OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 01 April 2018

Pidato Dahsyat Yusril: Segoblok-Gobloknya Dia.. Dia Itu Presiden

Pidato Dahsyat Yusril: Segoblok-Gobloknya Dia.. Dia Itu Presiden


10Berita  –

= PIDATO YUSRIL IHZA MAHENDRA =
Pada Pembukaan Kongres Umat Islam,
Sumut, 30 Maret 2018.

Saya Mengajak Dan Menghimbau Umat Islam
Seluruhnya..
Jangan Ada Lagi Yang Mengatakan
“Kami Tidak Mau Ikut Politik”
Dengan Alasan
Islam Itu Suci, Politik Itu Kotor
Jangan Dicampur Adukan..

Padahal..
Kalau Kita Tidak Peduli Dengan Politik..
Maka “Orang Lain”
Yang Akan Memegang Kekuasaan Politik.

Terjadilah Apa Yang Kemudian
Dialami Hizbut Tahrir Indonesia..
Dulu-2 Diajak Politik Tidak Mau
Dengan Alasan..
“Kami Hanya Mau Khilafah..
Yang Ada Sekarang Thogut”
Lalu Ndak Mau Nyoblos
Ndak Mau Ikut Pemilu..

Begitu Jokowi Terpilih Jadi Presiden,
Lalu Jokowi Menerbitkan Selembar Surat
Pembubaran HTI,
Dan..
HTI Pun Cuma Bisa Melongo..
Ndak Bisa Berbuat Apa-2..

Saya Bilang Pada Tokoh HTI
“Segudang Kepintaran Itu Tidak Ada Artinya
Dibanding Segenggam Kekuasaan..”

Presiden Itu..
Walaupun Orangnya Goblok..
(Tidak Menyebut Nama)
Tapi Segoblok-2nya Dia,..
Dia Itu Presiden..

Ada Cerita Lama..
Suatu Hari,,
Pada Sidang Kabinet Jaman Presiden Gus Dur,
Saat Itu, Saya Menteri Kehakiman..
Gus Dur Mau :
-Mengeluarkan Dekrit
-Bubarkan DPR-MPR
-Mau Mencabut Tap MPRS XXV
Tentang Larangan PKI, Dan Larangan Penyebaran Marxisme, Leninisme.
Gus Dur Ngotot..

Saya Sebagai Menteri Kehakiman,
Menentang Keras Keinginan Presiden Gus Dur..
Karena Menghidupkan Kembali PKI,
Bisa Jadi Masalah/Heboh Besar.

Mendengar Tentangan Itu..
Gus Dur Lalu Jadi Marah…
Ambil Palu..
Lalu Mengetok Meja
Men-Skors Sidang Kabinet..

Saya Ditegur Erna Witoelar,
Karena….
Seorang Menteri Tak Pantas Mengkritik Presiden Di Sidang Kabinet.
Saya Jawab…
Ya Gimana Ndak Dikritik..
Masa’ Membiarkan..
Presiden Gus Dur Mau Menghidupkan PKI Lagi..
Yang Bener Doonk..
Masa’ Saya Diem..

Sayapun Lalu Bergegas Keluar Ruangan Sidang..
Kemudian Dikejar Oleh 3 Orang Jenderal :
-Laksamana Widodo AS
-Susilo Bambang Yudhoyono
-Agum Gumelar..
Lalu..
Saya Bilang :
“Saya Mau Pulang Saja..
Toh Besok Saya Juga Dipecat Sama Gus Dur.

Widodo AS Kemudian Bilang,.
“Kami Sependapat Dengan Bang Yusril, Memang Ndak Bener Tuch Presiden”
Saya Jawab..
“Lho Tapi Kenapa Tadi Tidak Ngomong ?”
Jawabnya..
“Kami Ini Prajurit,
Mana Mungkin Kami Ini Melawan Presiden Selaku Panglima Tertinggi..”
Naaaaah Itu Dia…

Ada Cerita Lagi…
Kemarin Itu..
Saya Ceramah..
Pada Pertemuan Alumni Gontor Di Banten..
Di Sebelah Saya Duduk Pak Gatot Nurmantyo,
Saat Itu Belum Pensiun,
Masih Jenderal Aktif,
Walaupun Bukan Lagi Panglima TNI
(Dipecat Oleh Jokowi)

Saya Bilang..
Se Goblok-2nya Presiden..
Dia Tetep Presiden..

Jokowi Manggil Panglima TNI,
Lalu Bilang
“Hari Ini, Saudara Saya Pecat”
Langsung Berhenti Tuch Gatot,
Ndak Lagi Jadi Panglima TNI.
Gatot Ndak Bisa Ngelawan..

Gatot Yang Mendengar Ucapan Saya..
Cuma Bisa Manggut-2 Sambil Senyum-2…
Tak Bisa Membantah..

Jangan Kita Menilai Seseorang Dari Tampangnya..
Karena Tampangnya Wong Ndeso..
Lalu Dipilih Jadi Presiden..
Padahal..
Tak Ada Hubungannya Antara Wajah,
Terhadap Kebijakan-2 Yang Dilakukan.

Lha Buktinya Yang Sekarang Ini ?
Jokowi Bilang..
“Masa’ Wajah Ndeso Gini Dibilang Diktator..?”
Lhaaa..
Padahal Ndak Ada Urusannya..
Tampang Ndeso Ndak Ndeso, Tetep Aja Bisa Jadi Diktator..
Bisa Aja Tampang Ndeso Tapi Pro Asing.
Tidak Pro Pada Rakyatnya Sendiri…

Kembali Saya Ingatkan..
Jangan Lupakan Masalah Politik.
Pilkada Sudah Dekat..
Jangan Umat Muslim Diem-2 Saja..

HTI Pernah Bilang..
“Kalau HTI Dibubarkan..
100 Pengacara Akan Membela HTI”

Ketika Saya Datang Ke Pengadilan.
Sebagai Pengacara HTI
Saya Tanya Pada Ismail Yuswanto
(Juru Bicara HTI)..
“Mana Lagi 99 Pengacara Yang Akan Bela Anda ?
Kok Cuma Awak Seorang Yang Membela ?
Mana Yang 99 Pengacara Lagi ?
Kok Pada Takut Menjauh ?”

Ya Sudah..
Akhirnya Saya Berjibaku Sendiri Membela HTI..

Jadi…
Cukuplah HTI Yang Mengalami Nasib Buruk..
Karena Tidak Mau Ikut Berpolitik
Akhirnya Jadi Korban Politik..

Umat Islam Harus Berpolitik
Dengan Memilih Pemimpin-2 Islam.
Ikutlah Pemilu,
Dengan Memilih Partai-2 Islam.
Yang Memperjuangkan Islam.

Mulai Sekarang..
Umat Islam Jangan Pasif,
Harus Aktif Dalam Politik.
Agar…
Jangan Sampai Pada Pilpres 2019,
Terpilih (Kembali) Pemimpin Yang Seperti Sekarang Ini
Yang Hanya..
Bikin Susah Kita Semuanya..

– Klik Link Video Selengkapnya

Sumber : Eramuslim 

6 Hewan yang Bisa Bertingkah Kayak Manusia. Bukan Cuma Gorila yang Berjalan Tegap Doang

6 Hewan yang Bisa Bertingkah Kayak Manusia. Bukan Cuma Gorila yang Berjalan Tegap Doang

Kok bisa sih?


10Berita, Gemas dan terheran-heran. Begitulah reaksi kita bila melihat hewan bertingkah layaknya seorang manusia, berjalan misalnya. Baru-baru ini sedang viral video seekor gorila berjalan tegak seperti manusia di kebun binatang Philadelphia, AS. Tingkahnya yang sempat diabadikan oleh petugas kebun binatang setempat, langsung diperbincangkan warganet sedunia. Secara ilmiah, fenomena tersebut disebabkan oleh antropomoffisme yaitu ketika makhluk yang bukan manusia berperilaku seperti manusia.

Advertisement

Kabar menariknya, ternyata bukan hanya gorila saja lho yang memiliki sifat antropomorfisme. Ada 6 binatang lain yang bisa bertingkah seperti manusia. Apa aja, sih? Tenang, Hipwee News & Feature sudah merangkumnya buat kamu berikut ini.

1. Bukan cuma manusia yang punya sifat pendendam, burung gagak ternyata juga punya sifat tersebut lho

Burung gagak sifatnya pendendam via pijar.net

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh John Marzluff, Profesor di University of Washington, mengatakan bahwa burung gagak selain cerdas juga mampu mengingat manusia yang berbahaya bagi keselamatannya.

Penelitian sederhananya dengan cara 7 hingga 15 ekor gagak di 5 kawasan berbeda di Seattle, dilepas di antara orang-orang yang mengenakan topeng lalu orang tersebut melakukan penyerangan terhadap burung gagak tadi. Dua minggu berselang, gagak-gagak tersebut marah dengan orang yang memakai topeng tersebut dan bersikap normal kepada orang yang tak memakai topeng tersebut.

2. Yang ini cukup menarik, lho. Bila sapi dipisahkan dari gerombolannya dapat menyebabkan stres. Merasa kehilangan gitu

Sapi juga bisa stres via www.agrowindo.com

Jika kita kehilangan teman pasti merasa sedih, kan? Galau tak berkesudahan bahkan bisa kepikiran atau stres. Ternyata perasaan ini juga dirasakan sapi bila ia dipisahkan dari gerombolannya.

Dari penelitian seorang ilmuwan, Krista Mclennan, University North Hampton, Inggirs, menjelaskan bahwa sapi bisa stres seperti manusia bila dipisahkan dari kelompoknya sesama sapi. Nah, hal ini bisa dideteksi dari denyut jantung dan kortisol (hormon penyebab stres) yang diproduksi kelenjar adrenalin sapi ketika jauh dari gerombolan sapi lain. Ada-ada aja, ya. He he he.

3. Rasa empati tinggi yang selama ini dikenal hanya dimiliki manusia, juga dapat ditemukan di kawanan gajah

Gajah akan sedih bila temannya mati via bobo.grid.id

Dilansir dari Business Lounge Journal, gajah bisa sedih karena merasa kehilangan seperti ketika salah satu kawanannya meninggal. Bukan hanya itu guys, teman satu kelompoknya biasanya akan mengubur gajah yang mati dengan tumpukan dedaunan maupun rumput. Yang lebih mencengangkan lagi, gajah-gajah tersebut akan mendatangi kuburan temannya yang mati selama bertahun-tahun meski sudah berubah menjadi tulang-belulang. Empati banget, ya.

4. Seperti manusia yang doyan ngobrol dan kumpul-kumpul, lumba-lumba ternyata terbukti suka ngerumpi bareng kawanan segerombolannya

Lumba-lumba tukang ngerumpi via mentalfloss.com

Fakta tentang lumba-lumba bisa ngobrol dengan kawanannya, memang benar adanya guys. Berdasarkan penelitian seorang ilmuwan bernama Vyacheslav Ryabov, lumba-lumba dapat menghasilkan getaran, klik, atau, siulan. Lumba-lumba lain akan bisa menangkap dan merespon getaran tersebut. Sistem itulah yang menjadi alat komunikasi mereka.

Dengan kata lain nih guys, getaran tersebut merupakan fonem atau bahasa lisan lumba-lumba. Nah, makanya tak pelak jika lumba-lumba sedang bergerombol akan seperti ngobrol saling sahut-sahutan. Hmmm, lucu juga ya.

5. Kamu juga harus tahu nih, selain cemburu ternyata anjing juga bisa jatuh cinta lho guys

Rasa bersalah akan melanda seekor anjing bila tak menurut tuannya via www.petsmart.com

Advertisement

Puppy love, istilah ini dicetus oleh seorang antropologis, Elizabeth Marshall Thomas karena meyakini bahwa anjing bisa jatuh cinta. Fakta ini pun diperkuat oleh seorang profesor Paul Zak, dari Claremont Graduate University, California, yang menemukan bahwa otak anjing merilis oxytocin saat berinteraksi dengan manusia dan anjing lainnya. Oxytocinini mirip dengan oxytocin manusia saat memeluk atau mencium. Jadi, perasaan jatuh cinta yang dialami anjing bukan mitos ya guys.

6. Prinsip hidup berkelompok dan saling berdemokrasi selayaknya kehidupan manusia, ternyata juga dijunjung tinggi oleh kawanan banteng

Ada demokrasi di kelompok banteng via www.altinawildlife.com

Seorang peneliti asal perancis, Amandine Ramos menjabarkan bahwa banteng juga sangat demokratis dalam hidup berkelompok. Dalam penelitiannya selama tiga bulan, dengusan banteng disertai suara parau menandakan bahwa mereka dapat melakukan voting dalam beberpa hal, seperti menentukan mau makan apa sekarang dan di mana lokasinya.

Biasanya nih guys, ketika ingin memutuskan makan di padang rumput yang akan dituju, banteng yang banyak diikuti oleh banteng lain akan menjadi keputusan mufakat. Waw, cara yang sangat demokratis bukan?

Nah, itulah fakta tentang karakter dan sifat alami hewan alami yang mirip dengan manusia. Hewan juga punya insting, pikiran, serta hati. Kita sebagai manusia nggak boleh seenaknya mengganggu mereka apalagi sampai menyiksa.

Sumber : Hipwee

10 Cara Hidup Sederhana dan Bahagia Agar Hidup Lebih Baik

10 Cara Hidup Sederhana dan Bahagia Agar Hidup Lebih Baik


10Berita, Sejatinya, keinginan untuk memuaskan kehidupan dunia ini tidak ada habisnya. Jika ingin benda yang berharga, misalnya emas, awalnya sangat ingin. Rasanya setelah memiliki emas, maka keinginan dunia akan berhenti. N

amun setelah membeli emas, keinginan tersebut tidak pernah berhenti. Maka dari itu, perlu untuk hidup sederhana. Hidup yang damai, tidak begitu terpengaruh dengan godaan dunia. Cara hidup sederhana agar hidup lebih baik.

Hidup sederhana bukanlah kewajiban, tapi pilihan. Apakah Anda ingin hidup sederhana atau tidak. Karena bukan hanya kelebihan saja yang didapat dari hidup sederhana. Namun penuh banyak kekurangan dari hidup sederhana.

Salah satu kekurangan dari hidup sederhana, jauh dari yang namanya gengsi. Bagi sebagian orang, gengsi adalah nomor satu. Dengan gengsi, mereka mampu menaikkan status sosialnya.

Namun, gengsi tersebut tidak pernah habis. Ada saja yang membuat sesuatu gengsi itu layak diperjuangkan. Dan hidup sederhana menjauhi hal tersebut.

Cara Hidup Sederhana
Hidup sederhana tentunya membuat hidup lebih baik, karena jauh dari godaan dunia. Tanpa mempersingkat kata, berikut 10 cara hidup sederhana agar hidup lebih baik.

1. Menjadi diri sendiri apa adanya
Cara hidup sederhana yang pertama adalah menjadi diri sendiri apa adanya. Tidak ada yang namanya pura-pura. Menunjukkan segala apa yang dimiliki oleh diri sendiri. Topeng itu tidak berguna. Tidak ada topeng, tidak ada kepura-puraan, hidup seperti apa yang diinginkan oleh diri sendiri.

Memang menjadi diri sendiri itu tidak mudah. Apalagi lingkungan yang ditempati itu sangat berbeda dengan diri sendiri. Misal, lingkungan tersebut pencinta barang-barang mewah, sedangkan diri sendiri lebih suka dengan barang-barang murah.

Alhasil, sangat sulit untuk menjadi diri sendiri. Jika menunjukkan diri yang penyuka barang murah, kemungkinan akan dikucilkan. Maka mau tidak mau, dimulailah topeng.

Ada orang yang bilang, “Berteman dengan orang baik akan menjadi orang baik, berteman dengan orang buruk akan menjadi orang buruk,” dan sepertinya pepatah tersebut benar apa adanya.

Memilih teman yang sesuai dengan jati diri sendiri memang keharusan. Dengan demikian, menjadi diri sendiri tidak begitu sulit. Bebas menunjukkan jati diri tanpa khawatir akan pendapat teman sendiri.

Dan juga, sebenarnya manusia itu tidak suka dengan barang mewah. Biasanya manusia condong ke harga murah. Contohnya, betapa banyak manusia pencinta diskon besar-besaran. Namun, karena lingkungan dapat mengubah mereka menjadi pencinta barang mahal.

2. Bersyukur atas apa yang dimiliki
Cara hidup sederhana dengan bersyukur itu penting banget. Karena ada orang hidup sederhana karena keterpaksaan. Hal tersebut sangat tidak baik. Dan juga terlihat ciri-ciri orang hidup sederhana dan terlihat bahagia, adalah dengan bersyukur.

Salah satu pola hidup tidak sederhana adalah selalu melihat ke atas, bukan untuk memotivasi namun membuat dirinya menganggap kalau dia masih kurang, sehingga tidak menumbuhkan rasa syukur. Dan pada akhirnya, dia berusaha untuk menjadi orang yang terlihat di atas. Yang terjadi bukanlah hidup sederhana, namun kehidupan yang mewah namun dipaksakan.

Boleh melihat ke atas, namun hal tersebut untuk memotivasi, namun dilihat hanya sebentar saja. Lihatlah ke bawah agar menumbuhkan rasa syukur. Masih banyak orang yang berada di bawah.

Bersyukur atas apa yang dimiliki membuat kita tidak memaksakan kehendak, untuk memiliki apa yang belum dimiliki. Misal, Anda mempunyai smartphone.

Walaupun harganya hanyalah kelas low-end, di bawah satu jutaan. Namun, jika smartphone tersebut Anda syukuri dan fungsinya Anda maksimalkan, maka akan sulit tergoda untuk membeli smartphone high-end yang harganya bisa mencapai belasan juta.

Namun jika tidak bersyukur, tentu saja Anda tergoda untuk membeli smartphone high-end. Padahal fungsi smartphone yang Anda gunakan sama aja dengan smartphone low-end. Anda hanya membeli gengsi, bukan fungsi.

3. Prioritaskan kebutuhan daripada keinginan
Godaan dunia ini akan selalu ada dan tidak akan pernah habis. Tahun ini tergoda dengan smartphone dengan spesifikasi yang wah. Namun, hanya berselang satu tahun saja, smartphone yang sudah dibeli dengan spesifikasi wah justru terlihat biasa saja.

Tahun ini tergoda dengan emas berian, karena dengan benda tersebut, mengangkat derajat dan martabat. Namun, hanya selang beberapa bulan saja, benda-benda tersebut hanya sekadar batu biasa.

Karena dari itu, lebih baik prioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Karena keinginan manusia itu tidak pernah puas. Ada saja yang ingin dibeli dan dibeli.

Jika keinginan tersebut terus diikuti, maka tidak ada yang namanya kesenangan dunia. Yang ada justru manusia yang berperilaku seperti robot yang diperbudak oleh keinginan.

Ingat! Anda membeli fungsi bukan gengsi. Jika Anda butuh tempat duduk untuk rumah Anda, pilihlah dengan harga yang masuk akal dan tentu saja fungsi yang sesuai. Jangan tergiur akan keinginan lain yang akan mengangkat gengsi. Prioritaskan kebutuhan, agar hidup lebih baik.

4. Pendapatan harus lebih besar daripada pengeluaran
Dengan pendapatan lebih besar daripada pengeluaran bisa dikategorikan cara hidup sederhana tapi kaya. Biarkan, benda-benda pengisi gengsi itu sedikit.

Bahkan terlihat Anda seperti manusia yang sama dengan lainnya. Tidak ada benda gengsi yang melekat. Namun, pendapatan Anda berkali-kali lipat. Hal tersebut justru menambah derajat dan martabat Anda.

Hidup sederhana dengan menekankan pengeluaran. Karena sejatinya, pengeluaran yang tidak perlu sangat dihindari. Keinginan manusia tidak ada batasnya. Bakal terus bermunculan keinginan yang akan menghabiskan pendapatan.

Ada gitu orang, harus memenuhi gengsinya akan dunia. Sehingga pendapatannya lebih kecil daripada pengeluaran. Apa yang diperbuat untuk menutupi hal tersebut.

Maka dari berutang ke mana-mana. Dia selalu dicari para penagih hutang. Gengsi memang didapat, banyak orang yang iri dengannya, namun hidup dia tidak tenang karena hutang yang sangat banyak.

Dan juga, orang yang pengeluarannya lebih banyak daripada pendapatan, jika sesuatu terjadi hal yang tiba-tiba. Misalnya dia sakit, dan dia tidak mempunyai tabungan yang cukup karena pendapatannya sudah habis. Maka akan berdampak buruk kepada dirinya yang tidak mempersiapkan dana lain-lain.

5. Membelanjakan uang secukupnya
Berbelanja memang kegiatan yang cukup mengasyikkan. Berbelanja juga mampu menurunkan tingkat stress seseorang. Apalagi ditambah dengan angka diskon yang cukup menggoda. Godaan akan berbelanja akan sangat besar.

Namun, cara hidup sederhana agar hidup lebih baik sebaiknya membelanjakan uang secukupnya. Belanjakanlah apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan. Perioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Jangan sampai pengeluaran Anda lebih besar daripada pendapatan.

Dengan membelanjakan uang secukupnya, maka Anda berkesempatan besar untuk menabung uang Anda. hal tersebut justru berguna ketimbang membelanjakan uang tersebut. Karena dengan menabung uang Anda, Anda mempersiapkan masa depan Anda.

6. Menghindari membelanjakan barang mewah
Barang mewah memang menggoda. Melihat barang dengan brand terbaik, tentu saja dengan harganya yang sangat tinggi, membuat mata ini ingin membeli barang tersebut.

Padahal, belum tentu barang itu merupakan kebutuhan, namun keinginan untuk memuaskan gengsi. Setelah membeli barang tersebut, selanjutnya apa? Memakai barang tersebut dan memamerkannya kepada orang-orang?

Membuat mereka iri? Namun, tidak bulan setelah Anda membeli barang tersebut, dengan Anda memamerkannya kepada orang-orang, apakah orang tersebut akan iri? Tidak, mereka justru melihat barang mewah tersebut sama dengan barang yang biasa dibeli di toko.

Sebaiknya hindari membeli barang mewah, karena tidak ada gunanya untuk membeli barang tersebut. Ada sih gunanya, tapi sangat sedikit. Hanya sebatas untuk gengsi semata. Untuk kebutuhan, belum tentu barang tersebut merupakan kebutuhan.

Barang-barang mewah memang menyilaukan. Karena kegunaan dari barang mewah tersebut untuk memuaskan keinginan manusia yang tidak ada habisnya. Bukan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

7. Memiliki tabungan dan investasi
Cara hidup sederhana itu dengan menekan pengeluaran. Membelanjakan barang seperlunya. Mempersiapkan tabungan dan investasi. Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan masa depan.

Masa depan tidak ada yang tahu. Kita hanya terlalu fokus apa yang dilakukan pada saat ini. Namun, masa depan justru harus dipersiapkan. Karena masa depan tidak ada yang tahu, maka kita mempersiapkan masa depan tersebut. Karena belum tentu, masa depan merupakan hal yang baik.

Dengan adanya tabungan dan investasi, berarti telah mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Jika sesuatu hal buruk tersebut, tidak begitu khawatir. Dan jika hal baik terjadi, tentu saja masa depan menjadi lebih baik.

Tabungan dan investasi fokus kepada masa depan. Masa kini untuk fokus ada yang didapat, dan menabung dan investasi fokus untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik dari segi finansial.

8. Disiplin dalam menabung
Ini juga sangat penting. Tidak penting menabung dalam jumlah yang sangat banyak. Disiplin saja dalam menabung. Misal bulan ini satu juta, bulan depan satu juta, dan tiga bulannya lagi satu juta. Maka secara tidak sadar, uang tabungan telah banyak.

Banyak orang yang berusaha menabung, namun mereka tidak disiplin dalam menabung. Mereka hanya rajin menabung di awal, namun di akhir, mereka malas. Hal tersebut karena mereka telah tergoda akan keinginan duniawi yang bagaikan emas namun sejatinya itu bukan emas.

Disiplin menabung memang membutuhkan usaha keras. Namun hal tersebut justru akan membantu Anda di masa depan. Memang sih, yang namanya disiplin itu susah banget.

Disiplin saja di waktu sekolah itu susah banget. Ada saja tantangan untuk disiplin. Karena disiplin adalah sesuatu yang baik. Tentu ada tantangan tersendiri, karena sesuatu yang baik akan menghasilkan hal yang baik, bagi mereka yang telah berhasil melewati setiap tantangan.

9. Jangan sepele melihat uang receh
Salah satu ciri-ciri orang hidup sederhana dengan tidak begitu menyepelekan uang receh. Hal tersebut karena mereka tahu, uang receh tersebut sangat berharga.

Namun, bagi orang yang hidupnya tidak sederhana, tentu saja melihat uang receh itu sepele, karena jumlahnya yang tidak banyak. Padahal, jika uang receh itu ditabung, lama-kelamaan jumlahnya sangat banyak.

Cara hidup sederhana dan hemat dengan tidak membuang uang receh. Terus menabung uang tersebut. Tanpa sadar, uang itu akan menjadi sangat berharga. Jumlahnya yang sangat banyak mampu membeli barang-barang mewah.

Jika ada uang receh, jangan dibuang, tabung. Jika ada toko yang tidak menerima uang receh dalam transaksinya, tidak apa-apa. Bank selalu menerima uang receh. Bahkan, mereka tidak keberatan menerima uang receh tersebut untuk ditabung.

10. Rendah hati dan rajin memberi ke orang yang membutuhkan
Selalu rendah hati, tidak sombong. Karena tidak ada yang disombongkan dalam hidup ini. Apa sih yang patut disombongkan? Tidak ada. Barang mewah? Lama kelamaan barang tersebut hanya barang biasa saja. Harta yang melimpah? Lama kelamaan harta tersebut bakal habis juga.

Dan juga, rajin memberi ke orang yang membutuhkan. Karena sebagian harta Anda, ada hak orang yang membutuhkan. Berilah sedikit pertolongan bagi mereka. Tidak ada salahnya. Harta tersebut tidak akan habis.

Dengan demikian, hidup menjadi lebih baik. Tenang dalam urusan dunia, dan tenang dalam urusan hati. Apalagi dalam urusan hati ini. Kebahagiaan yang dirasakan hati tidak terbeli oleh apapun di dunia ini. Banyak orang yang memiliki harta yang banyak, namun hati mereka sengsara.

Hidup lebih baik jika hidup sederhana, rendah hati, dan rajin memberi sebagian harta ke orang yang membutuhkan. Karena hal tersebut, akan membuat kita menjadi orang yang banyak harta sehingga tidak memiliki kekhawatiran mengenai dunia. Dan juga orang yang memiliki hati yang tenang.

Penutup
Cara hidup sederhana memang tidak mudah. Karena banyak sekali godaan agar hidup untuk memenuhi keinginan. Hidup sederhana itu adalah sesuatu yang baik.

Dan sesuatu yang baik itu selalu ada tantangan. Namun, bagi orang yang berhasil melewati setiap tantangan, maka hadiah dari sesuatu yang baik tersebut sangat nikmat.

Sumber: inspiratif.net

INI BARU PEMIMPIN! Prabowo Subianto: Saya Tidak Benci Orang Asing, Tapi Saya Tidak Mau Jadi Pion Mereka

INI BARU PEMIMPIN! Prabowo Subianto: Saya Tidak Benci Orang Asing, Tapi Saya Tidak Mau Jadi Pion Mereka


10Berita, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menyebut hanya Indonesia yang mengizinkan pekerja asing masuk

"Tidak ada seperti negara Indonesia yang mengizinkan pekerja asing masuk. Sekali diizinkan, orang asing masuk semua. Rakyat kita makan apa, rakyat kita kerja apa," ujar Probowo dihadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Gerindra Karawang dan Purwakarta dalam acara "Prabowo Menyapa Jawa Barat" di Istana Kana, Cikampek, Karawang, Sabtu 31 Maret 2018.

Kedatangan pekerja asing tersebut, katanya, tidak perlu direspon secara negatif. Ia mengaku tidak membenci apalagi anti orang asing. Dia mengajak peserta acara tersebut belajar dari orang asing.

"Jangan membenci, kita ingin menjadi mitra, kita ingin belajar dengan orang asing. Saya tidak anti-asing. Saya tidak bisa jadi pion anda (orang asing). Jadi budak-budak bangsa asing saya tidak mau," katanya.

Apalagi, sebagai tentara Prabowo mengaku sudah disumpah untuk menjaga kedaulatan NKRI.

"Meskipun sudah pensiun sebagai pejuang, sumpah saya belum saya lupakan," katanya.

Prabowo juga melakukan lawatan ke sejumlah wilayah di Jawa Barat untuk memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu atau yang dikenal dengan jargon Asyik.

Sumber :Portal Islam 

Politikus PDIP Sebut Kemenag Bangsat, MUI: Sikap Arteria Dahlan Bentuk Arogansi Kekuasaan

Politikus PDIP Sebut Kemenag Bangsat, MUI: Sikap Arteria Dahlan Bentuk Arogansi Kekuasaan

10Berita, JAKARTA—Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi menyayangkan pernyataan anggota DPR RI Fraksi PDIP asal Daerah Pilihan 6 Jawa Timur (Kediri, Tulungagung dan Blitar) Arteria Dahlan. Saat melakukan Rapat Komisi III DPR RI bersama Jaksa Agung, pada Rabu, (28/03/2018) lalu, Arteria menyebut Kementerian Agama dengan kata ‘bangsat’.

“Perilaku tersebut merupakan bentuk arogansi kekuasaan dan sikap jumawa. Seharusnya pejabat negara itu harus menjadi teladan dan panutan bukan sebaliknya berperilaku seperti preman,” katanya kepada Islampos.com di Jakarta, Ahad (1/4/2018).

Zainut menjelaskan, pada diri anggota DPR melekat tanggung jawab bukan saja kepada rakyat yang diwakilinya tetapi juga kepada Tuhan.

“MUI yakin DPR memiliki mekanisme kontrol dan evaluasi terhadap perilaku anggotanya karena ada tata tertib, kode etik yang harus dipatuhi oleh setiap anggota DPR RI,” pungkasnya.

Ia menegaskan, jika ada unsur pelanggaran etika yang dilakukan oleh anggotanya, maka MKD harus memberikan sangsi yang tegas demi menjaga marwah dan kehormatan lembaga DPR RI, baik melalui pengaduan maupun tanpa adanya pengaduan dari masyarakat. []

Reporter: Rhio

Sumber : Islampos.

Hadir Pada Perayaan Paskah, Anies: Monas Milik Semua

Hadir Pada Perayaan Paskah, Anies: Monas Milik Semua

10Berita Hadir pada perayaan Paskah, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menyampaikan bahwa lapangan Monumen Nasional (Monas) yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI sejatinya merupakan fasilitas publik yang dimiliki dan digunakan semua kalangan.

Dilansir oleh Viva, pernyataan tersebut merupakan alasan dari Anies yang memperbolehkan Monas digunakan untuk berbagai acara, termasuk perayaan Paskah bersama yang diselenggarakan Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang ia hadiri sendiri hari ini, Minggu, 1 April 2018.

“Monumen Nasional adalah monumen kebangsaan milik semuanya,” ujar Anies di Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 1 April 2018.

Anies memaparkan bahwa di masa kemerdekaan, lapangan IKADA yang merupakan cikal bakal Monas merupakan tempat di mana para pejuang berkumpul untuk merayakan kemerdekaan yang didapat dari tangan penjajah. Oleh karena itu merupakan suatu hal yang wajar jika di saat ini, lapangan Monas dibuka untuk semua kalangan guna menyelenggarakan acara-acara mereka.

“Lapangan ini adalah lapangan yang digunakan untuk pertama kali rakyat Indonesia berkumpul sesudah kemerdekaan,” ujar Anies.

Menurut Anies apa yang dilakukannya juga merupakan realisasi dari semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’. Rakyat yang berasal dari beragam kalangan dan latar belakang memiliki hak yang sama untuk berada di Monas. Anies menegaskan bahwa keberagaman adalah kenyataan, keberagaman adalah fakta, sesuatu yang sudah dibawa sejak manusia lahir. Jadi pesan utamanya adalah persatuan, karena persatuan inilah yang menjadikan Indonesia.

Sumber : Ngelmu.co

Agar Tidak Hancur, Indonesia Butuh Pemimpin Sekaliber Putin

Agar Tidak Hancur, Indonesia Butuh Pemimpin Sekaliber Putin


10Berita – Cuitan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di akun Twitter yang menyatakan, jika Indonesia ingin bangkit maka perlu pemimpin seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, dinilai sangat tepat.

Presidium Persatuan Pergerakan Andrianto menilai Putin merupakan sosok yang sangat tepat untuk dijadikan sebagai model pemimpin ideal.

“Putin memberikan contoh dengan visi dan kinerja yang utamakan kepentingan nasional. Sehingga rakyat dapatkan rasa percaya diri dalam konteks persaingan dengan bangsa-bangsa lain utamanya melawan keganasan sistem pasar bebas,” kata Andrianto saat berbincang dengan redaksi, Sabtu (31/3).

Namun, lanjut Andrianto, sosok yang mengambil langkah berani seperti Putin seakan tidak ditemui dalam kepemimpinan nasional saat ini.

“Yang dirasakan tidak ada hari ini, negara berjalan tanpa arah. Blue print-nya apa, tidak jelas,” demikian Andrianto.

Cuitan Fadli Zon yang juga waketum Partai Gerindra menuai kontroversi. Dia seakan membanding-bandingkan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Klu ingin bangkit n jaya, RI butuh pemimpin spt Vladimir Putin: berani, visioner, cerdas, berwibawa, nggak byk ngutang, nggak planga plongo,” cuit Fadli di akun @fadlizon, Jumat (30/3).[]

Sumber, :rakyatmerdeka

Pemerintah Ancang-ancang Impor Gula 1,1 Juta Ton

Pemerintah Ancang-ancang Impor Gula 1,1 Juta Ton


10Berita, Pemerintah memproyeksi stok gula saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tahun ini. Oleh karena itu, Kabinet Kerja berencana impor si manis sebanyak 1,1 juta ton.

Deputi Bidang Pangan dan Pertanian Kementerian Koor­dinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud mengungkapkan, pemerintah beren­cana impor gula karena stok di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Impor akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan Mei tahun depan,” kata Mushalifah kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Dia menerangkan, produksi gula tahun ini diperkirakan hanya bisa mencapai 2,2 juta ton. Sementara, konsumsi gula domestik sepanjang 2018 diperkirakan mencapai 2,9 juta ton. Dan kebutuhan pada Januari-Mei 2019 sebesar 1,1 juta ton.

Menurutnya, impor menjadi pertimbangan sebab stok gula di Perum Bulog hanya sekitar 200 ribu ton. Dan, stok gula di petani tingga 600 ribu ton.

“Kesepakatannya pada saat Rapat Koodinasi Terbatas (Ra­kortas), ada kebutuhan kon­sumen sekitar 1,1 juta ton,” terangnya.

Musdhalifah menuturkan, terkait penugasan, mekanisme impor, waktu dan penetapan importir nanti akan diserahkan kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) tentunya dengan memperhatikan Pera­turan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.

Meskipun merestui impor, Musdhalifah meminta, Ke­mendag lebih dahulu menguta­makan pasokan gula dari petani lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Impor boleh saja, tapi per­syaratannya, kita harus yakin gula Bulog dan gula petani terjual semua,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Gula Indonesia (APGI) Piko Njoto Setiadi mengamini stok gula menipis. Menurutnya, untuk saat ini saja, pemenuhan kebutuhan gula dipasok dari sisa stok dan produksi tahun tahun lalu yang berakhir pada November dan Desember.

“Panen kan sudah berakhir sehingga sudah tidak ada produksi lagi,” katanya.

Piko menjelaskan, kebutuhan rata-rata untuk konsumsi na­sional saat ini sebesar 200 ribu hingga 225 ribu ton per bu­lan. Jumlah itu biasanya akan melonjak hingga 20 persen menjelang Lebaran karena kebutuhan gula untuk bahan baku makanan hari raya lebih tinggi.

Dia menuturkan, impor diper­lukan karena panen tebu baru akan terjadi pada Mei. Untuk itu, perlu upaya pemerintah dan para pelaku usaha dalam menstabilkan harga terlebih selama masa Lebaran.

Ketua Umum Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen meminta, impor gula dilakukan melalui Bulog agar distribusinya bisa terkontrol. Menurutnya, meskipun stok menipis, keberadaan gula impor tetap akan mempengaruhi harga pembelian gula petani oleh pedagang. Harga gula di level petani akan terdorong ke bawah.

“Tidak ada larangan impor tapi harus diperhatikan dampak ke petani,” katanya.

Sekadar informasi, gula meru­pakan salah satu komoditas yang harganya diatur pemerintah. Kemendag menetapkan harga eceran tertinggi (HET) gula Rp 12.500 per kilogram (kg). Aturan tersebut selama ini berjalan cu­kup efektif.

Namun demikian, harga terse­but bukan jaminan akan tetap dipatuhi produsen jika stok di lapangan menipis. Hal itu terjadi pada komoditas be­ras. HET beras belakangan ini nggak jalan karena produksinya menurun. 

Sumber :rakyat merdeka

Dilema Indonesia di Tahun 2030

Dilema Indonesia di Tahun 2030

10Berita, Iklim perpolitikan Indonesia menjelang Pilkada serempak dan Pemilu raya sedang panas-panasnya. Bukan hanya karena kehadiran caleg-caleg yang mulai cari-cari perhatian warga di dunia nyata, juga karena ada satu pembicaraan yang tidak berhenti arusnya selama seminggu terakhir ini, yaitu tentang pidato Ketua Umum sebuah partai oposisi yang berusaha menggambarkan kondisi negeri kita pada tahun 2030 yang akan datang. Tidak tanggung-tanggung, kata ‘bubar’ menjadi viral hingga memantik berbagai komentar dari berbagai tokoh diseluruh penjuru negeri. Pro dan kontra pun berkembang. Ada yang menganggap lucu karna referensi yang dicatut hanya sebuah novel fiksi luar negeri, ada juga yang membenarkan kemungkinan tersebut dengan melihat fakta yang juga sempat dipaparkan dalam pidato tersebut.

Indonesia sebagai negara berkembang yang besar dengan segala potensinya, tidak dapat dipungkiri bahwa kita memiliki kesempatan untuk berdaya sebagaimana negara-negara maju saat ini. Usahanya saja yang mungkin perlu lebih ekstra, karna secara politik kita belum punya bargaining position layaknya negara tetangga. Baik secara geografis maupun demografis kita unggul dibanding negara ASEAN lainnya. Namun dari segi lainnya, Indonesia kesulitan menunjukkan taringnya. Sekedar untuk menolak impor saja Presiden kita masih sering berkilah, janji-janji kampanyenya 4 tahun lalu dibiarkan hilangditelan waktu, seakan-akan program kerja yang ia rancang dengan timnya dulu tak bisa berlaku, meski kekuasaan dalam genggamannya, meski kebijakan dapat disahkan berkat tandatangannya.

Lebih dari itu, ketimpangan yang terpampang secara nyata ini sangat mungkin untuk dijadikan penguat bagi pendapat akan bubarnya negara dalam waktu dekat. Kita rasakan sendiri bagaimana distribusi kekayaan hanya berputar dalam pusaran para kapital (pemilik modal) saja, kesenjangan semakin tinggi, harga bahan pokok meningkat tidak sejalan dengan pendapatan, aset negara diobral besar-besaran, hingga tenaga kerja asing semakin melenggang mudah dipasaran. Belum lagi masalah pergaulan yang makin kebablasan, pendidikan yang tak jelas arahan, keamanan warga yang tak ada jaminan, kesehatan yang semakin jauh dari jangkauan, juga keutuhan keluarga yang menjadi angan, hingga pada tataran individu generasi yang lelah mengarungi kehidupan. Entah mereka berakhir dalam kubangan lumpur peradaban atau mati dengan kesia-siaan.

Ketika mata sudah terbuka lebar, suka atau tidak suka, kondisi inilah yang sedang berjalan. Atas nama kebebasan, segala kebijakan menjadi halal seakan-akan. Kita harus sadar sejauh mana leher kedaulatan negara ini diberikan lewat konsesi hutang. Empat ribu dua ratus triliunan Rupiah bukanlah barang sedikit. Saking banyaknya, ada seorang profesor peneliti Badan Indo Geospasial yang menghitungkan luasan dimensi horizontal hutang sebanyak itu dengan mengkonversinya ke pecahan uang 1000 rupiah. Dengan ukuran uang 151 mm x 65 mm per lembar, uang ribuan triliun tersebut akan mampu mencapai 2 kali luas Pulau Jawa. Besaran hutang sefantastis itu bagaimana melunasinya?

Pepatah dalam bahasa Inggris mengatakan “there is no free lunch”, tidak ada makan siang gratis. Semua pemberian hutang itu tidak diberikan secara percuma. Bercokolnya sistem ekonomi kapitalis, meniscayakan setiap orang untuk berbuat atas dasar keuntungan semata. Apalagi dalam urusan negara. Tidak hanya wajib membayar bunga yang tidak sedikit, pemerintah Indonesia wajib menswastanisasi berbagai sektor yang disyaratkan oleh si pemberi hutang. Banyak juga dari kalangan pengamat yang melihat gelagat pemesanan undang-undang oleh para elit berduit. Indikasinya banyak, salah satunya adalah betapa mulus dan licinnya jalan mereka untuk menggemukkan bisnisnya. Juga terlihat dari banyaknya pemilik kursi terlibat kasus korupsi. Maka benar jika kondisi saat ini lebih tepat disebut korporatokrasi, dimana petinggi pemerintah dipimpin secara sistem afiliasi korporasi (perusahaan-perusahaan besar).

Parahnya lagi, hutang telah dipandang oleh negeri ini sebagai alat fiskal untuk menggerakkan roda perekonomian dansaat negara butuh dana untuk membangun pun, berhutang menjadi satu-satunya solusi instan yang diambil. Sistem keuangan seperti ini jelas tak akan kokoh. Selamanya kita akan didikte karna hutang kita yang semakin hari semakin mencekik. Gambaran Indonesia bubar menjadi semakin mudah dipahami, yang pasti adalah Indonesia ini bisa bubar kedaulatannya.

Berbeda dengan pengelolaan sistem keuangan dalam Islam. Dalam tatanan negara Islam (Khilafah), disyariatkan pos fai, kharaj, jizyah, pengelolaan aset kepemilikan umum (barang tambang, hasil hutan dan laut, dan lain-lain), zakat mal (zakat ternak, pertanian, perniagaan, emas dan perak) menjadi sumber penghasilan negarayang produktif dan selalu mengalir karna tidak terjerat hutang ribawi. Sistem pemungutan pajak dalam berbagai sektor akan ditidakan sehingga tidak akan membebani rakyat secara umum. Penerapannya pun sudah menorehkan tinta emas sejarah peradaban manusia, yakni di masa Khalifah Harun Al-Rasyid yang jumlah surplus pendapatan negaranya setara total penerimaan APBN Indonesia. Belum lagi pembangunan infrastruktur pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khatthab yang bebas hutang sepeser pun dari negara luar. Pembangunan kanal dari Fustat ke Laut Merah, pembangunan kota dagang Basrah (jalur dagang ke Romawi), pembangunan kota Kuffah (jalur dagang ke Persia) berhasil melancarkan aliran dana untuk memfasilitasi aktivitas negara dan rakyatnya.

Sistem keuangan inilah yang dibutuhkan Indonesia, bahkan negara lainnya untuk menghilangkan kebimbangan mengarungi masa depan. Revolusi sistem politik dan ekonomi kearah Islam secara Kaaffah akan menjadi acuan dalam menyetir dan menentukan nasib negara ke depannya. Jika konsep ini yang semakin digaungkan, wacana Indonesia bubar 12 tahun mendatang bisa dicegah, bahkan digantikan dengan keteraturan yang akan mendatangkan rahmat dan menjadikan negeri ini sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. WaLlaahu a’lam bi ash-Shawwab. 

Penulis, Salma Banin

Sumber : panjimas

Mayit Tahu Siapa Saja yang Memandikannya?

Mayit Tahu Siapa Saja yang Memandikannya?

10Berita, Kalau seorang yang meninggal apakah ia tahu siapa saja yang memandikan?

Ada keterangan yang menyebutkan bahwa perlakukan mayit seperti memperlakukan orang hidup.

Dari Jabir ra berkata, “Aku keluar bersama Rasulullah SAW mengantar jenazah, beliau duduk di pinggir kuburan dan kami pun juga demikian. Lalu seorang penggali kubur mengeluarkan tulang (betis atau anggota) dan mematahkannya (menghancurkannya). Maka nabi SAW bersabda, “Jangan kamu patahkan tulang itu. Kamu patahkan meski sudah meninggal sama saja dengan kamu patahkan sewaktu masih hidup. Benamkanlah di samping kuburan. (HR Malik, Ibnu Majah, Abu Daud dengan isnad yang shahih)

Artinya orang hidup memiliki rasa malu, mayit pun memiliki rasa malu. Makanya walau pun ia mayit, saat mandi harus ditutup auratnya.

Mayit tidak dapat merespons tapi kita yakin dia punya rasa malu.

Para sahabat mengatakan ketika akan memandikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

لَا نَدْرِي أَنُجَرِّدُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ثِيَابه كَمَا تجرد مَوْتَانَا

“Kami tidak tahu, apakah kami melepas pakaian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sebagaimana kami melepas pakaian orang yang meninggal dunia di antara kami ataukah tidak.” (H.R.Ahmad:6/267 dan Abu Dawud:3141).

Hadits ini menunjukkan bahwa kebiasaan yang berlaku di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ketika akan memandikan jenazah melepas pakaian yang melekat pada jasadnya

Lalu kenapa kalau meninggal kita tidak boleh mengomongkan keburukannya? Meski ia semasa hidup memiliki keburukan tapi tetap kita tetap tidak boleh membicarakan keburukan si mayit.

Ini sebuah isyarat bahwa yang meninggal ikut merasakan apa yang diperlakukan manusia kepadanya. Ekspresi cinta terakhir seorang anak kepada orangtuanya adalah memandikan jenazah orangtuanya. Sangat aneh jika orangtua memiliki empat anak, semuanya sarjana akan tetapi ketika ortu meninggal yang memandikan malah orang lain. Semasa kecil atau bayi padahal orangtua sering memandikan kita. Ini tentu sangat memprihatinkan. Lebih afdhal orangtua yang meninggal dimandikan anaknya.

Sebab itu, mayit itu kata Ustadz Aam Amiruddin tahu oleh siapa dia dimandikan. Kita harus beriktikad bisa memandikan jenazah, paling tidak jenazah orangtua.

Wallahua’lam. [@paramuda/]

Sumber : bersamaDakwah