OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 01 Maret 2018

Kalau Saja Umat Islam Shalat 50 Waktu

Kalau Saja Umat Islam Shalat 50 Waktu


Foto: Aldi/Islampos

10Berita, ANNAS bin Malik megatakan, Rasulullah bersabda: Allah memerintahkan shalat sebanyak 50 waktu sebagai kewajiban atasku dan umatku.” Setelah  menerima perintah (shalat) itu Nabi Saw kembali berpapasan dengan Nabi Musa as seraya berkata: Apa yang diwajibkan oleh Tuhanmu kepada umatmu? Nabi Saw menjawab, “Shalat sebanyak 50 waktu.”

Nabi Musa berkata, “Kembalilah menghadap Tuhanmu, sesungguhnya umatku tidak akan sanggup melaksanakannya.” Maka Nabi Muhammad kembali  dan meminta keringan pada Tuhannya seperti yang disarankan oleh Nabi Musa. Kemudian Allah memberikan keringanan sehingga jumlahnya menjadi separuhnya.

Setelah itu Nabi Saw kembali bertemu Musa as, dan menyarankan agar meminta keringanan pada Tuhannya untuk kedua kalinya. “Kembalilah kepada Tuhanmu, sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melaksanakannya.”

Lalu Nabi Saw lagi-lagi menemui Tuhannya untuk memohon keringanan, dan Allah memberi keringanan menjadi lima waktu. Allah berfirman: “Inilah lima waktu shalat yang wajib, nilainya sama dengan lima puluh waktu dan kalam-Ku tidak dapat berubah lagi.”

Lagi Nabi Saw bertemu Nabi Musa as, dan lagi-lagi Musa meminta Nabi Muhammad saw agar meminta keringanan untuk ketiga kalinya. Tapi kali ini Nabi Saw tidak menemui Tuhannya untuk memohon keringaan yang kesekian kalinya seperti yang disarankan Musa as. Nabi Saw berkata: “Aku sangat malu bertemu Tuhanku.”

Setelah itu Jibril membawa Nabi Muhammad saw ke Sidratul Muntaha yang diselimuti berbagai warna yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Setelah itu, Nabi Saw diizinkan masuk ke dalam surga, di dalamnya ditemukan tembok-tembok kecil yang terbuat dari mutiara dan tanahnya mengeluarkan wangi kesturi.” (HR. Bukhari).

Melihat Penghuni Neraka

Peristiwa Isra Mi’raj terjadi dengan rohani dan jasmani, bukan mimpi dalam tidur. Bagi orang yang beriman, peristiwa ini dialami Rasulullah dalam keadaan sadar dan terjaga. Ketika itu terjadi perdebatan sengit diantara para sahabat, bahkan tak sedkit yang murtad.

Kaum orientalis kemudian melontarkan sejumlah pertanyaan sinis seperti ini:  Kenapa peristiwa Isra’ Miraj terjadi di malam hari, kenapa tidak di siang hari agar bisa dilihat dan diyakini orang? Kalau memang mu’jizat itu terjadi dengan kekuatan Allah, kenapa terjadi dalam semalam, bukan sekejab mata?

Ketika orang lain meragukan dan mengingkari kisa perjalanan ghaib Rasulullah ke Sidratul Muntaha, sahabat Abu Bakar As-Shiddiq lah yang membenarkan kabar tersebut.

Dalam perjalanan mir’ajnya, Rasulullah melewati suatu kaum yang sedang bercocok tanam dan sedang menuai pada hari itu juga. Setiap kali mereka tuai, setiap itu pula tanaman tersebut tumbuh kembali, seperti sebelum menuai. Lalu Rasulullah bertanya kepada Jibril. “Siapa mereka itu ya Jibril? Jibril menjawab, “Mereka adalah kaum mujahidin fi sabilillah. Pahala yang diberikan kepada mereka berlipat ganda hingga 700 kali lipat.”

Kemudian, Rasulullah juga melihat seorang wanita tua. Pada kedua lengannya berderet perhiasan yang mempesona. Rasulullah bertanya lagi kepada Jibril, lalu Jibril menjawab, “Ia adalah dunia dengan berbagai perhiasan yang ada padanya.”

Selanjutnya, Rasulullah melihat orang yang sedang memukul kepala dengan batu hingga pecah. Dari pecahan kepala itu mengucur banyak darah. Lalu kepada itu kembali sediakala, setelah itu kembali memukul kepalanya dengan batu hingga berdarah dan seterusnya hingga berkali-kali. Rasulullah bertanya kepada Jibril. “Siapa mereka ya Jibril?” Jibril menjawab, “Mereka adalah orang yang bermalas-malasan dalam menunaikan shalat wajibnya.”

Dalam Mi’rajnya, Rasulullah juga melihat suatu kaum yang memotong-motong lidah dan bibirnya sendiri dengan menggunakan gunting dari besi. Setiap kali lidah dan bibirnya terpotong, setiapkali itu pula  bibir dan lidahnya kembali seperti sediakala, lalu dipotong lagi dan seterusnya. Rasulullah bertanya kepada Jibril, siapa mereka? Jibril menjawab, mereka adalah penceramah dan ahli pidato fitnah yang kerjanya menyuruh orang mengerjakn sesuatu, tapi mereka tidak melakukannya. Mereka orang yang suka ceramah, tapi tidak sesuai dengan kata dan perbuatannya.

Kemudian, Rasulullah melihat seekor banteng besar keluar dari dalam perut yang besar, lalu banteng itu ingin masuk lagi, tapi tak bisa, Rasulullah terheran-heran. Maka beliau bertanya kepada Jibril dan dijawab, “Ia adalah perumpaan seorang yang berjanji dan bersumpah, tapi tak mampu ditunaikan.

Rasulullah juga melihat suatu kaum berenang di lautan darah. Mereka berenang disana dan memakan batu-batuan ke dalam mulutnya. Nabi Saw bertanya kepada Jibril tentang mereka, lalu dijawab, “Mereka adalah pemakan uang riba.”

Lanjut, Rasulullah melihat orang-orang yang meninggalkan daging segar dan mengerumuni daging busuk. Rasulullah bertanya kepada Jibril, siapa mereka? Jibril menjawab, “Mereka adalah para pezina. Lelaki yang mempunyai istri halal dan sehat, tetapi ditinggalkan dan mencari perempuan haram yang berpenyakit. Begitu pula sebaliknya, perempuan yang mempunyai suami yang  halal dan sehat, tapi dia mencari lelaki yang haram di jalan.”

Tak lama kemudian, Rasulullah melihat seorang lelaki sedang memikul barang yang tidak kuat dipikulnya, namun ia masih menambah pikulannya itu dengan memasukkan barang-barang lain. Rasulullah bertanya tentang orang itu, dan Jibril menjawab, “Ia adalah orang yang sedang membawa amanat meskipun tidak sanggup ditunaikan. Bebannya sudah berat, ia tambah lagi dengan amanat yang baru.” []

Sumber : Islampos

Ada Pengesanan bahwa Muslim Cyber Army (MCA) adalah Organisasi

Ada Pengesanan bahwa Muslim Cyber Army (MCA) adalah Organisasi



10Berita, JAKARTA - Pengamat kontra intelijen sekaligus pegiat media sosial, Mustafa Nahrawardaya nampaknya ragu bahwa Muslim Cyber Army (MCA) benar-benar nyata ada. Hal yang menunjukkan itu misalkan salah satu disebut olehnya adalah ada kesan MCA mempunyai organisasi.

“Untuk menunjukkan kesan MCA itu berorganisasi, maka ada dugaan kuat  hadirnya penumpang gelap yang:


Bikin email  dengan nama MCA, Membentuk Grup MCA di Media Sosial, Meng-Invite tokoh-tokoh besar Muslim yang sibuk, masuk di grup, Ketika ditangkap, mengaku dibayar oposisi,” analisisnya, Rabu (28/2/2018), melalui akun Twitter pribadi miliknya.

Padahal, menurut dia ada kejadian sebaliknya, jika para pemerhati mau betul memperhatikan bahwa kondisi lalu seperti penghinaan kepada ulama justru bukanlah MCA. “Apa ada rencana Pemerintah melarang penggunaan istilah MCA menjelang Pilpres?

Yang lakukan penghinaan, apalagi makian terhadap Ulama maupun terhadap Umara, itu BUKAN MCA. apalagi pakai bikin Grup WA segala. Hati-hatilah ada penumpang gelap.”

Sebelumnya aparat mengakui bahwa telah menangkap beberapa orang yang diduga mengatasnamakan MCA. Mereka berempat orang. Ditangkap beberapa waktu lalu. (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Cara Pandang Islam

Cara Pandang Islam

Musibah yang menimpa umat manusia memiliki dimensi agama.

10BeritaOleh: Wisnu Tanggap Prabowo

Seseorang pernah berkata kepada penulis, "Apakah segala peristiwa harus dikait-kaitkan dengan agama?" Seketika itu langsung tebersit dalam benak, betapa indah dan istimewa agama Islam ini.

Mulai dari tidur, minum dan makan, buang hajat, mengenakan sandal dan pakaian, hingga bersin sekalipun memiliki dimensi agama dan bernilai ibadah. Segala sesuatu yang ada pada dirinya dan alam dunia serta segala sesuatu yang tampak maupun tidak tampak oleh mata bagi seorang Muslim pasti terkait dengan agamanya.

Dari sahabat Salman, beliau berkata, "Orang-orang musyrik telah bertanya kepada kami: 'Sesungguhnya Nabi kalian sudah mengajarkan kalian segala sesuatu sampai buang air besar!' Maka, Salman radhiyallahu anhu menjawab" 'Ya!'" (HR Muslim, Abu Dawud, dan lainnya).

Musibah yang menimpa umat manusia, terlebih yang menimpa saudara Muslim di belahan dunia lainnya pun memiliki dimensi agama. Bencana alam, bencana kemanusiaan, dan musi bah yang menimpa diri sendiri pun telah dijelaskan hakikatnya oleh Islam. "Dan pada diri-diri kalian (terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya) tidakkah kalian melihat." (QS adz-Dzariat: 21).

Jika begini cara pandang seorang Muslim dalam tindak tanduk kesehariannya, maka ia sejatinya telah menjadi Muslim ideal. Islam telah menyatu dengan hidupnya lahir dan batin. Kelelahan dalam mencari rezeki, demam yang menimpa, tali sandal yang putus, wafatnya karib kerabat, serta lapang dan sempitnya karier dan perniagaan pun memiliki dimensi Islami.

Melihat daun yang jatuh atau seekor kucing yang mengubur sendiri kotorannya di tanah, atau kilatan petir, gemuruh guntur, atau gerhana, hati seorang Muslim seketika itu terpaut dengan apa yang agamanya jelaskan tentang semua itu. Bahkan, semua fenomena alam dapat menjadi pengingat seorang Muslim untuk tidak lalai berzikir, yakni berzikir ketika melihat sesuatu yang menakjubkan, ketika petir menyambar-nyambar dan ketika gerhana matahari dan bulan terjadi. "Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tan da-tanda untuk orang-orang yang beriman" (QS al-Jaatsiyah: 3).

Oleh sebab itu, jika segala sesuatu adalah milik-Nya, segala sesuatu pasti terkait dengan Islam. Dengan menanamkan cara pandang seperti ini, niscaya kita akan selalu dekat dengan Islam dan dekat dengan ajaran Islam berarti jalan untuk mendekat kepada Allah. Akan tetapi, semua tidak lantas terjadi begitu saja.

Ia hanya ada pada diri seorang muslim yang Allah kehendaki hidayah turun padanya saja. Setelah itu, seorang Muslim harus menempuh sebab-sebab dunia untuk meraih taufik dan hidayah, dan sebab terbesarnya adalah menuntut ilmu. Nabi Musa pernah berdoa, Rabbi zidni 'ilman (Ya Rabbku, tambahkanlah aku ilmu). Semoga kita diberi hidayah oleh-Nya untuk mencintai ilmu dan berupaya mencarinya, ikhlas untuk mengharap pahala-Nya.

Sumber :Republika.co.id 

10 Tips Menghemat Listrik Ini Akan Mengurangi Biaya Bulanan Listrik Anda

10 Tips Menghemat Listrik Ini Akan Mengurangi Biaya Bulanan Listrik Anda


10Berita, Biaya hidup yang semakin tinggi harus disikapi secara bijak. Masyarakat harus cermat dan hemat dalam membelanjakan uangnya.

Sehingga tidak terjadi pemborosan yang tidak perlu. Penghematan dalam berbagai unsur harus diterapkan, salah satunya dengan menghemat penggunaan listrik.

Tips apa saja yang bisa diterapkan, agar biaya listrik lebih hemat?

Bersihkan Kulkas Secara Rutin
Cara ini tidak hanya menghemat listrik, tapi juga mengoptimalkan kinerja kulkas. Hindari membuka kulkas terlalu sering dan memastikan menutup pintunya dengan rapat.

Gunakan Alat Listrik dan Elektronika Sesuai Kebutuhan
Kalau memang peralatan tersebut tidak digunakan lagi, sebaiknya segera matikan dan cabut kabelnya dari stop kontak.

Gunakan Tangki Air dan Membuat Jadwal Hidup Pompa Air
Sehingga alat ini tidak terlalu sering digunakan, padahal untuk mendapatkan air dalam jumlah sedikit.

Buatlah Sirkulasi Udara yang Baik
Membuat sirkulasi udara dan menanam pepohonan di sekitar rumah. Dengan begitu menjadikan udara di dalam rumah tetap sejuk dan menekan penggunaan AC.

Merawat Instalasi Listrik
Lakukan pengecekan secara berkala, agar kerusakan bisa diketahui atau dicegah.

Gunakan Laptop Dibandingkan PC
Karena daya laptop lebih kecil.

Kalau Menggunakan AC Terapkan yang Berteknologi Inverter
Karena lebih hemat energi dan jangan lupa mengatur suhu seperlunya.

Sistem Penerangan yang Baik
Sehingga bisa mengurangi pemakaian lampu listrik khususnya di siang hari.

Gunakan Lampu Hemat Energi

Gunakan Alat Elektronik yang Hemat Energi

Membuat Jadwal Mencuci
dan gunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitasnya.

Jadwalkan Menyeterika Pakaian Sekaligus
karena seterika listrik membutuhkan daya besar.

Untuk selengkapnya anda juga bisa menonton video ini:

Sumber: hinggap com,  Islamidia



Islamnya Balkan dan Jasa Sang Penakluk

Islamnya Balkan dan Jasa Sang Penakluk

Islam masuk ke Balkan pada abad ke-15

10Berita , JAKARTA — Agama Islam di Bosnia dan Herzegovina memiliki sejarah kaya dan panjang. Sebagian besar Muslim di Bosnia adalah Muslim Sunni.

Diperkirakan, jumlahnya mencapai tiga juta orang. Islam menjadi agama terbesar di Bosnia. Sebanyak 31 persen menganut Ortodoks dan 15 persen menganut Katolik Roma.

Islam pertama kali diperkenalkan di Balkan oleh Sultan Mehmet Sang Penakluk dari Kekaisaran Ottoman pada pertengahan abad ke-15. Sebagian besar Bosnia berhasil dikuasai Ottoman pada 1463 M. Sedangkan, Herzegovina berhasil ditaklukkan pada 1480-an.

Satu abad kemudian, banyak Suku Slavic memeluk Islam di bawah kepemimpinan Ottoman. Pada awal 1600-an, diperkirakan dua per tiga dari populasi Bosnia adalah Muslim.

Bosnia dan Herzegovina tetap menjadi provinsi di Kekaisaran Ottoman dan memperoleh otonomi setelah pemberontakan Bosnia pada 1831 M. Setelah 1878 M, muncul Kongres Berlin di bawah kendali sementara Austria-Hungaria.

Pada 1908, Austria-Hungaria secara resmi menganeksasi wilayah itu. Bosnia dan Albania adalah satu-satunya bagian dari Kekaisaran Ottoman di Balkan tempat sejumlah besar orang masuk Islam dan tinggal setelah kemerdekaan.

Sumber : Republika.co.id 

Ada Racun di Balik Pujian IMF

Ada Racun di Balik Pujian IMF

10Berita, Indonesia memang sudah lama jadi langganan pujian dari International Monetary Fund (IMF). Yang teranyar, pujian datang dari Managing Director IMF Christine Lagarde yang mengatakan perekonomian Indonesia saat ini sudah berjalan dengan sangat baik.

Dulu, sesaat sebelum diterjang krisis moneter pada 1998, Indonesia juga menuai banjir pujian dari IMF, Bank Dunia, dan kalangan pasar. Dikatakan fundamental ekonomi kokoh dan kuat, ekonomi sudah berjalan di track yang benar, dan lainnya, dan seterusnya.

Namun sejarah pula yang membuktikan, bahwa IMF bisa disebut sebagai dalang Indonesia tenggelam dalam krisis moneter yang berujung pada kiris politik. Kisahnya berawal saat Krismon baru menghantam Thailand akibat kredit macet di sektor propert yang kelewat gede. Sejumlah negara ASEAN mengambil langkah antisipasi berbeda. Korea Selatan merestrukturisasi utang seluruh korporat bermasalah mereka. Hasilnya top. Ekonomi Korsel lolos dari pusaran krisis. 

Malaysia mengambil tindakan yang sama sekali tidak disukai pasar. Mahathir membatasi lalu lintas kapital keluar. Tak pelak lagi, Malaysia panen caci-maki dari para pelaku pasar dan berbagai lembaga keuangan dunia. Tapi, pilihan Mahathir terbukti tepat. Malaysia selamat dari tsunami krismon. 

Sebaliknya, Indonesia justru memilih jadi pasien IMF. Celakanya, ibarat dokter IMF bukanlah penyembuh. Resep-resepnya ngawur dan bias dengan berbagai kepentingan yang didomplengkan. Akibatnya bisa ditebak. Bukannya sembuh, ekonomi Indonesia justru  terjun bebas ke minus 13,2%. Krisis moneter juga memacu arus modal keluar meningkat pesat. Angkanya mencapai US$5 miliar.  Dolar Amerika pun terbang hingga 600% dalam setahun, dari Rp2.500/US$ menjadi Rp17.000 pada Januari 1998. Moodys mengganjar peringkat utang jangka panjang Indonesia menjadi junkbond. 

Resep-resep IMF lainnya yang justru membuat Indonesia sekarat antara lain, meminta Pemerintah mengerek suku bunga SBI dari 16% jadi 80%. Ini yang menyebabkan terjadinya krisis likuiditas pada sistem perbankan nasional. 

Yang tidak kalah konyolnya, IMF mendesak Pemerintah menutup 16 bank tanpa persiapan yang memadai. Kepercayaan publik terhadap perbankan nasional pun hancur berkeping-keping. Terjadi rush dimana-mana dalam jumlah luar biasa. Penutupan 16 bank menyeret lumpuhnya puluhan bank lainnya. 

Puncak dari kegilaan IMF adalah ketika meminta Pemerintah mengambil alih sebagian besar utang swasta yang jumlahnya sekitar US$82 miliar. Caranya, dengan mengubah utang swasta menjadi utang publik. Maka disuntikkanlah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Tiba-tiba saja Pemerintah menangung terhadap swasta sebesar Rp647 triliun.

Drama krismon mencapai titik klimaks, saat Presiden Soeharto atas desakan IMF mencabut subsidi BBM yang melambungkan harganya jadi sangat tinggi. Tak pelak lagi, kerusuhan merebak di sejumlah kota besar sepanjang Mei 1998. Inilah yang pada akhirnya menumbangkan Soeharto setelah 32 tahun berkuasa.

Dewa Amputasi

Berdasarkan seabreg kesalahan IMF tersebut, pendiri lembaga think tank ECONIT Advisory Rizal Ramli menyebut IMF adalah Dewa Amputasi. Bukan itu saja, Rizal Ramli juga menulis di koran international memberi kuliah di sejumlah lembaga bergengsi, antara lain Carnegie Center, Washington DC dan Oxford tentang Malpraktek IMF di Indonesia.

Gayung bersambut. IMF akhirnya bentuk komite review tentang Indonesia dipimpin Montek Aluwalia, yang kemudian jadi Mentri Perencanaan India. Setelah melakukan serangkaian penelitian dan wawancara, termasuk dengan Rizal Ramli, dua tahun kemudian komite itu menerbitkan laporan yang berisi pengakuan berbagai kesalahan IMF di Indonesia. 

Perilaku serampangan IMF di Indonesia juga menyebabkan penyesalan luar biasa dari mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono. Dia merasa kesalahan paling besar sepanjang karirnya adalah ikut membujuk Presiden Soeharto menandatangani letter of intent (LoI) yang disusun IMF. Belakangan Moerdiono meyakini LoI itu sengaja dirancang untuk gagal agar Indonesia tenggelam lebih dalam pada kubangan krisis. Keyakinanan itu didasari fakta adanya 140 prasyarat (condionalities) yang tidak masuk akal, sebagian besar sama sekali tidak ada hubungannya dengan stabilitas moneter dan kurs rupiah.

Jadi, kalau kini Lagarde datang ke Indonesia dan menabur pujian, tentu kita layak waspada. Bahkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon melalui akun twitternya @fadlizon, Selasa, 27 Februari 2018, menulis “Hati-hati pujian beracun.” Dia menjelaskan, pada waktu krisis ekonomi dan politik 1997/1998, IMF juga memuji-puji perekonomian yang disebutnya kuat secara fundamental. “Tapi setelah itu menyiram bensin ke tengah api,” cuitnya lagi.

Jadi, bagaimana kita membaca Lagarde kali ini. Patut diduga dia ingin memastikan agenda liberalisasi di Indonesia berjalan seperti yang digariskan. Entah ada-tidak hubungannya, sesaat sebelum Direktur Pelaksana IMF itu berkunjung, tiba-tiba harga BBM naik. Seperti biasa, Pemerintah kita memang terbiasa memberi ‘sesaji’ bagi petinggi asing yang bertandang. Kali ini, sajen itu adalah kenaikan harga BBM.

Saat diajak blusukan di pasar Tanar Abang oleh Jokowi, raut wajah Lagarde memang tampak sumringah. Ada kepuasan terpancar dari sana. Dia pun memuji-muji pemerintahan Jokowi. Bisa jadi, pujian disampaikan karena Indonesia dianggap masih dan tetap setia pada jalur neoliberalisme.

Jangan lupa, Oktober tahun ini kita menjadi tuan rumah Annual And Spring Meetings Of The IMF-The World Bank Group, di Bali.  Bisa jadi juga, Lagarde hendak memastikan Indonesia sanggup menggelontorkan fulus nyaris Rp1 triliun. Jumlah yang menurut Menkeu Sri Mulyani normal dan wajar, di tengah kesulitan likuiditas proyek-proyek infrastruktur, melebarnya defisit anggaran, dan menjulangnya utang.

Namun, di atas semua tadi, agenda terpenting kedatangan Lagarde adalah kembali menegaskan sinyal agar Jokowi  menggandeng Sri Mulyani sebagai cawapres pada laga 2019. Untuk itu, sejumlah strategi dan program sudah mereka susun. Antara lain, dengan memoles citra Sri hingga seolah-olah dia sosok dan ekonom sempurna. Langkah itu termasuk mengguyur perempuan kelahiran Lampung itu dengan berbagai penghargaan di level regional dan internasional. Yang terbaru, adalah gelar sebagai menteri terbaik dunia.

Jika semua rencana itu berjalan mulus, maka sempurnalah Indonesia jatuh dalam genggaman neolib global. Kita punya Menkeu pejuang neolib yang gigih. Kendati tidak semoncer Sri, Menko Perekonomian Darmin Nasution pun setali tiga uang. Sejumlah menteri ekonomi juga kerap menelurkan kebijakan dengan aroma neolib menyengat. 

Bayang-bayang kian kuatnya cengkeraman neolib ke Indonesia, tampak dari disorongkannya Perri Wardjijo sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Jangan lupa, Perry pernah menduduki posisi penting selama dua tahun sebagai Direktur Eksekutif di IMF, mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

Pepatah mengatakan, keledai tidak akan masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Padahal keledai sering dianggap sebagai hewan paling bodoh. Pertanyaannya, mosok sih bangsa Indonesia lebih bodoh daripada keledai? (***)

Jakarta, 28 Februari 2018

Edy Mulyadi
Direktur Porgram Centgre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sumber : SI Online

Didin Hafidhuddin Tolak Alasan Regulasi Pendirian Ponpes

Didin Hafidhuddin Tolak Alasan Regulasi Pendirian Ponpes

Kiai Didin tak ingin pemerintah mengeneralisir semua ponpes beraliran keras.

10Berita , JAKARTA -- Cendikiawan Muslim KH Didin Hafidhuddin tak dapat menerima alasan pemerintah mewacanakan penyusunan regulasi standar minimum dan izin pendirian pondok pesantren. Lewat rencana tersebut, pemerintah berupaya menunjukkan perannya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus menghindarkan Indonesia mengekor India, Bangladesh, dan Afghanistan yang tidak mengontrol ideologi ekstrem.

Kiai Didin menampik kesan tersebut. Ia tak ingin pemerintah mengeneralisir semua pesantren beraliran keras. Watak seseorang tidak bisa dijadikan acuan.

Terlebih, selama ini banyak alumnus pesantren yang telah mengharumkan nama Indonesia. "Jangan lupa, pesantren telah melahirkan tokoh masyarakat. Banyak alumni yang punya akar positif terhadap bangsa," ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Kamis (1/3).

Ia mengatakan, untuk meminimalisir ideologi esktrem, pemerintah tidak perlu menitikberatkan kebijakan standar minimum dalam pendirian pendirian pesantren. Apabila kebijakan yang mengatur standar ini terealisasi maka akan berpotensi menghilangkan daya kreativitas para pengelola pesantren.

"Jika regulasi itu terlalu berat maka kreativitas akan hilang. Mereka ini para pengabdi, tidak digaji juga. Ada puluhan ribu santri di Indonesia ini," ungkapnya.

Jangan memberatkan

Kiai Didin mengatakan ia akan mendukung rencana pemerintah apabila kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan pondok pesantren di Indonesia. Setidaknya, regulasi tersebut dapat memajukan sumber daya manusia di pesantren.

"Kebijakan pemerintah membuat regulasi standardisasi mutu pesantren sangat bagus. Tapi jika regulasi ini berat dan sulit, tidak perlu dilakukan. Cukup dengan sering pelatihan kepimpinan saja, manajemen yang baik terhadap santri," ungkapnya.

Menurutnya, selama ini perkembangan pesantren di Indonesia mengalami peningkatan cukup siginifikan. Contohnya bisa dilihat dari beberapa pesantren yang maju di bidang kewirausahaan. "Seperti, pesantren Baitul Mal wat Tamwil (BMT), pesantren Miftahul Huda, dan pesantren Darussalam Gontor," ucapnya.

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pendis Kamaruddin Amin, standar pendirian pesantren minimum akan mencakup sisi kurikulum hingga sumber daya manusianya. Perbaikan tersebut menjadi upaya kehadiran negara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI). Dalam pembuatan standar, pesantren akan dilibatkan. 

"Kita tidak ingin seperti India, Bangladesh, Afganistan yang tidak mengontrol diri dari ideologi ekstrem, kata Kamaruddin saat orasi dalam Rapat Koordinasi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Jakarta, Senin (26/2) malam.

Selain itu, Kamaruddin juga menjelaskan bahwa regulasi izin pendirian pondok pesantren yang selama ini berada di tingkat wilayah Kabupaten/Kota, akan ditarik ke pusat. "Selama ini kita agak longgar," ungkapnya.

Sumber : Republika.co.id

Rabu, 28 Februari 2018

Saksi Fakta: Info Komunisme di PDI-P Dapat Dipertanggungjawabkan

Saksi Fakta: Info Komunisme di PDI-P Dapat Dipertanggungjawabkan

10Berita , Jakarta – Saksi fakta yang dihadirkan oleh tim penasihat hukum Alfian Tanjung, Ahmad Sukatmajaya mengatakan bahwa semua data yang diungkapkan oleh Alfian Tanjung sangat sesuai dengan apa yang terjadi hari ini. Hal ini disampaikan dalam sidang lanjutan kasus Alfian Tanjung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/02/2018).

Dalam sidang tersebut, kebenaran seputar informasi yang disampaikan Alfian Tanjung turut ditanyakan kepadanya. Ahmad menjawab, informasi seputar Komunisme dapat dipertanggungjawabkan.

“Benar, sangat sesuai (dengan apa yang terjadi hari ini). Semua dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ahmad

Seperti yang diketahui, Alfian Tanjung didakwa akibat postinganya di Twitter. Dalam cuitannya tersebut, Alfian mengungkapkan bahwa 80% kader PDI-Perjuangan berideologi komunis. Menanggapi hal itu, Ahmad menyatakan bahwa postingan tersebut benar adanya.

Kendati demikian, ia tak sepakat dengan jumlah yang disebutkan oleh Alfian Tanjung. Akan tetapi, ia termasuk yang meyakini bahwa ada ideologi komunisme dalam tubuh partai banteng itu.

“Jumlah bukan masalah. Karena keberadaannya saja sudah menjadi masalah,” terang Ahmad.

Sumber : Kiblat.

MCA Dalam Pusaran Fitnah, INI Pesan MENGGETARKAN dari Habib Rizieq  

MCA Dalam Pusaran Fitnah, INI Pesan MENGGETARKAN dari Habib Rizieq


10Berita, Serangan secara langsung yang ditujukan kepada Muslim Cyber Army (MCA) akhirnya membuat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab angkat bicara.

Melalui akun twitternya @RizieqShihabFPI, ia mengimbau seluruh Muslim Cyber Army untuk terus menggaungkan kebenaran dan melawan kebathilan.

"Kepada Segenap Muslim Cyber Army

Terus Gaungkan kebenaran..
Terus Gemakan kebenaran..
Jangan pernah berhenti!

INGAT..!!

MCA itu melawan fitnah, bukan membuat fitnah!
MCA itu melawan kebohongan, bukan membuat kebohongan!
MCA itu melawan yang bathil, bukan membuat kebathilan!" tulisnya, Rabu, 28 Februari 2018.

Sumber : portal-islam.id

 

Tempo Bikin Kartun Nyinyiri Habib Rizieq, Begini Jawaban Telak Netizen

Tempo Bikin Kartun Nyinyiri Habib Rizieq, Begini Jawaban Telak Netizen


10Berita, Majalah Tempo edisi 26 Februari 2018 menerbitkan kartun bergambar seorang berjubah putih duduk berduaan dengan seorang wanita yang tidak menutup aurat. Pria itu mengatakan “Maaf saya tidak jadi pulang.” Wanita di depannya membalas, “yang kamu lakukan itu jahat.”

Kartun tersebut juga diunggah di akun Twitter @tempodotco, Rabu (28/2/2018).

Banyak yang menilai, kartun tersebut sengaja dibuat dengan maksud nyinyir kepada Habib Rizieq yang tidak jadi pulang ke Indonesia.

Sejumlah netizen pun melontarkan tanggapan kepada @tempodotco

Kejahatan Koran Tempo..!!! Karikatur di Koran Tempo yg terbit hari ini, sengaja memancing amarah umat Islam. Group media milik cebong tua akut Gunawan Mohammad dan pengusaha keturunan Cina, Ciputra ini, sekali lagi, membuat pencitraan buruk kepada Ulama kita,” kata @rizky_1950

Tanggapan lebih telak dilontarkan oleh akun Warta Politik.

Media nyaris kolaps memang perlu membuat sensasi. Terbukti bahwa Habib Rizieq lebih mampu dijual kepada kaum Bong. Sementara perselingkuhan istri Ahok, tak pernah menarik perhatian umat Islam. Mengapa? As simple as "none of our concern".” Kata @wartapolitik[www.tribunislam.com

Sumber : tarbiyah.net