OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 29 Maret 2018

Ombudsman Kenapa Tak Awasi Reklamasi Yang Tak Ada Perdanya?

Ombudsman Kenapa Tak Awasi Reklamasi Yang Tak Ada Perdanya?


10Berita – Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) menanggapi pernyataan Ombudsman yang menyebut penataan Tanah Abang melawan hukum. Lulung juga mengatakan Ombudsman jangan berpolitik terkait Tanah Abang.

“Ombudsman itu jangan masuk ranah politik. Teman-teman tahu bahwa sekarang, dulu gubernur yang dulu itu tidak pernah melakukan adanya konsep penataan. Konsepnya penertiban saja, makanya nggak pernah selasai,” kata Lulung di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).

“Datang trantib, pedagang kaki lima pergi, trantib pergi, pedagang kaki lima datang. Terus puluhan tahun ini nggak pernah selesai. sekarang hadirlah Anies, pendekar rakyat, pembela rakyat,” lanjutnya.

Saat ditanya pengakuan Ombudsman yang mengatakan tidak berpolitik, Lulung justru menyinggung soal pembangunan pulau reklamasi yang belum memiliki peraturan daerah (perda). Lulung mengatakan, seharusnya Ombudsman tidak hanya mempersoalkan masalah Tanah Abang.

“Iya itu kan bisa saja (Ombudsman bilang tak berpolitik), kok dia tidak mengawasi yang namanya pembangunan reklamasi yang tidak ada perdanya?” ucapnya.

Kedua, lanjut Lulung, Ombudsman juga tidak pernah menyinggung penutupan jalan di depan Mabes Polri. Lulung juga mempertanyakan kenapa penutupan di kedutaan Inggris tidak diprotes.

“Dia nggak pernah namanya kedutaan Inggris ditutup. Jalan kita ditutup. Ini program pemerintah yang dilakukan Anies yaitu kepada apa? Undang-undang tentang administrasi negara dan ada pasal namanya diskresi, tanya dong Anies, ‘Pak berkelanjutannya kapan, pedagang kaki lima ditaruh situ?” tutur Lulung.

Ombudsman memberi waktu 60 hari kepada Pemprov DKI untuk membebaskan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, dari pedagang kaki lima. Hingga kemudian berbuntut pada munculnya kemungkinan penonaktifan jika rekomendasi tidak dijalankan.  ()

Sumber :detik

Galaunya Prabowo, dan Dilema PKS

Galaunya Prabowo, dan Dilema PKS


Oleh: Hersubeno Arief
(Wartawan senior, Konsultan media)

10Berita, Pencapresan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kian serius. Gerindra bahkan sudah mulai menggodok siapa yang akan dipasang menjadi cawapresnya. Dari perkembangan terakhir, tampaknya yang sedang serius dipersiapkan menjadi mempelai Prabowo adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gubernur yang diusung oleh Gerindra, PKS, dan PAN itu juga sudah hadir dalam pertemuan internal Gerindra yang berlangsung di rumah Prabowo Jalan Kertanegara, Jakarta pekan lalu. Namun kepada media Anies menyatakan pertemuan tersebut tidak membahas soal pencapresan. Hanya syukuran atas pengangkatan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani sebagai Wakil Ketua MPR.

Pilihan Anies sebagai cawapres Prabowo memang paling masuk akal bagi Prabowo. Anies merupakan salah satu kandidat yang tengah moncer. Dalam beberapa survei bersama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Anies bahkan dinilai berpeluang sebagai capres alternatif yang bisa mengalahkan Jokowi.

Anies paling potensial untuk dikapitalisasi. Sebagai Gubernur DKI kemunculan di media (media appearance) paling tinggi diantara para calon penantang Jokowi. Modal ini sangat penting untuk terus mendongkrak popularitasnya.

Dilihat dari monitoring di media dan percakapan di medsos, nama Anies paling banyak dibicarakan. Frekuensinya hanya sedikit di bawah Jokowi. Tak salah bila Rocky Gerung menyebutnya sebagai matahari baru dari Jalan Merdeka Selatan (Gedung Balaikota DKI) yang sinarnya mulai mengalahkan matahari dari Jalan Merdeka Utara (Istana negara).

Modal semacam itu sangat dibutuhkan Prabowo yang dalam berbagai survei, elektabilitasnya tidak pernah bisa bersaing dengan Jokowi. Dia perlu semacam boosteryang bisa mendongkrak elektabilitasnya, bila benar-benar serius mau mengalahkan Jokowi. Namun bila kemudian dipasangkan sebagai cawapres Prabowo apakah trend elektabilitas Anies linier, atau malah sebaliknya? Ini yang masih jadi pertanyaan.

Sebelum nama Anies muncul, yang diincar Gerindra adalah Gatot Nurmantyo. Seperti diakui sejumlah fungsionaris Gerindra, Gatot telah bertemu dengan Prabowo dan ditawari menjadi cawapres. Namun yang bersangkutan menolak, dan hanya mau bila menjadi capres. Padahal sebelumnya Gatot sudah mengambil ancang-ancang untuk bergabung menjadi kader Gerindra begitu resmi pensiun 31 Maret 2018.

Faktor PKS

Siapa yang akan digandeng Prabowo, dan apakah dia akhirnya benar-benar maju menjadi capres? Di luar poros Jokowi, di atas kertas poros Prabowo/Gerindra paling berpeluang mengusung kandidat. Prabowo telah bertemu dan membangun kesepakatan dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie. Gabungan kursi keduanya sebanyak 113 sudah mencukupi syarat presidential threshold 20% kursi di DPR (112).

Keduanya juga sudah menandatangani kontrak untuk berkoalisi, namun siapa yang akan diusung, belum ada kesepakatan. Ketika bertemu Salim, Prabowo menyatakan sudah mempunyai cawapres. Prabowo tidak menyebut siapa cawapres tersebut. Diduga nama yang dipersiapkan adalah Gatot.

Tawaran ini tidak disepakati PKS. Sebab bagaimanapun PKS sudah mempunyai calon sendiri. Mereka telah menyiapkan sembilan nama sebagai capres. Secara kalkulasi masuk akal bila salah satunya dilamar sebagai cawapres.

Sebagai sekutu, PKS sudah bersama Gerindra sejak Pilpres 2014. Saat itu PKS yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) menjadi tulang punggung (back bone) pasangan Prabowo-Hatta (Gerindra-PAN). Dalam Pilkada DKI 2017 PKS juga bersedia menarik kadernya Mardani Ali Sera yang sebelumnya dipasang sebagai cawagub Sandiaga Uno demi memberi jalan masuknya Anies Baswedan. Di Jawa Barat PKS sampai harus rela menceraikan Deddy Mizwar demi tétap bersekutu dengan Gerindra.

Rasanya agak sulit membayangkan PKS bersedia kembali mengalah, dan menyerahkan tiketnya secara cuma-cuma kepada figur di luar kader. Di internal PKS saat ini berkembang keyakinan sangat kuat bahwa Jokowi bisa dikalahkan, dan inilah saat yang paling tepat bagi kader PKS untuk tampil. Mosok PKS terus mengalah untuk Prabowo.

Keyakinan itu setidaknya terlihat dari kampanye yang digalang oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera #JokowiBisaDikalahkan, dan sekarang bahkan lebih fokus dan massif dengan jargon #GantiPresiden2019.

Keyakinan Mardani bukan slogan kosong. Semua lembaga survei menunjukkan elektabilitas Jokowi sudah lampu kuning. Rata-rata hanya di bawah 40%. Jadi Mardani benar Jokowi bisa dikalahkan dengan syarat lawannya adalah figur alternatif, bukan Prabowo.

Siapa calon PKS yang paling kuat? Mardani menyebut tiga nama, yakni Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher), Presiden PKS Sohibul Iman, dan mantan Presiden PKS Anies Matta. Namun bila dilihat realitas politik dan kekuatan di lapangan, nama yang paling kuat adalah Anis Matta, dan Aher. Penyebutan Sohibul oleh Mardani tampaknya hanya semacam fatsoen politik karena secara resmi bagaimanapun dia adalah pimpinan PKS.

Anis Matta kualitas kepemimpinan, dan jaringan politiknya tidak perlu diragukan. Dia juga didukung oleh kader dan relawan yang sangat militan di dalam dan luar negeri. Dari sembilan capres PKS Anis Matta dan para pendukungnya menunjukkan bahwa mereka yang paling siap tempur menghadapi kompetisi sekelas pilpres. Tidak Hanya butuh sekedar nyali, tapi juga amunisi dan pasukan yang solid dan tangguh.

Relawan Anis Matta tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sampai diluar negeri. Di beberapa daerah bahkan sudah terbentuk relawan sampai level dusun. Baliho dan berbagai alat peraganya sangat massif di seluruh Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir viral di medsos relawan Anis Matta tampak berfoto di sejumlah kota di Eropa seperti di Berlin, Praha, Paris, sampai Madrid.

Aher juga tak perlu diragukan. Gubernur Jabar dua periode yang sangat sukses, dan dinobatkan sebagai salah satu gubernur terbaik oleh Kemendagri. Mendagri Tjahjo Kumolo menyebutnya sebagai gubernur yang memenuhi 90% janjinya. Nyaris sempurna.

Jabar memiliki kantong pemilih terbesar. Pada pilkada serentak ini jumlah pemilihnya sebanyak 32.8 juta, atau sekitar 20.5% dari total pemilih seluruh Indonesia sebanyak 160 jt. Etnis Sunda (15%) merupakan etnis terbesar kedua, setelah Jawa. Sayangnya sejauh ini Aher belum menunjukkan gerakan yang berarti. Dia belum menunjukkan tajinya.

Gabungan antara kepemilikan hampir separuh tiket dan ketokohan kader yang cukup kuat, nampaknya tidak akan membuat PKS begitu saja menyerah dan tunduk kepada kemauan Prabowo. Pimpinan PKS pasti tidak ingin disalahkan, bahkan dihujat oleh kader PKS karena kembali menunjukkan kelemahan dalam bernegosiasi. Belum lagi realitas kedekatan dengan umat yang tentu saja lebih dimiliki oleh PKS ketimbang Gerindra. Bagi kebanyakan kader PKS, inilah waktunya. Now or never.

Dalam konteks inilah mengapa kemudian Prabowo tidak serta merta menerima desakan kader Gerindra untuk segera mendeklarasikan diri sebagai capres. Seperti kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Prabowo masih harus mendengar dan menimbang pendapat dari partner koalisi, dalam hal ini PKS.

Bagaimanapun PKS menjadi faktor yang sangat menentukan, apakah Prabowo bisa maju atau tidak. Dia tidak bisa mengabaikan begitu saja aspirasi kader dan pengurus PKS yang menginginkan faktor keterwakilan kadernya. PKS selama ini selalu taken for granted, pasrah bongkokan terhadap Prabowo.

Bila Prabowo bersikeras, bahkan sampai harus berpisah jalan dengan PKS, belum tentu dia bisa mudah mendapatkan partner koalisi lain. Elektabilitas Prabowo yang selalu kalah jauh dari Jokowi, membuat posisi tawarnya rendah dan tidak menarik bagi partai lainnya.

Persoalan lain yang tak kalah seriusnya bila elektabilitas terus stagnan, maka para penyandang dana juga tidak akan bersedia mendukung Prabowo. Money always follow the prospect.

Pilihan-pilihan itu sungguh tak mudah bagi Prabowo. Dia tidak boleh kembali salah dalam mengambil keputusan. Dua kali kekalahan dalam pilpres sebelumnya harusnya menjadi pelajaran yang sangat berharga bahwa dia pernah gagal dalam tugas memenangkan sebuah pertempuran.

Bagi prajurit komando seperti Prabowo ada sebuah prinsip yang dijunjung sangat tinggi "Lebih baik pulang nama, daripada gagal dalam menjalankan tugas".

28/3/18

Sumber: https://www.hersubenoarief.com/artikel/galaunya-prabowo-dan-dilema-pks/

Pengamat Asing Mulai Serang Prabowo

Pengamat Asing Mulai Serang Prabowo


10Berita – Ajang pemilihan presiden (pilpres) Indonesia 2019 mulai memikat perhatian media dan pakar Australia. Prabowo Subianto, yang diprediksi akan kembali menjadi lawan untuk calon petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapat sorotan khusus.

Prabowo telah didorong partainya, Partai Gerindra untuk mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (capres) Indonesia 2019. Sejauh ini, baru Jokowi yang secara resmi dideklarasikan sebagai capres oleh partai-partai pendukungnya seperti PDIP, NasDem, Partai Golkar, serta didukung beberapa partai salah satunya Perindo.

Jika Prabowo mendeklarasikan diri sebagai capres 2019, maka pilpres 2014 bukan tidak mungkin akan terulang kembali. Yakni, Jokowi “berduel” dengan Prabowo.

Prabowo, seperti yang disuarakan Gerindra, akan deklarasi pada April mendatang. Namun, sang kandidat belum angkat bicara. Meski demikian, nama-nama kandidat pendamping mantan jenderal itu untuk ajang pilpres 2019 sudah mulai bermunculan, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Selain didukung Gerindra, Prabowo juga didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sedangkan Partai Amanat Nasional (PAN) belum secara resmi berpihak di kubu mana.

Pakar dari Australian National University, Dr Marcus Mietzner, mengatakan bahwa Prabowo akan menjadi tokoh populis jika berhasil dalam pilpres 2019. “Jika berhasil kali ini, Prabowo akan menjadi tokoh seperti Trump; impulsif, populis, tidak menentu dan dengan kecenderungan otoriter. Tidak banyak perubahan dalam hal ini dari 2014,” katanya.

Analis politik yang berbasis di Jakarta, Tobias Basuki, dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional, mengatakan sulit untuk memberi label pada filsafat politik pendamping Prabowo karena itu adalah “hodge-podge”.

“Dia berpura-pura sebagai seorang nasionalis, tetapi dalam kenyataannya dia akan jauh lebih pragmatis dalam pemerintahan,” kritik Basuki.

Belum lama ini, tokoh Partai Gerindra tersebut juga jadi pemberitaan utama setelah berpidato tentang prediksi Indonesia akan bubar tahun 2030. Prediksi itu sejatinya ramalan dalam novel Ghost Fleet.

Pakar Melbourne University Profesor Tim Lindsey mengatakan pilpres 2019 kemungkinan akan sangat tidak stabil. Dia memprediksi Prabowo akan “berjuang keras” pada isu-isu seperti ras, agama dan politik identitas.

“Jika Anies adalah calon wakil presiden yang diusung, dia akan membawa kombinasi dari kredensial Islam dan daya tarik kelas menengah untuk Prabowo,” katanya, seperti dikutip The Sydney Morning Herald.(kk/)

Sumber : itoday

Ketika Sayyid Quthb Gelar Shalat Jumat di atas Kapal

Ketika Sayyid Quthb Gelar Shalat Jumat di atas Kapal

10Berita, PADA akhir tahun 1948, Ulama Mesir, Sayyid Quthb, pergi menuju Amerika dengan menggunakan kapal api. Ini adalah perjalanan pertamanya menuju Amerika dengan melintasi samudera.

Di atas badan kapal, banyak peristiwa yang membekas dalam hatinya. Salah satu kisahnya saat seorang misionaris Kristen berupaya memurtadkan penumpang kapal beragama Islam.

Kejadian itu berlangsung tepat ketika waktu sedang bergulir menuju Shalat Jum’at.

Sontak saja, kejadian tersebut langsung membangkitkan rasa dan semangat keimanan Sayyid Quthb untuk menjaga akidah saudara semuslimnya.

Tidak butuh menunggu waktu lama, ia segera menghubungi kapten kapal untuk meminta izin mendirikan Sholat Jum’at.

Semua orang Islam, berikut awak kapal pun kemudian mendatangi panggilan Shalat Jum’at yang diinisiasikan Sayyid Quthb.

Ia kemudian bertindak sebagai khotib. Ternyata, itu adalah shalat Jum’at pertama yang didirikan sepanjang kapal berlayar.

Mengenai hal ini, Sayyid Quthb sempat menulisnya dalam Tafsir Fii Dzihilalil Qur’an saat membahas Surat Yunus.

“Nahkoda kapal (seorang Inggris) memberikan kemudahan kepada kami untuk menunaikan shalat. Ia memberikan kelonggaran kepada para awak kapal, para juru masak, dan para pelayannya, yang kesemuanya beragama Islam untuk menunaikan shalat Jum’at bersama kami asalkan tidak ada tugas saat waktu itu. Mereka sangat bergembira, karena ini merupakan kali pertama dilaksanakannya shalat Jum’at di kapal tersebut.”

Sayyid bersama para jemaah kemudian menjadi tontonan penumpang asing. Gerakan Sholat kaum muslimin terasa asing dari penglihatan mereka.

Namun demikian, tidak sedikit dari justru memendam rasa penasaran. Cara ibadah kaum muslim dinilai aneh dalam pandangan mereka.

Usai shalat Jum’at, sejumlah penumpang asing itu langsung mendatangi Sayyid Quthb. Mereka mengucapkan selamat dan sukses atas ibadah yang didirikan. Sayyid Quthb lantas menulis kenangan itu dalam Kitab Fi Dzhilalil Qur’annya,

“Saya bertindak sebagai Khatib dan imam shalat Jum’at itu. Para penumpang yang sebagian besarnya orang asing itu duduk-duduk berkelompok-kelompok menyaksikan kami shalat. Setelah menunaikan shalat banyak dari mereka, yang datang kepada kami untuk mengucapkan selamat atas kesuksesan kami melaksanakan tugas suci. Dan ini merupakan puncak pengetahuan mereka tentang shalat kami.”

Salah satu orang yang mendatanginya adalah wanita Nashrani berkebangsaan Yugoslavia yang melarikan diri dari tekanan dan ancaman komunis Teito.

Wanita itu mengaku takjub atas kesyahduan dan ketertiban Shalat Jum’at yang didirikan kaum muslimin.

Air matanya pun tak kuasa jatuh mengetahui betapa nilai-nilai rabbani yang dilantunkan Sayyid Quthb. Suaranya merdu, lantunannya mampu menyentuh qalbu.

Dengan diliputi rasa heran, ia pun bertanya-tanya alunan “musik” apa yang baru saja didengarkannya. Tidak pernah rasanya ia mendengar untaian yang begitu Syahdu.

Menurutnya, iramanya lembut dan bahasanya menentramkan hati. Bacaan seperti ini sangatlah asing dalam agamanya.

Dan, betapa kagetnya sang wanita ketika mengetahui bahwa bahasa yang dilantunkan Sayyid Quthb adalah ayat-ayat Al Qur’an. []

Sumber : Islampos.

Tidak Takut Diancam, Jend. Gatot: “Ada Allah Yang Back-Up Saya…”

Tidak Takut Diancam, Jend. Gatot: “Ada Allah Yang Back-Up Saya…”


10Berita -Mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, sebagai seorang prajurit TNI dirinya tidak takut apa pun yang akan mengancamnya. Alasan Gatot mengapa tidak takut karena ia yakin ada kekuatan yang akan melindunginya.

“Saya tidak takut dengan ancaman-ancaman itu karena ada Allah yang mem-back up saya,” kata Gatot saat berkunjung ke kantor Republika, Rabu (28/3).

Penegasan Gatot soal keberanian seorang prajurit ini ia sampaikan saat menceritakan kiprahnya selama ini di TNI mulai menjadi seorang prajurit, Pangdam V Brawijaya, Dankodiklat TNI-AD, Pangkostrad, hingga menjadi Panglima TNI. Gatot yakin kekuatan spiritual ini mampu membantunya hingga saat ini.

Keberanian ini, ia bawa dalam setiap tugas negara. Mulai dari tugas ketentaraan di medan perang hingga ketika memimpin dengan keputusannya, berdialog dengan pemimpin Gerakan Pembebasan Rakyat Moro di di Filipina Selatan, Nur Misuari, saat akan membebaskan WNI.

Sejak menjadi Pangdam V Brawijaya, diakui Gatot, ia juga cukup dekat dengan banyak ulama dan para kiai. Kedekatan dengan para kiai ini, menurut dia, merupakan keinginan pribadi untuk mencari bekal spiritual.

Namun, Gatot mengakui tidak pernah berharap mencari apa pun dari perkenalan dengan para kiai ini. “Dulu saya gak terlalu perhatikan posisi kiai kiai itu, ternyata para kiai yang saya gurui itu adalah kiai besar. Seperti KH Abdullah Abbas Buntet, Tuan Guru Turmudzi Lombok, Habib Lutfi, dan Habib Jafar,” katanya.

Ia meyakini akan ada berkah ketika dekat dengan ulama dan para kiai. “Kalau dekat dengan ulama dan kiai setidaknya nanti ada pahala di akhirat, ketika ditanya siapa gurumu, ada yang sudah mengklaim saya sebagai muridnya,” ucap Gatot sambil bercanda. []

Sumber : Republika.co.id

Terkait Pilpres 2019, Mardani Ali: Siapapun Calon yang Diusung Gerindra, PKS akan Tetap Setia Berkoalisi

Terkait Pilpres 2019, Mardani Ali: Siapapun Calon yang Diusung Gerindra, PKS akan Tetap Setia Berkoalisi

10Berita, JAKARTA—Terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memastikan bahwa siapapun calon yang bakal diusung oleh Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan bakal tetap setia berkoalisi.

“Komunikasi politik terus berjalan dan 90 persen PKS bersama Gerindra,” kata Mardani Ali, pada Rabu (28/3/2018) kemarin.

Mardani menjelaskan bahwa PKS tidak memusingkan sosok yang bakal diusulkan Gerindra baik sebagai calon presiden maupun wakil presiden.

Karena, nantinya nama dari Gerindra akan dimusyawarahkan dengan sembilan nama calon presiden atau wakil presiden yang telah diputuskan PKS.

“Itu PKS keputusan resmi dari majelis syuro, kami menunggu Gerindra,” ujarnya.

Mardani menjelaskan hal itu juga berlaku terhadap nama-nama bakal calon wakil presiden yang tengah dijaring Gerindra untuk disandingkan dengan Ketua Umum Prabowo Subianto.

Menurutnya sah-sah saja jika sejumlah nama seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mulai muncul untuk menjadi pendamping Prabowo.

“Kami melihat itu bagian dari dinamika. selama belum ada keputusan resmi dari Gerindra semua berwacana, monggo,” katanya.

Selain itu, Mardani menegaskan koalisi Gerindra dan PKS yang memiliki total 113 kursi di parlemen sepakat masih membuka pintu untuk partai politik lain yang ingin bergabung. []

SUMBER:Cnn,  Islampos.

9 Hal yang ‘Haram’ Dilakukan Para Ibu Bijak di Media Sosial. Kamu Nggak Pernah Begini ‘Kan Mom?

9 Hal yang ‘Haram’ Dilakukan Para Ibu Bijak di Media Sosial. Kamu Nggak Pernah Begini ‘Kan Mom?

10Berita, Siapa sih yang bisa lepas dari internet di era modern seperti sekarang? Termasuk lepas dari riuhnya media sosial. Kayaknya sih nyaris mustahil ya, karena ada banyak manfaat dan informasi yang bisa kita dapatkan gratis melalui fasilitas ini.

Sayangnya, nggak semua ibu-ibu kekinian zaman now sudah paham betul cara bijak menanggapi dan beraktivitas di dunia maya, khususnya di media sosial. Dari sekian banyak ibu cerdas yang tersebar di media sosial, nyatanya masih banyak saja ibu-ibu nyinyir dan berpikiran sempit yang suka bikin gengges. Kadang bahkan bikin semakin gemas karena sampai nongkrongin akun orang. Jadi, sebenarnya sikap tak bijak apa sih yang sebaiknya nggak pernah emak-emak lakukan di medsos?

1. Curhat di sosial media soal keluhan parenting, keluhan suami atau keluarga. Ya kalau sekalian bisa memberikan faedah dan informatif. Kalau nggak?

Kalau lagi bete, mending jauh-jauh dari medsos via www.pexels.com

Advertisement

Ngeluh dan curhat tak berujung di media sosial bisa membuat para pengikutmu eneg membaca dan melihat unggahanmu. Plus, bisa jadi kamu bakal merasa malu di kemudian hari karena tindakan impulsif yang buka aib sendiri ini.

2. Mengunggah foto saat anak mandi atau di kolam renang tanpa baju renang yang pantas. Apalagi bugil…duh itu sih big no no banget!

Meski nggak seperti yang dibayangkan, siap-siap saja dikomen netijen! via hot.detik.com

Atau foto apapun kondisi anak saat sedang nggak berbusana pantas, seperti yang baru-baru ini dilakukan Nana Mirdad sampai viral karena mengunggah fotonya di bak mandi bersama anak-anak yang bisa jadi sebenarnya nggak bugil juga seperti yang Nana jelaskan. Ya, demi kenyamanan dan keamanan mending foto-foto tersebut jadi dokumentasi pribadi saja lah ya.

3. Mengunggah informasi pribadi yang sangat sensitif seperti info alamat rumah, sekolah anak dan data-data pribadi anak. Duh, memangnya akun medsosmu tempat arsip data rahasia?

Foto boleh, tapi informasi rahasia simpan saja ya, Mom! via www.rebelcircus.com

Bayangkan dengan tersebarnya data-data penting yang kamu bagikan, seberapa besar kemungkinan orang asing yang berniat jahat untuk mengincar anak dan rumahmu? Ya mendingan foto rumah, alamat rumah, data-data rumah sakit dan sebagainya itu disimpan jadi data pribadi saja dan nggak diunggah ke internet.

4. Mengunggah foto saat anak sedang sakit atau nangis meraung-raung. Siapa sih yang suka foto jeleknya terekspos?

Sah-sah aja buat dokumentasi, tapi pilahlah mana yang pantas diunggah via www.babble.com

Advertisement

Kita saja mungkin risih difoto apalagi diunggah ke media sosial saat sedang kacau, apalagi anak nanti setelah dia besar dan sudah bisa mengerti? Bisa jadi doi bakalan marah karena kita mengunggahnya tanpa permisi.

5. Nggak akan pernah para ibu bijak mengunggah foto-foto yang bakal mengundang hujatan dari para yang mulia warganet. Iseng mencekoki anak dengan alkohol misalnya

Miris! via www.perfectz.net

Mungkin saja si alkoholnya nggak kena atau terminum sama sekali. Tapi tetap saja hal itu tetap kurang bijaksana dan pastinya bakal mengundang hujatan massa. Kecuali ya kamu memang mau viral gara-gara hal begini.

6. Membagikan berita-berita hoaks yang kebenarannya belum diketahui. Daripada asal-asalan ikutan membagikan info, telaah dulu deh baik-baik kebenarannya!

Nggak semua yang kamu baca itu bener lho~ via www.gettyimages.com

Jangan sementang yang membagikan ibu-ibu selebgram atau orang yang terkesan wah lantas kamu ikutan juga heboh membagikan ulang di media sosialmu. Ya, jadi ibu-ibu kritis bakal jauh lebih bijak.

7. Hobi berkonsultasi di media sosial. Entah itu soal tumbuh kembang anak atau soal cara menangani anak yang sedang sakit

Semua hal tentang anak, cari tahunya di medsos. Duh! via thedroidguy.com

Kalau sesekali sekadar bertukar pikiran demi menambah ilmu sih nggak apa, tapi kalau semua dicari tahu di media sosial, waduh bahaya juga! Misalnya bertanya apa yang harus dilakukan saat anak panas 40 derajat dan pingsan begini begitu di semacam forum ibu-ibu. Duh, mending langsung ke UGD atau dokter deh daripada berkelana di dunia maya!

8. Menjadikan semua cara parenting ibu selebgram di media sosial sebagai panutan, sampai lupa kalau tumbuh kembang setiap anak itu berbeda

Jadi sedikit referensi boleh, tapi nggak lebay juga… via www.imcnews.id

Ibu bijak nggak akan terus-terusan memantau perkermbangan setiap anak ibu selebgram di media sosial lalu membanding-bandingkannya dengan anak sendiri. Belum lagi hobinya bolak balik tanya anak orang, curhat dan membandingkan perkembangan anak sendiri di akun ibu lain. Plis deh, Bu. Ada dokter yang lebih kompeten soal itu!

9. Terakhir, sukanya komentar negatif di akun media sosial ibu lain kalau ada hal yang terlihat kurang sesuai. Padahal itu sama sekali bukan urusan kita

Daripada julid, mending gunakan untuk hal berfaedah! via www.parents.com

Ya, namanya gaya pribadi orang, lihat sih boleh tapi nggak bijak ah kalau harus mengeluarkan kata-kata yang terkesan menggurui dan sok tahu. Daripada diserang balik oleh si pemilik akun, stop saja lah kebiasaan komentar miring di akun orang. Nggak berfaedah! Katanya ibu cerdas?

Bersyukurlah kalau kamu nggak pernah melakukan hal-hal unfaedah ini di media sosial. Berarti kamu sudah sukses menjadi ibu bijak yang tahu cara menempatkan diri di dunia maya. Yuk lanjutkan kebiasaan menyebarkan hal positif dan suportif di media sosial, kini dan seterusnya!

Sumber : Hipwee 

Menyikapi Musibah Dengan Bersyukur, Bisakah?

Menyikapi Musibah Dengan Bersyukur, Bisakah?


10Berita, Bagaimana mungkin orang masih bisa bersyukur setelah musibah datang menerpanya? Mengapa tidak bisa? Allah sendiri telah menjanjikan tambahan nikmat bagi umatnya yang tak henti untuk bersyukur.

Redaksinya, tak ada kalimat ‘bersyukur dalam keadaan apa’. Ini mengandung pengertian bersyukur dalam keadaan apa saja. Saat sedih, gundah, menahan derita, atau terkena musibah, karena sudah seharusnya bersyukur saat sedang menerima kebahagiaan.

Satu pelajaran berharga saat melihat berita kebakaran di telivisi saat sepasang suami istri mengais sisa barang yang masih tertinggal. Wajahnya tak terlalu buram, meski kesedihan terpancar secara halus.

Ketika ditanya wartawan tentang musibah yang dialami, mereka menjawab lugas, ”Mau bagaimana lagi, ini sudah musibah. Tak apa…kami akan membangun rumah dan mencari harta benda dari awal lagi. Meski sedih, kami tetap bersyukur Allah hanya ambil harta kami. Seluruh anggota keluarga kami semuanya selamat…”

Pelajaran berharga dari kata ikhlas dan bersyukur saat musibah. Ini bisa meredam derita yang dimiliki seseorang ketika ia merubah musibah dalam bentuk syukur.

Dibanding dengan salah seorang tetangganya yang saat kebakaran berlangsung, mereka meraung-raung dan meratapinya hingga pingsan. Seolah dunia telah berakhir melihat harta bendanya dilalap si jago merah.

Bila seorang hamba membiasakan mulutnya berzikir pada Allah dalam berbagai kesempatan, saat melihat kejadian buruk menimpanya, yang terjadi akan sangat berbeda dengan orang yang mulutnya kelu untuk menyebut asma-Nya.

Jalaluddin Rakhmat menyebutkan, “cara syukur saat ditimpa musibah yakni dengan melihat sisi positif dan kebaikan dalam musibah itu.”

Ia mencontohkan sikap dari Iman Ali Zainal Abidin dalam menyikapinya saat ia sakit. “Ya Allah, aku tidak tahu, apakah aku harus bersyukur atau bersabar dalam kondisi sakitku ini. Sebab, berkat sakit ini, aku lebih punya banyak waktu untuk zikir, terhindar dari kenistaan, dan merasa punya banyak waktu lagi yang diluangkan bersama keluarga.”

Hal yang harus disadarkan dalam diri kita adalah musibah, sakit, kemalangan merupakan hal-hal yang tak bisa dihindari dalam kehidupan manusia.

Suatu saat, setiap orang pasti mengalami kehilangan, dan itu adalah musibah. Bagi yang tak mencegah musibah terjadi kepadanya, yang paling mungkin dilakukan adalah menerimanya dan bersyukur.

Syukur membuat seseorang lebih tegar. Dengan sikap itu diharapkan akan berbuah manis, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi.

Sumber: candradewojati.com

Hidup Ruwet dan Rezeki Seret? Amalkan Ayat Ini

Hidup Ruwet dan Rezeki Seret? Amalkan Ayat Ini


10Berita, Mungkin Anda pernah mendengar curhat yang menggambarkan hidup ruwet dan rezeki seret. Atau bahkan Anda sendiri yang mengalaminya? Semoga saja tidak.

“Gaji saya naik tiap tahun, tapi kayaknya nggak pernah cukup. Cicilan nggak lunas-lunas.”

“Gaji saya besar. Tapi ada saja masalah membelit. Kecelakaan, anak sakit, istri nggak akur…” dan sederet masalah lain pun disebutkannya.

Siapapun yang mengalami, baik hidup ruwet maupun rezeki seret, Allah memberikan solusi dalam firmanNya. Jika diamalkan, keajaiban benar-benar akan terjadi. Sebab janji Allah adalah pasti. Tak pernah meleset dan tak akan Dia mengkhianati.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“… dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar bagi Nya dan Dia memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka..” (QS. Ath Thalaq: 2-3)

Inilah rangkaian ayat yang berisi jaminan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kuncinya adalah taqwa. Siapa yang bertaqwa kepada Allah, Dia sendiri yang menjamin solusi untuknya. Dia sendiri yang berjanji akan memberikan rezeki, bahkan dari arah yang tidak disangka-sangka.

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala pada apa yang diperintahkan, meninggalkan apa yang dilarang dan tidak melanggar batasan-batasan yang telah digariskanNya bagi hambaNya, maka Allah memberikan untuknya jalan keluar dan pintu penyelamat dari persoalan yang dihadapinya serta memberi rezeki dari arah yang tidak pernah terbersit dibenaknya, tidak pernah ia prediksikan dan tidak pernah iasangka-sangka,” terang Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir ketika menjelaskan ayat ini.

“Ini menjadi dalil yang menunjukkan bahwa taqwa adalah jalan keselamatan dari berbagai kebuntuan, situasi krisis, kesempitan, kesulitan, himpitan kesusahan dan kesedihan duniawi dan ukhrawi serta ketika mati. Ketaqwaan juga menjadi sebab yang mendatangkan rezeki yang baik, halal dan luas yang tidak disangka-sangka dan diprediksikan,” lanjutnya.

Telah banyak kisah nyata yang membuktikan kebenaran janji Allah ini. Pengusaha yang terbelit hutang karena riba, lalu bertaubat dan bertaqwa dengan menjauhi riba, akhirnya usahanya bangkit kembali dan mencapai kesuksesan.

Seseorang yang tadinya suka foya-foya dan menghamburkan uang di klub malam, rumah tangganya berantakan dan gaji besarnya tak pernah bersisa.

Pendek kata, hidup ruwet menimpanya. Setelah ia bertaubat dan bertaqwa, Allah mengembalikan semuanya; keluarga menjadi sakinah, kekuatan ekonomi pulih dan hidupnya bahagia.

Tak hanya di ayat ini. Allah menegaskan lagi di ujung ayat berikutnya. Agar tak ada lagi orang yang ragu-ragu dengan janjiNya. Bahwa hidup riwet seruwet apa pun, dengan taqwa Allah akan memberinya solusi.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

“… dan barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya..” (QS. Ath Tlahaq: 4)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili menyimpulkan, “ini merupakan sebuah penegasan tentang keutamaan taqwa di dunia dan akhirat.”

Ayat ini tidak hanya berlaku bagi masalah pribadi atau keluarga seperti secara khusus mengiringi ayat-ayat di awal Surat Ath Thalaq ini. Namun juga berlaku bagi problematikan keutaman, perosalan dakwah dan gerakan Islam.

Bukankah sebuah jamaah merupakan kumpulan dari individu-individu dalam jamaah itu? Jika semuanya bertaqwa, jamaah itu secara komunal juga menjadi jamaah yang bertaqwa.

Sehingga tribulasi sebesar apa pun yang dihadapinya, makar secanggih apa pun yang dilancarkan musuh-musuhnya, jika mereka bertaqwa, Allah yang akan memberikan solusi dan menyelesaikan urusannya.

“Kalau ada taqwa di jiwa,” kata Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar, “bagaimanapun sukar dan sulitnya urusan, akan ada saja jalan keluar yang ditunjukkan oleh Allah.”

Sumber: bersamadakwah.net

Prabowo Turun Gunung, Sudrajat MELEJIT

Prabowo Turun Gunung, Sudrajat MELEJIT


10Berita, Prabowo turun gunung. Sjk kemarin hingga 5 hr ke depan, Prabowo akan menyambangi sejumlah tempat utk menyapa warga Jabar. Karawang, Cirebon, Majalengka, Bandung, Bekasi dan Subang menjadi titik kunjungan dlm rangkaian safari perdana. https://t.co/8xrsQZpEe0

Dalam kesempatan ini, Prabowo akan memperkenalkan dan mengajak warga Jawa Barat untuk mendukung pasangan nomor urut tiga, Sudrajat-Syaikhu, dalam pemilihan gubernur mendatang.

Prabowo rela berubah wujud dari ketua umum partai menjadi humas alias public relation.

Prabowo juga akan mengambil alih tugas motivator dalam membangkitkan semangat juang para relawan yang selama ini bergerak hingga tingkat pedesaan.

Turun gunungnya Prabowo tentu akan berdampak signifikan kepada elektabilitas pasangan Sudrajat-Syaikhu.

Pasalnya, lebih dari setengah warga Jawa Barat adalah pendukung Prabowo pada Pilpres 2014 lalu. Ya, Jawa Barat satu dari sekian provinsi yang menjadi basis kekuatan suara Prabowo.

Sudrajat dan Syaikhu adalah pasangan yang ditunjuk Prabowo.

Bagi Prabowo, Sudrajat seorang putra Sunda asli yang memiliki rekam jejak cemerlang, cerdas, berprestasi, nasionalis dan tidak memiliki beban korupsi. Sementara Syaikhu adalah birokrat yang bersih, mantan auditor profesional, dan pribadi yang religius.

Soal popularitas Sudrajat yang kerap diragukan, Prabowo tak mau ambil pusing. Bagi Prabowo, yang utama adalah kualitas calon terlebih dahulu.

Percuma populer karena sering main film dan percuma memiliki follower segambreng di sosial media bila kualitas yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat saat ini.

Prabowo ingin menyadarkan kita semua, bahwa dalam memilih calon pemimpin, integritas harus diutamakan ketimbang popularitas. Bahwa ketulusan dan kejujuran harus menjadi alasan utama ketimbang ketenaran dan pencitraan.

Warga Jawa Barat sedang mencari pekerja ikhlas, bukan sedang kontes audisi selebritas.

Sedikit cerita saat Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu. Pasangan Anies-Sandi kerap menempati posisi paling buncit di sejumlah lembaga survei.

Kalah tenar sama Ahok dan AHY yang ditopang materi berlimpah. Prabowo pun memutuskan untuk turun gunung ke sudut-sudut kota.

Prabowo rela panas-panasan dan berpeluh keringat di Pasar Ikan. Dia rela becek-becekan di Cakung Penggilingan.

Bahkan dia memilih hujan-hujanan di kawasan padat penduduk di Kapuk. Pesan yang Prabowo sampaikan hanya satu, "Pilih Anies-Sandi, karena pasangan ini akan bekerja dan mengabdi untuk kalian...".

Efeknya luar biasa. Survei Anies-Sandi melejit secara signifikan.

Pasangan ini masuk dua putaran dan diakhiri dengan kemenangan. Hasilnya pun sama-sama bisa kita rasakan, Anies-Sandi membawa angin perubahan. Dia menjadi pemimpin yang bukan menservis para taipan, tetapi menjadi pembela orang kecil yang selama ini terpinggirkan.

Prabowo ingin fenomena yang sama terjadi di Jawa Barat. Pemimpin yang dipilih adalah pemimpin yang mampu bekerja dan mengerti keinginan rakyat. Bukan pemimpin yang sekadar narsis di dunia maya atau sibuk syuting dan main iklan saat bulan puasa tiba.

Prabowo ingin Jawa Barat maju provinsinya dan bahagia warganya.

Wilujeng Sumping Pak Prabowo... 😎👌

Penulis: TB Ardi Januar

Sumber : PORTAL ISLAM