OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 06 April 2018

Teror Ulama Kembali, Kyai NU Jatim Dibacok Saat Imami Shalat Maghrib

Teror Ulama Kembali, Kyai NU Jatim Dibacok Saat Imami Shalat Maghrib

10Berita – Kasus penganiayaan terhadap ulama dan kyai kembali terjadi. Kali ini, kasus tersebut menimpa Kiai Tajuddin, warga Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada awal pekan ini.

Wakil Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Balongbendo itu tiba-tiba dibacok kapak oleh pelaku Rudi, salah seorang jamaah yang tidak lain tetangganya sendiri hingga mengalami luka serius di bagian belakang kepala.

Peristiwa tragis itu terjadi saat Kyai Tajuddin sedang mengimami Shalat Maghrib di Masjid Baitur Ridwan desa setempat, Senin (2/4/2018). Pelaku saat itu juga mengikuti salat berjamaah. Namun saat rakaat kedua, tiba-tiba pelaku meloncat dan langsung membacok Kiai Tajuddin dengan menggunakan kapak.

[Times Indonesia]

Beruntung, korban berhasil diselamatkan jamaah lainnya. Mereka juga membekuk dan menghajar pelaku sebelum akhirnya dibawa ke polisi.

“Kejadiannya, waktu rakaat kedua sedang tahiyat awal. Tiba-tiba saya dipukul pakai kapak hingga tiga kali. Kemudian saya tangkis sebisanya dan pelaku diamankan jamaah. Pelaku juga dihajar jamaah,” ujar Kyai Tajuddin, Selasa (3/4).

Menyikapi kejadian itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembacokan ulama oleh pelaku yang diklaim mengidap gangguan jiwa itu.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

“Kami akan kawal kasus ini. Motifnya apa ini yang harus diungkap polisi karena kejadian ini tidak hanya sekali saja,” kata Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin.

Ali menduga ada skenario dan motif tertentu di balik kasus tersebut, karena tidak mungkin orang yang memiliki gangguan jiwa bisa berbuat hal itu.

Kumparan

“Kami duga ada skenario dan motif tertentu di balik kejadian ini. Kasus ini sepertinya sudah direncanakan. Tidak mungkin orang gila tahu itu kiai atau bukan,” katanya.

Sementara itu, Kiai Tajuddin sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa meski sempat menjalani perawatan dan kepalanya dijahit. Sementara pelaku kini ditahan di Mapolresta Sidoarjo. Sayang, polisi masih bungkam terkait motif pembacokan tersebut.

Sumber :Inews

Massa Aksi Bela Islam Geruduk Bareskrim, Tuntut Proses Hukum Sukmawati

Massa Aksi Bela Islam Geruduk Bareskrim, Tuntut Proses Hukum Sukmawati

10Berita, JAKARTA—Menyikapi kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri melalui puisinya, berbagai elemen yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni 212 menggelar Aksi Bela Islam.

Massa aksi rencananya akan melakukan longmarch dari Masjid Istiqlal ke Depan Bareskrim Polri Jalan Merdeka Timur, Gambir Jakarta Pusat.

Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat, Ustaz Asep Syaripudin dalam orasinya menegaskan, permintaan maaf yang dilakukan Sukmawati tidak boleh menghentikan proses hukum.


Foto: Hardiansyah/JITU

“Meski sudah minta maaf, proses hukum harus jalan terus, jika proses hukum berhenti dengan minta maaf itu tidak lazim,” ujarnya di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Dirinya mengungkapkan bahwa puisi Sukmawati mengandung unsur penodaan agama. “Jadi sudah sepatutnya Bareskrim tidak terpengaruh dengan permintaan maaf sehingga dia harus segera ditangkap,” tegasnya.

Ustad Asep juga menyebutkan, kasus penodaan agama itu ancaman hukumannya maksimal lima tahun sehingga pelakunya harus segera ditahan.


Foto: Rhio/Islampos

Untuk diketahui massa yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni 212 diantaranya FPI, FUI, DDI, GMJ, Kokam, Bang Japar, Jawara Betawi, PPMI, Muhammadiyah, Brigadir 212, Brigadir 414 dan beberapa elemen lainnya yang bahkan juga datang dari berbagai daerah. []

Sumber :Islampos.

Subhanallah.. BARU TERUNGKAP, Menteri Susi TIDAK TEPUK TANGAN Usai Sukmawati Bacakan Puisi

Subhanallah.. BARU TERUNGKAP, Menteri Susi TIDAK TEPUK TANGAN Usai Sukmawati Bacakan Puisi


10Berita, Tidak banyak yang tahu bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti adalah seseorang yang secara diam-diam memfasilitasi para tetangganya dari Pangandaran untuk hadir di Aksi Bela Islam di Monas.

Publik baru mengetahui hal tersebut setelah Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi membeberkannya dalam acara diskusi kebangsaan lalu di UIN Sultan Thaha Jambi, 1 Maret 2018 lalu. (Baca: Subhanallah.. Saat Sukmawati Lecehkan Islam, TGB UNGKAP: Menteri Susi Sewa 20 Bus Untuk Support Aksi 411)

Kini, publik kembali dibuat tercengang setelah video pembacaan puisi "Ibu Indonesia" Sukmawati Soekarnoputri yang menggegerkan publik beredar luas. Selama ini publik terfokus pada puisi Sukma, padahal ada hal yang jauh lebih menarik untuk disimak, yaitu sikap Susi Pudjiastuti seusai pembacaan puisi Sukmawati.

Nampak jelas dalam video yang beredar luas, saat semua undangan bertepuk meriah usai pembacaan puisi Sukma, Susi yang hadir dan sempat menjadi peraga busana Anne Avantie, memilih diam. Tidak bertepuk tangan.

Berikut videonya:

Tak habis rasa kekaguman ini ke Ibu Susi Pujiastuti

Seorang yg visioner, genius melihat situasi, beliau tidak tepuk tangan ketika Bu Sukmawati selesai membaca Puisinya 👇 pic.twitter.com/ZqMV0du3fc

— ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) April 6, 2018


Ekspresi Susi ini dipuji oleh warganet.

Bu Susi paham puisi BuSuk mawati shg tidak ikutan beri tepuk tangan
Smg msh ada pejabat yg peka seperti beliau ..

— dyah s ambarwati (@ambarwatidyahs) April 6, 2018

— Ranny (@oma_ranny) April 6, 2018


Tak habis rasa kekaguman ini ke Ibu Susi Pujiastuti

Seorang yg visioner, genius melihat situasi, beliau tidak tepuk tangan ketika Bu Sukmawati selesai membaca Puisinya 👇 pic.twitter.com/ZqMV0du3fc

— ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) April 6, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Majelis Hakim Nyatakan Jasriadi TIDAK TERBUKTI SARACEN

Majelis Hakim Nyatakan Jasriadi TIDAK TERBUKTI SARACEN

(Jasriadi saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru)

10Berita,  Jasriadi, yang selalu disebut-sebut sebagai pentolan grup Saracen, penyebar ujaran kebencian SARA, dinyatakan tidak terbukti melakukan aktivitas tersebut oleh majelis hakim pada sidang vonis, Jumat (6/4/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Penjelasan ini dipaparkan oleh Hakim anggota, Riska saat membacakan pertimbangan vonis.

"Dari fakta yang terungkap di persidangan mejelis hakim tidak menemukan fakta itu (saracen menyebarkan ujaran kebencian yang mengacu SARA yang menyebabkan disintegrasi bangsa,red) sebagaimana dengan opini yang terbentuk di media," sebutnya.

Jasriadi hanya dinyatakan bersalah melakukan kegiatan ilegal akses data elektronik milik orang lain.

Ini sesuai dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Atas kegiatan ilegal akses ia dipidana selama sepuluh bulan atas pelanggaran dakwaan tersebut.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah meyakinkan dengan sengaja dan tanpa hak mengakses komputer dan atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun sebagaimana dakwaan kelima," ujar Hakim Ketua, Asep Koswara membacakan vonis.

Jasriadi juga TIDAK TERBUKTI melakukan tindak pidana seperti dakwaan primair JPU.

"Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bwrsalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak melakukan memanipulasi, menciptakan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi elektronik itu seolah-olah data otentik, sebagaimana dakwaan ke satu," ujar Hakim Asep seperti yang dilansir tribunpekanbaru.com.

Atas vonis ini, terdakwa langsung menyatakan banding. Sama halnya dengannya, JPU Erik Kusnandar juga menyatakan banding.

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com

Polisi Kedepankan Musyawarah Dalam Kasus Sukmawati, Bagaimana dengan Ustad Alfian, Jonru, Asma?

Polisi Kedepankan Musyawarah Dalam Kasus Sukmawati, Bagaimana dengan Ustad Alfian, Jonru, Asma?


KETIDAKADILAN DALAM SIKAP BIJAK

Oleh: Dedy Dewa Wahyudi*

10Berita, Membaca sebuah berita tentang kelanjutan kegaduhan puisi Sukmawati dimana pihak polri berharap semua persoalan diselesaikan secara musyawarah memberi jelaskan kepada kita semua, bahwa ada ketidakadilan dalam kebijaksanaan.

Ketika umat diminta untuk lebih bersikap bijaksana mengenai puisi Sukmawati.

Sementara umat masih melihat ketidakadilan dalam bersikap bijaksana yang ditunjukkan oleh penguasa kepada para aktivis Islam yang ditahan dan diadili dengan pasal pasal karet.

Adakah saran penyelesaian dengan jalan musyawarah kepada persoalan ustadz Alfian Tanjung, Jonru Ginting, atau Asma Dewi?

Ketiganya diproses hukum oleh kasus yang sampai saat ini dikenakan berdasarkan pasal karet yaitu unjaran kebencian.

Ketika ketiganya menghadapi persoalan hukum, tidak ada pihak termasuk pihak kepolisian yang menyarankan jalur penyelesaian musyawarah.

Semua teriak tegakkan hukum tanpa syarat, walau akhirnya pasal-pasal yang dikenakan pun terhitung aneh bin ajaib, berbeda dengan tuduhan awalnya.

Dan kali ini, apakah sikap itu harus berbeda karena satu alasan nama yaitu Sukmawati Soekarnoputri, putri Bung Karno, pendukung Jokowi serta pendukung Ahok?

Sementara nama ustad Alfian Tanjung, Asma Dewi ataupun Jonru Ginting adalah nama-nama yang harus dicari cara untuk ditangkap dan dipenjara, tanpa syarat dan tanpa saran musyawarah.

Semua harus adil sejak pikiran serta tindakan kalau ingin hukum dihormati.

Berikan sikap bijaksana yang sama kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali apakah dia seorang pendukung Jokowi atau tidak, pendukung Ahok atau tidak.

Negeri ini bukan negeri kaum tiran, dimana hukum hanya milik segelintir orang dan kekuasaan.

Akhirnya ketidakadilan sikap bijak memberi justifikasi bahwa, penguasa memang tidak menyukai kekuatan islamis di negeri ini serta kaum oposan yang ingin berbicara soal nasib anak negeri.

Untuk kedua barisan tersebut, hukum dibuat setajam mungkin.

Sementara untuk kalangan pendukung penguasa, hukum dicari cara untuk tumpul.


Apakah ini yang diajarkan oleh Pancasila? Kemanusian yang adil dan beradab atau keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?

Ketidakadilan ditunjukkan dimana-mana dengan terang benderang, lalu berharap umat bisa bersikap sama sesuai kebijaksanaan penguasa?

Bersikap adillah wahai para pemimpin negeri.

*Sumber: dari fb penulis, PI 

Rajin Konsumsi Mentimun, Ini Manfaatnya untuk Tubuh Anda

Rajin Konsumsi Mentimun, Ini Manfaatnya untuk Tubuh Anda

Ilustrasi (Shutterstock)

10Berita, JAKARTA - Selain bisa diolah menjadi menu hidangan yang nikmat, mentimun juga memiliki kegunaan besar untuk kesehatan, termasuk menjaga kecantikan kulit. Dilansir Zeenews, ahli kebugaran dan nutrisi Sonia Narang dan ahli kecantikan Sonia Mathur berbagi manfaat akan mentimun ini. Berikut beberapa manfaat mentimun seperti diwartakan oleh Sindonews.com:

1. Hilangkan racun tubuh

Mentimun membantu menjaga tubuh terhidrasi dan mengisi kembali dengan menghilangkan racun. Kandungan air yang tinggi berfungsi sebagai pembersih sistem dan menyapu produk limbah untuk keluar dari sistem.

2. Menurunkan tekanan darah

Mentimun tidak saja kaya akan serat, juga kalium dan magnesium. Semua nutrisi ini efektif dalam menurunkan tekanan darah. Selain itu, sifat diuretiknya yang ringan karena kandungan kalium dan airnya yang tinggi dapat membantu mengatur tekanan darah.

3. Menyegarkan kulit

Oleskan jus mentimun langsung ke kulit untuk kesegaran instan. Kandungan potasium dan sangat ideal untuk kulit kering.

4. Meminimalisir lingkaran hitam di sekitar mata

Taruh irisan mentimun pada mata setiap hari, selama sekitar 8-10 menit untuk mengurangi lingkaran hitam dan bengkak di sekitar mata. Anda juga bisa memarut untuk dijadikan lulur.

5. Atasi panas dalam

Mentimun membantu melepaskan kelebihan panas di perut, yang dikatakan sebagai penyebab utama bau mulut. Taruh irisan mentimun di langit-langit mulut Anda dengan lidah selama 30 detik.

6. Kurangi keriput

Biji mentimun adalah gudang potasium dan Vitamin E yang membantu mengurangi keriput, garis halus, noda dan tanda penuaan lainnya.

7. Tingkatkan pertumbuhan rambut

Mentimun terdiri dari sejumlah besar silika, yang baik untuk perawatan kuku dan rambut. Selain membuat kuku dan kuku kaki lebih kuat, makan banyak mentimun juga dapat meningkatkan pertumbuhan rambut.

(ris)

Sumber : Okezone

Untuk Kecebongers yang Bertanya: Mengapa Umat Islam tidak ‘Memaafkan Sukmawati’ ?

Untuk Kecebongers yang Bertanya: Mengapa Umat Islam tidak ‘Memaafkan Sukmawati’ ?


Ustadz DR. Urwatul Wusqo, Lc, MA

10Berita, Sebagian kaum muslimin pada saat ini ada yang bertanya, kenapa umat Islam tidak bersikap pemaaf pada saat sekarang ini sebagaimana dahulunya?

Dahulu Nabi dihina, dicaci, dilempar dengan batu namun beliau memaafkan orang-orang yang berlaku demikian kepada beliau, namun sekarang kita lihat umat Islam susah memaafkan orang yang salah.

Jawaban untuk pertanyaan tersebut:

Sikap pemaaf memang merupakan akhlaq Rasulullah saw, apapun yang ditujukan kepada beliau dari keburukan orang lain bahkan pelecehan sekalipun, beliau sikapi dengan penuh kemaafan.

Diantara kisah luar biasa yang sampai kepada kita dari kemaafan Rasulullah saw adalah kisah dakwah ke Thaif.

Rasulullah saw mengatakan kepada Aisyah bahwa apa yang beliau dapati di Thaif merupakan hal yang sangat berat beliau hadapi sebagaimana perang Uhud sampai-sampai malaikat Jibril menawarkan agar malaikat gunung menimpakan gunung ke penduduk Thaif akibat perbuatan mereka kepada nabi namun Nabi Muhammad saw malah memaafkan mereka dan mendoakan kebaikan bagi mereka.

Namun apakah selalu seperti itu sikap nabi Muhammad saw?

Dalam sirah kita akan dapati bahwa Rasulullah saw mengutus beberapa orang ke berbagai pimpinan negara untuk berdakwah kepada mereka.

Diantara utusan tersebut ada yang diutus kepada Kisra Persia, akan tetapi ketika sang kisra membaca surat dari Rasulullah saw yang dikirim kepadanya maka sang kisra kemudian merobek-robek surat tersebut.

Pertanyaan yang timbul dalam diri kita, apakah yang akan dilakukan oleh Rasulullah saw ketika mendapatkan berita perobekan tersebut?

Kalaulah dipakai kaedah kemaafan maka kita akan dapati Rasulullah saw akan memaafkan kisra Persia karena hanya sebuah surat yang dirobek dan tidak ada seorang muslim yang dihina atau al-Quran yang dilecehkan.

Namun yang terjadi sebaliknya, Rasulullah saw sangat marah dengan berita tersebut dan beliau berdoa:

اَللَّهُمَّ مَزِّقْ مُلْكَهُ

Artinya: “Ya Allah, hancurkanlah dan cerai beraikanlah kekuasaannya”.

Allah SWT mengabulkan doa nabi tersebut, pada masa pemerintahan Umar bin Khattab semua wilayah yang pernah berada di bawah kekuasaan kisra Persia, tidak ada satupun yang tertinggal semua sudah lepas dari kekuasaan mereka.

Apakah yang membedakan antara dua kisah diatas?

Jawabannya ada pada hadits Aisyah r.a:

وَاللَّهِ مَا انْتَقَمَ لِنَفْسِهِ فِي شَيْءٍ يُؤْتَى إِلَيْهِ قَطُّ، حَتَّى تُنْتَهَكَ حُرُمَاتُ اللَّهِ، فَيَنْتَقِمُ لِلَّهِ

Artinya: “Demi Allah, Tidaklah Rasulullah saw membalas sesuatu yang ditujukan kepada dirinya kecuali ketika kehormatan agama Allah SWT dilanggar maka beliau pun marah semata-mata karena Allah”. (HR al-Bukhari).

Bukalah lembaran sirah Rasul maka kita akan dapati kemaafan diberikan Rasul untuk sesuatu yang berkaitan dengan diri beliau, baik hinaan, celaan, lemparan batu dan lain sebagainya, akan tetapi ketika menyangkut kehormatan agama maka beliau mengajarkan kepada kita untuk menunjukkan kemarahan supaya tidak ada seorang pun yang mencoba bertidak semena-mena terhadap agama ini.

Kisah lain akan kita dapati pada kisah Yahudi bani Qainuqa, yang terkenal sebagai pandai emas.

Suatu hari seorang muslimah datang ke pasar bani Qainuqa untuk membeli atau memperbaiki emasnya, namun sang penjual mengikat jilbab muslimah tersebut sehingga ketika ia berdiri maka nampaklah aurat bagian belakangnya.

Seorang pemuda muslim yang lewat berusaha membantu sang muslimah akan tetapi ia dikeroyok oleh orang-orang Yahudi bani Qainuqa’ yang ada di pasar tersebut. Ketika sampai berita itu kepada Rasulullah saw maka apakah yang akan beliau lakukan?

Kalaulah teori kemaafan yang dipakai, niscaya Rasul akan memaafkan yahudi bani Qainuqa dan mengadakan negosiasi dengan mereka.

Akan tetapi ternyata yang beliau lakukan adalah sebaliknya, beliau perintahkan semua sahabat untuk mengepung perkampungan yahudi bani Qainuqa dengan pilihan: perang atau mereka keluar dari wilayah Madinah dalam keadaan terusir.

Pengepungan itu terjadi selama 15 hari, lalu mereka memilih untuk keluar dari Madinah dalam keadaan terusir dan tidak boleh kembali lagi ke Madinah.

Cukuplah kisah-kisah diatas sebagai jawaban bagi kita, kenapa umat Islam tidak memaafkan pelecehan yang dilakukan terhadap al-Quran dan agama mereka, sebab nabi yang mengajarkan kita untuk memaafkan kesalahan orang lain maka beliau juga yang mengajarkan kepada kita untuk bersikap tegas kepada penista agama.

Kata kuncinya adalah; kalau pelecehan dan penghinaan itu kepada DIRI beliau maka beliau akan meMAAFkan sepenuh HATI tanpa perlu diminta.

Akan tetapi kalaulah PELECEHAN itu dalam masalah AGAMA, maka beliau menunjukkan keMARAHannya. Seakan-akan pesan kepada kita semua:

“Kalaulah penghinaan itu kepada diri kita, maka seribu maaf akan kita berikan. Tapi kalaulah penghinaan itu kepada agama, maka seribu nyawa akan kami siapkan.” [pi]

Sumber : Dakwah media 

Kejutan Capres 2019 Yang Akan Diusung, Prabowo: Sabar, Kita Cari Yang Terbaik

Kejutan Capres 2019 Yang Akan Diusung, Prabowo: Sabar, Kita Cari Yang Terbaik


10Berita, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menjelaskan alasan dirinya belum mendeklarasikan diri sebagai calon presiden.

Menurutnya untuk mencalonkan diri sebagai presiden, harus memiliki 112 kursi atau 20 persen dari total kursi di DPR. Gerindra sendiri mendapatkan 73 kursi.

Sejauh ini, sambung Prabowo, Gerindra belum mengantongi tiket untuk mencalonkan kadernya dalam Pilpres 2019. Jika Gerindra menggalang koalisi, maka pencalonan dirinya harus dibicarakan lebih lanjut dengan mitra koalisi.

Prabowo menilai bisa jadi koalisi yang dibangun akan memunculkan calon lain karena perkembangan situasi politik menjelang Pilpres.

"Deklarasi itu kalau ada tiket, sekarang kan belum ada tiket, tiket juga belum tentu. Situasi berkembang, ya kan? Kita berfikir positif saja," ujar Prabowo di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (5/42018).

"Tenang-tenang. Sabar lah kita cari yang terbaik," imbuhnya.

Seperti diketahui, Gerindra belum membentuk koalisi untuk mengusung Capres dan Cawapres. Jika Gerindra bergabung dengan PKS, maka peluang untuk mencalonkan Capres-Cawapres bisa terwujud karena gabungan Gerindra-PKS sudah memenuhi syarat 20%.

PKS sendiri sudah mensosialisasikan sembilan kader terbaiknya untuk diusung sebagai Capres/Cawapres. []

Sumber :Rmol,PI 

Ide kreatif dari keterbatasan dana, Paimin sulap becak jadi angkringan

Ide kreatif dari keterbatasan dana, Paimin sulap becak jadi angkringan

10Berita, Jalan HOS Cokro Aminoto berada di sebelah selatan Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul, Yogyakarta. Di tepi jalan ini angkringan milik Paimin berada. Namun jangan bayangkan warung angkringan dengan gerobak seperti umumnya. Angkringan milik Pak Min, begitu ia biasa disapa, berupa becak yang telah ditambahkan meja dan atap. Didominasi warna hijau tua dan oranye, serta ada sedikit hijau tosca.

Di bagian depan kursi penumpang disediakan sebagai meja pelanggan, berupa satu lembar papan sepanjang 1,5 meter. Dudukan penumpang ditutup dengan beberapa lembar papan. Di atasnya terdapat beberapa nampan berisi nasi kucing, gorengan, toples berisi krupuk, rak berisi gelas, toples gula, serta teko. Semua makanan dihasilkan dari dapur rumah Pak Min sendiri. Atapnya berupa terpal biru, inilah yang paling mencirikan bahwa becak itu adalah warung angkringan jika dilihat dari kejauhan.

Kami menyambangi Pak Min menjelang waktu Maghrib. Tiga jam setelah warung angkringan dia buka. Satu pria berseragam rumah sakit mampir ke warung angkringan tak lama setelah kami datang. Satu lagi pelanggan datang, pria berseragam oranye dengan peluit di tangan.

Angkringan becak Pak Min sudah digunakan 6 bulan. Sebelumnya, selama 1,5 tahun pria yang kumis dan rambutnya tak lagi hitam ini membuka warung angkringan gerobak. Gerobak itu rusak sehingga Pak Min harus memutar otak agar usaha warung tetap berjalan. Perihal ekonomi menjadi pendorong Paimin untuk berpikir kreatif.

"Saya beli becak bekas terus saya buat angkringan. Mau beli gerobak mahal harganya, saya nggak punya uang. Saya bikin sendiri dari becak yang saya beli cuma Rp 500 ribu. Atapnya saya ganti pakai kayu-kayu ini. Kayu-kayunya nggak beli, dikasih tetangga. Ini sudah paten, nggak pernah saya copot tendanya," tuturnya dengan antusias.

Warung angkringan Pak Min rata-rata menghasilkan Rp 30.000 per hari. Uang itu menjadi pemasukan tambahan dari mengoperasikan becak motor dari pagi hingga siang.

Jumlah pemasukan angkringan kisaran itu selama beberapa bulan belakangan terbilang menurun. Sebelum-sebelumnya, per hari Pak Min bisa mengantongi hingga Rp 100 ribu per hari. Pelanggan yang kerap datang adalah para pasien Dokter Barkah Djaka Purwanta yang pernah membuka praktik di sekitar area itu. Semenjak Dokter Barkah pindah, pemasukan Pak Min menurun drastis.

"Angkringan saya pakai becak itu orang-orang heran, dibilang kreatif. Semua tanya 'kok pakai becak?'. Saya jawab mau beli gerobag tapi mahal," imbuhnya.

Malam itu, pukul 21.00 WIB, Pak Min mematikan penerangan untuk angkringan becaknya. Dia membereskan sisa dagangan beserta peralatan makan, lalu menata kursi panjang ke becak. Dia mendorong becak menuju sebuah jalan kecil di seberang kembali ke rumahnya.

Sumber : Brilio.net

Jutaan data akun asal Indonesia bocor, Kominfo sanksi tegas Facebook Indonesia

Jutaan data akun asal Indonesia bocor, Kominfo sanksi tegas Facebook Indonesia

10Berita, JAKARTA  – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan sanksi tegas kepada Facebook terkait bocornya 1.096.666 data akun asal Indonesia oleh Cambridge Analytica, konsultan politik Donald Trump saat kampanye Pilpres AS.

Bukan hanya sanksi tertulis, Facebook Indonesia terancam dikenakan sanksi denda dan kurungan badan.

Kominfo menegaskan, semua media sosial harus mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia. Terkait bocornya data akun dan digunakan oleh Cambridge Analytica, masalah tersebut berkaitan dengan Peraturan Menteri Kominfo No 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi.

“Masalah ini diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) yang jika ada pelanggaran akan diikuti oleh sanksi administrasi, denda, dan hukuman badan atau pidana. Sanksi administrasi sudah pasti, saya sudah minta Pak Sammy (Semuel Abrijani, Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo). Teguran lisan sudah, teguran tulisan dibuat hari ini,” ungkap  Menteri Kominfo Rudiantara saat konferensi pers seusai bertemu perwakilan Facebook Indonesia di Gedung Kementerian Kominfo di Jakarta, Kamis sore (5/4/2018), lansir Itoday.co.id.

Rudiantara juga berkoordinasi dengan Kepolisian terkait dengan ancaman hukuman badan dan denda.

“Kami sudah koordinasi dengan Kapolri tadi untuk menyiapkan proses selanjutnya. Walau pun ini bukan delik aduan karena hukuman badannya di atas lima tahun, ini delik umum,” jelasnya.

Dia menghimbau masyarakat agar berhati-hati menggunakan media sosial, khususnya aplikasi yang meminta akses terhadap data-data pribadi penggunanya.

“Hati-hati jangan asal terima saja syaratnya,” pesan Rudiantara.

Pemerintah saat ini sedang menunggu konfirmasi langsung dari Facebook terkait jumlah pengguna Indonesia yang menjadi korban kasus Cambridge Analytica. Rudiantara mengungkapkan, sebelumnya memang ada indikasi data pengguna Facebook Indonesia menjadi bagian dari kasus Cambridge Analytica.

“Kami sedang meminta angka pastinya,” imbuhnya.

Rudiantara mengatakan, pihaknya telah menelepon Facebook secara pribadi 10 hari yang lalu terkait masalah ini.

Dalam kesempatan terpisah, Rudiantara sebelumnya mengancam akan memblokir Facebook jika data pribadi pengguna Indonesia disalahgunakan.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha menyebutkan, ini momentum yang tepat untuk mengevaluasi Facebook sebagai media sosial terbesar di dunia. Facebook sendiri diketahui juga pemilik dari Instagram dan WhatsApp, aplikasi instant messaging terbesar di dunia saat ini.

“Facebook ini memang sudah diketahui lama memanfaatkan data para penggunannya untuk kepentingan bisnis. Namun peristiwa skandal Facebook dan Cambridge Analytica ini bertambah ramai karena menyeret nama Presiden AS Donald Trump,” ujarnya, lansir iNews.id, Rabu (21/3/2018)

Cambridge Analytica adalah konsultan politik saat Donald Trump maju pada pilpres AS akhir 2016 lalu.

Sumber :arrahmah.com