OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 27 Februari 2018

Ust Felix Siauw: Mengapa Ulama Dibidik

Ust Felix Siauw: Mengapa Ulama Dibidik


Mengapa Ulama Dibidik

Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mencabut ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, maka manusia akan mengangkat pemimpin dari orang-orang yang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.” – HR Bukhari

Hadits ini setidaknya memberikan kita sebuah keterangan. Bahwa tugas ulama adalah mendidik dan membina ummat, dengan ilmu yang Allah titipkan kepada mereka

Maka saat Allah ingin mencabut ilmu itu dari manusia, Allah mewafatkan para ulama, hingga tak ada lagi yang menuntun manusia dengan ilmu dan adab yang baik

Meskipun masih tersisa buku, sebab buku tak bisa mencontohkan adab dan akhlak yang baik, hanya ulama yang mampu, sebab itulah pendidikan karakter hanya bisa dilakukan lewat ulama salih

Dan apa yang terjadi ketika ilmu itu sudah tak lagi ada sebab wafatnya ulama? Rasul menyatakan dengan tegas, “akan diangkat pemimpin dari kaum yang bodoh”, begitu adanya jika ilmu sudah tak ada

Lalu pemimpin yang jahil yang lahir dari kaum yang bodoh ini dijadikan rujukan oleh manusia, fatwanya sesat dan menyesatkan. Dan ini semua diawali hilangnya ulama

Hal ini sangat dipahami oleh musuh-musuh Islam. Karenanya mereka berusaha “menghilangkan” ulama dengan berbagai cara. Dari kriminalisasi, stigmatisasi, sampai orang gila yang jelas targetnya

Sebab saat ummat tak lagi percaya pada ulamanya, mereka akan mudah dikendalikan untuk syahwat dan kepentingan mereka yang munafik dan kafir, sebab mereka tak lagi punya ilmu dan iman

Tanda-tandanya sudah terlihat, perbuatan keji dan nista dicoba untuk dianggap wajar. Perbuatan kaum Nabi Luth, perzinaan, dianggap biasa, tanda-tanda jelas

Maka saat masih mampu, pelajari ilmu dari ulama-ulama kita. Hari ini kita masih bisa mengakses dengan berbagai cara, termasuk media sosial, besok bisa jadi belum tentu dibiarkan oleh musuh-musuh Islam

Maka selagi bisa, selagi ada masa, jangan buang waktu lagi, bina diri kita dengan Islam, dekati para ulama, sebab hanya adab dan ilmu agama, yang akan jadi tuntunan

Sumber : Dakwah media 

SAAT PENGUASA TERUSIK KRITIK, DEMOKRASI TAK BERKUTIK

SAAT PENGUASA TERUSIK KRITIK, DEMOKRASI TAK BERKUTIK



Oleh: Hafshah Damayanti,SPd.
(Women Movement Institute)

Kontroversi pengesahan UU MD3 oleh DPR menuai keresahan di tengah-tengah masyarakat. Beberapa pengamat politik pun menyatakan kegundahannya bahwa hal ini mencerminkan DPR anti kritik. Bahkan dibeberapa pasalnya menujukkan mental feodal di kalangan DPR untuk mendapatkan keistimewaan. Diantaranya pasal 122 huruf(k). Pasal itu berbunyi, MKD bertugas mengambil langkah hukum dan atau langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR. http://nasional.kompas.com/read/2018/02/17/11493051/pengamat-uu-md3-memang-seperti-zaman-feodal.

Seolah tak mau kalah, lembaga eksekutif di negara ini pun ingin menghidupkan pasal penghinaan presiden dan wakil presiden dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana(RKUHP) saat ini sedang digodok oleh Panja RUU KUHP. Pemerintah beranggapan pasal ini harus ada karena praktik demokrasi sudah kebablasan dan terlalu liberal. Menurut mereka sudah seharusnya simbol negara harus dihormati. meski pasal penghinaan presiden ini pernah dibatalkan oleh MK.

Demokrasi Tak Berkutik

Kekhawatiran masyarakat ketika UU MD3 dan pasal Penghinaan Presiden dalam KUHP berlaku, tidaklah berlebihan. Adalah hak dan kewajibannya rakyat untuk menilai dan mengoreksi kinerja pemerintah dan wakil rakyat sebagai pejabat publik. Apa jadinya jika hak dan kewajiban ini dihantui pasal karet yang multi tafsir sesuai dengan kepentingan rezim yang berkuasa. Tentu, rakyat pun berpikir seribu kali untuk mengoreksi penguasa, jika penguasa tak berkenan pidana pun jadi ancaman. Rakyat dipaksa memaklumi ketidakbecusan penguasa mengayomi. Cukuplah rakyat dipuaskan dengan kinerja sarat pencitraan yang tak berkorelasi pada kesejahteraan. Kondisi ini tentu bagai bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Inilah ironi di negara yang konon sebagai negara percontohan demokrasi bagi negeri-negeri muslim lainnya. Dalam ilusi demokrasi, fungsi kritik dari publik sangat dibutuhkan oleh pemerintah sebagai check and balance. Kekuasaan negara harus diimbangi dengan pengawasan dan kritik masyarakat sipil. Termasuk DPR yang tidak boleh imun dari kritik tersebut. Namun, sekali lagi itu adalah ilusi. Rakyat tak bebas berpendapat jika tak disenangi penguasa dan pejabat. Kebebasan berpendapat menjadi slogan kosong jika menyangkut Islam dan umatnya. Sungguh! Demokrasi lah yang menjadikan penguasa dan kroninya sebagai berhala yang tak boleh dicela.

Muhasabah Penguasa Wajib!

Islam sebagai agama yang paripurna telah menjadikan penguasa (khalifah) atau pemimpin negaranya tidak alergi terhadap kritik dan muhasabah dari seluruh rakyatnya. Bahkan mengawasi jalannya pemerintahan merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara, baik muslim maupun non muslim. Meski suara dan aspirasi rakyat terwakili di dalam Majelis al-Ummah, rakyat tetap dipersilahkan mengoreksi penguasa dan pejabat negara lainnya. Kerena kewajiban untuk menegakkan yang makruf dan mencegah yang munkar bukan hanya tugas partai politik namun juga tugas semua rakyat. Bahkan Islam menjadikan keutamaan orang yang berdiri tegak mengoreksi dihadapan penguasa zalim sebagai penghulu syuhada. Rasulullah SAW bersabda: “Pemimpin para syuhada ialah Hamzah bin Abdul Mutthalib dan seseorang yang berdiri menentang penguasa yang zalim dan ia terbunuh karenanya.”(HR.Abu Dawud). Umat Islam dalam kehidupannya tidak takut kepada apapun selain kepada Allah Swt. Keimanan saja yang menjadi motivasi mereka untuk meluruskan kesewenangan penguasa.

Cukuplah sepenggal kisah dibawah ini menjadi bukti keagungan Islam dan penerapannya. Dituliskan dalam kitab Tarikh al-Khulafa’ karangan Imam Jalaluddin as-Suyuti. Suatu hari, Jariyah bin Qudama as-Sa’adi mengunjungi dan menasehati sang Khalifah Mu’awiyah bin Abu Sufyan ra. Ketika itu, tiga menteri Romawi juga sedang mengunjunginya.

“Wahai Mu”awiyah (dia tidak memanggil Mu’awiyah dengan sebutan Amirul Mukminin), ini pedangku menghadapimu. Aku pernah memberikan bai’at padamu, untuk mendengar dan mematuhimu, selama engkau memerintah kami dengan dasar firman Allah. Jadi, bila engkau penuhi janjimu, aku akan tetap setia padamu, dan bila engkau langgar janjimu, ingatlah bahwa di luar sana banyak ksatria bersenjata yang tidak akan tinggal diam melihat penyimpanganmu. Sesungguhnya tempat untuk penguasa yang buruk adalah di neraka.”

Sepeninggal Jariyah, salah satu menteri Romawi itu berkata: “Bagaimana bisa seorang Arab gurun yang kasar dengan perilakunya yang buruk bisa datang begitu saja dan memperlakukanmu seperti tadi, seakan-akan ia sejajar denganmu?” Mu’awiyah tersenyum dan menjawab: “Aku memerintah orang-orang yang tak kenal rasa takut dalam menegakkan kebenaran, dan semua rakyatku memiliki sifat seperti orang Arab gurun tadi. Tidak satu pun diantara mereka yang lemah dalam menegakkan kalimat Allah Swt, tidak ada di antara mereka yang diam melihat ketidakadilan, dan aku pun tidak berada diatas mereka, selain dalam masalah keimanan.”

Sungguh! Demokrasi tak akan mampu menorehkan kisah agung seperti di atas. Semua kebaikan yang dijanjikan Demokrasi adalah ilusi membawa kehancuran tak terperi bagi kehidupan. Sudah saatnya Islam menggantikan, memimpin peradaban yang agung nan gemilang.

Wallahualam bi ash shawwab.

Sumber : Dakwah media 

Agar Usaha Mendapat Berkah

Agar Usaha Mendapat Berkah

Niat yang utama ialah sebagai media untuk beribadah kepada Allah.

10Berita , JAKARTA — Agar kegiatan berwiraswasta tetap mendapat berkah, ada beberapa hal yang penting diperhatikan. Pertama, bagi seorang Muslim, mencari rezeki apa pun caranya, tak boleh tergelincir niatnya.

Niat yang utama ialah sebagai media untuk beribadah kepada Allah. Pentingnya niat, ditekankan dalam hadis riwayat Umar bin Khatab. “Se sungguhnya setiap amal perbuatan bergantung pada niatnya.”

Kedua, tidak menunda- nunda pekerjaan dan menyia-nyiakan pe luang. Bila peluang baik datang di pagi hari, hendaknya kesempatan itu di jemput tepat waktu. Apa lagi, sebagian keber kahan datang di pagi hari. Hal ini sebagaimana diriwayatkan Turmudzi, Ibnu Ma jah, dan Abu Dawud.

Ketiga, mengedepan kan profesionalisme ker ja. Tiap-tiap pekerjaan yang ada di hadap an- nya dikerjakan dengan totalitas dan kesungguhan. Dengan demikian, akan mem buahkan hasil yang maksimal.

Hadis riwayat Al Baihaqi menyatakan demikian. Rasulullah pernah bersabda bahwa sesungguhnya Allah menyukai hamba yang bersungguh-sungguh mengerjakan pekerjaannya.

Dan keempat, tetap proporsional. Bekerja boleh, tetapi tidak menghilangkan porsi ber ibadah kepada Allah. Kesibukan berusaha men cari nafkah, bukan berarti lantas mela laikan perintah agama.

Termasuk, dalam kategori ini, berbisnis di sektor yang dilarang oleh agama. “Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan, hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) di bang kitkan.” (QS al-Mulk [67]: 15). 

Sumber : Republika.co.id

DUH! Utang Kian Menumpuk, Rakyat Dibohongi Jokowi-JK?

DUH! Utang Kian Menumpuk, Rakyat Dibohongi Jokowi-JK?


10Berita, Utang pemerintah pusat yang diprediksi akan mencapai Rp 4.420 triliun pada akhir 2018 membuat rakyat merasa dibohongi oleh Janji Jokowi-JK saat Pilpres 2014 yang mengatakan jika memimpin tidak akan tambah utang. Koalisi Pemantau Pembangunan Infrastuktur menilai ketergantungan Indonesia terhadap utang menjadi masalah besar bagi bangsa ini.

Perwakilan Koalisi Pemantau Pembangunan Infrastruktur Andi Mutaqien memaparkan, sejak penerapan anggaran defisit, utang merupakan kata kunci dalam pengelolaan APBN.

Menurutnya, utang sebagai sumber pembiayaan menutup defisit dijadikan faktor penentu bagi keberlanjutan fiskal, yaitu keberlanjutan atas penerimaan dan pengeluaran pemerintah, baik pada sisi rencana maupun realisasi.

“Maka keberlanjutan fiskal sangat bergantung pada kemampuan pengelolaan utang pemerintah,” kata dia Senin 26 Februari 2018.

Andi menjelaskan, kondisi utang ini sangat rentan bagi keuangan negara, dan akan menyengsarakan warga negara. Menurut dia, pada kenyataannya kemampuan pengelolaan utang pemerintah terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

“Ini diindikasikan dengan meningkatnya Debt Service Ratio (DSR) dan membengkaknya defisit keseimbangan primer,” ujar dia.

Menurut Andi, kemampuan penerimaan ekspor untuk membayar utang luar negeri semakin lama semakin berkurang. Sementara membengkaknya defisit keseimbangan primer menginsyaratkan bahwa APBN telah kehilangan kemampuannya untuk membayar bunga utang dari hasil penerimaan negara.

Pemerintah, kata dia, dipaksa mencari utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama. Situasi ini membuat utang Indonesia terus membengkak dan semakin sulit keluar dari jeratannya.

Seperti diketahui, mengutip dari realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pada bulan Januari 2018 total pengeluaran yang digunakan untuk membayar bunga utang senilai Rp 23,17 triliun.

Jumlah itu setara dengan 9,7 persen dari total bunga utang yang akan dibayarkan pada tahun 2018, yang jumlahnya Rp 238,6 triliun. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, setiap tahunnya Pemerintah dan DPR menetapkan defisit dalam APBN tidak lebih dari tiga persen, sementara rasio utang pemerintah dibatasi pada level 60 persen terhadap PDB.

“Kedua indikator inilah yang selalu dijadikan klaim pemerintah, keuangan negara masih dianggap aman dan terkendali walaupun tumpukan utang negara untuk menutupi defisit setiap tahunnya semakin meningkat dan mengkhawatirkan,” ujarnya.

Koalisi Pemantau Pembangunan Infrastruktur terdiri dari Walhi, Elsam, Debt Watch Indies, Walhi Sulawesi Selatan, ILRC, dan Walhi Jawa Barat.

Sumber :Portal Islam 

Komisi II DPR: Awas, Papua Akan Dimerdekakan (Zionis) Israel!


Komisi II DPR: Awas, Papua Akan Dimerdekakan (Zionis) Israel!


10Berita, Anggota Komisi II DPR RI, Jemmie Demianus Ijie mendorong pemekaran Provinsi Papua segera dilakukan. Pemekaran perlu dilakukan demi keutuhan Papua sebagai bagian dari NKRI.

“Orang Papua sudah jadi pilot di Israel, orang Papua sudah direkrut disiapkan jadi politisi-politisi di Israel, itu pertanda apa?” ujarnya saat ditemui di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/2).

Bukan hanya itu, Jemmie juga menyebutkan bendera Zionis Israel sudah berkibar dengan bebas di gereja-gereja di Papua sehingga sudah dapat disimpulkan bahwa keadaan tersebut mengancam keutuhan NKRI.

“Ini serius, ancamannya serius tidak main-main. Dan orang Papua hari ini yakin bahwa mereka akan dimerdekakan oleh Israel,” lanjutnya.

Melihat kenyataan itu, Jemmie berpendapat bahwa lebih baik Papua merdeka di dalam rangkulan ibu pertiwi melalui pemekaran Provinsi.

“Lebih bagus kita berpikir keluar uang banyak untuk pemekaran di Papua atau kita akan gigit jari kalau Papua dan kekayaannya keluar dari bangsa ini,” tukasnya.

Provinsi yang diharapkan dapat dimekarkan adalah Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Pengunungan Tengah.

Sumber : eramuslim.com

Instagram Mengaku Tengah Investigasi Penyebab Pemblokiran Akun UAS

Instagram Mengaku Tengah Investigasi Penyebab Pemblokiran Akun UAS


10Berita – Pihak Instagram tengah melakukan investigasi terkait pemblokiran akun milik Ustadz Abdul Somad. Nantinya, pihak Instagram akan memberikan penjelasan resmi berdasarkan hasil investigasi tersebut.

“Mereka sekarang sedang lakukan investigasi,” kata Dirjen Aplikasi dan Informatika Kenterian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan saat dikonfirmasi, Senin (26/2/2018).

Semuel mengatakan, penanganan akun seseorang untuk diblokir atau dinormalisasi menjadi kewenangan pihak platform media sosial, dalam hal ini Instagram.

Terkait pblokiran akun Ustaz Somad, Semuel mengaku telah menanyakan hal tersebut kepada pihak Instagram. “Saya dapat laporan, saya ingin tahu juga. Saya Tanya, katanya mereka sedang investigasi. Itu biasanya terkait agreement dan sistem standard community mereka,” kata Semuel.

Semuel memastikan, dalam kasus ini pemerintah tidak mengajukan permintaan blokir kepada Instagram. Pemerintah juga tidak menagih penjelasan dari Instagram.

“Kalau kami yang ajukan selalu terdaftar dan pelanggarannya pelanggaran hukum,” kata Semuel.(kl/ito)

Sumber :Eramuslim 

Polisi Periksa Ahok Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Reklamasi

Polisi Periksa Ahok Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Reklamasi


Ahok

10Berita, JAKARTA  Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah memeriksa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait kasus dugaan korupsi proyek reklamasi di teluk Jakarta tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan, Senin (26/2/2018) mengatakan, pihaknya sudah memeriksa Ahok pada awal Februari 2018 di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Pak Ahok sudah kita periksa untuk dimintai keterangan. Dan sudah diperiksa awal Februari (2018) di Mako Brimob,” ujar Adi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/2).

“Ada sekitar 20 pertanyaan,” kata Adi.

Adi mengatakan, pemeriksaan Ahok dilakukan di Rumah Tahanan Markas Komando (Rutan Mako) Brimob Mabes Polri Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, awal Februari 2018.

Adi mengungkapkan, penyidik mendalami keterangan Ahok untuk mengetahui dugaan mal-administrasi pada proyek reklamasi Teluk Jakarta itu.

Selain Ahok, polisi juga memeriksa Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah untuk mengklarifikasi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) lalu lintas terkait proyek pembangunan reklamasi Pulau Teluk Jakarta.

Penyidik juga mengagendakan pemeriksaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Sofyan Djalil untuk menjelaskan persoalan sertifikasi pulau reklamasi itu.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa tiga saksi, yakni Kepala Bidang Peraturan BPRD DKI Jakarta, Kepala Bidang Perencanaan BPRD DKI Jakarta dan staf BPRD Penjaringan Jakarta Utara pada Rabu (8/11/2017). Anggota Polda Metro Jaya telah meningkatkan status laporan perkara proyek pulau reklamasi dari penyelidikan ke penyidikan.

Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik mengindikasikan pada proyek reklamasi Pulau C dan D terjadi penyelewengan anggaran negara. Dugaan penyelewengan anggaran negara itu pada NJOP Pulau C dan D yang ditetapkan DPRD DKI senilai Rp 3,1 juta per meter, namun realisasinya mencapai kisaran Rp 25 juta per meter hingga Rp 30 juta per meter.

Terkait penetapan NJOP itu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menduga terjadi tindak pidana korupsi pada proyek reklamasi pulau tersebut.

“Kita memberikan pertanyaan 20 pertanyaan,” ungkapnya. (*)

Sumber: Antara,  Salam Online.

Cebong Tuduh IG Ustadz Abdul Somad Dibuka Jaringan PKS di Kominfo, Ini Jawaban Tifatul Sembiring

Cebong Tuduh IG Ustadz Abdul Somad Dibuka Jaringan PKS di Kominfo, Ini Jawaban Tifatul Sembiring


Ustadz Abdul Somad (Youtube)

10Berita, Di saat dukungan netizen mengalir deras untuk Ustadz Abdul Somad, ada pula yang mempermasalahkan diaktifkannya kembali akun Instagram dai nasional itu.

Ia juga menuduh PKS memiliki jaringan di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) karena dulu institusi itu dipimpin oleh Tifatul Sembiring. Jaringan PKS itulah, menurutnya, yang mengaktifkan kembali akun Ustadz Abdul Somad.

“ingat @tifsembiring pernah menjabat @kemkominfo jaringan pekaes sudah bercokol disitu wajar kalo somad diperhatiin. sesama 212 saling membantu,” kata @pasukanretweet7

Kicauan itu menanggapi kicauan pengguna Twitter lainnya yang meminta dibantu seperti Ustadz Abdul Somad.

“Akun Facebook saya juga di non aktifkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sebelumnya, mohon bantuannya @kemkominfo untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak @facebook , jangan hanya si Somad saja yg di perhatikan, @dpr_kita harus adil terhadap seluruh rakyat Indonesia,” kata @Nursyahbana9

Menjawab akun yang terindikasi cebong itu, Tifatul Sembiring pun melontarkan twit menggelitik.

“He3x...Ava nya kok gambar kodok mas, apakah ada arti filosofi sendiri...:))” kata @tifsembiring, Selasa (27/2/2018). Akun pasukan retweet memang menggunakan gambar kodok sebagai avatarnya.

He3x...Ava nya kok gambar kodok mas, apakah ada arti filosofi sendiri...:)) https://t.co/sZc4T0Aw2B

— Tifatul Sembiring (@tifsembiring) 26 Februari 2018

Seperti diberitakan sebelumnya, akun Ustadz Abdul Somad sempat diblokir oleh Instagram. Setelah gelombang protes besar-besaran yang dilontarkan netizen, akun tersebut akhirnya diaktifkan kembali oleh Instagram. 

Tak hanya netizen biasa, para artis pun menyuarakan dukungannya kepada Ustadz Abdul Somad. (Baca: Dukung Ustadz Abdul Somad, Para Artis dengan 45 Juta Follower Peringatkan Instagram)

Kini, akun IG Ustadz Abdul Somad tersebut telah diikuti 1,7 juta followers. [Ibnu K/]

Sumber :Tarbiyah.net

Anies-Sandi dihadang? Tokoh Betawi Ustadz Haikal: Ternyata kita harus turun ke jalan...

Anies-Sandi dihadang? Tokoh Betawi Ustadz Haikal: Ternyata kita harus turun ke jalan...


10Berita, Da'i kondang dan Tokoh Masyarakat Betawi, Ustadz Haikal Hassan Baras mewaspadai adanya upaya penjegalan terhadap pimpinan DKI Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

"Apaaaaa?
Pak Anies diperiksa?
Pak Sandi dipanggil KPK?
Berarti skenario mereka akhir tahun di PLTkan beneran?
Serius nih ? Biar reklamasi mulus?
Buat bensin kampanye?  Waah...

Ternyata kita harus ke jalan
Robohkan setan yg berdiri mengangkang."

Demikian disampaikan ustadz Haikal Hasan Baras melalui akun twitternya hari ini, Selasa (27/2/2018).

Pernyataan ini dikomentari oleh warganet.

"Gak kaget, karna dari sebagian yg sekolam sudah bilang bahwa anis sandi gk kan bertahan jadi gubenur lbh dr 100hr mk apa pun caranya mereka berdua hrs di lengserkan, tp yakinlah Allah penentu segalanya," komen akun @Indahwa42695171.

Apaaaaa?
Pak Anies diperiksa?
Pak Sandi dipanggil KPK?
Berarti skenario mereka akhir tahun di PLTkan beneran?
Serius nih ? Biar reklamasi mulus?
Buat bensin kampanye? Waah...

Ternyata kita harus ke jalan
Robohkan setan yg berdiri mengangkang

— Haikal Hassan Baras (@haikal_hassan) 27 Februari 2018


Gk kaget ,karna dr sebagian yg sekolam sudah bilang bahwa anis sandi gk kan bertahan jadi gubenur lbh dr 100hr mk apa pun caranya mereka berdua hrs di lengserkan ,tp yakinlah allah penentu segalanya

— Iin sajalah (@Indahwa42695171) 27 Februari 2018


Sumber :Portal Islam 

Kartunis Jepang Kembali Hebohkan dengan Kartun "Banjir Pekerja Asing", Pribumi Gigit Jari Cuma Jadi Penonton

Kartunis Jepang Kembali Hebohkan dengan Kartun "Banjir Pekerja Asing", Pribumi Gigit Jari Cuma Jadi Penonton


10Berita, Kartunis Jepang Onan Hiroshi yang akunnya sempat lenyap, kini kembali membuat kartun yang masih menyorot proyek kereta cepat.

Dalam kartun ini Onan Hiroshi mengingatkan "tipu daya" proyek yang sepertinya "menggiurkan" dengan nilai proyek yang lebih murah terjangkau, rakyatpun senang karena bakal banyak lowongan pekerjaan dari proyek tsb, namun pada kenyataannya proyek dan tenaga kerja-nya didatangkan dari negara pemborong proyek.

Onan Hiroshi memberi pengantar pada kartunnya:

this is finaly draw. 
this time, i That really wanted to tell.

Proverb
"There's no such thing as a free lunch" 
"If you buy something (for) free, it willl cost you a lot."
"candied words have trap"  

Pepatah mengatakan:
"Tidak ada yang namanya makan siang gratis"
"Jika Anda membeli sesuatu (untuk) gratis, itu akan menghabiskan banyak biaya."
"Kata-kata yang manis memiliki perangkap"

Link: https://twitter.com/hiroshionan/status/968030817279594496

Karikatur Onan menggambarkan Proyek-nya dan Pekerja-nya diborong oleh mereka, sementara pribumi hanya bisa melihat dan bermimpi jika ikut andil dalam pembangunan, rakyatnya hanya menjadi penonton.

Apa yang dikarikaturkan Onan Hiroshi bukan omong kosong. Silakan cek di google...

Investasi China Sekaligus Bawa Tenaga Kerja dari China
http://poskotanews.com/2016/07/19/investasi-china-sekaligus-bawa-tenaga-kerja-dari-china/

Di 3 Proyek Ini, Buruh Cina Ambil Pekerjaan Kasar
https://bisnis.tempo.co/read/696447/di-3-proyek-ini-buruh-cina-ambil-pekerjaan-kasar

Implikasi Kerjasama Cina-Indonesia: Masuknya Ribuan Pekerja Cina di Banten dan Papua
https://www.kompasiana.com/lahagu/implikasi-kerjasama-cina-indonesia-masuknya-ribuan-pekerja-cina-di-banten-dan-papua_559792bad67e619d07b176dc

Padahal JANJI KAMPANYE akan menyediakan 10 JUTA LAPANGAN KERJA BARU...


this is finaly draw.
this time,i That really wanted to tell.
今回、私が皆さんに本当に伝えたかった事。
Proverb
"There's no such thing as a free lunch"
"If you buy something (for) free, it willl cost you a lot."
タダより高い物は無い
"candied words have trap" 甘い言葉には罠がある pic.twitter.com/Uarpf409YU

— Onan Hiroshi (@hiroshionan) 26 Februari 2018


Sumber : PORTAL ISLAM