OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 25 Maret 2018

Padi, Warisan Masa Revolusi Pertanian Islam

Padi, Warisan Masa Revolusi Pertanian Islam

Padi merupakan bahan pokok kedua

10Berita , JAKARTA — Padi merupakan bahan pokok kedua. Sumber pangan yang satu ini digunakan sebagai makanan tanpa olahan atau bahan pembuatan roti beras.

Padi merupakan salah satu tanaman yang pertama kali dikembangkan pada masa Revolusi Pertanian Muslim--ketika harga roti gandum masih tinggi. 

''Kehadiran roti beras telah meringankan masalah ekonomi yang muncul di beberapa daerah,'' ungkap Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology: An Illustrated History.

Pada masa itu, pengulitan padi dilakukan dengan cara menumbuk. Untuk menumbuk digunakan alu yang dipasang tegak lurus di ujung sebuah batang yang dipasak dan diberi beban penyeimbang sehingga dapat digerakkan dengan kaki.

Nah, dari situlah berkembang alat penggilingan padi, yang pada dasarnya merupakan palu yang digerakkan tenaga air. Hingga kini, alat penumbuk padi seperti itu masih digunakan, terutama di daerah Iran.

Sumber : Republika.co.id

Gula dan Minyak Sayur Komoditas Tersohor Dunia Islam

Gula dan Minyak Sayur Komoditas Tersohor Dunia Islam

Keduanya merupakan komoditas ekspor

10Berita , JAKARTA — Gula merupakan salah satu komoditas pertanian yang paling tersohor kala itu. Penanaman tebu diperkenalkan ke Persia segera setelah Islam menaklukkan wilayah itu.

Sejak itu, perkebunan tebu dan industri gula menyebar ke selurh daerah Islam di Laut Tengah. Gula pun kemudian menjadi bahan makanan dan obat-obatan di seluruh dunia Muslim. Gul adalah satu-satunya bahan makanan yang membuatnya membutuhkan proses kimia.

Industri gula mulai berkembang pesat seiring dibangunnya penyulingan gula oleh para sarjana Muslim. Menurut catatan sejarah, pabrik penyulingan gula sudah mulai berkembang di Pakistan, Afghanistan, dan Iran sejak abad ke-9 M. Pabrik penyulingan gula pertama dalam peradaban Islam itu digerakkan energi yang berasal dari kincir air dan kincir angin.

Minyak Sayur

Minyak sayur selalu menjadi bagian penting dalam masakan orang Islam. Peradaban Islam mampu mengolah dan membuat aneka jenis minyak, seperti  minyak zaitun, minyak wijen, biji kapas, bunga madat, dan bahan-bahan sejenis. Bahkan, ada pula jenis minyak biji rami dan minyak daun jarak (kastroli) untuk keperluan industri.

Di antara semua jenis minyak itu, yang paling berharga adalah minyak zaitun. Itulah mengapa pohon zaitun sangat dihargai dalam kebudayaan Islam, bahkan Alquran sekalipun. Itu karena pohon ini memiliki umur panjang dan nilai buahnya sangat tinggi. Pohon ini banyak ditemukan di negeri-negeri Laut Tengah dan wilayah Islam. Suriah serta Tunisia dikenal sebagai produsen minyak zaitun.

Geografer Muslim, Al-Muqadassi, menyebutkan, Suriah merupakan produsen minyak zaitun yang paling tersohor, bahkan hingga diekspor ke Mesir. "Di Banunash terdapat tak kurang 360 tempat pemerasan biji zaitun," ujarnya. 

Sedangkan, wijen merupakan tanaman musim panas dan minyak shiraj atau sijih. Penggunaan minyak ini menyebar luas di tempat-tempat yang tidak memproduksi minyak zaitun.

Sumber :Republika.co.id 

[VIDEO] Pilkada Jawa Barat: Umat Islam Golput, Kaum Sekuler Raih Kekuasaan

[VIDEO] Pilkada Jawa Barat: Umat Islam Golput, Kaum Sekuler Raih Kekuasaan


10Berita, BANDUNG -Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan diselenggarakan di beberapa daerah. Salah satunya Jawa Barat.

Umat Islam memiliki kepentingan untuk menentukan pemimpin yang dapat memenuhi aspirasi serta peduli dengan dakwah Islam. Karena pentingnya masalah kepemimpinan ini, KH Cece Sudirman Ashari, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung berpesan kepada umat Islam agar tidak golput pada Pilkada mendatang.

Seperti apa seruannya? Simak video Voa Islam TV di bawah ini:

*[Adi/Syaf/]

Sumber :voa-islam.com

Setelah Bubarkan Majelis Zikir Ibu-ibu, Kapolres Banggai Dicopot dari Jabatannya

Setelah Bubarkan Majelis Zikir Ibu-ibu, Kapolres Banggai Dicopot dari Jabatannya


10Berita, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan hal terkait pencopotan Kapolres Banggai, AKBP Heru Pramukarno dari jabatannya setelah dikabarkan membubarkan kelompok ibu-ibu yang sedang berzikir.

Setyo mengaku telah menerima informasi dari asisten SDM kapolri bahwa kapolres Banggai telah dicopot untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pencopotan tersebut bertujuan untuk dilakukan investigasi oleh pihak Propam.

Heru dicopot dari jabatannya setelah Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) menemukan adanya indikasi pelanggaran dalam bentrokan eksekusi lahan di Tanjung Sari, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

“Yang penting copot dulu, karena ada indikasi pelanggaran. Tidak sesuai prosedur,” kata Setyo, pada Sabtu (24/03/2018) kemarin.

Setyo menegaskan, dalam menjalankan tugasnya, Polri memiliki prosedur standar operasi (SOP), yakni pertama harus dilakukan negosiasi terlebih dahulu. Setelah negosiasi dilakukan, setelahnya dilanjutkan dengan pendekatan secara humanis.

“Setelah itu dilakukan (dan tidak berhasil), kami tidak boleh langsung melakukan tembakan gas air mata. Ada prosedurnya. Nanti kami lihat kesalahannya seperti apa,” ujar Setyo

Kericuhan tersebut berawal dari pembebasan lahan yang digunakan untuk pemda dan perusahaan. Namun, lahan itu merupakan permukiman warga hingga terjadi bentrokan. Tindakan eksekusi tersebut dianggap tidak toleran, bahkan di media sosial beredar eksekusi tersebut menggunakan gas air mata. []

Sumber : islampos.com

KPK Ditantang Tindaklanjuti "Nyanyian" Setnov yang Sebut Nama Puan Maharani di Sidang e-KTP

KPK Ditantang Tindaklanjuti "Nyanyian" Setnov yang Sebut Nama Puan Maharani di Sidang e-KTP


10Berita, JAKARTA - Disebutnya nama anak dari Ketum PDIP, Megawati, Puan Maharani oleh tersangka Setya Novanto saat sidang e-KTP membuat kinerja dan keadilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diuji. Pasalnya, sudah ada lembaga yang menginginkan agar KPK segera menelusuri apa yang diucapkan oleh mantan Ketum Golkar tersebut.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid nampaknya sepakat atas keinginan salah satu lembaga antirasuah tersebut untuk menindaklanjuti nama-nama yang disebut oleh Setnov. Katanya, hal ini diperlukan agar KPK tidak dianggap benar-benar konsen terhadap pemberantasan korupsi.

“Di tengah ramainya tuntutan: #Jangan Asbun, #Jangan Ngibul, juga tantangan agar @KPK_RI benar-benar berani berantas  korupsi; tanpa politisasi, tapi berbasiskan bukti, ‘nyanyian’ Setnov kemaren layak dituntaskan.


Agar budaya ‘ngibul’ dan ‘asbun’ oleh/terhadap siapapun dihentikan & dikenakan sanksi hukum,” pinta Hidayat, saat mengomentari salah satu judul di media: ‘ICW Minta KPK Telusuri Ucapan Setnov soal Puan dan Pramono’, Sabtu (24/3/2018), melalui akun Twitter pribadi miliknya.

Apalagi, ada di salah satu media pula, yang di mana pakar yang nampaknya menyatakan bahwa Setnov dimungkinkan tidaklah asbun seperti anggapan orang luar. Dan menurut Hidayat, rasanya KPK mau tidak mau mesti segera menindaklanjutinya “nyanyian” Setnov tersebut.

“Kalau memang kesaksian Setnov di persidangan itu bukan asbun, artinya juga bukan ngibul, maka berarti memang ada korupsi dalam e-KTP. Berarti ada pihak lain yang asbun dan ngibul. Begitukah, Prof? Ayo @KPK_RI:Berani usut tuntas, hebat,” masih katanya, saat mengomentari salah satu judul berita di media: ‘Pakar Hukum Pidana: Sekelas Setnov Pasti Tidak Asbun’, Ahad (25/3/2018), di akun Twitternya.

Sebelumnya diketahui bahwa Setnov menyebut dua nama elit PDIP dalam sidang kasus e-KTP. Selain Puan, ada nama Pramono Anung yang ia sebut. Pramono kabarnya sudah membantah ucapan/kesaksian Setnov tersebut. (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

NGAKAK! PSI Susun kabinet, Zara Zettira: Adek Minum Cucu, Gosok Gigi, Cuci Kaki, Bobo Siang Dulu Yah

NGAKAK! PSI Susun kabinet, Zara Zettira: Adek Minum Cucu, Gosok Gigi, Cuci Kaki, Bobo Siang Dulu Yah


10Berita, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjaring aspirasi masyarakat terkait nama-nama tokoh yang layak dijadikan anggota kabinet yang membantu Presiden Joko Widodo jika terpilih lagi dalam Pilpres 2019 mendatang. Dua nama yang muncul adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan politisi Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

"Karena kami tidak seperti yang lain, yang cuma ribut soal cawapres. Tapi kami sudah memikirkan hingga susunan kabinet," ujar Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni dalam jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Ahad 25 Maret 2018.

Agus Harimurti Yudhoyono yang sering disapa AHY itu diusulkan menjadi menteri pertahanan. Antoni menyebutkan, AHY merupakan lulus Akademi Militer dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama dan Adhi Makayasa pada Desember 2000.

Putra Presiden keenam RI itu juga memiliki latar belakang pendidikan yang memadai. AHY pernah mengikuti Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan lulus terbaik Kursus Combat Intel pada tahun 2001.

AHY mendapatkan gelar Master of Science in Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University.

Dalam dunia militer, AHY pada 2002 menjadi Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak, jajaran Brigif Linud 17 Kostrad yang berpartisipasi dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh.

Sementara itu, PSI mengusulkan agar Tri Rismaharini dapat diangkat menjadi menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Menurut PSI, Risma berhasil menjadikan Kota Surabaya dari kumuh menjadi kota yang hijau dan tertata rapi. Selama kepemimpinannya, Kota Surabaya mendapat delapan penghargaan Adipura secara berturut-turut.

Atas prestasinya mengubah wajah Kota Surabaya menjadi hijau, Risma pernah dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia versi World City Mayors Foundation.

"Sebagai pejabat publik, Risma dikenal bersih, tanpa kompromi, dan cepat. Beliau kerap menolak pelaksanaan proyek-proyek mercusuar yang tidak memiliki manfaat besar bagi masyarakat luas," kata Antoni.

---------

Rencana PSI yang sudah menyusun kabinet kerja sebelum waktunya akhirnya malah ditertawakan warganet.

"Hahahahaha adeeekkkk minum cucu gosok gigi cuci kaki bobo siang dulu yah," tulis Zara Zettira melalui akun twitter pribadinya @zarazettirazr, Ahad, 25 Maret 2018.

— Zara Zettira ZR 1️⃣4️⃣ (@zarazettirazr) March 25, 2018

Emg ini Partai Apa udh pd ngatur2 calon menteri,,,,dah yakin Mukidi menang?☺😁😂
PSI = Partai Sialan Indonesia.#2019PresidenBaru

— #MusnahkanLGBT (@stridekuMCA) March 25, 2018

Blm ikut pemilu aja partai baru ini byk ngatur dan maunya

— ❤NKRI, RADIKALIS GO! (@revansianturi1) March 25, 2018

ini murid baru, sudah berani ngatur2 ama kakak senior ya..😂

— al_rizal (@alrizalchello26) March 25, 2018


Sumber :Portal Islam 

Suku Arab Kuno Pemahat Bukit Ini Musnah karena Suara Keras

Suku Arab Kuno Pemahat Bukit Ini Musnah karena Suara Keras

Ukiran dan pahatan mereka hingga saat ini dapat ditemui di Gunung Athlab.

10Berita , Suatu ketika kaum Tsamud hancur karena suara keras. Semua orang kaum tersebut mati kecuali satu orang yang berada di al-Haram, Abu Righal. Namun, pada akhirnya dia juga tewas setelah meninggalkan Tanah Suci (HR Ahmad).

Tsamud adalah suku kuno Arab yang diperkirakan hidup sekitar milenium pertama sebelum Masehi. Mereka diperkirakan berasal dari wilayah Arab selatan yang kemudian pindah menuju utara. Kaum ini menetap di Gunung Athlab, Madain Shaleh, kota yang kini menjadi bangunan cagar budaya Kerajaan Saudi.

Sejumlah besar kaum Tsamud merupakan pengukir dan pemahat bukit yang baik. Ukiran dan pahatan mereka hingga saat ini dapat ditemui di Gunung Athlab dan hampir seluruh Arab bagian tengah

Kisah tentang Kaum Tsamud tak diceritakan dalam Taurat. Ahli Kitab pun tidak mengetahui kabar dan keberadaan mereka. Namun, Alquran menjelaskan, Musa menjelaskan dua kaum ini kepada umatnya. Dalam Surah Ibrahim ayat 8-9, Musa berkata, “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah SWT), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Mahaterpuji. Belum sampaikah kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka, tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah".

Dalam Suraht Ghafir ayat 30 - 31, seorang mukmin dari keluarga Fira’un berkata, “(Hai kaumku), sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu. (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.”

Saat perjalanan menuju perang Tabuk, Rasulullah melewati kampung Tsamud yang bernama Hijr. Beliau singgah bersama para sahabat di perkampungan itu. Kemudian, sahabat mengambil air dari sumur-sumur di mana dahulu kaum Tsamud juga mengambil air dari lokasi yang sama. Dengan air itu, mereka membuat adonan roti.

Sebagian sahabat menyiapkan bejana di atas api. Rasulullah kemudian memerintahkan agar bejananya ditumpahkan dan adonannya diberikan kepada unta. Kemudian beliau meneruskan perjalanan sampai di sebuah sumur.

Rasulullah menunjukkan jalan di mana unta Nabi Saleh datang menuju sumur, dan jalan meninggalkan sumur. Nabi juga memberi tahu mereka bahwa unta berbagi air dengan kaum Saleh pada hari di mana ia mendatangi sumur dan minum darinya. Pada hari berikutnya ia tidak minum apa pun. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 155 "Ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air pada hari tertentu.”

Dalam Surah al-Qamar ayat 28, Allah berfirman, “Beritakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka dan unta betina itu, tiap-tiap giliran minum dihadiri oleh yang berhak.”

Di antara keistimewaan unta Nabi Saleh adalah kaum Shaleh memerah susunya dalam jumlah sekehendak mereka. Maka, air yang diminum oleh unta pada hari gilirannya tergantikan oleh susunya yang melimpah dan mereka mendapatkannya dengan mudah.

Walaupun Tsamud telah mengambil keuntungan besar dari unta Saleh, mereka tetap berpikiran dan bersikap picik, membenci keberadaan sang nabi dan untanya. Maka, mereka menyembelih hewan milik Nabi Saleh. Pembunuh unta ini adalah orang yang paling celaka di kalangan kaum Tsamud.

Rasulullah telah menjelaskan pembunuh unta itu di dalam salah satu hadis, bahwa dia adalah laki-laki berkulit merah. Rasulullah pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib dan Ammar Ra, beliau mengatakan, “Maukah kalian berdua aku beri tahu siapa manusia paling celaka dari dua orang laki-laki? Kami menjawab, ‘Ya, wahai Rasulullah.’ Nabi bersabda, ‘Seorang laki-laki berkulit merah di kalangan Tsamud. Dialah pembunuh unta dan orang yang memukulmu, ya Ali, di sini (ubun-ubunnya) hingga basah oleh darah.” (HR Ahmad).

Dalam hadis lain, Rasulullah menyatakan, dia adalah seorang pembesar yang berasal dari kaum Tsamud. Kitab Shahihain menyebutkan, Rasulullah bersabda “Ketika bangkit orang yang paling celaka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bangkitlah seorang laki-laki yang kotor, busuk, perusak, mulia di antara kaumnya, seperti Abu Zam’ah.’” (HR al-Bukhari, 6/378, no. 3377 dan Muslim, 4/2191 no. 2855).

Manakala mereka menyembelihnya, Saleh mengatakan, mereka akan diazab tiga hari setelah unta tersebut disembelih. Pada hari ketiga datanglah azab berupa suara yang menggelegar. Surah Fushilat ayat 13 menjelaskan, “Jika mereka berpaling, maka katakanlah, ‘Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Ad dan kaum Tsamud,".

Suara menggelegar itu telah membinasakan semua yang ada di bumi dari kabilah itu, tanpa ada beda antara yang tinggal di daerahnya dan sedang bepergian ke daerah lain yang jauh. Tidak ada yang selamat, kecuali seorang laki-laki dari kalangan mereka yang pada waktu itu sedang berada di tanah Haram. Tanah Haram melindunginya dari azab. Orang itu dipanggil dengan nama Abu Righal. Akan tetapi, dia pun tertimpa apa yang menimpa kaumnya begitu dia keluar dari Haram.

Rasulullah memperingatkan para sahabat agar tidak meminta datangnya ayat-ayat (mukjizat) seperti kaumnya Nabi Saleh, karena ditakutkan mereka akan mendustakannya, lalu mereka binasa seperti kaum Saleh.

Sumber : Republika.co.id

Erdogan: Republik Turki adalah Kelanjutan Ottoman

Erdogan: Republik Turki adalah Kelanjutan Ottoman


10Berita Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu mengatakan bahwa Republik Turki merupakan kelanjutan dari Kesultan Ottoman (Ustmaniyah).

Dalam sambutan pada upacara peringatan 100 tahun meninggalnya Sultan Abdulhamid II di Istana Yildiz di Istanbul, Erdogan mengatakan,  “sama seperti negara  kita sebelumnya yang merupakan kelanjutan dari satu sama lain, Republik Turki juga sebuah kelanjutan dari Ottoman.”

“Tentu saja, perbatasan telah berubah. bentuk pemerintahan telah berubah. Namun intinya sama, jiwanya sama, bahkan sebagian institusinya sama,” kata Erdogan dikutip Anadolu Agency.


Erdogan menambahkan, itu yang membuat Sultan Abdulhamid merupakan salah satu individu “yang paling penting, paling visioner dan paling strategis” yang mencatat sejarah dalam 150 tahun terakhir.

Sultan Abdulhamid II, putra Sultan Abdulmecid, meninggal pada tahun 1918, dan merupakan sultan ke-34 Kesultanan Ottoman.

Erdogan, dalam kesempatan itu, mengkritik orang-orang yang memiliki sudut pandang “fanatik” tentang Sultan Abdulhamid.

“Sejumlah orang berupaya untuk memulai sejarah negara ini dari tahun 1923. Tapi sejumlah orang tanpa henti mencoba untuk melepaskan kita dari akar dan nilai terdahulu kita,” tambahnya.

Mustafa Kemal Ataturk secara resmi memproklamirkan berdirinya Republik Turki pada 29 Oktober 1923.

Erdogan mengatakan momen besar Turki kala itu memberikan karakter dan memori bagi sebuah bangsa.

“Kami bangga dengan sejarah kami tanpa membuat diskriminasi apa pun,” tegas Erdogan.*

Sumber : Hidayatullah.com

PKS Khawatir KPK Dikriminalisasi Jika Usut Puan dan Pramono

PKS Khawatir KPK Dikriminalisasi Jika Usut Puan dan Pramono

10Berita, Ketua Departemen Politik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Pipin Sopian khawatir komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dikriminalisasi bila kelak mengusut keterlibatan pihak yang berasal dari partai politik pendukung pemerintah.

Pernyataan Pipin ini disampaikan dalam merespon ‘nyanyian’ terdakwa Setya Novanto yang menyebutkan nama dua politikus PDI Perjuangan, Puan Maharani dan Pramono Anung turut kecipratan uang proyek pengadaan e-KTP yang berujung korupsi.

“Saya khawatir ketika KPK serang ke partai pendukung pemerintah akan terjadi kriminalisasi ke KPK dan komisionernya,” kata Pipin dalam sebuah diskusi di sebuah kafe di Jakarta Pusat, Sabtu (24/3).

Ia menambahkan, meski begitu tindak pidana korupsi tidak mengenal istilah partai pendukung atau oposisi pemerintah.

Menurutnya, fakta baru dalam kasus e-KTP sebagaimana yang disampaikan Setnov harus diuji oleh KPK secara baik karena telah mendapatkan ‘lampu hijau’ dari Presiden Joko Widodo. Jokowi mempersilakan KPK mengusut Puan dan Pramono jika ditemukan bukti keterlibatan dalam proyek e-KTP.

Pipin pun mengingatkan agar tidak ada pihak yang bergerak di ‘balik layar’ untuk melobi KPK agar tidak memproses fakta baru kasus e-KTP sebagaimana yang disampaikan Setnov.

“Kami nggak ingin presiden mempersilakan tapi ada tim yang melobi untuk tidak memproses. Semua warga negara sama di mata hukum,” ujarnya.

Lanjutan Drama Setnov

Sementara itu, politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menilai penyebutan nama Puan dan Pramono sebagai pihak yang ikut menerima uang korupsi e-KTP hanya bagian dari lanjutan drama yang dibuat Setnov selama ini.

Menurutnya, sosok yang disebut Setnov memberikan uangkepada Puan dan Pramono, yakni Made Oka Masagung, telah membantah hal tersebut dalam persidangan sebelumnya.

“Bagian dari drama. Sebelum persidangan SN (Setnov), sudah dikonfrontir ditanya SN ada nggak yang ke petinggi partai, Oka Masagung bilang tidak,” ucap Masinton.

Dia pun menyebut, keterangan Setnov terkait keterlibatan Puan dan Pramono merupakan langkah agar permohonannya sebagai justice collaborator dikabulkan. Bahkan, dia menduga, langkah itu merupakan cara Setnov demi mendapatkan keringanan hukuman atau setidaknya tidak dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Berharap supaya tuntutannya diringankan, kemudian bisa juga dealnya nggak dikenakan TPPU,” ucap dia.

Bukan Babak Baru

Di tempat yang sama, Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho, berpendapat nyanyian Setnov soal keterlibatan Puan dan Pramono bukan babak baru dalam kasus e-KTP.

Menurutnya, pengusutan kasus e-KTP baru memasuki babak penyisihan, karena KPK baru menetapkan delapan orang sebagai tersangka dari 72 nama yang disebut menerima uang korupsi e-KTP sebagaimana tertuang dalam dakwaan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Kemendagri, Irman dan Sugiharto.

“Baru 10 persen total pihak penerima dana e-KTP (yang diusut). Yang menarik itu adalah ada nama baru yang muncul di luar nama, Puan dan Pramono,” katanya.

Emerson pun meminta KPK mengusut aliran uang sebesar Rp71 miliar yang diduga diterima Setnov dari korupsi e-KTP. Menurutnya, pengusutan ini penting untuk mengetahui apakah uang tersebut digunakan mantan Ketua Fraksi Golkar DPR itu seorang diri atau malah dibagikan ke pihak lain.

“Dalam korupsi itu ada namanya distribusi. Semua anggota dewan pasti kecipratan. Dalam korupsi, tidak ada partai pendukung atau oposisi, semua biasanya dibagi,” tutur Emerson.

Sebelumnya, KPK menyatakan baru akan mengambil sikap atas fakta baru yang muncul di persidangan perkara korupsi e-KTP kemarin, usai majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis kepada Setnov.

Pernyataan itu disampaikan menyusul ‘nyanyian’ Setnov yang menyebut Puan dan Pramono masing-masing menerima SGD500 ribu. Kesaksian Setnov itu berdasarkan laporan dari koleganya Made Oka, yang juga telah menjadi tersangka korupsi e-KTP.

“Untuk tindak lanjut fakta persidangan ini (soal dugaan uang e-KTP ke Puan dan Pramono serta nama lainya), tentu kami perlu menunggu putusan pengadilan tersebut (Setnov),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/3). 

Sumber : CNN, Dakwah Media 

Nasihat Ust Abdul Somad Untuk Pilkada 2018

Nasihat Ust Abdul Somad Untuk Pilkada 2018

10Berita – Pilkada serentak 2018 menjadi salah satu agenda besar bangsa Indonesia. Ratusan daerah di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi melakukan pemilihan pemimpin yang akan menentukan masa depan daerahnya dalam 5 tahun kedepan.

Tidak dapat diingkari, banyak umat yang mengalami kebingungan dalam menghadapi pilkada serentak 2018 ini. Pasalnya, tidak semua calon merepresentasikan umat Islam. Bahkan ada calon Muslim yang berpasangan dengan non Muslim.

Lantas, siapakah yang layak dipilih dalam pilkada serentak 2018 yang akan dihelat 3 bulan mendatang? Ustadz Abdul Somad Lc MA menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Jangan Pilih Pemimpin Kafir

Ustadz Somad menyampaikan nasihat agar umat Islam tidak memilih partai politik yang mendukung pemimpin kafir.

“Jangan memilih partai yang mendukung pemimpin kafir.” kata Ustadz Somad saat mengisi ceramah Subuh di Masjid Nurul Islam KPR1 Indah Kiat Perawang beberapa waktu lalu.

Pilih yang Paling Berkualitas

Jika dalam masing-masing calon terdiri dari kombinasi Muslim dan non Muslim, Ustadz Somad memberikan panduan agar umat memilih yang paling berkualitas.

“Pilihlah yang paling berkualitas.” katanya menerangkan.

Dai lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini menjelaskan cara mengenali pemimpin yang baik, lalu memutuskan untuk memilihnya.

“Gunakan telinga, dengar baik-baik. Pasang mata, tengok baik-baik. Gunakan hati untuk merenung. Inilah hati yang bercahaya.” terangnya gamblang.

Jangan Golput

Yang tak kalah pentingnya, Ustadz Abdul Somad melarang umat Islam golput dalam pilkada serentak 2018 ini. Golput, menurutnya, tidak menguntungkan siapa pun tetapi merugikan umat Islam.

“Jangan sampai golput. Karena golput tidak menguntungkan siapa-siapa, selain merugikan umat Islam.” tegasnya.

Apa yang dilakukan oleh para aktivis Muslim di bidang politik merupakan salah satu jihad. Ustadz Somad menyebutnya dengan jihad legislatif. “Kita berjihad di legislatif.” paparnya.

Setelah melihat, mendengar, dan mempertimbangkan dengan hati, Ustadz Abdul Somad menyarankan umat Islam untuk meminta petunjuk kepada Allah melalui shalat istikharah.

“Setelah itu lakukan shalat istikharah.” terangnya.

Tolak Politik Uang

Dalam mendirikan shalat istikharah, ada hal-hal yang bisa mengganggu turunnya petunjuk. Salah satu yang merusak shalat istikharah seorang Muslim, kata Ustadz Somad, adalah politik uang.

“Jangan rusak shalat istikharah kita dengan money politic.” tegasnya.

Dalam Islam, politik uang disebut juga dengan riswah. Nabi menjelaskan dalam haditsnya, pelaku dan penerima riswah (suap) dilaknat oleh Allah dan Rasul-Nya.

“Baca baik-baik. Pikir baik-baik. Nanti Allah berikan ilham. Kalau kau istiqamah, akan dapat ilham.” Pungkasnya. (tbw)

Sumber : Eramuslim