OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 01 Maret 2018

FSLDK akan Gelar ‘Aksi Save Ghouta’ di depan Kedubes Suriah

FSLDK akan Gelar ‘Aksi Save Ghouta’ di depan Kedubes Suriah

Bagaimana mungkin seorang Muslim membiarkan anak-anak dan orangtua menjadi korban dan diam melihat tragedi kemanusiaan yang terjadi di Ghouta Timur.

CNN

Seorang pria menyerahkan seorang anak kepada ayahnya setelah diselamatkan dari reruntuhan sebuah bangunan di Ghouta Timur pada hari Selasa

10Berita – Ketua Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), Fahruddin Alwi, menyatakan, tragedi kemanusiaan yang terjadi di Ghouta Timur, Suriah, harus menjadi kesadaran dan perhatian bersama seluruh umat Islam.

“Kita sadari betul bahwa kejadian kemanusiaan ini harusnya menjadi kesadaran kita bersama. FSLDK tidak fokus membahas politik yang terjadi di Suriah. Terlepas dari itu, yang kita perjuangkan adalah hak-hak saudara kita yang terdzalimi akibat peperangan yang terus terjadi,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Kamis (01/03/2018).

Baca: Ketua PBNU Kecam Keras Serangan atas Ghouta Timur


Fahruddin menegaskan, bagaimana mungkin seorang Muslim membiarkan anak-anak dan orangtua menjadi korban dan diam melihat tragedi kemanusiaan yang terjadi di Ghouta Timur.

Ketua LDKN Salam Universitas Indonesia ini mengajak masyarakat Indonesia untuk sama-sama menyadari, bahwa dengan sepakatnya umat Islam akan value perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka seharusnya bergerak saat melihat belum terciptanya perdamaian di Suriah.

Terlebih, korban yang berjatuhan tidak sedikit merupakan anak-anak.

FSLDK rencananya melakukan ‘Aksi Save Ghouta’ di depan Kedutaan Besar Suriah di Jakarta, Jumat besok (02/03/2018). Akan diikuti oleh sekitar 600 massa terdiri dari gabungan LDK-LDK se-Jadebek, Banten, dan Priangan Barat dan juga serentak di 37 Puskomda (Pusat Komunikasi Daerah) dan 775 LDK se-Indonesia.* Zulkarnain


Sumber : Hidayatullah.com

Pelarangan Cadar Terlalu Berlebihan

Pelarangan Cadar Terlalu Berlebihan

Mengenakan cadar merupakan wujud dari keyakinan agama seseorang.

10Berita ,  JAKARTA -- Pelarangan cadar bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dinilai terlalu berlebihan. Rektor, seharusnya berpegang pada UUD 1945 pasal 28 yang membebaskan setiap warga negara menjalankan agamanya masing-masing.

"Saya kira berlebihan ya kalau rektor sampai melarang mahasiswinya mengenakan cadar," kata Mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Mulyadi kepada Republika.co.id, Kamis (1/3).

Menurut dia, mengenakan cadar merupakan wujud dari keyakinan agama seseorang. Dan jika dilarang, maka telah melanggar konstitusi Indonesia. Mulyadi mengatakan, seharusnya rektor atau siapapun tidak berhak melarang seseorang mengenakan cadar.

Rektor UIN Sunan Kalijaga dalam hal ini berlebihan karena membuat aturan hingga teknis dan detal apalagi berhubungan dengan keyakinan seseorang. Bagi Mulyadi, penggunaan cadar tidaklah melanggar aturan tertentu apalagi kontitusi Indonesia. "Saya tidak tahu landasan filosofis dan konstitusi rektor membuat aturan pelarangan cadar," ujar dia.

Lagipula, rektor dilarang membuat aturan yang melanggar konstitusi karena penggunaan cadar hak warga negara dalam melaksanakan ibadahnya sesuatu Pasal 28 UU 1945. Justru rektor yang melanggar konstitusi Indonesia.

Jika dikhawatirkan mereka yang menggunakan cadar berafiliasi dengan organisasi aliran yang melanggar konstitusi, bukan cadarnya yang dilarang. Tetapi organisasi yang perlu diusut melalui pengadilan atau perpu pembubaran ormas.

"Bukan orang atau individunya melalui simbol pakaiannya, tetapi organisasi yang perlu diselidiki," kata dia.

Untuk menelusi masalah ini, pengurus HMI yang baru nantinya akan mengunjungi rektor tersebut melalui cabang HMI yang berada disana. "Kami akan meminta penjelasan landasan filosofis, konstitusional pelarangan cadar bagi mahasiswinya, dan akan membahas ini dengan mahasiswa mereka jalan keluarnya," kata dia.

Sementara itu Dirjen Pendidikan Kamarudin Amin masih belum menelusuri terkait aturan yang dibuat Rektor UIN Sunan Kalijaga. Sejak pekan lalu, Kamarudian berada di AS untuk studi banding terkait pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia.

Sumber :Republika.co.id 

MCA, Mukidi Cyber Army

MCA, Mukidi Cyber Army


10Berita .com – Sejak kemarin Mukidi blingsatan. Pulang dari pasar, dia langsung mengendap-endap memasuki rumahnya sampai isterinya heran.

“Ada apa, Pak Ne? Kenapa kok kayak abis ngeliat genderuwo gitu?” tanya isterinya.

Mukidi langsung menempelkan jari telunjuknya ke depan bibirnya., “Ssst…! Jangan keras-keras!” bisiknya.

“Iyooo… ono opo pak ne?”

“Aman kan? Aman kan?” bisik Mukidi sambil mukanya celingak-celinguk ke sekeliling rumah. Sesekali kepalanya timbul tenggelam di depan jendela seperti tarian Trio Kwek Kwek. Mau tak mau isterinya juga ikut-ikutan berbisik.

“Iyooo, aman, aman pak ne…”

Setelah didesak isterinya, barulah Mukidi mau menjelaskan sebab musabab ketakutannya yang tiba-tiba. Itu pun Mukidi mau menjelaskannya di dalam kamar, yang dianggapnya tempat paling aman dan privasi.

“Anuuu, buk Ne… Aku bubarkan aja deh MCA… Bahaya, lagi dicari-cari aparat! Ditangkepin!”

“MCA?” ulang isterinya dengan wajah ndak mudeng. Kedua alisnya bertemu di atas mata dengan jidat berlipat-lipat.

“Iyaa… Mukidi Cyber Army…”

“Halah! Opo tumon Pak Ne..? Itu buat apa?”

“Ituuu Bu Ne… Itu nama Grup Wa aku. Aku gini-gini kan pemerhati politik juga…,” jawab Mukidi dengan suara meninggi. Lalu setelah sadar dia berbisik kembali, “Pokoknya aku bubarkan sekarang juga!”

“Ya, terserah lah…”

“Tapi aku cuman ganti nama kok Bu Ne… aku gak mau kehilangan berita ter-now…”

“Iyaaa, terserah…” ujar isterinya yang mulai paham soal suaminya ini.

Mukidi terdiam sejenak. Lalu wajahnya menjadi cerah, “Aaah., aku dapet ide, Bu Ne…”

“Opo?”

“Aku ganti aja namanya biar aman, jadi Mukidi Aselik Social Media Volunteers, disingkat Masmev…”

Kini gantian isterinya yang seperti orang tengah berpikir. “Tunggu… Tunggu, Pak Ne… kayaknya aku pernah denger itu nama. Mirip-miriip apa yaa…?”

Mukidi tertawa dengan gaya khasnya. “Yo gapapa kan, yang penting sing amaaaan….!”

Keduanya lalu tertawa bersama. Kali ini lepas tanpa beban. []

Sumber : Eramuslim 

ACTA: MCA Asli Itu Berakhlak dan Tidak Sebar HOAX

ACTA: MCA Asli Itu Berakhlak dan Tidak Sebar HOAX

10Berita – Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Bamu’min membantah Muslim Cyber Army (MCA) sebagai kelompok penyebar hoaks. Novel pun mempertanyakan para admin MCA yang ditangkap Bareskrim Polri.

“Nah, yang ditangkap itu harus diselidiki MCA asli atau palsu bentukan dari penguasa. Sebab, MCA asli melawan hoaks dan berakhlak, bukan malah bikin hoaks,” kata Novel, Kamis (1/3).

Novel menerangkan, MCA kata Novel, lahir dengan tujuan melawan hoaks penguasa yang ketika itu terbentuk saat Pilkada DKI Jakarta 2012. Di mana, saat itu kata Novel, sebagian umat Islam terperdaya dengan Cyber Army Jokowi-Ahok (JASMEV). “Jika ingin melihat bukti khususnya para alumni 212 yang delapan juta itu hasil kerja MCA,” ujar Novel.

Menurut Novel, dalam Aksi Bela Islam kedua pada 4 November 2017, MCA sudah berperan bangkit sendirinya tanpa ada komando. Mereka mempunyai kesadaran masing-masing bahwa perlunya berjuang melalui media sosial yang merupakan senjata paling ampuh untuk menghantam lawan yang membela penista agama.

“Setelah itu, JASMEV panik marah membabi buta sehingga timbul lah kriminalisasi ulama dan aktivis yang direkayasa untuk membungkam MCA,” ujarnya.

Novel mengatakan, MCA tidak terorganisir, tidak berkantor, tidak digaji dan tidak ada pemimpinnya. Kecuali, komando dari Allah langsung sehingga mereka tidak dapat dibubarkan.

Novel berkomitmen akan membela seperti halnya ACTA dalam membela Jonru Ginting, Jasriadi dan Asma Dewi. Demi keadilan, kata dia, mengharapkan agar diusut tuntas juga pembuat hoaks buatan para penguasa yang telah membuat gaduh bangsa ini dan telah memecah belah bangsa dengan adu dombanya. (Rol)

Sumber : Eramuslim

Ada Orang Bilang Jangan Bawa Agama ke Politik, Ini Jawaban Wasekjen MUI

Ada Orang Bilang Jangan Bawa Agama ke Politik, Ini Jawaban Wasekjen MUI


Wasekjen MUI Pusat, KH Tengku Zulkarnaen

10Berita, KARANGANYAR  – Forum Umat Islam Tawangmangu (FUIT) dan Yayasan Sedekah Merem Community (YSMC) sukses menggelar Tabligh Akbar yang menghadirkan Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain.

Tabligh Akbar yang bertajuk “Peran Umat Islam dalam Kancah Politik di Indonesia ini” dihadiri lebih dari 3000 jamaah hingga memenuhi Gedung Serbaguna Sepanjang Tawangmangu Karanganyar, Rabu (28/2/2018).

Dalam paparannya, KH Tengku Zulkarnain mengingatkan hadirin bahwa agama Islam mengatur seluruh sendi kehidupan, mulai yang paling kecil hingga hal-hal yang besar.

Bahkan, katanya, syariat Islam telah sempurna mengatur segala urusan.“Agama Islam itu Sudah dicontohkan oleh Rosululloh, dan jangan sampai kita laksanakan sesuka diri kita,”katanya.

Karenanya, ia agak heran ketika ada orang-orang yang tidak mengerti Islam namun malah berkata jangan membawa-bawa agama dalam politik. KH Tengku Zulkarnaen tentu tak sependapat dengan ungkapan tersebut.

“Lho..ndak begitu… Islam itu, jangankan kehidupan bernegara, masuk WC aja sudah diatur oleh agama ini,” katanya.

Lebih lanjut ustaz Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa dalam beragama Islam tidak boleh hanya selera kita, dan tentunya harus sesuai dengan sunnah Nabi.

“Kalau seandainya agama ini sesuai dengan Selera kita maka ketika bapak atau ibu kita meninggal maka akan kita mandikan dengan Coca-cola,”pungkasnya.

Sumber : Jurnalislam.com

Wasekjen MUI: Cyber Hina Ulama Kapan Ditangkapi?

Wasekjen MUI: Cyber Hina Ulama Kapan Ditangkapi?


10Berita – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain turut mengomentari peristiwa terbaru tentang penangkapan orang yang diduga mengatasnamakan Muslim Cyber Army.

“Sejauh ini Cyber Islam empat orang sudah ditangkap sedangkan cyber yang lain tidak. Akun saya dipalsukan sampai delapan, artinya dibiarkan saja. Para Kyai dimaki-maki, dibiarkan,”ujar KH Tengku Zulkarnain kepada Jurnalislam.com di Tawangmangu Jawa Tengah, Rabu (28/2).

KH Tengku Zulkarnain mencontohkan seperti akun twitter Aa Gym yang kerap dibully pihak-pihak tertentu, namun para pelaku tetap tidak ditindak. Padahal, penghinaan terhadap tokoh agama di media sosial terjadi terus menerus.

“Akunnya Aa Gym dimaki-maki begitu lembut nya Aa Gym. Saya setiap hari dibilang kunyuk,” pungkas Kiai Tengku.

Sementara cendekiawan Mustofa Nahrawardaya meragukan keberadaan group MCA. “Mana ada grup MCA?????? ini misterius!” tulis Mustofa di akun Twitter @NetizenTofa, meretweet tulisan bertajuk “Polri Bongkar Grup “The Family MCA”, Sindikat Penyebar Isu Provokatif”. (Ji/Ram)

Sumber :Eramuslim 

Fahri Hamzah: REZIM ini Menganggap AGAMA Sebagai ANCAMAN, Payah!!

Fahri Hamzah: REZIM ini Menganggap AGAMA Sebagai ANCAMAN, Payah!!


by Fahri Hamzah*

Tidak bijak anda memakai istilah Muslim Cyber Army...sebab nama Muslim yg menempel pada orang2 di dunia maya ini umum sifatnya.

Usul saya: proses aja pidananya sesuai hukum...tapi menyeret nama Islam seperti dalam kasus War On Terror USA itu bikin dunia hancur

Polisi sering tidak sensitif melihat dinamika masyarakat. Terutama dinamika media sosial.

Ada yang nakal sedikit sekali ya itulah kurva normal dalam masyarakat maka itu harusnya diisolasi. Jangan memancing yang banyak, akhirnya bikin orang salah paham dan marah.

Kenapa pengelola Polkam di negeri ini tidak belajar dari masa lalu? Apa sih yang bikin jutaan orang turun ke jalan? Kenapa membiarkan eskalasi kekecewaan?

Belajar dong dan jangan terus-menerus menganggap kalau sudah menangkap, semua masalah selesai

Dalam kasus Saracen, MCA, dkk itu kenapa yang dipancing identitas agamanya hanya kelompok yang memakai nama “Islam” dan “Muslim” atau yang memakai simbol itu?

Kenapa pretensinya kepada konsep “Jamaah Islamiyah”? Apakah Polri memakai teori teroris dalam memantau socmed?

Pak @jokowi sibuk memperbaiki nama dengan membebaskan ABB segala dan dikasi berobat setelah lama kezaliman kepada orang tua itu diabaikan bertahun2.

Tetapi dibawah, kepada kelompok agama, (intimidasi) terus direproduksi oleh aparat negara. Ini kan jadinya sia-sia saja.

Pemerintah sekarang ini gak tahu cara bikin tenang orang Islam, pasti juga gak akan bIkin tenang yang lain.

Sebab kalau orang Islam gelisah pasti semua gelisah. Satu sisi ingin obral tapi di bawah jual mahal. Ya gak selesai-selesai sampai pemilu. Urus HRS aja pak Jokowi gak sanggup

Kita pengen bantu tapi motif kita sudah beda sih. Ada yang memandang Islam dengan frame melawan teroris, warisan pemerintahan Bush.

Kita sendiri bangsa Indonesia banyak yang tidak berani percaya kepada diri sendiri.

Agama dianggap beban. Beragama dianggap ancaman. Payah!

Terus saja gitu deh, memantik kecurigaan kepada Islam di Indonesia. Saya gak paham deh ini kerjaan siapa.

Tapi itu kebodohan yang berbahaya. Sampai orang harus menghafal “Pancasila” dan “Cinta Tanah Air” dalam ibadah suapaya pemerintah menerima. Itu sih sudah gila!

Islam macam apa yang kalian inginkan? Apa mau seperti Attaturk? Apa mau Azan diganti bahasa Indonesia? Assalamualaikum diganti selamat pagi?

Apa mau sholat pakai baca pembukaan UUD45? Apa sih maunya? Susah betul memahami bahwa yang bodoh itu ya pemerintah

Kata Al-Ghazali, ada tipe manusia yang tidak punya pengetahuan dan tidak paham bahwa dia Gak punya pengetahuan (Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri).

Bahaya kalau dalam pemerintahan banyak yang begini. Mereka bikin rusak bukan memperbaiki.

Ayolah, jangan dekati ulama menjelang pemilu. Belajarlah Islam, belajarlah memahami pesan agama tanpa motif politik.

Sampailah pada makrifat sehingga kita jadi orang baik. Itu lebih penting dari yang lain. Mari kita lihat agama dengan cara agama.

Berhentilah bawa paham musuh dalam cara kita membaca diri. Musuh adalah musuh. Mereka tidak punya niat baik untuk kita.

Kembalilah dalam pelukan bangsa dan lihatlah apa yang kita punya secara dewasa. Itulah kita sejak semula. Lawan penyusupan!

Jika hati kita bersih, niat kita tulus untuk membantu bangsa ini, jangankan manusia...alam semesta ini akan berkonspirasi memudahkan jalan kita.

Itu janji Tuhan yg maha kuasa. Maka, mulailah dari perbaiki niat. Niat untuk membela agama. Itulah Pancasila.

Jangan dibalik, orang beragama dianggap anti Pancasila. Sampai orang harus membuktikan dengan menghafal Pancasila saat lagi ibadah kan ini keterlaluan.

Agama dan negara jangan diadu untuk saling meniadakan. Gak akan ada yang menang. Ini pekerjaan musuh. Waspadalah!

___
*Sumber: fb Fahri Hamzah (01/02/2018)
Link: https://web.facebook.com/FahriHamzahPage/posts/2127065317310292

Siapakah Habib yang Lebih Utama dari 1000 Karomah? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad

Siapakah Habib yang Lebih Utama dari 1000 Karomah? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad


10Berita, Dai asal Pekanbaru Riau, Ustadz Abdul Somad Lc MA mengajarkan kepada umat Islam agar menggapai maqam istiqamah dalam beribadah. Menurutnya, satu kali istiqamah lebih utama dibanding seribu karomah.

"Al-Istiqomah, satu istiqomah, khoirum min alfi karomah, lebih baik daripada seribu karomah." katanya menjelaskan.

Karenanya, umat Islam tidak boleh silau, kagum, terpedaya dengan berbagai keanehan yang bisa dilakukan oleh makhluk, seperti bisa terbang atau berjalan di atas air.

"Kalau kau lihat seorang lelaki yang terbang di atas awan. Berjalan di atas air, terbang di atas awan. Jangan tertipu. Jangan terpukau. Jangan kau pandang." lanjutnya menegaskan.

Sebab, lanjutnya menjelaskan, setan juga bisa terbang dan tidak tenggelam saat berjalan di atas air.

"Kenapa? Karena iblis dan setan pun bisa melakukan itu." kata dai lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini.

Sang dai mengarahkan, umat Islam harus meneladani dan mengikuti para ulama yang senantiasa istiqamah. Ialah mereka yang tetap memperjuangkan agama, tidak takut dengan kezhaliman, dan enggan menukar agama dengan harga yang murah.

"Tapi kau pandanglah bagaimana istiqomah. Dan istiqomah itu ada pada siapa? Ada pada para Habaib (ulama). Dari ujung rambut sampai ke ujung kaki (mereka) istiqamah." pungkas lulusan Darul Hadits Maroko ini.

Dalam khazanah keislaman, ada fitnah dahsyat yang muncul menjelang Hari Kiamat. Ialah fitnah Dajjal. Disebutkan dalam banyak riwayat, Dajjal diberi kemampuan untuk bisa menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.

Dan semua keajaiban yang terjadi di akhir zaman, jika pelakunya bukan orang beriman, merupakan awalan dari timbulnya fitnah Dajjal.

Sumber : b-islam24h.com

Agar Pahala Mengalir Terus Pada Orang Tua, Ajarilah Anak Sholat Sejak Kecil

Agar Pahala Mengalir Terus Pada Orang Tua, Ajarilah Anak Sholat Sejak Kecil


10Berita, Sholat adalah salah satu kewajiban dalam agama islam. Dan sebaiknya orang tua lah yang harus mengajarkan sholat pada anaknya. Kenapa? Agar pahalanya mengalir terus kepada orang tua.

Kok bisa? Ya, bisa. Karena salah satu amal jariyah yang tidak akan terputus adalah ilmu yang bermanfaat. Nah, kalau orang tua mengajarkan ilmu tentang sholat pada anak, maka pahalanya akan mengalir terus bukan?

Lalu gimana caranya mengajarkan sholat pada anak? Saya kutip dari berbagai sumber, Ayah Bunda bisa melakukannya dengan cara ini:

7 Cara Mengajar Untuk Anak Shalat Menurut Peringkat Umur
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnyya, pribahasa ini bisa kita jadikan untuk mengajar anak belajar menunaikan sholat dari ayunan.

Didalam konteks bimbingan pertama untuk anak-anak, kita bertanggungjawab untuk mengajar anak untuk sholat ialah salah satu amanah yang sangat penting dan berat bagi orang tua. Mengajar dan mendidik anak untuk sholat tidak semudah kita mengajarkan anak ABC dan 123.

kita bertanggungjawab atas hal besar ini dan pasti hadir berbagai ujian dan cobaan ini memerlukan ibu bapak yang bijaksana.

1. Ibu bapak teladan yang baik
Ibu bapak ialah teladan yang terbaik dan terdekat untuk diikuti oleh anak. Bapak yang selalu pergi ke masjid, mamanya yang slalu siap ketika mendengar adzan dan mengatakan pada anak untuk sholat berjema’ah yaitu teladan yang terbaik untuk anak-anak bapak ibu sekalian.

2. Untuk Umur anak 0 – 2 tahun (wujudkan suasana yang shaleh shalehah)
Biarpun anak-anak ketika kecil, tiada faham dan mengerti, tapi lingkungan yang senang dan shalehah akan menjadikan suasana biasa.

Dia terbiasa melihat ibu dan bapaknya shalat tepat waktunya, shalat berjama’ah, dan tau tentang adzan dan mendengarkan bacaan ayat-ayat al-Qur’an.

Berkata-lah dengan kata menyenangkan dan juga bercerita dengan sianak,contohnya ” Tunggu disebelah Ayah / ibu ya nak,Ibu mau shalat.” Atau bisa juga ” Terima kasih anakku sayang karena telah tunggu Ayah/ibu shalat.”

3. Untuk Umur anak 2 – 3 tahun (ajaklah anak anda)
Kita Sebagai ibu ayah tidak perlu merasakan jenuh buat slalu mengajak anak shalat. Biarpun mereka tidak biasa dengan ajakkan kita.

Walau mereka hanya mendengarkan dan tiada dikuti, teruslah menyebut tiap kali kita mahu shalat. ”yukk ikut Ummi/Abi shalat!”

4. Untuk Umur anak 4 – 6 tahun (buat apa kita shalat?)
Telah tiba waktunya buat ibu ayah berkisah tentang kepentingan shalat pada anak anda. Pencerahan dalam bentuk cerpen bisa memberi gambaran yang bagus dan jelas pada anak.

Katakan pada anak-anak secara sering tentang masjid.Ajaklah anak ke masjid.kenalkan ahklak adab-adabnya,shalat jama’ah,hubungan sosial masyarakat dengan jama’ah yang lain dan lain sebagainya.

Kepada umur ini pula ibu ayah telah bisa mengantar anak ke TK Islamiyah yang mengajarkan anak tentang shalat biarr anak lebih mengerti dan senang untuk shalat.

5. Untuk Umur 7 – 9 tahun (penekanannya dan tanggungjawab)
Ini merupakan tahun pengokohan bagi azas shalat untuk anak.ibu ayah telah menunjukkan teladan,ajakan dan pemahamannya dari sejak lahir.

Masa ini anak seharusnya telah tau apa saja yang penting dikerjakan ketika adzan,cara mengambilkan air wudhuk, gerakan shalat dan bacaannya di dalam shalat.

Biarpun tiada lancar dan tidak cermat,sekurang-nya anak telah ada azas.Mencapainya umur 9 tahun,ibu ayah telah mulai dikit tegas dan slalu ingatkan anak untuk shalat.

6. Untuk Umur 10 tahun ke atas (denda dan hukumannya)
Dalam hadist bab shalat,Nabi muhammad Saw membenarkan kita untuk memukul mereka yang tidak shalat waktu ia umurnya 10 tahun.

Namun sebelum ayah ibu memukul,adakah kita sudah memberikan pengertian serta teladan yang baik buat anak?

Tiada mudah untuk ibu ayah menjatuhi hukuman dan memukul anaknya.senantiasa kita Semoga menjadi pemimpin yang adil dalam menentukan hukuman dan denda terhadap anak-anak.

7. Yang terakhir doa
Selalu mengamalkan do’a Nabi Ibrahim As. Berbagai sistem perlu diajarkan oleh ayah ibu dilingkungan dalam mengajak anak untuk shalat Keterpaksaan dan Kekerasan hanya dapat membuntukan sistem azas pengetahuan shalat mereka.

Agar anak-anak kita dapat mengerjakan shalat lima waktu yang merupakan ibadah yang pertama untuk seorang muslim dan muslimah.

Sebagai ayah ibu kita sewajarnya memberikan pendidikan shalat secepat mungkin pada anak-anak kita mengikuti umur mereka.demikianlah tips islami untuk saat ini.

Sumber: momonganak.org


Sejarah Pergantian Nama ‘Yatsrib’ Menjadi ‘Madinah Al Munawarah’

Sejarah Pergantian Nama ‘Yatsrib’ Menjadi ‘Madinah Al Munawarah’

10Berita, Dalam bahasa Arab, kata Madinah mempunyai arti kota. Maka jika kita menyebutnya Kota Madinah, maka arti sebenarnya adalah Kota Kota.

Kota ini sebenarnya memang tidak memiliki nama. Maka para ulama menyebutnya sebagai Madinah An-Nabawiyah (kotanya Nabi) atau Madinah al-Munawarah (kota yang bercahaya).

Sebelum menjadi tempat Hijrah Rasul dan para sahabat, kota ini memiliki nama asli Yatsrib. Para ulama menyebutkan Yatsrib sebenarnya adalah nama orang yang pertama kali membuka kota itu dan menghuninya.

Tetapi masalahnya Yatsrib sendiri berasal dari bahasa Arab: Tatsrib. Dalam Al-Quran ada kata Tatsrib berada di surah Yusuf. Dan para ulama mengatakan Nabi ﷺ tidak suka penamaan kota dengan kata Yatsrib.

قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ ۖيَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ ۖوَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Dia (Yusuf) berkata: “Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Yusuf: 92)

Salah satu makna kata Tatsrib kesalahan atau dosa. Jadi perubahan nama Tatsrib itu merupakan perubahan dari kegelapan menuju cahaya. Dari masa jahiliyah menuju peradaban Islam. Itu bukan sekedar perubahan nama.

Sisi menarik dari sejarahnya, kota Yatsrib adalah kota yang “tidak siap”. Tidak seperti Mekkah, atau Thaif, yang di beberapa sisi jauh lebih baik dari pada Yatsrib.

Allah memberikan kota kepada Nabi ﷺ sebuah kota yang tidak siap. Supaya apa? Supaya kita sebagai umatnya tidak mudah menyerah.

Apa hubunganya menyerah dengan Yatsrib? Supaya kita mengambil pelajaran ketika melihat perjuangan Nabi ﷺ memperbaiki kota Yatsrib, sampai berubah menjadi thayyibah, sampai menjadi pusat peradaban bumi, itu benar-benar melibatkan perjuangan Rasul ﷺ dan perjuangan para sahabat.

Yatsrib sebelumnya sangat tidak siap untuk menjadi pusat peradaban, tetapi akhirnya Rasulullah ﷺ berhasil mengubahnya menjadi pusat peradaban dunia.

Sumber: Kajian Madinah Kota Peradaban oleh Ustadz Budi Ashari, Lc.

sumber: eramuslim