OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 12 April 2018

Tuding #2019GantiPresiden Bukan Aspirasi Rakyat, SekJen PDI P DITABOK Warganet Dengan Fakta MAKJLEB.

Tuding #2019GantiPresiden Bukan Aspirasi Rakyat, SekJen PDI P DITABOK Warganet Dengan Fakta MAKJLEB.


10Berita, Setelah sempat muncul gera­kan "Jokowi dua periode" beber­apa waktu lalu, sekarang muncul seruan #2019Gan­tiPresiden sebagai antitesanya.

Menanggapi isu yang semakin meluas ini, dalam sebuah wawamcara eksklusif, Sekjen PDI P, Hasto Kristianto menuding bahwa #2019GantiPresiden merupakan sebuah manuver politik.

Berikut kutipannya

"Saya melihat itu bukan as­pirasi, saya melihat itu sebuah manuver-manuver politik lantaran elektabilitas Pak Jokowi yang tinggi dan juga kepemimpi­nan Pak Jokowi di tengah rakyat," ungkap Hasto.

Pernyataan Hasto langsung dibantah telak warganet Taufik Rendusara. Melalui akun @topelucky, Taufik mengunggah sebuah foto yang menunjukkan 2 orang petani yang berpose bersama sebuah karung bertulis #2019GantiPresiden.


"cc @Hasto_66 ini bukan manuver lah, ini murni gerakan aspirasi rakyat... situ jangan nongkrong di istana molo makanya," kicau Taufik. Makjleb.

Warganet lain juga menegaskan bahwa #2019GantiPresiden jelas merupakan aspirasi rakyat.

"itu murni gerakan aspirasi rakyat untuk mengganti presiden tahun 2019," kicau @arm4di0n.

"Masa Umar bin Khattab Indonesia takut sama hesteg," tulis @MessersGochi.

"Pakde Hasto sekali-sekali kudu maen keluar dari kandang banteng. Tengok kiri kanan, rakyat pengen #2019GantiPresiden. Bukan cuma politisi doang yang pengen kelesss...," kicau akun @kakalebah.

"PDI P panas dalam," kicau @satria_preda.

Sumber :Portal Islam 

Kasus Warsito dan dr. Terawan, Contoh Peran Negara yang Abai

Kasus Warsito dan dr. Terawan, Contoh Peran Negara yang Abai


Oleh : Irah Wati Murni, S.Pd

10Berita, SEOLAH tak belajar dari pengalaman terdahulu, kini nasib dr. Terawan sama seperti nasib Warsito yang idenya dipandang sebelah mata. Bedanya, dr. Terawan menemukan metode “cuci otak” untuk menyembuhkan penyakit seperti stroke atau penyakit yang berkaitan dengan kepala, sementara Warsito menemukan metode penyembuhan kanker dengan helm listrik atau jaket listrik. Persamaannya, mereka sama-sama tak diakui Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dilansir Kompas, (Rabu, 4/4/18), dr. Terawan Agus Putranto yang juga sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto diberhentikan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Ia dijatuhi sanksi oleh Ikatan Dokter Indonesia(IDI) karena dianggap melanggar kode etik kedokteran, yaitu mengiklankan diri dan menganggap metode penyembuhannya sudah terbukti serta dianggap penemuannya tentang metode ‘cuci otak’ tidak ilmiah dan belum terbukti.

Berkaitan kasus ini, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek belum merasa perlu untuk turun tangan mengatasi kasus Dokter Terawan yang diusulkan diberhentikan sementara oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), “Ini masalah organisasi profesi. Biarkan mereka lebih dulu mendapatkan solusi yang baik,” katanya, dilansir Tempo ( Kamis, 5/4/18).

Uniknya sanksi pemberhentian sementara praktik dr. Terawan oleh IDI malah dikecam banyak pihak. Bahkan dr. Terawan dibela oleh pasien-pasiennya yang kebanyakan dari mereka adalah pejabat tinggi negara seperti Mahfud MD, Hendropriyono, Marzuki Alie, Try Sutrisno, Sudi Silalahi, Aburizal Bakrie, Dahlan Iskan dan masih banyak lagi.

Temuan yang Diabaikan

Dari kasus ini kita bisa melihat bahwa peran Negara dalam melindungi karya dan temuan rakyatnya cenderung abai dan kurang memperhatikan. Padahal, temuan-temuan mereka adalah asset bagi kemajuan suatu negeri. Ilmu pengetahuan dan para ilmuwan harus diperhatikan bukan malah dimatikan.

Jika dulu penemuan metode penyembuhan kanker oleh Warsito dengan helm listrik atau jaket listrik dilarang oleh Kemenkes karena dianggap jauh dari keamanan dan ilmiah. Tapi setelah itu menjadi geger karena malah ‘laku’ di Negara lain. Maka jangan sampai penemuan terbaru dr. Terawan ini memiliki nasib yang sama dengan pendahulunya.

Seharusnya Negara merangkul para ilmuwan dan pembaharu apapun. Jika temuan mereka belum sempurna, maka Negara mengajak riset atau mendampingi penyempurnaan metodenya, bukan langsung dimatikan. Apa Negara baru ribut jika temuan anak bangsa ini sudah dicap Negara lain?

Islam Melindungi Ilmu dan Ilmuwan

Islam adalah agama rahmatan lil’alamin. Tidak ada yang tidak diatur oleh islam. Tak hanya manusia, hewan, tumbuhan bahkan ilmu pun dilindungi oleh islam. Jika ilmu saja dilindungi oleh islam, maka otomatis ilmuwan pun turut dalam lindungan islam. Tidak percaya? Yuk, kita lihat fakta sejarahnya.

Para sejarawan sepakat bahwa Khalifah Abbasiah II yaitu Abu Ja’far Al Manshur merupakan pelindung pertama ilmu. Hingga puncaknya perlindungan terhadap ilmu ini pada era Khalifah Al Makmun. Para sejarawan sepakat bahwa tidak ada seorang khalifah dari Bani Abbasiah yang lebih berilmu daripada Al Makmun.

Salah satu bukti Negara sangat memperhatikan ilmu dan ilmuwan ialah Khalifah Al-Makmun memperluas Baitul Hikmah (Darul Hikmah) yang didirikan ayahnya, Harun Ar-Rasyid, sebagai Akademi Ilmu Pengetahuan pertama di dunia. Baitul Hikmah diperluas menjadi lembaga perguruan tinggi, perpustakaan, dan tempat penelitian. Lembaga ini memiliki ribuan buku ilmu pengetahuan.

Mengutip history of islam, Baitul Hikmah dipergunakan secara lebih maju yaitu sebagai tempat penyimpanan buku-buku kuno yang didapat dari berbagai penjuru dunia, dari Bizantium hingga India. Di institiusi ini, al-Makmun mempekerjakan Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi yang terkenal sebagai ilmuwan muslim di bidang matematika dan astronomi.

Orang-orang Persia juga masih dipekerjakan di Baitul Hikmah. Direktur perpustakaan Baitul Hikmah sendiri adalah Sahl ibn Harun. Sehingga pada masa al-Makmun, Baitul Hikmah bukan hanya sebagai perpustakaan, tapi berkembang menjadi pusat kegiatan studi, dan penelitian. Sehingga tidak dapat dipungkiri, bahwa Baitul Hikmah memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan keilmuwan muslim pada masanya. Masya allah, pantas saja karya-karya ilmuwan dulu masih ada sampai hari ini.

Maka, seharusnya Negara berperan aktif dalam melindungi ilmu dan para ilmuwannya, bukan tidak peduli bahkan mematikan karya atau temuan baru dari rakyatnya. Jika hal ini terus berlanjut, maka pantas saja sampai saat ini Negara ini menjadi Negara pengekor barat, yang hanya mengimpor barang atau ilmu dari luar. Hal ini jelas, karena Negara tidak memiliki kemandirian dan kepedulian pada ilmu dan para ilmuwannya.

Oleh karena itu, hanya sistem islamlah yang bisa melindungi ilmu dan para ilmuwan. Ide dan temuan mereka dihargai. Jikalau gagal atau tidak sempurna maka didukung Negara untuk mendanai. Toh, hasil temuan para ilmuwan itu bukan untuk diri mereka sendiri tapi untuk kemaslahatan umat seluruhnya. Waallahu’alam. []

Sumber :Dakwah media 

MANTAP! Anies: Insya Allah Maret 2019 MRT Bisa Beroperasi

MANTAP! Anies: Insya Allah Maret 2019 MRT Bisa Beroperasi


10Berita, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tampak puas setelah melihat penampakan satu rangkaian kereta Mass Transit Rapid (MRT) di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pagi ini Kamis 12 April 2018.

Nantinya, tiap rangkaian kereta MRT akan sanggup mengangkut 1.800 penumpang. Satu rangkaian ini terdiri dari 12 gerbong. 

MRT Jakarta menyiapkan 16 rangkaian kereta yang dibuat oleh Nippon Sharyo, perusahaan Jepang.

"Satu kereta menurut laporan Pak Willi (Direktur Utama PT MRT Jakarta)tadi ada kursi 50 dan bisa memuat 250 dengan 150 orang berdiri. Jadi kalau mau dipadatkan bisa sampai 300 orang per kereta jadi sekali jalan satu rangkaian bisa 1.800 orang," ujar Anies di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Kamis 12 Maret 2018.

Anies menjamin dengan adanya MRT nantinya mobilitas warga Jakarta menjadi efektif dan tepat waktu. 

"Di sini akan muncul kebiasaan antri kebiasaan tertib waktu, tepat waktu, kebiasaan bersih karena MRT ini harus dikelola dengan cara seperti itu," tambah Anies.

Anies merasa bersyukur karena proyek pembangunan MRT koridor 1 rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia berjalan sesuai dengan rencana. 

"Begini ini untuk tahap satu ini Insya Allah bulan Maret (2019) akan operasional," tutup Anies.

Sumber :Portal Islam 

PKS: Elektabilitas Prabowo Stagnan, Namun Bisa Berubah

PKS: Elektabilitas Prabowo Stagnan, Namun Bisa Berubah

10Berita, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto resmi mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden 2019. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut baik deklarasi tersebut.

Menurut Ketua Bidang Wilayah Dakwah Sumatera Bagian Utara PKS Nasir Djamil, sebagai partai yang akan berkoalisi dengan Gerindra di Pilpres 2019, PKS akan berusaha menaikan elektabilitas Prabowo.

"Tentu PKS selama ini kan bersama Gerindra, dan tentu saja ekspektasi dari Gerindra dan PKS itu diharapkan bisa meningkatkan elektabilitas Prabowo Subianto," kata Nasir di Jakarta, Rabu 11 April 2018.

Menurutnya, saat ini elektabilitas Prabowo cenderung stagnan. Namun elektabilitas mantan Danjen Kopassus itu masih bisa berubah.

"Karena harus kita akui juga bahwa paling tidak survei yang ada kan elektabilitas Pak Prabowo Subianto itu ya stagnan. Karena itu memang kita lihat saja nanti seperti apa? Apakah memang deklarasi hari ini ibarat mobil yang terus melaju kencang atau seperti apa? Karena dinamika politik kita tidak tahu seperti apa nanti," ungkapnya.

 

Prabowo Belum Turun

Anggota Komisi III DPR ini tidak mengetahui penyebab stagnannya elektabilitas Prabowo. Tetapi ia menduga stagnasi itu terjadi karena Prabowo belum turun ke daerah seperti Presiden Joko Widodo yang juga berniat maju Pilpres 2019.

"Tapi bisa jadi karena beliau belum bergerak dan belum melakukan semacam kunjungan ke daerah dibandingkan Pak Presiden Jokowi yang selalu berkunjung ke daerah-daerah. tentu lihat hasilnya nanti," ucap Nasir.

Sebelumnya, Rakornas Partai Gerindra resmi mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019. Seluruh pengurus partai yang menyampaikan aspirasi mereka menginginkan Prabowo kembali maju Capres.

"Atas dasar aspirasi tersebut maka Partai Gerindra secara resmi mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden sekaligus memberikan mandat penuh untuk membangun koalisi dan memilih calon wakil presiden," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

Sumber: Merdeka.com

Pilpres 2019, PKS Tegaskan Dukung Prabowo

Pilpres 2019, PKS Tegaskan Dukung Prabowo


10Berita -Ketua DPP PKS Nasir Djamil menyatakan, pihaknya memang mendukung Prabowo Subianto maju dalam kontestasi Pilpres 2019.

Jadi tak heran, kata Nasir, elite partai dakwah itu menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra yang digelar di kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

“Ada yang mengatakan bahwa beliau seperti Megawati saja sebagai king makernya di Gerindra. Tetapi ternyata hari ini beliau mendeklarasikan maju sebagai capres Republik Indonesia untuk tahun 2019. Saya pikir memang, ini kerja keras Gerindra dan tentu PKS selama ini kan bersama Gerindra,” kata Nasir saat dihubungi di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

“Dan tentu saja ekspektasi dari Gerindra dan PKS itu diharapkan bisa meningkatkan elektabilitas Prabowo,” tambahnya.

Politisi asal Aceh ini mengakui, elektabilitas Prabowo jelang Pilpres 2019 mendatang cukup stabil presentase suaranya.

“Karena itu memang kita lihat saja nanti seperti apa, apakah memang deklarasi hari ini ibarat mobil yang terus melaju kencang, atau seperti apa. Karena dinamika politik kita tidak tahu seperti apa nanti,” tuturnya.

Meski begitu, lanjut Anggota Komisi III DPR RI ini, PKS sendiri belum menentukan nama siapa yang bakal menjadi pendamping Prabowo sebagai calon wakil presiden dalam Pemilu 2019 mendatang.

“PKS kan sudah persiapkan sembilan kandidat yang diusung atau yang dikeluarkan oleh PKS, dan tentu saja ke sembilan itu akan mengerucut nanti kan akan di survei lagi sembilan itu kira-kira elektabilitas yang paling tinggi itu siapa apakah Aher apakah Anis Matta atau Sohibul Iman atau Hidayat Nur Wahid,” paparnya.

“Karena kita juga ingin agar kalaupun nanti PKS menyodorkan calon wakil presiden terhadap Prabowo itu harus siap semuanya. Ya siap elektabilitas yang baik siap kemampuan bagaimana mempengaruhi masyarakat di lapangan dan juga menyiapkan logistik,” pungkasnya. (kl/)

Sumber :teropongsenayan

Dekat Dengan Penguasa, Ade Armando Tak Akan Diproses Hukum Formal

Dekat Dengan Penguasa, Ade Armando Tak Akan Diproses Hukum Formal


10Berita – Besar kemungkinan, kasus ujaran kebencian tokoh liberal Ade Armando yang dilaporkan Front Pembela Islam (FPI) tidak akan digubris penegak hukum.

Sikap pesimis itu disampaikan aktivis politik Rahman Simatupang menyikapi laporan DPP FPI soal dosen komunikasi Universitas Indonesia (UI) itu.

Rahman pesimis kasus hukum Ade Armando berlanjut mengingat Ade dikenal garang membela penguasa. “Ade itu dekat penguasa, sudah jadi tersangka, bisa lepas lagi,” papar Rahman (11/04).

Menurut Rahman, kasus Ade Armando merupakan tantangan bagi kepolisian dalam upaya mendapat kepercayaan masyarakat dalam penegakan hukum.

“Saat ini masyarakat banyak yang pesimis terhadap aparat kepolisian yang terlihat berat sebelah dalam penegakan hukum. Mulai kasus demo di rumah SBY sampai laporan Fadli Zon, tidak ada tindak lanjutnya. Bagaimana yang rakyat biasa?” kata Rahman.

Terkait hal itu, Rahman mengatakan, pembela Ade Armando akan menyatakan laporan FPI bisa ditindaklanjuti jika Habib Rizieq pulang ke Indonesia. “Padahal, kalaupun Habib Rizieq pulang, laporan FPI ke polisi atas kasus Ade Armando juga tidak ditindaklanjuti,” jelas Rahman.

Sebelumnya, DPP-FPI melaporkan dosen UI Ade Armando ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan ujaran kebencian di media sosial.

Ade disangkakan melanggar pasal 28 (2) jo 45 (2) UU ITE No 11 tahun 2008 terkait postingannya pada tahun 2016 di akun twitter dan Facebooknya. Ade menulis: “Polri harus menunjukkan pada publik bahwa FPI bukan anjing binaan mereka …”

“Kami melaporkan pelanggaran ujaran kebencian yang dilakukan Ade Armando di dalam postingannya di Twitter dan Facebook miliknya, yang di dalamnya mengandung unsur kebencian,” kata Ketua Umum DPP FPI, KH. Shobri Lubis di Bareskrim Mabes Polri (10/04).(kl/)

Sumber :itoday

Mantan Bos Gangster Australia Ini Kini Jadi Seorang Muslim Dermawan

Mantan Bos Gangster Australia Ini Kini Jadi Seorang Muslim Dermawan

 

 

“Vince Focarelli: Saya sudah meninggalkan kehidupan gangster saya”

10Berita - ANTARA tahun 2010 hingga 2012, Focarelli menjadi target utama pembunuhan. Tak tanggung-tanggung, enam tawaran untuk membunuh Focarelli berseliweran di kuping para gangster Australia lainnya dalam satu waktu.

Focarelli, pemimpin ‘Comanchero’ bikie geng di SA, disuatu ketika masih selamat dari serangan bom yang menewaskan dua orang anggota geng Hells Angels. Namun pada Januari 2012, keberuntungan Focarelli usai sudah. Sebuah penembakan di Dry Creek, merenggut nyawa anaknya, Giovanni.

Serangan yang menewaskan anaknya itu, juga mencederai Focarelli. Ia akhirnya ditahan atas tuduhan terkait kasus narkoba.

“Kami kehilangan Giovanni yang begitu berharga … dia selalu ada di dalam pikiran kami,” kata Focarelli.

“Kami berpikir tentang dia dan berbicara tentang dia setiap hari.”

April 2013, Focarelli dibebaskan dari penjara dengan pembebasan bersyarat, setelah menyelesaikan hukuman untuk penyalahgunaan senjata api serta pelanggaran obat-obatan terlarang yang berkaitan dengan insiden dimana anaknya tewas.

Namun kini sang ‘notorious’, telah berubah. Focarelli, mantan tokoh dunia hitam dan pemimpin geng, mengatakan bahwa dia sekarang adalah orang yang telah berubah. Ia sekarang mencari kehidupan yang normal dan membantu orang yang membutuhkan.

Momen kematian anaknya, membuat Focarelli, 41, membisu dan merubahnya. “Semua orang telah membuat kesalahan,” katanya.

Focarelli, yang kini membuka restoran La’Fig Cucina di Carrington St, mengungkapkan bagaimana dia telah mendapat hidupnya kembali di jalur yang benar dan dia sekarang memberi makan tunawisma dan menyumbang untuk orang miskin.

“Saya telah benar-benar menjauhkan diri dari semua aspek kehidupan gangster,” katanya kepada Seven News.

“Saya manusia biasa, terlepas dari apa pun yang saya lakukan di masa lalu, semua orang membuat kesalahan.”

Dia menghargai upaya keluarganya, agamanya dan pembentukan restoran sebagai hal yang telah membantunya bertransformasi. Focarelli mengklaim bahwa restoran itu membantu tunawisma dan menyumbangkan untuk amal.

Mantan pemimpin geng hitam tersebut mengatakan ide untuk restoran itu muncul ketika mereka ingin menciptakan sesuatu yang halal dan ramah.

“Kami memulai dengan membicarakannya di dapur kami, saya dan istri saya,” katanya.

“Kami punya pemikiran dan kami berdiskusi, ‘Lihat, kita ingin membuka sebuah kafe kecil, mengapa kita tidak melakukannya dengan benar. Mengapa kita tidak membantu komunitas Muslim dan memberikan sesuatu yang halal, organik dan vegan ‘.”

Focarelli mengatakan bahwa restoran itu juga menyediakan katering untuk para tunawisma, dan menyediakan sup malam untuk mereka yang membutuhkan.

“Selasa adalah waktu untuk semua tunawisma datang ke La’Fig Cucina sekitar 7-7.30pm, mereka datang dan mendapatkan sesuatu yang hangat,” katanya.

“Sebagai Muslim, itu tanggung jawab kita untuk memberi,” terutama di bulan Ramadhan kemarin, di mana kita bisa belajar untuk menjadi rendah hati dan alim. Menyerap semua kebaikan dan cinta yang ada di dalam dan di seluruh dunia,” pungkasnya.

Sumber: islampos

Alfian: PKI Tinggal Tunggu Pencabutan TAP MPRS

Alfian: PKI Tinggal Tunggu Pencabutan TAP MPRS

10Berita , Jakarta – Pengamat Partai Komunis Indonesia, Alfian Tanjung, menegaskan bahwa PKI saat ini benar-benar bahaya laten bagi Indonesia. Gerakan yang sempat membuat Indonesia berdarah pada 30 September 1965 tinggal menunggu TAP MPRS dicabut.

“Sekarang tinggal sejauh mana mereka (PKI) memperbanyak anggota di DPR sehingga pencabutan TAP MPRS terwujud dan benteng terakhir daripada keberadaan mereka yang terkekang oleh konstitusi tergusur,” ungkap UAT usai menjalani sidang dalam kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (11/04/2018).

Ia pun menyebutkan bukti nyata PKI mulai bangkit. Pertama, buku-buku PKI cukup banyak, dan ia sempat menyampaikan di muka persidangan, ada buku-buku PKI bagi pemula yang diantaranya mengajarkan anarkisme.

“Buku yang saya sampaikan di persidangan tadi adalah buku-buku khusus tentang pembekalan kepada kader PKI pemula,” ungkapnya.

“Mereka (PKI) pertama, menebas dulu G30S tanpa PKI, lalu menghentikan pemutaran film G30S PKI, mereka mulai memutar balikkan fakta, dimana ada wacana meminta maaf kepada keluarga PKI,” ungkapnya.

Persidangan Alfian yang ke 16 ini beragendakan pemeriksaan terdakwa, dan dimulai sejak pukul 11.30 WIB yang biasanya dimulai pada pukul 10.00 WIB. Persidangan baru berakhir pada pukil 17.30 WIB.

Sumber : Kiblat.

Kaos #2019GantiPresiden Untungkan Pedagang Ekonomi Kecil dan Lemah

Kaos #2019GantiPresiden Untungkan Pedagang Ekonomi Kecil dan Lemah


10Berita, Maraknya kaos bertulsikan hashtag #2019GantiPresidenternyata sangat menguntungkan para pedagang ekonomi kecil dan lemah.

Beberapa pedagang PKL sudah mulai berjualan kaos #2019GantiPresiden di lapak-lapak pinggir jalan.

Sebelumnnya kaos #2019GantiPresiden ini lebih dulu marak dijual di marketplace online seperti Bukalapak, Tokopedia, OLX, Shopee, dll.

Pegiat ekonomi kecil seperti tukang sablon dan pembuat kaos juga kebanjiran order.

Tentu ini membantu wujudnya 10 juta lapangan kerja seperti yang pernah dijanjikan salah seorang Capres saat kampanye pilpres 2014 lalu.

Gerakan #2019GantiPresiden ternyata sangat membantu kaum pribumi ekonomi kecil, disaat Presiden yang kini berkuasa malah membuat Perpres terkait Tenaga Kerja Asing (TKA).

— #2019GANTIPRESIDEN (@Al_Fatih1453__) 11 April 2018

— Cybernesia ID (@CybernesiaID) 11 April 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

MAKJLEB! Wasekjen MUI: FIKSI Bisa Jadi Realita di Masa Depan, FIKTIF itu Ngibul Seperti Janji Buyback Indosat

MAKJLEB! Wasekjen MUI: FIKSI Bisa Jadi Realita di Masa Depan, FIKTIF itu Ngibul Seperti Janji Buyback Indosat


10Berita, Gara-gara "kuliah" Rocky Gerung di ILC tvOne, kata FIKSI dan FIKTIF jadi trending dan perbincangan publik.

Orang yang otaknya dipakai pasti faham dengan paparan yang disampaikan Rocky Gerung. Bukan malah tersinggung lalu sok bela agama sampai laporin ke polisi, padahal dulu pembela utama si penista agama.

Orang yang mau berfikir tak sulit mencerna "kuliah gratis" Rocky Gerung yang membuka wawasan, sehingga mudah membedakan apa itu FIKSI apa itu FIKTIF.

Wakil Sekjen MUI K.H. Tengku Zulkarnain memberikan contoh perbedaan FIKSI dan FIKTIF.

"FIKSI Itu di masa depan akan menjadi REALITA...
Dulu film Flash Gordon, manusia terbang ke Angkasa, masih FIKSI. Sekarang Realita.

Lain FIKTIF. Fiktif itu "NGIBUL" Bahasa Betawinya...
Misalnya akan Buy Back Indosat. Jika selama 5 tahun tidak dibeli, maka itu namanya Janji FIKTIF...!"

Demikian disampaikan K.H. Tengku Zulkarnain melalui akun twitternya.

Sampai sini paham gak Bong? 😂

Klo belom paham silakan baca ini:

[Debat Capres, 22-6-2014]
Jokowi Janji Beli Kembali Indosat
http://www.beritasatu.com/ekonomi/191904-jokowi-janji-beli-kembali-indosat.html

Klo masih juga blom paham, silakan berendem lagi :D

FIKSI Itu di Masa Depan Menjadi Akan REALITA...
Dulu Film Flash Gordon, Manusia Terbang ke Angkasa, Masih FIKSI. Skrg Realita.
Lain FIKTIF. Fiktif itu "NGIBUL" Bahasa Betawinya...
Misalnya Akan Buy Back Indosat. Jika Selama 5 Tahun Tidak Dibeli, maka Itu Namanya Janji FIKTIF...!

— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) 11 April 2018


Sumber : PORTAL ISLAM