OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 09 April 2018

Jangan Lupakan Agama Saat Gunakan Media Sosial

Jangan Lupakan Agama Saat Gunakan Media Sosial

Jangan gunakan media sosial untuk memfitnah, menyebar kebencian, dan informasi hoaks.

10Berita , PALU -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat tidak melupakan atau meninggalkan nilai-nilai ajaran agama masing-masing saat menggunakan media sosial.

"Silakan bermedia sosial, namun perlu memperhatikan anjuran agama masing-masing," ujar Ketua MUI Kota Palu Zainal Abidin, Ahad (8/4).

Yang dimaksud Zainal Abidin dengan 'tanpa melupakan atau meninggalkan ajaran agama' adalah jangan gunakan media sosial untuk memfitnah, menyebar kebencian, informasi hoaks, dan adu domba. Agama termasuk Islam, tidak membenarkan atau sangat melarang umatnya memfitnah, menyebar kebencian, memprovakasi, mengadu domba dan sebagainya yang berujung pada perpecahan dan pertikaian.

"Karena itu pengguna media sosial ketika menggunakan berbagai aplikasi media sosial harus sejalan dengan nilai-nilai Islam serta nilai-nilai agama lainnya, bagi masing-masing pemeluk agama," ujarnya.

Rektor pertama IAIN Palu ini juga mengatakan pengguna media sosial termasuk kaum hawa yang beragama Islam agar tidak mengunggah foto-foto pribadi yang vulgar. "Perempuan-perempuan utamanya umat Islam jangan memamerkan aurat, apalagi memamerkannya di media sosial. Mempertontonkan aurat hal itu tidak sejalan dengan anjuran agama Islam," ujarnya.

Pakar pemikiran Islam modern ini setuju perempuan harus melek menggunakan tekhnologi termasuk media sosial. Namun, harus digunakan untuk kepentingan positif, serta tidak berdampak buruk terhadap keutuhan keluarga dan rumah tangga dan sejalan dengan anjuran agama.

MUI Kota Palu tidak melarang Muslimah menggunakan media sosial sebagai sarana sosialisasi dan silaturahim. Namun, perlu memperhatikan koridor agama. Menurutnya, salah satu faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan, perkelahian dalam rumah tangga bahkan perceraian disebabkan hilangnya kontrol diri dalam bermedia sosial.

"Tidak ada larangan menggunakan media sosial. Silakan gunakan media sosial. Namun harus perhatikan anjuran agama. Misalkan, mengunggah foto pribadi yang terkesan pertontonkan aurat, sebaiknya ini jangan. Sebaiknya upload foto bersama keluarga, yang tidak pertontonkan aurat. Begitu pula dengan perempuan yang telah menikah dan berumah tangga agar membatasi diri agar tidak berkomunikasi dengan lawan jenis lewat media sosial yang dapat berdampak negatif baik kepada diri sendiri, keluarga, dan rumah tangga," katanya.

Sumber :Republika.co.id 

Kala Aksi ‘Hak Kembali’ Bergejolak, ke mana Bangsa-Bangsa Arab?

Kala Aksi ‘Hak Kembali’ Bergejolak, ke mana Bangsa-Bangsa Arab?

10Berita, EMPAT tahun lalu, tepatnya pada 2014, penjajah Israel telah melancarkan perang ketiga ke Jalur Gaza, sebelum matahari hari itu terbenam, kota-kota besar Arab menggemakan yel-yel pembelaan untuk Jalur Gaza “Dengan Jiwa dan Darah, Kami Persembahkan untukmu Wahai Gaza.”

Hari ini, setelah 15 hari gelaran “pawai kepulangan,” hampir tidak terdengar “bisikan” serupa seperti pada 2014 silam.

Dan yang lebih buruk dari itu, sikap sebagian pemerintah Arab yang tidak membiarkan warga Gaza melanjutkan jalan mereka, bahkan sejak hari pertama aksi pawai kepulangan, berusaha untuk menekan guna menghentikan aksi tersebut.

Apa yang sebenarnya terjadi pada bangsa Arab dan kenapa mereka diam membisu seperti ini? Padahal 31 warga Palestina telah meregang nyawa, darah tertumpah, namun tanpa bisa menggerakkan kota-kota besar Arab dengan aksi-aksi damai untuk solidaritas Palestina.

Surat kabar Israel mengungkap bahwa Israel telah melakukan komunikasi intensif menjelang peluncuran pawai kepulangan, dengan Mesir, Yordania dan Otoritas Palestina di Ramallah, dengan tujuan untuk menggagalkan meletusnya kemarahan Palestina.

Pertanyaan yang muncul hari ini adalah, apakah rezim-rezim Arab berhasil mengusir rakyat dari isu kekinian umat? Karena rakyat Palestina hari ini kehilangan sandarannya, bangsa Arab. Rakyat Palestina mulai tidak dipedulikan di tingkat Arab dan regional, tidak seperti sebelumnya. Meski demikian, rakyat Palestina masih mencari bangsa Arab dan kaum muslimin, setiap wawancara radio atau televisi selalu bersuara: “Di mana kalian wahai bangsa Arab, di mana kalian wahai kaum muslimin?”

Para pengamat memberikan alasan bahwa negara-negara Arab saat ini sedang mengalami situasi kemananan yang genting. Karena itu, masalah penting yang berhubungan dengan isu Palestina betul-betul hilang dari pantauan negara-negara Arab, seperti masalah al-Quds, tawanan Palestina dan rekonsiliasi Palestina.

Kesempatan ini dimanfaatkan Israel untuk melaksanakan royek dan rencana mereka tanap banyak negara Arab yang peduli dengan apa yang terjadi. Yang menjadi prioritas bangsa-bangsa Arab adalah mengakhiri konflik internal dan mendapatkan kehidupan yang bermartabat, terjadi penurunan pengangguran dan kemiskinan.

Yang lain meminta agar tidak bergantung kepada resim-resim Arab. Karena rezim-rezim Arab selalu tidak hadir atas apa yang terjadi di Palesina. Isu Palestina hanya dijadikan slogan, tidak lebih. []

SUMBER: PIC, Islampos.

Derita Muslim Afrika Tengah

Derita Muslim Afrika Tengah

Mereka tidak diizinkan untuk mengekspresikan diri mereka sebagai Muslim.

10Berita , JAKARTA --  Dilansir dari Aljazirah Lebih dari 30 ribu Muslim tinggal di tujuh daerah kantong, dijaga oleh pasukan PBB di seluruh negeri.Tetapi bagi yang tinggal di luar, terutama di daerah pedesaan, mereka menjadi sasaran serangan massa.

"Mereka tidak diizinkan untuk mengekspresikan diri mereka sebagai Muslim, jika berada di luar daerah yang dijaga, mereka tidak dapat shalat, berpakaian dengan cara apa pun yang mengidentifikasi mereka sebagai Muslim," kata Joanne Mariner penasihat respons krisis senior di organisasi yang berbasis di Inggris.

Kelangsungan hidup mereka tergantung pada rutinitas sehari-hari bernegosiasi dengan pejuang anti-Balaka. Mariner menga takan bahwa banyak yang dipaksa pindah agama ke Kristen atau menghadapi penganiayaan dari masyarakat.

Meskipun kekerasan telah berkurang sejak akhir 2014, negara ini tetap tidak aman. Lebih dari satu juta orang mengungsi. Pada bulan April, seorang utusan AS mengatakan bahwa hampir semua dari 436 masjid di Afrika Tengah telah dihancurkan masyarakat. Samantha Power, Duta Besar AS untuk PBB, menyebut kehancuran ini merupakan hal gila dan mengerikan.

Amnesty mengatakan, dalam laporannya bahwa tidak ada masjid di luar Bangui dan Kota Carnot, telah diperbaiki atau dibangun kembali. Salah satu tanda paling jelas dari intensitas animus sektarian adalah penghancuran masjid-masjid negara.

Komisi Penyelidikan PBB tentang negara ini pada 2014 menemukan bahwa 99 persen Muslim ibu kota telah meninggalkan Bangui. Sebanyak 80 persen dari seluruh penduduk Muslim di negara itu telah melarikan diri ke Kamerun atau Chad, dan 417 dari 436 masjid CAR hancur. Sejak 2014, beberapa Muslim telah kembali.

Sumber :Republika.co.id 

Masyarakat Mulai Hilang Trust ke Petahana

Masyarakat Mulai Hilang Trust ke Petahana

10BeritaJakarta  - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengaku senang melihat respons Presiden Joko Widodo terhadap gerakan #2019GantiPresiden. Menurut Sohibul Iman, Jokowi memilih menanggapi santai gerakan #2019GantiPresiden dengan menyebut kaus tidak akan bisa menggantikan presiden.

Bagi Sohibul, penyikapan santai Jokowi terhadap gerakan #2019GantiPresiden yang semakin massif menunjukkan jika konstelasi menuju hajat akbar pergantian pimpinan nasional 2019 semakin asyik.

"Respons santai Pak Jokowi menunjukkan jika gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan biasa bukan kejahatan sehingga tidak perlu ditanggapi berlebihan. Dengan begitu kontestasi Pilpres 2019 semakin Asyik," papar Sohibul di Jakarta, Ahad (8/4/2018).

Sohibul memandang masifnya dukungan masyarakat atas gerakan #2019GantiPresiden menunjukan adanya keinginan masyarakat akan perubahan. "Ini bisa dimaknai masyarakat mulai kehilangan trust kepada petahana. Bahwa meskipun calon definitif belum ada, tetap disambut luar biasa. Berarti kotak kosong pun lebih disukai masyarakat. Bisa jadi petahana kalah oleh kotak kosong," tutupnya.

Sohibul menilai sambutan publik yang sangat massif terhadap gerakan #2019GantiPresiden cukup unik. Pasalnya hingga saat ini tidak ada calon presiden resmi yang menjadi ujung tombak gerakan ini. Ia menyebut saat ini belum ada partai politik atau koalisi partai politik yang secara resmi mendeklarasikan calon presiden alternatif selain petahana.

"Sekarang ini yang resmi mencalonkan presiden baru petahana, Pak Jokowi dengan dukungan koalisi yang cukup untuk mendapatkan tiket pada Pilpres 2019," terang mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Sehingga, papar Sohibul, gerakan #2019GantiPresiden adalah murni sebuah gagasan yang disambut publik secara luas tanpa harus melihat adanya calon alternatif yang resmi diusung diluar calon petahana.

"Paslon alternatifnya belum ada tetapi seperti aura kemenangan di depan mata. Ini memang aneh. Memang 'bayangan' kadang menakutkan bagi orang-orang tertentu," tandas mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Sumber : SI Online

Amalan Ringan untuk Orang Sibuk #01

Amalan Ringan untuk Orang Sibuk


10Berita, Sekarang kita akan melihat beberapa amalan ringan untuk orang sibuk namum tak kalah dari sisi pahala.

Amalan #01: Dua Rakaat Shalat Sunnah Wudhu

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu; ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ يُقْبِل بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ عَلَيْهِمَا إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

 “Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga.” (HR. Muslim, no. 234)

Dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu; ia berkata,

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian berdiri melaksanakan dua rakaan dengan tidak mengucapkan pada dirinya, maka dia akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, no. 160 dan Muslim, no. 22)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahmengatakan, “Dianjurkan shalat dua rakaat setelah berwudhu meskipun pada waktu yang dilarang, hal itu dikatakan oleh Syafi’iyyah.” (Al-Fatawa Al-Kubra, 5:345)

Zakariya Al-Anshari dalam kitab ‘Asna Al-Mathalib (1:44) mengatakan, “Dianjurkan bagi yang berwudhu, shalat dua rakaat setelah wudhu pada waktu kapan pun.”

Amalan #02: Dua Rakaat Shalat Sunnah Fajar

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua raka’at fajar (shalat sunnah qabliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim, no. 725). 

Dalam lafal lain, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaberkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara mengenai dua raka’at ketika telah terbit fajar shubuh,

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya.” (HR. Muslim, no. 725).

Hadits terakhir di atas juga menunjukkan bahwa shalat sunnah fajar yang dimaksud adalah ketika telah terbit fajar shubuh. Karena sebagian orang keliru memahami shalat sunnah fajar dengan mereka maksudkan untuk dua raka’at ringan sebelum masuk fajar. Atau ada yang membedakan antara shalat sunnah fajar dan shalat sunnah qabliyah shubuh. Ini jelas keliru. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Shalat sunnah Shubuh tidaklah dilakukan melainkan setelah terbit fajar Shubuh. Dan dianjurkan shalat tersebut dilakukan di awal waktunya dan dilakukan dengan diperingan. Demikian pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i dan jumhur (baca: mayoritas) ulama.” (Syarh Shahih Muslim, 6:3)

Amalan #03: Shalat Berjamaah di Masjid bagi Pria

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam mengakhirkan shalat Isya sampai tengah malam. Kemudian beliau menghadap kami setelah shalat, lalu bersabda,

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)

Amalan #04: Shalat Wanita di Rumah

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ

Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah di bagian dalam rumah mereka.” (HR. Ahmad, 6: 297. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya)

Istri dari Abu Humaid As-Sa’idi, yaitu Ummu Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, saya sangat ingin sekali shalat berjamaah bersamamu.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab,

قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَ مَعِى وَصَلاَتُكِ فِى بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى حُجْرَتِكِ وَصَلاَتُكِ فِى حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِى دَارِكِ وَصَلاَتُكِ فِى دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِى

Aku telah mengetahui hal itu bahwa engkau sangat ingin shalat berjamaah bersamaku. Namun shalatmu di dalam kamar khusus untukmu (bait) lebih utama dari shalat di ruang tengah rumahmu (hujrah). Shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih utama dari shalatmu di ruang terdepan rumahmu. Shalatmu di ruang luar rumahmu lebih utama dari shalat di masjid kaummu. Shalat di masjid kaummu lebih utama dari shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi).” Ummu Humaid lantas meminta dibangunkan tempat shalat di pojok kamar khusus miliknya, beliau melakukan shalat di situ hingga berjumpa dengan Allah (meninggal dunia, pen.). (HR. Ahmad, 6:371. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Namun jika wanita ingin melaksanakan shalat berjama’ah di masjid selama memperhatikan aturan seperti menutup aurat dan tidak memakai harum-haruman, maka janganlah dilarang. 

Dari Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar bahwasanya ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا

Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia.” (HR. Muslim, no. 442)

Amalan #05: Memperbanyak Sujud (Memperbanyak Shalat Sunnah)

Ma’dan bin Abi Thalhah Al-Ya’mariy, ia berkata, “Aku pernah bertemu Tsauban–bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam–, lalu aku berkata padanya, ‘Beritahukanlah padaku suatu amalan yang karenanya Allah memasukkanku ke dalam surga.’ Atau Ma’dan berkata, ‘Aku berkata pada Tsauban, ‘Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah.’ Ketika ditanya, Tsauban malah diam.

Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu.’ Lalu Ma’dan berkata, ‘Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.’ (HR. Muslim, no. 488)

Hadits di atas menunjukkan keutamaan (fadhilah) memperbanyak shalat khususnya shalat sunnah. Itulah maksud memperbanyak sujud. Imam Nawawi rahimahullah berkata bahwa maksud memperbanyak sujud adalah memperbanyak sujud dalam shalat. (Syarh Shahih Muslim, 4:184)

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Oleh:

Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : Rumaysho.Com

Jejak Islam di Afrika Tengah

Jejak Islam di Afrika Tengah

Islam tak berkembang di negara ini.

10Berita , JAKARTA -- Islam di Republik Afrika Tengah tidak pernah memiliki pengikut yang besar karena secara tradisional mereka berasal dari perdagangan budak. Bahkan pengaruh Libya selama kepresidenan Patasse tidak mampu menjadikan agama ini berkembang.

Dilansir invisible-dog.com Meskipun demikian, minoritas Muslim Afrika Tengah terutama suku Bororo yang pastoralis dan nomaden dianggap kaya. Ini telah memicu kebencian dan ketegangan antarsuku selama bertahun-tahun.

Dalam struktur etnis Republik Afrika Tengah, 80 persen suku Bantu mendominasi negara ini. Mereka terdiri dari suku Baya di barat daya (32 persen dari populasi saat itu), Suku Mandja (21 persen) di pusat-barat, Suku Banda ( 27 persen) di tengah-timur datang dari Kongo dan Sudan, Sara (10 persen) yang berasal dari Chad dan Sango.Suku yang terakhir tinggal di sepanjang tepian sungai Ubangui. Mayoritas orang- orang ini memeluk Kristen atau animisme.

Hanya minoritas Fulbe dan Bororo (atau Mbarara) di utara dan barat laut negara itu adalah Muslim. Mereka juga mendatangkan umat Islam yang tinggal di sebagian besar Afrika Barat.

Sejarah Republik Afrika Tengah selalu dikaitkan dengan nama seorang pendeta Barthelemy Boganda, yang menghimpun dan menggerakkan masyarakat memperoleh kemerdekaan pada 1960. Dia meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat yang misterius.

Sumber : Republika.co.id

Penawar Hati yang Gundah

Penawar Hati yang Gundah

Salah satu obat paling manjur untuk mengatasi suasana demikian dengan zikir.

10Berita , JAKARTA -- Hakikat hati adalah tidak terlihat dan samar bagi pancaindra manusia. Namun, keberadaan hati dapat dirasakan. Keberadaan hati pun termasuk perkara gaib bagi manusia, sama halnya dengan ruh. Oleh sebab itu, al-Ghazali menempatkan hati pada hakikat ruh. Ia menyebut hati sebagai bagian dari jenis ma laikat.

Hati adalah suatu bentuk abstrak bagi manusia atau tidak dapat dilihat pan caindra manusia. Pengertian hati menurut Islam juga merupakan tempat memperolehnya pengetahuan secara hakiki setelah pancaindra. Jika saja Allah tidak menciptakan hati kepada manusia maka seseorang tidak akan mengetahui sesuatu sampai hakikatnya.

Namun, suasana hati bisa berubah-ubah setiap saat. Ini bisa saja merupakan gambaran kepribadian yang belum stabil atau mengalami perlambatan dalam pematangan menuju dewasa. Bisa juga berupa gangguan psikis yang disebut gangguan bipolar. Walaupun untuk didiagnosis gangguan bipolar, pasien harus memenuhi adanya gejala manik dan depresif.

Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal memberikan penawar bagi siapa saja yang merasa hatinya sedang galau gulana. Salah satu obat paling manjur untuk mengatasi suasana demikian dengan zikir atau mengingat Allah. Dalam beberapa ayat disebutkan tentang keutamaan zikir, seperti dalam surah al-Ankabut ayat 45 yang artinya "...Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamannya dari ibadah-ibadah yang lain)."

Syekh as-Sadi menyatakan, dalam shalat itu terdapat zikir pada Allah de ngan hati, lisan, dan anggota badan. Allah yang menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan sebaik-baik ibadah adalah shalat. Dalam ayat yang lain disebutkan keutamaan zikir, yaitu dalam surah al-Baqarah ayat 152.

Pada ayat itu, Allah berjanji akan mengingat hamba-Nya yang selalu ingat Allah. Syekh Shalih al-Munajjid menyatakan, siapa saja yang berzikir kepada Allah maka ia akan mendapat maslahat yang besar, yaitu Allah akan senantiasa mengingatnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi, "Aku sesuai dengan prasangkaan hamba pada-Ku." (Mutta faqun Alaihi)

Kita harus senantiasa berzikir kepa da Allah. Termasuk ketika masuk pasar sekalipun. Sebab, pasar adalah tempat yang paling besar kesempatan manusia akan lalai terhadap tuhannya, kata Ustaz Abduh kepada jamaah yang begitu khidmat mendengarkan ceramahnya.

Ustaz Abduh Tuasikal melanjutkan paparannya. Kali ini, pengasuh Rumay sho membawakan ayat lain, yaitu surah al-Araf ayat 35. Ustaz Abduh Tuasikal mengutip perkataan Imam asy-Syaukani menyebutkan bahwa kalimat ghafilin pada ayat tersebut memiliki makna agar jangan menjadi orang yang lalai dari zikir kepada Allah. Dalam ayat ini juga ada perintah untuk berzikir dengan suara lirih. Sebab, hal tersebut lebih mendekati ikhlas.

Tak lupa, Ustaz Abduh Tuasikal juga mengajak para jamaah untuk senantiasa berzikir kala pagi dan petang. Mengutip pendapat Syekh as-Saddi, ia mengata kan, zikir yang banyak adalah dengan membaca tahlil, tahmid, tasbih, takbir, dan perkataan lainnya yang mendekat kan diri kepada Allah. Yang paling mi nimal adalah kita merutinkan zikir pagipetang, zikir bakda shalat lima waktu, serta zikir ketika muncul sebab tertentu. Zikir ini baiknya dirutinkan tiap waktu dan keadaan.

Dalam sebuah hadis, kata ustaz Abduh Tuasikal, disebutkan bahwa dua kalimat yang ringan di lisan tetapi berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh ar-Rahman, yaitu subhanallahi wa bihamdih dan subhanallahil azhim (Mahasuci Allah segala pujian untuk-Nya. Mahasuci Allah Yang Mahamulia). Itulah obat hati yang galau menurut Us taz Abduh Tuasikal.

Sumber :Republika.co.id 

Semakin Populer, Tokopedia dan Bukalapak Jual Kaos #2019GantiPresiden

Semakin Populer, Tokopedia dan Bukalapak Jual Kaos #2019GantiPresiden



10Berita, JAKARTA —Tagar #2019GantiPresiden semakin viral dari hari ke hari. Tak hanya viral di dunia maya, tagar ini pun semakin viral dan populer di dunia nyata. 

Kaos-kaos bertuliskan tagar tersebut mulai ramai digunakan masyarakat. Apalagi setelah Presiden Joko Widodo menyinggung kaos tersebut dalam pidatonya baru-baru ini. 

Kini kaos tersebut dapat diperoleh di website jual beli online seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Dalam pengamatan Voa Islam  di kedua website tersebut, Ahad (8/4/2018) malam,sangat banyak kaos-kaos bertagar #2019GantiPresiden dipajang para penjual di etalase layar.

Pada website Bukalapak, para penjual yang menampilkan produk kaos tersebut lebih dari 10 halaman layar. Begitu juga di website Tokopedia.

Kaos-kaos tersebut dijual dengan berbagai model dan harga yang bervariasi. Tak hanya kaos, ragam souvenir seperti topi dan mug bertagar hal yang sama juga diperjualbelikan.* [Syaf/]

Sumber :voa-islam.com

Jokowi Sebut Kehendak Allah di Urutan Kedua, Warganet PROTES Keras!

Jokowi Sebut Kehendak Allah di Urutan Kedua, Warganet PROTES Keras!


10Berita, Pidato Presiden Joko Widodo di depan relawan di Bogor, Sabtu 7 April 2018, menuai protes netizen Muslim. Pasalnya, Jokowi menyebut kehendak Allah di urutan kedua.

Hal itu terjadi saat Jokowi menyatakan bahwa kaos tidak bisa mengganti Presiden.

“Masa kaos bisa ngganti Presiden? Yang bisa ngganti Presiden itu rakyat. Kalau rakyat itu berkehendak ya bisa. Kalau rakyat nggak mau ya nggak bisa. Yang kedua, ada kehendak dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Masa pakai kaos bisa ngganti Presiden, nggak bisa,” kata Jokowi.

Sejumlah netizen mengkritisi pidato tersebut karena menempatkan kehendak Allah di urutan kedua.

“Ahelah! Katanya mau ngedeketin kubu muslim. Gimana bisa wong kehendak Tuhan aja cuma diitung jadi nomer dua,” kata @awemany, Ahad 8 April 2018.

Ahelah! Katanya mau ngedeketin kubu muslim. Gimana bisa wong kehendak Tuhan aja cuma diitung jadi nomer dua. Ngga takut kena serangan jantung kayaknya. :p pic.twitter.com/WPMAd8Yr1B

— Pelan-pelan, Ardi! (@awemany) April 8, 2018


“Seharusnya dia ga bilang kedua.. Tutup saja kalimatnya dengan dan akhirnya semua kehendak Allah SWT.. Kalo ada kalimat yg kedua, jadi macam2 opini yang timbul.. #2019GantiPresiden..” kata @nadi_kul.

“Yang pertama kehendak Tuhan pak @jokowi.. kun fa yakun,” kata @Satrio_Prasetya.

Sumber: Tarbiyah


Ahelah! Katanya mau ngedeketin kubu muslim. Gimana bisa wong kehendak Tuhan aja cuma diitung jadi nomer dua. Ngga takut kena serangan jantung kayaknya. :p pic.twitter.com/WPMAd8Yr1B

— Pelan-pelan, Ardi! (@awemany) April 8, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Minggu, 08 April 2018

Upaya Media Barat Sesatkan Berita Pawai Kepulangan Palestina

Upaya Media Barat Sesatkan Berita Pawai Kepulangan Palestina


Pawai Kepulangan Palestina. (Aljazeera.net)

10Berita – Doha. Sebuah artikel milik Profesor Saree Makdisi  mengkritisi sikap media-media Barat yang berusaha mengaburkan informasi soal Pawai Kepulangan Palestina. Artikel itu dimuat oleh Los Angeles Times, seperti dilansir Aljazeera.net.

Saree Makdisi, seorang kritikus dan ahli sastra Inggris di Universitas California Los Angeles menyebut fakta-fakta soal Pawai di Gaza itu adalah benar. Namun, media Barat kemudian mendistorsinya dengan penggunaan diksi yang menyesatkan.

Mulanya Makdisi membahas soal liputan media tentang pembantaian terhadap peserta Pawai pada Jumat pertama (30/03) oleh pasukan zionis. Menurutnya, liputan itu menggunakan pilihan kata yang dapat mengaburkan konflik Israel-Palestina.

Jika dilihat faktanya, maka pemilihan kalimat yang dilakukan akan sangat menyesatkan para pembaca, imbuhnya.

Sebagai contoh, Makdisi menyebutkan tiga judul berita di dua media. The Guardianmenulis judul “Setidaknya 15 Warga Palestina Tewas, Sementara Israel Menanggapi Protes.” Sedang pada halaman pertama, Guardian menulis, “15 Tewas dalam Unjuk Rasa di Gaza.”

Sementara New York Times dalam salah satu beritanya menuliskan judul, “Konfrontasi di Perbatasan Gaza, 15 Orang Tewas.”

Menurut Makdisi, pemilihan kata dalam judul-judul tersebut sangat menyesatkan. Warga Palestina tidak tewas, melainkan ditembak dengan sengaja. Penghilangan atau penyembunyian pelaku dari tidakan sangat jelas dalam kalimat judul di atas, imbuh Makdisi.


(Aljazeera.net)

Lebih lanjut Makdisi memberi saran pemilihan kata yang lebih tepat. Menurutnya, media harusnya menulis, “Pasukan Israel Bunuh 15 Warga Palestina dalam Demonstrasi di Gaza.” Kalimat ini, jelas Makdisi, menceritakan kisah berbeda dan tentu penerimaan pembaca juga berbeda.

Selain itu, Makdisi merokemendasikan penggunaan kata ‘bentrokan’ dan ‘konfrontasi’. Ini yang kemudian digunakan Los Angeles Times dalam pemberitaan pada hari berikutnya, yang menuliskan judul: “Hari Bentrokan Pasukan Israel dan Demonstran Palestina Sebabkan 16 Warga Palestina Tewas.”

Namun, Makdisi menyebutkan bahwa fakta di lapangan juga tidak murni bentrokan. Menurutnya, kata bentrokan identik dengan persamaan antara dua pihak. Sementara di lapangan, 30 ribu rakyat Palestina berunjuk rasa damai menghadapi pasukan Israel bersenjata berat dan lengkap.

Fakta lain juga menyebutkan, pasukan Israel dan rakyat Palestina tidak saling serang. Melainkan pasukan Israel lah yang berusaha menghancurkan, sementara Palestina hanya melakukan perlawanan.

Selain itu, Makdisi juga mengkritisi penggunaan kalimat ‘perbatasan Gaza dan Israel’. Menurutnya, kalimat ini mengisyaratkan perbatasan dua negara.

Faktanya, imbuh Makdisi, Israel menolak mendeklarasikan perbatasannya. Sementara Gaza bukan negara, merupakan wilayah yang dijajah. (whc/)

Sumber: Aljazeera, dakwatuna