidak berpihak, melainkan menekankan pentingnya berpikir dengan panduan Al Quran dan Teladan Rasulullah agar berada di kelompok manusia yang selamat dari Api Neraka itu.

Sehingga, apabila seorang pendakwah dihadapkan oleh dua kelompok manusia, kelompok pertama mengatakan Abu Bakar dan Umar di Surga, kelompok lainnya mengatakan keduanya berada di Neraka, ia tidak boleh diam kedua tangannya, atau lisannya, atau hatinya.

Memang menjadi penengah antara dua kelompok yang berseteru merupakan akhlak yang mulia namun bukan pada seluruh perkara, terlebih akidah. Dalam kondisi ini ia mungkin melupakan satu hal, bahwa di atas kearifan dan kebijaksanaan ada yang disebut keadilan. Jika telah adil, ia sudah pasti arif dan bijak. Ketika ia tidak adil, maka ia zalim. Apakah mungkin menjadi arif dan bijak di atas kegelapan?

Jika ia memutuskan dan bertindak berdasarkan kebenaran, maka ia memiliki tanda-tanda Nikmat Allah pada dirinya berupa hikmah.

Tidak akan ada hikmah pada seseorang tanpa terkumpul dua hal di dalam hatinya, Kitabullah dan Assunnah. Dalam konteks zaman ini, kita pastikan ia adalah Al Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad Ibn Abdullah shallallahu alaihi wasallam. Zaman sebelum Rasulullah, maka keduanya adalah Injil dan Sunnah Nabi Isa. Pada zaman Fir’aun, maka Taurat dan Sunnah Nabi Musa.

Mustahil jika Al Quran dan Assunnah terkumpul di hatinya kemudian namun ia masih menganggap ketidakberpihakan adalah ilmu. Ilmu jenis apa yang diam ketika dua sahabat yang dijamin Surga, Abu Bakar dan Umar, dikatakan sebagai berhala Quraisy dan keduanya berada di Neraka bersama patung-patung bernama Suwwa, Yaghuts, Ya’uq, Nasr, Latta dan Uzza? Apakah sama cahaya dan kegelapan? Apakah sama Ali dengan Abdullah bin Saba?

Berlaku adil tidak harus menjadi netral. Netral, atau bergeming ketika dihadapkan oleh Al Haq dan kebatilan merupakan kenetralan yang disukai Iblis. Bukankah membisu melihat kemungkaran adalah diamnya Iblis?
Terlebih mereka yang diamanati sebagai oemuka agama. Bagaimana mungkin, seorang yang otoritatif dalam agama tega melihat orang-orang awam satu per satu jatuh ke jurang kesesatan, sementara ia berdiam diri dengan ilmunya itu?

Apabila ia berhujah ketidakberpihakannya itu karena belum sampai klarifikasi dari salah satu pihak sehingga belum memutuskan benar atau tidaknya akidah mereka tersebut, ini sejatinya adalah adab buruk kepada ulama pendahulu umat ini, yakni para ulama hadis, ulama fiqih, dan para ahli sejarah. Sebab, perkara ini tuntas dibahas dari ulama lintas generasi.

Sedangkan berbaik sangka dalam konteks ini adalah kesalahan. Tentunya jika ada pembunuh melintas di lingkungan warga kita, maka wajib bagi kita yang mengetahui (berilmu) perihal pembunuh tersebut memperingatkan ke para warga. Ini bukanlah bentuk ghibah yang berdosa.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami Turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati oleh semua yang dapat melaknat.” (QS. Al Baqoroh, ayat 159).

Benar. Umat Islam adalah umat pertengahan. Lebih jauh lagi, Ahlus Sunnah adalah golongan pertengahan. Kedua makna di atas bukan diartikan sebagai ketidakberpihakan. Maknanya adalah berlaku adil dalam kebenaran, tidak berlebih-lebihan (ekstrem) dan juga tidak berlapang-lapang (irja). Islam adalah umat yang akan menjadi saksi seluruh umat manusia.

Ahlus Sunnah memihak kepada apa yang datang dari Rasulullah dan para sahabatnya, tidak menambah tidak mengurangi. Ia berada di garis lurus dimana hawa nafsu telah banyak membuat cabang-cabang baru di kanan dan kiri garis itu. Inilah pertengahan itu.

Jika kita cermati, keadaan orang seperti itu tidak terlepas dari tiga keadaan. Pertama, tertutupnya hati. Kedua, ia tidak tahu mana yang benar mana yang salah (jahil). Ketiga, ia telah takut kehilangan jabatan, reputasi, pengikut, harta, atau sebab-sebab duniawi lainnya.

Maka marilah berpihak, berpihak kepada golongan yang Allah Ridhoi, bukan golongan orang-orang merugi. Jika sudah berada di golongan yang benar, kita sudah berbuata adil. Jika sudah adil, kita pasti arif dan bijak. Jika sudah arif dan bijak, kita layak berharap diberi hikmah. Dengan hikmah itu kita mengarungi hidup hingga Allah ridho pada kita. Jika Allah ridho, maka maka seluruh makhluk akan mencintai kita. Ketika Allah telah memberi nikmat itu, siapapun yang melihat Anda, meski tak kenal sebelumnya, akan hadir kecintaan pada Anda.

Jika berkumpul manusia-manusia seperti itu, mereka akan membentuk kolektivitas dan ciri-cirinya dapat terlihat jelas bagi orang-orang mu’min yang hanif. Apabila kita belum mendapat nikmat itu, berusahalah seperti mereka. Jika belum mampu, duduklah bersama mereka. Jika belum mampu, cintailah mereka. Jika belum mampu, belalah mereka… dan membela merekana adalah tanda iman. Jangan tidak memihak karena itu adalah waswas dari Iblis. Wallahu A’lam. []

Sumber :, Islam pos