OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 11 April 2018

Pesan Habib Rizieq; Jaga Persaudaraan dan Stop Bully Kyai Ma’ruf Amien

Pesan Habib Rizieq; Jaga Persaudaraan dan Stop Bully Kyai Ma’ruf Amien


10Berita, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menghimbau kepada Umat Islam Indonesia untuk tidak ikut membully Ketua MUI KH Ma’ruf Amien.

“Stop membully Kiyai Ma’ruf dan MUI, Karena merusak persaudaraan dan merugikan perjuangan” himbau Habib Rizieq dalam pesan tertulis yang diterima Islamedia, senin(9/4).

Habib mengingatkan bahwa jika ada umat Islam yang ingin tetap memproses hukum para penista agama dipersilahkan, namun jangan menghina Ulama yang tidak ikut didalamnya.

“Ayo belajar menghargai perbedaan, hancurkan lawan jangan hina kawan, tegakkan keadilan, lawan kedzaliman, tetap jaga persaudaraan” tegas Habib Rizieq.

Himbaun Habib ini terkait dengan kasus Sukmawati dan munculnya meme di sosial media yang bernada bully dan merendahkan sosok Ulama Kiyai Ma’ruf.

Sumber : dakwahmedia.co

 

Allahu Akbar! Ketua Umum FPI Laporkan Ade Armando ke Bareskrim!

Allahu Akbar! Ketua Umum FPI Laporkan Ade Armando ke Bareskrim!


10Berita, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Shobri Lubis melaporkan Ade Armando ke Bareskrim Mabes Polri, Selasa, 10 April 2018.

Ust. Shobri datang sekitar pukul 15.00 WIB ke gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat untuk melaporkan Ade Armando atas postingan di media sosial pada tahun 2016, yakni postingan 'Polri harus menunjukkan bila FPI bukan anjing binaan mereka'.

"Melaporkan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Ade Armando di dalam postingannya di Twitter dan Facebook yang di dalamnya mengandung unsur kebencian," kata Shobri kepada wartawan.

Selain karena postingan tersebut, Sobri menilai bila Ade kerap melontarkan pernyataan yang menghina ormas Islam dan agama Islam.

Pelaporan, lanjutnya juga bertujuan untuk mencegah adanya tindakan main hakim, sendiri.

"Jadi perbuatannya selalu begitu, menghina-menghina, sampai akhirnya ini perlu kita laporkan supaya nanti kita tidak dipermainkan dan juga, dan kita bisa mencegah tindakan-tindakan main hakim sendiri," paparnya.

Ia berharap laporan yang dibuatnya dapat segera direspon oleh pihak kepolisian.

Postingan yang dilaporkan itu sendiri merupakan postingan Ade di tahun 2016 namun baru diketahui Shobri belum lama ini.

"Kita sebagai warga negara yang baik dan dari Front Pembela Islam ingin memberikan pandangan dan arahan kepada anggota-anggota kita supaya tidak main haki sendiri. Tapi harus kita lakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujar Shobri.

Sumber: TribunNews
--------

Berikut pernyataan resmi Ketua Umum FPI yang dikutip dari akun twitter DPP LPI, Selasa, 10 April 2018.

PERNYATAAN RESMI KETUM FPI TENTANG ADE ARMANDO:

1. Ade Armando sebagai seorang Akademisi telah sering melakukan perbuatan tidak pantas sekaligus jahat & kotor, dari mulai ujaran kebencian & fitnah hingga penodaan agama dan ulama.

2. Dia sudah "berulang-kali" dilaporkan masyarakat terkait ujaran kebencian dan fitnah serta penodaan agama dan ulama, tapi prosesnya di Polisi "super lambat", tak sesigap saat polisi menangkap Aktivis 212 seperti Ust Alfian & Bang Jonru Ginting.

3. Akibat dibiarkan polisi, kini Ade Armando kembali lakukan tindak kriminal dengan memfitnah "FPI sebagai ANJING BINAAN POLISI", maka kami minta Mabes Polri untuk segera menindak-lanjuti semua "Laporan Masyarakat" terkait kejahatan Ade Armando sebagai "Pelaku Kriminal".

4. Kami juga akan menyurati secara resmi Rektor UI (Universitas Indonesia) untuk "memecat" Ade Armando dari jabatannya di UI, karena dia telah menodai dunia akademisi dan mempermalukan UI.

5. Jika Ade Armando terus menerus dibiarkan polisi, maka jangan salahkan masyarakat kalau nanti ada anggota masyarakat yang bertindak sendiri-sendiri terhadapnya, karena sudah "frustasi" dengan penegakan hukum.

@DivHumas_Polri
@univ_indonesia

Sumber : PORTAL ISLAM

Pasangan Suami Istri yang Dikagumi oleh Allah

Pasangan Suami Istri yang Dikagumi oleh Allah

10Berita, “Ya Rasulullah,” ujar lelaki yang mendatangi Nabi hendak sampaikan keadaannya. “Aku mengalami paceklik.” Demikian kondisi si laki-laki yang tak disebut namanya dalam riwayat yang dirunut kevalidannya dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu.

Dengan roman sedih, Nabi pun menjawab, “Mereka (para istriku) pun tidak memiliki suatu makanan apa pun.” Karenanya, beliau pun mengumumkan kepada sahabat-sahabatnya yang mulia. “Siapa pun yang menjamu tamuku ini,” janji sang Nabi dengan amat pasti, “dia akan dirahmati Allah Ta’ala.”

Tanpa berpikir panjang, seorang laki-laki tampan nan gagah dari sahabat Anshar pun berdiri seraya menyahut, “Ya Rasulullah,” ujarnya, “aku sanggup menjamunya.”

Maka, sang tamu pun diajak ke rumahnya. Kala itu, hari sudah malam. Kepada istrinya, lelaki ini sampaikan perintah, “Di ruang tamu ada tamunya Rasulullah. Tolong suguhkan semua makanan yang kita miliki, wahai istriku sayang.”

Bukan hendak menolak, sang istri pun menyampaikan fakta terkait makanan di rumahnya, “Demi Allah, kita hanya memiliki makanan untuk si kecil.”

Seperti diilhami ide cemerlang yang lahir dari ketulusannya untuk memuliakan Rasulullah, sang suami pun berkata, “Jika demikian, rayulah anak kita supaya tidur ketika dia merasa lapar.” Selain itu, katanya sampaikan sebuah strategi tak biasa, “Jangan lupa, kita matikan lampu saat tamu Rasulullah ini hendak makan.”

“Biarlah malam ini,” pungkas sang suami dengan amat yakin, “kita lipat perut kita.”

Padahal, jika laki-laki surga dan istrinya ini menyampaikan kondisinya, insya Allah sang tamu Nabi yang mulia pun akan mau membagi makanannya. Tetapi, yang dilakukan ini menjadi bukti kecintaannya kepada Nabi dengan memuliakan tamu kekasihnya itu.

Keesokan harinya, lelaki surga dari kalangan Penolong Muhajirin ini pun mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau mengatakan kepada para sahabat, “(Semalam), Allah Ta’ala takjub kepada sepasang suami-istri.”

Sang baginda terkasih pun menyampaikan, lantaran amal mulia sepasang suami-istri tersebut, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Allah Ta’ala menurunkan Firman-Nya di dalam surat al-Hasyr [59] ayat 9,

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshar) mencintai orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.”

Siapakah sepasang suami istri mulia ini? Mereka adalah Abu Thalhah al-Anshari dan Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anhuma. Dari pernikahan nan barakah ini, Allah Ta’ala kurniakan 9 anak yang semuanya menjadi ahlu al-Qur’an. Masyaa Allah. []

SUMBER: https://www.ruangmuslimah.co/5782-pasutri-ini-dikagumi-oleh-allah-swt, Islampos.

Selasa, 10 April 2018

Jika Istri Durhaka pada Suami

Jika Istri Durhaka pada Suami

10Berita, DURHAKA kepada suami adalah menolak untuk melakukan apa yang diminta oleh suami. Adalah kewajiban istri untuk melaksanakan perintah suaminya selama itu adalah dalam rangka ketaatan kepada Allah ‘Azza wa jalla.

Begitu besarnya kewajiban istri untuk mengikui suami sehingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menyampaikan bahwa jika sekiranya beliau diperbolehkan memerintahkan seorang manusia untuk bersujud kepada manusia yang lain, maka beliau akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suami-suami mereka.

Yang terjadi di masyarakat kita adalah adanya kecenderungan para istri untuk membangkang terhadap suami mereka. Termasuk dalam hal ini adalah kelalaian mereka dalam menjalankan tugasnya sebagai istri dan sebagai ibu rumah tangga.

Mereka lebih senang sibuk dalam aktivitas di luar rumah, mengejar karir di luar rumah dan melupakan urusan rumah tangganya, menganggap pekerjaan melayani suami sebagai pekerjaan yang merendahkan martabatnya, menyerahkan urusan merawat anak kepada pembantu atau baby sitter, sibuk dalam berbagai perkumpulan arisan atau klub-klub wanita, dan sebagainya.

Tidaklah heran jika kemudian keluarga-keluarga yang terbentuk adalah keluarga yang jauh dari kriteria baiti jannati, rumah yang betul-betul menjadi the real home bagi para anggota keluarga. Yang terjadi adalah para suami yang karena tidak mendapati istrinya di rumah, kemudian ‘jajanan’ di luar, anak-anak yang mencari perlindungan dengan mencoba narkoba, pergaulan bebas, dan lain sebagainya.

Benarlah perkataan bahwa wanita itu adalah tiang negara. Jika tiangnya bagus, maka insya Allah negaranya juga baik, sebaliknya jika tiangnya jelek, maka akan binasa jugalah suatu negara. []

Sumber: ruangmuslimah.co, Islampos.

MANTAP! Ust. Abdul Somad Jadi Tokoh Perubahan Republika

MANTAP! Ust. Abdul Somad Jadi Tokoh Perubahan Republika


10Berita, Malam penganugerahan Tokoh Perubahan Republika akan kembali digelar di Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 10 April 2018 malam nanti. Lima tokoh akan menerima piala dari Republika atas kontribusinya dalam mengubah Indonesia ke arah lebih baik di sepanjang tahun 2017 lalu.

Penghargaan Tokoh Perubahan Republika ini sudah berlangsung sejak tahun 2005. Kelima tokoh tersebut, masing-masing bergerak di bidang ekonomi, pembangunan, hingga keagamaan.

Yakni, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Suprajarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin, Owner Trusmi Group Sally Giovanny, dan pendakwah Ustaz Abdul Somad.

Nama terakhir, sosoknya paling melejit dalam waktu relatif singkat. Somad mulai diterima kalangan umat Islam Indonesia secara luas pada tahun 2016 lalu. Dai muda asal Riau tersebut sukses mencuri perhatian umat lewat dakwah-dakwahnya yang mudah dicerna.

UAS, demikian pria 40 tahun ini biasa disapa, sukses menyampaikan dakwah lewat media internet. Video-video tausyiahnya di Youtube viral berseliweran. Kelebihan Somad adalah berani membuka sesi tanya jawab terbuka seputar agama di setiap kegiatan dakwahnya.

"Media sosial dapat menjadi medium yang tepat untuk berdakwah di era saat ini karena irit biaya, mudah aksesnya, tanpa terbatas ruang dan waktu. Semuanya jadi simpel, mudah," ujar Somad, Selasa 3 April 2018.

Rencananya, Somad bersama empat tokoh lainnya akan menerima penghargaan tersebut pada puncak acara yang digelar mulai pukul 19.00 WIB nanti. Ketua Panitia Pelaksana Tokoh Perubahan Republika 2017 Indra Wisnu Wardhana menjelaskan, Republika sangat menghargai setiap perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat.

Oleh karena itu, acara ini digelar sebagai bentuk terima kasih kepada mereka yang telah bekerja dengan tulus dalam mendorong perubahan.

"Dan kali ini Tokoh Perubahan Republika 2017 akan mengusung tema Memperkuat Simpul Pemersatu Bangsa," ujar Indra.

Sumber :PORTAL ISLAM 

Suryo Prabowo: Segarang Apa pun Boneka, Sekeren Apa pun Motornya, Boneka Tak Bisa Mikir!

Suryo Prabowo: Segarang Apa pun Boneka, Sekeren Apa pun Motornya, Boneka Tak Bisa Mikir!


10Berita, Bergaya bak Ali Topan menjadi gimmick paling mutakhir yang disajikan Jokowi bagi rakyatnya.


Sebelumnya, Jokowi pernah memainkan peran sebagai anak metal penggila Metallica saat dirinya masih SMA di Solo tahun 1977-1980, namun ternyata tercyduk tak mengetahui bahwa Metallica baru berdiri tahun 1981!


Berikutnya, rakyat disodori gimmick Jokowi berlatih tinju. Saat itu, Jokowi kembali menyebut bahwa berlatih tinju itu berat.

Di mata LetJend (Purn) Suryo Prabowo, gimmick yang tengah dipertontonkan kepada rakyat itu bagaikan boneka yang digerakkan oleh dalang.

"segarang apapun BONEKA
sekeren apapun motornya

tetap saja boneka gak bisa mikir kalau pun dia bergerak dan bergaya itu karena ada DALANG yang ngaturnya

ngerti rak koe le ?," cuit LetJen (Purn) Suryo Prabowo seraya mengunggah video singkat yang menggemaskan melalui akun twitter @marierteman.

segarang apapun BONEKA
sekeren apapun motornya

tetap saja boneka gak bisa mikir kalau pun dia bergerak dan bergaya itu karena ada DALANG yang ngaturnya

ngerti rak koe le ? pic.twitter.com/4QRZnGazgM

— J.S. Prabowo (@marierteman) April 10, 2018


Sontak unggahan itu pun menjadi viral dan dikomentari banyak warganet.



Berikut video inggahan video singkat LetJend (Purn) Suryo Prabowo yang menjadi viral di twitter.

segarang apapun BONEKA
sekeren apapun motornya

tetap saja boneka gak bisa mikir kalau pun dia bergerak dan bergaya itu karena ada DALANG yang ngaturnya

ngerti rak koe le ? pic.twitter.com/4QRZnGazgM

— J.S. Prabowo (@marierteman) April 10, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Disertifikat Yang dibagikan Jokowi, Terselip Foto Dirinya, Netizen Curigai Sebagai Kampanye


Disertifikat Yang dibagikan Jokowi, Terselip Foto Dirinya, Netizen Curigai Sebagai Kampanye



BANDARpost, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 3.063 sertifikat tanah kepada warga di Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (7/4). Namun, ada yang berbeda dalam pembagian sertifikat tanah kali ini.

Jika diamati secara teliti, dalam bundel sertifikat tanah warga tersebut, diselipkan selebaran poster yang berisi foto Jokowi dan sebuah tulisan berisi pesan agar warga yang menerima menjaga seritifikat.

Jokowi bagi-bagi sertifikat tanah di Sukabumi (Foto: Others/Dok. Biro Pres Kepresidenan)
Tampaknya tak sekali ini Jokowi menyelipkan selebaran poster yang berisi fotonya. Saat membagikan sertifikat tanah di Malang, Jawa Timur, pada 28 Maret lalu, Jokowi juga sempat menyelipkan selebaran poster yang berisi foto dirinya tersebut.

Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah di Malang. (Foto: Biro Pers Setpres)

Hal ini tampak berbeda saat Jokowi membagikan sertifikat tanah di Tabanan, Bali, pada 23 Februari lalu. Dalam bundel sertifikat tanah tersebut, tak diselipkan apapun, termasuk selebaran poster yang berisi foto Jokowi.

Joko Widodo bagikan sertifikat tanah di Tabanan. (Foto: dok. Biro Pers Setpres)

Pembagian sertifikat tanah memang menjadi agenda rutin dari Jokowi saat kunjungan kerja ke daerah.

Deputi Protokol Pers dan Media Setpres, Bey Machmudin saat dikonfirmasi mengatakan keberadaan poster itu sudah lama dan tidak ada kaitan dengan kepentingan Presiden secara pribadi. “Sudah lama itu,” ucap Bey kepada kumparan.

Bey juga menyebut keberadaan poster itu tidak ada kaitan dengan unsur kampanye. Lagi pula tidak ada ajakan atau pesan-pesan kampanye dalam poster di sertifikat tanah itu. “Tidak ada urusan dengan tahun politik,” tegas Bey [kumparan]

Netizen pun ramai mengomentari kejadian ini: [www.tribunislam.com

Ah rakyat udah cerdas mau pasang foto segede gaban pun Ada Foto Jokowi di Sertifikat Tanah yang Di… #Jokowi2Periode

— Dinda Khalisa (@DindKhalisa) April 9, 2018


Gak smooth mainnya. Mendingan kaos dah.#2019GantiPresidenhttps://t.co/lkuF9nNtmt

— Akmal Sjafril (@malakmalakmal) April 8, 2018


* pembagian sembako, sudah
* pembagian sertifikat sekalian selipin brosur, sudah
* bangga²in infrastruktur, sudah

* lha kok sm kaos #2019GantiPresiden ngamuk 😂😂https://t.co/vae5KMv0Mb

— AP (@asripenii) April 8, 2018


Kenapa kampanye harus menggunakan uang negara pak @jokowi SEBAGAI RAKYAT, SAYA NANYA SERIUS ?!!! JAWAB PAK!!! BIDJI!!! https://t.co/OH8aG2RDCV

— To'pe Taufik Rendusara (@topelucky) April 8, 2018


Sumber : dakwahmedia.co

Social Network Analysis: #2019GantiPresiden Kuasai Sosial Media Tanpa Perlawanan

Social Network Analysis: #2019GantiPresiden Kuasai Sosial Media Tanpa Perlawanan


#2019GantiPresiden vs #Jokowi2Periode

Oleh: Ismail Fahmi, PhD
(Social Network Analysis)

10Berita, Drone Emprit bagian yang asyik-asyik dan santai saja. Jangan terlalu serius dalam menghadapi hari-hari ya. Biasa aja. Santai. Mari kita jalan-jalan di udara bersama si Emprit 😀

Lagi ramai dibahas soal kaos dan dua hashtag pada judul di atas. Ada yang bilang kalau hashtag #2019GantiPresiden merupakan anti tesis dari hashtag #Jokowi2Periode yang sudah terlebih dahulu dipromosikan. Opini lain bilang kalau #2019GantiPresiden hanyalah gerakan dari segelintir orang, emosional, dan tidak jelas maunya apa karena tidak dijelaskan siapa penggantinya.

Dan yang paling epic adalah komentar dari presiden sendiri tentang kaos #2019GantiPresiden, yang mempertanyakan apakah kaos bisa mengganti presiden 🙂

Allright, bagaimana Drone Emprit memandang tik-tak kedua hashtag ini?

DATA

Drone Emprit menggunakan kedua hashtags, #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode. Data didapat sejak 1 April hingga sekarang. Selama periode ini, didapat 110 ribu mention di Twitter tentang hashtag #2019GantiPresiden, dan hanya 18 ribu mention untuk #Jokowi2Periode.

JOKOWI TOP PROMOTER #2019GantiPresiden

Dari tren volume percakapan, kita lihat pada tanggal 8 April, total mention harian hashtag ini meningkat sangat pesat sekitar 300%. Sebelumnya maksimal 7 ribu per hari, menjadi 37 ribu pada tanggal ini. Siapa top promoter dari kenaikan ini?

Dari grafik trend, kita bisa telusuri percakapan di media online. Pada tanggal 7 April, sehari sebelumnya, diberitakan bahwa Presiden Jokowi menyindir hashtag #2019GantiPresiden: “Masa kaus bisa ganti presiden?” Dan butuh kira-kira setengah hari untuk mendapatkan response masif dari warganet. Pada hari berikutnya, hashtag ini mencapai puncak popularitasnya.

HASHTAG #Jokowi2Periode BELUM DIGENJOT?

Agak jauh sebelum hashtag #2019GantiPresiden, wacana yang banyak berkembang adalah: tidak ada calon presiden lain yang mumpuni, hanya Jokowi yang sanggup. Sehingga, berbagai survey dan wacana yang dibangun adalah tentang “siapa calon wapres” yang pantas. Bersamaan dengan itu, wacana #Jokowi2Periode yang paling dominan berkembang.

Namun, dalam periode monitoring Drone Emprit, volume percakapan #Jokowi2Periode sepertinya kurang atau belum digenjot oleh para promotornya. Hashtag lain seperti #T3tapJokowi juga tidak terlalu ramai. Para promotor yang biasanya muncul dalam cluster pro pemerintah tidak muncul di sini.

Dibandingkan dengan volume percakapan untuk #2019GantiPresiden, bedanya jauh sekali. Apakah kerena belum digenjot dan ada narasi lain yang sedang digarap? Mungkin saja. Suatu saat nanti akan naik tinggi dengan dukungan penuh.

SNA: SIAPA PENDUKUNG #2019GantiPresiden?

Apakah benar hashtag ini hanya kerjaan segelintir orang? Kita lihat peta SNA yang ditampilkan Drone Emprit untuk hashtag ini. Dari peta ini kita lihat, hanya ada satu cluster yang sangat besar, dan sangat keciiil cluster yang kontra.

Cluster besar dan dominan itu berisi para promotor lengkap alias full team yang selama ini muncul dalam cluster MCA. Twit-twit mereka diretweet oleh sesama mereka, juga oleh follower yang kebanyakan polanya seperti akun asli, bukan robot. Hal ini bisa dilihat dalam profile relasi opinion leader dalam grafik SNA.

Selain artikel dari Kumparan dan Detik.com, cluster tersebut juga banyak menyebarkan artikel dari portal bikinan sendiri seperti portal islam. Isinya berupa berita tentang pidato Jokowi, response terhadap pidato itu, juga bagaimana kaos dengan hashtag ini banyak dibuat dan diperjualbelikan di portal ecommerce.

Dalam cluster ini, politikus PKS Mardani Ali Sera mengajak bikin gerakan #2019GantiPresiden pada 5 April. Dia ajak agar netizen fokus pada topik ini. Di sisi lain, presiden PKS Sohibul Iman mencoba melunakkan hashtag ini dengan argumen realistis bahwa saat ini belum ada paslon alternatif dan petahana masih sangat kuat.

Khumaini membantah bahwa gerakan ini tidak didukung oleh rakyat. Dia tunjukkan bukti sebuah lapak yang menjual kaos ini sedang ramai diserbu oleh pembeli. Mereka rela merogoh kocek, dan bukan sekedar menerima kaos drop-dropan dari pusat.

Cluster yang kontra hashtag ini sangat kecil. Hanya ada beberapa opinion leader di sana. Rustamibrahim mengritik hashtag #2019GantiPresiden ini, dan sebaliknya menyerang PKS dengan #2019GantiPKS. Namun ajakan dia bagi yang setuju dengan gagasan ini kurang mendapat banyak retweet (hanya 536), dibandingkan twit Mustafa Nahra yang mendapat 1898 retweet untuk sindiran ke aparat bahwa admin group WA #2019GantiPresiden akan ditangkap seperti halnya kasus Saracen dan MCA.

SNA: SIAPA PENDUKUNG #Jokowi2Periode?

Sekarang kita lihat SNA untuk percakapan #Jokowi2Periode. Dengan jumlah percakapan yang relatif lebih sedikit, kita lihat ada 2 cluster. Cluster yang kontra cukup aktif retweetnya, meski opinion leadernya tdak sebanyak dalam percakapan tentang #2019GantiPresiden. Cluster yang pro opinion leadernya tak terlalu terkenal, dan mereka yang biasanya aktif dalam cluster pemerintah tak muncul di sini.

Satu yang muncul yaitu @PartaiSocmed. Akun ini unik. Dia cenderung dalam cluster pro pemerintah. Namun dalam peta SNA, dia berada di antara kedua cluster. Artinya, twitnya ternyata juga diretweet oleh netizen yang berada dalam cluster kontra.

Mengapa demikian? Ternyata twitnya yang mengandung hashtag #Jokowi2Periode berisi kritikan kepada para pendukung Jokowi. Dia bilang, mainan hestek ini sampai berbusa-busa tidak akan berdampak jika di lapangan premium masih langka. Dia sadar, tak semua pemilih Jokowi main sosmed. Ini adalah self-critics yang membangun, dan diaminkan oleh mereka yang kontra.

Apakah karena ini juga hashtag #Jokowi2Periode tidak terlalu ramai, karena mereka sadar itu ndak akan terdengar sampai di telinga para pemiliih Jokowi?

PERANG HASHTAG

Dalam peta hashtag yang dibandingkan antara kedua data, kita temukan hal menarik. Untuk percakapan tentang #Jokowi2Periode, hashtag berikutnya yang paling populer adalah #2019GantiPresiden, yaitu anti-tesisnya sendiri. Sedangkan untuk percakapan tentang #2019GantiPresiden, hashtag berikutnya yang paling populer adalah #2019PresidenBaru; baru yang ketiga adalah #Jokowi2Periode.

Dalam perang hashtag ini, tampaknya pendukung #2019GantiPresiden sangat menguasai percakapan dalam media sosial.

CLOSING

Kita sudah lihat bagaiman perang hashtag dan kaos ini. Jika ini adalah gambaran dari tensi politik menjelang pilpres, semoga ini menjadi jalur penyaluran yang positif dan kreatif. Dari pada perang narasi topiknya tajam dan sensitif, perang melalui hashtag dan kaos saya rasa lebih ringan mudharatnya.

Bahkan saya lihat ada sisi positifnya. Masing-masing mengeluarkan kreatifitas dalam membuat kaos, desain, dll. Penyampaikan aspirasi dan kritik akhirnya tidak berupa turun ke jalan. Tetapi melalui produk seni yang kreatif. Para desainer dan pendagang kaos juga mendapat manfaat ekonomi yang lumayan. Itu pandangan Drone Emprit dari sisi kreatifitas dan ekonomi.

Dari sisi demokrasi, saya lihat gerakan gagasan melalui hashtag #2019GantiPresiden ini memiliki makna positif bagi proses demokrasi. Sangat tidak lucu jika pilpres hanya ada satu calon dan satu kotak kosong. Seolah bangsa ini begitu ekonomis dalam hal kepemimpinan nasional dan gagasan dalam membangun bangsa. Tidak ada tokoh lain yang pantas untuk diajukan.

Pernah dalam sebuah masa ketika pemilihan ketua IA ITB, ada seorang anak muda yang belum banyak relasi dan pengalamannya dibanding alumni lain, dia nekat mencalonkan diri. Meski tahu tak akan terpilih, dia tetap maju. Keberanian patut diacungi jempol, karena itu memperlihatkan bahwa banyak potensi dari alumni, bukan hanya satu, meski masih muda.

Saya lihat gerakan ini arahnya ke sana. Untuk menyakinkan bangsa bahwa kita ini bangsa besar, yang punya stok calon pemimpin. Meski sekarang belum kelihatan, namun narasi dan gagasan ini akan membangun keyakinan pada calon-calon tersebut, juga pada rakyat bahwa kita tidak ekonomis dalam intelektualitas, leadership, managemen, dan keberanian.

Masak ndak ada yang berani, dan kalah sama anak muda ITB itu?
Link: https://www.facebook.com/ismailfahmibdg/posts/10157272780316729

Sumber: portalislam

Pakai Kaos Tauhid Ditangkapi, Pakai Kaos #GantiPresiden Dicurigai, Giliran Pakai Kaos PKI Dibilang Trendy

Pakai Kaos Tauhid Ditangkapi, Pakai Kaos #GantiPresiden Dicurigai, Giliran Pakai Kaos PKI Dibilang Trendy


10Berita, Kaos bertuliskan syahadat. “Oh, itu suspect teroris, tidak cinta NKRI, intoleran!”

Kaos bertuliskan ganti presiden 2019. “Wah, itu gerakan ngajak makar, inkonstitusional!”
Kaos berlogo palu arit. “Hehehe… itu hanya trend anak muda kekinian, jangan berlebihan.”

Melawan argumentasi tak berkualitas rezim plonga-plongo ini sejatinya tak perlu mikir, saya sambil nguap pun bisa dengan mudah menohok pemikiran mereka.

Miskin boleh, bodoh jangan!

Di akhirat kelak Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Percaya penuh dengan janji Allah SWT, tapi mohon jangan percaya lagi dengan janji Mukidi. Karena jadi tolol itu cukup cuma 1 kali.

Bandingkan dengan berita ini: https://news.detik.com/berita/3206427/luhut-soal-kaos-palu-arit-bisa-jadi-tren-anak-muda-jangan-berlebihan

Luhut: Soal Kaos Palu Arit Bisa Jadi Tren Anak Muda, Jangan Berlebihan.

Polisi akhirnya memulangkan dua pedagang yang menjual kaus band ‘Kreator’ bergambar palu arit. Meski menilai potensi munculnya kembali paham komunisme perlu ditangani serius, Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan meminta agar aparat tidak perlu berlebihan.

“Ya ini dilihat-lihat lah. Kalau ada satu atau dua kaus, ini juga bisa jadi tren anak muda juga. Lihat-lihatlah, jangan berlebihan,” ungkap Luhut di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (9/5/2016).

Luhut mengaku memang kerap mendapat laporan adanya pergerakan soal penyebaran paham komunisme belakangan ini. Dia melakukan pengecekan terhadap info-info tersebut.

“Ada yang posting di medsos sekian ribu orang katanya, di mana? Saya cek tidak ada. Itu juga saya tanya, saya cek lapangan juga. Tidak ada juga,” kata Luhut.

Walau begitu, Luhut tidak mau jajarannya lengah dalam menangani isu-isu soal ideologi komunisme. Sebab memang ada sejumlah kasus yang ditemui.

“Coba ada yang setel lagu Genjer-genjer, saya bilang pak Kapolri itu tadi, tangkepin aja. Diproses aja, jangan dibikin macem-macem. (Kalau) ini untuk membangkitkan kekuatan PKI juga kita tidak mau,” tutur Luhut.

“Ini Menko Polhukam yang ngomong, kalau macam-macam kita hajar,” lanjut jenderal purnawirawan TNI itu.

Aparat disebut Luhut akan terus melakukan penertiban apabila ada potensi atau hal-hal yang berbau soal PKI. Namun ia juga mengingatkan agar aparat tidak semena-mena dalam menangani sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut.

“Pokoknya nanti kita bikin penertiban. Tapi jangan berlebihan. Tadi saya bilang sama pak Kapolri kalau ada ormas yang tidak ikut Pancasila, kita tidak kasih izin,” ujar Luhut.

Sebelumnya diberitakan, Polsek Kebayoran Baru, Jaksel, memulangkan dua pedagang yang diamankan di kawasan Blok M karena menjual kaus bergambar palu arit. Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Ary Purwanto menyebut kaus band metal luar negeri yang dijual di pasaran itu murni bisnis dan tak ada tanda-tanda perbuatan makar.

“Penyidik tidak bisa menyangka kan mereka adanya makar atau penghinaan terhadap lambang-lambang negara. Jadi kita pulangkan, tapi bila nanti kami menemukan hal serupa di kemudian hari yang bersangkutan bisa dimintai keterangan lagi,” terang Ary, Senin (9/5).

#2019GantiPresiden, Jokowi: Masak Kaos Bisa Ganti Presiden?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) peringatkan masyarakat Indonesia untuk tidak mempercayai isu atau hoaks yang beredar. Isu tersebut dikatakan dibuat untuk melemahkan bangsa sendiri.

“Banyak dari kita yang ingin melemahkan bangsa sendiri dengan cara yang tidak beradab. Isu antek asing, PKI, sampai infrastruktur. Begitu satu isu gagal, ganti yang lain,” ujar Jokowi dalam sambutannya di Bogor, Sabtu (8/4).

Jokowi bercerita bahwa sudah banyak isu yang diarahkan kepadanya. Mulai dari isu bahwa dirinya adalah antek asing dan yang paling santer adalah isu PKI.

Jokowi pun menyatakan, selama perjalanannya menemui santri-santri di pesantren dirinya selalu memberikan penjelasan. Dirinya menyebut PKI dibubarkan pada 1965, di mana dirinya masih berumur empat tahun. “Mana ada PKI balita? Di mana ada PKI umur empat tahun?” ujarnya.

Dirinya juga mencontohkan sebuah gambar editan yang beredar di media sosial. Di situ terdapat foto dirinya dengan DN Aidit. Begitu ditelusuri, foto DN Aidit tersebut ternyata diambil pada 1955 di mana saat itu Jokowi pun belum lahir.

Isu-isu yang beredar ini disebut Jokowi tidak beradab dan tidak masuk akal. Begitu isu PKI dirasa tidak mempan untuk menggoyahkan bangsa Indonesia, isu itu pun diganti mengarah pada infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur pada zaman pemerintahan Jokowi memang termasuk besar. Selama pembangunan ini, Jokowi mengaku bahwa pasti ada yang berjalan dengan baik dan ada yang tidak.

Untuk yang tidak berjalan dengan baik, maoa hal tersebut harus dibenahi. Sebagai manusia biasa dirinya merasa penuh dengan salah dan kurang.

“Isu infrastruktur nggak berhasil, ganti lagi isu utang. Waktu saya dilantik, hutang itu sudah Rp 2.700 triliun, bunganya Rp 250 triliun setiap tahun. Saya bilang gini supaya semuanya ngerti,” ujar Jokowi.

Dirinya menyebut banyak masyarakat mengira utang yang dimiliki Indonesia saat ini adalah hasil perbuatannya, padahal tidak. Isu utang pun telah dijawab, dan berganti dengan isu kaos.

Belakangan memang beredar kaos yang dijual dan bertuliskan #2019GantiPresiden. Jokowi merasa yang bisa mengganti Presiden adalah rakyat dan restu Allah SWT. “Masak kaos bisa ganti Presiden? Yang bisa ganti Presiden itu rakyat, kalau rakyat mau ya bisa ganti. Kedua restu dari Allah. Masak ganti kaos bisa ganti Presiden,” kelakarnya.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/04/08/p6ukbd409-2019gantipresiden-jokowi-masak-kaos-bisa-ganti-presiden

Pakai Kaos Tauhid Ditangkapi

http://www.portal-islam.id/2015/07/pakai-kaos-tauhid-ditangkap-pasang.html

Pakai Kaos Tauhid Ditangkap, Pasang Bendera Israel Diundang ke Istana

Begitulah yang terjadi…

Kaligrafi Tauhid yang sering disebut sebagai lambang ISIS tersebut sebenarnya hanya kalimat biasa yang menandakan tauhid, Laa Ilaaha Illallah… Keesaan Allah. Bahkan tercantum pada Sila Pertama Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa).

Sementara, para tokoh dan pendeta GIDI pasca Tragedi Tolikara diundang ke Istana. Padahal GIDI ‘memaksa’ warga Tolikara untuk pasang atribut Israel zionis penjajah. Yang tak mau didenda lima ratus ribu rupiah. Massa jemaat GIDI juga yang membubarkan paksa sholat Idul Fitri dan membakar masjid.

Sumber : moslemcommunity.net

Tahun Pemilu, Jokowi Instruksikan APBN 2019 Fokus Pada Program Sosial ?

Tahun Pemilu, Jokowi Instruksikan APBN 2019 Fokus Pada Program Sosial ?

10Berita – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut program sosial menjadi fokus dalam APBN 2019 sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

“Sekarang fokusnya lebih kepada SDM sehingga program sosial seperti PKH (Program Keluarga Harapan), program untuk membantu kelompok miskin, pendidikan, kesehatan itu semuanya harus ditingkatkan dari sisi akselerasi dan eksekusinya. Itu merupakan satu instruksi yang akan kami lakukan,” ucap Mulyani, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/4).

Sri menyampaikan hal itu seusai sidang kabinet paripurna tentang ketersediaan anggaran untuk pagu indikatif 2019 dan prioritas nasional 2019.

Jokowi dalam sambutannya mengatakan bahwa fokus APBN 2019 adalah untuk pembangunan SDM. Pemilu untuk menentukan kepemimpinan nasional 2019-2024 digelar pada 2019.

“Untuk 2019 ini, kami akan mendesain APBN pada defisit yang sekarang akan dilakukan kurang dari 2 persen dari PDB. Untuk PDB tahun depan karena nilainya akan meningkat cukup besar yaitu di atas Rp16.000 triliun, kami harus hati-hati menetapkan target untuk pajak, yaitu rasio pajaknya maupun defisitnya,” kata Mulyani.

Menurut Sri, pemerintah akan berusaha mendesain APBN 2019 dapat tetap memberikan stimulus dan dukungan terhadap perekonomian dan perbaikan sosial. Di samping itu sekaligus tidak menciptakan beban yang terlalu besar sehingga menimbulkan pengaruh terhadap persepsi maupun kredibilitas dari APBN.

“Karena itu untuk 2019 total penerimaan negara akan ditargetkan meningkat antara 7,6 persen hingga tergantung dari 13 persen. Dari sisi belanja negara, untuk belanja pemerintah pusat akan naik sekitar 7,3 persen dan untuk belanja ke daerah termasuk untuk transfer dana desa akan didesain ada kenaikan sekitar 8,3 persen,” kata Sri. (it)

Sumber :Eramuslim