OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 14 Maret 2018

Twit Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ancaman 6 Tahun, Pengamat: Twit Sekjen PSI Jauh Lebih Bisa Dipidana

Twit Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ancaman 6 Tahun, Pengamat: Twit Sekjen PSI Jauh Lebih Bisa Dipidana


10Berita, Musikus Ahmad Dhani akan menjalani persidangan kasus ujaran kebencian, dua minggu ke depan.

Suami Mulan Jameela itu terancam enam tahun penjara karena dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ahmad Dhani dilaporkan oleh kelompok pendukung Ahok-Djarot, BTP Network, pada 9 Maret 2017.

Pelaporan ini terkait twit Ahmad Dhani pada 6 Maret 2017 yang berisi: "Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya - ADP".

Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya - ADP

— Dhani Ahmad Prasetyo (@AHMADDHANIPRAST) 6 Maret 2017


Ahmad Dhani lalu ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian oleh Polres Jakarta Selatan pada 28 November 2017.

Pada Senin (12/3/2018), berkas kasus Ahmad Dhani sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dan akan disidang dua minggu kedepan.

Menanggapi ancaman tersebut, pentolan Dewa 19 itu tampaknya tak gentar.

"Kalau ditanya bersalah atau enggak, saya enggak bersalah. Saya optimis masih ada keadilan aja. Orang enggak salah, enggak takut," kata Ahmad Dhani usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/3).

Kader Partai Gerindra itu pun berencana melaporkan balik pelapor dirinya.

"Memang ada agenda itu. Kami tunggu momentum aja, waktunya kapan, masih rahasia," ucap Dhani.

Menurut pengamat media sosial, Ferry Koto menyatakan twit Ahmad Dhani tidak mengandung unsur pidana. Justeru twit dari Sekjen PSI Raja Antoni yang sangat jelas unsur pidananya.

"Menurut saya, jika twit @AHMADDHANIPRAST yang katakan "Siapa saja yg dukung X, adalah Y yg perlu diludahi mukanya", bisa dipidana, padahal sangat jelas X & Y tidak spesifik, maka sesungguhnya twit @AntoniRaja jauh lebih bisa dipidana karena spesifik, dan jelas yang ia sasar," kata Ferry Kota di akun twitternya.

Twit yang dimaksud adalah twit Sekjen PSI @AntoniRaja pada 2 Mar 2018: "Bro @anandasukarlan akan dilaporkan ke polisi oleh tukang buat hoax tiap hari. Kita support bro @anandasukarlan. Yang setuju RT pls!"

— Raja Juli Antoni (@AntoniRaja) 2 Maret 2018


Lebih lanjut, Ferry Koto menjelaskan:

(1) Coba diperhatikan 2 twit ini yang sama-sama dilaporkan karena dianggap pidana.


Twit @AHMADDHANIPRAST sifatnya sangat umum, tidak spesifik, bahkan jika diucapkan saat ini, atau kapanpun, tentu bernilai benar bagi pihak-pihak yang tidak ingin ada penistaan agama.

Beda dengan twit @AntoniRaja.

(2) Twit @AHMADDHANIPRAST menurut saya, adalah pendapat dan sikap dia terhadap "siapa saja pendukung penista agama,...". Dilindungi konstitusi mestinya orang bersikap dan berpendapat.

Lagipula, apakah ada orang yang "klaim dirinya" sebagai pendukung penista agama?

Saya rasa tidak ada...

(3) Selain tidak menuduh secara spesifik siapa yang menista agama, dan siapa yang mendukung penista agama, twit @AHMADDHANIPRAST ini juga tidak ada ajakan, tidak ada hasutan. Ini murni pendapat dia.


Ini sama saja dengan pendapat-pendapat tokoh2 yang sering dikutip @karniilyas terhadap hal berbeda.

(4) Pilihan bahasa @AHMADDHANIPRAST memang sarkase, tapi itu pilihan bahasa, ndak ada larangan pilihan bahasa. Di Suroboyo pilihan bahasa arek2 juga bisa bikin kaget cah Solo, misal. Dan itu yg mestinya tak bisa dipidana.

(5) Twit @AHMADDHANIPRAST ini jauh berbeda dgn twit @AntoniRaja. Sangat jelas sekali Antoni menyebut nama pihak2, orang yg specifik, dan kata2 dia ini jelas merujuk ke waktu yg spesifik.

(6) Dan twit @AntoniRaja ini jelas2 tuduhan (fitnah jk ia tdk bisa buktikan) serta AJAKAN, berbeda dgn @AHMADDHANIPRAST dia hanya berpendapat dan bersikap.

(7) Di Twit ini secara gamblang @AntoniRaja menyebut @anandasukarlan sbg pihak yg akan dilaporkan ke polisi. Nah ini jelas sangat spesifik dan hanya ada 1 yg akan melaporkan Sukarlan, yaitu @fadlizon .

Bandingkan dgn twit @AHMADDHANIPRAST yg tdk sebut siapa penista, siapa pendukung.

(8) Di twit @AntoniRaja ini juga spesifik potensi pidananya yaitu fitnah, jelas2 dia menyebut demikian "oleh tukang buat hoax tiap hari". Jika tdk pernah ada perkara pidana yg berkekuatan hukum tetap kepada @fadlizon sbg pembuat Hoax, maka Antoni sdh jelas fitnah

(9) Dan cilakanya twit @AntoniRaja ini adalah AJAKANnya "..Yang setuju RT..", ini sdh pidana berat menyerang kehormatan orang lain dgn mengajak orang melakukan pidana yg sama.


dan sy yakin, Antoni tdk akan bisa buktikan @fadlizon adalah pembuat Hoax, apalagi tiap hari.

(10) Kenapa @AntoniRaja tidak bisa buktikan? Karena tidak ada satupun kasus, bahkan yg sedang dilaporkan saat Antoni membuat twit ini, @fadlizon disangkakan lakukan pidana "membuat Hoax".

Coba saja cek di seluruh kepolisian yg ada.

(11) Itu pendapat saya soal twit @AHMADDHANIPRAST dgn @AntoniRaja .

Karena kasusnya sudah jadi kasus hukum, yg satu sudah di kejaksaan siap sidang @AHMADDHANIPRAST. Sementara kasus @AntoniRaja di kepolisian, maka mari kita lihat dan simak bagaimana proses penegakan keadilan keduanya.

(12) Penegakan hukum yang tidak berkeadilan, salah satu yg saya sebut sebagai penyubur ekosistem ujaran kebencian & Hoax.

Nah dikedua kasus twit ini kita akan melihat bagaimana keadilan ditegakan.

Kita berharap hukum bisa tegak dg adil, sehingga kerja2 memberangus Hoax akan lebih mudah.

*dari twit @ferrykoto (13/3/2018)

Sumber :Portal Islam Islam 

Presiden Jokowi Ingin Pemerintah dan Ulama Bersatu, Tanggapan Netizen NAMPOL Banget

Presiden Jokowi Ingin Pemerintah dan Ulama Bersatu, Tanggapan Netizen NAMPOL Banget


10Berita, Presiden Jokowi Ingin Pemerintah dan Ulama Bersatu, hal ini disampaikan usai silaturahim Presiden Jokowi dengan Ulama Kalimantan Selatan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/3/2018), seperti diberitakan Republika.

(Link: https://twitter.com/republikaonline/status/973492011150950401?s=20)

Sontak berita "Presiden Jokowi Ingin Pemerintah dan Ulama Bersatu" ini mendapat tanggapan ramai dari netizen/warganet di media sosial.

Kalau ada maunya ulama disebut2...saat tidak butuh dimusuhi

— HaryHary (@Heryhary4) 13 Maret 2018



@syarifjogja"Kemarin dihinakan, sekarang dibutuhkan #NalarSehat?"

@irwandi_maryam: "Kok bru hri ini pemerintah ngajk ulama brstu..kmrn2 ulama di bully..ulama dilecehkn...situ kmn ajaaaaaa....???"

@AisyahMutahar: "Msh punya muka deketin ulama?"

@yusufabualif: "Bila banyak pejabat mendadak dekat dgn ulama dan menunjukkan simbol2 keIslaman tandanya pemilu sudah dekat, harap maklum ....."

@don_ucin: "menolak lupa kejadian 4-11"

@mathsoul1: "Oke siap bersatu...  buat presiden baru 2019"

@YudhiBrahma: "Tanda Tanda Pileg Dan PILPRES Sudah Dekat. ULAMA Bersatu Menjungkalkan Partai Yang Mendukung Penista Agama"

@hadiparmono: "Ingat pdi p tidak membutuhkan suara muslim itu kata nenek..ingat..ingat.."

@didimening: "Pilpres sdh dekat n @jokowi ngajak ulama bersatu dgn pemerintah spy ulama bs ajak umat Islam utk pilih dia 😂😂😂 #2019PresidenBaru"

@Heryhary4: "Kalau ada maunya ulama disebut2...saat tidak butuh dimusuhi"

@risalah05: "Bagaikan sekop dan roket, gak bakal bersatu..."

Msh punya muka deketin ulama?

— #AntiCebong (@AisyahMutahar) 13 Maret 2018


— syarif hidayatullah (@syarifjogja) 13 Maret 2018


Kok bru hri ini pemerintah ngajk ulama brstu..kmrn2 ulama di bully..ulama dilecehkn...situ kmn ajaaaaaa....???

— Irwandy_maryam (@irwandi_maryam) 13 Maret 2018


Ingat pdi p tidak membutuhkan suara muslim itu kata nenek..ingat..ingat..

— den bausabun (@hadiparmono) 13 Maret 2018


Bagaikan sekop dan roket, gak bakal bersatu...

— risa santosa (@risalah05) 13 Maret 2018


Heheh
Oke siap bersatu...
buat presiden baru 2019

— PRIBUMI MENGGUGAT (@mathsoul1) 13 Maret 2018


Tanda Tanda Pileg Dan PILPRES Sudah Dekat .

ULAMA Bersatu Menjungkalkan Partai Yang Mendukung Penista Agama .

— Brahma Yudhi🆔 (@YudhiBrahma) 13 Maret 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Kisah Ken Arok, Fiksi Kolonial Belanda Untuk Kubur Kebesaran Islam di Tanah Jawa

Kisah Ken Arok, Fiksi Kolonial Belanda Untuk Kubur Kebesaran Islam di Tanah Jawa


10Berita – Dalam buku sejarah Nasional kita diceritakan bagaimana sejarah Ken Arok sebagai rakyat biasa hingga bisa menjadi seorang Maharaja yang waktu itu bisa dikatakan tidak mungkin justru Ken Arok mencatatkan sejarahnya sendiri.

Sampai akhirnya diceritakan bahwa untuk mewujudkan ambisinya menguasai Tumapel dan Ken Dedes sekaligus, maka ia harus membunuh Tunggul Ametung dan seterusnya. Itu menurut guru sejarah kita jaman sekolah dulu yang merujuk teori sejarahnya dari buku induk sebuah Naskah kuno yang berjudul “Kitab Pararaton”.

Kitab Pararaton adalah sebuah kitab naskah Sastra Jawa Pertengahan yang digubah dalam bahasa Jawa Kawi. Naskah ini cukup singkat, berupa 32 halaman seukuran folio yang terdiri dari 1126 baris. Isinya adalah sejarah raja-raja Singhasari dan Majapahit di Jawa Timur.

Naskah ini juga dikenal dengan nama “Pustaka Raja”, yang dalam bahasa Sanskerta juga berarti “kitab raja-raja”. Tidak terdapat catatan yang menunjukkan siapa Pun Naskah Pararaton ini.

Kisah dalam Kitab Pararaton diawali dengan cerita mengenai re-inkarnasi Ken Arok, sehingga ia bisa menjadi seorang Raja, Pendiri Kerajaan Singhasari (1222–1292).

Diceritakan dalam Kitab tersebut bahwa Ken Arok menjadikan dirinya korban persembahan (bahasa Sanskerta) bagi Yamadipati, dewa penjaga pintu neraka, untuk mendapatkan keselamatan atas kematian.

Sebagai balasannya, Ken Arok mendapat karunia dilahirkan kembali sebagai raja Singhasari, dan di saat kematiannya akan masuk ke dalam surga (Wisnu).

Selanjutnya hampir setengah kitab membahas bagaimana Ken Arok meniti perjalanan hidupnya, sampai ia menjadi Raja pada tahun 1222.

Penggambaran pada naskah ini cenderung bersifat mistis. Cerita kemudian dilanjutkan dengan bagian-bagian naratif pendek, yang diatur dalam urutan kronologis.


Banyak kejadian yang tercatat di sini diberikan penanggalan. Mendekati bagian akhir, penjelasan mengenai sejarah menjadi semakin pendek dan bercampur dengan informasi mengenai silsilah berbagai anggota keluarga kerajaan Majapahit.

Penekanan atas pentingnya kisah Ken Arok bukan saja dinyatakan melalui panjangnya cerita, melainkan juga melalui judul alternatif yang ditawarkan dalam naskah ini, yaitu: “Serat Pararaton atawa Katuturanira Ken Angrok”, atau “Kitab Raja-Raja atau Cerita Mengenai Ken Arok”.

Mengingat tarikh yang tertua yang terdapat pada lembaran-lembaran naskah adalah 1522 Saka (atau 1600 Masehi), diperkirakan bahwa bagian terakhir dari teks naskah telah dituliskan antara tahun 1600 M.

Beberapa Pakar Sejarah yang telah mengulas tentang lemahnya data sejarah dari Kitab Pararaton, mengungkapkan bahwa bagian Kitab Pararaton bukan merupakan fakta-fakta sejarah. Terutama pada bagian awal, antara fakta dan fiksi serta khayalan dan kenyataan saling berbaur.

Beberapa pakar sejarah misalnya C.C. Berg berpendapat bahwa teks-teks tersebut secara keseluruhan supranatural dan ahistoris, serta dibuat bukan dengan tujuan untuk merekam masa lalu melainkan untuk menentukan kejadian-kejadian pada masa depan.

Tanah Jawa yang Penuh Mistis!

Itulah sejarah yang ingin dibangun oleh Kaum Kolonial untuk mengaburkan Fakta tentang Kebesaran Islam di Tanah Jawa. Pengaburan fakta sejarah bahwa Islam telah kuat di Tanah Jawa ini sangat penting untuk kepentingan Politis Pihak Kolonial Belanda.

Salah satu data sejarah yang dikembangkan oleh pihak Kolonial untuk mengangkat fakta mistisnya Tanah Jawa adalah dengan mengangkat Kitab Pararaton ini sebagai sumber data Sejarah Silsilah Raja-raja Jawa. Bahkan tak tanggung-tanggung, Naskah Pararaton ini hari ini masuk kedalam Kurikulum Pendidikan Sejarah Budaya Nasional dan menjadi sumber rujukan sejarah silsilah Raja-raja Jawa.

Koq bisa ya?

Hal ini sarat dengan kepentingan politis pihak kolonial yang ingin membangun image bahwa Belanda hadir untuk memajukan keterbelakangan dan memodernisasi tanah Jawa dengan membangun image seolah sebelum kedatangan kolonial, Tanah Jawa masih primitif.

Dengan adanya pengaburan fakta masa lalu, pihak kolonial ingin membangun citra bahwa hadirnya Belanda memiliki peran penting dalam memajukan masyarakat Jawa.

Padahal jauh sebelum pihak kolonial hadir, tanah Jawa jauh telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Justru dengan hadirnya kolonial, maka kekuatan di tanah Jawa mulai rapuh dan terkoyak.

Jauh sebelum Portugis, Belanda dan Inggris hadir di bumi Nusantara yang baru hadir dimulai abad ke 16 Masehi, Nusantara khususnya tanah Jawa telah menjadi pusat perkembangan Islam bagi hampir seluruh wilayah di Jawa dengan Kesultanan Islam Demak sebagai Pusat Kekuasaan Islam di tanah Jawa yang telah ada sejak abad ke 15 Masehi.

Pengaburan kebesaran Islam di Tanah Jawa melalui tangan kolonial acapkali berusaha merusak tatanan Sejarah kita sendiri, dan mengaburkan peran besar Islam di bumi Nusantara.

Jadi bila hari ini banyak yang suka membangun citra untuk kepentingan politis, bisa jadi belajarnya dari kolonialis Belanda.(k/tgr)

Penulis: Abu Bakar Bamuzaham, Network Associate Global Future Institute (GFI)

Sumber : Eramuslim

Laboratorium AS: Situs Gunung Padang, Situs Peradaban Tertua di Dunia

Laboratorium AS: Situs Gunung Padang, Situs Peradaban Tertua di Dunia


10Berita – Sebuah bangsa akan mengalami puncak peradaban tertinggi manakala Negara mampu memahami potensi terbesar dari bangsanya sendiri, lalu mengolah potensi itu menjadi energi untuk membangun bangsanya.

Ketika bangsa itu tak mampu memahami potensinya sendiri dan justru mengebiri nilai sejarahnya sendiri, maka tak mungkin menjadi bangsa yang besar.

Siapa sangka bahwa Indonesia memiliki situs purbakala yang usianya lebih tua dari Piramida Mesir?

Gunung Padang adalah sebuah kawasan situs Megalitikum berupa tumpukan batu punden berundak yang berada di Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Situs ini ditengarai merupakan Situs Purbakala yang paling besar di Asia Tenggara, bahkan tidak menutup kemungkinan akan menjadi yang terbesar di dunia.

Dr. Ali Akbar seorang peneliti prasejarah dari UI yang juga merupakan ketua tim riset TTRM mengatakan jika di lakukan penggalian di Situs Gunung Padang ini besar kemungkinan akan di temukan bangunan yang besarnya mencapai 3 kali lipat dari Candi Borobudur.

Jika dilihat dari luas keseluruhan kompleks Candi Borobudur yang hanya 1,5 hektar, maka Situs Megalitikum Gunung Padang ini bahkan bisa mencapai 10 kali lebih luas dengan total keseluruhan luas kompleksnya yang mencapai 15 hektar.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2


Yang menarik, hasil uji lab coring sample batu di Gunung Padang yang dilakukan oleh Badan Tenaga Atom milik Amerika Serikat, di Miami Florida AS telah merilis hasil uji karbon pada sampel coring yang ada di sejumlah titik. Hasilnya menunjukkan bahwa usia Situs Gunung Padang ini lebih tua dari 11 ribu tahun.

Bahkan yang lebih mengejutkan lagi yaitu adanya temuan pada kedalaman lapisan 5-12 meter yang di perkirakan berusia lebih tua dari 25.000 Tahun SM.

Hasil penelitian Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) maupun peneliti dari luar negeri, di temukan fakta-fakta yang membuktikan bahwa Situs Gunung Padang memiliki usia yang sudah sangat tua. Bahkan ada kemungkinan akan menjadi peninggalan peradaban yang tertua di muka bumi !!

Jika selama ini sering disebutkan bahwa sejarah Peradaban manusia di seluruh dunia berawal dari Mesopotamia dan Mesir yang telah berusia 2500 SM, dengan bangunan Piramida Giza yang dianggap sebagai bangunan piramida tertua di dunia.

Namun bila ternyata nanti hasil berbagai riset ilmiah yang di lakukan terbukti bahwa hasil penelitian di Gunung Padang memang menunjukkah hasil jauh lebih tua dari 25.000 tahun SM, maka otomatis sejarah dan peta peradaban dunia akan berubah.

Bukan lagi di Mesopotamia atau Mesir yang menjadi awal Peradaban manusia di dunia, melainkan di Indonesia yang akan menjadi tanah nenek moyang bangsa-bangsa di dunia !! Wouw..

Sampai dengan saat ini, situs Gunung Padang masih dalam proses penelitian para arkeolog dunia, setidaknya bukti awal menunjukkan bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang telah berusia 13.000 – 25.000 SM.

Uniknya Indonesia…. [jk/tgr]

Penulis: Abu Bakar Bamuzaham, Network Associate Global Future Institute (GFI)

Sumber : Eramuslim

Ya Allah... Pakai Cadar, Dosen IAIN Bukittinggi Dilarang Mengajar

Ya Allah... Pakai Cadar, Dosen IAIN Bukittinggi Dilarang Mengajar


10Berita, Salah seorang tenaga pengajar atau dosen di perguruan tinggi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi di nonaktifkan pihak kampus karena bercadar atau berniqab.

Saat di konfirmasi dosen yang bersangkutan, Hayati Syafri, mengatakan, bahwa ia telah di nonaktifkan dari kampus sejak awal Februari 2018.

"Alasan saya di nonaktifkan dari pihak kampus karena saya memutuskan untuk berniqab atau memakai cadar," ucapnya, Senin (12/3/2018).

Hayati Syafri menjelaskan bahwa ia telah memilih dan memutuskan untuk memakai cadar karena keputusan diri sendiri karena menurutnya di dalam islam, baik itu sunnah rasul tidak ada larangan memakai cadar.

"Namun sepertinya pihak kampus merasa keberatan dengan keputusan saya selama saya masih mengajar dan melakukan kegiatan akademik di kampus, karena itu melanggar disiplin berpakaian," jelasnya.

Ia menambahkan surat penonaktifannya sejak awal Februari lalu untuk tidak mengajar hanya disampaikan saja tanpa memberikan surat karena menurut pihak kampus tidak tau mau kemana surat di berikan.

Diketahui Hayati Syafri merupakan dosen IAIN yang telah mengajar sejak tahun 2007 yang berstatus PNS.

"Ini merupakan hukuman yang paling berat bagi saya, saya merasa terzalimi,  padahal saya hanya menjalankan sunnah islam dan tidak ada dalil yang melarang," ucapnya.

Dikonfirmasi perihal itu, Kepala Biro IAIN Bukittinggi Syahrul Wirda menyebutkan, jika pihak kampus tidak melarang seperti informasi yang sudah beredar di tengah masyarakat. Hanya saja, pihak kampus dalam hal ini, meminta yang bersangkutan untuk menaati kode etik, karena ada pihak internal kampus yang tidak merasa nyaman.

"Dia kan guru Bahasa Inggris. Dia mengajar anak-anak kan, speaking perlu. Ada beberapa yang diajar tidak nyaman. Kita kan perlu identitas. Makanya kalau di kampus, kami minta tolong kode etik kampus dipatuhi. Sampai hari ini dia belum mau," kata Syahrul Wirda, Senin, 12 Maret 2018.

Syahrul Wirda menegaskan, bahwa pihak IAIN sama sekali tidak melarang, namun mengimbau kepada seluruh dosen dan mahasiswa untuk tidak bercadar. Hal ini semata-mata untuk ketentuan pedagogis.

"Kan enggak seluruhnya mahasiswa ingin diajar oleh yang bercadar. Yang kami minta pakaian Muslim dan yang biasa. Saat ini kami minta dia, tolonglah patuhi. Sampai hari ini kalau belum juga, enggak usahlah dulu mengajar," ujarnya.

Sumber: VIVAnews, Covesia

Konsekuensi Hoaks

Konsekuensi Hoaks

Berbagai macam konsekuensi akan muncul akibat perbuatan hoaks yang dilakukan.

10BeritaOleh:  Ahmad Agus Fitriawan

Dalam Alquran telah jelas diterangkan bahwa berita bohong (hoaks) adalah modalnya orang munafik untuk merealisasikan niat kotor mereka (QS al-Ahzaab [33] :60-61). Menyebarkan hoaksdan isu termasuk qiila wa qaala (katanya dan katanya) merupakan sikap yang ditolak dalam Islam dalam kondisi apa pun dan dalam model apa pun (QS al-Isra' [17]: 36). Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah RA, "Dan Rasulullah membenci dari kalian 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan membuang-buang harta."

Berbagai macam konsekuensi akan muncul akibat perbuatan hoaks yang dilakukan oleh seseorang, baik yang berasal dari Allah SWT maupun dari sesama manusia sendiri. Maka dari itu, berhatihati dan waspadalah terhadap hoaks tersebut. Di antara konsekuensi yang bisa ditimbulkan akibat orang yang sering be bohong dan menyebarkan hoaks adalah dapat merugikan diri sendiri.

Pertama, dari sudut akidah, bila seorang mukmin sudah berani berdusta, maka martabat kemukminannya itu hilang, berganti dengan predikat munafik (na'udzu billah). Hal itu sebagaimana dikatakan Rasulullah SAW melalui sabdanya, "Ciri-ciri orang munafik itu ada tiga, yaitu bila berkata dusta, bila berjanji mengingkari, dan bila diberi amanat menghianati."(HR Bukhari- Muslim).

Predikat mukmin adalah predikat yang sungguh sangat mulia, tetapi seorang mukmin jika berani dusta atau bohong maka predikatnya hilang dan diganti predikat munafik. Padahal, orang munafik sangat jelas ditegaskan oleh Allah SWT melalui firman-Nya: "Sesung guhnya orang munafik itu (ditem patkan) pada tempat yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan seorang penolong pun dari mereka." (QS an-Nisaa [4] :145).

Kedua, hilangnya petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya, "Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta." (QS al-Mu'min:28). Ketiga, Allah SWT menambahkan penyakit dalam hati dan siksa yang pedih bagi orang-orang yang suka berbohong lagi pendusta. Firman Allah SWT, "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu di tam bah Allah penyakitnya, dan bagi me reka siksa yang pedih disebabkan me reka berdusta." (QS al-Baqarah [2] :10).

Keempat, seseorang yang masih berdusta dan memilih kedustaan sehingga Allah menulis di sisi-Nya sebagai orang yang dusta. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya benar (jujur) itu menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu menuntun ke surga, dan seseorang itu berlaku benar sehingga tercatat di sisi Allah sebagai seorang yang siddiq (yang sangat jujur dan benar). Dan dusta menuntun kepada curang, dan curang itu menuntun ke dalam neraka. Dan seorang yang dusta sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta."

Kelima, hilangnya kepercayaan. Sesungguhnya selama dusta menyebar dalam kehidupan masyarakat maka hal itu akan menghilangkan kepercayaan di kalangan kaum Muslimin, memutuskan jalinan kasih sayang di antara mereka, sehingga menyebabkan tercegahnya kebaikan dan menjadi penghalang sampainya kebaikan kepada orang yang berhak menerimanya

Keenam, pengaruh dusta terhadap anggota badan. Dusta menjalar dari hati ke lidah, maka rusaklah lidah itu, lalu menjalar ke anggota badan, maka rusaklah amal perbuatannya sebagaimana rusaknya lidah dalam berbicara. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebajikan, sedangkan dusta menuntun kepada kedurhakaan." (Muttafaq'alaih).

Itulah sebagian konsekuensi melakukan perbuatan dusta (hoaks) yang terasa di dunia, dan di sisi Allah balasan bagi pendusta lebih dahsyat dan mengerikan. Jelaslah bahwa para pendusta akan berjalan di atas jalan yang menuju neraka, karena dengan berdusta berarti ia akan membuka berbagai pintu keburukan lainnya. Wallahu'alam.

Sumber : Republika.co.id

Gerindra Prediksi 4 Partai Ini Bakal Masuk Gerbong Prabowo   

Gerindra Prediksi 4 Partai Ini Bakal Masuk Gerbong Prabowo 

10BeritaJAKARTA - Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Riza Patria mengatakan, jajaran pengurus partainya di semua tingkatan sudah menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2019-2024.

Seluruh kader, sayap, organisasi kemasyarakatan (ormas) di bawah Partai Gerindra juga yakin mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu akan maju sebagai calon presiden.

“Kami meyakini peluangnya besar dan kami akan menang. Kami punya optimisme di bawah kepemimpinan Pak Prabowo apabila terpilih nanti, akan membawa Indonesia maju, Indonesia bangkit,” kata Riza di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3).

Dia menegaskan Prabowo sebagai ketua umum partai tidak terlalu sulit untuk mendeklarasikan diri sebagai capres.

Riza meyakini, tidak lama lagi dewan pimpinan pusat (DPP) Partai Gerindra akan segera mengambil keputusan untuk mengusung Prabowo.

“DPP sesungguhnya sudah sepakat tinggal diputuskan. Nanti dicari forumnya, ada rapimnas, rakernas, banyak forum,” ungkap Riza.

Menurut Riza, semua persiapan masih terus berjalan. Dia memastikan, tidak perlu menunggu pengumuman resmi atau deklarasi, mesin partai baru berjalan. Dia pun yakin, Partai Gerindra akan bisa berkoalisi dengan partai lain.

“Semuanya mungkin, sebanyak mungkin mendukung Prabowo. Bisa jadi PKSPANPKBDemokrat. Semua serba mungkin, komunikasi terus dilakukan,” kata wakil ketua Komisi II DPR itu. (boy/jpnn)

Sumber : JPNN.com


Hadiya: Orang Tua Butuh Waktu untuk Menerima Saya Muslim

Hadiya: Orang Tua Butuh Waktu untuk Menerima Saya Muslim

Selain membatalkan pernikahannya, pengadilan tinggi juga membuatnya jadi tahan rumah.

10Berita , Hadiya, seorang mualaf yang tinggal di Kerala, negara bagian di Selatan India, harus menghadapi berbagai penentangan dari keyakinan dan pernikahannya dengan seorang pria Muslim bernama Shafin Jahan. Perempuan yang lahir dari pasangan Hindu ini menjadi berita utama di India, setelah ia memutuskan untuk memeluk Islam dan menikahi seorang Muslim. Perempuan berusia 24 tahun ini dianggap menentang harapan dari orang tuanya.

Pada Mei 2017 lalu, Pengadilan Tinggi Kerala membatalkan pernikahan yang dikeluhkan ayahnya sebagai sebuah contoh 'cinta jihad'. Pengadilan tinggi saat itu menyatakan, bahwa pernikahan Hadiya dengan Shafin batal dan tidak berlaku. Mereka juga menggambarkan kasus itu sebagai sebuah contoh 'cinta jihad' dan meminta pihak kepolisian negara setempat untuk melakukan penyelidikan ke dalam kasus semacam itu.

Saat itu, Hadiya tengah menjalani magang wajib sebagai dokter bedah di Rumah Sakit Medis dan Laboratorium Penelitian Sivaraj Homeophaty di distrik Salem Tamil Nadu. Ia tengah menyelesaikan gelar sarjana muda (Bachelor) pada bidang Bedah dan Obat-obatan Homeopathy (BHMS).

Selain membatalkan pernikahannya, pengadilan tinggi juga membuat Hadiya menjadi tahanan rumah di bawah pengawasan orang tuanya. Masalah muncul, saat sang suami Jahan menantang keputusan Pengadilan Tinggi Kerala yang membatalkan pernikahannya dengan Hadiya.

Pada Agustus tahun lalu, Mahkamah Agung India meminta Badan Investigasi Nasional untuk menyelidiki kasus berpindah keyakinannya Hadiya dan pernikahannya. Kemudian pada 27 November lalu, Mahkamah Agung membebaskan Hadiya dari status tahanan orang tuanya dan mengirimnya ke perguruan tinggi untuk melanjutkan studinya. Akhirnya, pada 8 Maret lalu Mahkamah Agung membatalkan perintah Pengadilan Tertinggi Kerala. Tidak hanya itu, pengadilan tertinggi tersebut juga mengizinkan pasangan ini untuk kembali bersatu. Hadiya merasa terharu setelah masa-masa sulit yang ia habiskan selama menjadi tahanan rumah orang tuanya.

"Perjuangan hukum saya berlangsung selama kira-kira selama dua tahun enam bulan, yang saya habiskan bersama orang tua saya sangat mengerikan. Saya benar-benar berada di bawah tahanan rumah. Saya kehilangan masa dua tahun yang berharga dalam hidup saya," kata Hadiya, dilansir di Outlook India, Selasa (13/3).

Hadiya mengatakan, bahwa keputusan Mahkamah Agung tersebut adalah tindakan yang memberi kebebasan kepadanya untuk berdiri dengan keyakinan yang ia percayai benar. Ia mengatakan, tidak ada orang lain di negaranya yang mengalami rasa sakit dan penderitaan seperti yang dialaminya.

Diapit oleh sang suami, Hadiya lantas berterima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya saat ia berupaya menentang keputusan Pengadilan Tinggi Kerala. "Seharusnya tidak ada lagi kontroversi mengenai saya," lanjutnya.

Hadiya meyakini, bahwa orang tuanya tidak berpikir untuk menyakitinya. Namun, ia menilai, jika orang tuanya berada di bawah pengaruh kekuatan anti-nasional. Kendati, ia tidak menguraikan kekuatan anti-nasional yang dimaksud. Namun, dia mengatakan, bahwa mereka menggunakan orang tuanya untuk keuntungan politik.

"Orang tua saya sangat menyayangi saya. Saya juga sangat menyayangi mereka. Tidak bisakah semua orang memilih kebebasan mereka? Beberapa kekuatan anti-nasional menyesatkan orang tua saya. Orang tua saya dan saya memiliki hubungan darah. Lebih dari orang lain, saya tahu orang tua saya," ujarnya.

Kendati demikian, Hadiya mengaku ia tidak bertemu dahulu dengan orang tuanya. Karena menurutnya, orang tuanya juga memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan semua yang telah terjadi.

"Saya tidak akan menemui mereka saat ini. Mereka membutuhkan waktu untuk menerima bahwa saya seorang Muslim," tambahnya.

Sumber : Republika.co.id

Pawai Anti Muslim di Amsterdam Belanda Sepi Peminat

Pawai Anti Muslim di Amsterdam Belanda Sepi Peminat



10Berita, AMSTERDAM, BELANDA  -Sebuah pawai yang diselenggarakan pada hari Ahad lalu oleh kelompok sayap kanan, anti-Muslim dan anti-imigran di Amsterdam tidak berhasil mengumpulkan massa yang banyak.

Hanya 50 orang yang berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut oleh kelompok yang sedikit diketahui, Masyarakat Patriotik Eropa Melawan Islamisasi Barat (PEGIDA).

Para peserta bergerak di bawah pengawalan polisi sambil memegang spanduk yang bernuansa rasis.

Sekelompok pemrotes anti-Fasis (AFA) berusaha untuk menghalangi demonstrasi tersebut, yang mengakibatkan penangkapan tiga anggota mereka, kata pihak kepolisian.

Pada hari Sabtu sebelumnya, anggota PEGIDA memasang 23 salib di sebuah lokasi konstruksi untuk sebuah masjid.[fq/worldbulletin]

Sumber :Voa-islam.com 

VIRAL Video Warga Asing USIR Rombongan DPRD Sumbar di Kep. Mentawai, Kedaulatan RI Terancam?

VIRAL Video Warga Asing USIR Rombongan DPRD Sumbar di Kep. Mentawai, Kedaulatan RI Terancam?


10Berita,  Sebuah video menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang bule melarang sejumlah rombongan anggota DPRD Sumbar dan DPRD kabupaten Kepulauan Mentawai untuk memasuki dermaga di kawasan Aloyta Resort, Kabupaten Kepulauan Mentawai, beredar luas di media sosial pada Ahad, 11 Maret 2018 kemarin.

Pada video berdurasi 3:31 detik itu, terlihat pria bule bersama seorang perempuan yang sedang berada di atas kapal, mengadang kapal yang ditumpangi rombongan anggota DPRD akan berwisata ke Pulau Makakang yang berada di Kecamatan Sipora Utara tersebut.

Menurut Wakil Ketua DPRD Mentawai dari Partai Nasdem, Nikanor Saguruk yang ikut rombongan, mereka pergi ke Pulau Makakang tersebut usai Partai Nasdem mengadakan rapat sejak Jumat hingga Sabtu.

"Jadi pada hari Minggu sambil menunggu kapal Mentawai Fast untuk berangkat ke Padang, rombongan ingin berwisata dulu," katanya, Senin 12 Maret 2018.

Usai adu mulut dengan bule, Nikanor turun dari kapal dan menemui manajer resort. Karena tetap tidak dibolehkan, rombongan DPRD lalu pergi dari sana.

Menurut Nikanor, ini bukan kejadian pertama, dua hari yang lalu tamu Bappeda Mentawai juga diusir.

"Saya akan sampaikan kepada Desti (Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mentawai) tentang persoalan ini dan akan melakukan koordinasi degan pihak Polres untuk memeriksa dokumen turis asing itu," tegasnya.

Sementara itu, Linda Mohammed yang juga ikut dalam rombongan mengatakan alasan rombongannya tidak boleh mendarat oleh pihak resortkarena sedang ada renovasi sehingga pihak resort khawatir pengunjung bisa tertusuk paku.

Berikut videonya.
 

Sumber :Portal Islam