OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 10 April 2018

Ini 7 Target Aksi ‘Kepulangan Akbar’ Gaza yang Ditakuti Israel

Ini 7 Target Aksi ‘Kepulangan Akbar’ Gaza yang Ditakuti Israel

10Berita, PERBATASAN Jalur Gaza yang dulunya relatif tenang sejak berakhirnya perang Gaza 2014 lalu, kini telah berubah menjadi sumber bentrok dan konfrontasi permanen dengan pasukan penjajah Israel.

“Karena itu, mungkin pawai ini dianggap sebagai wajah baru dari strategi perlawanan Palestina, setelah intifadhan batu, intifadhah pisau dan intifadhah bersenjata, dan hari ini sudah tiba waktunya intifadhah massa besar menuju dan melalui demo-demo yang bersifat damai, dengan cara ini maka faksi-faksi Palestina mengembalikan bentuk baru revolusi rakyat,” ungkap pakar Israel dalam urusan media dan keamanan, Yoni Ben Menachem.

Tekanan blokade terhadap Jalur Gaza yang dilakukan Israel, Otoritas Palestina dan beberapa negara Arab akan mendorong penduduk Jalur Gaza dan faksi-faksinya – menurut perkiraan pakar Zionis ini – untuk meningkatkan apa yang disebutnya sebagai “aksi-aksi gaduh” yang mengganggu Israel di perbatasan.

Ben Menachem menyimpulkan bahwa melalui pawai-pawai protes damai ini orang-orang Palestina akan mewujudkan tujuh target yang kerkisar pada hal-hal berikut:

Mengangkat kembali isu blokade Gaza dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza ke garis terdepan perhatian global.Mengubah perbatasan timur, selatan dan utara Jalur Gaza sebagai pusat bentrokan dan konfrontasi baru antara Palestina dan pasukan penjajah Israel.Mengembalikan isu Palestina dan hak kembali pengungsi Palestina ke agenda politik kebijakan regional dan internasional.Mencegah Otoritas Palestina memberlakukan sanksi lebih lanjut di Jalur Gaza.Menyebabkan rasa malu “Israel” di arena internasional. Karena orang-orang Palestina berhasil merekam pasukan Israel sedang membunuh dan melukai 1.400 warga Palestina dalam satu hari. Dan dalam waktu satu pekan, pasukan penjajah Israel benar-benar telah membunuh 22 warga Palestina dan melukai sekitar 1500 dalam sebuah kejahatan yang digambarkan sebagai penggunaan kekuatan yang berlebihan.Memasang lebih banyak lagi rintangan yang menghalangi “The deal of century” yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donlad Trump.Mengembalikan karakter rakyat yang dilakukan orang-orang Palestina.

Ben Menachem juga mengatakan orang-orang Palestina di Jalur Gaza berhasil menyampaikan pesan mereka kepada DK PBB, Majelis Umum PBB dan menekan untuk menggelar sidang darurat. Israel memprediksi hal itu akan memperkeruh hubungan normalisasi antara Israel dan negara-negara Arab, serta mentransformasikan isu Palestina dari realitas regional ke realitas internasional. []

SUMBER: PIC,  Islampos.

Ini Perbedaan Pengobatan Syariah dan Dukun, Jangan Sampai Mengorbankan Aqidah

Ini Perbedaan Pengobatan Syariah dan Dukun, Jangan Sampai Mengorbankan Aqidah

10Berita, Kesehatan adalah sebagian di antara nikmat Allah yang banyak dilupakan oleh manusia. Benarlah ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ”Ada dua nikmat yang sering kali memperdaya kebanyakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan nikmat kelapangan waktu” (HR. Bukhari). 

Dan tidaklah seseorang merasakan arti penting nikmat sehat kecuali setelah jatuh sakit. Kesehatan adalah nikmat yang sangat agung dari Allah Ta’ala di antara sekian banyak nikmat. Berbicara mengenai kesehatan tentu selaras dengan penyakit dan pengobatannya.

Seorang yang sakit diperbolehkan untuk berobat agar sembuh dari penyakitnya. Setiap muslim seharusnya meyakini bahwa Allah-lah yang menurunkan penyakit dan Dia pula yang menurunkan obatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا اَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا اَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Allah tidak menurunkan penyakit melainkan pasti menurunkan obatnya.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Di indonesia sendiri banyak jalan seseorang dalam mencari kesembuhan dari suatu penyakit, ada yang berbentuk syariah dan ada yang masih banyak percaya dengan dukun.

Berikut ini 10 perbedaan pengobatan syariah dengan pengobatan dukun

Bagaimana Hukumnya Berobat Ke Dukun?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim dalam Shahihnya).

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad.”

Dalam pengambilan sebab atau cara untuk mendapatkan kesembuhan haruslah memenuhi tiga syarat berikut agar tidak terjatuh dalam kesyirikan:

1. Sebab yang diambil harus terbukti secara syar’i maupun qodari
Secara syar’i maksudnya terdapat dalil dalam Al Qur’an dan hadits yang menyebutkan bahwa sebab tersebut dapat digunakan sebagai sarana penyembuhan.

Misalnya: membacakan ayat-ayat Al Qur’an sebagai terapi penyembuhan orang yang kerasukan jin, madu sebagai sarana pengobatan sakit demam, dan lain sebagainya.

Adapun secara qodari adalah sudah menjadi sunnatullah, atau pengalaman, atau terbukti melalui penelitian ilmiah bahwa sebab tersebut dapat digunakan sebagai terapi penyembuhan. Contohnya adalah penggunaan obat-obatan kimiawi untuk mencegah atau mengobati penyakit tertentu.

Pengambilan sebab secara qodari ini dapat dibagi menjadi dua jenis hukum: halal dan haram. Yang pertama adalah sebab yang halal misalnya parasetamol dan kompres air hangat untuk meredakan demam. Adapun sebab yang haram misalnya penggunaan enzim pankreas babi dan cangkok organ babi untuk pengobatan pada manusia.

Seseorang yang menetapkan sesuatu sebagai sebab, sementara Allah Ta’ala tidak menetapkannya sebagai sebab, baik syar’i maupun qodari, berarti dia telah menjadikan dirinya sekutu bagi Allah dalam hukum terhadap sesuatu (Syaikh Muhamad bin Shalih Al Utsaimin, Syarah Kitab Tauhid Jilid I).

2. Hati tetap bersandar pada Allah Ta’ala, bukan pada sebab
Maksudnya, ketika mengambil sebab, hatinya senantiasa bertawakkal dan memohon pertolongan pada Allah Ta’ala demi berpengaruhnya sebab tersebut.

Hatinya tidak condong kepada sebab tersebut sampai-sampai merasa tenang kepada sebab, bukan kepada Allah. Apabila seseorang merasa pasti akan berhasil tatkala telah memperhitungkan segala sesuatunya, maka ada padanya indikasi bahwa hatinya telah bersandar kepada sebab, bukan kepada Allah Ta’ala.

Hal tersebut juga dapat diindikasikan ada pada diri orang yang sangat kecewa berat atas sebuah kegagalan padahal orang itu merasa telah mengambil atau mengerjakan sebab dengan sebaik-baiknya.

3. Harus tetap memiliki keyakinan bahwa berpengaruh atau tidaknya sebuah sebab hanya Allah Ta’ala yang mentakdirkannya, betapapun keampuhan sebab tersebut.

Artinya, jika Allah Ta’ala menghendaki untuk berpengaruh, maka akan dapat memberikan pengaruh sejalan dengan sunnatullah. Akan tetapi, jika Allah Ta’ala menghendakinya untuk tidak berpengaruh, maka tidak akan memberikan pengaruh apapun. Contohnya : api besar sunnatullahnya akan mampu membakar siapa saja. Namun tatkala Allah Ta’ala menghendaki lain, maka api tersebut menjadi dingin sebagaimana dalam kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Demikian sedikit pembahasan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan seorang muslim ketika harus melakukan pengobatan. Akidah yang benar dan bersih dari kesyirikan lebih utama daripada kesembuhan karena akidah yang lurus itulah sumber kebahagiaan dunia dan akhirat.

Seorang muslim hendaknya juga harus berhati-hati terhadap praktek-praktek pengobatan alternatif di masyarakat karena beberapa diantaranya mengandung unsur-unsur kesyirikan.

Wallahu Al Muwaffiq (Dan Allah-lah Yang Maha Pemberi Taufik).

Sumber: wajibbaca.com

Kebijakan Impor Pangan Yang Semakin Dipertanyakan

Kebijakan Impor Pangan Yang Semakin Dipertanyakan

10Berita – Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim, mengingatkan agar impor pangan jangan sampai dijadikan oleh sejumlah untuk kepentingan lain, seperti pembiayaan kegiatan politik di Tanah Air.

“Indikasi pemberian izin impor dan penetapan kuotanya merupakan upaya untuk membiayai aktivitas politik makin terlihat belakangan ini,” kata Abdul Halim di Jakarta, Senin (9/4).

Menurut dia, adanya tarik ulur kewenangan perizinan dan rekomendasi impor sejumlah komoditas menjadikan praktik impor pangan untuk pembiayaan aktivitas politik menjadi serba mudah.

Kebijakan seperti untuk melakukan impor pangan juga dinilai selayaknya memperhatikan rekomendasi dari kementerian teknis, sehingga tidak merugikan produksi pertanian, perkebunan, hingga kelautan dan perikanan yang telah dihasilkan di dalam negeri.

Anggota Komisi IV DPR Fauzih Amro di Jakarta, Senin (12/3), menginginkan dihapusnya regulasi yang dibuat untuk mengabaikan rekomendasi kementerian teknis.

Politisi Hanura itu berpendapat, salah satu contoh regulasi seperti itu adalah Peraturan Menteri Perdagangan No 1 Tahun 2018. “Ini memotong rekomendasi kementerian teknis, sehingga Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti tidak dianggap,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, data yang telah dihimpun terkait dengan stok produksi pangan di dalam negeri juga menjadi seakan-akan terabaikan.

Sebelumnya, Anggota Badan Legislasi DPR RI Hermanto mengemukakan, prinsip kedaulatan pangan nasional pada saat ini sedang diuji dengan masuknya berbagai komoditas bahan pangan impor yang menggerus produksi pangan domestik.

“Prinsip kedaulatan pangan kita sedang diuji, karena banyak impor pangan yang masuk ke Indonesia dan berdampak tidak baik pada petani kita,” kata Hermanto.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, salah satu indikasi dari terganggunya kedaulatan pangan adalah bila kondisi pangan nasional bergantung kepada produk luar negeri.

Dia juga mengemukakan, saat ini DPR sedang membahas RUU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan yang bakal memiliki substansi pentingnya menjaga lahan yang tersedia di berbagai daerah sehingga jangan sampai berpotensi terjadinya krisis pangan.

Pembangunan infrastruktur dinilai seharusnya tidak hanya untuk kelancaran distribusi beragam komoditas perekonomian tetapi juga harus bermanfaat untuk mencapai ketahanan pangan sesuai visi pemerintah.

“Hal ini penting mengingat harga pangan di Tanah Air masih terbilang tinggi dan relatif tidak terjangkau oleh sebagian kalangan,” kata Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi di Jakarta, Selasa (6/2).

Hizkia mengatakan, pembangunan infrastruktur harus bisa mendukung tercapainya ketahanan pangan antara lain karena semakin beragamnya tantangan yang dihadapi dunia pertanian di Indonesia. (akt)

Sumber : akt,  Eramuslim

Masih Banyak Pekerjaan, Jokowi malah Tanggapi Kaos, Politisi: Kerja untuk Bangsa atau untuk Asing?

Masih Banyak Pekerjaan, Jokowi malah Tanggapi Kaos, Politisi: Kerja untuk Bangsa atau untuk Asing?



10Berita, JAKARTA - Apa yang ditanggapi oleh Joko Widodo kala pidato dengan berapi-api, yang kemudian viral di media sosial perihal adanya kaos 2019GantiPresiden bisa jadi dianggap tak wajar, mengingat saat ini masih banyak persoalan rakyat yang belum ditunaikkan.

“Kenapa presiden jadi nanggapi kaos ganti presiden 2019 sementara persoalan derita rakyat yang semakin berat tidak ada direction malah orang asing digampang-gampangin masuk RI,” kritik MS Ka’ban, beberapa waktu lalu di akun Twitter pribadi miliknya.


Politisi ini pun mempertanyakan komitmen Jokowi untuk menciptakan lapangan pekerjaan sebagaimana yang pernah dijanjikan di masa kampannye. “Bekerja untuk bangsa sendiri atau untuk asing?”

Jokowi harusnya tahu, bahwa adalah hal biasa pergantian presiden di Indonesia. Pun termasuk di 2019, Ka’ban memberikan sinyal mesti ganti Presiden.

“Tahun 2019 amanat konstitusi memang tahun pergantian presiden dan memang presiden harus ganti melalui pilpres. Presiden terpilih 2019 wajib punya solusi atasi beban rakyat dan beban utang.” (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

TERCYDUK Bercuit Bohong dan Adu Domba PKS - Gerindra, Pendukung Jokowi DIHAJAR Warganet

TERCYDUK Bercuit Bohong dan Adu Domba PKS - Gerindra, Pendukung Jokowi DIHAJAR Warganet


10Berita, Bagi sebagian orang, nama Eko Kuntadhi tidak lah asing. Pendukung Jokowi yang satu ini adalah penulis yang cukup produktif di berbagai forum.

Sayangnya, popularitas itu ternyata diperoleh dengan jalan yang terkadang ngawur, bahkan tak segan menyebar info bohong untuk memfitnah dan mengadu domba partai politik agar warga kehilangan kepercayaan kepada partai politik tersebut.

Hal ini bisa dilihat dari cuitan ngawur, ahistoris dan penuh fitnah Eko hari ini. Saking bernafsu untuk mengadu domba, Eko tak cermat dalam menyanpaikan data mengenai partai Gerindra.

"2004 Gerindra jd oposisi. Tapi kritiknya bagus dan membangun. Waktu itu teman oposisinya PDIP.

2009 Gerindra juga oposisi. Tapi kritiknya gak mutu, norak dan kasar. Suka main isu agama. Teman oposisinya PKS.

Itulah akibatnya jika salah pilih kawan," cuit Eko melalui akun twitter pribadinya @eko_kuntadhi.

2004 Gerindra jd oposisi. Tapi kritiknya bagus dan membangun. Waktu itu teman oposisinya PDIP.

2009 Gerindra juga oposisi. Tapi kritiknya gak mutu, norak dan kasar. Suka main isu agama. Teman oposisinya PKS.

Itulah akibatnya jika salah pilih kawan.

— Eko Kuntadhi (@eko_kuntadhi) April 9, 2018

Akibatnya cuitan ngawurnya ini, Eko jadi bahan tertawaan dan "dihajar" ramai-ramai warganet.

— Rakhmad Hidayat (@dayatia) April 9, 2018

2004 pak Prabowo masih ikutan konvensi capres partai Golkar alias belum ada Gerindra. 


2009 Gerindra menjadi oposisi pemerintahan SBY & PKS memilih koalisi dengan pemerintahan SBY.

Ketika ahistoris dijadikan ajang mencari popularitas. pic.twitter.com/WQdt3FK4qC

— IG : dimasakbarz (@dimasprakbar) April 9, 2018

— IG : dimasakbarz (@dimasprakbar) April 9, 2018


Mungkin ini yg disebut plongo permanen 😀

— / (@_krifpik) April 9, 2018


bong mau coba adu domba

— arabyan (@kaysi_khitaro) April 9, 2018


Dikutip dari Wikipedia, Partai Gerindra berdiri tahun 2008. (Baca; https://id.m.wikipedia.org/wiki/Partai_Gerakan_Indonesia_Raya), sehingga cuitan Eko Kuntadhi jelas merupakan fitnah dan adu domba.

Setelah "dihajar" warganet, pukul 18.38 Eko sempat memperbaiki twitnya sebelum akhirnya menghapus cuitannya.


Sumber :Portal Islam 

Yusril Balas Jokowi: Masak Baju Kotak-kotak Bisa Bikin Jadi Presiden

Yusril Balas Jokowi: Masak Baju Kotak-kotak Bisa Bikin Jadi Presiden


10Berita, Presiden Joko Widodo menyindir kaus #2019GantiPresiden yang tengah beredar. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyindir balik Jokowi yang memakai baju kotak-kotak saat masa kampanyenya.

"Kalau dikatakan masak baju kaus bisa ganti presiden. Orang juga bisa bilang, masak baju kotak-kotak bisa bikin orang jadi presiden," kata Yusril di kantor DPP PBB, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2018).

Baju kotak-kotak memang menjadi ciri khas Jokowi. Kotak-kotak sudah menjadi trennya sejak ikut Pigub DKI pada 2012 bersama Basuki T Purnama (Ahok). Lalu, di Pilpres 2014, Jokowi masih menggunakan tema kotak-kotak sebagai alat kampanye.

Soal kaus atau gerakan #2019GantiPresiden, Yusril menyebut itu sebagai aspirasi masyarakat. Menurut PBB, aspirasi tak bisa dihalang-halangi.

"Aspirasi orang ya boleh-boleh saja. Kalau misal dikatakan ada orang bikin kaus #2019GantiPresiden ya sah saja. Aspirasi nggak bisa dihalang-halangi," ujarnya.

Ia menyatakan aspirasi itu sama saja dengan slogan '2019 tetap presiden saat ini'. Yusril juga menyinggung soal respons Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait keberadaan kaus #2019GantiPresiden.

"Sama juga saya katakan 2019 tetap presiden yang ada sekarang atau presidennya 2 periode," tuturnya.

Sebelumnya, beredar kaus dan gelang #2019GantiPresiden. Beredarnya kaus tersebut juga sempat disindir oleh Presiden Jokowi.

"Sekarang isunya ganti lagi, isu kaus. #GantiPresiden2019 pakai kaus. Masak kaus bisa ganti presiden? Yang bisa ganti presiden itu rakyat," kata Jokowi di hadapan relawan yang hadir dalam Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018, di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4). []

Sumber : kabarpos.com

Kepemimpinan Umar bin Khattab yang Sederhana dan Merakyat

Kepemimpinan Umar bin Khattab yang Sederhana dan Merakyat


10Berita, Bicara tentang sosok pemimpin yang sederhana dan merakyat, tentu profil Umar bin Khattab menjadi salah satu referensi yang sulit untuk dilewatkan. Selain kepemimpinan, keberanian dan kewibawaannya, Umar bin Khattab jufa dikenal sebagai pemimpin yang sederhana dan merakyat.

Sebagai seorang pemimpin, ia selalu ikut merasakan apa yang sedang dialami oleh rakyatnya. Bahkan dalam banyak kondisi, Ia mengambil sikap yang lebih mementingkan rakyatnya daripada dirinya sendiri. Ia ingin menjadi orang yang pertama merasakan lapar dan menjadi yang terakhir merasakan kenyang di antara rakyatnya.

Dalam kitab Khulafaur Rasul Shallallahu Alayhi Wasallam, Syaikh Khalid Muhammad Khalid menulis dengan rapi gaya hidup Umar Bin Khattab Radhiyallahu Anhu yang sangat sederhana dan merakyat. Salah satu falsafah hidup yang pernah diungkapkannya ialah, “Bagaimana mungkin aku bisa peduli terhadap nasib manusia jika aku tidak pernah merasakan apa yang mereka rasakan?”

para ahli sejarah menyebutkan bahwa suatu ketika kaum Muslimin di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab diuji dengan krisis daging dan minyak samin. Saat itu Umar merindukan makan daging dan minyak samin. Namun karena kondisi rakyatnya sedang mengalami krisis, beliau menahan keinginannya itu sampai-sampai lambungnya keroncongan. Lalu ia meletakkan telapak tangan di perutnya seraya berkata, “Wahai perut! Engkau tak akan mendapat jatah minyak selama harga minyak samin masih melambung tinggi.”

Pada tahun 18 hijriah, kota Madinah mengalami musim pencekik. Ia menyuruh beberapa orang menyembelih unta, kemudian membagikan sembelihan itu kepada seluruh penduduk Madinah. Mereka yang bertugas menyembelih tidak lupa memberi bagian daging yang terbaik dari unta tersebut untuk Amirul Mukminin.

Ketika tiba waktu makan siang, Umar mendapati meja hidangannya penuh punuk dan hati unta, lalu ia berkata, “Dari mana datangnya makanan ini?”

“Itu daging unta yang disembelih hari ini” jawab orang yang ada di sekelilingnya.

Lalu sambil menyingkirkan hidangan tersebut, Umar berkata, “Bagus-bagus! Sungguh, pemimpin paling buruk adalah aku, jika aku memakan bagian yang terbaik darinya sedangkan kusisihkan tulang-tulangnya untuk rakyatku.”
Kemudian ia memanggil pembantunya yang bernama Aslam, “Wahai Aslam! Angkatlah hidangan ini dan berilah aku roti serta minyak.”

Perkataannya “Sejelek-jelek pemimpin adalah aku, jika aku memakan bagian yang terbaik”, menunjukkan rasa tanggung jawab nan besar lagi bersinar yang terpancar darinya dan dari kehidupannya sehari-hari. Ia sadar bahwa ia adalah salah satu makhluk Allah Ta’ala yang diberi kelebihan dalam urusan beban dan kewajiban ketika Allah menjadikannya sebagai pemimpin bagi seluruh hamba-Nya. [www.tribunislam.com]

Sumber: Seri Biografi Khulafaur Rasyidin Umar Bin Khattab, Karya Khalid Muhammad Khalid, Penerbit Ummul Qura, Jakarta Timur

Sumber : kiblat.net

Pilpres 2019 belum Terlaksana tapi Aura Kemenangan Ganti Presiden Sudah Terasa

Pilpres 2019 belum Terlaksana tapi Aura Kemenangan Ganti Presiden Sudah Terasa



10Berita, JAKARTA - Aroma kemenangan untuk Pilpres 2019 bisa jadi sudah terasa. Hal ini misalkan saja dapat dilihat dari begitu masifnya antusiasme masyarakat atas gerakan #2019GantiPresiden.

“Mungkin yang bikin sebagian pendukung presiden @jokowi merespon #2019GantiPresiden secara berlebihan karena gerakan ini disambut masif oleh masyarakat. Ini memang aneh.


Paslonnya belum jelas tapi aura kemenangannya seperti sudah di depan mata,” demikian kata Presiden PKS, Sohibul Iman, beberapa waktu lalu, di akun Twitter pribadi miliknya.

Sebagaimana yang dia lihat, fenomena ini cukup unik. Sebab, calon belum ada tapi serasa takutnya sudah terlihat. “Memang ‘bayangan’ kadang menakutkan bagi orang-orang tertentu. Kalau dipikir dengan jernih #2019GantiPresiden itu masih jauh untuk terealisir.

Pertama, harus ada paslon alternatif di luar petahana. Ini belum ada. Kedua, paslon alternatif tersebut harus lebih tinggi elektabilitasnya daripada petahana. Ini juga belum ada.” Dan Jokowi jika melakukan respon memang seharusnya sudah benar tetap tenang. “Jadi sudah betul Pak @jokowi menyikapi dengan santai.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Senin, 09 April 2018

Habib Rizieq: Stop Membully Kyai Ma'ruf

Habib Rizieq: Stop Membully Kyai Ma'ruf

10Berita , Jakarta - Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab meminta hal-hal yang menyudutkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin agar segera dihentikan.

"Stop membully Kyai Ma'ruf dan MUI, karena merusak persaudaraan dan merugikan perjuangan," pesan Habib Rizieq, Senin (9/4/2018).

Habib Rizieq mengingatkan untuk fokus kepada pelaku penista agama dan jangan membidik ulama. "Para pejuang dan pembela agama yang tetap ingin memproses hukum para penista agama silahkan lanjutkan, tanpa menghina ulama yang tidak ikut di dalamnya," jelasnya.

"Ayo belajar menghargai perbedaan!" seru Habib Rizieq.

Seperti diketahui, banyak beredar di media sosial sejumlah pesan yang menyayangkan imbauan KH Ma'ruf Amin kepada umat Islam untuk menerima permintaan maaf Sukmawati Soekarnoputri terkait isi puisinya yang diduga menodai ajaran Islam.

Sumber : SI Online

Dialog Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dengan Aktivis HT pada Tahun 1953

Dialog Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dengan Aktivis HT pada Tahun 1953

10Berita, Pada tahun 1952 – 1953, Syaikh Yusuf Qaradhawi ditugaskan Mursyid Aam Al-Ikhwan Al-Muslimun ke 2, Syaikh Hasan Hudhaibi, untuk melakukan kunjungan dakwah ke negeri Syam (Libanon, Syiria, dan Yordania). Salah satu kota yang dikunjunginya adalah Kota Al-Khalil, sebuah kota bersejarah yang di dalamnya terdapat kuburan Nabi Ibrahim Al-Khalil.

Ketika Syaikh Yusuf Qaradhawi berkunjung ke kota tersebut, kebetulan saat itu merupakan masa-masa awal kebangkitan Hizbut Tahrir (HT). Mereka memiliki berbagai aktivitas dan pemikiran yang serba baru dan sangat merepotkan aktivitas Ikhwan. Selain itu mereka ahli dalam berdebat, sedangkan saat itu di kota tersebut tidak ada seorang pun tokoh Ikhwan yang pandai berdebat.

Suatu ketika secara kebetulan Syaikh Yusuf Qaradhawi berjumpa dengan beberapa aktivis HT dan beliau mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selalu mereka hadapkan kepada para Ikhwan disana. Akhirnya terjadilah dialog yang hangat antara Syaikh Yusuf Qaradhawi dengan mereka, diantara isi dialognya adalah sebagai berikut:

Aktivis HT: “Sebuah gerakan dakwah yang telah berjalan selama 23 tahun tetapi belum juga meraih kesuksesan, maka pasti terdapat kesalahan pada metode yang digunakan dalam dakwah tersebut. Oleh sebab itu, metode dakwah semacam demikian (IM) harus segera dirubah.”

Syaikh Yusuf Qaradawi: “Apa argumentasi yang dapat membenarkan pernyataan seperti itu?”

Aktivis HT: “Sirah Nabawiyah.”

Syaikh Yusuf Qaradhawi: “Dalam sirah Nabi sama sekali tidak ada dalil,  hal demikian (rentang waktu berdakwah) bukanlah suatu kelaziman (ketentuan). Sebab, suatu tujuan terkadang bisa tercapai setelah berlangsungnya waktu, singkat atau lama terkandung situasi-kondisi, sumber daya, serta ada tidaknya hambatan di lapangan. Lalu bagaimana pendapat kalian tentang dakwahnya Nabi Nuh ‘alaihissalam?”

Aktivis HT: “Beliau adalah salah seorang rasul yang termasuk Ulul Azmi.”

Syaikh Yusuf Qaradhawi: “Berapa tahun Nabi Nuh menjalankan tugas dakwah?”

Aktivis HT: “950 tahun.”

Syaikh Yusuf Qaradhawi: “Apakah dengan dakwah yang sangat lama tersebut beliau berhasil mewujudkan tujuan dakwah?”

Mendengar ini para aktivis HT itu terdiam.

Syaikh Yusuf Qaradhawi: “Saya akan coba menjawab untuk kalian. Al-Qur’an sendiri mengisahkan;

Nuh berkata: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.”(Q.S. Nuh: 5 – 7)

Allah Ta’ala juga berfirman, “…dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” (Q.S. Hud: 40)

Bahkan, istri dan anak kandung beliau yang merupakan darah dagingnya sendiri pun–seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an–tidak mau beriman terhadap Nabi Nuh! Apakah dengan kenyataan seperti ini, kita akan mengatakan bahwa metode dakwah Nabi Nuh salah? Apakah beliau ‘kurang kerja keras’ dalam berdakwah? Tentu saja tidak, karena beliau telah berdakwah sebagaimana mestinya. Sesungguhnya beliau hanya berkewajiban untuk berdakwah sedangkan hidayah adalah urusan Allah. Beliau hanya bertugas menyampaikan risalah dan Allah Ta’ala-lah yang memeiliki pekerjaan itu. Beliau hanya berkewajiban menebarkan benih dan menantikan buahnya dari Allah. Inilah tugas dan pekerjaan seorang da’i!”

Mendengar jawaban Syaikh Yusuf Qaradhawi tersebut, para aktivis HT semuanya terdiam dan tidak ada yang berkata-kata lagi.

Para aktivis HT menyampaikan kritikan kepada Ikhwan, menurut mereka Ikhwan terlalu disibukkan melakukan aktivitas yang sesungguhnya merupakan tugas sebuah negara Islam, seperti pekerjaan sosial dan kemasyarakatan di antaranya mendirikan klinik kesehatan dan rumah sakit serta rumah-rumah panti asuhan, membantu masyarakat banyak serta menebar amal sosial lainnya. Menurut mereka pekerjaan seperti ini dapat melenakan kaum muslimin dari kewajiban mendirikan sebuah negara dan menegakkan khilafah, karena ia akan terlalu banyak menyita waktu masyarakat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sosial daripada tugas berdakwah.

Syaikh Yusuf Qaradhawi kemudian mengomentari kritikan mereka sebagai berikut:

Pertama, sesungguhnya melakukan kebajikan adalah salah satu kewajiban dan tugas yang harus diemban setiap muslim, karena setiap muslim diperintahkan untuk selalu melakukan kebajikan seperti halnya mereka diperintah untuk melaksanakan ibadah (mahdhah) dan jihad. Allah SWT berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman, ruku’, sujud dan sembahlah Tuhan kalian, serta kerjakanlah kebajikan agar kalian menjadi orang yang beruntung.” (Q.S. Al-Haj: 77)

Kedua, sesungguhnya para fuqaha telah bersepakat bahwa menghilangkan marabahaya dari setiap muslim seperti kelaparan, kekurangan pakaian serta menghilangkan penyakit yang menimpa mereka, merupakan sebuah kewajiban kolektif terhadap semua muslim. Jika seluruh umat Islam tidak ada yang melakukannya, maka mereka semua berdosa. Dalam salah satu hadits disebutkan,

“Beri makanlah mereka yang kelaparan dan bebaskanlah mereka yang tengah kesulitan.”(HR. Bukhari)

Ketiga, sesungguhnya menyebarkan dakwah tidak efektif dilakukan hanya dengan perkataan atau hanya dengan banyak menulis berbagai buku atau makalah belaka. tetapi bersamanya harus dilakukan pula aktivitas-aktivitas kongkrit yang mampu meningkatkan kecintaan terhadap Islam dan para juru dakwahnya di tengah-tengah manusia. teori inilah yang banyak dipraktekkan oleh para misionaris. Mereka mendirikan rumah sakit-rumah sakit, sekolah-sekolah, panti asuhan serta berbagai klub yang mampu memikat masyarakat untuk bergabung dengan agama mereka.

Keempat, sesungguhnya dakwah memiliki beberapa target jangka panjang dan jangka pendek. Jangka panjang diantaranya mendirikan negara Islami. Sedang jangka pendek, misalnya turut andil memberikan kontribusi–kendati secara parsial–dalam memperbaiki masyarakat. Tentu saja tujuan-tujuan tersebut satu sama lain tidak bertentangan. Ibaratnya, seperti orang yang hendak menanam kurma dan zaitun. Kedua tanaman tersebut tidak akan pernah berbuah, kecuali setelah beberapa tahun. Akan tetapi seorang petani yang cerdas, adalah mereka yang mampu memanfaatkan lahan kosong yang terdapat di antara pohon kurma dan zaitun tadi. Dimana mereka manfaatkan untuk menanam tanaman-tanaman yang cepat tumbuh dapat dipetik hasilnya dalam tempo yang sangat singkat, seperti sayur-mayur. Dengan cara demikian, mereka mampu mengoptimalkan tanah, kerja kerasnya tidak sia-sia serta waktunya bermanfaat. Dimana mereka tidak hanya duduk dan berpangku tangan menjadi seorang penganggur, hanya karena menunggu pohon kurma dan zaitun berbuah dalam waktu yang sangat lama.

Kelima, dalam setiap kelompok, kemampuan dan sumber daya yang dimiliki biasanya sangat beragam dan berbeda-beda. Ada yang pakar dalam bidang pemikiran, yang lainnya mahir dalam berdakwah, yang lain tidak ahli dalam keduanya tapi sukses dalam berinteraksi sosial. Oleh sebab itu, kenapa potensi yang sangat beragam ini tidak diikat agar semuanya dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dan meringankan beban mereka. Sedang Allah Taála akan menolong seseorang, selama ia mau menolong saudaranya.

Inilah ringkasan jawaban yang disampaikan Yusuf Qaradhawi kepada aktivis HT yang mendebatnya. Di antara mereka adalah Ustadz As’ad Bayudh At-Tamimi, khatib Masjid Al-Aqsha yang beberapa waktu kemudian mengundurkan diri dari jama’ah tersebut.

Semenjak perdebatan itu, Ikhwan di Al-Khalil mulai tercerahkan dan mulai percaya diri. Salah seorang rekan Syaikh Yusuf Qaradhawi yang bernama Fauzi Natsyah memberikan komentar terhadap perdebatan tersebut dengan membacakan sebuah syair;

“Jika Musa telah datang dan melemparkan tongkatnya, maka gugurlah kekuatan sihir dan para penyihirnya.”

Setelah itu Yusuf Qaradhawi melanjutkan lawatannya ke Nablus, Jenin, dan mengunjungi Al-Quds. Ia berkunjung pula ke Kamp Pengungsi Al-Karamah dan Uqbah Jabar. Setelah itu kembali ke Amman Yordania. Disana ia terserang penyakit malaria dan terpaksa harus masuk Rumah Sakit Dr. Mulhis.

Kunjungan Syaikh Taqiyyudin An-Nabhani

Banyak sekali yang menjenguk Syaikh Yusuf Qaradhawi di rumah sakit. Tapi diantara kunjungan yang terpenting adalah kunjungan seorang syaikh yang mengenakan jubah dan sorban. Syaikh tersebut banyak menanyakan kunjungan Syaikh Yusuf Qaradhawi ke Tepi Barat dan Timur, yang dijawab oleh Syaikh Yusuf Qaradhawi dengan ekspresi yang menggambarkan kepuasan dan rengkuhan faedah. Mereka berdua juga berdiskusi ringan mengenai beberapa masalah ilmiah.

Pada akhir kunjungan, syaikh tersebut memeluk Syaikh Yusuf Qaradhawi dengan sangat erat. ternyata beliau adalah seorang da’i yang bernama Taqiyyudin An-nabhani.

“Kami sangat berterima kasih dan sangat bahagia dengan kunjungan beliau. Bagi kami kunjungan beliau adalah sebuah kehormatan…”Ujar Syaikh Yusuf Qaradhawi mengenang. Beberapa murid Syaikh An-Nabhani nampaknya memberitahu beliau mengenai keberadaan Syaikh Yusuf Qaradhawi di sana dan perdebatan yang pernah terjadi di antara mereka, sehingga Syaikh An-Nabhani sangat penasaran ingin menjumpai dan mengenal Syaikh Yusuf Qaradhawi secara pribadi.

Pertemuan Yusuf Qaradhawi dengan Syaikh Taqiyyudin An-Nabhani tersebut merupakan pertemuan pertama kali sekaligus yang terakhir.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah kepada dua ulama kita ini. Semoga murid-murid mereka berdua dan kita semua menjadi benteng-benteng kebenaran sampai akhir zaman. Amin…

Sumber: Perjalan Hidupku, DR. Yusuf Qaradhawi, Pustaka Al-Kautsar, Hal. 460 -464