OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 21 April 2018

Polri Akhirnya Bentuk Tim Selidiki Infrastruktur Ambruk

Polri Akhirnya Bentuk Tim Selidiki Infrastruktur Ambruk


10Berita, Bareskrim Polri akhirnya membentuk tim guna melakukan penyelidikan terhadap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang ambruk.

“Ini sudah satu rangkaian dengan kejadian lalu-lalu. Bareskrim sudah ada tim untuk memeriksa itu,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/4).

Menurut dia, penyelidikan itu meliputi quality asaurance dimana harus terpenuhinya jaminan kualitas, Standart Opersaional Prosedur (SOP) nya.

“Kalau misal mengecor harus sekian hari secara bertahap tapi ternyata dilakukan dalam beberapa jam misalnya, itu kan salah,” ujarnya.

Soal dugaan besi yang digunakan adalah besi tua, menurut Setyo, hal itu menjadi wajar karena korosi itu ada dua yakni di luar (permukaan) dan di dalam besi. Jika terjadi korosi di luar besi akibat cuaca hal itu tidak dimasalahkan Setyo.

“Selama dia masih punyai struktur yang kuat. Tidak masalah,” ujarnya.

Setyo menambahkan, bahwa yang ingin Kepolisian sampaikan yakni SOP harus dilakukan. “Itu yang kita cek. Kalau misalnya itu dilanggar berarti sudah ada kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal,” imbuhnya.

Sumber: rmol

Perkosa Guru dan Bunuh Pelayan Kesehatan, OPM Tak dapat Simpati Dunia

Perkosa Guru dan Bunuh Pelayan Kesehatan, OPM Tak dapat Simpati Dunia

Foto Dok SINDOnews

10Berita, TIMIKA - Kasus Pemerkosaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Guru Kontrak SD berinisial GR di Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura Mimika Jumat 13 April 2018, menuai kecaman dari praktisi Pendidikan Universitas Cenderawasih. Marinus Yaung, akademisi Universitas Cenderawasih yang juga dosen hubungan Internasional kepada MNC Media mengaku sangat kesal dengan ulah Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah itu yang dikatakan sudah melanggar hukum internasional.

Marinus bahkan menyebut dunia akan mengutuk keras tindakan keji KKB yang sebelumnya juga telah melakukan pembunuhan terhadap tenaga kesehatan missi Adven Berny Fellery Kunu (24) di Pegunungan Bintang 30 Maret lalu.

"Kalau mereka mendeklarasikan diri sebagai TPN-OPM atau kelompok separatis yang berjuang untuk Papua Merdeka, tapi ketika mereka berjuang mereka menghancurkan sekolah, menghancurkan rumah sakit, memperkosa guru, membunuh tenaga kesehatan, maka mereka sudah melanggar hukum internasional. Dan mereka akan dikutuk oleh dunia," kata Marinus geram.

Menurutnya, aturan hukum internasional dan hukum perang telah jelas diatur oleh PBB. Dan pada prinsipnya masyarakat sipil termasuk ibu dan anak serta pelayanan kemanusiaan juga tenaga pendidikan tidak diperkenankan menjadi sasaran perang.

"Ada mekanisme yang diatur oleh hukum internasional oleh PBB. Sementara jika sebaliknya termasuk jika mengancam tenaga kemanusiaan disana, maka itu jelas akan mendapat kutukan dari masyarakat internasional. Termasuk bangunan sekolah dan kesehatan, itu harus dilindungi bukan malah dirusak," tegasnya.

Terlebih perjuangan yang dikatakannya untuk kemerdekaan Papua. Marinus menyebut dengan aksi keji itu dunia internasional tidak akan simpatik dengan perjuangan Papua Merdeka.

"Saya katakan kepada mereka dengan tindakan yang dilakukan tersebut internasional tidak akan memberikan dukungan kepada mereka. Tidak akan simpatik lagi untuk perjuangan mereka, akan sia-sia saja," timpalnya.

Marinus juga membenarkan aksi pengejaran terhadap KKSB yang dilakukan oleh aparat TNI/Polri pasca kejadian tersebut.

"Penegakan hukum harus dilakukan, negara harus hadir, dan apa yang dilakukan TNI/ Polri masuk kesana sangat benar tidak melanggar hukum internasional," katanya.

Dirinya menolak jika ada pihak yang menyebut tindakan TNI/Polri melakukan operasi militer di wilayah Tembagapura.

"Kalau ada yang bilang bahwa ada operasi militer di Banti Tembagapura itu tidak ada, karena itu dijamin oleh hukum internasional. Prinsip hukum internasional Responbility the Protect itu harus dijunjung oleh semua negara berdaulat di dunia. Sama halanya yang dilakukan oleh TNI/Polri disana itu untuk kepentingan melindungi kemanusiaan. Disaat sisi kemanusiaan terancam disuatu daerah konflik maka negara harus hadir disana dengan kekuatan militernya. TNI/Polri itu benar, yang tidak benar itu apa yang dilakukan oleh kelompok KKSB disana," ungkapnya.

Diinformasikan bahwa GR guru kontrak yang menjadi korban pemerkosaan bergilir oleh KKSB di wilayah Tembagapura saat ini sudah siuman setelah sempat kritis pascapemerkosaan yang dialaminya.

Kepala kampung setempat yang melaporkan kejadian itu mengaku korban dianiaya sebelum akhirnya diperkosa bergilir sekitar 10 orang. Saat ini korban masih berada di Kampung Aroanop Tembagapura untuk proses evakuasi ke Timika. Sulitnya medan karena kampung tersebut berada di ketinggian dan faktor keamanan membuat korban belum bisa dievakuasi.

Sumber : SINDONEWS

AHY Dapat Jatah Sebagai Menhan

AHY Dapat Jatah Sebagai Menhan

Jokowi dan AHY dalam satu kesempatan.

10Berita,  Menkopolhukam Wiranto bertemu dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam pertemuan itu dikatakan Wiranto dan SBY memang membahas Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Namun apa saja yang mereka bicarakan, apakah Demokrat mengusung Joko Widodo di Pilpres 2019?

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantoro menyebut pertemuan Wiranto dan SBY untuk membicarakan kasus Bank Century yang melibatkan mantan Gubernur BI sekaligus mantan Wapres Boediono.

“Ingin ditetapkannya Pak Boediono jadi tersangka. Wiranto memberikan perkembangan tersebut kepada Pak SBY,” kata Ferry Juliantoro saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018).

Bahkan, Ferry menyebut SBY tengah ‘disandera’ agar segera merapat bersama koalisi Joko Widodo demi penuntasan kasus tersebut.

“Kalau ini menyangkut nama Pak Boediono dan itu kan relatif orang dengan Pak SBY sehingga Pak Wiranto atas nama presiden menyampaikan kemungkinan perkembangannya,” kata Ferry Juliantoro.

“Atau juga Pak Wiranto menyandera Pak SBY. Kalau gitu Demokrat dukung Pak Jokowi saja. Pasti kurang-lebih itu,” jelas Ferry.

Diketahui, Putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan KPK menetapkan eks Gubernur BI Boediono sebagai tersangka baru dalam skandal Bank Century.

Terpisah, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa menyatakan tak ada yang perlu dipersoalkan dari pertemuan itu.

“Wiranto kan kapasitasnya sebagai Menko Polhukam, dalam rangka stabilitas politik nasional. Saya kira pada tempatnya kalau bertemu pimpinan parpol,” kata Suharso di Hotel Harris Suites FX Sudirman, Jl Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Suharso menjelaskan pertemuan itu dilakukan Wiranto sesuai dengan kapasitas dan fungsinya selaku Menko Polhukam. Pertemuan itu, disebutkan Suharso, tak ada sangkut paut secara pribadi dengan Presiden Joko Widodo.

Sementara itu pengamat politik Ahmad Baidhowi menilai, pertemuan Wiranto dan SBY kemungkinan ada deal politik. Apalagi saat ini Jokowi butuh dukungan Demokrat agar menang mutlak di Pilpres 2019. Namun tentu saja tidak ada makan siang gratis.

“Sebagai imbal jasa, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa dikasih kursi Menhan atau Menkopolhukam,” kata Baidhowi, Kamis (19/4/2018).

Lanjutnya, kader Demokrat tidak semuanya setuju atau mengarahkan konstituen untuk mendukung Jokowi. Meski nantinya keputusan partai mendukung Jokowi, tetapi tidak akan serius untuk memenangkan Jokowi.

Sumber :Sagaindonesia 

Amerika Serikat Embargo Rusia, Rusia Membalas Secara Mengejutkan, Ini Yang Terjadi!

Amerika Serikat Embargo Rusia, Rusia Membalas Secara Mengejutkan, Ini Yang Terjadi!

Referensi pihak ketiga; Perusahaan Boeing

10Berita , Senator Russia Sergey Ryabukhin menyatakan bahwa di antara logam tanah langka yang pasokan Rusia ke Amerika Serikat adalah titanium, yang diperlukan untuk siklus teknologi produksi Boeing,"

Referensi pihak ketiga;Mesin Roket RD-180; sputnik news

Bukan hanya titanium yang terancam tidak diekspor Rusia ke AS, namun juka mesin roket RD-180 yang merupakan mesin yang digunakan oleh NASA dan Pentagon untuk mengirim satelit ke luar angkasa.

Referensi pihak ketiga;pesawat Ruang angkasa NASA

Seperti ditambahkan Sergey Ryabukhin; "Mesin roket ini digunakan tidak hanya oleh NASA, tetapi juga oleh Pentagon pada satelit mereka. Itu berarti Amerika Serikat menggunakan mesin roket ini untuk meluncurkan satelit militer mereka,"

Referensi pihak ketiga;Mesin RD-180

Seperti diketahui bahwa mesin roket RD-180 merupakan roket pendorong utama yang digunakan oleh NASA dan Pentagon untuk mengirim satelit keluar angkasa. pasokan mesin ini diketahui merupakan hasil kerjasama antara Uni Soviet dan USA sejak lama. jika Rusia menghentikan kerjasama tersebut,maka dipastikan USA tidak dapat mengirim satelit mereka ke luar angkasa.

Sumber; Russia Today.com

Donald Trump Takut Dengan Negara Negara Ini, Indonesia No 3!

Donald Trump Takut Dengan Negara Negara Ini, Indonesia No 3!

Melayu.palinfo.com

10Berita, Amerika serikat telah dikenal sebagai negara adidaya dan kekuatan Militer yang sangat kuat, tapi sekuat kuatnya Amerika Serikat, mereka tentu mempunyai daftar negara yang ditakuti, terutama kekuatan militer negara negara berikut

Nah, inilah 3 negara yang ditakuti Amerika dilihat dari kekuatan militer:

1.Rusia

Codebit7.com

Negara ini adalah negara pecahan dari Uni Soviet yang telah lama menjadi saingan utama Amerika serikat.

Negara terbesar di dunia ini mempunyai tank sebanyak 22.800, kapal mesin sebanyak 526 dan 3888 angkatan udara. Hal inilah yang membuat rusia ditakuti oleh Donald Trump.

2.Korea Utara

Kaskus.co.id

Korea utara memang sudah dikenal sebagai salah satu negara penghasil nuklir terkuat. Dibawah kepemimpinan Kim jong Un nuklir dikembangkan dan di uji coba secara berkala. Hal inilah yang membuat amerika takut dengan negara ini.

3.Indonesia

Ilmugeografi.com

Tidak disangka, Indonesia masuk daftar negara yang ditakuti oleh Donald Trump dengan luas wilayah terbesar keempat didunia dengan luas wilayah sebesar 1.904.569 km2, serta jumlah penduduk kurang lebih 300 juta. Hal inilah yang membuat amerika serikat dan donald trump takut dengan negara dengan kekuatan militer yang kuat.

Bagaimana Ucers pantaskah indonesia masuk dalam daftar negara yang ditakuti oleh Donald Trump?

Sumber: ilmugeografi.com

DIKECAM LUAS Akhirnya DIHAPUS! Kemendikbud Gelar Nobar Film Dilan Dalam Rangka Hardiknas

DIKECAM LUAS Akhirnya DIHAPUS! Kemendikbud Gelar Nobar Film Dilan Dalam Rangka Hardiknas


10Berita,  Polah rezim ini makin aneh. Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada tahun ini, 2 Mei 2018, alih-alih mengajak para pelajar mengkaji ataupun membahas tentang tokoh yang berjasa dalam pendidikan Indonesia, Kemendikbud justru akan menggelar nonton bareng (nobar) film 'Dilan' dan 'Yowis Ben'.

Acara nobar film 'Dilan' dan 'Yowis Ben' itu menurut Kemendikbud karena banyak ditonton.

"Memang benar ini sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018, yaitu nonton bareng film Indonesia, untuk lebih mencintai dan menghargai film karya anak bangsa dengan cara nobar film Indonesia," kata Kasubbag Layanan Informasi Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Anandes Langguana dalam keterangannya seperti dikutip dari Detik.com, Kamis kemarin (19/4/2018).

Anandes mengatakan kedua film tersebut dipilih karena masih terhitung baru. Pertimbangan lainnya, film 'Dilan' banyak ditonton masyarakat.

"Sebetulnya memang banyak sih film lain yang lebih sarat nilai-nilai pendidikannya, tetapi kita memilih kedua film ini karena memang film baru. 'Dilan' ini penonton terbanyak sepanjang sejarah perfilman Indonesia," ucap Anandes.

Dia juga menjelaskan film 'Dilan' masih mempunyai relevansi dengan momentum Hardiknas.

"Jadi sebenarnya mengajarkan juga bagaimana sebaiknya hubungan warga sekolah, yaitu murid, guru, dan orang tua, dengan masyarakat, ini juga ada kaitannya dengan tripusat pendidikan yang sebenarnya harus sinergis sehingga pendidikan karakter di sekolah betul-betul bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Namun banyak pihak mengecam dan menyesalkan langkah Kemendikbud yang justru diperingatan Hardiknas malah menggelar nonton film yang sebenarnya sangat sedikit relevansinya dengan kemajuan pendidikan Indonesia di masa depan.

"Hardiknas kok masyarakat diajak nonton film Dilan. Mikir dong.. apa film tsb mendidik? Lha kalo Kemdikbud nya aja ngajarin gak bener, gimana mau munculin generasi muda yg berkarakter. Heran aku...," protes warganet akun @idacreative.

"Hardiknas kok yg ditonton Dilan sama Yowisben, merusak anak bangsa namanya. Tonton itu film yg ada pendidikan karakternya... film MRAS atau yg lain, ini kok film gak berpendidikan... Gimana pendidikan maju," kata @shellaazizah18.


"Setahu saya...dalam film Dilan ada adegan melawan, memaki dan mengancam guru oleh karakter utamanya si Dilan bengal itu.... lalu film ini diputar pemerintah secara umum untuk memperingati Hardiknas? Karakter apa yg mau ditanamkan penguasa ke anak bangsa? 

Pantes aja anak anak sekarang memang lebih leluasa menghajar dan menghabisi gurunya... Sekali ada guru yg menghajar murid... Guru itu langsung ditangkap polisi.... Mau dibawa kemana bangsa ini kalau murid diposisikan lebih tinggi dari guru? Edan bin gila....," ujar Mutawakkil Abu Ramadhan.

DPR juga sudah bersuara. Anggota Komisi X DPR, komisi yang membidangi pendidikan, Ferdiansyah, mempertanyakan apakah film Dilan pantas dipertontonkan di acara itu.

"Untuk nobarnya sih bagus-bagus saja. (Tapi) Itu ada unsur pendidikan dan kebudayaannya nggak, gitu. Pantas nggak selaku menteri untuk menonton Dilan," kata Ferdiansyah, Jumat (20/4/2018), seperti dikutip Detikcom.

Ia menuturkan, pihaknya sempat memanggil pihak Kesetjenan Kemdikbud mengenai hal tersebut. Ferdiansyah menyatakan bahwa pihak Kesekjenan Kemdikbud pun menganggap bahwa film Dilan kurang cocok dengan konteks pendidikan.

"Saya juga pernah panggil orang Dikbud. Kata orang kesetjenan (Kemdikbud) pun mengatakan bahwa film Dilan itu kurang klop (dengan) konteks dunia pendidikan juga menyampaikan kebudayaan," ujarnya.

Promosi dan ajakan Nobar film Dilan ini sempat diposting pada 19 April 2018 oleh akun resmi Instagram Kementerian Pendidikan RI (@kemdikbud.ri).  

Namun setelah mendapat berbagai tanggapan komentar dari netizen, postingan tersebut akhirnya dihapus dan sudah tidak lagi ditemukan pada malam harinya.


Sumber : PORTAL-ISLAM.ID

HEBOH... Anies Bertemu Erdogan, Warganet: Gubernur rasa Presiden, Tidak Plonga Plongo

HEBOH... Anies Bertemu Erdogan, Warganet: Gubernur rasa Presiden, Tidak Plonga Plongo


10Berita, Publik tanah air dihebohkan dengan beredarnya foto Anies Baswedan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melawat ke Turki setelah sebelumnya ke Maroko.

Anies disambut hangat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, bahkan menunaikan salat Jumat bersama.

"Diawali dengan bertemu dan berbincang dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, lalu bersama-sama menunaikan salat Jumat di Masjid Ayyub al-Anshari (Eyup Sultan). Presiden Erdogan mengajak saya salat persis di sampingnya. Saya berdiri diapit beliau dan Menteri Energi Berat Albayrak di saf terdepan," kata Anies dalam akun Instagram-nya, Jumat (20/4/2018).

Anies juga memberi penjelasan tentang masjid tempat mereka salat Jumat. Dia menyebut masjid itu dibangun tak lama setelah Konstantinopel ditaklukkan.

"Masjid ini dinamai dari salah seorang sahabat Rasulullah SAW, yaitu Abu Ayyub al-Ansari ra, yang juga dimakamkan di kompleks yang sama. Masjid ini dibangun tahun 1458, hanya lima tahun sesudah penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad al-Fatih," tutur Anies di IG-nya.

Dalam foto-foto yang diunggah Anies, keduanya bersalaman dan berjalan beriringan. Anies dan Erdogan sama-sama memakai jas hitam, tapi hanya Anies yang memakai peci di kepalanya.

Sontak banyak komentar dari warganet tanah air.

"Ngobrolnya Nyambung. Gak Plonga Plongo. Pemimpin Muslim ya begini," kata aktivis muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya.

— Mustofa Nahrawardaya (@NetizenTofa) 20 April 2018


"Guberbur rasa Presiden...berwibawa..ber kharisma...," ujar @ramini_munaim.

"Masya Allah semoga pak Anies bisa mencontoh kepemimpinan beliau yg berjuang keras untuk kebangkitan Islamiyah di Turki . Semoga Indonesia ke depannya mempunyai pemimpin seperti pak Erdogan ...❤️," kata @irmayenti_chaniago.

"Woooow kenapa ya tiba tiba memperhatikan gestur presiden Erdogan saat menerima gubernur Indonesia dan saat sebelum nya menerima pemimpin negara kita? Atau saya sendiri yg kebanyakan baper? Ah sudah lah.. 😘," komen @rezabsi84.

"Masha Allah... Ini namanya calon presiden impian saya dr dulu. Pak @aniesbaswedan emg pemimpin paling keren deh! Ini Gubernur rasa PRESIDEN!! Sehat selalu pak," ujar @niklatul_hikmah.

Kunjungan ke Turki, Anies dijadwalkan menjalani sejumlah agenda, di antaranya memenuhi undangan Wali Kota Istanbul Mevlüt Uysa hingga kunjungan ke ISKI (Istanbul Water & Waste Management). Dia juga akan melakukan pertemuan dengan Tesisleremiz atau Department of Support Services atau Social Facilities, yaitu dinas atau BUMD Istanbul yang menangani fasilitas sosial atau KUKM. Anies juga dijadwalkan ke KJRI Istanbul untuk bertemu dengan pelajar Indonesia di Turki. 

Sumber :Portal Islam 

Lebih Parah dari Penistaan Ahok, Rachmwati Minta Polisi Serius Tangani Kasus Sukmawati

Lebih Parah dari Penistaan Ahok, Rachmwati Minta Polisi Serius Tangani Kasus Sukmawati

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri (INT)

10Berita , JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri, meminta Badan Reserse Kriminal Mabes Polri untuk serius menangani kasus dugaan penistaan agama melalui puisi ”Ibu Indonesia” karya adiknya, Sukmawati Soekarnoputri.

Menurutnya dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati jauh lebih parah dari yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang menyinggung Surah Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu, pada pertengahan Oktober 2016 silam.

“Saya mengharapkan agar semua pihak, Bareskrim, menanggapi dengan serius kasus ini,” kata Rachmawati saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, dikutip dari Akurat, Jumat (20/4/2018).

Rachmawati melanjutkan, kasus penodaan agama yang menyeret Ahok dilakukan tanpa rencana. Berbeda dengan kasus Sukmawati yang menurutnya dilakukan dengan perencanaan yang matang, sebab puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dibawakan Sukmawati, sudah diterbitkan dalam bentuk buku.

“Karena ini menurut saya, dibandingin dengan kasus Ahok, kalau Ahok spontan, kalau ini udah jelas ada tertulis. Ini harus ditanggapi serius oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Video Pilihan

Sebelumnya, puisi Sukamawati Soekarnoputri berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, menuai kontroversi.

Pasalnya, dari bait puisi yang dibacakan putri Proklamator RI itu menyinggung-nyinggung syariat Islam, seperti adzan dan cadar.

Akibat hal itu, dirinya pun dipolisikan beberapa orang yang merasa tersinggung. Di Polda Metro Jaya, ada dua orang yang melaporkannya bernama Denny Adrian Kushidayat, dan politisi Partai Hanura, Amron Asyhari. Keduanya mempolisikan Sukmawati pada Selasa 3 April 2018

Sumber : SULSELSATU.com

Sabar, Mudah Diucap Tapi Sulit Dilakukan, Mengapa?

Sabar, Mudah Diucap Tapi Sulit Dilakukan, Mengapa?

 

Oleh: Eneng Siti Sopiah
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam DR KHEZ Muttaqien Purwakarta Jawa Barat

10Berita, SABAR adalah kata yang selalu kita dengar khususnya apabila kita sedang mendapatkan suatu musibah. Kata sabar ini sering kita dengar dari orang-orang yang dekat dengan kita supaya kita selalu siap dalam kondisi apapun dan selalu optimis dalam menghadapi suatu masalah. Akan tetapi sangat sulit diimplementasikan dalam kondisi yang demikian. Mengapa?

Ini dia jawabanya.

Sifat sabar adalah sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang lebih dekat dengan Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar dan mereka yakin bahwa Allah SWT bersama dengan mereka. Akan tetapi sifat sabar itu sulit karena syaitan selalu mencari cara untuk menggoda hamba-Nya.

Untuk itu kita harus berusaha menanamkan sifat sabar dari hal-hal yang terkecil. Seperti, ketika terjatuh kita mencoba menjaga lisan dengan tidak mengeluarkan kata yang kasar, atau ketika kita tidak sengaja tersenggol oleh orang lain, kita menahan amarah. Sehingga apabila kita ditimpa suatu musibah kita akan bersabar dalam menghadapinya. Karena Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran, “Sesungguhnya dalam kesulitan pasti ada kemudahan.”

Selain itu Allah SWT tidak akan menguji seseorang melebihi kemampuan orang tersebut. Mendapat suatu ujian itu berarti bahwa Allah sayang kepada kita dan ingin mengangkat derajat kita. Tentunya, dengan syarat kita harus bersabar dalam menghadapinya.

Allah SWT berfirman, “Mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan sabar dan solat.”

Percayalah, “YOU CAN IF YOU THINK YOU CAN!” “Kamu bisa jika kamu berpikir kamu bisa!” []

Sumber : Islampos.

PAN tak Mungkin Dukung Jokowi

PAN tak Mungkin Dukung Jokowi

10BeritaJakarta --Pernyataan tegas terlontar dari Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Ia menjamin partainya tidak akan merapat ke kubu Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

"PAN tidak mungkin mendukung Pak Jokowi," ujar Amien di kediamannya di Perumahan Taman Gandaria, Jakarta, Jumat (19/4/2018).

Amien menegaskan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tidak akan mengambil keputusan yang bertentangan dengan kehendak rakyat, yang tak menginginkan Jokowi menjadi presiden lagi.

"Kalau Pak Zulhas (Zulkifli Hasan) lantas buat statement dukung Pak Jokowi sebagai capres, maka PAN insya Allah bunuh diri. Karena saya tahu di bawah sudah emoh. Jadi tolong dimengerti PAN itu partai yang punya prinsip," tandas mantan Ketua MPR RI ini.

Ia mengaku tidak akan mendukung Zulkifli seandainya nanti Jokowi meminangnya menjadi Cawapres.

"Saya kira bunuh diri juga. Akan marah dong PDIP yang lebih gede ditinggalkan. Ada Golkar yang gede juga. Ngapain (pilih) PAN cuma 7 persen (raihan suara pemilu?," tutup Amien.

Fahri Hamzah Menilai Jokowi Makin Berat
Dilansir JPNN  (20/4), Wakil Ketua DPR FAhri Hamzah menilai  Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menemui jalan terjal di Pilpres 2019 mendatang. Alasannya, beber Fahri, parpol pendukung Jokowi tidak kompak dan kerap saling serang akibat memperebutkan kursi cawapres. "Timnya enggak kompak," kata Fahri saat dihubungi di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Untuk itu, Fahri meyakini Jokowi akan mudah dikalahkan dengan kondisi parpol pendukungnya yang tidak solid dan pragmatis. Meski begitu, ia juga meragukan lawan Jokowi yang beredar saat ini akan bisa mengalahkan mantan Gubernur DKI itu, jika sosoknya lemah. "Cuma kalau lawannya lebih lemah ya dia (Jokowi, red) menang," ucapnya.

Sumber : Teropong Senayan