OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 09 April 2018

Bagaimana Mungkin Aku Lakukan yang Tidak Pernah Dilakukan Rasulullah

Bagaimana Mungkin Aku Lakukan yang Tidak Pernah Dilakukan Rasulullah?

10Berita, ADA keraguan yang cukup kuat pada diri Zaid bin Tsabit ketika Umar bin Khattab mengusulkan sesuatu: Alquran harus dibukukan. Saat itulah Zaid bin Tsabit berucap, “Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah?”

Umar pun akhirnya menjelaskan. “Perang Yamamah telah banyak menewaskan banyak penghafal Alquran. Aku khawatir, peperangan lain juga akan mengurangi jumlah penghafal Quran di daerah-daerah. Sehingga, banyak bagian Alquran yang menghilang.”

Khalifah Abu Bakar pun setuju. Ia meminta Zaid sebagai koordinator. “Demi Allah,” kata Zaid. “Sekiranya mereka menyuruhku untuk memindahkan sebuah gunung, tidaklah lebih berat bagiku daripada perintah mengumpulkan Alquran.”

Penggalan kisah di atas memberikan dua pelajaran. Pertama, ide perubahan bukan sesuatu yang tabu. Selama bukan persoalan prinsip, perubahan sangat terbuka lebar. Di pintu inilah, muncul banyak mujtahid Islam. Dari pintu ini pula, Islam menelurkan banyak ahli di bidang pengetahuan.

Pelajaran kedua, perubahan kadang seperti yang dialami Zaid bin Tsabit. Berat dan meragukan. Tapi, di sinilah tantangan sebuah perubahan. Perubahan yang baik justru butuh paksaan. Bisa berupa mengikis halangan psikologis, tradisi, dan doktrin yang belum berdasar.

Saat ini, Indonesia bisa dibilang negeri seribu satu tradisi, kebiasaan, dan doktrin. Ada yang positif. Ada juga yang negatif jika dilihat dari sudut pandang Islam.

Masalahnya, tidak sedikit imbas kebiasaan negatif yang meresap dalam diri orang sekitar. Lama, biasa, dan akhirnya jadi budaya. Tanpa sadar, ada kebiasaan buruk yang terus terjaga dan lestari dalam diri.

Budaya mistik misalnya. Tidak sedikit generasi berpendidikan saat ini yang masih takut dengan gelap. Padahal, gelap cuma soal cahaya. Karena matahari berada di sisi lain dari bumi, suasana pun menjadi gelap.

Lebih aneh lagi jika takut gelapnya masih dalam ruangan rumah. Tidak ada binatang buas, tidak ada orang jahat. Orang yang tinggal tidak berubah, benda-benda pun masih itu-itu juga. Jika takut jenis ini membudaya, kita sebenarnya sudah terjebak pada budaya klenik bin mistik. Takut yang disebabkan karena kepercayaan munculnya makhluk halus yang menakutkan.

Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. 3: 175) []

Sumber: jalansirah.com,   Islampos.

Lumbung Suara Jokowi Bisa Tergerus Gatot Nurmantyo

Lumbung Suara Jokowi Bisa Tergerus Gatot Nurmantyo


10Berita, Nama Gatot Nurmantyo menyusul masuk daftar peserta pemilu presiden tahun 2019. Mantan panglima TNI itu resmi masuk kandidat calon presiden setelah namanya dideklarasikan oleh komunitas relawan Gatot Nurmantyo untuk Rakyat atau GNR pada 6 April 2018.

Selain relawan GNR, relawan yang menamakan diri Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN) bahkan menyatakan optimis bisa memenangkan mantan Panglima TNI di wilayah-wilayah yang jadi lumbung kemenangan Presiden Joko Widodo.

Lebih detil, Ketua Bidang Media dan Informasi RSPN, Ahmad Ahyar menyebut empat wilayah yaitu Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, dan Papua.

“Kami optimis bisa memenangkan Pak Gatot di wilayah Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, dan Papua yang menjadi lumbung kemenangan Pak Jokowi pada Pilpres 2014 lalu,” ujar Ahmad Ahyar di Jakarta, Senin (9/4/2018), seperti dilansir Tribunnews.

Ahmad Ahyar menegaskan bahwa RSPN kini telah bergerak di sekitar 135 kabupaten dan desa untuk memenangkan Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019.

Oleh karena itu Ahmad Ahyar optimis RSPN bisa menyumbangkan 10 persen nasional atau sekitar 15 juta suara untuk Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019.

“Selain itu potensi pemilih pemula bagi Gatot Nurmantyo sangat besar atau sekitar 1 juta suara. Relawasan RSPN beserta jaringannya semakin merapatkan barisan untuk kemenangan Gatot Nurmantyo,” pungkasnya.

Sumber:Portal Islam 

Wasekjen MUI: Narkoba Berton-Ton Masuk Diam, BBM Gas Naik Diam, Giliran Kaos Dikomentari…

Wasekjen MUI: Narkoba Berton-Ton Masuk Diam, BBM Gas Naik Diam, Giliran Kaos Dikomentari…


10Berita, Pidato Presiden Joko Widodo di depan relawan di Bogor, Sabtu (7/4/2018) kemarin, mendapat tanggapan banyak pihak, tidak terkecuali ulama.

Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain melontarkan tanggapan telak terkait pidato “masa kaos bisa ngganti presiden” tersebut.

“Kaos Tidak Akan Bisa Mengganti PRESIDEN, Paham….?” Kami Semua Pasti Paham…. Tapi Jika Semua Pemakai Kaos “Ganti Presiden” dan Mayoritas Rakyat Mencoblos Calon Selain “DIA”, maka Dapat Dipastikan PRESIDENNYA Akan Ganti… Betul…? #marahkoksamakaos?” kata Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter @ustadtengkuzul, Ahad (8/4/2018).

Saat berita ini ditulis, twit tersebut telah diretwit lebih dari 800 kali dan difavoritkan lebih dari 2000 pengguna Twitter.

Tengku Zulkarnain juga mempertanyakan, mengapa hal-hal penting seperti narkoba yang masuk berton-ton ke Indonesia dan kasus penistaan agama tidak dikomentari, namun kaos justru dikomentari.

“Narkoba Masuk Ton Ton-nan DIAM. Ada Penista Agama, DIAM. Listrik, BBM, Gas, Naik, DIAM. Beras, Daging, Garam Diimpor Ribuan Ton, DIAM. Gaji PNS 4 Tahun Tidak Naik, DIAM. TIDAK Ada KOMENTAR… Giliran KAOS Dikomentari… Sebegitu Pentingnya Kah Pengaruh KAOS? #hidupkaos!” lanjutnya. [kk/]

Sumber : eramuslim.com

 

Balas Pak Jokowi; Emang Kalau Pakai Kaos Indonesia Hebat, Bisa Bikin Indonesia Hebat?

Balas Pak Jokowi; Emang Kalau Pakai Kaos Indonesia Hebat, Bisa Bikin Indonesia Hebat?

10Berita – Semakin menjamurnya gerakan #2019GantiPresiden nampaknya membuat Presiden Jokowi, yang akan kembali maju di Pilpres 2019 mulai ‘panik’. Betapa tidak, hal ini terlihat saat sang Presiden menemui ratusan relawannya di Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/4) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Jokowi dengan nada tinggi dan nyinyir, menyinggung maraknya kaus bertagar #2019GantiPresiden.

“Sekarang isunya ganti lagi, isu kaos!. Ganti Presiden 2019. Ya kan? Pakai kaos. Masak kaos bisa ganti presiden, enggk bisa,” tegas Jokowi, sebagaimana video yang viral di media sosial, Minggu (8/4).

Disampaikan Jokowi, pergantian presiden hanya bisa dilakukan jika rakyat dan tuhan berkehendak.

Kaos, kata bekas Gubernur DKI Jakarta itu, tak bisa melakukan pergantian presiden.

“Yang bisa ganti presiden itu rakyat. Kalau rakyat itu berkehendak, ya bisa, sama kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, juga beredar sebuah video dengan durasi 30 detik yang menggambarkan proses produksi kaos sablon yang bertuliskan #2019GantiPresiden. Video itu kemudian menjadi viral di jagat maya.

Menanggapi itu, seorang netizen, mengatakan kalau kaos adalah salah satu bentuk ekspresi dan aspirasi dari rakyat. Memakai kaos adalah hak rakyat. Jokowi pun diminta sadar dan mengerti akan hal itu.

“Kaos itu kan salah satu aspirasi dari rakyat & pakai kaos juga hak rakyat Pak, harusnya mengerti kenapa rakyat minta #2019GantiPresidenBaru,” tulis pemilik akun @mkhumaini.

“Trus kalau pakai kaos Indonesia Hebat, bisa bikin Indonesia Hebat Pak?” lanjutnya.

Padahal, kalau memang Jokowi merasa yakin dengan kinerjanya selama ini, dan yakin rakyat akan kembali memilih dirinya di Pilpres 2019, tidak perlu sang petahana panik dan menanggapinya secara emosional. ()

Sumber :tsc, Eramuslim

Jokowi Polling di Kandang Sendiri, Hasilnya Mengejutkan

Jokowi Polling di Kandang Sendiri, Hasilnya Mengejutkan


10Berita, Jajak pendapat (polling) dilakukan fanpage MusliModerat yang merupakan pendukung Jokowi.

Sekedar ingin mengetahui uneg2 anda ..

Pada 2019 nanti, anda ingin …

1. Jokowi 2 Periode
atau
2. Ganti Presiden

Polling yang mulai dilakukan 6 April ini menunjukan mayoritas netizen menghendaki Ganti Presiden.

Hasil sementara sampai hari ini, Senin (6/4/2018), dari 74 ribu lebih yang mengikuti polling sebanyak 74% memilih 2019 Ganti Presiden.

Hanya 26% yang memilih Jokowi 2 Periode.

ALHAMDULILLAH… RAKYAT SUDAH CERDAS.

Sumber :Dakwah media 

Lecehkan Gerakan #2019GantiPresiden, Luhut DITAMPOL Teori Bola Salju

Lecehkan Gerakan #2019GantiPresiden, Luhut DITAMPOL Teori Bola Salju


10Berita, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai gerakan #2019GantiPresiden yang digembar-gemborkan Partai Gerindra cuma diikuti segelintir orang. Ia juga menyebut tak ada masalah dengan gerakan apapun yang bertujuan mengevaluasi kerja pemerintah.

Toh, akhirnya, rakyat yang akan menentukan presiden periode berikutnya.

"Ya orang mau bilang ganti, silakan saja, hak dia. Tapi, kita melihat ya akhirnya rakyat yang memutuskan. Jadi, saya pikir, dari indikasi semua tadi apa yang kita lihat peluang itu hanya dimiliki oleh segelintir orang saja sampai hari ini," ujarnya, Ahad, 8 April 2018.

Menanggapi hal tersebut, seorang warganet yang juga sesepuh Katolik di twitter Antonius Boediono mengingatkan Luhut soal teori bola salju.

"Bola salju itu diawali dari segenggam kecil Salju yang semula berada ditangan seseorang kemudian terus membesar dan terus membesar dalam perjalanan bertemu dengan salju yang terlitas dibawahnya kemudian menjadi penghancur," tulis Boediono melalui akun twitternya @asboediono, Senin 9 April 2018.

bola salju itu diawali dari segenggam kecil Salju yang semula berada ditangan seseorang kemudian terus membesar dan terus membesar dalam perjalanan bertemu dengan salju yang terlitas dibawahnya kemudian menjadi Penghancur https://t.co/1pcJ2VTnTe

— MARISSA❤DANIEL & ME (@asboediono) April 9, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Mengejutkan! Ternyata Jeruk Nipis Yang Di Campur Air Garam Akan Menghasilkan Ini

Mengejutkan! Ternyata Jeruk Nipis Yang Di Campur Air Garam Akan Menghasilkan Ini

Referensi pihak ketiga

10Berita, Banyaknya manfaat bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita belum banyak kita ketahui. Padahal dari bahan alami yang ada di sekitar kita justru lebih ampuh di bandingkan dengan bahan kimia yang di jual di toko.

Bagi para ibu-ibu seringkali permasalahan bau ataupun aroma yang tidak sedap di ruangan rumah sangat mengganggu. Hal ini selain karena penciuman wanita yang sangat tajam, juga dikarenakan faktor permasalahan rumah tangga yang di kerjakannya. Ya bersih-bersih dan juga harus melayani suami dan mengurus anak. Akhirnya pada saat jenuh dan capek akan memunculkan emosional yang tinggi. Ditambah runyam lagi jika kondisi ruangan berbau apek atau busuk.

Bagi anda yang ingin menyelesaikan permasalahn tersebut maka sekarang tidak usah khawatir lagi, karena ternyata hal tersebut bisa di atasi dengan bahan alami jeruk nipis. Seperti di lansir dalam dream.co.id (29/11/16) ternyata ada bahan yang bisa di gunakan untuk menetralkan aroma bau ruangan dengan menggunakan jeruk nipis.

Cara untuk membuatnya yaitu adalah sebagai berikut; Siapkan mangkuk atau gelas sebagai tempat. Ambil jeruk nipis yang sudah di potong, garam dapur, dan air secukupnya. Taruh jeruk nipis di dalam tempat atau wadah yang sudah di siapkan, campurkan air dan juga garam dapur.

Untuk garam dapur bisa di pakai satu sendok makan dan untuk air gunakan secukupnya. Setelah sudah jadi bahan tersebut, letakanlah di sudut ruangan yang memiliki bau apek dan tidak enak.

Letakan maka hasilnya akan membuat seisi ruangan yang bau apek tadi menjadi netral atau tidak berbau. Dengan begitu anda tidak perlu repot membeli pewangi ruangan. Tetap sehat dan semangat hay gadis indonesia.

Sumber: dream.co.id

Paduka Jokowi, ICOR Darurat Yang Harus Anda Gebuk!

Paduka Jokowi, ICOR Darurat Yang Harus Anda Gebuk!


10Berita, SAYA terkejut membaca tulisan Christianto Wibisono yang menyebut angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kita adalah 6.0 yang mestinya 2.0. Ini angka darurat.

Sepanjang rezim Soeharto, angka ICOR tertinggi adalah 3.0 akibat korupsi, ekonomi rente dan oligopoli.

Di rezim Jokowi menaik menjadi 6.0, atau 60 persen kebocoran pembangunan. Artinya korupsinya dan rentenya naik dua kali lipat dibanding Orde Baru. KPK, di mana KPK. Bangun!

Pantas Presiden Jokowi dibuatkan patung lilin di Tolouse Hongkong. Patung-patung di Tolouse adalah patung para tokoh dunia yang memiliki debut luar biasa. Apa debut Jokowi?

Ternyata ada dua; bikin utang Rp 4.000 triliun dalam dua tahun berkuasa, dan menciptakan angka ICOR hingga 6.0. Debut luar biasa! Alias darurat pembangunan, akibat korupsi, rente ekonomi, dan oligopoli.

Saya terkesima. Agaknya karena dunia ekonomi saya replaced dengan dunia hukum. Mendengar ICOR 6.0, saya buka tulisan saya 13 tahun lalu. Mungkin bisa membantu memahami apa itu ICOR. Untuk Paduka Jokowi. Maksud saya, jangan baca komik Sinchan melulu, pic-nya jadi meme di seantero Sosmed tuh.

Dengan angka ICOR 6.0, bullshit dan hoax multiplier effect yang digembar-gemborkan pemerintah, termasuk proyek dari OBOR China dan Meikarta James Riyadi yang nilainya Rp 743 triliun.

Kita hanya kebagian biaya produksi, sisanya menjadi capital flight kembali ke Cina. Kita kian miskin dibuatnya, Taipannya makin kaya. Sayang Christianto Wibisono tak mengurai lebih lanjut angka 6.0 ICOR Presiden Jokowi. Mestinya angka ICOR ini yang harus digebuk lebih dulu ketimbang HTI, Mister Presiden!

Amanat Jokowi di televisi harus cepat. Cepat opo? Jangan ngomong pat-cepat lagi Mister Jokowi, ICOR Anda 6.0. Jangan bicara mur-makmur lagi, ICOR Anda 6.0 Mister Presiden. Di posisi ICOR 6.0, semua bullshit, bohong. Sebab, ICOR tak mampu berdusta. Anda yang dusta.

Wujud legislasi ICOR di parlemen, menjadikan konsep administrasi negara dengan alat ukur tata kelola pembangunan yang memasukkan ICOR. ICOR menjadi konsep operasional kontrol pembangunan.

Di Orba, ICOR mampu memerankan pressure group terhadap kekuasaan Soeharto yang disuarakan pakar terkemuka guna mengontrol kinerja yang tak dilakukan parlemen.

Tampaknya cukup sulit. Bagi yang tidak mendalami filsafat ilmu ekonomi, segera muncul masalah sebelum sampai pada ide dasarnya.

ICOR sendiri barangkali tak lebih dari dalil-dalil matematika analisis hubungan yang untuk banyak orang tak nyata.

Bagaimana membuat nyata ICOR atau IRR (Internal Rate of Return), misalnya? Tapi tanpa IRR, kita tahu takkan ada proyek pembangunan fisik yang mampu kita bikin dengan terukur.

IRR-nya sendiri sederhana. Tapi kompleksitasnya sangat luas, membuat sedikit yang paham, sejak: masalah Aktiva, Neraca, NPV (Net Present Value), RoI (Return on Investment), RoA (Return on Asset), BEP (Break Event Point) yang bermuara Financial Plan plus indeks country risk dalam Business Plan yang sederhananya.

Tapi dengan parameter-parameter demikian itu, diketahui berapa jauh dan di mana saja penyimpangan terjadi, mengapa terjadi, dan apa jalan keluarnya.

Saya kira, ICOR harus masuk di sejumlah UU pembangunan fisik ekonomi dan moneter, UU Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Keuangan, UU tentang sejumlah Badan Pengawasan Nasional, Otorita dan Otda, UU Tentang Dewan Ekonomi Nasional dan UU yang melibatkan departemen teknis secara spesifik.

Jadi, luas masalah dasar terbagi dua: ICOR sebagai konsep dan sistem, dan ICOR sebagai sistem operasional sebagai alat kontrol parlemen.

Saat ini, Fraksi PAN memakai apa? Saya belum dengar. Dikontrol ICOR-nya Mukidi itu, Bro![***]

Penulis adalah Ketum Indonesian Tax Watch

Sumber :Dakwah media 

Erdogan, sang Murid Gagal?

Erdogan, sang Murid Gagal?

Oleh: Yusuf Maulana

10Berita, NECMETTIN Erbakan. Jangan abaikan nama politisi islamis kawakan Turki ini. Empat kali partai islamis yang dipimpinnya dibubarkan pemerintah sekuler; tahun 20 Mei 1971 (Milli Nizam Partisi), 12 September 1980 (National Salvation Party), 16 Januari 1998 (Refah). Fadhilah, partai pengganti Refah, pun dibubarkan pada 2000.

“Pembubaran partai hanya masalah kecil dalam perjalanan sejarah politik Turki,” katanya saat Refah dibubarkan penguasa. “Semua pihak hendaknya tenang menghadap keputusan itu.”

Kalangan islamis belum patah arang. Selepas Fadhilah, mereka yang banyak mengambil inspirasi dari gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir itu membuat dua partai. Yang masih bercorak puritan ala Erbakan membuat al-Sa’adah Party pada Juni 2001. Yang lebih cair, bahkan menerima sekularisme di negerinya sebagai realita, membentuk Adalet ve Kalkinma Partisi (AKP) pada Agustus 2001. AKP dipimpin oleh sang murid Erbakan, Racip Tayyep Erdogan.

Tak dinyana, rakyat Turki justru lebih memilih AKP sebagai harapan. Rakyat Turki bosan dengan perilaku partai kemalis. Tapi umumnya mereka juga merasa memilih al-Sa’adah sama halnya mengulang pengalaman pembekuan Refah yang berujung kudeta dan gangguan pembanguna.

Erbakan sendiri tidak begitu antusias begitu hasilnya menempatkan AKP sebagai pemenang. Apalagi AKP dianggap tidak islamis. Bahkan Erdogan dianggap sebagai “murid gagal yang kabur dari sekolah lewat pintu belakang”!

Jadi, jangan bayangkan AKP awal-awal serupa dengan gerakan islamis lewat politik ala Erbakan. Soal ini sudah acap dibahas di media dan jurnal. Kemenangan pemilu demi pemilu yang kian kokohkan pengaruh AKP (juga Erdogan), menghadirkan wajah asli AKP yang semula berkompromi dengan realita. Tapi transformasi AKP belakangan ini yang dianggap makin islamis bukan tiba-tiba dan tanpa kalkulasi.

Sayangnya, perubahan AKP bersama Erdogan yang kian menanggalkan corak kompromi pada sekularisme, dan sebaliknya tegas memperjuangkan agenda islamis, tidak sempat disaksikan sang guru: Erbakan. Erbakan wafat pada 27 Februari 2011. Suatu masa saat Erdogan juga belum perlihatkan blak-blakan perseteruan dengan sekutunya sesama islamis: Fethullah Gulen. []

Referensi:
Zulfahmi.2014. Fethullah Gulen; Sang Inspirator Gerakan Damai Masyarakat Sipil di Turki. Jakarta: UI Press Syarif Taghian. 2015 (cetak.2).

Erdogan; Muadzin Istanbul Penakluk Sekularisme Turki. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

Sumber : Islampos.

Sebut Jokowi Seperti Umar bin Khattab, Ketua DPP PDIP Panen Cibiran

Sebut Jokowi Seperti Umar bin Khattab, Ketua DPP PDIP Panen Cibiran

10Berita, Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman Rokhmin Dahuri mengumpamakan gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Umar bin Khatab. Alasannya karena Jokowi dekat dengan rakyat.

Link: https://news.detik.com/berita/d-3960506/ketua-pdip-jokowi-seperti-umar-bin-khattab-dekat-dengan-rakyat

***

Sontak warganet menanggapi pernyataan PDIP ini.

Ketua PDIP: Jokowi Seperti Umar bin Khattab, Dekat dengan Rakyat

Umar bin Khattab itu,
▪Tidak pernah melemparkan hadiah ke rakyatnya
▪Menangis melihat rakyatnya kelaparan
▪Lancar kalau membaca Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billaahhttps://t.co/Dojh8gUKUy

— M. KHUMAINI (@mkhumaini) April 8, 2018


Khalifah Umar Ra tidak pernah :
-bohong
-planga plongo
-ngutang
-jual aset
-naikan harga
-makai pekerja asing
-makai fasilitas negara
-liburan
-touring
-TAKUT SAMA KAOS
-dll

— Sahid (@Sahid78411760) April 8, 2018


Umar Bin Khattab itu kalo blusukan diam diam,tengah malam n tnp pengawal,
Ia panggul sendiri karung beras yg akan diberikan kpd rakyatnya
Menangis mlht rakyatnya kelaparan.
Trus akhlak yg sm dgn pak dhe itu yg mana?mbok ya kalo menjilat cari yg sepadan gitu

— Masithah Sari (@sari_masithah) April 8, 2018


@AHSAperubahan: “Umar Bin Khattab Ra, tdk bisa tidur tenang jika masih ada rakyatnya yg kelaparan, Umar Bin Khattab adil pada seluruh rakyatnya, tdk pernah menggunakan fasilitas negara utk keperluan pribadi….”

@Ekinrfk16: “Al fatihah aja blepotan… Bangun woy dah siang, ngimpi aja lu..”

@NTriandana: “waktu ahok dibilang kayak nelson mandela,aku masih bisa ketawa geli. pas jokowi disamain kayak sayyidina umar ibnu khattab ra, aku langsung istigfar…segitu amat orang menjilat 😨”

@bataxmoslem: “Yg saya tau Umar bin Khattab itu sosok yg cerdas dan tegas….. tidak #PlongaPlongo.”

@EdyRafael7: “Jokowi lbh layak anda samakan dgn fir’aun/abu jahal”

@erka_group: “Jangan firaun bang, Entar firaun ngamuk loh disamain kayak mukidi. Firaun itu berkuasa penuh enggak takut sama apapun, tuhan aja di lawan haha. Lah si mukidi cuma petugas partee, di jewer mak banteng aja meweek hehehe.”

Sumber: beritaterkinionline