OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 13 April 2018

Setnov Serang Kandang Banteng, Peta Koalisi Jokowi Berubah?

Setnov Serang Kandang Banteng, Peta Koalisi Jokowi Berubah?

Hadiri sidang, hakim cecar Setnov soal bagi-bagi duit korupsi e-KTP di DPR. (ilustrasi/aktual.com)

10Berita, Jakarta – Bola panas korupsi e-KTP semakin mengarah kepada partai banteng, PDIP. Hal ini tampak dalam pernyataan terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setya Novanto (Setnov) dalam sidang lanjutan pemeriksaan terdakwa kasus ini di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Kamis (22/3) lalu.

Dalam sidang tersebut, Setnov mengungkapkan adanya aliran uang e-KTP yang masuk ke kantong dua politisi PDIP, yaitu Puan Maharani dan Pramono Anung. Keduanya sendiri merupakan anggota dari Kabinet Kerja, masing-masing sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (MenkoPMK) dan Sekretaris Kabinet.

Menariknya, dua hari setelahnya, terjadi pertemuan antara Ketua Umum Golkar dengan Presiden Joko Widodo di Bogor. Dalam kesempatan tersebut, untuk pertama kali Jokowi secara terang-terangan mengungkapkan adanya pembahasan tentang calon wakil Presiden (Cawapres).

Dalam konteks politik, pertemuan ini tentunya sangat mungkin diadakan karena pernyataan Setnov. Artinya, seorang politisi sekaliber Setnov tidak mungkin menyasar kandang banteng tanpa agenda.

“Bisa ditafsirkan iya, ada hubungan peristiwa karena waktunya berdekatan dan yang berperkara mantan Ketua umum Golkar dan yang bertemu Jokowi Ketua Umum Golkar,” ungkap pengamat politik Ubedilah Badrun kepada Aktual, Kamis (29/3) lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Ubed ini, terdapat tiga kemungkinan yang menjadi hidden agenda dari Setnov. Ia beranggapan, ketiga agenda ini sangat erat kaitannya dengan posisi PDIP.

Agenda pertama adalah sebagai calling untuk Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Kedua, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini ingin berbagi derita dengan partai berlambang banteng ini. Sedangkan agenda terakhir adalah menutup peluang Puan menjadi cawapres Jokowi.

“Selebihnya hanya Jokowi dan Airlangga yang tahu,” ucap pria yang juga menjadi dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Airlangga Masih Malu-Malu

(Nebby)

Airlangga sendiri telah membantah jika dirinya diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bogor, Sabtu (24/3) lalu lantaran adanya bola panas yang diarahkan oleh terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada dua politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Bantahan ini dilontarkannya usai menemui Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie serta beberapa anggota Dewan Pembina partai tersebut di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (27/3) malam.

Airlangga menegaskan, pertemuan dengan Jokowi di Bogor sama sekali tidak berhubungan dengan ucapan Setnov. “Enggak ada (hubungannya dengan pernyataan Setnov),” jawabnya singkat sembari berjalan ke mobilnya.

Di tempat yang sama dengan Airlangga, politisi Golkar lainnya, Melchias Marcus Mekeng mempunyai pandangan yang lain. Secara tersirat, ia mengatakan jika pihaknya merasa optimis jika Airlangga dapat menjadi cawapres Jokowi dalam Pilpres nanti.

Menurutnya, Jokowi membutuhkan sosok yang mengerti tentang ekonomi guna merealisasikan janji-janji kampanyenya dalam Pilpres edisi lalu. Salah satu hal krusial adalah pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan akan mencapai 7% dalam kepemimpinan Jokowi.

Kenyataannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama empat tahun kepemimpinan Jokowi tidak pernah menembus 6%, atau terjebak pada kisaran 5% saja.

“Itukan (Jokowi) butuh pendamping yang punya visi ekonomi kuat, jaringan partai juga kuat supaya bisa back up di parlemen,” kata Mekeng.

Ketua Fraksi Golkar ini menegaskan, kriteria tersebut pun mengarah pada Airlangga seorang. Dengan demikian, ia optimis jika Jokowi akan memilih Airlangga sebagai pendampingnya dalam kontestasi nanti, meskipun semua partai koalisi pemerintahan sepakat jika penentuan Cawapres akan dilakukan usai pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

Tidak hanya itu, Mekeng pun menyatakan jika diterimanya Airlangga oleh Jokowi dapat mengubah peta koalisi pemerintahan.

“Kalau menurut saya, koalisi ini sebetulnya sudah kelihatan mana yang di dalam Jokowi dan mana yang di luar Jokowi,” ungkapnya.

Sudah jadi rahasia umum, sejumlah petinggi parpol koalisi tengah memperebutkan kursi Cawapres dalam Pilpres 2019. Selain Airlangga, terdapat tiga nama lain yang menjadi kandidat pendamping Jokowi, yaitu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto dan Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy.

Nama terakhir sendiri masih malu-malu lantaran hingga kini belum menegaskan keinginannya untuk mendampingi Jokowi kepada publik.

Mekeng menambahkan, ia tidak akan kaget jika nantinya terdapat parpol pendukung pemerintah yang keluar gerbong lantaran tidak mendapat posisi yang diinginkan.

“Kemungkinan bisa saja terjadi, ini kan masih ada waktu berapa bulan dan itu bisa terjadi. Detik-detik terakhir terjadinya poros baru,” jelas Mekeng.

Ucapan Mekeng sendiri terkonfirmasi oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB, Jazilul Fawaid. Menurut Jazilul, sangat mungkin pihaknya akan menarik dukungan terhadap Jokowi apabila Cak Imin tidak terpilih sebagai cawapres.

Ia menegaskan, Cak Imin dapat bermanuver dengan maju sebagai capres jika tidak dipilih Jokowi dalam Pilpres 2019.

“Ya nyapres. Kalau nyapres berarti bertanding. Kalau diterima dan memungkinkan, nyapres,” kata Jazilul di komplek DPR, Jakarta, 26 Maret 2018.

Tunggu Muspimnas

(Nebby)

Dalam kesempatan yang berbeda, Wasekjen PKB Daniel Johan menanggapi biasa pertemuan antara Jokowi dengan Airlangga. Menurutnya, pertemuan tersebut sama halnya dengan pertemuan antara Jokowi dengan Ketua parpol koalisi.

“Beberapa hari sebelumnya, malah sudah bahas dengan Cak Imin,” ungkap Daniel saat dihubungi Aktual.

Daniel sendiri tidak menyatakan waktu pasti pertemuan antara Cak Imin dengan Jokowi. Ia menambahkan, Jokowi juga membicarakan tentang cawapres dengan Cak Imin, beberapa hari sebelum menerima Airlangga.

Tidak hanya dengan Jokowi, Daniel juga menuturkan bahwa hingga kini pihaknya tetap intens melakukan komunikasi politik dengan parpol koalisi lainnya, termasuk dengan Golkar.

“Dengan semuanya (parpol koalisi) melalui fraksi,” katanya.

Daniel menambahkan, pihaknya masih optimis jika Cak Imin akan dipilih untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres nanti.

Meskipun demikian, hal itu masih belum diputuskan secara resmi oleh PKB. Menurutnya, PKB akan menentukan posisinya untuk Pilpres 2019 dalam Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) nanti.

Daniel mengatakan, semua kemungkinan tetap terbuka dan nantinya akan dibicarakan dalam Muspimnas, termasuk kemungkinan PKB ‘menyebrang ke gerbong lain’.

“Tergantung keputusan Muspimnas nanti, bulan Juni,” katanya.

Dari sepuluh partai yang ada di parlemen, PKB merupakan satu di antara lima parpol yang belum mendeklarasikan capres untuk Pilpres nanti.

Empat parpol lainnya adalah PAN, PKS, Partai Demokrat dan Partai Gerindra.

Koalisi Berubah

(Nebby)

Sementara itu, pengamat politik Ray Rangkuti sangat sepakat jika peta koalisi ini mengalami perubahan dalam beberapa waktu belakangan ini, khususnya pasca pertemuan antara Jokowi dengan Airlangga.

“Yang berubah itu kan mungkin PKB dan PAN. PKB keluar dan PAN masuk, yang lain sih sama saja. Dari gelagatnya kan begitu,” ujar Ray ketika dihubungi Aktual.

“Mungkin nanti ditambah Demokrat (merapat ke Jokowi),” tambahnya.

Ray mengakui, pertemuan antara Jokowi dengan Airlangga secara tidak langsung merupakan gambaran dari kedekatan antara Jokowi dengan Golkar. Namun menurut Ray, posisi cawapres sendiri bukanlah target utama dari partai berlambang pohon beringin itu.

“Cawapres ini bukan target utama Golkar, tapi (target utamanya) mereka menang bersama jokowi, dapat kursi kabinet lebih banyak,” kata Ray.

Meskipun posisi Cawapres juga penting, Ray memandang jika Golkar lebih memfokuskan diri untuk semakin mesra dengan Jokowi dan memenangkannya dalam Pilpres nanti.

“Dengan begitu, walaupun mereka tidak dapat wapres kan mereka jadi dapat kursi di kabinet dan itu akan lebih banyak dari hari ini,” kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) ini.

Terlebih, Golkar memiliki pengalaman pilu dalam tiga Pemilu terakhir, di mana partai ini mengalami kekalahan dalam kontestasi Pilpres.

Pada Pilpres 2004, Golkar harus mengakui kekalahan pasangan usungannya, Wiranto dan Sholahuddin Wahid, sementara pada Pilpres 2009, Golkar harus mengakui kekalahan pasangan usungannya, Jusuf Kalla dan Wiranto. Sedangkan pada Pilpres terakhir, partai ini lebih memilih untuk memberi dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

“Sekarang mereka yakin bahwa mereka telah mendukung orang yang akan jadi pemenang, dengan begitu negosiasi lebih banyak nanti, katakanlah kursi kabinet (lebih banyak),” terangnya.

Tidak hanya itu, kedekatan antara Jokowi dengan Golkar juga memiliki beberapa faktor lainnya. Pertama adalah karakter Airlangga yang disebutnya cenderung setia dan memiliki kerendahhatian.

Hal ini dipandang Ray merupakan suatu hal yang menggembirakan bagi Jokowi.

“Kalau kita lihat, Airlangga bukan tipe orang yang suka kasak-kusuk, ke sana kemari, dia kelihatannya kalau sudah di sini ya bakal di sini,” tutur Ray.

Faktor kedua adalah banyaknya kader Golkar yang memang telah memilih untuk memberikan dukungannya kepada Jokowi. Faktor terakhir, Jokowi memiliki kans yang lebih untuk memenangkan Pilpres dengan dukungan Golkar.

Kenyamanan ini berbeda yang dirasakan Jokowi dengan PKB. Menurut Ray, saat ini Jokowi cenderung ditekan PKB untuk memilih Cak Imin sebagai pendampingnya dalam Pilpres nanti.

“Cara PKB dalam mendorong Cak Imin sebagai cawapres ini enggak elegan di mata Jokowi karena mengancam keluar (koalisi) lah, mengancam nyapres sendiri, bikin koalisi sendiri,” sebutnya.

Ray berpendapat, cara ini sama sekali tidak akan berhasil terhadap Jokowi. Ia mencontohkan, berbagai pihak kerap menekan Jokowi untuk menendang kader PAN dari kabinet Kerja, yaitu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur.

Tapi nyatanya, Jokowi masih mempertahankan Asman di kursi jabatannya hingga kini.

“Begitu juga dengan PKB, yang terus menekan Jokowi. Feeling saya sih Jokowi akan menegaskan bahwa dirinya tidak mudah ditekan,” kata Ray.

Ramai-Ramai Berebut Kursi Cawapres

(Nebby)

Dalam sepekan terakhir, dinamika di antara sesama parpol koalisi pemerintahan cenderung tinggi. Dua hari setelah pertemuan antara Jokowi dengan Airlangga, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tampak mengunjungi markas PPP di Jakarta, Senin (26/3).

Selain itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga memberi sinyal akan merapat ke Jokowi dalam Pilpres mendatang.

“Pak Jokowi itu pejawat dan peluang menangnya besar,” kata Zulkifli pada Selasa (27/3) lalu.

Sinyal ini pun mendapat cibiran dari sesama partai koalisi pemerintahan. Adalah Wasekjen PPP, Ahmad Baidowi yang angkat bicara mengenai hal ini.

Menurut Baidowi, PAN harus membereskan Amien Rais sebagai tanda keseriusannya untuk bergabung dalam gerbong Jokowi.

“PAN punya PR membereskan komunikasi dengan Pak Amien Rais. Informasinya sampai sekarang Pak Amien Rais belum mau mendukung Pak Jokowi,” kata Baidowi, 30 Maret 2018 lalu.

Menurut Ray, sinyal yang diberikan oleh Zulhas ini merupakan sikap dari PAN bahwa parpol tersebut bukanlah milik Amien Rais seorang.

“Justru menurut saya, PAN ini mendekati Jokowi untuk mempertegas bahwa mereka tidak di bawah kontrol Amien Rais,” ucapnya.

Sebagaimama diketahui, Amien Rais memang pengkritik setia Jokowi. Kritik dari Amien tidak berhenti meskipun PAN telah masuk ke dalam kabinet kerja.

Yang paling baru, Amien menyebut jika pembagian sertifikat tanah yang dilakukan Jokowi merupakan pengibulan.

“Amien rais itu adalah identitas tersendiri, PAN adalah identitas yang lain, jadi bukan dua hal yang sama,” tutupnya.

Nebby/Wildan

Sumber :Aktual 


PA 212 Sebut Aspirasi #2019GantiPresiden Wajib

PA 212 Sebut Aspirasi #2019GantiPresiden Wajib

10Berita , Jakarta - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan dukungannya terhadap gagasan #2019GantiPresiden yang ramai menjadi bahan pembicaraan belakangan ini.

Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin menyerukan, perlunya penggantian kepala negara saat ini dikarenakan rekam jejaknya semenjak kepempinannya sangat memprihatinkan bagi Indonesia.

"Saya atas mama Persaudaraan Alumni 212 dengan gaung yang lebih lebih besar dari FPI yang ada di dalamnya, bahwa wajib presiden diganti secara konstitusional," ujar Novel kepada INILAHCOM, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Pria yang juga menjabat sebagai Humas Ikatan Advokat Muslim Indonesia ini pun memaparkan kriteria presiden baru yang diharapkan PA 212.

Ia mengatakan berdasarkan aspirasi umat, khususnya PA 212, presiden berikutnya harus memiliki keimanan yang kuat dan menolak tunduk pada kekuatan asing.

"Dari kami yang pasti kriterianya adalah pemimpin beriman, bertaqwa dan setia kepada negara serta tidak tunduk kepada asing dan aseng," tandasnya. [rym]

Sumber : Inilah.com

Andaikata Lebih Panjang Lagi

Andaikata Lebih Panjang Lagi

 

10Berita, “Jika kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula,” (Q.S Al Isra : 07).

RASULULLAH mempunyai kebiasaan rutin. Hari itu, ada salah seorangnya yang meninggal dunia. Seperti biasanya, ketika ada salah seorang sahabatnya meninggal dunia, beliau pasti akan menyempatkan diri untuk mengantarkan jenazahnya sampai ke kuburan. Tidak cukup sampai di situ, pada saat pulangnya, disempatkannya pula singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum yang ditinggalkan supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.

Begitu pun terhadap keluarga sahabatnya itu.

Ketika sampai di rumah almarhum, Rasulullah bertanya kepada istrinya, “Tidakkah almarhum suamimu mengucapkan wasiat ataulah sesuatu sebelum ia wafat?”

Istrinya yang masih diliputi kesedihan hanya tertunduk. Isak tangis masih sesekali terdengar dari dirinya. “Aku mendengar ia mengatakan sesuatu di antara dengkur nafasnya yang tersengal. Ketika itu ia tengah menjelang ajal, ya Rasulullah.”

Rasulullah mangut-mangut. “Apa yang dikatakannya gerangan?”

“Aku tidak tahu, ya Rasulullah. Maksudku, aku tidak mengerti apakah ucapannya itu sekadar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dahsyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.”

“Bagaimana bunyinya?” desak Rasulullah.

Istri yang setia itu menjawab, sambil masih terisak. “Suamiku mengatakan ‘Andaikata lebih panjang lagi…. Andaikata yang masih baru… Andaikata semuanya….’. Hanya itulah yang tertangkap sehingga aku dan keluargaku bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu hanya igauan dalam keadaan tidak sadar, ataukah pesan-pesan yang tidak selesai….”

Rasulullah tersenyum. Senyum Rasulullah itu membuat istri almarhum sahabat menjadi keheranan. Kemudian, terdengar Rasulullah berbicara, “Sungguh, apa yang diucapkan suamimu itu tidak keliru,” ujarnya. Beliau menerawang sejenak. “Jika kalian semua mau tahu, biarlah aku ceritakan kepada kalian agar tak lagi heran dan bingung.”

Sekarang, bukan hanya istri almarhum saja yang menghadapi Rasulullah. Semua keluarga almarhum merubungi rasul akhir jaman itu. Ingin mendengar apa gerangan sebenarnya yang terjadi.

“Kisahnya begini,” Rasulullah memulai. “Pada suatu hari, ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat. Di tengah jalan ia berjumpa dengan dengan orang buta yang bertujuan sama—hendak pergi ke masjid pula. Si buta itu sendirian tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntunnya. Maka, dengan sabar dan telatennya, suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas yang penghabisan, ia menyaksikan pahala amal salehnya itu. Lalu ia pun berkata, ‘Andaikata lebih panjang lagi.’ Maksudnya adalah andaikata jalan ke masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanya akan jauh lebih besar pula.”

Semua keluarga sekarang mengangguk-angguk kepalanya. Mulai mengerti sebagian duduk perkara. “Terus, ucapan yang lainnya, ya Rasulullah?” tanya sang istri yang semakin penasaran saja.

Nabi menarik nafas sejenak. Kemudian menjawab, “Adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi sekali untuk shalat Subuh, cuaca dingin sekali. Di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia pun mencopot mantelnya yang lama yang tengah dikenakannya dan diberikan kepada si lelaki tua itu. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, ‘Coba, andaikata yang masih baru yang kuberikan kepadanya, dan bukannya mantelku yang lama yang kuberikan kepadanya, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi.’ Itulah yang dikatakan suami selengkapnya.”

“Kemudian, ucapan yang ketiga, apa maksudnya ya Rasulullah?” tanya sang istri lagi.
Dengan penuh kesabaran, Rasulullah menjelaskan, “Ingatkah engkau ketika pada suatu waktu suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Ketika itu engkau segera menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur daging dan mentega. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong. Yang sebelah diberikannya kepada musafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalnya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata, ‘Kalau aku tahu begini hasilnya, musafir itu tidak akan kuberi hanya separuh. Sebab, andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti pahalaku akan berlipat ganda pula.”

Sekarang, semua anggota keluarga mengerti. Mereka tak lagi risau dengan apa yang telah terjadi kepada suami dan ayah mereka ketika menjelang wafatnya tempo hari. Kelapangan telah ia dapatkan karena ia tidak sungkan untuk menolong dan memberi. []

Sumber: jalansirah.com,  Islampos.

Viral Video Jokowi ditanya Tentang Novel, Jawabnya Kapolri masih Anu Sekali

Viral Video Jokowi ditanya Tentang Novel, Jawabnya Kapolri masih Anu Sekali


10Berita, Ditanya soal kasus penyiraman Novel Baswedan, @jokowi mengatakan masih menunggu Kapolri, sebab Kapolri sampai kini masih, masih masih masih, masih … sangat anu sekali.

Sumber :Dakwah media 

5 Kemungkinan yang Terjadi Jika AS Serang Rusia di Suriah

5 Kemungkinan yang Terjadi Jika AS Serang Rusia di Suriah

10Berita, WASHINGTON—Para ahli militer memberikan penilaian jika Amerika Serikat (AS) benar-benar merealisasikan ancamannya untuk meluncurkan serangan militer terhadap rezim Suriah sebagai respons atas dugaan serangan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur.

Inilah analisis para ahli soal jenis rudal, target hingga tujuan dari serangan yang mungkin diluncurkan Washington.

1. Jenis Rudal

Mantan asisten menteri pertahanan AS Lawrence Korb,  mengatakan bahwa militer AS kemungkinan akan menggunakan rudal Tomahawk.

Tomahawk digunakan dalam serangan-serangan AS sebelumnya di Suriah tahun lalu (2017) sebagai tanggapan terhadap penggunaan senjata kimia di kota Khan Sheikhun, Idlib, yang dikuasai kelompok oposisi.

Pentagon kala itu mengatakan 59 rudal jelajah Tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang di Mediterania terhadap pangkalan udara Shayrat di Provinsi Homs. Pangkalan yang diserang itu dituduh AS sebagai tempat peluncuran serangan kimia. Enam personel militer Suriah tewas oleh serangan rudal Tomahawk kala itu.

Menurut para analis, bukan tidak mungkin rudal Tomahawk kembali diandalkan Pentagon kali ini.

Seorang ahli keamanan dan militer yang bermarkas di Azerbaijan Fuad Shahbazov mengungkapkan bahwa AS mungkin menyerang dengan rudal melalui jalur laut dan jet tempur di udara.

“Menurut sumber tidak resmi, AS mengerahkan beberapa kapal induk dengan rudal jelajah di Laut Mediterania dan Laut Merah. Juga kemungkinan serangan dengan jet tempur harus dipertimbangkan karena AS memiliki pangkalan udara besar di negara-negara Teluk,” kata Shahbazov.

2. Target serangan

Menurut ahli keamanan dan militer yang bermarkas di Azerbaijan Fuad Shahbazov, AS kemungkinan besar akan menyerang markas komandan dan kontrol angkatan bersenjata Suriah, serta lokasi yang diduga jadi tempat penyimpanan senjata kimia.

Dilihat dari lokasi saat ini, rudal jelajah AS sudah berada di atas kapal angkatan lautnya yang siaga di sepanjang perairan Mediterania. Shahbazov mengatakan, benteng pasukan pro-Assad di provinsi Latakia mungkin menghadapi serangan dari laut.

Tetapi, Afzal Ashraf dari Pusat Keamanan Konflik dan Terorisme, mengatakan dalam cuitannya di Twitter, bahwa Presiden AS Donald Trump yang secara khusus mengatakan rudal “pintar” akan digunakan mungkin tidak dihargai oleh komandan militernya. Sebaliknya, strategi baru mungkin dibuat para komandan militer Pentagon.

“Mereka biasanya tidak suka menyatakan apa yang akan mereka lakukan dan bagaimana mereka akan lakukan sebelumnya. Jadi militer AS mungkin memutuskan untuk menggunakan metode lain,” kata Ashraf.

3. Tujuan serangan

Mantan asisten menteri pertahanan AS Lawrence Korb mengatakan, tujuan utama serangan AS terhadap rezim Suriah adalah pencegahan penggunaan senjata kimia lebih lanjut.

Tetapi, kata Ashraf dari Pusat Keamanan Konflik dan Terorisme, masih belum jelas apakah Amerika Serikat tahu di mana senjata kimia disimpan di Suriah.

“Jika kita tahu di mana senjata kimia itu maka itu dapat dihancurkan. Jika mereka menyerang instalasi senjata kimia, pertanyaan yang harus ditanyakan mengapa mereka tidak menyerang di sana sebelumnya. Saya ragu ada instalasi senjata kimia yang dinyatakan Barat. Jadi serangan ini akan menjadi target militer umum,” ujarnya.

Menurut Ashraf, AS kemungkinan akan mempertahankan pesawat tempur dan kapal angkatan lautnya dari dekat pasukan Rusia.

“Apa yang tampak keluar adalah apa yang dikenal sebagai ‘serangan kebuntuan’ yang melibatkan rudal jelajah dan rudal lainnya untuk menghindari kemungkinan keterlibatan antara pesawat dan kapal Rusia dan AS,” katanya.

4. Kemungkinan Respons Rusia

Reaksi Moskow menurut mantan asisten menteri pertahanan AS Lawrence Korb, kemungkinan besar akan terbatas pada kecaman publik selama AS tidak menargetkan militer Rusia.

Namun, ahli keamanan dan militer yang bermarkas di Azerbaijan Fuad Shahbazov, mengatakan peringatan kementerian pertahanan Rusia tentang pembalasan harus dicatat.

“(Tanggapan Rusia) akan mencakup serangan rudal terhadap pasukan oposisi dan posisi militer pasukan khusus AS,” katanya.

Sedangkan Afzal Ashraf dari Pusat Keamanan Konflik dan Terorisme membandingkannya dengan  serangan rudal Tomahawk AS bulan April 2017.  Dia mencatat kemungkinan Rusia memberikan sekutunya peringatan bahwa serangan itu akan datang.

“Satu-satunya perbedaan nyata dari waktu lalu adalah bahwa Suriah diberi tip-off melalui Rusia dan mereka mampu membubarkan aset mereka, jadi tidak banyak orang terbunuh dan tidak ada banyak peralatan yang hancur. Kasus ini, kedengarannya seolah-olah peringatan tidak akan tersedia,” katanya.

5. Pengunaan Sistem Rudal Pertahanan Rusia di Suriah

ahli keamanan dan militer yang bermarkas di Azerbaijan Fuad Shahbazov mengatakan sistem rudal pertahanan utama Rusia di Suriah, S-300 Gladiator, telah dikerahkan di negara ini pada akhir tahun 2016.

“Namun, mungkin juga Rusia akan menggunakan S-400 yang juga telah dikerahkan di Suriah selama lebih dari setahun ini. Sistem ini dapat menantang semua jet tempur modern. Tetapi Rusia belum menggunakan sistem ini di Suriah,” katanya.

Afzal Ashraf dari Pusat Keamanan Konflik dan Terorisme, setuju bahwa banyak target AS di Suriah yang kemungkinan akan diterjang.

“Jika Rusia sesuai dengan kata-katanya, beberapa dari rudal itu akan dihadang. Tidak ada sistem pertahanan udara yang memenuhi bukti, jadi saya kira proporsi yang cukup signifikan akan menembus target mereka,” katanya.

Sementara itu, mantan asisten menteri pertahanan AS Lawrence Korb mengatakan tidak mungkin Rusia akan dapat melawan serangan AS. []

SUMBER: AL Jazeera,  Islampos.

Inovasi Baru, Peserta UNBK MTs Kabupaten Wajo Gunakan Android

Inovasi Baru, Peserta UNBK MTs Kabupaten Wajo Gunakan Android

10Berita, SULAWESI SELATAN—Tim Teknis Computer Based Test (CBT) Kantor Kemenag Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, membuat inovasi dalam penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat MTs. Para peserta USBN di MTs Kabupaten Wajo tidak menggunakan PC seperti pada umumnya untuk mengerjakan soal-soal ujian, melainkan menggunakan aplikasi Android di ponsel pintar peserta ujian.

Ketua Tim Teknis CBT Madrasah Kankemenag Kabupaten Wajo Hamzah Alias mengatakan, ide ini berawal tantangan ajakan Kepala Kankemenag Kabupaten Wajo, Arsyad Ambo Tuo, agar pelaksanaan USBN di Wajo bisa dilaksanakan berbasis komputer, layaknya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK).

“Kami menggunakan salah satu aplikasi dari sekian banyak yang ada.  Tim Teknis mulai bekerja selama dua hari efektif untuk menginput database soal beserta kunci jawaban yang berjumlah enam mata pelajaran yang di-USBN-kan,” jelas Hamzah, Rabu (11/4/2018) seperti dilansir Kemenag.

“Setelah itu rekan Proktor diundang untuk mengcopy aplikasi yang telah dimodifikasi untuk dipakai USBN-BK/Android sekaligus diberikan bimbingan singkat tentang penggunaan aplikasi tersebut yang kurang lebih persis aplikasi UNBK/UAMBN-BK,” lanjutnya.

Menurut laporan, Hamzah mengakui masih banyak kendala dalam pelaksanaan USBN-Komputer-Android ini.

Namun secara umum, USBN berbasis Komputer dan Android ini berjalan baik dengan menggunakan durasi waktu lebih dari yang dialokasikan. []

SUMBER: KEMENAG, HALALLIFESTYLE
Islampos.

Korsel Berencana Bangun ‘Halal Park’ di Pulo Gadung

Korsel Berencana Bangun ‘Halal Park’ di Pulo Gadung

10Berita, JAKARTA—Lembaga halal asal Korea Selatan, Korea Institute of Halal Industry (KIHI), berencana membangun Kawasan Industri Halal (Halal Park) di Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur.

Rencana menghadirkan laboratorium halal itu dibahas bersama PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), sebagai pengelola sekaligus pengembang dari Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur, Halallifestylemelaporkan pada Rabu (11/4/2018).

Direktur Operasional dan Pengembangan JIEP, Beta Winarto, menyatakan di kawasan industri JIEP siap menyediakan lahan untuk membangun Halal Park tersebut.

Menurutnya, bila laboratorium halal tersebut telah selesai proses sertifikasi halal bagi industri makanan dan farmasi di Indonesia dapat diawali di Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur.

“Sekitar 50% dari tenant JIEP adalah perusahaan industri makanan dan farmasi. Selain itu, mudahnya akses dari JIEP ke pelabuhan, dan lainnya,” ujar Beta pada pembahasan rencana pembangunan Halal Park di Kantor JIEP, Senin (9/4/2018).

Hadir dalam paparan rencana pembangunan Halal Park di Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur tersebut Director General KIHI Dr. James Noh bersama, Ketua Umum Yayasan Produk Halal Indonesia (YPHI) Dr. Muhammad Yanis Musdja, Direktur Utama PT RAFA Topaz Utama Rudi Sugiswo.

Dalam pembangunan laboratorium halal, KIHI menggandeng Korea Testing Laboratory (KTL). Principal Researcher KTL Kim Joo-Cheong menjelaskan, pihaknya sendiri membawa sarana laboratorium canggih untuk mendukung pembangunan kawasan industri halal Indonesia itu.

“Diharapkan pembangunan laboratorium tersebut dapat selesai dalam waktu enam bulan. Pembangunan laboratorium tersebut membutuhkan bangunan seluas 500 meter persegi dengan lingkungan yang sesuai dengan standar halal,” kata Joo-Cheong.

KTL sendiri merupakan kumpulan laboratorium di Korea Selatan yang mendapatkan lisensi dari Pemerintah Korea Selatan untuk menyediakan laboratorium untuk proses sertifikasi halal. KTL sudah diakui sejak lebih dari 51 tahun.

Halal Park tersebut digagas oleh Ketua Umum Yayasan Produk Halal Indonesia (YPHI) Dr. Muhammad Yanis Musdja dengan pertimbangan Indonesia memiliki potensi sebagai pusat ‘Halal Park’ dunia. []

SUMBER: HALALLIFESTYLE, Islampos.

Begini Tanggapan Ustadz Felix Siauw atas Pernyataan “Kitab Suci Adalah Fiksi”

Begini Tanggapan Ustadz Felix Siauw atas Pernyataan “Kitab Suci Adalah Fiksi”


10Berita, Dahulu kala pernah terjadi suatu masa fitnah saat Al-Qur’an Al-Kariim dianggap sebagai makhluk. Apa yang jadi konsekuensinya sangat buruk, artinya ia berpotensi benar atau salah, berpotensi kuat dan lemah, sama seperti makhluk

Sedangkan kuat dan lemah, benar dan salah, adalah ranah manusia, begitu juga fiksi dan fiktif, non-fiksi, fakta atau faksi, itu semua adalah ranah manusia, produk manusia yang punya potensi salah, bukan dari Yang Mahabenar

Bahaya bila Al-Qur’an dianggap sebagai fiksi adalah bahwa Al-Qur’an bisa diperdebatkan sebagaimana hal lain, tidak suci, tidak agung. Padahal bagi kita selalu mendaras “Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya”, begitu

Firman Allah, “Maka tidakkah mereka menghayati (merenungi) Al Quran? Jika sekiranya Al Quran datangnya bukan dari sisi Allah, niscaya mereka akan mendapat banyak pertentangan di dalamnya” – QS An-Nisa: 82

Maka kita tidak boleh ikut-ikutan menarik Al-Qur’an ke ranah manusia sebab memang Al-Qur’an berasal dari Allah bukan manusia, karena itu tidak boleh mengatakan Al-Qur’an fiksi sebab artinya menyamakan Al-Qur’an dengan karya manusia

Misal, “2030 Indonesia Bubar”, ini karya fiksi, bisa jadi benar bisa jadi salah, bisa jadi khayal bisa jadi prediksi, bisa jadi hanya imajinasi bisa jadi hasil penelitian. Tapi Al-Qur’an tak ada potensi selain ia pasti benarnya

Hati-hati, punya kepentingan yang sama belum tentu satu barisan, punya tujuan yang sama belum tentu sama-sama benar. Apalagi pada mereka yang tidak meyakini agama, pernyataaanya perlu dicermati dan didalami

Kita tak menyukai rezim fiktif, tapi kita juga tak boleh menerima bila Al-Qur’an dianggap fiksi, keduanya sama-sama merusak. Membela salah satunya sama saja memilih antara mulut buaya atau mulut singa

Yang melaporkan bukan karena kebenaran tapi kepentingan politik, tapi yang dilaporkan pun tak berpijak pada kebenaran. Al-Haq min rabbikum, kebenaran hanya dari Allah, itu saja yang selalu kita bela dan kita pegangi

Akhir kalam, ini masih tulisan manusia, bisa benar dan juga bisa salah, dan akan saya lanjutkan pembahasannya di waktu lain, semoga manfaat 🙂🙂🙂 [www.tribunislam.com]

Judul : Al-Qur’an Itu Kalamullah
Sumber : Fb Ustadz Felix Siauw

Putin: Situasi Dunia Kacau Balau dan Kian Parah

Putin: Situasi Dunia Kacau Balau dan Kian Parah

10Berita, RUSIA—Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa kondisi dunia saat ini telah ‘kacau.’ Bahkan Putin memprediksi kondisi dunia akan semakin memburuk kecuali Negara-negara di dunia memiliki hubungan yang lebih konstruktif.

“Memang, situasi global saat ini kurang baik namun bisa menyebabkan kekhawatiran,” kata Putin pada upacara penyambutan duta besar asing di Moskow pada Rabu (11/4/2018).

“Situasi di dunia menjadi semakin kacau. Namun, kami berharap bahwa pada akhirnya perdamaian yang akan menang. Situasi ini bisa diperbaiki jika hubungan internasional bisa kembali pada jalur yang konstruktif dan seluruh sistem global akan menjadi lebih stabil dan dapat diprediksi,” tambahnya.

Putin mengatakan kepada utusan asing bahwa Rusia siap untuk mendengar kritik membangun dari luar dan menggunakannya sebagai dasar untuk hubungan yang lebih baik dengan negara lain.

Putin berkomentar di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Amerika Serikat (AS) bersiap-siap untuk mengatur serangan militer terhadap tentara rezim-Assad di Suriah. AS berdalih bahwa rezim Assad telah melakukan serangan gas terhadap rakyatnya sendiri di Kota Suriah Douma, Ghouta Timur, pada Sabtu (7/4/2018) malam.

Presiden AS Donald Trump telah memposting tweet ancamannya kepada Suriah. Trump juga memperingatkan Rusia – salah satu pendukung kunci Suriah dalam perang melawan kelompok anti-Assad- bahwa mereka harus bersiap-siap untuk “menembak jatuh” rudal yang akan militer AS segera luncurkan. []

SUMBER:  Islampos, PresTV

Pemerintahan Jokowi Lihai Akomodir TKA?

Pemerintahan Jokowi Lihai Akomodir TKA?


10Berita, JAKARTA - Alih-alih melaksanakan rekomendasi tersebut, yakni akan meninjau ulang kesempatan (penuh) ke pekerja lokal, pada akhir Maret 2018 lalu pemerintah justru menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) baru No. 20 Tahun 2018 tentang Penggunaaan Tenaga Kerja Asing yang isinya kurang lebih setali tiga uang dengan Permenaker No. 35 Tahun 2015 tersebut.

“Perpres ini sekaligus juga menjadi perubahan radikal atas Perpres TKA sebelumnya, No.72 Tahun 2014 yang diterbitkan oleh pemerintah SBY. Di antara perubahan tersebut adalah: Penghapusan IMTA (Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing),” kata Fahri Hamzah, belum lama ini, di akun Twitter pribadi miliknya.


Pada Perpres lama, pemberi kerja diwajibkan menyusun RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing) dan mendapat pengesahan dari menteri terkait. RPTKA yang sudah disahkan tersebut kemudian menjadi syarat memperoleh IMTA. “Pada Perpres baru, RPTKA yang disahkan menteri justru menjadi izin (IMTA) itu sendiri. Ditambah lagi dengan batas waktu pengesahan yang sangat singkat, yakni hanya 2 hari untuk keluarnya izin.”

Untuk pekerjaan yang bersifat darurat dan mendesak, Pemberi Kerja TKA dapat mempekerjakan TKA dengan mengajukan permohonan pengesahan RPTKA kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk paling lama 2 (dua) hari kerja setelah TKA bekerja.

“Hal ini berpotensi menjadi masalah karena sifat darurat dan mendesak dapat multi tafsir sehingga perlu segera dijelaskan lebih lanjut pada aturan dibawahnya. Pada Perpres baru tidak ada batasan spesifik atas masa berlakukanya izin tersebut.

Karena mengacu pada RPTKA, batasan waktu disesuaikan dengan RPTKA.” Padahal pada Perpres lama, IMTA hanya dibatasi 1 tahun, jika ingin perpanjang harus melakukan pengurusan izin kembali. (Robi/)

Sumber :voa-islam.com