OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 02 April 2018

Pakar Hukum: DPR Harus Ingatkan Pemerintah Soal Tempat Penahanan Ahok

Pakar Hukum: DPR Harus Ingatkan Pemerintah Soal Tempat Penahanan Ahok


10Berita -Pakar Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf, menuturkan DPR perlu mengingatkan Pemerintah soal penahanan terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, seharusnya ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), bukan rumah tahanan (Rutan).

“Hemat saya, seharusnya DPR RI mengingatkan Presiden untuk tidak melanggar Undang-Undang tentang Pemasyarakatan, bahwa seorang narapidana itu harus berada di Lapas, bukan tempat lain. Kalau ada apa-apa, misalnya kabur, atau diserang orang, siapa yang bertanggungjawab saat di Rutan,” kata dia, Ahad (1/4).

Menurut Asep, penempatan Ahok di Lapas kini menjadi urusan Pemerintah karena perkara di peradilan sudah selesai, terutama setelah Peninjauan Kembali (PK) Ahok ditolak Mahkamah Agung. Kejaksaan bertanggungjawab mengeksekusi putusan pengadilan dengan menempatkan terpidana di Lapas.

Sedangkan Kementerian Hukum dan HAM bertanggungjawab menentukan Lapas mana yang akan menampung terpidana itu. “Tapi tindakan konkretnya kan dari Presiden. Presiden tidak boleh melindungi yang bersangkutan dengan menempatkannya di Rutan,” tuturnya.

Pemerintah, lanjut Asep, seharusnya mentaati aturan penempatan narapidana sebagaimana diatur di dalam Undang-undang 12/1995 tentang Pemasyarakatan. Bila tetap menempatkan Ahok di Rutan Mako Brimob, berarti Pemerintah telah melanggar Undang-undang tersebut.

Pasal 1 angka 3 UU 12/1995, menyebutkan Lapas adalah tempat membina narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Sedangkan Rutan, seperti dalam pasal 1 angka 2 Peraturan Pemerintah 27/1983 tentang Pelaksanaan KUHP, adalah tempat tersangka atau terdakwa ditahan selama proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan. []

Sumber : Republika.co.id

Impor Pangan dan Jebakan Presidential Threshold

Impor Pangan dan Jebakan Presidential Threshold


Oleh: Edy Mulyadi*

10Berita, Koran Independent Observer beberapa waktu lalu menurunkan tulisan di halaman depan berjudul Corn and salt imports; Playing Politics with Indonesia’s Food Security. Laporan satu halaman penuh itu diberi ilustrasi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito yang tengah duduk bersila. Di gambar itu, Enggar punya delapan tangan.

Dua tangan bagian paling bawah masuk ke saku kanan-kiri jas. Enam tangan lain dibuat tersusun rapi dari bawah ke atas. Masing-masing tangan ada berbagai komoditas pangan; beras, gula, daging, kedelai, garam, dan jagung.

Lewat judul yang terjemahan bebasnya berbunyi Jagung dan Garam Impor; Main-main Politik dengan Ketahanan Pangan Indonesiaplus ilustrasi yang begitu gamblang, koran ini seperti sedang menelanjangi perilaku Enggar. Bahwa, impor produk pangan bukan sekadar perkara dagang yang menghasilkan keuntungan superjumbo, tapi juga sarat dengan aroma politik yang menyengat.

Inilah yang sejak beberapa tahun silam disuarakan dengan lantang oleh ekonom senior Rizal Ramli tentang buruknya sistem kuota impor.Melambungnya harga berbagai bahan pangan akhir-akhir ini terjadi karena pemerintah tidak memiliki strategi dan kebijakan yang jelas di sektor pangan. Hal itu diperparah dengan adanya sistem kuota impor yang tidak transaparan. Akibatnya terjadilah kongkalikong pejabat dan pengusaha penerima lisensi kuota impor yang merugikan sangat rakyat dan negara.

RR, begitu Rizal Ramli biasa disapa, juga mendesak sistem kuota dihapuskan dan diganti dengan sistem tarif. Dengan begitu dipastikan impor kita akan lebih kompetitif. Harga bahan pangan akan lebih murah dan terjangkau oleh rakyat kecil.

Tidak sulit untuk memahami fenomena impor komoditas pangan yang kian sering terjadi belakangan ini. Impor produk pangan adalah jalan pintas paling mudah untuk mengeruk laba sangat besar. Dengan fulus yang berlimpah, apa saja bisa dilakukan. Termasuk dan terutama menyogok pejabat dan atau membiayai syahwat politik yang menggelegak. Itu sebabnya perselingkuhan penguasa dan pengusaha di ranah ini seperti tidak pernah berakhir.

Tapi impor pangan bertubi-tubi yang dilakukan akhir 2017 dan awal 2018 sudah benar-benar keterlaluan. Kalau nafsu serakah tak bisa dibendung, mbok yao impor dilakukan nanti-nanti, minimal tiga bulan ke depan.  Bukan saat panen raya seperti yang terjadi pada padi, garam, jagung, dan lainnya. Petani dan produsen lokal sudah pasti yang paling menderita.

Jatuhkan elektabilitas Presiden

Sangat patut dicurigai para pelakunya bukan sekadar mengincar untung yang memang sebesar gajah bunting berpenyakit beri-beri dan bengkak disengat ribuan lebah. Mereka juga secara sistematis dan terencana sedang menjatuhkan kredibilitas sekaligus elektabilitas Presiden Jokowi. Bukankah banjir impor produk pangan membuat petani dan produsen marah? Tidakkah ini akan membuat mereka emoh memilih Jokowi pada laga Pilpres 2019?

Pertanyannya, apakah Jokowi tidak bisa membaca permainan sekasar ini? Tidakkah Presiden menyadari betapa buruk akibat perilaku menteri dan para kroninya di ranah impor pangan ini?

Mustahil kalau Jokowi tidak engeh. Dia memang berasal dari Solo yang dipersepsikan lugu. Tapi, pengalaman menjadi Gubernur DKI dan tiga tahun sebagai Presiden pasti telah memberi banyak sekali pelajaran baginya. Kesimpulannya, Jokowi pasti sudah paham benar jurus-jurus maut tapi licik tersebut.

Namun pertanyaan berikutnya, mengapa dia tidak kunjung mencopot Enggar? Bukankah perilaku si menteri jelas-jelas bertentangan dengan jargon Trisakti dan Nawa Cita yang jadi jualan Jokowi saat Pilpres 2014 silam? Bukankah karena dagangannya itu dia bisa meraup suara lebih banyak ketimbang para pesaingnya? Dan, ini yang paling penting, bukankah sebagai Presiden dia harus merealisasikan janji-janjinya selama nyapres?

Tentu ada penjelasan hingga kini Enggar masih duduk anteng, adem-ayem tanpa ada sedikit pun tanda-tanda bakal kena gusur. Alasan paling logis untuk itu adalah, Jokowi tersandera! Jika dia mencopot Enggar, bukan mustahil Partai Nasdem tempat mantan politisi Golkar ini bernaung bakal marah besar. Langkah selanjutnya, Nasdem akan balik kanan, tidak lagi mengusung Jokowi sebagai Capres pada 2019.

Skenario inilah yang sepertinya menghalangi Jokowi memecat Enggar. Risikonya terlalu besar jika sampai Nasdem cabut dari koalisi. Perolehan suara yang terkumpul tidak cukup untuk mengantarkannya ke ajang Pilpres.

Dalam UU Pemilu yang baru, aturan presidential threshold (PT) parpol/gabungan parpol bisa mengusung capres harus memiliki 20% kursi di DPR atau 25% suara sah nasional dalam pemilu sebelumnya. Nasdem (6,72%), Golkar (14,75%), Partai Persatuan Pembangunan (6,53%), dan Hanura (5,26%) sudah menyatakan dukungan. Total jumlah suara mereka 33,26%.

Secara teori ini, jumlah ini sudah aman. Tapi Jokowi paham benar, bahwa di jagad politik semuanya serba dinamis. Apa yang sudah diputuskan pagi hari, bukan mustahil berubah sore harinya. Begitu juga dengan dukungan Parpol pendukung. Sedikit saja ada guncangan atau iming-iming ‘gizi’ yang lebih gurih, bukan mustahil satu per satu akan balik kanan.

Parpol yang ‘dijamin’ tetap setia barangkali cuma Golkar dan Hanura. Tapi jumlah suara keduanya cuma 20,01% alias kurang dari 25%. Kalau Nasdem benar-benar cabut yang ngambek karena Enggar dicopot, harapan Jokowi kembali berlaga di ajang 2019 pasti kandas.

Pada Rakernas ke-3 di Bali, 23 Februari 2018 silam, PDIP memang secara resmi menyatakan kembali mengusung Jokowi sebagai Capres pada 2019. Meski begitu, siapa pun paham, bahwa sudah lama hubungan Ketum PDIP Megawati-Jokowi kurang mesra. Pemicunya, sejumlah permintaan Mega hingga detik ini belum dipenuhi Presiden. Antara lain, Mega menginginkan Budi Gunawan jadi Kapolri dan Menteri Rini Soemarno didepak. Ini adalah duri dalam daging yang sangat menganggu.

Apalagi sedikitnya dalam dua kali kesempatan di hadapan publik, Mega menyatakan Jokowi adalah petugas partai yang harus setia dengan AD/ART dan garis kebijakan partai. Sebagai manusia, apalagi Presiden terpilih dari negara yang berdaulat, adalah normal dan manusiawi jika Jokowi tersinggung karenanya. Belum lagi sembuh, eh Puan Maharani ikut-ikutan mengulang (mengingatkan?) kembali statusnya sebagai petugas partai.

Semua kemungkinan prahara itu sebetulnya bisa ditepis sejak awal. Yaitu, kalau saja Jokowi waktu itu mantap menghendaki PT 0%, atau katakanlah maksimal 5% saja. Jika ini yang dulu jadi pilihannya, Jokowi tidak akan masuk jebakan PT oleh partai mana pun. Dia bisa lebih merdeka dan leluasa melenggang ke arena 2019. Namun entah karena pertimbangan apa atau bisikan siapa, faktanya dia justru mendukung syarat PT 20% kursi atau 25% suara. Apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur beracun!

Tulisan ini memang cuma kutak-katik angka dan kemungkinan yang bisa saja terjadi menjelang Pilpres. Bisa benar, bisa juga keliru. Tapi, hingga kini tidak kunjung ada sinyal Jokowi bakal mencopot Enggar yang sangat merugikan citra dan elektabilitasnya, bisa jadi bola liar. Minimal, benak publik akan terus menerka-nerka gerangan apa sesungguhnya yang terjadi.

Demokrasi kita memang telah berubah wujud jadi demokrasi kriminal. Dan, itu perlu duit amat sangat besar. Sampai di sini jadi nyambung? [syahid/voa-islam.com]

*) Direktur Program Center for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sumber :Voa-islam.com 

Prabowo: Stasiun Teve “M” Banyak Bohongnya…

Prabowo: Stasiun Teve “M” Banyak Bohongnya…


10Berita -Prabowo Subianto bisa jadi ditakdirkan muncul dengan dibarengi kontroversial. Kali ini, ia mengaku alergi terhadap salah satu media televisi swasta nasional.

Menurutnya, stasiun televisi swasta nasional dimaksud tak menerapkan kaidah dan kode etik jurnalistik yang semestinya.

Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra itu dalam pidatonya di acara ‘Prabowo Menyapa Jawa Barat’, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (1/4/2018).

Kendati demikian, ia enggan menyebutkan nama stasiun televisi dimaksud di hadapan para pendukungnya itu.

“Ada yang dari (media) itu nggak ya? Saya agak alergi dengan satu channel itu,” tanya dia.

“Tapi saya nggak sebut namanya ya, nggak etis. Tapi namanya mulai dengan M,” beber Prabowo disambut riuh tepuk tangan.

Kendati hanya menyebut inisial ‘M’, hadirin menebak. Dengan kompak para pendukungnya meneriakkan beberapa kali kata ‘Metro’.

“Saya tidak menyebut ya,” balas Prabowo di atas podiu

Bahkan, dalam kesempatan itu, ia berbicara langsung kepada salah seorang awak media yang tengah meliput jalannya acara tersebut.

“Lo hadir juga disini? Sekarang lo kerja untuk siapa?” selorohnya.

“Wartawan sekarang nyamar. Wartawan sama hati dengan kita karena gaji kecil,” lanjutnya.

Untuk diketahui, hal serupa juga pernah ia utarakan saat memberikan arahan di Gedung Serbaguna Mulia, Jalan Palabuan, Kelurahan Sukamelang, Kecamatan dan Kabupaten Subang.

Prabowo mengungkap soal sikap media yang menurutnya tidak jujur dan tidak netral.

“Maaf, saya agak alergi karena apa yak? Suka enggak jujur gitu loh, terlalu banyak bohongnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintahan saat ini banyak diisi elit-elit yang tak pantas menjabat.

Ia mengistilahkan elit dimaksud sebagai elit yang goblok, serakah dan bermental maling.

Akibatnya, banyak kepentingan dan kesejahteraan rakyat jadi terabaikan.

Para elit goblok, serakah dan maling itu, katanya, melanggar Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 soal pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Pernyataan ini disampaikan saat berpidato di Gedung Istana Kana Cikampek, Sabtu (31/3/2018) kemarin dalam safari politiknya.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa elit yang ia maksud adalah seluruh unsur dan lapisan pimpinan yang paling terdidik di Indonesia.

Elit tersebut, katanya, bukan hanya ada di partai-partai politik. Melainkan juga di berbagai bidang lainnya.

“Apa arti elit? Alit artinya unsur-unsur pimpinan, lapisan-lapisan pimpinan, orang-orang yang paling terdidik di bangsa itu,” jelasnya.

Selain unsur pimpinan dan golongan paling terdidik dimaksud, Prabowo juga menyebut bahwa para ulama dan tokoh agama itu juga adalah elit.

“Para kyai, para tokoh agama. Ya elit, tapi di bidang agama,” lanjutnya.

“Anda pemimpin, anda punya pengaruh, Anda bisa mengajar, begitu pula elite cendikiawan dan elite lainnya,” bebernya. []

Sumber :pojoksatu

ALLAHU AKBAR! Ustadz Arifin Ilham: Pilpres 2019 Kita Ikuti Arahan Habib Rizieq

ALLAHU AKBAR! Ustadz Arifin Ilham: Pilpres 2019 Kita Ikuti Arahan Habib Rizieq


10Berita, Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustadz Arifin Ilham menegaskan dirinya dan menyerukan Umat Islam untuk mengikuti arahan Habib Rizieq Shihab dalam Pilpres 2019. Karena memilih pemimpin sangat penting, pemimpin menentukan nasib bangsa dan Umat.

"Siapa sih pilihan Arifin di Pilpres nanti (2019), gampang, Arifin menunggu musyawaroh Ulama dan bagaimana nanti suara Habib Rizieq Shihab, suara Beliaulah yang Arifin dengar. Catat dan sebarkan ini!" kata Ustadz Arifin Ilham di hadapan jamaah yang disambut pekik Takbir.

Simak selengkapnya video berikut:

Pernyataaan Ust Arifin Ilham saat Zikir Akbar di Masjid Azzikra, Sentul;
"Siapa pilihan Arifin untuk pemimpin Indonesia 2019? Arifin akan ikut Habib Rizieq."
Allahuakbar... pic.twitter.com/c77VU59NJw

— Laskar Pembela Islam (@DPP_LPI) 1 April 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Resmi Pensiun dari TNI, Ini yang akan Dilakukan oleh Jenderal Gatot

Resmi Pensiun dari TNI, Ini yang akan Dilakukan oleh Jenderal Gatot

10Berita, JAKARTA— Setelah Resmi memasuki masa purna tugas atau pensiun mulai tanggal (31/03/2018) kemarin, Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku bersyukur setelah 36 tahun mengabdi menjadi Tentara Republik Indonesia (TNI).

“Puji syukur Alhamdulilah saya panjatkan kehadirat Allah SWT bahwa saya telah menjalankan rangkaian tugas sebagai seorang prajurit TNI Angkatan Darat sejak awal pengabdian saya pada tahun 1982 hingga tahun ini,” kata Gatot, Ahad (1/03/2018) kemarin.

Setelah pensiun, Jenderal Gatot menyatakan bahwa itu tak berarti dia akan sama sekali menganggur. Dia mengaku akan mengabdi dengan cara yang lain seperti masyarakat sipil biasa.

“Mengabdi kepada nusa-bangsa tak selalu berarti harus memanggul senjata, dan mulai hari ini saya memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai anak bangsa, anggota masyarakat sipil dan warga negara RI lainnya, termasuk untuk memiliki hak memilih, juga hak dipilih saat pemilu mendatang,” ujarnya.

Menurut Gatot, apa yang akan dilakukan juga akan menjadi contoh bagi anggota TNI yang masih aktif agar tidak ikut politik sebelum memasuki purna tugas.

“Hal tersebut saya tunjukkan juga sebagai suri tauladan bagi tentara aktif untuk tidak berpolitik praktis sebelum memasuki purna tugas,” katanya.

Sementara ini, Gatot mengaku ingin fokus dulu bersama keluarga. “Di masa purna tugas, sementara ini saya ingin fokus dulu mencurahkan waktu untuk keluarga,” pungkasnya. []

SUMBER: VIVA.CO.ID,  Islampos.

10 Fast food terbaik di dunia, ternyata hampir setiap negara punya

10 Fast food terbaik di dunia, ternyata hampir setiap negara punya

10Berita - Variasi makanan cepat saji makin begitu beragam dan mudah kita jumpai. Dengan varian ayam, burger, dan seafood, semua tersedia dalam bentuk yang sangat menarik untuk disantap. Tak jarang restoran cepat saji juga bisa menarik perhatian anak-anak kecil.

Meski begitu kandungan gizi dalam makanan cepat saji ini juga tak begitu baik untuk tubuh. Karena kandungan lemak yang dimiliki setiap makanan tersebut lebih banyak dari gizi yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh.

Tetapi, banyak orang yang mengenal makanan cepat saji sebagai makanan instan yang enak dan disukai semua kalangan masyarakat. Perusahaan makanan cepat saji ini juga memutuskan untuk membuka gerai yang lebih banyak di berbagai belahan dunia.

Dikutip brilio.net dari twentytwowords, Senin (2/4), berikut 10 gerai makanan cepat saji yang dibuka hampir di seluruh dunia dengan varian makanan yang menarik dan menggoyang lidah. Simak foto-foto selengkapnya sebagai berikut. Awas ngiler!

1. In-N-Out Burger.

foto: dailycal

Menu makanan burger dengan french fries lengkap dengan saus mayo yang menggoda ini bisa ditemukan lebih dari 50 gerai di kawasan California. Duh, kebayang kan, gimana moistnya saus french fries ini?

2. Chic-Fil-A.

foto: thrillist

Dengan basis daging ayam seperti burger dan kentang goreng yang dipotong berbentuk unik, makanan cepat saji ini ternyata juga lokasinya banyak bisa ditemui di wilayah Eropa.

3. Zippy's.

foto: wikipedia

Ini jenis junkfood yang masih memberikan pilihan seperti nasi, mashed potato, dan tentunya ayam olahan. Makanan ini berawal dari wilayah Hawaii yang biasanya didominasi di area pantai dengan terik matahari.

4. Steak 'n Shake.

foto: thrillist

Mungkin agak sedikit berbeda dengan fastfood lainnya, seluruh daging di restoran ini menggunakan daging sapi dan tidak ada ayam. Tertarik?

5. Kentucky Fried Chicken.

foto: fortune.com

Ini yang menjadi favorit semua orang, KFC yang hampir ada di seluruh dunia termasuk di Indonesia ini pun menjadi kesukaan hampir kalangan masyarakat.

6. Dominos Pizza.

foto: yelp.com

Bagi beberapa orang, Dominos ini hanya pizza yang cocok untuk menjadi camilan karena porsinya yang kecil dan sangat minim. Karena porsinya yang tidak terlalu mengenyangkan maka Dominos banyak diminati.

7. Juicy Lucy.

foto: tripadvisor

Rasa burger yang lebih juicy dengan saus rasa buah-buahan dipadu dengan daging dan roti yang empuk membuat burger ini menjadi viral dari awal ia berdiri. Duh, kejunya asyik nih!

8. Burnt Ends.

foto: pinterest

Daging yang dimasak dengan bumbu khusus lalu disajikan dalam bentuk seperti steak ini menggugah selera. Selain diberi platter sebuah roti dan kentang goreng, ternyata daging yang terasa bumbu barbequenya ini sangat menggoyang lidah.

9. Rocky Mountain Oysters.

foto: wikipedia

Pernah mencoba tiram yang digoreng dengan tepung, lalu disajikan dengan saus bermacam rasa? Di review food blogger yang ramai diperbincangkan, oysters di Rocky ini ternyata bisa menarik perhatian.

10. Runza's.

foto: youtube

Mirip dengan sandwich, yang membuat Runza beda adalah berawal dari restoran lokal yang kemudian mendunia dan banyak dikenal orang. Widih, keren banget nih, restoran asal Nebraska ini.

Sumber : Brilio.net

Kritik kepada Elite Nasional, Prabowo: Kekayaan Hanya Bisa Dinikmati Segelintir Orang

Kritik kepada Elite Nasional, Prabowo: Kekayaan Hanya Bisa Dinikmati Segelintir Orang

10Berita, KARAWANG— Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjelaskan terkait para elite nasional yang secara sistemik mengabaikan Pasal 33 UUD 1945 akibat hal tersebut, kekayaan hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang.

Prabowo menyebut bahwa, Indonesia seharusnya sudah hidup kaya raya dan tidak ada kesenjangan ekonomi yang terlalu jauh di antara rakyatnya.

“Para elite secara sistemik telah melanggar UUD 1945 Pasal 33. Padahal ini pasal kunci. Kalau saja kita taat, Indonesia sudah kaya raya,” ujar Prabowo, pada Sabtu (31/3/2018) kemarin.

Menurut Prabowo, para elite secara sadar melakukan pembiaran terhadap praktik konglomerasi yang hidup subur di Indonesia, yang pada digilirannya membuat rakyat hidup dalam kesusahan.

Prabowo mengatakan, data yang menyebutkan 80 persen lahan dikuasai asing, 13 persen dikuasai sedikit orang, dan satu persen dimiliki 250 juta rakyat Indonesia sungguh sesuatu yang miris. Berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, Indonesia seharusnya tidak membolehkan asas konglomerasi.

“Satu keluarga menguasai jutaan hektare. Indonesia itu asas kekeluargaan, bukan kapitalisme,” kata dia.

Ketimpangan ekonomi dan kepemilikan lahan yang terjadi saat ini, kata Prabowo, disebabkan oleh kalangan elite yang rakus.

“Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya. Siapa elite itu? Elite itu pimpinan. Saya juga elite. Bedanya saya elite sadar, sudah tobat, dan setia,” pungkasnya. []

 

SUMBER: SINDONEWS, Islampos.

Presiden PKS; Menteri Zaman Now Minta Rakyat Diet, Nanem Cabe Sendiri dan Cacing Sumber Protein

Presiden PKS; Menteri Zaman Now Minta Rakyat Diet, Nanem Cabe Sendiri dan Cacing Sumber Protein


10Berita – Presiden PKS Sohibul Iman meminta para menteri Joko Widodo tidak asal bunyi (Asbun) dalam menyampaikan pernyataan ke publik.

Hal ini disampaikan Sohibul menanggapi pernyataan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang mengatakan jika cacing yang ada di ikan makarel berprotein dan tidak berbahaya.

“Apa iya menteri-menteri asal asbun?,” kata Sohibul dalam akun Twitter pribadinya @msi_sohibuliman di Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Tak sampai disitu, Sohibul juga menyampaikan menteri yang dinilainya tidak masuk akal dalam pernyataannya, yakni Menteri Koordinator dan Kebudayaan Puan Maharani yang meminta rakyat miskin diet dalam acara penyaluran raskin di Bali.

Kemudian, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita soal himbauannya untuk masyarakat menanam cabai sendiri di rumah.

“Coba aja: orang miskin diminta diet, rakyat disuruh nanam cabe sendiri, cacing parasit disebut protein” tulis Sohibul dalam akun Twitter pribadinya. (tsc)

Sumber :tsc, Eramuslim

FPI Salurkan Bantuan Sembako dan Pakaian untuk Korban Kebakaran Kembangan

FPI Salurkan Bantuan Sembako dan Pakaian untuk Korban Kebakaran Kembangan

10Berita, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) menyalurkan sejumlah bantuan untuk para korban musibah kebakaran di Kembangan, Jakarta Barat, Ahad pagi (01/04/2018). 

"Kami dari DPD FPI DKI pada pagi ini menyalurkan berbagai bantuan untuk para korban kebakaran di Perumahan Taman Kota, Kembangan ini," ungkap Ketua Tanfidzi DPD FPI DKI Jakarta, Abuya Abdul Madjid, di lokasi, Ahad pagi (01/04). 

Sebelumnya, pada Kamis malam (29/03) lalu kebakaran melanda pemukiman penduduk di Jalan Perumahan Taman Kota Blok A1, RT. 16, RW. 05, Kembangan, Jakarta Barat. Akibat kebakaran itu, 123 rumah dan 450 rumah kontrakan habis terbakar termasuk 53 sepeda motor. Kerugian yang diderita warga ditaksir mencapai empat miliar rupiah. 

Sementara jumlah korban kebakaran mencapai 1.252 jiwa dari total 316 kepala keluarga. Kebakaran ini juga mengakibatkan korban jiwa meninggal dua orang warga dan satu orang petugas pemadam kebakaran.

Bantuan sembako dan pakaian yang diserahkan FPI kepada warga korban kebakaran di Kembangan, Jakbar. 

Abdul Madjid bersama sejumlah anggota FPI menyerahkan secara langsung bantuan berupa sembako, mie instant, roti, pakaian bekas dan berbagai bantuan lainnya. 

"Semuanya lillahi ta'ala dilakukan FPI demi untuk membantu meringankan beban penderitaan saudara saudara kita warga Kembangan yang sedang ditimpa kesusahan," ungkap Abdul Madjid. 

Abdul Madjid berharap agar bantuan yang disalurkan organisasinya dapat membantu meringankan beban penderitaan warga Kembangan menjadi korban musibah kebakaran. "Doakan FPI terus istiqamah membantu sesama yang sedang kesusahan," ungkapnya. 

Tidak hanya DPD FPI DKI, Mujahidah Pembela Islam (MPI), salah satu sayap juang FPI, juga turut menyalurkan bantuan. Sontak seluruh bantuan ini disambut dengan penuh rasa haru oleh para warga korban kebakaran.

red: shodiq ramadhan

Sumber : SI Online

Isu Teroris Membuat Sponsor Menarik Diri dari Piala Dunia 2018

Isu Teroris Membuat Sponsor Menarik Diri dari Piala Dunia 2018

10Berita, Sejumlah sponsor dikabarkan menarik diri dari perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia.  Satu di antara alasan para sponsor menarik diri adalah ancaman teroris yang menerpa belum lama ini.

Beberapa waktu lalu, mantan agen rahasia ditemukan meninggal karena racun. Selain itu, grup teroris ISIS sempat mengancam bakal melancarkan aksi saat Piala Dunia 2018 berlangsung. Mereka berencana melakukan pengeboman di Volgograd Arena, satu di antara beberapa venue yang bakal dipakai.

Alhasil, hampir sebagian sponsor merasa tidak tertarik terlibat pada Piala Dunia 2018. Mereka menganggap ajang tersebut berbahaya dan bisa menjadi kampanye anti barat dari diktator (ISIS).

Terlebih, FIFA memiliki reputasi buruk sebagai sebuah organisasi. Berbagai alasan membuat kepercayaan sponsor kepada induk sepak bola dunia tersebut semakin berkurang.

Gareth Bale Bikin Pelatih Real Madrid Bingung https://t.co/dV58GKEJyg

— Bolacom (@bolacomID) April 1, 2018


Berita tersebut merupakan pukulan telak untuk FIFA. Hal itu karena mereka telah kehilangan 136 juta pounds (Rp 2,62 triliun) pada 2017.

Belum lagi kerugian yang telah mereka derita pada 2016 yang mencapai 300 juta pounds (Rp 5,78 triliun). Padahal, FIFA butuh 1,5 miliar pounds (Rp 28,91 triliun) untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2018.

Sumber: Mirrors, Liputan6