OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 28 Maret 2018

Pengaruh Habib Rizieq Membuat Penguasa Cemas

Pengaruh Habib Rizieq Membuat Penguasa Cemas


10Berita -Pengamat politik Ahmad Baidhowi menilai, ada penggiringan opini bahwa penegakan hukum era Presiden Joko Widodo cukup baik. Penolakan Peninjauan Kembali (PK) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dipaksakan sebagai bukti. Selanjutnya, diopinikan Ahok lebih berani menghadapi proses hukum ketimbang Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

“Buzzer pendukung Jokowi dan Ahok mengopinikan di medsos Ahok lebih berani dalam menghadapi masalah hukum ketimbang Habib Rizieq,” ungkap Baidhowi (27/03).

Menurut Baidhowi, saat ini ada strategi untuk “memancing” Habib Rizieq pulang ke Indonesia agar segera diproses hukum. “Ibarat permainan bola. Habib Rizieq dipancing untuk keluar sehingga mudah dibobol pertahanannya. Tapi Habib Rizieq sudah tahu permainan ini,” jelas Baidhowi.

Baidhowi menilai, penguasa saat ini khawatir dengan pengaruh Habib Rizieq yang dikhawatirkan ikut menyumbang kekalahan Jokowi di Pilpres 2019.

“Lihat saja para calon pemimpin daerah yang berseberangan dengan pemerintah, mengunjungi Habib Rizieq di Mekah,” kata Baidhowi.

Kata Baidhowi, Habib Rizieq akan kembali ke Indonesia di saat momentum yang tepat. “Jelang Pilpres 2019 Habib Rizieq akan pulang ke Indonesia,” kata Baidhowi.

Sebelumnya, intelektual muda NU, Nadirsyah Hosen di akun Twitter @na_dirs menulis: “Ahok dihukum penjara. PK Ahok ditolak. Kurang bukti apa lagi sistem hukum telah berjalan dengan baik? Sistem tidak zalim kan? Tinggal kita tunggu HRS kembali ke tanah air hadapi kasus hukumnya sesuai dengan sistem hukum yang  berlaku. Gak usah khawatir sistem hukum kita tidak adil kan?”

Di sisi lain, tidak sedikit yang mengapresiasi majelis hakim PK yang dipimpin Hakim Agung Artidjo Alkostar. Keputusan MA itu  sudah tepat karena menguatkan putusan sebelumnya dan tidak ada bukti baru yang diajukan Ahok terkait penistaan agama yang telah dilakukannya.

“Penista agama adalah perusak kebhinekaan Indonesia. Ente mendukung Ahok, si penista agama, tapi ente teriak-teriak paling berbhineka. Kebohongan, ente umbar!!!” tulis Direktur Centre for Strategic and Policy Studies (CSPS), Prijanto Rabbani, di akun @PrijantoRabbani. (kl/itoday)

Sumber :Eramuslim 

GNPF: Kenapa Ahok Masih Saja Ditahan di Mako Brimob?

GNPF: Kenapa Ahok Masih Saja Ditahan di Mako Brimob?


10Berita –  Tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama mengapresiasi langkah Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Selain mengapresiasi penolakan PK, tim advokasi GNPF juga menyorot Ahok yang hingga kini masih ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

“Kita sangat mengapresiasi putusan PK tersebut, memang sudah tepat putusan penolakan PK tersebut,” kata Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF Ulama, Nasrulloh Nasution, Selasa (27/3).

Menurut dia, ada dua alasan mengapa MA akhirnya memutuskan menolak PK Ahok. Pertama, terkait novum atau bukti baru yang diajukan Ahok. Apabila benar bukti baru itu adalah putusan Buni Yani di Pengadilan Negeri (PN) Bandung maka, menurut dia, sudah jelas putusan tersebut tidak bisa dijadikan dasar novum.

“Karena di satu sisi belum berkekuatan hukum tetap, di satu sisi dakwaan yang dikenakan jauh berbeda,” ungkap dia.

Kedua, lanjut Nasrulloh, sejauh ini tidak ada celah hukum yang membenarkan perbuatan terpidana ahok. Sehingga, tidak ada yang bisa membantah putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang sudah memvonisnya selama dua tahun.

Walaupun akhirnya PK Ahok telah ditolak, Nasrulloh meminta publik mengkritisi Ahok yang hingga kini masih ditahan di Mako Brimob. Bukan di penjara atau rumah tahanan resmi.

“Keberadaan Ahok yang sampai dengan saat ini masih di Mako Brimob merupakan persoalan yang selama ini jadi tanda tanya kita semua,” Nasrulloh.

Untuk itu, ia berharap Ahok segera dipindah penahanan ke penjara atau lembaga pemasyarakatan, bukan di Mako Brimob. Menurut dia, salah satu yang harusnya diberikan kepada narapidana adalah pembinaan di rumah tahanan.

“Tujuannya agar mereka sadar akan kesalahan sehingga mereka tidak mengulangi dan berusaha kembali agar bisa diterima oleh masyarakat,” katanya menerangkan. Karena itu, menurut dia, inilah pentingnya seorang narapidana ditahan di lembaga pemasyarakatan, bukan sekadar di Mako Brimob seperti Ahok.

Sumber : Republika.co.id

CAK NUN: ".....DIA AKAN MATI DITAWUR OLEH RAKYATNYA SENDIRI!!!"

CAK NUN: ".....DIA AKAN MATI DITAWUR OLEH RAKYATNYA SENDIRI!!!"


10Berita, Cuplikan suntikan 'Muruah' (Harga Diri) dari CAK NUN:

"Yang dilakukan China itu bukan seperti yang dilakukan oleh Jerman Timur atau Cheko. China gak milih kanan gak milih kiri, dia tunggangi kedua-duanya. Jadi, politiknya komunis tapi ekonominya kapitalis."

"Yang pemerintah kita lakukan justru adalah memanggakan (mempersilahkan) China untuk memperbudak kita. Monggo sampean perbudak kulo... "

"Kublai Khan kalah oleh Raden Wijaya. Sekarang Kublai Khan dipersilahkan masuk. Kita gak kalah.. malah mempersilahkan masuk. Ini bukan urusan kehormatan lagi, tapi ini kehinaan yang tidak disadari sebagai kehinaan.."

"Kita gak nantang siapa-siapa. Cuman kita punya harga diri, kita punya muruah, kita punya martabat. Kita gak mau nginjak-nginjak siapapun. Tapi kita gak akan mungkin mau diinjak-injak siapapun."

"Kalau ada Pemimpin yang mempersilahkan orang lain menginjak-injak kepalamu, dia akan mati ditawur (dikeroyok ramai-ramai) oleh rakyatnya sendiri!!!"

Selengkapnya video:

— RAJA SEKOP (@kaankahfi) 27 Maret 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

SUPER KEREN! Tutup Total Alexis, Anies Cukup Kirim Selembar Kertas, Bukan Pasukan

SUPER KEREN! Tutup Total Alexis, Anies Cukup Kirim Selembar Kertas, Bukan Pasukan


10Berita, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tak akan mengirim pasukan untuk menutup Hotel Alexis. Anies menyatakan bahwa penutupan Alexis cukup dengan selembar kertas pencabutan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) PT Grand Ancol Hotel selaku pengelola Alexis.

"Kami tidak kirim pasukan, kami kirim secarik kertas keputusan bahwa TDUP saudara dicabut, titik," kata dia di Balai Kota, Selasa (27/3/2018).

Anies mengatakan, pencabutan TDUP adalah wewenang penuh Pemprov DKI berdasarkan Perda dan Pergub yang ada. Pihak Alexis wajib menaati pencabutan izin tersebut.

Jika tidak ditaati, Anies mengancam akan melakukan penutupan paksa tanpa pengiriman personel Satpol PP atau aparat kepolisian. "Ini bukan organisasi-organisasi yang pakai kekuatan fisik. Jika tidak ditaati maka kita akan melakukan penutupan tapi kita tidak kirim pasukan, kita kirimnya selembar kertas yang di situ ada wewenang pemprov untuk menegakkan perda," katanya.

Dalam surat pencabutan TDUP tertanggal 22 Maret 2018 itu disebutkan bahwa Alexis diberi waktu 5x24 jam untuk menghentikan seluruh kegiatan usahanya. Artinya, Rabu (28/3) tidak boleh lagi ada kegiatan di tempat karaoke, musik hidup, bar, dan restoran di Alexis. Jika masih beroperasi, Anies mengancam akan menutup paksa.  (ROL)

[Video wawancara Anies di tvOne terkait penutupan Alexis]

Sumber :Portal Islam 

Penasehat Hukum Jasriadi Tokoh yang Dituduh Pimpinan Saracen : Tuduhan Ujaran Kebencian Tak Terbukti Dipersidangan

Penasehat Hukum Jasriadi Tokoh yang Dituduh Pimpinan Saracen : Tuduhan Ujaran Kebencian Tak Terbukti Dipersidangan


10Berita, Penasehat Hukum Jasriadi, yakni Abdullah Al Katiri yang juga adalah seorang Ketua Umum Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) memberikan informasi kepada Panjimas dan menyatakan bahwa akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pekan Baru membacakan tuntutan terdakwa Jasriadi. Tokoh yang selama ini dituduhkan sebagai pimpinan Saracen.

Sidang yang telah berlangsung pada hari Senin (26/3/2018) itu di PN Pekan Baru. Dari 6 pasal alternatif yang didakwakan kepada Jasriadi, JPU hanya mengenakan pasal 30 ayat (1) UU ITE di dalam tuntutannya, yaitu mengakses akun facebook seseorang yg bernama Sri Rahayu tanpa hak (illegal akses).

Padahal dalam kesaksiannya dipersidangan Sri Rahayu menyatakan dengan tegas bahwa Jasriadi dalam mengakses akun Sri Rahayu sudah mendapatkan ijin untuk membuka dan memperbaiki akun facebook yang bersangkutan, dengan cara diberikan password, Copy dan KTP Sri Rahayu.

“Adapun alasan Sri Rahayu memberi ijin Terdakwa mengakses akunnya  karena akun yang bersangkutan itu sering dibobol oleh para hacker yang tidak bertanggung jawab. Lagi pula  dalam persidangan ahli hukum pidana yang dihadirkan baik oleh pihak terdakwa ( a de Charge), maupun dari pihak JPU dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Terdakwa karena semua yang dilakukan olehnya dengan ijin dari pemilik akun jadi tidak menenuhi unsur tanpa hak,” kata Al Katiri.

Ahli digital forensik dari POLRI dengan tegas juga menyatakan tidak pernah memeriksa/memverifikasi akun facebook milik Sri Rahayu yang dikatakan telah diakses secara illegal oleh Terdakwa, sehinga dalam persidangan pihak JPU tidak dapat menampilkan dan mengakses akun facebook milik Sri Rahayu.

Dalam hal ini bertentangan dengan pasal 6 UU ITE no 11 tahun 2008 yang menyatakan bahwa barang bukti akan dapat dikatakan sebagai alat bukti yg sah jika di dalam persidangan dapat diakses, ditampilkan secara utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.

Djudju Purwantoro selaku Sekjend IKAMI, yang juga sebagai salah seorang Penasehat Hukum Jasriadi, menambahkan apa yang selama ini digembar- gemborkan bahwa Saracen adalah pabrik ujaran kebencian, Hoax, motif Politik dan soal uang tidak terbukti sama sekali dalam persidangan.

Sumber : panjimas.com
  

PDIP: Semua Harus Paham, Jokowi Petugas Partai

PDIP: Semua Harus Paham, Jokowi Petugas Partai


10Berita -Anggota DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Junimart Girsang, membantah anggapan dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nasidik, bahwa ada masalah internal antara PDIP dengan Joko Widodo. Menurut Junimart, hubungan PDIP dengan Jokowi tak renggang.

“Tidak mungkin PDIP itu renggang antarkader sendiri. Semua para pemain politik ini harus paham Pak Jokowi itu petugas partai, kader PDIP. Ya aneh-aneh saja dia bikin statement,” kata Junimart di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.

Anggota Komisi III DPR ini juga mencontohkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak pernah mengintervensi selama Jokowi menjadi Presiden RI.

“Justru seperti Ibu Ketua Umum tidak pernah intervensi. Beliau welcome dengan sikap-sikap yang diambil presiden apabila membangun komunikasi dengan elite partai,” ujar Junimart.

Junimart menegaskan, Jokowi sebagai calon presiden 2019 bebas melakukan komunikasi-komunikasi politik yang dibutuhkan. PDIP hanya meminta Jokowi untuk melapor ke partai.

“Silakan Pak Jokowi pilih, tetapi tetap harus lapor kepada partai. Kenapa? Karena kita partai pengusung, bukan pendukung,” kata Junimart.

Sebelumnya, Rachland Nasidik menjelaskan pihaknya memandang serangan Hasto kepada Demokrat akhir-akhir ini memperlihatkan perbedaan antara PDIP dengan Jokowi. Dia mengatakan publik perlu lebih memberi kepercayaan pada Presiden Jokowi.

“Ia (Jokowi), sebagai ‘seorang demokrat’, akan menangani dengan arif masalah internalnya dengan PDIP tersebut, sebelum memberi isyarat dapat melangkah lebih dekat kepada Partai Demokrat,” kata dia. []

Sumber :viva

JEBRET! Amien Rais Siapkan Bukti Jokowi Ngibul Soal Sertifikasi Tanah

JEBRET! Amien Rais Siapkan Bukti Jokowi Ngibul Soal Sertifikasi Tanah

(Foto: Google)

10Berita, Mantan Ketua MPR RI Prof. Dr. Amien Rais tengah menyiapkan tulisan untuk membuktikan pernyataannya mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) ngibul alias bohong, terkait program sertifikasi tanah rakyat.

"Pak Amien sedang menyiapkan tulisan secara lebih utuh. Dan yang disampaikan Pak Amien kemarin itu ada datanya. 74 persen tanah negara dikuasai oleh segelintir orang," kata putra Amien Rais, Hanafi Rais di DPR, Jakarta, Senin (26/3/2018).

Pernyataan Hanafi sekaligus untuk untuk menjawab pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, yang meminta agar Amien tak sekadar melempar pernyataan, tapi juga data.

"Kalau mau dipertajam datanya tentu sangat bisa. Kita banyak masukan dari LSM, dari pakar ekonomi, pakar pertanahan yang selama ini juga mem-feeding informasi dan data. Saya kira yang disampaikan (Amien) semuanya berbasis data dan fakta, bukan opini," tambah Hanafi.

Pernyataan Amien yang menyebut Jokowi ngibul dengan program bagi-bagi sertifikat tanah sempat mengundang reaksi keras dari Luhut. Luhut bahkan mengancam akan mencari dosa-dosa Amien Rais.

Seperti ramai diberitakan, Tokoh Reformasi penumbang Orde Baru, Prof. Dr. Amien Rais mengkritik keras rezim pemerintahan Jokowi.

Dalam video yang beredar di media sosial, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menyampaikan tentang bagi-bagi sertifikat tanah kepada masyarakat yang dilakukan Jokowi, seakan-akan itu sebuah prestasi luar biasa, padahal menurut Amien Rais 74% negeri ini tanahnya dan hutannya dikuasai kelompok tertentu.

"Ini pengkibulan yang harus waspada, bagi-bagi sertifikat, bagi-bagi tanah di beberapa daerah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini tanahnya, hutannya dimiliki oleh kelompok tertentu itu malah seolah-olah dibiarkan, Ini apa-apaan?" kata Amien Rais.

Berikut video pernyataan Amien Rais.

[video]

[VIDEO] Amien Rais Kritik Keras Pemerintahan Jokowi, Mengenai Pengkibulan Bagi-bagi Sertifikat dan Memberikan Angin Bagi Kebangkitan PKI pic.twitter.com/1P18T6t9dT

— M. KHUMAINI (@mkhumaini) 20 Maret 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Bukti Nyata Kekuasaan Allah

Bukti Nyata Kekuasaan Allah

Alquran banyak sekali mengungkapkan sesuatu yang terkadang berada di luar jangkauan

10Berita , JAKARTA -- Di Selat Gibraltar, para peneliti menemukan adanya pertemuan dua jenis laut yang berbeda warna, satu bagian berwana biru agak gelap dan bagian lainnya berwarna biru lebih terang.

''... Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan segala sesuatu di muka bumi dalam keadaan sia-sia. Mahasuci Engkau maka selamatkanlah kami dari siksa neraka.'' (QS Ali Imran: 191)

''Wahai jin dan manusia, jika kami sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah. Niscaya kami tidak akan dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan).'' (QS Al-Rahman: 33)

Kedua ayat di atas adalah sebagian cara Allah SWT dalam menunjukkan kebesaran-Nya kepada umat manusia dalam menciptakan segala sesuatu yang ada di alam ini. Semua yang diciptakan-Nya tidak ada yang sia-sia. Dalam surah Al-Rahman, Allah SWT memberikan tantangan kepada jin dan manusia untuk membuktikan kekuasaan Allah. Intinya mereka tidak bisa mencapai kemahabesaran Allah tanpa melalui ilmu pengetahuan.

Dalam ayat lain, pada surah Al-Baqarah ayat 21, Allah SWT menciptakan nyamuk yang kecil sekalipun memiliki makna dan manfaat. Ditegaskan, Allah menciptakan makhluk kecil itu dalam rangka menunjukkan kekuasaan-Nya agar manusia berpikir dan mengambil pelajaran.

Alquran banyak sekali mengungkapkan sesuatu yang terkadang berada di luar jangkauan manusia. Namun, setelah sekian lama, akhirnya manusia baru bisa mengungkapkan kebenaran ayat-ayat Allah yang termaktub dalam Alquran tersebut. Salah satunya tentang adanya laut dua warna.

Dalam surah Al-Rahman ayat 19-22 dijelaskan: ''Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka, nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.'' (QS Al-Rahman: 19-22).

''Dan, Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.'' (QS Al-Furqan: 53)

Setelah lebih dari 14 abad, baru beberapa dasawarsa ini para ilmuwan berhasil mengungkapkannya. Disebutkan bahwa para peneliti harus menunggu hingga sekian tahun untuk mencari dan menemukan laut dua warna ini. Para peneliti yang dilibatkan mencapai ratusan orang untuk mencari lokasinya.

Setelah berhasil menemukan laut dua warna tersebut, beberapa peneliti akhirnya menyatakan kekagumannya akan kebenaran Alquran. Kemudian, memilih Islam sebagai jalan hidupnya.

Dari ratusan tempat yang diteliti, ternyata laut dua warna yang disebutkan dalam Alquran, berada di Selat Gibraltar yang menghubungkan antara Lautan Mediterania dan Samudera Atlantik serta memisahkan Spanyol dan Maroko. Nama Gibraltar berasal dari bahasa Arab Jabal Thariq yang berarti Gunung Thariq. Nama ini merujuk pada Jenderal Muslim, Thariq bin Ziyad, yang menaklukkan Spanyol pada 711.

Ketika Republika mengikuti pelatihan ESQ pimpinan Ari Ginandjar, beberapa waktu lalu, sempat diperlihatkan keberadaan laut dua warna tersebut. Di Selat Gibraltar itu terdapat pertemuan dua jenis laut yang berbeda warna. Sepertinya, ada garis pembatas yang memisahkan keduanya. Satu bagian berwarna biru agak gelap dan bagian lainnya berwarna biru lebih terang.

Menurut penjelasan para ahli kelautan, seperti William W Hay, guru besar Ilmu Bumi di Universitas Colorado, Boulder AS, dan mantan dekan Sekolah Kelautan Rosentiel dan Sains Atmosfer di Universitas Miami, Florida AS, serta Prof Dorja Rao, seorang spesialis di Geologi Kelautan dan dosen di Universitas King Abdul-Aziz, Jeddah, air laut yang terletak di Selat Gibraltar tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari kadar garamnya, suhu, maupun kerapatan air laut. Dan, seperti dijelaskan dalam surah Al-Furqan (25) ayat 53, yang satu bagian rasanya tawar dan segar, sedangkan bagian lain rasanya asin lagi pahit. Dan, antara keduanya, tak pernah saling bercampur (bersatu satu sama lain), seolah ada dinding tipis yang memisahkannya.

Sumber : Republika.co.id

Sering Radang Tenggorokan, Ini Cara Ampuh Mengobatinya

Sering Radang Tenggorokan, Ini Cara Ampuh Mengobatinya

10Berita  - Kita mungkin pernah mengalami, jenis penyakit yang bisa dikatakan bukan terkategori parah namun begitu mengganggu aktivitas. Ya, radang tenggorokan. 

Radang tenggorokan merupakan penyakit yang sering dialami ketika perubahan musim. Gejala awal penyakit ini ditandai dengan rasa tidak nyaman pada tenggorokan saat menelan sesuatu. Penyakit ini biasanya menjadi tanda awal dari flu.

Biasanya, penyakit ini muncul karena terlalu banyak mengonsumsi es saat cuaca panas. Terlepas dari apapun penyebabnya, sakit tenggorokan tentu sangat mengganggu. Dilansir dari Boldsky, berikut ini adalah cara agar sakit yang dirasakan tidak semakin parah:

Kumur Air Garam

Berkumur dengan air garam merupakan salah satu cara yang dapat meringankan sakit tenggorokan. Sejumlah hasil penelitian menyebutkan bahwa berkumur air garam dapat mengurangi bengkak di tenggorokan dan mencairkan lendir. Selain itu, air garam juga membunuh bakteri penyebab iritasi.

Caranya, campurkan satu sendok teh air garam dengan secangkir air hangat, aduk hingga larut. Gunakan ramuan itu untuk berkumur. 

Minum Air Dingin

Kebanyakan orang beranggapan minuman dingin harus dihindari jika sedang menderita sakit tenggorokan. Padahal, minum air dingin merupakan salah satu cara menghilangkan rasa sakit di tenggorokan. Sebab, es dapat mengurangi peradangan dan menghilangkan rasa sakit.

Hindari Buah Berasa Asam

Selama ini, banyak orang menganggap buah berasa asam seperti jeruk dan apel merupakan obat terbaik untuk mengobati sakit tenggorokan. Padahal, kenyataannya rasa asam pada buah tersebut justru memperburuk kondisi. Jadi, sebaiknya hindari mengonsumsi buah jika sedang menderita sakit tenggorokan.

Istirahat Cukup

Cara terbaik agar sakit yang diderita segera sembuh adalah beristirahat. Pastikan tubuh benar-benar beristirahat dari segala macam aktivitas yang melelahkan. Cobalah untuk tidur seharian di rumah agar kondisi segera pulih.

Diam

Memaksakan diri untuk terus berbicara saat tenggorokan sakit tentu sangat menyiksa. Jadi, sebaiknya lebih banyak diam saja dan menahan diri untuk tidak banyak berbicara. Cara ini terbilang cukup ampuh untuk mempercepat penyembuhan radang tenggorokan.

Sumber : SI Online

Kalau Pancasila Cuma Diteriakkan Saja, Indonesia Mungkin Saja Bubar

Kalau Pancasila Cuma Diteriakkan Saja, Indonesia Mungkin Saja Bubar

10BeritaJakarta - Pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa ada scenario writing pihak asing yang menyatakan Indonesia tidak ada lagi atau bubar tahun 2030 harus menjadi ajang introspeksi semua elemen bangsa atas kondisi Indonesia dulu, sekarang, dan di masa depan. Introspeksi utamanya adalah apakah Pancasila yang merupakan penyatu, penguat, dan amanat besar bangsa ini benar-benar sudah diamalkan atau masih cuma sebatas diteriakan.

“Selama lima dasar kebenaran dalam Pancasila konsisten diamalkan, wilayah Indonesia akan tetap dari Sabang sampai Merauke dan dari Sangir Talaud sampai Rote. Tapi kalau lima sila Pancasila cuma diteriakkan dan dijadikan jargon semata, mungkin saja Indonesia bubar,” ujar Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (27/3).

Fahira mengungkapkan, masa depan republik ini pada akhirnya akan tentukan sejauh mana para pemimpinnya menjadikan Pancasila sebagai rujukan utama dalam mengelola negeri ini. Selama Pancasila tidak dikooptasi sedemikian rupa untuk kepentingan pengusa atau kelompok-kelompok tertentu atau dijadikan alat untuk menekan kelompok lain, maka masa depan negeri ini bisa cerah.

Menurut Fahira, selama kebijakan dan tindakan para pemimpin negeri, siapapun itu, mengandung harmonisasi dengan kehendak Tuhan, tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, memandang perbedaan dan pertentangan sebagai sebuah keniscayaan dan mampu menyalurkan dan memeliharanya sebagai penguat persatuan, negara tetap berkedaulatan rakyat atau dijadikan alat bagi keperluan rakyat untuk menggapai cita-cita demokrasi sosial-ekonomi serta terpenuhinya hakekat keadilan, maka bangsa ini boleh optimis ke depan akan mencapai masa keemasannya. Namun, jika ternyata kebijakan dan tindakan para pemimpin belum mencerminkan hal-hal ini, maka bangsa ini harus bekerja keras memperbaiki keadaan.

“Cara paling efektir agar Pancasila menjadi ruh dan jiwa setiap individu yang ada di negeri ini adalah siapapun pemimpinnya, siapapun Presidennya mempunyai kemampuan untuk membuat rakyatnya benar-benar menikmati kehidupan sesuai lima dasar kebenaran yang ada dalam Pancasila. Menjalankan lima sila Pancasila itu, artinya menjalankan kebenaran. Jika kebenaran sudah dirasakan, maka rakyat tidak perlu ditanya lagi apakah hapal Pancasila atau belum, karena otomatis rakyat sudah menjalankannya,” pungkas Senator Jakarta ini.

red: adhila

Sumber : SI Online