OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 05 April 2018

Khotbah Singgung Islam, Pastor ini Minta Maaf

Khotbah Singgung Islam, Pastor ini Minta Maaf

10Berita, Seorang pendeta Singapura meminta maaf kepada para pemimpin Muslim pekan ini atas dugaan komentar anti-Islam yang dibuat oleh seorang pendeta Kristen asing di Singapura bulan lalu.

Pastor Yang Tuck Yoong adalah pendiri Cornerstone Community Church, yang menyelenggarakan konferensi tiga hari Kerajaan Invasi 2018 di mana seorang pendeta Amerika Serikat, Lou Engle memberikan khotbah pertengahan Maret lalu.

Selama khotbah, Engle tampaknya menunjukkan bahwa Islam adalah ancaman bagi agama Kristen.

Departemen Dalam Negeri (MHA) sedang menyelidiki klaim ini.

Menanggapi hal ini, Pastor Yang menyampaikan permintaan maafnya.

“Kami datang untuk meminta maaf dan membuat hak di antara komunitas. Kami memahami bahwa pernyataan itu cukup menyakitkan bagi beberapa orang,” kata Yang yang mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan dengan pimpinan komunitas Muslim Singapura.

“Kami kecewa dengan pernyataan (dibuat oleh Tuan Engle),” sambungnya seperti dimuat Channel News Asia.

Sumber: rmol

Mosi Integral Natsir Bisa Dijadikan Penyemangat Indonesia Tak Bubar

Mosi Integral Natsir Bisa Dijadikan Penyemangat Indonesia Tak Bubar

10Berita – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan, peristiwa Mosi Integral Natsir pada 3 April 1950 yang menyatukan kembali Indonesia setelah terpecah-pecah menjadi negara bagian bisa dijadikan penyemangat agar Indonesia tidak bubar.

“Ini harus ditumbuhkembangkan, sehingga apa yang menjadi harapan para founding fathers bisa dilanjutkan,” ujarnya dalam diskusi memperingati Mosi Integral Natsir yang diselenggarakan Fraksi PKS di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (03/04/2018).

Hidayat menjelaskan, apa yang digagas Mohammad Natsir sebagai Ketua Fraksi Partai Masyumi kala itu, juga sekaligus memberikan bukti bahwa dalam peran umat Islam sangat luar biasa untuk menyelamatkan NKRI.

Sehingga, terangnya, selayaknya harmoni relasi keindonesiaan harus semakin dijaga. Dan jangan lagi ada yang menggunakan pendekatan Islamophobia dalam mengelola negara.

“Dengan demikian segenap warga bangsa akan bekerja maksimal menjaga NKRI,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pembahasan “Indonesia bakal bubar” sebelumnya ramai diperbicangkan karena adanya video pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengutip kajian luar negeri yang memprediksi bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030.*

Sumber : Hidayatullah.com

Tiga Faktor Potensi Negara Pecah, Rizal Ramli: Semuanya Ada di Indonesia

Tiga Faktor Potensi Negara Pecah, Rizal Ramli: Semuanya Ada di Indonesia


10Berita -Di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (03/04), ekonom Rizal Ramli membeberkan tiga faktor yang bisa menyebabkan sebuah negara bubar.

Ketiga faktor itu adalah perpecahan karena isu agama; intervensi asing karena kekayaan alam; dan kepemimpinan yang lemah.

Bagaimana dengan Indonesia? Pengamat ekonomi politik Ronnie Higuchi Rusli menilai ketiga faktor itu ada di Indonesia.

“Negara pecah karena: agama (Yugoslavia), pemimpin lemah (Unisovyet Gorbachev) dan sumberdaya  alam (Iraq, Suriah dan Libya). Indonesia? Ketiganya ada. Jadi peringatan Prabowo terhadap penulisan yang fiktif itu patut dicermati dengan bijak. Bukan buat berargumentatif menjelang 2019,” tulis Ronnie di akun Twitter @Ronnie_Rusli.

Menurut Rizal Ramli, negara bisa bubar bukan sesuatu yang tidak mungkin. Banyak contoh yang bisa dipelajari, mulai dari kehancuran Uni Soviet, Yugoslavia hingga negara-negara di kawasan Timur Tengah yang porak poranda.

“Apapun bisa terjadi di masa depan, bisa negatif, bisa positif. Dengan demikian sudah seharusnya kita tidak menganggap enteng segala kemungkinan yang ada,” kata Rizal.

Terkait kemungkinan itu, Rizal mengajak semua pihak untuk mencari solusinya. “Tidak usah menunggu 2030, kalau isu agama terus kita gendangin terus, akhirnya pecah nih bangsa. Saya mau kita go beyond apa yang kita bicarakan saat ini dan mencari solusinya,” ujar Rizal Ramli.

Sebelumnya, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menanggapi pernyataan Ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang mengutip prediksi Indonesia bubar pada tahun 2030.

“Jadi, ini adalah warning. Dulu ada negara besar dengan adidaya kuat, Uni Soviet, tidak sampai lima tahun indikasinya, bubar. Berubah menjadi 15 negara. Jadi, kita tanggapi ini dengan positif, jangan sampai terbuai,” ujar Gatot dalam wawancara salah satu stasiun televisi yang diunggah di Youtube (03/04).[]

Sumber :itoday

Besok Jum'at, Umat Islam Gelar Aksi Bela Islam Tuntut Adili dan Tangkap Sukmawati

Besok Jum'at, Umat Islam Gelar Aksi Bela Islam Tuntut Adili dan Tangkap Sukmawati


10Berita, Puisi dari putri proklamator, Sukmawati Soekarnoputri dinilai melecehkan agama Islam.

Dalam puisi yang berjudul "Ibu Indonesia", Sukmawati mengatakan:

"Aku tak tahu Syariat Islam
Yak kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu.."

Walau akhirnya Sukmawati dalam konpers kemarin meminta maaf, namun berbagai pihak tetap menuntut Sukmawati diproses hukum.

"Kalau semuanya cuma selesai dengan kata maaf, terus equality be for the law (kesetaraan dalam hukum) bagaimana. Artinya, persamaan kita di muka hukum itu bagaimana. Tidak bisa dong seenaknya saja. Katakan sudah meminta maaf, itu bukan berarti selesai kasus ini," kata Amron Asyhari, salah seorang yang sebelumnya telah resmi melaporkan Sukmawati ke pihak Polri.

Pelapor yang lain, seorang pengacara bernama Denny Andrian Kushidayat, juga enggan mencabut pelaporannya.

"Tidak akan mungkinlah dicabut, jadi saya pikir beliau sudah parah. Ibu Sukmawati sudah parah, sudah sepantasnya dia mengikuti prosedur hukum," kata Denny, seperti dilansir Suara.com, Rabu (4/4).

Pihak Kepolisian juga didesak tetap memproses hukum Sukmawati Soekarnoputri.

Bahkan besok hari Jum'at (6/4/2018), Umat Islam akan menggelar AKSI BELA ISLAM.

Dalam seruan dan edaran yang viral di media sosial, berbagai komponen Umat Islam diantaranya Alumni 212, GNPF-Ulama, FUI (Forum Umat Islam), FPI, akan menggelar Aksi Bela Islam di depan Bareskrim Mabes Polri Jl. Merdeka Timur Gambir Jakarta Pusat.

Bagi peserta aksi disaranlan Sholat Jum'at di Masjid Istiqlal.

Aksi akan dilakukan pukul 13.30 - Selesai.

"AYO DUKUNG POLRI
TANGKAP, ADILI % PENJARAKAN SOEKMAWATI," demikian isi pamflet seruan aksi besok Jum'at.

Berikut video Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai melecehkan Islam.

[video]


— Muslim_Bersatu (@Muslim_Bersatu1) 4 April 2018


Sumber :Portal Islam 

Pakai Kaos #2019GantiPresiden, Amien Rais Makin Bikin Panas Rezim

Pakai Kaos #2019GantiPresiden, Amien Rais Makin Bikin Panas Rezim


10Berita, Bapak satu ini memang sangat pantas menyandang titel "Tokoh Reformasi".

Prof. Dr. Muhammad Amien Rais. Di usianya yang sudah sepuh pun (besok 26 April genap 74 tahun), semangat beliau membela Al-Haq dan melawan segala bentuk Kedzoliman masih membara, bahkan anak-anak muda kalah semangat.

Diancam Menko LBP mau dicari dibongkar "dosa-dosanya", beliau tak surut. Malah LBP yang mengkerut.

Terbaru, di media sosial viral foto Amien Rais mengenakan kaos #2019GantiPresiden.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini foto bersama ibu Neno Warisman.

Neno Warisman adalah inisiator pembentuk Whatsapp Group (WAG) yang dinamai ganti Presiden 2019 yang menghimpun para emak-emak berjuang secara konstitusional.

Dalam pidatonya di Kongres Umat Islam Sumatera Utara pada Jum'at pekan lalu, Amien Rais mengingatkan agar Umat Islam jangan mau dibodohi orang bodoh yang maunya memisahkan Agama dan Politik.

Sumber:Portal Islam 

Bersabarlah, Allah Tahu yang Terbaik untuk Kita

Bersabarlah, Allah Tahu yang Terbaik untuk Kita

10Berita, KEHIDUPAN tidak selamanya mulus, kadang ada rintangan yang harus dilewati. Di sinilah kita sedang diuji, dan sejatinya kita pasti mampu melewatinya. Kita harus yakin dibalik ujian itu pasti ada hikmahnya. Begitu juga saat kita bahagia, jangan sampai dengan kebahagiaan ini kita menjadi sombong.

Karena kesombongan hanya milik Allah SWT. Intinya, segala sesuatu yang terjadi harus kita jalani dengan sebaik-baiknya karena hanya Allah yang tahu mana yang terbaik untuk kita. Berkaitan dengan itu semua, di sini ada sebuah kisah yang dapat kita ambil pelajaran. Berikut kisahnya.

Dahulu kala, ada seorang petani miskin yang memiliki kuda cantik dan gagah. Suatu hari seorang saudagar kaya ingin membeli kudanya itu, dan menawarkan harga yang sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek dia karena tidak mahu menjual kudanya itu.

Keesokan harinya, kudanya hilang dari kandangnya, maka teman-temannya berkata, “Sungguh jelek nasibmu padahal kalau kemarin dijual kamu bisa kaya, sekarang kudamu sudah hilang,” Si petani miskin hanya diam.

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-temannya berkata, “Wah beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan,” Si petani hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah. Teman-temannya berkata, “Rupanya kuda-kuda itu membawa kecelakaan, lihat sekarang anakmu kakinya patah,” Si petani tetap diam tanpa komentar.

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan. Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis, “Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami.”

Si petani kemudian berkomentar;

“Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini, apa yang kelihatan hari ini belum tentu baik untuk hari esok, apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok. ”

Tetapi yang pasti: “Allah paling tahu yang terbaik buat kita…”. []

 

Sumber :Islampos.

Kontroversi Soal Lomba Foto Anak di Instagram. Ini 4 Fakta yang Harus Kamu Tahu, Biar Waspada!

Kontroversi Soal Lomba Foto Anak di Instagram. Ini 4 Fakta yang Harus Kamu Tahu, Biar Waspada!

10Berita, Di dunia serba online ini, tampaknya sudah dianggap sebagai sesuatu yang normal untuk berbagi momen dan opini lewat postingan di media sosial. Dari yang sekadar ingin sharingmomen bahagia dengan sahabat atau kerabat di tempat jauh, hingga mungkin jadi tempat curhat saat kesepian. Begitu juga bagi para orangtua, media sosial kini sering dipandang sebagai sarana untuk mendokumentasikan pertumbuhan anak. Nah mulai di titik ini, muncul perdebatan seputar mengunggah foto anak di media sosial.

Banyak orang yang mungkin tidak berpikir panjang untuk membagikan foto-foto anaknya yang menggemaskan. Toh mungkin memang begitulah kehidupan di zaman now. Tapi ada juga orangtua seperti penyanyi Anggun C. Sasmi yang ogah memampang wajah buah hatinya di akun medsosnya demi alasan privasi. Pilihan itu sebenarnya kembali ke pribadi masing-masing. Masalahnya baru-baru ini ada sebuah thread viral di Twitter yang membahas sebuah kontes upload foto anak di media sosial. Kontes ini dikritik tak berfaedah dan bahkan mungkin berbahaya. Kenapa ya?! Yuk lihat kontroversi ini lebih dalam bareng Hipwee News & Feature!

1. Seorang pengguna Twitter mengkritisi lomba di Instagram yang mensyaratkan upload foto anak dengan mencantumkan data diri lengkap

Bapak, Ibu, para orangtua. Jika ada lomba semacam ini di Instagram yang mensyaratkan upload foto anak di bawa umur lengkap dengan nama dan domisili, jangan ikutan ya. Demi keamanan dan privasi anak. Jauhkan anak dari kemungkinan kejahatan karena keganjenan orangtua. pic.twitter.com/QUchsUi7l6

— Socio Geeks (@InsideErick) April 2, 2018


Advertisement

Pengguna Twitter dengan nama @InsideErick mencoba mengkritisi fenomena lomba upload foto anak di Instagram, yang banyak diikuti orang tua, terutama ibu-ibu di luar sana. Biasanya lomba ini juga menuntut si ortu mencantumkan data diri anak, mulai dari nama, usia, sampai domisili. Padahal data-data tersebut nggak seharusnya disebarkan secara bebas, karena menyangkut privasi dan keamanan si anak itu sendiri.

2. Mungkin emang banyak orang tua yang nggak sadar kalau anak sebenarnya juga punya privasi yang harus dijaga. Ini demi masa depannya juga lho

Anak juga punya privasi via www.freep.com

Seperti halnya orang dewasa, anak bayi sekalipun sejak dilahirkan di dunia punya privasi yang meski orang tuanya sendiri, nggak berhak melanggarnya. Orang tua kebanyakan sih merasa memiliki anak seutuhnya hingga merasa bebas melakukan apapun yang menyangkut anaknya, termasuk mengunggah foto-foto mereka di media sosial. Padahal rekam jejak digital itu akan melekat pada anak sampai mereka dewasa. Orang tua tentu nggak mau dong foto, video, atau konten apapun yang mempertontonkan wajah si anak akan mempengaruhi masa depannya kelak?

3. Sesederhana orang tua yang mengunggah foto anaknya ke media sosial dengan mencantumkan nama anak dan sekolahnya lengkap. Padahal itu bisa jadi data berharga buat penculik dan pedofil di luar sana

Bisa mengundang penculik atau pedofil di luar sana via www.boldsky.com

Advertisement

Banyak juga orang tua yang mentang-mentang anaknya baru hari pertama masuk sekolah, memotret anaknya pakai seragam, label nama di dada, disertai keterangan sekolahnya di kolom caption, dan mengunggahnya di media sosial. Tahu nggak, ini tuh sama aja mereka menyodorkan data personal anaknya ke khalayak yang sangat mungkin dimanfaatkan para penculik atau pedofil di luar sana! Bayangkan kalau orang-orang jahat ini menghampiri anak di sekolahnya. Apalagi anak-anak biasanya gampang percaya, masih lemah, jadi bisa diperdaya dengan mudah. Duh, ngeri ‘kan dampaknya…

4. Miris sih, di zaman teknologi sekarang justru banyak orang tua yang lebih mementingkan eksistensi daripada keamanan anaknya sendiri

Yang penting eksis via ponaroshku.ru

Alasan kenapa media sosial diciptakan, salah satunya adalah sebagai medium bagi manusia untuk membentuk identitas diri demi eksistensi. Orang ingin mendapat pengakuan dari orang lain, makanya mereka upload konten di medsos. Begitupun orang tua zaman now, yang ingin menunjukkan identitasnya sebagai ibu atau ayah, dengan mengunggah foto anak-anaknya. Sayangnya, mereka banyak yang lebih mementingkan eksistensi daripada privasi dan keamanan anaknya sendiri.

Positive thinking aja sih ya, mungkin emang mereka belum paham soal pentingnya menjaga privasi di ranah maya ini. Jadi ya dikiranya upload foto anak nggak bakal membawa pengaruh sebegitu kompleksnya. Tapi ya sebagai orang tua yang cerdas, sudah seharusnya mereka budayakan mengenali risiko sebelum melakukan sesuatu di internet. Inget ya, internet ini luas banget lho, siapapun bisa mengakses, kapanpun dan dimanapun. Sekali lagi, hati-hati ya dalam memanfaatkannya, jangan sampai abai sama keselamatan diri masing-masing!

Sumber : Hipwee 

Belajar Sejarah Nabi, Pentingkah?

Belajar Sejarah Nabi, Pentingkah?

Oleh : R. Marfu Muhyiddin Ilyas, MA

10Berita, “SEBENARNYA, pelajaran agama di sekolah itu cukup satu mata pelajaran saja yaitu, Sirah Nabi.” Demikian statement seorang guru besar pendidikan Islam yang masih terekam dalam ingatan penulis saat dulu menempuh pendidikan pasca sarjana. Tentu statementsang profesor menuai kontroversi dari sejumlah teman yang mengikuti perkuliahan. Bagaimana dengan pelajaran tauhid, fiqih, akhlak dan yang lainnya?

Statement kontroversial di atas sebenarnya bukan dalam konteks pengabaian atau penolakan terhadap mata pelajaran lain dalam mengkaji ilmu-ilmu keislaman. Sebaliknya, statement itu justru tentang pentingnya mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Nabi SAW atau lebih dikenal sirah nabawiyah sejatinya memang merangkum keseluruhan ajaran Islam, sebab diri Nabi adalah manifestasi atau perwujudan dari Islam itu sendiri. Jadi dengan mempelajari sejarah Nabi, sejatinya kita sedang memelajari Islam.

Ini pulalah argumen pertama yang dibangun Muhamad bin Muhamad Al-Awaji ketika memaparkan urgensi mengkaji sejarah hidup Muhammad saw. Dalam Ahamiyyah Dirasah As-Sirah An-Nabawiyah wa Al-Inayah biha fi Hayaat Al-Muslimin, Al-Awajy menegaskan bahwa Sirah Nabawiyyah adalah sumber yang mutlak dikaji oleh siapa pun yang ingin menguasai ilmu-ilmu syariat.

Mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW juga menjadi sangat penting dalam membangun pondasi keimanan yang kokoh. Dari kajian terhadap sejarah hidup dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW setiap muslim akan mengetahui bahwa aspek akidah dan tauihid adalah prioritas pertama dari dakwah Nabi SAW.

Tentu saja dakwah Nabi bukan hanya urusan tauhid, tetapi tauhid menjadi pilar semua elemen kehidupan masyarakat yang dibangun oleh Nabi SAW. Dari sudut pandang ini, dapat disimpulkan bahwa mempelajari sejarah hidup Nabi SAW adalah salah satu cara yang efektif untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan dan komitmen keislaman.

Selain karena menunjang penguasaan terhadap ilmu-ilmu keislaman dan penguatan keimanan, mempelajari sejarah Nabi SAW juga penting sebab berkaitan dengan bagaimana seseorang menyampaikan dan mengajarkan Islam kepada orang lain. Perjalanan hidup Nabi SAW adalah gambar paling akurat dan rujukan paling tepat bagaimana Islam diajarkan dan disebarluaskan.

Bagi para da’i, mubaligh, penceramah, dan guru, aspek ini menjadi sangat penting. Mempelajari sejarah hidup Nabi SAW akan memberikan banyak pelajaran, bimbingan, dan inspirasi tentang cara mengemas Islam agar tidak sekadar bisa disampaikan, tetapi juga efektif menghasilkan perubahan.

Selain alasan-alasan keagamaan, menurut Al-Awajy ada tiga dimensi lainnya yang berkaitan erat dengan Sirah Nabawiyyah, yaitu: dimensi sosial, ekonomi, dan militer. Pada dimensi sosial ada tiga aspek yang sangat penting dikaji, yaitu cara interaksi Nabi SAW dengan individu dan masyarakat yang berbeda agama. Ini menjadi sangat penting, terlebih di zaman global dan multikultural di mana pergaulan dengan orang-orang yang berbeda agama tidak bisa dihindarkan.

Nabi SAW dalah teladan paling tepat tentang prinsip interaksi masyarakat multikultural. Menurut Al-Awajy, kehidupan Nabi SAW sarat dengan fenomena budi pekerti luhur dalam beinteraksi dengan non muslim. Kelembutan dan kesabaran dalam menerima perlakuan buruk orang-orang non-Muslim menjadi teladan perilaku dari Nabi. Namun Nabi SAW pun tak segan bersikap tegas kepada mereka manakala kehormatan dan keagungan Islam dihinakan.

Lalu bagaimana dengan cara efektif mempelajari Sirah Nabawiyah itu?

Wahid bin Abdus Salam Bali menawarkan 4 fase dalam mempelajari sejarah kehidupan Nabi SAW. Fase pertama adalah Ta’sis, yaitu pembentukan dasar dan prinsip dalam mengenal Nabi SAW. Pada fase ini, setiap peristiwa penting dalam kehidupan Nabi SAW harus diingat dengan baik dengan berurutan secara kronologis. Kitab-kitab rangkuman atau khulashah cocok dijadikan referensi untuk mencapai target di fase ini.

Fase kedua adalah Tashwir, yaitu pemahaman secara mendalam terhadapa setiap peristiwa dalam kehidupan Nabi. Kajian sejarah kehidupan Nabi SAW terfokus pada satu referensi utama yang membahas fase-fase kehidupan Nabi secara kronologis-historis dengan informasi yang cukup lengkap. Kitab Ar-Rahiiq Al-Makhtum yang ditulis oleh Al-Mubarakfury adalah salah satu referensi yang cocok untuk fase ini.

Fase ketiga  oleh Wahid Abdus Salam Bali disebut dengan Tahlil. Pada fase ini, seorang muslim bukan hanya mengenal peristiwa dalam sejarah kehidupan Nabi SAW, tetapi juga melakukan analisis terhadap peristiwa tersebut  untuk menemukan nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan kehidupan sekarang. Pada fase inilah mempelajari sirah nabawiyah efektif mewariskan karakter. Zaadul Ma’ad karya Ibnul Qayyim adalah contoh referensi yang sesuai untuk fase ini.

Pada puncaknya, mempelajari Sirah Nabawiyah harus sampai pada fase Takhshish. Fase ini dilakukan dengan melakukan studi yang komprehensif terhadap setiap peristiwa dalam sejarah hidup Nabi SAW. Studi dilakukan dengan mengkaji satu peristiwa secara cross reference yang melibatkan berbagai referensi primer kitab-kitab yang membahas kehidupan Nabi SAW. Perihal kelahiran Nabi SAW misalnya, dikaji secara komprehensif dan mendalam melalui Sirah Ibn Hisyam, Tarikh At-Thabary, Ath-Thabaqat Al-Kubra karyaIbn Sa’addan Al-Bidayah wa An-Nihayah karya Ibn Katsir. []

Sumber :  Islampos.

Mengintip Kekayaan Arsitektur Islam dalam Masjid

Mengintip Kekayaan Arsitektur Islam dalam Masjid

Masjid menjadi wajah masing-masing komunitas Islam di suatu tempat.

10Berita , LONDON -- Masjid tidak hanya memiliki fungsi ritual bagi umat Islam. Ia juga menjadi sumber kekuatan dan representasi agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Sudah sejak lama, masjid menjadi kanvas yang bisa menunjukkan keindahan Islam.

Asisten Profesor Studi Keagamaan di College of William and Mary, Oludamini Ogunnaike menyebutnya sebagai teologi bisu seni Islam. Dari Kuba hingga Jepang, komunitas Islam terus berkembang. Diasporanya semakin beragam.

Masjid menjadi wajah masing-masing komunitas Islam di suatu tempat. Masjid menjadi wadah pencampuran budaya lokal dengan nilai-nilai yang dibawa Islam. Wujudnya dipengaruhi hingga ke bagian paling kecil.

Masjid juga menjadi cetak biru dan jejak suatu peradaban. Bangunannya menjadi pengingat kedigdayaan suatu era di masa lampau. Beberapa waktu lalu, Inggris membuat daftar masjid-masjid bersejarahyang masyhur karena arsitektur dan kemegahannya.

Masjid-masjid tersebut kini menjadi warisan yang dilindungi berdasarkan status sejarah, arsitektur dan kulturalnya. Masjid-masjid itu dinilai punya peran yang sangat signifikan bagi Inggris.

Seorang penulis, arsitek dan akademisi, Shahed Saleem mendokumentasikan masjid-masjid tersebut dalam buku The British Mosque. Buku memuat peta evoluasi bangunan masjid di Inggris.

Pada Aljazirah, ia bercerita tentang indahnya, estetiknya metamorfosa rumah-rumah Allah tersebut. Menurutnya, desain sebuah masjid sesungguhnya sama penting dengan fungsi sebagai tempat beribadah.

Syarat untuk membuat masjid sebenarnya sangat mudah. "Hanya perlu ruangan yang menghadap Makkah, jadi masjid itu bisa dibuat minim, ia bisa ruangan yang sederhana, dengan dinding saja," kata Saleem.

Sumber : Republika.co.id

Terjebak Tipu Daya Iblis, Barsisha Tewas dalam Keadaan Tak Beriman

Terjebak Tipu Daya Iblis, Barsisha Tewas dalam Keadaan Tak Beriman

10Berita, IBLIS akan senantiasa menggoda manusia untuk ingkar kepada Allah SWT. 1001 cara akan ia tempuh untuk menyesatkan Anak Adam agar tergelincir ke neraka dan akan menjadi kawannya di sana.  Tak peduli ia adalah seseorang yang taat beribadah ataupun tidak, tipu daya setan akan senantiasa datang kepadanya.

Salah satu kisah mashyur soal ‘kegigihan’ iblis untuk menggoda manusia adalah kisah Barsisha Sang Ahli Ibadah namun meninggal dalam keadaan tidak beriman.

Barsisha Al-‘Abid, begitulah orang-orang memberi gelar kepadanya. Al-‘abid artinya ahli ibadah. Predikat itu disematkan karena ia memang orang yang sangat tekun beribadah. Bahkan, sampai-sampai malaikat pun terkagum atas ibadahnya.

Ia juga merupakan seorang guru spiritual yang ulung. Konon ia memiliki 60.000 murid yang semuanya berilmu tinggi. Namun, di tengah kekaguman para malaikat itu, lantas Allah mengherankannya dengan berkata kepada para malaikat:

“Gerangan apa yang membuatmu begitu terkagum akan Barsisha. Padahal di dalam pandangan hakikatku, ia tak ubahnya seperti setan yang terkutuk.”

Syahdan, malaikat pun tercengang mendengarnya. Mereka mulai menerka-nerka akan takdir apakah yang membuatnya tersungkur ke dalam lembah derajat setan yang hina dina.

Alkisah, Barsisha memiliki sebuah keramat. Ya, apabila ia menemui orang gila dan kemudian menyentuhnya, maka seketika orang gila tersebut sembuh. Dan itulah yang terjadi saat itu pada seorang gadis anak raja.

Sang putri mengalami gangguan jiwa. Atas perintah sang raja, diutuslah pasukan kerajaan untuk membawa sang putri ke padepokan Barsisha di tengah hutan agar ia memperoleh perawatan rehabilitasi dengan harapan akan menuai kesembuhan.

Maka berangkatlah para pasukan dengan membawa putri raja yang sedang sakit jiwa. Sesampainya di sana, setelah mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya. Para prajurit kerajaan bergegas undur diri untuk kembali ke kerajaan dengan meninggalkan sang putri bersama Barsisha di padepokannya yang berada di tengah hutan.

Saat para punggawa telah meninggalkan mereka berdua, saat putri raja masih dalam keadaan gila, dan saat Barsisha hanya ditemaninya di tengah hutan belantara tanpa ada orang selain mereka, Iblis pun datang menggoda:

“Wahai Barsisha, tidakkah engkau melihat putri raja itu cukup cantik jelita. Ia begitu menggoda. Tidakkkah engkau berpikir untuk sejenak bersenang-senang dengannya. Nikmatilah tubuhnya untuk sekali saja. Lagi pula, ia dalam keadaaan gila. Sudah tentu, ia tidak akan mengetahui apa-apa yang terjadi saat ini, setelah kesembuhannya nanti. Kalian pun juga hanya berdua di hutan belantara ini. Tak akan ada orang yang mengetahui. Ayolah, kukira pantas bagimu untuk rehat sejenak dari aktivitas ibadahmu yang melelahkan,” bujuk iblis penuh kemesraan.

Nahas menimpanya, Barsisha tergoda oleh tipu daya iblis terkutuk. Ia pun melakukan zina bersama sang putri yang masih dalam keadaan gila. Namun baru saja usai melampiaskan nafsu birahinya, Iblis kembali merasuk, berbisik menggoda ke dalam relung hati Barsisha.

“Duhai, celakalah engkau wahai Barsisha. Cepat atau lambat, perbuatan kejimu terhadap sang putri akan diketahui. Orang-Orang utusan kerajaan tidak akan terima akan perbuatanmu kepada anak rajanya.Terlebih, engkau sudah terkenal sebagai seseorang yang sakti nan ahli beribadah. Jika hal ini diketahui, sontak, reputasimu akan hancur berantakan. Nama baikmu akan tercemar. Dan seluruh orang akan mencampakkanmu.”

“Lalu apa yang harus kulakukan?” batin Barsisha mulai dirundung kecemasan tak karuan. Ia mulai bertanya-tanya terhadap diri sendiri dan mencari cara bagaimana untuk menutupi semua ini. Dan lagi-lagi, sang Iblis mulai berbisik melancarkan strategi:

“Sudahlah, bunuh saja wanita itu. Kemudian kuburlah ia dalam-dalam di atas gundukan pasir. Dan jika para utusan kemari untuk menjemput sang putri, bilang saja bahwa ia telah sembuh dan pamit untuk kembali ke kerajaan seorang diri. Maka, semuanya akan beres. Kalupun ia akhirnya tak kembali, engkau tak akan disalahkan. Mereka pasti mengira bahwa sang putri telah mati tertikam binatang buas di tengah perjalanannya kembali menuju istana.”

Bodohnya, Barsisha pun kembali mengiyakan tawaran iblis yang seakan penuh kompromi tersebut. Dibunuhlah sang putri olehnya dan kemudian ia kubur dalam-dalam hingga sekiranya tak seorang pun mengira ada mayat di bawah sana.

“Akhirnya, sekarang tuntas sudah semuanya,” batin Barsisha penuh lega.

Namun tidak bagi Iblis. Setelah ia berhasil membujuk rayu manusia yang terkenal ahli ibadah dan bisa menyembuhkan orang gila hanya dengan sentuhan tangannya itu, Iblis kemudian menjelma menjadi seorang shalih ahli ibadah yang seakan dapat mengetahui segala sesuatu yang terjadi.

Ia kemudian masuk ke istana, menemui raja, dan menceritakan apa yang terjadi terhadap putrinya dan Barsisha di tengah hutan belantara. Seketika sang raja mengirim utusan untuk menangkap Barsisha di padepokannya. Dan tanpa ampun, akhirnya barsisha dihukum salib oleh sang raja. Sungguh, kini Barsisha sudah tak mampu melakukan apa-apa.

Di tengah kelemahan Barsisha ini, dengan licik sang Iblis kembali memanfaatkan keadaan untuk menjerumuskan lebih dalam lagi ke lembah kekufuran. Iblis pun berkata kepada Barsisha dengan penuh rasa iba:

“Duhai, alangkah malangnya nasibmu. Engkau sekarang terhukum salib oleh sang raja. Namun, janganlah kau hiraukan. Sebentar lagi penderitaanmu akan berakhir. Aku akan menolongmu. Tapi ada satu syarat yang harus kau penuhi.”

“Apa itu, sungguh akan kulakukan asal engkau mau menyelamatkan,” tanya Barsisha kegirangan.

“Sembahlah aku.”

“Bagaimana aku dapat menyembahmu jika tubuhku tersalib oleh kayu?” tanya Barsisha di tengah kondisinya yang semakin layu.

“Cukuplah bagimu untuk isyarat saja. Entah itu dengan anggukan atau sekedar kedipan mata sebagai ganti sujudmu kepadaku.”

Maka, dengan sisa-sisa tenaga, Barsisha yang mulai melemah pun akhirnya melakukan apa yang diperintah oleh Iblis. Sayang, seketika itu juga ia mati. Dan Iblis pun tak menyelamatkannya, sedang ia telah mati dalam keadan kufur terhadap Allah subhanahu wata’ala. Na’udzubillah. []

Cerita ini dinarasikan dari kisah yang termaktub dalam kitab “Mukhtashar Tadzkiratul Qurtubi” karya ulama kenamaan, Syekh Abdul Wahab As Sya’roni.

SUMBER: NU ONLINE