OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 08 Maret 2018

YLKI Dukung Larangan Merokok Saat Berkendara

YLKI Dukung Larangan Merokok Saat Berkendara

10Berita  – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) turut mendukung langkah kepolisian yang akan melarang merokok sambil mengemudikan kendaraan bermotor. YLKI mengungkapkan, tingkat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan.

Tercatat per tahun tidak kurang dari 30.000 ribu orang di Indonesia mati sia-sia karena lakalantas.

“Jika dilihat penyebab pemicu lakalantas paling dominan adalah human factor (faktor manusia). Dan jika dilihat moda transportasi yang digunakan 76 persen melibatkan roda dua,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam pernyataannya diterima Hidayatullah, Rabu (07/03).

Melihat faktor manusia sebagai mayoritas pemicu lakalantas, maka upaya polisi untuk memberikan sanksi hukum bagi seseorang yang mengemudi sambil menggunakan telepon seluler (call/SMS/WA); dan atau sambil merokok, bisa dipahami dan diapresiasi.

“Karena faktanya, menggunakan telepon dan atau merokok saat mengemudi jelas mengganggu konsentrasi dan akibatnya menimbulkan lakalantas, yang bukan saja mengancam keselamatan dirinya, tapi juga keselamatan orang lain. Bahkan terbukti beberapa kasus puntung rokok yang dibuang sembarangan mengakibatkan kebakaran,” ungkap Tulus.

Terkait dampak merokok saat mengemudi, mengutip sebuah penelitian yang dilakukan oleh IAM (Institute of Advanced Motorist) yang berbasis di London, YLKI menarik sejumlah kesimpulan.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Pertama, merokok adalah aktivitas yang mengganggu konsentrasi pengendara ketika mengemudi.

Kedua, 56 persen responden (dari 3.016 responden) mengatakan harus ada aturan yang melarang mengemudi sambil merokok.

Ketiga, 48 responden mengatakan bahwa mengemudi sambil merokok adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Keempat, sebanyak 46 responden menyatakan tindakan merokok saat mengemudi sama bahayanya dengan menggunakan telepon seluler.

Dan kelima, hanya 2 persennya saja yang menyatakan merokok tidak berbahaya saat mengemudi.

“Oleh karenanya, upaya kepolisian untuk menegakkan hukum terkait hal itu, secara sosiologis dan psikologis, adalah sesuatu yang faktual. Apalagi mayoritas lakalantas melibatkan pengguna roda dua, sepeda motor. Dan karena itu harus dilakukan secara konsisten,” pungkas Tulus.

Kelima bahaya tersebut belum ditambah dengan abu rokok yang masih menyala dan dibuang oleh pengendara sehingga berpotensi mengenai pengemudi dibelakangnya.

Sebelumnya, Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) juga memberikan dukungan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk larangan merokok saat mengemudikan kendaraan bermotor. (Hi/Ram)

Sumber : Eramuslim

Lelaki Ini Masuk Islam Karena Lihat Muslim Shalat di Stasiun Kereta

Lelaki Ini Masuk Islam Karena Lihat Muslim Shalat di Stasiun Kereta


10Berita – HIDAYAH Allah bisa datang tanpa terduga. Seseorang mengatakan hidayah Allah itu mahal, karena tidak semua bisa dapat. Tapi jika Allah sudah berkehandak, maka siapapun dan kapanpun hidayah datang, langsung bisa diterima.

Sama halnya dengan pemuda berkulit cokelat asal Trinidad ini. Ia begitu terpana melihat pemandangan di depannya. Namanya Dion, lelaki berusia 26 tahun itu, tak henti-henti mengarah ke sekelompok Muslim yang sedang shalat dengan khusyu’nya di tengah ramainya stasiun kereta di sebuah kota di Belgia. Dion seperti tersambar petir. “Saya tidak tahu, tiba-tiba karena melihat mereka shalat di stasiun hati saya bergetar,” ujarnya.

Seusai mereka shalat, Dion memberanikan diri bertanya, siapa mereka dan apa gerangan yang mereka baru lakukan? Setelah mendapatkan jawaban dari mereka, pemuda yang bekerja sebagai akuntan di Stamford, Connecticut, itu tidak pernah habis berpikir. Ada pikiran yang berkecamuk keras, antara percaya dengan perasaannya sendiri dan apa yang dia kenal selama ini tentang Islam.

Tiga minggu sesudah kejadian itu, Dion bertemu saya di Islamic Forum for non Muslim New York yang saya asuh. Rambutnya panjang. Gaya berpakaiannya membuat saya hampir tidak percaya jika hatinya begitu lembut menerima hidayah Ilahi. Biasanya ketika menerima pendatang baru di kelas ini, saya mulai menjelaskan dasar-dasar Islam sesuai kebutuhan dan pengetahuan masing-masing peserta. Tapi hari itu, tanpa kusia-siakan kesempatan, saya jelaskan makna shalat dalam kehidupan manusia, khususnya dalam konteks manusia modern yang telah mengalami kekosongan spiritualitas.

Hampir satu jam saya jelaskan hal itu kepada Dion dan pendatang baru lainnya. Hampir tidak ada pertanyaan serius, kecuali beberapa yang mempertanyakan tentang jumlah shalat yang menurut mereka terlalu banyak. “Apa lima kali sehari tidak terlalu berat?” tanya seseorang. “Sama sekali tidak. Bagi seorang Muslim, shalat 5 waktu bahkan lebih dari itu adalah rahmat Allah,” jawabku. Biasanya saya membandingkan dengan makan, minum, istirahat untuk kebutuhan fisik.

Setelah kelas bubar, Dion ingin berbicara berdua. Biasanya saya tergesa-gesa karena harus mengisi pengajian di salah satu masjid lainnya. “Saya rasa Islam lah yang benar-benar saya butuhkan. Apa yang harus saya lakukan untuk menjadi Muslim?” tanyanya tanpa tedeng aling-aling.

Saya diam sejenak, lalu saya bilang, “Saya bukannya mau menunda jika kamu benar-benar yakin bahwa ini jalan yang benar untuk kamu. Tapi coba pastikan, apakah keputusan ini datang dari dalam dirimu sendiri.”

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Dengan bersemangat Dion kemudian menjawab, “Sejak dua minggu lalu, saya mencari-cari jalan untuk mengikuti agama ini. Beruntung saya kesini hari ini. Kasih tahu saya harus ngapain?” katanya lagi.

Alhamdulillah, siang itu juga Dion resmi menjadi Muslim setelah mengucapkan syahadat menjelang shalat Ashar. Diiringi gema “Allahu Akbar!” dia menerima ucapan selamat dari ratusan jama’ah yang shalat Ashar di Islamic Center of New York.

Saat itu Dion pernah mengikuti ceramah saya di Yale University dengan tema “Islam, Freedom and Democracy in Contemporary Indonesia”. Pada kesempatan itu saya perkenalkan dia kepada masyarakat Muslim yang ada di Connecticut, khususnya Stamford.

Sayang, belum ada tempat di daerahnya di mana dia bisa mendalami Islam lebih jauh. Hingga kini, dia masih bolak balik Stamford-New York yang memakan waktu sekitar 1 jam, untuk belajar Islam.

Semoga Dion dikuatkan dan selalu dijaga dalam lindunganNya! []

Sumber: pitidki, Eramuslim

Oleh : M. Syamsi Ali, Imam Masjid Islamic Cultural Center New York

Peran Masjid Cheng Ho dan Rintisan Jalan Sutra Baru

Peran Masjid Cheng Ho dan Rintisan Jalan Sutra Baru

Ada beberapa Masjid Cheng Ho yang bisa kita jumpai hari ini.

10Berita , JAKARTA — Salah satu identitas budaya etnis Tionghoa di Indonesia dapat dijumpai pada Masjid Cheng Ho, yakni tempat ibadah yang dibangun dengan arsitektur bergaya Cina. Saat ini, keberadaan Masjid Cheng Ho tidak hanya menunjukkan karakteristik khas Cina Muslim, tetapi juga menjadi tujuan wisata religi dan media baru untuk mempelajari budaya Tionghoa Islam di Indonesia.

“Selain itu, Masjid Cheng Ho juga dipahami sebagai ‘Jalan Sutra Baru’ karena dianggap memiliki peranan penting dalam membina hubungan yang harmonis antara Pemerintah Indonesia dan Cina pada masa lalu,” ungkap peneliti Cina-Indonesia, Choirul Mahfud Marsahid, dalam karyanya, The Role of Cheng Ho Mosque: The New Silk Road Indonesia-China Relations in Islamic Cultural Identity.

Ada beberapa Masjid Cheng Ho yang bisa kita jumpai hari ini, antara lain, di Surabaya, Pasuruan, Malang, Jember, Palembang, Jakarta, dan Kalimantan. Akhmad Muzzaki dalam salah satu makalahnya menuturkan, Masjid Cheng Ho memiliki peran penting dalam proses asimilasi dan akulturasi antara budaya lokal masyarakat Indonesia dan Cina.

“Bahkan, masjid ini juga berperan sebagai media untuk mempertahankan identitas orang-orang Tionghoa ketika gerakan anti-Cina merebak setelah runtuhnya Orde Baru,” ungkap Muzzaki dalam makalahnya berjudul “Negosiasi Identitas: Masjid Cheng Ho dan Etnis Cina Muslim di Indonesia Pasca-Soeharto”.

Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia IV: Nusantara dari Abad ke-18 dan ke-19 menuturkan, pelabuhan-pelabuhan rempah-rempah nusantara, seperti di Sumatra, Ternate, Tidore, dan Banda, menjadi terkenal pertama-tama karena para pedagang Cina. Kemudian, para pedagang dari Jawa dan Melayu juga menjadi penting dalam Jalur Sutra. Semuanya bermuara di Cina dan diteruskan melalui Jalur Sutra.

Karena berada pada jalur perdagangan laut dari Timur Tengah ke Cina, tidak mengherankan jika agama Islam telah dianut di nusantara sejak lama, jauh sebelum kedatangan Cheng Ho. Hanya saja, sumber agama Islam di nusantara tidak saja langsung dari Timur Tengah, tetapi juga bersamaan dengan terbentuknya emporium-emporium (pasar-pasar) sepanjang jalur perdagangan itu sejak abad ke-10. “Kota-kota pelabuhan di India, seperti Kalikut, menjadi sumber penyebaran agama Islam di nusantara,” ungkapnya.

Sumber : Republika.co.id

Takut Gak Dipilih Rakyat, Nasdem Tiba-Tiba Dukung Anies-Sandi ???

Takut Gak Dipilih Rakyat, Nasdem Tiba-Tiba Dukung Anies-Sandi ???

10Berita  – Ketua DPD Partai Gerindra DKI Mohamad Taufik menyambut baik keputusan Partai NasDem DKI, yang akan berbalik mendukung pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Bagus dong kalau NasDem mau dukung Anies-Sandi. Program-program Anies-Sandi kan semuanya pro rakyat,” ujar Taufik kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (7/3).

Menurut Taufik, justru akan berakibat fatal kalau Nasdem menentang program-program unggulan Anies-Sandi, maka hampir bisa dipastikan pada Pemilu 2019, Partai besutan Surya Paloh ini akan ditinggalkan rakyat.‎

“Kita tahu, cara (rakyat) menghukum partai itu kan gampang. Nanti pas pemilu enggak di coblos. Mungkin Nasdem khawatir akan ditinggal orang kalau terus menerus menentang program Anies-Sandi yang pro rakyat,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI ini.

Taufik pun menuturkan, dukungan yang diberikan NasDem merupakan bentuk kolaborasi yang positif demi terciptanya suasana kondusif di Ibu Kota.

Diketahui, sebelumnya Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Hasan Aminuddin memberikan sinyal untuk mendukung program-program Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Diketahui pada Pilkada DKI 2017 lalu, Partai NasDem merupakan pendukung utama pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Selain itu, Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta selama Anies-Sandi berkuasa juga kerap mengkritisi sederet program pemimpin baru ibukota tersebut.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

“Saya mengajak seluruh jajaran Partai Nasdem DKI dan anggota fraksi, serta DPD se-DKI untuk melakukan silaturahim. Anjangsana atau ta’aruf pengurus dan Fraksi Nasdem ke pemimpin Jakarta. Diakui atau tidak, Pak Anies Baswedan adalah pemimpin formal dan informal di DKI. Bagaimana Nasdem di DKI ini mampu bermitra dengan pemerintah untuk kepentingan masyarakat Jakarta,” kata Hasan.

Hasan mengingatkan bahwa konstelasi panasnya Pilgub DKI sudah selesai. Menurutnya, kini saatnya membangun gerakan politik kebangsaan di ibukota.

‎”Saya harapkan Nasdem memberikan warna, bermitra dengan gubernur dan wagub, serta seluruh jajarannya untuk kepentingan rakyat DKI,” ujar Hasan yang beberapa hari lalu menggantikan kepemimpinan Wanda Hamidah.

Ketika ditanya apakah NasDem bakal berkoalisi dengan parpol lain pendukung Anies-Sandi, Hasan mengungkapkan bahwa selama koalisi itu untuk kebaikan masyarakat, NasDem dipastikan akan berkoalisi.

Masih mau mencoblos Partai ini? (Tsc/Ram)

Sumber : Eramuslim

Pemindahan Lapas Ust Abu Bakar Ba’asyir, Pengacara: Basi, Dah 3 Tahun Lalu

Pemindahan Lapas Ust Abu Bakar Ba’asyir, Pengacara: Basi, Dah 3 Tahun Lalu


10Berita, Pemerintah berencana memindahkan ust Abu Bakar Ba’asyir, dari Lapas Gunung Sindur ke lapas di daerah Solo. Menanggapi hal itu, ketua tim pengacara Ba’asyir, Mahendra Datta, menilai rencana tersebut merupakan hal yang basi.

“Pemindahan Lapas? Ya sudahlah enggak usah itu, hal tersebut tidak pernah dimohonkan. Jadi seakan akan hal-hal yang basi. Kita udah minta 3 tahun lalu, jangan diperbarui lagi hal-hal yang basi,” ujar Mahendra di kantornya, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (7/3).

Dia mengatakan saat ini pihak Ba’asyir melaksanakan proses seusai dengan hukum yang berlaku. Hanya saja, mereka merasa tersinggung dengan ucapan dari Menkum HAM Yasonna Laoly dan Menko Polhukam Wiranto terkait rencana pemindahan Ba’asyir.

“Mereka itu berbicara seolah-olah kita tidak tahu hukum, dan omonganya selalu berubah-ubah,” tambah Mahendra.

Ba’asyir sebelumnya meminta agar ia menjadi tahanan rumah. Alasannya adalah kondisi kesehatan Ba’asyir yang kini berusia 80 tahun. Jika menjadi tahanan rumah maka Ba’asyir bisa mendapatkan perawatan dari keluarga.

Namun, ia menegaskan, Ba’asyir tidak akan meminta grasi dari presiden.

“Karena kalau grasi, ustaz harus mengaku salah. Sedangkan sampai mati pun, ustaz tidak akan pernah mau mengaku salah untuk apa yang ia yakini,” tegasnya.

Sumber: Kumparan

Tebang Pilih Kasus Hoaks

Tebang Pilih Kasus Hoaks


10Berita, Sejak Februari hingga awal Maret, kepolisian telah menangkap enam orang terkait kasus penyebaran hoaks atau berita bohong dan ujaran kebencian. Mereka ditangkap di lokasi berbeda dan segera ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menyatakan keenam orang itu tergabung dalam kelompok Muslim Cyber Army (MCA), dan masuk di grup WhatApp bernama The Family MCA.

Polisi menyebut grup itu bukan satu-satunya grup WhatsApp yang memakai nama MCA atau menyerupainya, dimana para tersangka ikut bergabung di dalamnya. Sedikitnya ada sembilan grup yang memakai nama itu antara lain Akademi Tempur MCA, Pojok MCA, The United MCA, The Legend MCA, Muslim Coming, MCA News Legend, Special Force MCA, Srikandi Muslim Cyber dan Muslim Sniper. Namun, tak diketahui secara pasti siapa pihak yang membuat grup-grup itu.

Isu tentang hoaks dan dikaitkan dengan Muslim Cyber Army (MCA) itu seketika menjadi bahan berita utama media-media nasional. Keterangan polisi hanya menjadi satu-satunya rujukan dan sumber berita. Bahkan, saking pentingnya isu soal MCA sampai-sampai Presiden Jokowi mengobarkan perang melawan hoaks.

Fakta yang muncul menunjukkan perang melawan hoaks kemudian bergeser menjadi perang melawan MCA. Kampanye di media sosial sampai-sampai menggunakan data palsu alias hoaks untuk menyerang MCA dan menyudutkan kelompok tertentu. Tak tanggung-tanggung, dari organisasi jurnalis Muslim hingga Wakil Ketua DPR bahkan turut menjadi korban berita palsu terkait isu MCA. Mereka yang kritis terhadap pemerintah dituding sebagai penyebar hoaks.

Penindakan terhadap MCA ini pun menutupi kasus-kasus terkait hoaks yang sebelumnya telah dilaporkan ke polisi. Salah satunya, kasus situs penyebar hoaks yang dilaporkan Pemuda Muhammadiyah, hingga kini tak pernah ada kabar perkembangannya. Serupa dengan laporan kasus-kasus ujaran kebencian dengan pelaku pihak-pihak yang selama ini dikenal sebagai pendukung penguasa.

Kondisi itu lantas memunculkan anggapan bahwa aparat tebang pilih dalam perang melawan hoaks. Penindakan cepat terhadap MCA berlangsung sangat kilat, tak seperti penindakan terhadap pelaku hoaks lainnya. Apakah karena ada kata Muslim nya? Kita pun tah tahu pasti. Yang jelas, polisi seharusnya mengedepankan prinsip equality before the law dalam menangani kasus hoaks. Jangan sampai ada anggapan dari masyarakat bahwa sikap tebang pilih itu seakan menjadi pembenar pernyataan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara yang pernah mengatakan ada hoaks yang membangun, sehingga pelakunya harus diperlakukan berbeda.

Soal keberadaan MCA, sebuah analisis jejak digital di dunia maya mengungkapkan bahwa istilah MCA muncul di akhir-akhir 2016. Kala itu seruan ditujukan kepada pengguna media sosial yang disebut Muslim Cyber Army untuk memprotes penutupan sepihak terhadap akun-akun yang dikenal kritis terhadap pemerintah. Seperti dikatakan senator Ibukota, MCA hanyalah umat yang semangat berjuang di media sosial karena merasa terzalimi.

Kemunculan MCA kala itu menjadi satu rangkaian dalam aksi umat Islam menuntut penindakan kasus penodaan agama Islam yang dilakukan Ahok. Selain MCA, aksi-aksi itu juga menandai persatuan dan kebangkitan kaum muslimin di berbagai bidang. Di bidang ekonomi muncullah gerakan Koperasi 212 yang wujud fisiknya berupa gerai-gerai minimarket yang kini telah tersebar di beberapa tempat.

Akhirnya, patut dicermati jika perang terhadap hoaks ini kemudian mengarah kepada perang terhadap MCA secara umum. Jika dirunut mundur, sebelumnya juga telah terjadi kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam yang selama ini juga jadi simbol kebangkitan umat Islam. Lantas, apakah simbol kebangkitan umat yang lain, termasuk di bidang ekonomi, akan jadi sasaran berikutnya?

Sumber: Kiblat

Jokowi ‘Permudah’ TKA, Eks Ka BNP2TKI: TKA Ilegal Bakal Makin Marak

Jokowi ‘Permudah’ TKA, Eks Ka BNP2TKI: TKA Ilegal Bakal Makin Marak


10Berita -Jokowi akan menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) demi memudahkan tenaga kerja asing ( TKA) yang masuk ke Indonesia.

Rencana Jokowi itu diiungkapkan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, usai menghadiri rapat terbatas terkait penataan TKA di Komplek Istana Kepresidenan (06/03).

Pernyataan Presiden Jokowi itu mengundang polemik. Mantan  Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat, turut menanggapi pernyataan Jokowi tersebut.

“Kalau arahannya begini ya jadi ngerti lah kita kenapa TKA Ilegal dan TKA Aspal bakal semakin menjadi-jadi. Halo apa kabar generasi milenial dan centenial yang sedang berjuang keras cari pekerjaan?” tulis Jumhur di akun Twitter @jumhurhidayat mengomentari tulisan bertajuk “Jokowi Tegur Para Pejabat Karena Sweeping Tenaga Kerja Asing”.

Jumhur juga mengomentari rencana Presiden Jokowi mengeluarkan Prepres untuk mempermudah TKA di Indonesia. “Pengangguran sudah habis rupanya ya sehingga bakal keluar aturan kayak gini: Jokowi Siapkan Perpres Demi Permudah Tenaga Kerja Asing,” tulis @jumhurhidayat.

Penulis senior ZA Effendy mengingatkan, mayoritas TKA berasal dari China. ZA Effendy pun menyoal Prepres yang akan permudah TKA bekerja di Indonesia.

“Info Kemennaker: jumlah TKA membludak, mencapai 126 ribu orang, meningkat 69,85% dibandingkan akhir 2016 (74.813 TKA). Mayoritas pekerja berasal dari #China. Lalu…Jokowi masih siapkan Perpres demi ‘permudah’ TKA bekerja di #Indonesia?” tulis ZA Effendy di akun @ZAEffendy.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegur pejabat terkait tenaga kerja, lantaran adanya sweeping terhadap TKA. Jokowi mengatakan hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dari para pengguna TKA.

Menurut Jokowi, sweeping terhadap TKA dapat terjadi karena pengawasan yang dilakukan Kemenaker, Ditjen Imigrasi, serta instansi lainnya kerap berjalan sendiri-sendiri. Oleh sebab itu dia meminta adanya keterpaduan Kementerian dan Lembaga dalam mengawasi TKA.(kl/ito)

Sumber : Eramuslim

Jika Pernah Mengalami Ini, Berarti Anda Dijaga Allah

Jika Pernah Mengalami Ini, Berarti Anda Dijaga Allah


10Berita, Demi menghormati ajakan keluarga besarnya, setelah sebelumnya tak pernah ikuti tradisi tahunan di masyarakatnya yang jahiliyah itu, Muhammad bin Abdullah yang belum menjadi Nabi ini akhirnya keluar rumah atas ajakan keluarganya.

Mereka hendak menuju tempat pemujaan terhadap berhala. Festival tahunan. Kebiasaan jahiliyah dengan memberikan persembahan kepada berhala yang notabene benda mati, tak bisa bergerak, mustahil memberikan manfaat kepada diri apalagi orang lain.

Ketika mendekati tempat penghormatan terhadap berhala itu, tiba-tiba Muhammad menghilang. Para keluarga mencarinya. Berkali-kali. Tetapi tidak ada yang bisa menemukan Muhammad.

Singkat kisah, Muhammad bin Abdullah baru terlihat ketika acara sudah kelar. Ia muncul, seperti tiba-tiba, di tengah-tengah keluarganya dengan wajah yang menggambarkan ketakutan.

“Dari mana saja engkau? Mengapa wajahmu seperti itu? Apa yang membuatmu merasa ketakutan?”

“Setiap kali kudekati sebuah patung,” jawab Muhammad sebagaimana dikisahkan Abdul Mun’im Muhammad Umar dalam Khadijah Cinta Sejati Rasulullah yang mengutip riwayat Ibnu Sa’ad dalam Ath-Thabaqat Al-Kubra, “terlihat di hadapanku sesosok lelaki berkulit putih dan berpostur tinggi,”

Lelaki yang tak dikenal oleh Muhammad itu tak hanya diam. Lelaki yang tak lain adalah malaikat itu berteriak, “Menjauhlah Muhammad! Jangan kau sentuh itu!”

Ketika masih anak-anak, Muhammad bin Abdullah juga pernah mengalami hal serupa. Saat ia diajak oleh teman-temannya untuk menghadiri acara festival musik yang mengandung nilai-nilai kesyirikan di dalamnya, Muhammad kecil tertidur hingga tak sedikit pun mendengar alunan musik jahiliyah atau pertunjukan yang jauh dari nilai-nilai Islami. Muhammad terbangun ketika pertunjukan usai, kemudian pulang ke kediamannya.

Pernahkan kita mengalami kejadian-kejadian seperti ini? Pernahkah kita diarahkah menuju kebaikan yang tak pernah direncanakan sebelumnya? Pernahkan kita terhindar dari berbagai jenis keburukan bukan atas kuasa diri kita sendiri?

Tak ada yang kebetulan. Tiada yang terjadi begitu saja. Semua atas Kuasa Allah Ta’ala. Dialah Yang Maha Berkehendak. Dialah yang Maha Mengatur. Dialah Yang Maha Menaqdirkan.

Jika pernah mengalami hal ini, yakinlah bahwa Anda dijaga oleh Allah Ta’ala.

Bersyukurlah dan jagalah diri sebaik-baiknya agar senantiasa berada di jalan kebaikan.

Sumber: kisahikmah.com

Jokowi: Hoax Menyebabkan Perpecahan Bangsa; Kalau JANJI-JANJI "HOAX" Menyebabkan???

Jokowi: Hoax Menyebabkan Perpecahan Bangsa; Kalau JANJI-JANJI "HOAX" Menyebabkan???


10Berita, "HOAX MENYEBABKAN PERPECAHAN BANGSA!" -- Demikian tulisan di fanpage resmi Presiden Jokowi, Rabu (7/3/2018).

Link: https://www.facebook.com/Jokowi/posts/852698504919000

PERNYATAAN INI SANGAT TEPAT.

Mari Berantas HOAX.

Apalagi JANJI-JANJI PEMIMPIN YANG TERBUKTI "HOAX" BELAKA.

Masih terarsip Jejak Digital Sederetan Janji-janji Saat Pilpres 2014, yang setelah menjabat ternyata HOAX.

Diantaranya...

Jokowi-JK Pastikan Tolak Utang Luar Negeri Jika Pimpin RI
http://bisnis.liputan6.com/read/2057851/jokowi-jk-pastikan-tolak-utang-luar-negeri-jika-pimpin-ri

Utang Pemerintah Dalam 2,5 Tahun Jokowi Setara 5 Tahun SBY
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3530103/utang-pemerintah-dalam-25-tahun-jokowi-setara-5-tahun-sby

Jokowi Janji Tak Bakal Hapus Subsidi BBM
http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/06/16/n79i0f-jokowi-janji-tak-bakal-hapus-subsidi-bbm

2 Tahun Memimpin, Jokowi-JK Hapus Subsidi BBM Hingga Pangkas Izin Migas
https://finance.detik.com/energi/3324663/2-tahun-memimpin-jokowi-jk-hapus-subsidi-bbm-hingga-pangkas-izin-migas

Jokowi-JK Komitmen Turunkan Tarif Dasar Listrik
http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/06/30/n7zmhr-jokowijk-komitmen-turunkan-taruif-dasar-listrik

Jeritan Masyarakat atas Tarif Listrik yang Kian Mencekik
https://ekonomi.kompas.com/read/2017/06/14/205100626/jeritan.masyarakat.atas.tarif.listrik.yang.kian.mencekik

***

Jokowi: Petani Harus Dimuliakan, Stop Impor!
http://nasional.kompas.com/read/2014/07/02/2151345/Jokowi.Petani.Harus.Dimuliakan.Stop.Impor.

Dua Tahun Jokowi-JK, Indef: Ketergantungan Impor Meningkat
https://bisnis.tempo.co/read/813732/dua-tahun-jokowi-jk-indef-ketergantungan-impor-meningkat

261 Ribu Ton Beras Impor Sudah Masuk RI
http://bisnis.liputan6.com/read/3330522/261-ribu-ton-beras-impor-sudah-masuk-ri

***

Jokowi: Indonesia Harus Berani Stop Impor Sapi
https://m.tempo.co/read/news/2014/03/29/092566334/jokowi-indonesia-harus-berani-stop-impor-sapi

Peternak sapi meradang Jokowi buka keran impor sapi dari India
https://www.merdeka.com/uang/peternak-sapi-meradang-jokowi-buka-keran-impor-sapi-dari-india.html

Jokowi Ngotot Impor Sapi
http://poskotanews.com/2016/06/22/jokowi-ngotot-impor-sapi/

***

Jokowi Janjikan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen
http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/06/15/n77udq-jokowi-janjikan-pertumbuhan-ekonomi-7-persen

Menkeu: 2017, Ekonomi Hanya Tumbuh 5,05%
http://id.beritasatu.com/home/menkeu-2017-ekonomi-hanya-tumbuh-505/169764

***

Jokowi Akan Buyback Indosat
https://inet.detik.com/telecommunication/d-2615958/jokowi-mau-buyback-saham-dirut-indosat-angkat-bicara

Indosat Gak Jadi Buyback
http://ekonomi.kompas.com/read/2015/01/29/075205526/Janji.Jokowi.Buyback.Indosat.Ditagih

***

Jika Jadi Presiden, Jokowi Pastikan Tak Ada Bagi-Bagi Kursi
http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/03/31/n3a7dt-jika-jadi-presiden-jokowi-pastikan-tak-ada-bagibagi-kursi

16 Politisi dan Relawan Jokowi Jadi Komisaris, Bahaya Menanti BUMN
https://nasional.kompas.com/read/2015/04/12/11412621/16.Politisi.dan.Relawan.Jokowi.Jadi.Komisaris.Bahaya.Menanti.BUMN

***

Jokowi Jamin Jaksa Agung Bukan Politikus Partai
https://nasional.tempo.co/read/618172/jokowi-jamin-jaksa-agung-bukan-politikus-partai

Jokowi Tunjuk Politikus NasDem Jadi Jaksa Agung
https://nasional.tempo.co/read/623233/jokowi-tunjuk-politikus-nasdem-jadi-jaksa-agung

***

Jokowi Janji Cetak 10 Juta Lapangan Kerja Jika Jadi Presiden
http://bisnis.liputan6.com/read/2072282/jokowi-janji-cetak-10-juta-lapangan-kerja-jika-jadi-presiden

Agustus 2017, Jumlah Pengangguran Naik Menjadi 7,04 Juta Orang
https://ekonomi.kompas.com/read/2017/11/06/153940126/agustus-2017-jumlah-pengangguran-naik-menjadi-704-juta-orang

***

Kata Presiden Jokowi "Hoax Menyebabkan Perpecahan Bangsa"


Kalau JANJI-JANJI "HOAX" Menyebabkan???


Menyebabkan Ramalan JK Terbukti???


Sumber :Portal Islam 

Zulkifli Hasan: Kampus Seharusnya Larang LGBT, Bukan Cadar!

Zulkifli Hasan: Kampus Seharusnya Larang LGBT, Bukan Cadar!

10Berita – Terkait kebijakan yang diterapkan oleh UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Ketua MPR, Zulkifli Hasan menyesalkan adanya larangan mahasiswi menggunakan cadar. Zulkifli menyatakan bahwa penggunaan cadar merupakan hak asasi manusia dalam menjalankan keyakinannya.

“Keyakinan itu hak asasi orang masing-masing,” ujar Zulkifli di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/3), dilansir dari CNN Indonesia.

Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini, justru kampus seharusnya melarang keberadaan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Selain itu, larangan juga menurut Zulkifli seharusnya ditujukan terhadap gaya berpakaian yang melanggar moral Pancasila, seperti menggunakan pakaian serba mini ataupun senorok. Zulkifli juga menilai bahwa aturan melarang mahasiswi menggunakan cadar dibuat tanpa pertimbangan matang.

Diketahui sebelumnya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melarang mahasiswinya menggunakan cadar. Larangan itu tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi pada 20 Februari 2018.  Larangan cadar  diklaim diterapkan untuk menjaga ideologi mahasiswa dan mahasiswi UIN Yogyakarta. Selain itu, larangan ini juga diterapkan agar memudahkan pihak kampus dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Sumber : Ngelmu.co