OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 27 Maret 2018

Pertalite Naik, Premium Akan Dihilangkan, Rakyat Mengadu Ke Siapa?

Pertalite Naik, Premium Akan Dihilangkan, Rakyat Mengadu Ke Siapa?


10Berita, Pemerintah secara perlahan mulai menghilangkan bahan bakar minyak (BBM) khusus penugasan jenis Premium di sejumlah wilayah di Tanah Air pada tahun ini. Langkah itu didasari standar emisi yang disyaratkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/Setjen/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru.

Berdasarkan beleid itu, terhitung mulai Mei 2018, pemerintah mensyaratkan penggunaan BBM standar Euro 4 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Palembang, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, dan Labuan Bajo. Kebijakan ini akan dijalankan secara bertahap hingga 2021.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito menjelaskan, permen ini sudah berlaku sejak 10 Maret 2017 untuk kendaraan tipe baru dan 10 Juli 2018 untuk kendaraan yang sedang diproduksi. “Dengan permen ini, bahan bakar minyak yang tidak memenuhi standar (Euro 4) akan segera dihapus,” ujar Adiatma di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Senin (26/3) kemarin.

Sampai berita ini ditulis, para pejabat di KLHK, termasuk Menteri LHK Siti Nurbaya, belum merespons permintaan konfirmasi dari Republika. Namun, dalam sejumlah kesempatan, KLHK mengklaim BBM standar Euro 4 memiliki banyak dampak positif.

Pertamina dalam sejumlah kesempatan mengklaim perseroan siap mengikuti aturan pemerintah. Pasokan BBM standar Euro 4 baru bisa dipenuhi saat kilang-kilang Pertamina tuntas di-upgrade pada 2021.

Rencana penghilangan Premium secara bertahap hadir tak lama setelah penaikan harga bahan bakar khusus (BBK) jenis Pertalite, akhir pekan lalu. Rata-rata kenaikan sebesar Rp 150 sampai Rp 200 per liter.

Masyarakat di sejumlah daerah mempersoalkan ketersediaan Premium yang begitu minim.

Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmi Radhi menilai, kelangkaan Premium yang terjadi saat ini diindikasikan lantaran kekurangan pasokan dari Pertamina. Pada saat harga Pertalite meningkat, Pertamina seharusnya menjaga pasokan Premium. (Republika)

Wakil Sekjen MUI Pusat KH. Tengku Zulkarnain menyatakan kelangkaan Premium sudah meresahkan masyarakat. Kemana rakyat harus mengadu?

“Para Anggota DPR RI yang berkompeten mengawal urusan BBM mohon jangan diam saja. Kelangkaan Premium sudah meresahkan Rakyat. Pernyataan mau Menghapuskan Premium juga potensi meresahkan. Panggil Pertamina biar Jelas. Kalau Negara tidak mampu menyediakan BBM Subsidi Umumkan! @DPR_RI,” kata KH. Tengku Zulkarnain melalui akun twitternya.

Para Anggota DPR RI yang Berkompeten Mengawal Urusan BBM Mohon Jangan Diam Saja. Kelangkaan Premium Sudah Meresahkan Rakyat. Pernyataan Mau Menghapuskan Premium Juga Potensi Meresahkan. Panggil Pertamina Biar Jelas.
Kalau Negara Tdk Mampu Menyediakan BBM Subsidi Umumkan! @DPR_RIpic.twitter.com/dnS9lv9NvO

— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) March 27, 2018


Sulit Ketemu MACAN. Kalau Mau Ketemu Ada di Kebun Binatang. Ternyata Sekarang Premium LEBIH SULIT Lagi Ketemunya. Di Pom Bensin, Selalu MENGHILANG. Kalau Macan Ngumpet di Hutan. Premium Itu Ngumpet di Mana….?
Ayo Monggo Dijawab….

— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) March 26, 2018


Sumber: portalislam

PARAH!!! Kedai BABI di Solo Malah Pasang Label HALAL

PARAH!!! Kedai BABI di Solo Malah Pasang Label HALAL


10Berita,   Sebuah kedai kecil di Surakarta, Jawa Tengah mendadak menjadi bahan pembicaraan.

Kedai yang bernama "Manna" tersebut menjadi bahan pembicaraan karena menyediakan babi sebagai menunya. Yang menjadi masalah adalah pemilik kedai itu tak malu-malu untuk memasang label "HALAL".

Setelah didatangi beberapa warga, pemilik kedai "Manna" akhirnya membuat surat permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Menanggapi hal itu, warganet pun berkomentar.

...Lagi-lagi nonmuslim berulah...Sepele? Iya betul secuil tapi fatal...!! Hobi banget sih mancing2 amarah umat Islam...Mbok sebagai minoritas jangan keseringan mainkan drama terzalimi bin playing victim lah... (pic via @SurYosodipuro_) (``,) pic.twitter.com/1RBDRgZIUF

— Buruh, Bersatulah..! (@iyutVB) March 27, 2018


https://twitter.com/sailordreamer/status/978316318028935168?s=19

‘Ombudsman Tajam ke Anies, Tapi Tidak ke Gubernur Sebelumnya’

‘Ombudsman Tajam ke Anies, Tapi Tidak ke Gubernur Sebelumnya’

10Berita , JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuding Ombudsman tajam ke Gubernur DKI Anies Baswedan, tapi tak ke gubernur sebelumnya. PKS menyebut ada pelanggaran Pemprov DKI sebelumnya yang tak diurus Ombudsman.

“Kita melihat Ombudsman kali ini tuh tajam yang gubernur (Anies) yang ada saat ini, walaupun tumpul pada waktu yang lalu. Kan ada beberapa kebijakan Pemprov yang lalu-lalu itu sampai tingkatan pelanggaran,” kata Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PKS Triwisaksana di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa (27/3/2018).

Kembali ke komentar Triwisaksana, pria yang akrab disapa Bang Sani itu menyebut penggusuran Bukit Duri dan reklamasi sebagai pelanggaran Pemprov DKI sebelumnya yang tak disorot Ombudsman. Bang Sani menyebut Ombudsman subjektif. 

“Ada kemudian juga kebijakan dibatalkan pengadilan dan sebagainya. Tapi tidak ada laporan dan rekomendasi dari Ombudsman. Contoh penggusuran Bukit Duri, kemudian reklamasi dan sebagainya,” terangnya.

Dia juga mengatakan tidak ada kewajiban dari Pemprov DKI melaksanakan rekomendasi Ombudsman karena yang mengeluarkan laporan hanya perwakilan.

“Kesannya kita melihat ada kesan aroma subjektivitas dalam laporan dari Ombudsman. Pertama, karena Ombudsman perwakilan Jakarta itu sebenarnya tidak memiliki kewenangan memberikan rekomendasi. Rekomendasi diberikan Ombudsman sebagai sebuah lembaga, tidak oleh perwakilan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ombudsman menyatakan penataan PKL di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, mengandung pelanggaran, bahkan merupakan perbuatan melawan hukum. Ombudsman memberi waktu 60 hari kepada Pemprov DKI untuk membebaskan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, dari pedagang kaki lima.

“Evaluasi menyeluruh dan penataan ulang kawasan Tanah Abang sesuai peruntukannya agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” demikian pernyataan Ombudsman dalam keterangan pers. 

Sumber :Ngelmu.co 

Hendak Dilaporkan ke Bareskrim, ArrahmahNews Hapus Posting yang Memfitnah Kader PKS

Hendak Dilaporkan ke Bareskrim, ArrahmahNews Hapus Posting yang Memfitnah Kader PKS


Mardani Ali Sera dan Zakaria (PKS)

10Berita, ArrahmahNews kembali menuai masalah. Kali ini, media liberal itu memfitnah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zakaria dengan menuduhnya sebagai Bos Abu Tours Abu Hamzah. 

Tak hanya dinilai memfitnah PKS dan kadernya, berita ArrahmahNews tersebut juga dinilai telah memfitnah Polri karena Abu Hamzah sedang berada dalam tahanan yang dijaga polisi.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera secara tegas menyatakan berita ArrahmahNews tersebut hoax dan fitnah.

“Bukan hanya hoax, berita ini sudah masuk fitnah. Unsur pidananya jelas loh. Itu foto sabtu 24/3, saya sebagai pembicara kepemimpinan, lalu sesi akhir berfoto dgn kader bernama Zakaria. Sdangkan Abu Tour di dalam tahanan yg dijaga polisi | Jgn fitnah Zakaria, jangan fitnah Polisi” tandasnya melalui akun Twitter pribadinya @MardaniAliSera, Senin (26/3/2018) malam.

Bukan hanya hoax, berita ini sudah masuk fitnah. Unsur pidananya jelas loh.
Itu foto sabtu 24/3, saya sebagai pembicara kepemimpinan, lalu sesi akhir berfoto dgn kader bernama Zakaria. Sdangkan Abu Tour di dalam tahanan yg dijaga polisi | Jgn fitnah Zakaria, jangan fitnah Polisi https://t.co/glwNqICTmh

— Mardani Ali Sera (@MardaniAliSera) 26 Maret 2018


Mardani berharap pemerintah tidak berdiam diri atas fitnah tersebut. Karenanya, ia me-mention akun Polri dan Kemkominfo saat meretwit klarifikasi Zakaria.



“Silahkan viralkan juga klarifikasi bang Zakaria berikut ini. Namanya sudah difitnah @arrahmahnews dan menyebar kemana2. Dan sedikit sekali yg menerima berita #klarifikasi. Fitnah & hoax sangat merusak. Semoga pemerintah tdk berdiam diri. Barakallah. @CCICPolri @kemkominfo” tulisnya, Selasa (27/3/2018).

Silahkan viralkan juga klarifikasi bang Zakaria berikut ini. Namanya sudah difitnah @arrahmahnewsdan menyebar kemana2. Dan sedikit sekali yg menerima berita #klarifikasi. Fitnah & hoax sangat merusak.
Semoga pemerintah tdk berdiam diri. Barakallah.@CCICPolri@kemkominfohttps://t.co/GiVyZ3kkeM

— Mardani Ali Sera (@MardaniAliSera) 27 Maret 2018


Sejumlah netizen menyarankan agar Mardani melaporkan ArrahmahNews ke Bareksrim Polri. Namun, pagi ini twit dan berita fitnah dari ArrahmahNews tersebut sudah dihapus. [Ibnu K/]

Sumber : Tarbiyah.net

Orang Cerdas Berwawasan Pasti Mengerti, TGB: Apa yang Disampaikan Prabowo 'Early Warning'

Orang Cerdas Berwawasan Pasti Mengerti, TGB: Apa yang Disampaikan Prabowo 'Early Warning'


10Berita, Orang yang cerdas dan berwawasan luas pasti akan memahami pernyataan Prabowo Subianto 'Indonesia Bubar 2030' adalah sebuah 'early warning' (peringatan dini) yang tujuannya agar Indonesia tidak terlambat antisipasi yang akhirnya benar-benar bubar.

Salah satu tokoh yang memahami dengan baik maksud Prabowo adalah Muhammad Zainul Majdi, M.A atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

Gubernur NTB 2 periode ini (2008-2013 dan 2013-2018) dalam wawancara dengan media Detikcom menyatakan

"Saya lihat dari sisi positif. Ketika kita bicara tentang Bencana Besar apa sih mitigasinya? Early warning, kan selalu begitu. Jadi mitigasinya bukan ketika sudah mulai tapi jauuuhhhh sebelumnya."

"Saya ingin meletakkan ucapan Beliau (Prabowo) dalam kontek itu, antisipasi. Dalam dunia yang begitu destruktif ini yang betul-betul gak karuan sangat cepat perubahan, perlu dibangun early warning bagi kita, jangan terlena.."

Selengkapnya video TGB.

[video]

— M. KHUMAINI (@mkhumaini) 26 Maret 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Sindir PSI, Roy Suryo: Belum Kerja Sudah Minta Jatah

Sindir PSI, Roy Suryo: Belum Kerja Sudah Minta Jatah


10Berita, Manuver Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang mengeluarkan rekomendasi nama-nama bakal calon wakil presiden dan susunan kabinet untuk Joko Widodo menuai respons. Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Roy Suryo menyindir biar publik tertawa dengan cara PSI.

“Biarkan masyarakat yang (ketawa) menilainya,” kata Roy, dalam pesan singkatnya kepada VIVA, Selasa 27 Maret 2018.

Roy mengatakan, sebagai partai baru, seharusnya PSI tahu diri untuk mengambil kebijakan. Menurut dia, partai-partai yang sudah lama tidak ingin membebani Presiden dengan mengajukan nama-nama kabinet.

“Kok ini ibaratnya belum berkinerja apa-apa sudah minta jatah. Maka sebaiknya tunjukkan dulu kewajibannya, baru mengajukan haknya,” kata Roy.

Sebelumnya, PSI mengajukan 12 nama yang diusulkan PSI sebagai bakal calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres. Beberapa nama dimunculkan PSI mulai Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Din Syamsudin, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, hinga pemilik Trans Corp Chairul Tanjung.

Selain nama cawapres, PSI juga merekomendasikan nama-nama untuk pos menteri kabinet. Nama Agus Harimurti Yudhoyono disebut layak menjadi Menteri Pertahanan. Selain nama-nama lain seperti Najwa Sihab.

PSI juga ingin mengubah nomenklatur dari beberapa kementerian. Seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga diubah menjadi hanya Kementerian Olahraga. Dan beberapa kementerian lain yang diubah.

Sumber: viva

Jangan Bersedih, Inilah 5 Pahala Ibu Rumah Tangga yang Melimpah

Jangan Bersedih, Inilah 5 Pahala Ibu Rumah Tangga yang Melimpah


10Berita, Menjadi ibu rumah tangga yang hanya bekerja di dalam rumah, bukan merupakan profesi yang kurang terhormat. Persepsi masyarakat yang menilai jika seorang wanita yang sudah menikah namun hanya bekerja mengurus rumah tangga di rumah saja lebih rendah tingkatannya dengan wanita yang bekerja di luar rumah tentulah salah.

Seorang wanita yang memutuskan untuk bekerja hanya di rumah, dan konsisten sebagai penjaga rumah untuk suami, anak-anak dan keluarganya memperoleh tempat tersendiri dalam Al Qur’an, dan hal ini merupakan penghormatan bagi wanita yang mentasbihkan dirinya hanya sebagai ibu rumah tangga yang bekerja di dalam rumah saja.

Walaupun wanita boleh bekerja di luar rumah dengan syarat tertentu dan sesuai dengan syar’i, ternyata keinginan sebagian wanita untuk tetap tinggal di dalam rumahnya, bukan keputusan salah, karena hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:

“Tetaplah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah bertabarruj (berpenampilan) sebagaimana penampilannya orang-orang jahiliyah yang pertama.” (Al Ahzab: 33).

Wanita memang mempunyai tugas utama dalam mengasuh, mengatur rumah tangga serta mendidik anak-anaknya. Di samping itu, ia juga mempunyai pekerjaan mulia untuk mengawal jiwa dan akhlak keluarga untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada dasarnya ibu sebagai madrasah awal dan utama pada anak-anak yang akhirnya menghantar mereka menjadi pribadi mulia dan pemimpin yang sholeh.

Akhirnya ada 5 hal yang bisa dilakukan para ibu rumah tangga agar memiliki pahala melimpah untuknya:

1. Jalani pekerjaan menjadi Ibu Rumah tangga dengan rela hati dan ikhlas

Dalam kehidupan semua profesi akan dimintai pertanggungjawaban, karena pada dasarnya wanita adalah pemimpin di rumah yang dijaganya, seperti yang terdapat dalam hadis Rasulullah berikut ini:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban dari apa yang dipimpinnya. Seorang Imam (pimpinan) adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggung jawaban dari apa yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin di keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. Seorang khadim (pembantu) adalah pemimpin pada harta tuannya (majikannya), dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.” (Bukhari dan Muslim).

2. Istri yang taat pada suami, diganjar surga untuknya.

Mendapat surga bagi wanita ternyata mudah, hanya satu hal yang harus dilakukan, yakni taat pada suami. Rasulullah bertanya:
“Apakah kamu punya suami? Wanita itu menjawab,”Ya”. Rasulullah berkata,”Perhatikan di mana posisimu terhadap suami. Sebab pada suami itu ada surgamu dan nerakamu.” (HR. Ahmad).

3. Ibadah sehari-hari seperti Shalat, puasa, dan menjaga kemaluannya, mendapat pahala dan surga

Poin ketiga ini bisa dilakukan oleh wanita di mana saja jika tahu. Menjadi ibu rumah tangga adalah hal yang menyenangkan, karena berbuah dengan surga!

Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya).

4. Perbanyak berzikir, Istighfar dan mengucapkan kalimat thayibah, maka para wanita akan menuai hasilnya!

Istri sebaiknya selalu menghiasi lisannya dengan tutur kata baik dan lembut. Jauhi ghibah dan percakapan yang tidak perlu. Ingin lisannya bernilai pahala? maka lakukan zikir, istighfar dan mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah!

5. Banyak belajar dan membaca buku-buku agama dan pengetahuan serta tausiyah lewat media manapun.

Menambah ilmu pengetahuan, baik umum, tumbuh kembang anak sampai dengan ilmu-ilmu agama adalah baik untuk wanita. Sekarang ini media untuk belajar wanita lebih mudah dan murah, seperti internet, televisi, radio dan lainnya. maka pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, jangan sia-siakan dengan hal yang buruk.

Itulah beberapa hal yang bisa menyenangkan para wanita karena perbuatan mereka di dalam rumah akan meraup pahala yang begitu besar. Maka janganlah bersedih ibu rumah tangga!

Sumber: https://candradewojati.com/pahala-ibu-rumah-tangga/

Ngajak Mikir Orang Yang Berargumen “BBM Naik Cuma Rp 200 Kok Ribut”

Ngajak Mikir Orang Yang Berargumen “BBM Naik Cuma Rp 200 Kok Ribut”


10Berita, “Kembalian 200 perak dituker permen lo diem aja… Pertalite naik Rp 200 lo ngomel.. ENTE SEHAT?”

Itu celotehan grup pembela rezim “KataKita”.

Rp 200 itu sepertinya KECIL

TAPI kalau dikalikan dengan total konsumsi BBM maka kita akan dapatkan ANGKA FANTASTIS.

Total konsumsi BBM per tahun adalah 75 Juta Kilo Liter.

Kenaikan Rp 200 x 75 Juta Kiloliter = Rp 200 x 75.000.000.000

Ketemu angka = Rp 15.000.000.000.000 alias 15 TRILIUN

Jadi kenaikan harga BBM “cuma” 200 perak, maka keuntungan mereka naik Rp 15 TRILIUN PER TAHUN !!!

Atau Rp 15 Triliun/365 hari = Rp 41.095.890.411 alias 41 MILIAR PER HARI

YA. Dengan kenaikan “cuma” Rp 200, Mereka MENGERUK DUIT RAKYAT “CUMA” Rp 41 MILIAR PER HARI.

***

Itu baru soal keuntungan yang dikeruk dari duit rakyat. Bagaimana dengan efek domino kenaikan harga BBM?

Praktisi pertambangan Agus Santoso di akun fbnya menyatakan:

“Ini celoteh Kata Kita yang menggiring pembodohan publik…

Para cebong pasti mengangguk-angguk setuju..

Padahal 200 peraknya yang diisi ke tanki bus, angkot, dan truck-truck berkapasitas 100 liter akan berakibat pada harga komoditi yang diangkut, lalu harga di pasaran naik, harga sembako naik diiringi harga-harga lain naik, inflasi naik sementara pertumbuhan ekonomi cuma mangkrak di 5%.

Rakyat lugu sok bijak menasehati agar tak protes saat harga kenaikan BBM. Giliran barang belanjaan naik malah ngomel, gaji gak naik malah demo.. giliran dapet kenaikan harga diem-diem malah nasehatin orang untuk bijak.

Itu kepala bagusnya dikocek aja biar bisa mikir.. Maka para follower Kata Kita rata-rata otaknya jarang dipake, mudah dibegoin.. Masa’ Pertalite dianalogikan sama permen, itu sudah gak “apple to apple”… Masih mau angguk-angguk beruk juga bong?”

Sumber: portalislam

Fahri Hamzah "Telanjangi" KPK Dalam Soal Penyadapan, Mangkrak Kasus RJ Lino dan Adik Ipar Jokowi

Fahri Hamzah "Telanjangi" KPK Dalam Soal Penyadapan, Mangkrak Kasus RJ Lino dan Adik Ipar Jokowi


10Berita, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali menyoroti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui akun twitternya tadi malam, Fahri Hamzah menyoroti beberapa permasalahan KPK.

(1) Soal Penyadapan dan OTT

KPK bebas menyadap, tapi KPK malah tidak ada yang menyadap.

"Kalau benar kita semua maka harusnya KPK boleh disadap dan di-OTT seperti yang lain. Supaya hukum berlaku sama. Sekarang jadi beda, KPK boleh Ngintip dan KPK Gak boleh diintip....gimana dong? Ini kan artinya KPK dianggap pasti bersih yg lain pasti kotor? Paham ora son?" kata Fahri Hamzah, Senin (26/3/2018).

Kalau benar kita semua maka harusnya KPK boleh disadap dan di-OTT seperti yang lain. Supaya hukum berlaku sama. Sekarang jadi beda, KPK boleh Ngintip dan KPK Gak boleh diintip....gimana dong? Ini kan artinya KPK dianggap pasti bersih yg lain pasti kotor? Paham ora son? https://t.co/fBNZPW7bxx

— #MerdekaBro! (@Fahrihamzah) 26 Maret 2018


(2) Soal Mangkraknya Kasus Besar

Richard Joost Lino (RJ Lino) mantan Direktur Utama PT Pelindo II sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 15 Desember 2015 pada kasus tindak pidana korupsi dalam pengadaan quay container crane (QCC) tahun 2010. Berdasar audit BPK rugikan negara Triliunan.

Sudah lebih 2 tahun RJ Lino dijadikan tersangka, tapi sampai sekarang tidak ditahan.

Tadi malam, saat ditanya warganet tentang kasus RJ Lino di akun twitternya KPK menyatakan "Penyidikan masih berjalan. Tersangka telah diperiksa beberapa kali dan sejumlah saksi masih terus diperiksa sampat saat ini. Kerjasama Internasional menjadi salah satu kunci penanganan perkara ini"

Hal ini ditanggapi Fahri Hamzah:

1. Tersangka sudah 2 tahun (hukum apa yang membolehkan?)
2. Belum ditahan (ngapain aja?)
3. Kerjasama Internasional? (Hubungannya apa?)

Tambahan:
1. Temuan @bpkri Rp. 4,08 Trilyun kerugian negara kan cukup?
2. Kenapa dia istimewa?
3. Kenapa bermain retorika?

Bikin jelas:
1. Tersangka sdh 2 tahun (hukum apa yg membolehkan?).
2. Belum ditahan (ngapain aja?).
3. Kerjasama Internasional? (Hubungannya apa?).

Tambahan:
1. Temuan @bpkri Rp. 3,08 Trilyun kerugian negara kan cukup?
2. Kenapa dia istimewa?
3. Kenapa bermain retorika? https://t.co/xoxMIoOAOY

— #MerdekaBro! (@Fahrihamzah) 26 Maret 2018

(3) Soal Kasus Korupsi Adik Ipar Jokowi

Berita Kompas pada 21 Juni 2017 "Jaksa KPK Yakin Ada Peran Dirjen Pajak dan Adik Ipar Jokowi".

Link: https://nasional.kompas.com/read/2017/06/21/17095411/jaksa.kpk.yakin.ada.peran.dirjen.pajak.dan.adik.ipar.jokowi

Tapi entah bagaimana kelanjutan kasus ini.

Fahri menyatakan dirinya tahu kenapa kasus ini distop.

— budiarso (@budimanbudiarso) 26 Maret 2018


— #MerdekaBro! (@Fahrihamzah) 26 Maret 2018


Sumber :Portal Islam 

Antara Orang Gila, Teroris dan Kepentingan Politik

Antara Orang Gila, Teroris dan Kepentingan Politik


Oleh: AB Latif (Direktur Indopolitik Wacth)

10Berita, Ada sebuah meme yang sangat inspiratif yang beredar di medsos. Meme itu adalah tulisan yang berbunyi.

“Perbedaan antara orang gila dan teroris adalah sasarannya.Kalau yang dirusak adalah gereja, yang dibom adalah fasilitas umum, yang dianiaya adalah orang kafir, maka jelas itu teroris. Tapi kalau yang dirusak itu masjid, yang diserang itu pondok pesantren, dan yang dianiaya adalah kiai atau ustadz, jelas itu adalah orang gila.” Itulah meme yang sekarang lagi viral.  

Tentunya meme ini tidaklah salah jika kita melihat fakta penanganan yang dilakukan oleh rezim belakangan ini. Lihatlah bagaimana penanganan kasus penganiayaan seorang kiai di Kabupaten Bandung Jawa Barat yaitu pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, KH. Umar Basri dan pembunuhan Ustadz Prawoto.

Pelaku penganiayaan KH Umar Basri adalah Asep 50 tahun warga Kabupaten Garut dan pelaku pembunuhan Ustadz Prawoto adalah Asep Maftuh 45 tahun dan keduanya telah diamankan oleh pihak kepolisian. Tapi apa yang disampaikan pihak berwajib sangat menyakiti hati umat islam.

Betapa tidak dari hasil penyidikan didapatkan kesimpulan bahwa pelaku adalah orang gila. Demikian juga dengan kasus pengrusakan masjid yang kini semakin kerap terjadi. Fakta inilah membuat umat islam merasa di diskriditkan dan dikriminalisasikan. 

Meme ini sebenarnya adalah bentuk protes umat terhadap perlakuan aparat yang dinilai sangat tidak adil. Berbagai peristiwa yang terjadi dan penanganannya justru sangat mendiskriditkan islam. Banyak fakta yang bisa kita lihat dengan jelas. Ingatlah kasus percobaan pembunuhan Pendeta Joshua di Bandung, Jawa Barat.

Pelaku ditangkap dan langsung dinyatakan teroris. Dalam kasus yang baru terjadi juga demikian, semua stasiun TV dan berbagai media menayangkan kasus penyerangan ROMO di Gereja Sleman. Aparat langsung tanggap dan dinyatakan pelaku adalah radikalis/teroris. 

Inilah ketidak adilan yang menimpa umat islam. Banyak kasus yang hampir sama yang penanganannya  justru sangat berbeda. Lihatlah begaimana reaksi aparat ketika menangani kasus chating Habib Rizieq yang belakangan diketahui itu adalah rekayasa. Kasus HRS aparat langsung putuskan tangkap pelakunya.

Tapi coba lihat kasus yang menimpa calon pasangan Gus Ipul Azwar Anas. Putusan sangatlah berbeda. Apa yang disampaikan aparat justru malah mencari penyebarnya. Mengapa kasus yang sama tapi beda penanganannya? mengapa tidak ditangkap saja pelakunya? 

Penyebutan kata orang gila dan teroris tentunya bukan hal yang biasa. Ada indikasi motif politik di balik penyebutan pelaku kriminal dengan istilah orang gila dan teroris. Ada perbedaan makna antara penyebutan orang gila dan teroris. Jika suatu perkara atau kasus atau kriminal sementara yang melakukannya adalah orang gila, maka perkara atau kasus itu akan berhenti dan dimaafkan berdasarkant undang-undang.

Bahkan dalam  hukum fiqih islam tindakan orang gila tidak dicatat dosa. Dengan demikian diharapkan pelaku tersebut dapat lolos dari jerat hukum walaupun telah melakukan kriminalitas. Hal ini sangat berbeda dengan istilah teroris atau radikalis yang disematkan pada umat islam. Istilah teroris/radikalis ini terkesan sangat berbahaya bagi Negara dan masyarakat. Dengan istilah ini harapannya dapat menyeret pelaku menjadi musuh Negara dan masyarakat sehingga harus diburu dan dihabisi. 

Selain itu, istilah orang gila dan teroris dapat dimanfaatkan dalam mendulang suara di Pilkada serentak tahun ini. Dimana istilah teroris ini sangat bahaya dan identic dengan kaum muslimin. Artinya islam terkesan agama yang radikal dan tidak bertoleransi. Istilah ini akan menbuat umat islam semakin phobi terhadap islam itu sendiri yang pada akhirnya menjauhi partai islam yang menyuarakan islam.

Semakin banyak penyebutan teroris dan radikalis diharapkan umat semakin tidak percaya pada para calon yang diusung partai islam yang pada gilirannya mereka dapat terkalahkan. Jika umat islam sudah menjauhi partai islam, maka partai nasionalis akan mempunyai peluang besar untuk menang.

Selain itu penyebutan orang gila dan teroris ini sebenarnya adalah upaya adu domba yang dilakukan oleh orang-orang yang membenci islam atau orang – orang yang mempunyai tujuan besar untuk menyingkirkan pengaruh islam dalam kehidupan di Indonesia. Ada indikasi PKI bermain didalam istilah ini.

Karena isu ini sangatlah efektif untuk memecah belah umat islam. Dengan umat yang sudah terpecah otomatis suara mereka diparlemen juga akan melemah dan harapan kemenangan calon yang diusung partai islam juga akan semakin kecil.

Sesungguhnya istilah orang gila dan teroris adalah sarana politik untuk mencapai tujuan politik. Dengan istilah ini diharapkan suara umat islam terpecah dan semakin lemah. Dari itu umat islam seharusnya semakin sadar dan faham akan adanya upaya untuk memecahbelah umat islam dan membentuk opini negatif tentang islam.

Inilh perang yang sebenarnya antara yang hak dan batil. Disini urgensinya sistem islam. Selama sistem demokrasi ini tetap dipertahankan jangan harap hukum islam bisa diterapkan. Jika islam tidak bisa diterapkan jangan harap ada keadilan. [syahid/]

Sumber :voa-islam.com